Wednesday, July 28, 2010

Pulau Terdepan Kekurangan Air Bersih, Listrik, dan Sarana Telekomunikasi

Wapres Boediono (tengah) didampingi Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faizal Zaini dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto memimpin rapat di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (27/7). Wapres Boediono menerima paparan tentang hasil ekspedisi pulau-pulau terluar Indonesia. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/nz/10)

27 Juli 2010, Jakarta -- Pulau-pulau terdepan di Indonesia memiliki masalah mendasar yaitu kekurangan air bersih, energi untuk listrik, dan sarana telekomunikasi. Ketiga hal tersebut membuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pulau terluar belum baik.

Demikian hasil Laporan Ekspedisi Pulau-Pulau Terdepan "Garis Depan Nusantara" oleh Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) kepada Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden Jakarta, Selasa (27/7).

Menurut Ketua Ekpedisi Garis Depan Nusantara Irwanto Iskandar, masalah transportasi menjadi masalah utama untuk mencapai pulau-pulau terdepan. Tapi di samping itu harus dilihat kebutuhan utama masyarakat. Namun seharusnya ada tiga hal yang menjadi prioritas pemerintah untuk membantu masuyarakat di 92 pulau terdepan itu.

"Pertama, air, karena kenyataannya di beberapa pulau tersebut banyak yang mengandalkan tadah hujan," katanya.

Masalah kedua adalah energi yang masih banyak mengandalkan solar dan diesel. Padahal potensi untuk listrik ada macam-macam, seperti angin, gelombang laut, ataupun tenaga surya.

Dalam hal ini pemerintah seharusnya lebih mengambangkan energi alternatih di pulau terdepan itu.

Masalah ketiga yang juga krusial, lanjut Irwanto, adalah masalah komunikasi. Beberapa pulau terdepan bahkan tidak ada sarana komunikasi sama sekali.

Di beberapa pulau sudah ada jaringan telepon seluler tetapi dengan kualitas minim. Sebab BTS yang bentuknya parabola hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi maksimal 7-10 orang dengan radius yang hanya 100 meter dari menara BTS.

"iga hal itu adalah kebutuhan mendasar di pulau terluar. Kita tidak bisa ngomong kesehatan dan macam-macam kalau air susah. Kita juga tidak bisa ngomong pendidikan yang bagus kalau listrik susah," tukasnya.

MI.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment