Saturday, February 5, 2011

Siagian, "Semua Alutsista Tahun 1980 ke Bawah Akan Diganti"

(Foto: Pusdikkav)

4 Februari 2011, Ngamprah -- (PRLM): Sekitar 60 persen alutsista (alat utama sistem persenjataan) Kavaleri, seperti panser dan tank, tergolong sudah tua. Modernisasi dilakukan secara bertahap hingga 2014 nanti untuk mendukung sistem pertahanan negara agar menjadi lebih mumpuni dan setara dengan negara-negara lain.

“Semua alutsista buatan tahun 1980 ke bawah akan diganti. Bukan karena sudah tidak berfungsi lagi, tapi karena kita membutuhkan persenjataan modern yang canggih agar minimal dapat sejajar dengan negara-negara lain,” kata Brigjen TNI Burhanudin Siagian, Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, di sela-sela kegiatan pengobatan gratis sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-61 Pussenkav, Jumat (4/2), di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Siagian, akibat banyaknya alutsista yang telah berumur, selama ini prajurit Kavaleri tidak bisa menggelar latihan bersama dengan negara-negara lain, termasuk negara-negara tetanggal di wilayah Asia Tenggara. “Tidak usah ditutup-tutupi. Kita memang masih tertinggal, termasuk dari segi penganggaran. Inilah yang ingin kita kejar secara bertahap,” ucapnya.

Alutsista baru bagi Pussenkav nantinya tidak melulu didatangkan dari luar negeri. Sebagian di antaranya dipasok dari Perindustrian Angkatan Darat (Pindad). Apalagi sekarang Pindad telah mampu memproduksi angkutan bersenjata kanon.

Merayakan ulang tahun ke-61, Pussenkav menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, di antaranya pembuatan tanggul penahan banjir sepanjang 500 meter di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, perlombaan Pramuka, pengobatan massal, dan sunatan gratis. Ribuan warga terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Dede (48), salah seorang warga Desa Jayamekar, Padalarang, bersyukur bisa mengikuti pengobatan gratis. Ia sakit di pergelangan tangan kirinya yang sudah diderita bertahun-tahun dapat sembuh. “Moga-moga saja saya berjodoh di sini sehingga sakit di tangan ini bisa segera sembuh,” katanya.

Sumber: PRLM

Dua Typhoon Tiba di Bengaluru, Ikuti Aero India 2011

(Foto: Eurofighter)

5 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Dua jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Italia tiba di Bengaluru, Jumat (4/2), guna mengikuti pameran dirgantara Aero India. 2011 ke-8. Pameran diadakan di pangkalan udara Yelahanka, Bengaluru, 9-13 Februari.

(Foto: Eurofighter)

Typhoon salah satu peserta tender Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA) AU India. Penyelenggara Aero India 2011 mengumumkan peserta MMRCA, yaitu Boeing, Lockheed Martin, MiG, Dassault dan Saab, akan mengirimkan jet tempurnya.

Sumber: Eurofighter

TNI Belum Berniat Tambah Personil di NAD

(Foto: Rindam IM)

4 Februari 2011, Jeuram -- (Kodam IM): Meski kekurangan personel, namun pihak Kodam Iskandar Muda menegaskan belum berniat untuk menambah jumlah anggota TNI di Aceh. Apalagi sejauh ini kondisi keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah di Aceh sudah sangat kondusif dan aman. Salah satu indikatornya adalah banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

Penegasan itu disampaikan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono kepada wartawan disela-sela kunjungan kerja dan silaturrahmi dengan masyarakat Nagan Raya, di Kota Jeuram, Selasa (1/2) kemarin.

Sebelumnya, saat memberi sambutan dihadapan ratusan tokoh masyarakat, pemuda, dan Aparatur Pemerintahan di Pendapa Bupati Nagan Raya, Pangdam juga menegaskan komitmennya untuk menjaga perdamaian di Aceh. Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan anugerah dari Allah SWT yang wajib disyukuri oleh semua pihak, sehingga perdamaian abadi selalu dapat terjaga dengan baik.

Pangdam IM mengatakan, personel TNI yang saat ini berada di sejumlah wilayah di Aceh masih sangat kurang jika dibandingkan dengan luas wilayah serta jumlah desa, kecamatan, maupun kabupaten yang jumlahnya mencapai 23 kabupaten/kota. Kondisi ini, kata Pangdam, berdampak pada masih terkendalnya pemantauan oleh pihak Babinsa TNI, karena banyaknya jumlah desa yang harus dijangkau.

Sangat Terbatas


Menurut Pangdam, yang sangat dibutuhkan pihaknya saat ini adalah penambahan alat pertahanan yang masih sangat terbatas. Untuk penambahan prajurit TNI sejauh ini belum diperlukan, namun menyangkut alat pertahanan saya rasa itu masih perlu, timpalnya.

Ditanya tentang aktivitas nelayan asing yang menjarah ikan di perairan di Aceh, Pangdam menegaskan sejauh ini belum ditemukan hal-hal yang mengarah kepada gangguan teritorial. Namun demikian, Pangdam menyatakan persoalan tersebut tetap mendapat perhatian serius pihaknya, berkoordinasi dengan Danlanal Sabang serta pihak TNI AL, guna mengatasi aksi pencurian ikan tersebut oleh pihak asing di wilayah Indonesia.

Bukan untuk perang

Mengomentari tentang pembangunan Markas Komando Infanteri (Brigif) yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, secara tegas Pangdam Iskandar Muda menegaskan pembangunan markas komando yang bernaung terhadap bidang pertahanan dan keamanan tersebut bukanlah untuk berperang.

Menurutnya, Mako Brigif itu diperlukan untuk menjaga pertahanan dan ancaman pihak luar terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta gangguan separatis. Selain itu, katanya, pembangunan kesatuan TNI dari Brigade Infateri itu merupakan standar pengamanan di institusi TNI.

Dengan adanya pembangunan markas tersebut, lanjut Pangdam, perekonomian masyarakat di Kabupaten Nagan Raya juga akan tumbuh dengan pesat mengingat jumlah prajurit di kesatuan itu mencapai 1.000 orang.

Sumber: TNI

Pasmar-1 Evaluasi Kemampuan dan Kekuatan

(Foto: Korps Marinir)

5 Februari 2011, Surabaya -- (ANTARA Jatim): Jajaran Pasmar-1 melakukan evaluasi kemampuan dan kekuatan serta merancang program kerja tahun 2011 melalui Rapat Staf dan Komando Terbatas (Rakortas) di Bapra Edianto Brigif-1 Mar Gedangan, Sidoarjo.

Informasi dari Penerangan Pasmar-1 yang diterima ANTARA Jawa Timur di Surabaya, Sabtu, melaporkan Rakortas 2011 itu dibuka Wakil Komandan (Wadan) Pasmar-1 Kolonel Marinir F. Saud Tambatua pada 4 Februari.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Wadan Pasmar-1, Komandan Pasmar-1 (Danpasmar-1) mengatakan Rakortas merupakan salah satu mata rantai mekanisme komando dan pengendalian yang diselenggarakan untuk meningkatkan komunikasi, informasi, dan penyamaan persepsi.

Selain itu, Rakortas juga serta mengevaluasi sejauh mana program pembinaan serta program kerja anggaran 2010 sekaligus menetapkan konsistensi pembangunan maupun penggunaan kemampuan dan kekuatan Pasmar-1 yang tertuang dalam program kerja dan anggaran tahun 2010.

"Dengan evaluasi tersebut, kita harapkan dapat mengetahui posisi Pasmar-1 saat ini dan apa yang akan kita hadapi ke depan yang pada akhirnya kita dapat memilih serta menentukan langkah dan tindakan yang terbaik," katanya.

Rakortas juga bertujuan mewujudkan efektifitas dan efisiensi pembinaan sumber daya manusia yang bermoral, profesional dan berkarakter.

"Karena itu, saya selaku pimpinan Pasmar-1 berharap agar pada rapat Staf dan Komando Terbatas Pasmar-1 dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pembinaan kemampuan dan kekuatan serta aspek-aspek terkait dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit," katanya.

Secara umum, program kerja anggaran Pasmar-1 tahun 2010 dapat dilaksanakan sesuai rencana tanpa hambatan yang berarti dan banyak kemajuan yang dicapai, namun ada hal-hal yang harus disempurnakan dan dioptimalkan di tahun 2011.

Dalam kesempatan itu, Danpasmar-1 mengajak kepada seluruh peserta rapat Staf dan Komando Terbatas Pasmar-1 untuk menyatukan visi dan misi serta menjadikan inisiator agar Pasmar-1 menjadi kesatuan yang dapat dibanggakan oleh Korps Marinir/TNI AL, TNI, masyarakat, bangsa dan negara.

Setelah mendengarkan amanat Komandan Pasmar-1, para peserta Staf dan Komando Terbatas Pasmar-1 memaparkan dan mengevaluasi program kerja tahun 2010 dan merencanakan program kerja untuk tahun 2011 yang dilakukan oleh setiap Komandan Kolak/Satlak Pasmar-1 serta paparan dari para Asisten Danpasmar-1.

Pada sesi terakhir, Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington memaparkan dan memberikan kebijakan umum untuk program kerja ke depan, sekaligus menutup Rakortas.

Sumber: ANTARA Jatim

MiG Sukses Uji Terbang MiG-29 Upgrade Milik AU India


5 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Perusahaan dirgantara MiG sukses melakukan uji terbang pertama MiG-29 AU India yang telah dimodernisasi.

“Pada 4 Februari 2011, satu jet tempur MiG-29UPG diuji terbang pertama kalinya. Pengujian selama satu jam dan tanpa kendala,” diumumkan MiG.

MiG mendapatkan kontrak 900 juta dolar dari AU India mengupgrade 69 MiG-29.
Program upgrade termasuk paket avionik baru, radar N-109 digantikan radar Phazatron Zhuk-M. Pesawat dilengkapi juga dengan kemampuan pertempuran beyond-visual-range (BVR) dan pengisian bahan bakar di udara guna meningkatkan waktu terbang.

Pada 2007, Rusia memberikan lisensi Hindustan Aeronautics Limited (HAL) membuat 120 mesin turbojet seri RD-33 untuk upgrade.

Enam pesawat diupgrade di Rusia sedangkan 63 pesawat dikerjakan di fasilitas HAL di India.

Pengerjaan upgrade seluruh pesawat dijadwalkan selesai 2013, dimana masa pakai pesawat diperpanjang 15 tahun lagi.

Sumber: RIA Novosti

PT. Sritex Produksi Seragam Militer NATO

5 Februari 2011, Sukoharjo -- (ANTARA Foto): Beberapa pekerja memeriksa seragam militer yang siap diekspor di perusahan garmen PT Sritex, Sukoharjo, Jateng, Jumat (4/2). Perusahaan tersebut saat ini memenuhi kebutuhan seragam militer untuk 18 negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta sejumlah negara lainnnya di penjuru dunia. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Beberapa pekerja meengukur bahan yang akan dibuat seragam militer untuk diekspor di perusahan garmen PT Sritex.(Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)

Beberapa pekerja memeriksa seragam militer yang siap diekspor di perusahan garmen PT Sritex. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/11)


Seragam anggota NATO dan UEA hasil produksi PT. Sritex dipamerkan pada Indo Defence 2010. (Foto: Berita HanKam)

Sumber: ANTARA Foto

Friday, February 4, 2011

AL Iraq Terima Dua Kapal Patroli Buatan AS

P-302. (Foto: U.S. Navy/Phil Kenyon)

4 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Angkatan Laut Amerika Serikat menyerahkan dua kapal patroli 35 meter P-302 dan P-303 pada AL Iraq di pangkalan laut Umm Qasr, Rabu (26/1).

Kapal kedua dan ketiga diserahkan ke AL Iraq bagian dari rencana pembelian 15 kapal patroli dibawah program Foreign Military Sales (FMS). Kapal dibangun oleh Swiftships Shipbuilders, LLC of Morgan City, LA.

Kapal pertama P-301 diserahkan di Umm Qasr pada 26 September 2010.

P-301. (Foto: SWIFTSHIPS)

Rancangan kapal 35PB1208 E-1455 dipilih pemerintah Iraq, panjang keseluruhan kapal patroli 35 meter dipersenjatai senjata berat, diawaki 25 orang, mampu berlayar 6 hari dan dapat mencapai kecepatan 30 knot.

Sembilan kapal patroli 25 meter sedang dibangun di Amerika Serikat, dan dalam proses negosiasi penambahan tiga kapal lagi.

Sumber: Naval Air Systems Command

Warga Gorontalo Sambut KRI Banjarmasin-592


4 Februari 2011, Gorontalo -- (Pos Kota) – KRI Banjarmasin-592 mendapat sambutan masyarakat Gorontalo dalam kegiatan safari pelayaran keliling wilayah Indonesia bagian Timur memperkenalkan produksi dalam negeri dalam rangka long sea trial pada saat merapat di dermaga umum Gorontalo.

Kehadiran KRI Banjarmasin-592 mendapat respon positif dari Pemda setempat dan masyarakat Gorontalo, antusias masyarakat Gorontalo pada sore harinya terlihat saat diadakan open ship di KRI Banjarmasin-592.

Warga Gorontalo diberikan kesempatan untuk melihat dari dekat kapal perang buatan dalam negeri dan setelah melaksanakan debarkasi kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan operasional salah satu Batalyon TNI AD meliputi 3 buah Truck Reo, 1 buah Truck Tanki dan 5 buah Jeep.

KRI Banjarmasin-592 dengan Komandan Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono kepada para pengunjung kapal perang mengatakan bahwa kapal ini merupakan salah satu unsur kapal perang milik TNI AL yang memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Selama berada di Gorontalo, Komandan KRI Banjarmasin-592 melaksanakan kunjungan kehormatan ke unsur Muspida setempat diawali dengan kunjungan kepada Komandan Kodim 1304 diterima langsung oleh Komandan Kodim Letkol Czi Totok JR, dilanjutkan ke Walikota Gorontalo yang diterima oleh Wakil Walikota H. Feriyanto Mayulu S, Kom, MH dan diakhiri kunjungan ke Gubernur Gorontalo diterima Wakil gubernur H. Tonny Uloi, SE.

Pada hari ketiga di dermaga Gorontalo setelah apel pagi, sebanyak 70 orang prajurit Marinir dengan Pakaian Dinas Lapangan Tempur (PDLT) lengkap melaksanakan kegiatan Lintas medan (Limed) dengan menempuh jarak sejauh 15 Km melalui route pelabuhan kota Gorontalo menuju pusat kota dan kembali ke pelabuhan dalam rangka kegiatan promosi.

KRI Banjarmasin-592 melaksanakan acara minum kopi bersama di hanggar Helly yang dihadiri Wakil Walikota Gorontalo dan dihadiri oleh pejabat Muspida Gorontalo. Usai acara minum kopi, para pejabat Muspida diberikan kesempatan dan diperkenankan untuk keliling melihat peralatan, dan fasilitas KRI Banjarmasin-592.

Wawali Kota Gorontalo Kunjungi KRI Banjarmasin

Selasa pagi (01/02) Wakil Walikota Gorontalo berkunjung ke Kapal KRI Banjarmasin – 592 yang tengah berlabuh di Dermaga Pelabuhan Gorontalo di Kota Gorontalo. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan serta memenuhi undangan coffee morning dari Kapten Kapal KRI Banjarmasin – 592 pada senin pagi (31/01).

Wakil Walikota Feriyanto Mayulu didampingi Plh Sekda dan sejumlah pimpinan SKPD diterima langsung Kapten Kapal KRI Banjarmasin – 592 Letkol Laut (P) Eko Joko Wiyono. Kunjungan tersebut dimanfaatkan dengan melihat dari dekat isi kapal seperti di anjungan kapal serta melihat sejumlah alat utama system senjata (alutista), kapal amphibi, tank, serta helicopter.

Dikatakan Wakil Walikota, kapal KRI Banjarmasin merupakan kapal tempur produksi pertama Indonesia. “ Kita harus bangga melihat kemajuan dari teknologi yang ada di Indonesia, dimana kita bisa buat kapal skala luar negeri dalam hal kapal tempur “ ungkap Wawali.

Hadirnya KRI Banjarmasin di Gorontalo khususnya di Kota Gorontalo ditambahkan Wakil Walikota Feriyanto Mayulu menghibur masyarakat. “ Kita bisa lihat dari dekat kapal, kalau sebelumnya hanya lihat di televisi maupun di film sekarang bisa lihat langsung. Ada kepuasan yang muncul bagi kita juga masyarakat ktoa khususnya “ kata Wakil Walikota Feriyanto Mayulu.

Sumber: Pos Kota/Humas Pemkot Gorontalo

Pangarmatim: Tindak Pelanggaran di Laut Masih Tinggi

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksda TNI Bambang Suwarto (tengah) melakukan salam komando dengan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya yang baru, Laksma TNI M. Atok Urrahman (kedua kiri), Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto (kiri) pejabat lama, Danlantamal IX Ambon yang baru, Kolonel Laut (P) Rahardjo Dwi Prihanggono (kanan) dan Laksma TNI Dadang S. Wirasuta (kedua kanan) pejabat lama usai sertijab di Mako Lantamal V Surabaya, Jumat (4/2). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/pd/11)

4 Februari 2011, Surabaya -- (Berita HanKam): Panglima Komando RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto mengatakan TNI AL terus meningkatkan operasi pengamanan laut, terkait masih tingginya tindak pelanggaran di wilayah perairan Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Pengarmatim usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya dan Lantamal IX Ambon di Surabaya, Jumat.

"Sampai saat ini tindak pelanggaran di laut masih cukup tinggi, sehingga kegiatan operasi pengamanan juga terus kami tingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan," ujarnya, menegaskan.

Selain masalah perbatasan dengan negara tetangga, lanjut Pangarmatim, kejahatan lintas negara seperti pencurian ikan, perompakan dan perdagangan manusia juga menjadi perhatian jajaran TNI AL.

Jabatan Komandan Lantamal V Surabaya diserahterimakan dari Brigjen TNI (Mar) Halim A Hermanto kepada Laksamana Pertama TNI M Atok Urrahman yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Administrasi dan Personel TNI AL.

Brigjen TNI Halim Hermanto yang memimpin Lantamal V sejak 28 Agustus 2009, selanjutnya mendapat pos baru sebagai Staf Khusus Panglima TNI di Jakarta.

Sedangkan Komandan Lantamal V Ambon Laksma TNI Dr Dadang S Wirasuta yang akan menempati posisi Staf Ahli Panglima TNI bidang kesejahteraan prajurit, digantikan pejabat baru Kolonel Laut (P) Rahardjo Dwi Prihanggono (Pamen Staf Ahli KSAL).

Pangarmatim menegaskan sebagai representasi TNI AL di daerah, Lantamal memiliki peran sangat strategis dalam mendukung unsur-unsur operasional.

"Lantamal harus mampu berperan di barisan terdepan dalam mempertahankan wilayah perairan yurisdiksi nasional dan ikut bertanggung jawab dalam memberikan jaminan keamanan laut di wilayahnya," ujarnya.

Bambang Suwarto menambahkan jaminan keamanan laut menjadi hal penting, guna mendukung komitmen nasional yang menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu andalan pembangunan nasional di masa mendatang.

"Keterbatasan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang dimiliki TNI AL, bukan alasan untuk menyerah pada keadaan. Secara bertahap, alutsista yang ada di sejumlah Lantamal akan ditambah sesuai kebutuhan dan anggaran," tuturnya, menambahkan.

Sumber: ANTARA Jatim

TNI AL Siapkan Kapal Jemput TKI Terlantar


4 Februari 2011, Surabaya -- (ANTARA News): Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) telah menyiapkan tiga armada kapal perang, untuk menjemput ribuan tenaga kerja Indonesia yang kini terlantar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto kepada wartawan di Surabaya, Jumat mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat dan Mabes TNI AL untuk memberangkatkan kapal tersebut.

"Kami punya tiga kapal perang jenis LPD ("Landing Platform Deck") yang mampu mengangkut banyak penumpang. Kalau memang ada perintah penjemputan TKI, kapal tersebut siap diberangkatkan," ujarnya.

Ditemui usai memimpin upcara serah terima jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya dan Lantamal IX Ambon, Pangarmatim menjelaskan ketiga kapal LPD itu adalah KRI Surabaya, KRI Banjarmasin dan KRI Makassar.

Ketiga kapal perang tersebut biasanya digunakan TNI AL untuk mengangkut pasukan dalam kegiatan operasi atau latihan perang.

"Yang jelas, kami turut prihatin dengan nasib para TKI yang kini terlantar di luar negeri. Kapanpun, TNI AL siap membantu memulangkan mereka, jika ada instruksi dari pemerintah," ujar Bambang Suwarto.

Sumber: ANTARA News

Lebih Hebat dari Buatan Inggris

Sub Skimmer rancangan Dislitbangal. (Foto: Berita HanKam)

3 Februari 2011, Jakarta -- (SINDO): Sekilas rancang bangunnya serupa dengan speedboat pada umumnya.Namun, dengan teknologi dan peralatan yang melengkapinya, kendaraan tempur air buatan dalam negeri ini memiliki kelebihan yang luar biasa.

Kendaraan tempur air yang dikenal dengan nama Sub Skimmer ini merupakan kendaraan tempur air yang dapat mengapung di atas permukaan air dan memiliki kemampuan menyelam ke dalam air. Di Indonesia yang mengoperasikan kendaraan jenis ini adalah Detasemen Jala Mengakara (Denjaka) yang merupakan detasemen pasukan elit korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Pengoperasiannya ditujukan untuk melayani kebutuhan pasukan khusus dalam menyusup ke daerah lawan, melaksanakan sabotase, dan sebagai sarana transportasi pasukan dalam jumlah terbatas. Selama ini Denjaka menggunakan kendaraan sejenis yang didatangkan dari Inggris. Namun, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal) memutuskan untuk mengembangkan dan menyempurnakan kendaraan tempur air tersebut.

Bekerja sama dengan PT Prima Maritim dan Denjaka, proses perancangan, pembangunan, dan uji coba Sub Skimmer dimulai sejak awal 2009. “Pengembangan dengan masukan-masukan dari pengguna terutama Denjaka dimulai sejak 2009,” ujar Direktur PT Prima Maritim Toto Wirawan saat pameran alat-alat pertahanan di Markas Besar TNI Cilangkap beberapa waktu lalu.

Toto menyatakan, dibandingkan dengan Sub Skimmer buatan Inggris yang selama ini dipergunakan oleh Denjaka TNI AL, produk dalam negeri ini memiliki sejumlah kelebihan.Kemampuan menyelamnya jauh lebih stabil karena dilengkapi rangka kokoh di kedua sisinya yang juga berfungsi untuk melindungi bantalan udara. “Rangka pelindung ini yang tidak dimiliki Sub Skimmer buatan Inggris,”ujarnya.

Tidak hanya itu, rangka Sub Skimmer yang dapat memuat sampai enam personel ini juga dibuat dari bahan komposit anti peluru.Dia pun mengungkapkan untuk membuat satu alat sejenis membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Salah satu tim penguji Sub Skimmerdari Denjaka,Sersan Satu Imron,mengungkapkan, Sub Skimmer di permukaan dapat mencapai kecepatan hingga 25 knot.

Sedangkan dalam air mencapai kecepatan antara empat sampai lima knot dengan kemampuan menyelam sampai empat meter dan mampu bertahan di dalam air sampai delapan jam. “Untuk keperluan infiltrasi atau penyusupan sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama,”ujarnya. Pengembangan selanjutnya Sub Skimmer akan dilengkapi peralatan antisonar. Kendaraan ini memang sangat menjanjikan untuk dikembang-kan lebih jauh dan bahkan untuk diproduksi secara massal.

Saat dipamerkan di pameran alat pertahanan di Mabes TNI akhir Januari lalu kendaraan tempur air ini menyita perhatian dari petinggi-petinggi TNI. Selain merancang Sub Skimmer, Dislitbang TNI AL juga membangun wahana Sky Diving di Brigade Infantri II Marinir Cilandak. Wahana ini berupa mesin penggerak daun propeller putaran tinggi untuk membuat udara tekanan tinggi yang digunakan sebagai sarana latihan melayang di udara sebelum melaksanakan terjun bebas di udara yang sebenarnya.

Kepala Dislitbang TNI AL Laksamana Pertama Tri Santosa juga mengungkapkan, Dislitbang TNI AL telah mengembangkan alat Reserve Osmosis untuk mengolah air laut menjadi air tawar dengan kapasitas produksi 5 ton/hari. Alat ini sudah digunakan oleh pasukan perdamaian Indonesia di Libanon. “Juga digunakan bagi prajurit yang bertugas pengamanan pulau terluar di Pulau Nipah,”katanya.

Sumber: SINDO

KRI Teluk Manado Angkut Kendaraan Operasional Kemhan

2 Februari 2011, Jakarta -- (detikFoto): KRI Teluk Manado-537 mengangkut material kendaraan operasional Kemhan, Mabes TNI untuk satuan TNI yang bertugas di Kupang. Barang-barang tersebut diberangkatkan dari dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, Selasa (1/2). KRI Teluk Manado mengangkut material kendaraan operasional Kemhan, Mabes TNI untuk satuan TNI yang bertugas di Kupang. (Foto: Agus Cahyono)

Selain dilaksanakan embarkasi logistik dan material, diangkut pula bantuan ribuan buku-buku bacaan, peralatan permainan edukatif serta peralatan komputer dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. (Foto: Agus Cahyono)

Menurut Komandan KRI Teluk Manado-537, muatan kapal akan ditambah dengan mengangkut kendaraan panser dua buah milik Kodam IX/Udayana yang akan digunakan untuk menambah kekuatan salah satu batalyon Kodam IX/Udayana yang bertugas di Kupang dalam rangka mendukung kegiatan pengamanan. (Foto: Agus Cahyono)

Sumber: detikFoto

TNI Harapkan PT DI Tepat Waktu

Helikopter NBELL 412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia diserahkan kepada TNI AD yang diterima Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen J Suryo Prabowo (kanan) di Pusat Penerbangan Angkatan Darat Skuadron 21 TNI AD, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (2/2). Helikopter berdaya angkut 15 ton tersebut dapat mengangkut 15 orang, termasuk kru. Helikopter tersebut akan ditempatkan di Skuadron 31 Semarang. (Foto: Kompas/Riza Fathoni)

4 Februari 2011, Jakarta --(Kompas): PT Dirgantara Indonesia sebagai salah satu industri pertahanan diharapkan dapat tepat waktu dan meningkatkan kualitas produksinya. Hal ini penting untuk tertib administrasi dan peningkatan kemampuan pertahanan.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Johanes Suryo Prabowo saat menerima serah terima satu unit helikopter NBell 412 Extra Performance di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (2/2).

Suryo mengatakan, sesuai dengan komitmen pemerintah, TNI AD menyambut produksi dari industri pertahanan seperti PT DI untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan. Diharapkan produksi industri pertahanan bisa memiliki harga bersaing dan terus meningkatkan kualitas dan tepat waktu. ”Tepat waktu karena kita juga ada hubungan dengan pemeriksaan eksternal,” kata Suryo Prabowo.

Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, berkaitan dengan ketepatan waktu itu, untuk pembuatan Bell 412 EP ini, PT DI baru menerima kontrak pada Oktober 2010. Saat itu mereka sudah bekerja tanpa ada kepastian kontrak. Molornya penyelesaian heli ini juga karena ada penambahan spesifikasi. ”Masalahnya, anggaran baru keluar akhir tahun. Tapi, untungnya sekarang kebijakan bisa multi-years, jadi sudah ada perencanaan jangka panjang,” kata Budi.

Budi mengatakan, NBell 412 EP ini adalah varian terbaru Bell 412. Masih ada kontrak untuk 5-6 Bell lagi untuk TNI AD serta 3 buah maritime patrol untuk TNI AL. Dengan membeli produksi PT DI, banyak keuntungan yang diperoleh TNI. Misalnya, kalau membeli di luar negeri, seperti AS, pasti banyak pembatasan. Sementara dengan PT DI, minta apa saja akan dikasih. ”TNI juga dapat dukungan purnajual dan bisa tingkatkan kemampuan Indonesia, baik dalam pertahanan maupun lapangan kerja,” kata Budi.

Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigjen N Wachju Rianto mengatakan, heli NBell 412 EP akan dipergunakan untuk heli angkut dan ditempatkan di Skuadron 31 Semarang. ”Nanti juga akan dilengkapi dengan senapan 30 mm di kiri dan kanan heli. Ini untuk pengamanan saat pendaratan,” ujar Wachju.

Asisten Logistik TNI AD Mayjen Wibowo mengatakan, heli NBell 412 EP berkapasitas mesin yang lebih besar serta semua peralatannya sudah digital. Heli ini juga bisa melakukan an auto-pilot hovering, yakni terbang stabil di udara secara otomatis.

Sumber: KOMPAS

Thursday, February 3, 2011

Marsda IB Putu Dunia Gubernur AAU Baru

(Foto: Lanud Adisutjipto)

3 Februari 2011, Sleman -- (SINDO): MarsekalMuda (Marsda) TNI Ida Bagus Putu Dunia menduduki jabatan baru sebagai Gubernur Akademi Angkatan Udara yang baru menggantikan Marsda TNI Sru Astjarjo Andreas.Acara serah- terima jabatan dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Lapangan Dirgantara AAU,kemarin.

IB Putu Dunia merupakan alumnus Akabri Udara 1981. Sebelum dilantik menjadi Gubernur AAU,pria kelahiran Tabanan,54 tahun yang lalu ini menjabat sebagi perwira Staf Ahli tingkat III bidang Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan (Ekkudag) Panglima TNI. Sementara Sru Astjarjo Andreas seusai menjabat sebagai Gubernur AAU mendapat kepercayaan sebagai Danjen Akademi TNI. KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat menegaskan, selaku pemangku pimpinan tertinggi di AAU,pejabat baru diharapkan dapat menjalankan amanah dengan lebih baik. “Kader Angkatan Udara yang berkualitas, tanggap, dan trengginas akan dihasilkan dari sini.Sosok pemimpin harus memahami tanggungjawabnya disertaikemampuan manajerial yang baik,”papar Imam dalam sambutannya kemarin.

Gubernur AAU Marsda TNI IB Putu Dunia mengatakan masih akan melanjutkan program yang sudah berjalan, dengan senantiasa menambah inovasi sesuai dengan visi dan misi AAU. Itu agar perwira muda yang dilantik perwira TNI siap menghadapi tantangan ke depan. “Selain masih akan melaksanakan program dan kurikulum yang ada.Program utama ke depan yakni membentuk perwira yang berwibawa dan berkepribadian tinggi.Termasuk persiapan Praspa 2011 di AAU,”ungkapnya.

Sumber: SINDO

Wednesday, February 2, 2011

Denjaka dan Navy SEALS Gelar Latma Silent Iron


Asops Dankormar menyematkan tanda peserta latihan Silent Iron.

1 Februari 2011, Jakarta -- (Marinir): Latihan Bersama antara Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI-AL dan US Navy Seals untuk pertama kalinya digelar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Latihan yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 3 minggu dibuka dalam sebuah upacara militer oleh Asisten Operasi Dankormar Kolonel Marinir Kasirun Situmorang di Lapangan tembak “Karno” Brigif-2 Mar, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (31/1)

Kegiatan latihan dengan sandi “SILENT IRON 11-1 TA. 2011” ini melibatkan 72 personel Denjaka sedangkan dari US Navy Seals 16 personel. Latihan yang digelar di kepulauan seribu hingga 19 Februari tersebut melaksanakan beberapa materi latihan beraspek darat, laut dan udara dengan berbagai macam dinamika di tiap-tiap aspeknya.

Dalam amanat Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin, yang dibacakan Inspektur Upacara Asisten Operasi Komandan Korps Marinir Kolonel Marinir Kasirun Situmorang, bahwa latihan bersama ini bertujuan untuk mempererat persahabatan dan memperkokoh hubungan baik antara Korps Marinir TNI-AL dan US Navy Seals, serta secara khusus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel yang terlibat latihan ini baik taktik maupun teknik penanganan aksi-aksi terorisme.

Sebelum mengakhiri amanatnya, ada beberapa penekanan yang disampaikan, yaitu pertama, Laksanakan latihan dengan rasa penuh kebanggaan dan bertanggungjawab, kedua, laksanakan latihan dengan semangat, motivasi, dedikasi dan loyalitas yang tinggi, ketiga, perhatikan factor keamanan terhadap personel dan materil dengan melaksanakan standar prosedur operasi yang berlaku, keempat, tingkatkan kerjasama dan kebersamaan antara sesama peserta latihan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Hadir dalam acara tersebut Chief ODC Col Koehlmoos, Atase Marinir Amerika LTC Ronald Domingue, Asintel Dankormar Kolonel Marinir Suhono, serta undangan dari instansi militer dan sipil lainnya.

Sumber: Korps Marinir

KRI Banjarmasin-592 Openship di Ambon


2 Februari 2011, Ambon -- (Armatim): KRI Banjarmasin-592 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Eko Joko W, merupakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) buatan dalam negeri jenis Landing Platform Deck (LPD), yang baru selesai dibuat oleh PT. PAL, sedang melaksanakan pelayaran dalam rangka long sea trial (uji coba pelayaran jarak jauh).

KRI Banjarmasin-592 merapat di dermaga Irian Lantamal IX Halong Ambon, beberapa waktu yang lalu diterima oleh Wakil Komandan Lantamal IX Ambon Kolonel Laut (P) Aswoto Saranang dan sejumlah Perwira Menengah Lantamal IX Ambon.

KRI Banjarmasin-592 memiliki tugas pokok sebagai Kapal angkut personel, kendaraan tempur Amphibi dan angkut Heli kopter yang memiliki kemampuan Docking-Undocking guna memproyeksikan kekuatan laut ke darat. Jumlah ABK KRI Banjarmasin-592 sebanyak 118 orang, mengangkut peralatan tempur antara lain Tank AMX, Tank BTR, RRF, Sea Rider, Perahu karet, Heli Bel 412.

Selama di Ambon, KRI Banjarmasin-592 mengadakan open ship yang dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah baik TK, SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi yang ada di Ambon.

Tujuan kegiatan open ship KRI Banjarmasin ini untuk menunjukkan kepada masyarakat luas tentang hasil karya putra-putri bangsa Indonesia. Salah satu acara menarik adalah dilangsungkannya demo Operasi Amphibi secara terbatas oleh pasukan Marinir, beberapa kendaraan tempur keluar dari KRI Banjarmasin-592.

Pada kesempatan itu, Komandan KRI Banjarmasin-592 saat berada di Ambon menyempatkan diri melaksanakan kunjungan kehormatan ke Gubernur Maluku, Kapolda Maluku dan Pangdam XVI/ Pattimura.

Sumber: TNI

ABK KRI Tjiptadi-881 Bersihkan Senjata Anti Kapal Selam

Anggota KRI Tjiptadi-881 Sedang melakukan Perawatan Dan Pembersihan Senjata Anti Kapal Selam Type Roketnaya Bombernaya Ustoeska (RBU).

2 Februari 2011, Surabaya -- (Dispenarmatim): Prajurit TNI Angkatan Laut yang berdinas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tjiptadi-881 melaksanakan pembersihan dan perawatan terhadap persenjataan yang dimiliki, saat kapal perang tersebut sedang bersandar di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya (02/02).

Anggota KRI Tjiptadi dibawah Departemen Senjata dan Bahari (Dept Senbah) melakukan perawatan dan pembersihan senjata anti kapal selam (AKS) buatan Russia. Jenis senjata tersebut adalah Roket Bombernaya Ustoeska (RBU) yang terpasang diatas geladak kapal perang Eks Jerman Timur

Perawatan yang rutin dilakukan oleh anggota KRI membuat senjata AKS itu masih tetap eksis dapat difungsikan secara maksimal hingga saat ini. Ada dua menara peluncur RBU yang terpasang digeladak kapal. Setiap menara memiliki 12 peluncur roket, sehingga kapal ini memiliki 24 peluncur roket RBU yang mampu di tembakan secara serentak atau satu persatu.

Setiap persenjataan dikapal perang yang dimiliki TNI AL, diawaki oleh beberapa personel yang bertanggung jawab atas kesiapan alat yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu juga dituntut untuk mampu mengoperasikan dan memahami karakteristik persenjataan itu secara detail dan mendalam.

Sumber: Dispenarmatim

KSAU: Australia Hibahkan Hercules

Awak pesawat angkut militer C-130 Hercules TNI AU dan RAAF berpose didepan Hercules di pangkalan udara RAAF. (Foto: Australia DoD)

2 Februari 2011, Yogyakarta -- (ANTARA Jatim): Pemerintah Australia akan memberikan hibah empat pesawat Hercules kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Yogyakarta, Rabu.

"Kepala Angkatan Udara Australia telah melakukan kunjungan ke Indonesia pada 27 Januari 2011, dan mereka siap menyerahkan pesawat tersebut," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta.

Menurut dia, dalam kunjungan itu Kepala Angkatan Udara Australia selain memberikan kuliah kepada taruna AAU, juga melakukan komunikasi dalam rangka realisasi rencana hibah empat pesawat Hercules.

"Proses penyerahan pesawat hibah tersebut tidak akan dilakukan dalam satu waktu, melainkan bertahap hingga 2012. Tahun ini akan diserahkan dua pesawat, kemudian pada 2012 dua pesawat lagi," katanya.

Ia mengatakan, setelah diterima, pesawat Hercules tersebut tidak akan langsung dioperasikan, tetapi harus terlebih dulu masuk depo untuk dilakukan pengecekan.

"Setelah dinyatakan siap untuk pengoperasian, pesawat Hercules tersebut baru diterbangkan untuk mendukung produktivitas kerja TNI AU," kata mantan Gubernur AAU itu.

Sumber: ANTARA Jatim

KKIP Jelaskan Hasil Evaluasi dan Target 2011

Meriam buatan PT. PINDAD. (Foto: Berita HanKam)

2 Februari 2011, Jakarta -- (DMC): Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Silmy Karim didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio dan Direktur Teknologi dan Industri Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Agus Suyarso, Selasa (1/2), berbicara di depan pers dalam konferensi pers mengenai perkembangan terbaru kinerja KKIP, di Kantor Kemhan, Jakarta. Konferensi pers oleh Juru Bicara KKIP ini menjelaskan mengenai evaluasi kerja KKIP di tahun 2010 dan target KKIP di tahun 2011.

Dikatakannya, evaluasi yang dilakukan KKIP terhadap industri pertahanan di Indonesia menyangkut beberapa hal, yaitu : inventarisasi permasalahan industri pertahanan secara lebih mendalam dan juga mengidentifikasi potensi sinergitas antara lembaga dalam mendukung kebijakan revitalisasi industri pertahanan. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menetapkan target KKIP pada tahun 2011.

Silmy Karim menjelaskan, hasil inventarisasi permasalahan yang dilakukan KKIP terhadap industri pertahanan, dari sisi pengguna (user) adalah masalah delivery (keterlambatan pengiriman), kualitas dan kompetensi teknis, serta modalitas produksi yang belum ideal. Sedangkan dari sisi produsen kaitan jumlah pesanan dihubungkan dengan skala ekonomi dan kepastian pemesanan/kebutuhan dalam rentang waktu yang cukup.

Menurutnya, yang menjadi perhatian KKIP pada tahun 2011 adalah memaksimalkan pengguna produksi industri pertahanan dalam negeri. Selain itu KKIP juga memformulasikan kebutuhan Minimum Essential Forces yang dapat menggunakan industri dalam negeri, serta revitalisasi manajemen produksi BUMN industri pertahanan.

Lebih lanjut Juru Bicara KKIPmenjelaskan, target KKIP pada tahun 2011 meliputi revitalisasi industri pertahanan (BUMNIP), memaksimalkan kerjasama antar lembaga di dalam dan di luar negeri. KKIP juga memastikan pengimplementasian Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2010 yang salah satu isinya mewajibkan pengadaan alutsista TNI dengan menggunakan produksi dalam negeri.

Dalam upaya revitalisasi industri pertahanan BUMNIP, KKIP akan mengawasi BUMNIP bukan hanya dalam hal manajemen produksi saja tetapi juga kepemimpinan BUMNIP secara mendalam. Sedangkan potensi sinergitas berupa kerjasama antar lembaga meliputi sinergi dalam kegiatan riset, produksi, dan pemasaran. Ditegaskan oleh Juru Bicara KKIP, dalam menjalankan tugasnya KKIP mengedepankan upaya bersama antar lembaga pemerintah yang secara langsung berkepentingan dalam program revitalisasi industri pertahanan.

Sementara itu dijelaskan oleh Kapuskom Publik Kemhan, RUU mengenai industri pertahanan saat ini sudah berada di Sekretariat Negara menunggu ditandatangani oleh Presiden. Saat ini, justru inisiatif penyusunan RUU Industri Pertahanan berada di pihak DPR.

Sumber: DMC

PT DI Serahkan Helikopter Pesanan TNI-AD

Helikopter jenis NBELL 412 EP ini diterima oleh Wakasad Letjen TNI Suryo Prabowo. (Foto: detikFoto/Adi Nugroho)

2 Februari 2011, Jakarta -- (Republika.co.id): TNI Angkatan Darat menerima satu unit Helikopter Bell 412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia. Serah terima helikopter itu dilakukan di Skadron 21/SENA Pusat Penerbang Angkatan Darat, Lapangan Udara Pondok Cabe, Rabu (3/2). Helikopter diserahkan Dirut PTDI Budi Santoso dan diterima Wakil KSAD Letjen (TNI) Johanes Suryo Prabowo.

Budi mengatakan, Helikopter Bell 412 EP ini merupakan seri terbaru dikelasnya. Helikopter ini merupakan helikopter angkut dengan kapasitas 10 orang. Meski demikian, helikopter angkut ini bisa dipersenjatai dengan senapan mesin di dekat pintu kiri dan kanannya. "Pengadaan Helikopter Bell 412 EP ini melalui kontrak antara Mabes AD pada 15 Oktober 2010," kata Budi.

Budi enggan menyebut nilai kontrak dalam pengadaan Helikopter ini. Dia menegaskan bahwa pihaknya masih sedang melakukan pengerjaan helikopter lainnya yang dipesan TNI AU dan TNI AL. "Ini bukti kesiapan dan kemampuan PTDI untuk memenuhi kebutuhan alutsista (alat utama sistem persenjataan)," ujar Budi.

Helikopter sejenis sudah diproduksi PTDI sejak 1982. Seri terbaru memiliki beberapa kelebihan, salah satunya kelebihan tenaga. Terkait dengan pemesanan alutsista yang diterima PTDI, Budi berharap kepercayaan Kementerian Pertahanan dan TNI terus meningkat kepada PTDI, sehingga PTDI memiliki nilai kompetitif dan nilai jual.

Dalam kesempatan sama, Letjen (TNI) Johanes Suryo Prabowo mengatakan, penerimaan helikopter dari PTDI ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan Pusat Penerbang Angkatan Darat. "Pengadaan alutsista seperti akan terus dilakukan, ini komitmen TNI Angkatan Darat untuk memberdayakan produksi dalam negeri," kata dia. Hal itu, kata Surya, merupakan kebijakan Presiden.

TNI: Kualitas dan Harga Alutsista Lokal Harus Bersaing

TNI Angkatan Darat menginginkan peningkatan kualitas alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri, khususnya PT Dirgantara Indonesia. Pasalnya, alutsista berkaitan dengan pertahanan negara, sehingga kualitasnya harus baik.

"Saya berharap agar PTDI senantiasa meningkatkan kualitas produknya agar industri penerbangan di Tanah Air kita semakin maju dan terus berkembang," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen (TNI) Johanes Suryo Prabowo di Skadron 21/SENA Pusat Penerbang Angkatan Darat, Lapangan Udara Pondok Cabe, Rabu (2/2)

Suryo menyampaikan hal itu di sela acara serah terima Helikopter Bell 412 EP dari PTDI. Helikopter Bell 412 EP ini merupakan seri terbaru dikelasnya dan jenis helikopter angkut dengan kapasitas 10 orang. Meski demikian, helikopter angkut ini bisa dipersenjatai dengan senapan mesin.

Suryo menambahkan, harga alutsista produksi dalam negeri bagi TNI AD harus bersaing dengan luar negeri. "Kualitasnnya harus memadai dan tepat waktu (pembuatannya)," kata Jenderal bintang tiga ini. Ketetapan waktu pembuatan alutsista terkait dengan upaya tertib administrasi.

"Ketetapan waktu penyerahan barang juga tidak dapat diabaikan karena akan berpengaruh pada kesiapan alutsista maupun dalam mewujudkan tertib administrasi barang dan jasa, khususnya dalam rangka menghadapi pengawasan dan pemeriksaan oleh badan pemeriksa eksternal," ujar Suryo menegaskan.





Helikopter yang diserahkan ini jenis NBELL 412 EP. Heli dengan daya angkut 15 ton ini akan ditempatkan di Skadron 31 Semarang. Rencanaya, heli yang diterima TNI AD ini akan dilengkapi dengan senapan 30 mm di kiri dan kanan. Heli dapat membawa 15 penumpang termasuk pilot. (Foto: detikFoto/Adi Nugroho)

Sumber: Republika

Industri Pertahanan RI

Mantan Presiden BJ Habibie menyampaikan pendapatnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/1). Pertemuan tersebut membahas seputar alutsista dan industri pertahanan nasional. (Foto: ANTARA/Andika Wahyu/ed/Spt/11)

2 Februari 2011 -- (Koran Jakarta): Presiden ke-3 RI BJ Habibie kembali buka suara soal pesawat terbang dan industri pertahanan Indonesia yang menurutnya tidak memiliki arah yang jelas menuju kemandirian. Bahkan mantan Menteri Riset dan Teknologi di masa pemerintahan Soeharto itu menilai industri pertahanan kita mandek. Soalnya, tidak ada dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.

Benarkah demikian? Jawabnya bisa benar dan bisa keliru. Penilaian Habibie bisa jadi benar karena harapan akan kemandirian industri pertahanan atau pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) belum mampu dipenuhi produsen industri strategis Indonesia, dan untuk melengkapi kebutuhan alutsista, kita masih membeli atau impor dari beberapa negara.

Tetapi, melihat perkembangan industri strategis kita dan rencana besar yang sudah dicanangkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, seperti membuat pesawat tempur dan kapal selam, pasti ada kemajuan besar. Apalagi beberapa produk industri strategis dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), misalnya, diminati negara lain. Meski demikian, kehadiran Habibie dalam rapat dengar pendapat umum di Komisi I DPR, Senin (31/1), bertujuan mendapatkan masukan bagi pembahasan RUU Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan.

RUU ini sedang digodok oleh Komisi I DPR. RUU ini penting agar Indonesia punya industri pertahanan nasional yang bisa menjadi sumber ekonomi sekaligus devisa bagi bangsa. Dalam konteks membahas industri strategis dalam bidang pertahanan ini, ada dua kutub pandangan. Pertama, pandangan Habibie yang tahu betul soal ini dan ikut membangun institusi untuk memajukan industri pertahanan. Kedua, kenyataan bahwa industri pertahanan masih berjalan dan tengah menatap kemajuan meski belum signifikan.

Kita berharap pandangan kritis, dan mungkin ungkapan kekecewaan Habibie, mendapat reaksi positif dari pihak terkait, lalu melakukan pembenahan dan mulai melakukan aksi nyata bagi kemandirian industri pertahanan kita. Berbicara soal industri pertahanan, ada baiknya kita kutip pernyataan mantan Menristek Kusmayanto Kadiman dalam sebuah semiloka “Revitalisasi Iptek Hankam untuk Kemandirian Industri Pertahanan 2025”.

Dia mengatakan untuk menuju kemandirian, perlu ada kebijakan strategis penguasaan teknologi pertahanan dan keamanan yang selama ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan alutsista, peningkatan kapabilitas kemampuan iptek pertahanan dan keamanan di kalangan industri nasional, serta hal lainnya. Namun, semua itu tidak akan tercapai tanpa sinergi yang solid antara pemerintah dan seluruh instansi terkait dalam menjawab tantangan pengembangan produk-produk andalan iptek pertahanan dan keamanan nasional.

Karena itu, sungguh tepat penegasan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro bahwa revitalisasi industri pertahanan dalam negeri perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Sebab keberadaan industri pertahanan dalam negeri seperti PT DI dan produsen pesawat lainnya, selain dapat memenuhi alutsista, seperti Super Puma NAS 332/C Tactical Transport yang diproduksi oleh PT DI, turut menyumbang kelengkapan alutsista TNI AU.

Industri pertahanan kita juga telah berhasil membuat kapal perang terbesar se-Asia Tenggara dengan dilengkapi peralatan tempur canggih. Setelah itu, kini, Kementerian Pertahanan mulai serius mempersiapkan rencana pembuatan kapal selam yang merupakan alat tempur bawah laut tersebut. Pemikiran dan pandangan Habibie yang menginginkan agar Indonesia lebih mengutamakan industri pertahanan dalam negeri harus kita dukung.

Begitu juga rencana-rencana besar Kementerian Pertahanan untuk terus melakukan revitalisasi dan memajukan industri pertahanan. Mendekatkan pandangan Habibie dan kinerja industri pertahanan dalam negeri, kita hanya ingin mengingatkan bahwa kemandirian, terutama dalam bidang alutsista, mutlak diperlukan sebuah negara. Jika alutsista kita bergantung pada produk negara lain alias impor, akan selamanya kita bergantung dan tidak bisa mandiri.

Selain itu, usaha besar yang pernah dirintis Habibie, seperti membangun institusi lembaga penelitian, mengembangkan PT DI, dan membina sumber daya manusia yang jumlahnya ribuan, kurang dimanfaatkan. Akibatnya, banyak tenaga terdidik dari Indonesia kini dimanfaatkan negara lain, sementara yang ada di Indonesia kurang dimanfaatkan.

Sumber: Koran Jakarta

RI Akan Mandiri Dalam Alutsista

KCR 40 m sedang dibangun oleh industri perkapalan nasional untuk TNI AL. (Foto: Berita HanKam)

2 Februari 2011, Jakarta -- (Koran Jakarta): Kementerian Pertahanan (Kemhan) berkomitmen menghidupkan kem bali industri pertahanan. Kemhan sudah mengevaluasi dan sudah membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Revitalisasi Industri Pertahanan. Dengan itu diharapkan nantinya Indonesia sampai pada kemandirian pengadaan alutsista. “Hasil evaluasi, Kemhan menelurkan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Kem han juga menyiapkan road map industri pertahanan, yang itu akan memberikan arah perjalanan industri pertahanan sampai kepada kemandirian alutsista,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (1/2).

Hal itu disampaikan Menhan menanggapi pernyataan mantan Presiden BJ Habibie tentang perlunya penguatan terhadap industri strategis pertahanan. “RUU tersebut telah kita selesaikan. Tinggal diserahkan ke DPR untuk dibahas lebih lanjut,” katanya. Menhan yakin UU Revitalisasi Industri Pertahanan akan menjadi landasan untuk menghidupkan kembali industri pertahanan. “Sambil menunggu dibahas, kita tetap akan terus bergerak cepat untuk memenuhi kekuatan pokok minimum yang sudah kita rencanakan sampai 2024,” katanya.

Naskah Akademik

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Kemhan Brigjen I Wayan Midhio menjelaskan saat ini RUU Revitalisasi Industri Pertahanan beserta naskah akademiknya sudah ada di tangan presiden dan tinggal menunggu Amanat Presiden untuk diserahkan ke DPR. “Dalam sidang kabinet sudah dibahas,” kata Wayan. Juru Bicara KKIP Silmy Karim mengatakan KKIP telah mengevaluasi industri pertahan an di Indonesia dengan menginventarisasi masalah secara mendalam.

KKIP juga mengindentifikasi potensi sinergi antar lembaga dalam mendukung kebijakan revitalisasi industri pertahanan. “Hasilnya, dari sisi pengguna ada masalah keterlambatan pengiriman, kualitas, kompetensi teknis, serta modal produksi yang belum ideal,” kata Silmy. Sedangkan dari produsen jumlah pesanan dengan skala ekonomi dan kepastian pemesanan, membutuhkan waktu yang panjang. Menyikapi hal itu, KKIP pada 2011 ini akan memaksimalkan penggunaan produksi industri pertahanan dalam negeri dan memformulasi kebutuhan kekuatan pokok minimum (minimum essential forces/MEF) yang dapat menggunakan industri dalam negeri.

KKIP pun berencana merevitalisasi managemen produksi BUMN industri pertahanan. “Modal produksi yang belum ideal disebabkan kondisi keuangan BUMN industri pertahanan yang belum dapat menopang kelancaran produksi untuk memenuhi pesanan pengguna. Masih ada beban keuangan bawaan masa lalu yang belum disikapi lebih lanjut,” katanya. Apalagi dengan adanya fakta bahwa kompetensi teknis industri pertahanan di Indonesia masih jauh dari ideal.

Selain itu, penurunan jumlah karyawan juga terjadi seperti di PT Dirgantara Indonesia dan di PT PAL. Jika dibutuhkan kembali Badan Produksi Industri Strategis (BPIS) seperti yang pernah dibentuk mantan Presiden BJ Habibie, Silmy mengatakan KKIP pasti mendukung.

“Segala yang bisa meningkatkan kinerja industri pertahanan di dalam negeri akan kami dukung,” katanya. Sementara itu, Direktur Tek nologi dan Industri Kemhan Brigjen Agus Suyarso me nambahkan saat ini KKIP sudah menandatangani kesepa katan dengan Turki untuk kerja sama jangka panjang dalam melakukan revitalisasi industri pertahanan.

Sumber: Koran Jakarta

Militer China yang Semakin Modern

Prototipe jet tempur siluman Cina J-20 terlihat di Chengdu, provinsi Sichuan, 7 Januari 2011. (Foto: Reuters)

2 Februari 2011 -- (KOMPAS): Tanggal 10 Januari lalu menjadi momen yang penting bagi militer China. Walaupun masih dalam tahap uji coba, suksesnya uji terbang prototipe pesawat siluman (stealth) J-20 itu menjadi bukti dari pencapaian yang signifikan bagi China, khususnya industri pertahanannya.

Berita soal uji terbang pesawat siluman J-20 oleh China itu menjadi perhatian dunia karena dilangsungkan menjelang kunjungan empat hari Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates ke China. Dan, menjelang kunjungan Presiden China Hu Jintao ke Washington DC, Amerika Serikat.

Namun, China berupaya agar berita tentang pesawat siluman J-20 itu tidak dibesar-besarkan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran pada negara-negara tetangga. China pun menyatakan, pembuatan pesawat siluman itu semata-mata untuk memodernisasi kemampuan militernya dalam mempertahankan negaranya yang sangat luas itu. Sama sekali tidak ada niatan pada militer China untuk mengancam negara lain. Kebijakan pertahanan nasional China bersifat defensif.

Menurut militer China, dibandingkan dengan luas wilayah negara dan jumlah penduduknya, kekuatan militer China tergolong moderat. Bahkan, lemah apabila dibandingan dengan kekuatan militer negara-negara Barat. Militer China jangan dilihat sebagai tengah mencari hegemoni, memperbesar kekuatan militer, maupun perlombaan senjata. Militer China bukan ancaman bagi negara lain.

China mengklaim bahwa negaranya selalu membantu menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Apabila terjadi konflik, China selalu mengupayakan penyelesaian secara damai melalui jalur-jalur diplomatik. Perundingan enam pihak yang melibatkan China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, serta Korea Selatan dan Korea Utara untuk membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan konflik kedua Korea itu merupakan salah satu bukti kesungguhan China.

Agar persenjataan nuklir China tidak dibesar-besarkan hingga berkembang tidak terkendali, China mengundang Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates untuk berkunjung ke Pusat Komando Nuklir China. Dalam kunjungannya ke Pusat Komando Nuklir China, Gates mendapatkan gambaran singkat mengenai komando strategis nuklir dan kebijakan nuklir China.

Menurut Gates, dalam kunjungan itu, China sempat membicarakan tentang strategi nuklir dan pendekatan menyeluruh China terhadap konflik, termasuk kebijakan China untuk tidak menggunakan senjata nuklir untuk serangan pre-emptive (serangan untuk mematahkan serangan). ”Pembicaraan di tempat itu berlangsung cukup terbuka,” ujar Gates. Ia menambahkan, dalam kunjungannya, Jenderal Jing Zhiyuan, Komandan Pasukan Nuklir China, menerima undangannya untuk berkunjung ke Pusat Komando Strategis Amerika serikat di Nebraska.

Baik China maupun Amerika Serikat sama-sama memiliki misil jarak jauh yang dapat menjangkau garis pantai masing-masing, tetapi kedua negara menegaskan bahwa mereka tidak berniat untuk menggunakannya.

Bukan lagi yang lama

Militer China bukan lagi militer China yang lama, yang mengandalkan jumlah prajurit. China telah berubah menjadi salah satu negara industri besar, karena itu dengan sendirinya postur militer China pun berubah menjadi militer yang modern.

Pada akhir tahun 2005, China baru saja menyelesaikan putaran terakhir pengurangan personel sebanyak 200.000 orang. Dengan pengurangan tersebut, personel Angkatan Bersenjata China berjumlah sekitar 2,3 juta orang. Dengan memasukkan milisi dan pasukan cadangan, jumlah total personel Angkatan Bersenjata China mencapai 3,2 juta. Dan, dalam memodernisasi kemampuan angkatan bersenjatanya, China mendapatkan bantuan dari Rusia.

Keberhasilan China mengirimkan orang keluar angkasa dengan pesawat ruang angkasa Shenzou 5, dan kembali dengan selamat di Bumi, menjadikan China dapat disejajarkan dengan Rusia dan Amerika Serikat. Rusia pertama kali menerbangkan Yuri Gagarin dengan dengan pesawat Vostok pada 12 April 1961, diikuti Amerika Serikat yang menerbangkan John H Glenn Jr dengan pesawat Mercury-Atlas Friendship 7 pada 20 Februari 1962. China mengirimkan Yang Liwei ke ruang angkasa dengan pesawat Shenzou 5 pada 15 Oktober 2003.

Memang, dibandingkan dengan Rusia dan Amerika Serikat, China tertinggal 40 tahun, tetapi dari 195 negara di dunia saat ini, China adalah nomor tiga, suatu prestasi yang tidak dapat dianggap remeh.

Disebut-sebut, China ”mencuri” teknologi stealth dari pesawat Amerika Serikat yang ditembak jatuh oleh misil Serbia tahun 1999 dalam perang Kosovo. Namun, China membantah hal itu. Lepas dari hal itu benar atau tidak, tetapi dalam industri pesawat terbang China memang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Di masa lalu, di masa Perang Dingin, dengan bekerja sama dengan Rusia (dulu Uni Soviet), China memproduksi pesawat tempur MiG. Pada tahun 2006, China yang membeli pesawat tempur terbaru dari Rusia, termasuk pesawat multiperan Su-30MKK dan pesawat pemukul maritim Su-30MK2, guna melengkapi pesawat tempur Su-27 yang sudah lebih dulu ada. Dan, pada saat itu, China tengah memproduksi versi sendiri dari Su-27SK, F-11, di bawah lisensi Rusia. Bahkan, diberitakan bahwa tahun sebelumnya, China tengah mengupayakan negosiasi ulang kesepakatan untuk memproduksi pesawat multiperan Su-27SMK.

Bukan itu saja, pada tahun 2010, China juga memproduksi pesawat berbadan lebar Airbus A320 di kawasan industri yang baru dikembangkan di Tianjin Binhai. Kawasan industri baru di Tianjin Binhai itu akan menjadi pusat industri penerbangan dan dirgantara, petrokimia, dan energi alternatif.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila pada akhirnya China dapat membuat pesawat siluman J-20 yang diuji terbang pada 10 Januari lalu. Sebagaimana diberitakan, uji terbang itu berlangsung sukses. Namun, yang masih harus diuji coba adalah seberapa siluman pesawat tersebut, atau seberapa besar kemampuan pesawat itu bersembunyi dari deteksi radar.

Secara umum, sosok pesawat tersebut bisa dikatakan mirip pesawat yang dibuat Amerika Serikat dan Rusia, seperti F-22 Raptor, F-35 Lightning II, dan prototipe Sukhoi T-50. Namun, badan pesawat J-20 lebih panjang dibandingkan dengan F-22 Raptor. Sekilas mengingatkan pada desain pesawat YF-23 buatan Northrop/McDonnell Douglas yang kalah tender dengan F-22 pada program pengadaan pesawat tempur masa depan AS. Badan yang panjang ini menimbulkan dugaan bahwa pesawat tersebut memiliki daya jelajah dan kemampuan membawa senjata lebih besar dibandingkan Raptor.

Disebut-sebut bahwa pesawat siluman J-20 ini akan mulai dioperasikan oleh Angkatan Udara China paling cepat pada tahun 2017. Pesawat itu disebut mampu mencapai kawasan Guam milik AS di tengah Samudra Pasifik dan akan dipersenjatai dengan rudal-rudal berkemampuan tinggi.

Para pejabat militer Amerika Serikat sendiri tidak khawatir bahwa J-20 akan menjadi ancaman bagi F-22 Amerika Serikat dalam waktu dekat. Pertama, masih belum jelas kapan pesawat siluman itu akan dioperasikan. Kedua, mengembangkan kemampuan siluman dengan prototipe, dan mengintegrasikannya ke lingkungan tempur yang sesungguhnya diperlukan waktu.

Juru bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan, menambahkan, sampai saat ini China masih menghadapi masalah dengan mesin-mesin pesawat tempur generasi sebelumnya. ”Menurut perkiraan kami, China baru akan mengoperasikan pesawat tempur generasi kelima sekitar akhir dekade ini,” katanya.

Pertanyaan yang tetap menggantung adalah benarkah modernisasi militer China berbahaya bagi negara-negara tetangganya? Jawabannya bisa macam-macam, tergantung siapa yang menjawabnya. Jika Amerika Serikat yang menjawab, maka jawabannya adalah modernisasi militer China akan berbahaya bagi negara-negara tetangganya dan bagi militer Amerika Serikat di Pasifik.

Namun, sesungguhnya, modernisasi militer China diperlukan untuk mengimbangi kekuatan militer Amerika Serikat di Asia Pasifik. Membiarkan Amerika Serikat menjadi satu-satunya kekuatan penentu di Asia Pasifik tidaklah bijaksana. Sebaliknya, membiarkan China menjadi satu-satunya kekuatan penentu di Asia Pasifik juga tidak baik. Diperlukan keseimbangan yang baik di antara dua kekuatan besar di Asia Pasifik itu.

Mengenai hubungan China dengan Taiwan diperkirakan tidak akan ada yang berubah, sejauh Taiwan tidak melakukan tindakan atau mengambil kebijakan yang membahayakan dirinya sendiri. Jika Taiwan tetap memelihara keadaan status quo seperti saat ini, maka keadaannya akan baik-baik saja. Keadaan akan runyam jika Taiwan memutuskan untuk secara resmi memisahkan diri dari China dengan mendeklarasikan kemerdekaannya. Mengingat China sudah mengesahkan Undang-Undang Antipemisahan yang membenarkan penggunaan cara-cara nondamai terhadap Taiwan apabila semua cara damai mengalami jalan buntu.

Amerika Serikat—yang berhubungan baik dengan China, mempunyai perjanjian untuk membantu Taiwan membela diri apabila diserang oleh China—tidak memiliki pilihan lain kecuali mendorong China dan Taiwan untuk sama-sama menjaga status quo.

Sumber: KOMPAS

Tuesday, February 1, 2011

Inspeksi Laut Lantamal IX


31 Januari 2011, Ambon -- (Dispenarmatim): Komandan Lantamal IX Ambon Laksamana Pertama TNI DR. Dadang S. Wirasuta, S.E., M.M., M.B.A dan calon penggantinya Kolonel Laut (P) Rahardjo Dwi Prihanggono, S.H. melakukan inspeksi laut dengani KAL Hutumuri I-9.0-01. Minggu (30/01).

Kapal TNI AL (KAL) Hutumuri I-9.0-01 merupakan Kapal yang dimiliki Lantamal IX berfungsi melaksanakan patroli terbatas di sekitar perairan Ambon. Pada hari Minggu tanggal 30 Januari 2011, on board di KAL Hutumuri I-9.0-01 Komandan Pangkalan Utama TNI AL IX Laksamana Pertama TNI DR. Dadang S. Wirasuta, S.E., M.M., M.B.A dan Kolonel Laut (P) Rahardjo Dwi Prihanggono, S.H. merupakan calon pengganti Komandan Lantamal IX yang dalam waktu dekat akan melaksanakan serah terima jabatan.

Pelaksanaan pelayaran KAL Hutumuri I-9.0-01 yang dapat digerakkan untuk patroli dengan persiapan yang sangat singkat, menunjukkan kepada calon pengganti Komandan Lantamal IX, bahwa KAL Hutumuri I-9.0-01 saat ini siap digunakan untuk melaksanakan patroli terbatas. Wadan Lantamal IX, para Asisten Danlantamal IX dan beberapa Perwira Lantamal IX juga ikut dalam Patroli terbatas tersebut.

Sumber: Dispenarmatim

Republik Ceko Modernisasi Jet Latih AU Azerbaijan

Aero L-39 Albatros AU Azerbaijan. (Foto: militaryphotos.net)

1 Februari 2011 -- (Berita HanKam): Azerbaijan dan Republik Ceko mencapai kesepakatan melakukan proyek kerjasama modernisasi pesawat militer.

Kesepakatan dicapai saat kunjungan pejabat industri pertahanan Azerbaijan berkunjung ke Republik Ceko pada 20-24 Januari, menurut sumber militer kutip kantor berita APA. Delegasi Azerbaijan dipimpin oleh Menteri Industri Pertahanan Yaver Jamalov.

Republik Ceko dan Azerbaijan akan bekerjasama memodernisasi jet tempur latih L-29 dan L-39 AU Azerbaijan serta memproduksi sejumlah komponen penting di Azerbaijan. Menurut APA, AU Azerbaijan memiliki 8 L-29 Dolphin dan 12 L-39 Albatros, digunakan sebagai pesawat latih.

Sejumlah perusahaan Republik Ceko tertarik bekerjasama dengan Azerbaijan dan melakukan alih teknologi.

Azerbaijan telah bekerjasama dengan industri pertahanan Afrika Selatan dan Turki memproduksi peralatan militer di Azerbaijan.

Sumber: APA

TNI AU Siapkan Tim Evakuasi ke Mesir

(Foto: Saptono)

1 Februari 2011, Jakarta -- (Dispenau): Mengingat semakin luasnya kerusuhan yang menimpa negara Mesir, TNI Angkatan Udara telah menyiapkan personel Paskhas untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut, Selasa (1/2).

Menurut Waasops Kasau Marsma TNI FHB. Bambang Soelistyo, S.Sos., personel Paskhas tersebut terbagi dalam tiga kelompok yang mempunyai tugas masing-masing yaitu kelompok 15 bertugas sebagai Komando Pengendali (Kodal), kelompok 42 sebagai Tim Inti dalam evakuasi dan kelompok 45 sebagai Ground Handling.

Dikatakan, personel tersebut terdiri dari Paskhas Detasemen Bravo’90 dan Paskhas yang sudah berpengalaman dalam United National (UN) Mission, mereka sudah siap diberangkatkan sewaktu-waktu sesuai perintah dari Mabes TNI dengan mengemban tugas untuk mengamankan pesawat-pesawat dan WNI yang akan dievakuasi keluar dari Mesir.

“Tugas tersebut bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), merupakan tugas negara yang harus dijalankan demi menjaga nama baik institusi TNI AU, TNI maupun negara Republik Indonesia dengan menjaga penampilan, bertindak tegas dan santun”, ungkapnya.

Pasukan Tim Evakuasi TNI AU ini dipimpin oleh Komandan Tim Kolonel Psk. Rolland D.G. Waha dan Komandan Detasemen Bravo’90 Letkol Psk. M. Juanda.

Dijelaskan, dalam mengevakuasi WNI di Mesir, TNI AU juga telah menyiapkan sebanyak lima pesawat C-130 Hercules yang terdiri atas tiga pesawat dari Skadron Udara 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma dan dua pesawat dari Skadron Udara 32 Wing II Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Dalam upaya mengevakuasi WNI di Mesir, Presiden telah menunjuk Wakil Kasau Marsdya TNI Sukirno sebagai Post Commander Satuan Tugas Evakuasi WNI dan telah berangkat menuju Mesir Senin malam. Turut mendampingi Wakil Kasau yaitu Mayjen Mar. Affan Gafar (Dan Kormar), Marsma TNI Sudipo Handoyo (Danpuspomau) dan Kolonel Pnb Yuyu Sutisna (Asops Kohanudnas) dan Letkol Inf. Almukolis Suryo, sebagai tim aju (advance team).

Sumber: TNI AU

TNI Bantu Perbaikan Jalan Helly Pad Dungu, Kongo

Helipad merupakan sarana transportasi utama untuk penerimaan dan pengiriman barang serta evakuasi anggota Monusco di Dungu, Kongo. Jalan yang semula sempit dan tidak layak untuk kendaraan besar telah diperbaiki dan diperluas oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-H/Monusco. Perbaikan dan perluasan jalan ini mulai dari penimbunan ulang dengan mengerahkan alat berat yang dimiliki Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-H/Monusco. (Foto: Puspen TNI)

31 Januari 2011, Kongo -- (Pos Kota): Selain Air Port Dungu, Helly Pad merupakan sarana transportasi utama untuk penerimaan dan pengiriman barang serta evak anggota Monusco. Jalan yang semula sempit dan tidak layak untuk kendaraan besar setelah diperbaiki dan diperluas oleh Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-H/Monusco (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) yang di pimpin Letkol Czi Widiyanto (Dansatgas) tampak luas dan halus.

Kontingen Garuda XX-H belum genap empat bulan tersebut sudah banyak membantu Kontingen lain seperti perbaikan Drainase, Camp dan pembuatan sumur penembakan Guatemala guna memperlancar pelaksanaan tugas sebagai Peacekeeper di bawah misi PBB.

Perbaikan dan perluasan jalan ini dipimpin langsung oleh Dansatgas Kontingen Garuda XX-H/Monusco Letkol Czi Widiyanto. (Foto: Puspen TNI)

Alat berat dikerahkan untuk meratakan jalan. (Foto: Puspen TNI)

Atas perintah Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Widiyanto kepada Danton tiga Lettu Marinir Akhmad Mutohar, melakukan survey jalan yang menghubungkan Helly Pad dengan Log Base di Dungu, pada beberapa waktu lalu. Perbaikan dan perluasan jalan langsung di kerjakan oleh anggota Satgas Zeni TNI mulai dari penimbunan ulang tanah Limonit sampai halus dengan mengerahkan alat berat yang ada. Karena Perbaikan jalan tersebut sudah sekian lama di nantikan oleh pengguna Helly Pad serta bagi kepentingan semua kontingen yang berada di wilayah Log Base Dungu Kongo. Masyarakat Dungu yang melintasi jalan tersebut juga merasa senang, karena kiprah Konga XX-H/Monusco dalam membangun jalan Helly Pad, umumnya para Kongole yang akan beraktifitas ke Kota Dungu menggunakan jalan Helly Pad tersebut.

Banyak infrastruktur jalan yang rusak sudah di perbaiki oleh Kompi Zeni TNI, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positip dari pembangunan tersebut. Baik dari sisi ekonomi maupun sisi lainnya serta semakin mudahnya kendaraan organisasi kemanusiaan dalam menembus perkampungan yang sulit di jangkau. Semakin mudahnya tentara penjaga perdamaian memantau dan mengamankan daerah-daerah tersebut.

Perbaikan jalan Helly Pad tersebut telah selesai dilaksanakan. Adalah salah satu karya anak bangsa Indonesia yang akan dikenang serta dirasakan manfaatnya oleh rakyat Kongo dan kiprah Kontingen Garuda XX-H di negara yang sedang konflik merupakan suatu harapan baik bagi rakyat Kongo di masa akan datang.

Authentikasi :
Perwira Penerangan Konga XX-H/Monusco, Lettu Inf Imam Mahmud

Rusia Ajak Indonesia 'Main Perang-perangan'


1 Februari 2011, Jakarta -- (Republika.co.id): Militer Rusia mengajak Indonesia ikut dalam latihan bersamanya dengan Australia yang akan digelar April 2011. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov saat mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, latihan bersama militer Rusia dan Australia sudah lama dilaksanakan. "Dan kami berharap Indonesia bisa ikut serta dalam latihan tersebut," kata Ivanov.

Menanggapi itu, Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkannya secara matang. Dalam pertemuan tertutup tersebut, dibicarakan pula pengadaan alat utama sistem senjata TNI yang diadakan dari Rusia.

Di era 1960-an sebagian besar alat utama sistem senjata diadakan dari Rusia seperti pesawat tempur dan kapal selam. Terakhir Indonesia membeli 10 pesawat tempur jet Sukhoi dan berencana melakukan pembelian enam unit pesawat sejenis secara bertahap.

Sumber: Republika

Industri Pertahanan Indonesia Sekarat

Mantan Presiden BJ Habibie melambaikan tangan kepada sejumlah wartawan ketika rehat rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/1). Pertemuan tersebut membahas seputar alutsista dan industri pertahanan nasional. (Foto: ANTARA/Andika Wahyu/ed/Spt/11)

31 Januari 2011, Jakarta -- (MI.com): Industri strategis Indonesia sekarat. Setelah 13 tahun reformasi bangsa, kondisi industri strategis termasuk bidang pertahanan malah semakin terpuruk. Lemahnya anggaran pertahanan memperburuk proses revitalisasi industri yang sebelumnya dicanangkan untuk go internasional pada 2015.

"Saat ini sepuluh industri strategis dalam keadaan sakaratul maut, padahal dulu pernah dalam kondisi maju," ujar Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq, di sela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi I DPR, Senin (31/1).

Dia mengatakan, UU belum menjadi payung hukum yang kuat dalam revitalisasi industri statregis, salah satunya industri pertahanan, sehingga kondisinya sekarat. Padahal konsep revitalisasi tersebut bukan gagasan baru dan direncanakan akan mencapai hasil optimal pada 2015.

"Secara gagasan pikiran sudah dimulai oleh Pak Habibie yang referensinya jelas, doktrin politik Bung Karno. Maka kita undang untuk memberikan masukan pemikiran untuk kita masukan ke UU nanti," ujar Mahfudz.

Menurutnya, DPR ingin merancang strategi revitalisasi sebagai kelanjutan dari kebijakan sebelumnya yang sudah dibangun BJ Habibie.

Presiden ke-3 itu mengatakan, dirinya kecewa terhadap pemerintah yang menganaktirikan badan usaha milik negara (BUMN) di bidang pertahanan ketimbang perusahaan-perusahaan swasta. Menurutnya, perlu ada UU yang secara tegas mengatur BUMN.

"BUMN sakit dibiarkan mati. BUMN yang sehat dimatikan. Kalau swasta yang sakit disubsidi, yang benar saja, to?" seru Habibie di hadapan para anggota Komisi I DPR.

Menurutnya karyawan industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia sebelum reformasi berjumlah 15.651 orang, sedangkan saat ini tinggal 2.988 orang. Perusahaan yang telah menghasilkan pesawat Indonesia pertama itu, menurutnya, tinggal menunggu waktu saja hingga ditutup. Sama dengan penutupannya ketika masih bernama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 2002.

Idealnya, ujar Habibie, industri strategis adalah industri yang bisa membangun bangsa. Bukan hanya industri yang dibangun dan dimanfaatkan untuk pertahanan. Revitalisasi, ujarnya, tidak akan cukup, jika hanya mengandalkan, anggaran pertahanan yang ada.

"Tidak akan cukup. Untuk operasional latihan saja, untuk terbang butuh biaya berapa. Kalau tidak cukup, lalu beli dari luar negeri saja? Yang benar saja. Kalau begitu, bagaimana mau mandiri? Katanya mau mandiri," tuturnya.

Habibie percaya, di antara 240 juta WNI, tidak mungkin tak ada orang yang memiliki kemampuan produksi setara dengan ahli di luar negeri. "Masak tidak ada 100 juta, 1 juta, atau bahkan 100 orang yang sama dengan orang- orang luar negeri?" ujarnya.

Senada dengan Habibie, anggota Komisi I dari Fraksi Golkar, Fayakhun Adriadi mengatakan, langkah lain yang perlu dikaji selain UU adalah matriks produksi alutsista. Menurutnya, Indonesia telah mampu memproduksi namun tetap masih mengimpor alutsista dari luar.

"Jangan sampai PT Pindad bisa membuat panser, tapi usernya, TNI, memesan dari luar. Sudah bisa membuat bom yang dicantelkan di pesawat tempur, tapi tidak satu pun bom terjual. Teknologi radar, negara ini negara besar yang miskin radar, kami yakin Indonesia sudah mampu membuat radar," ujarnya.

Sumber: MI.com

TNI Siagakan Hercules Evakuasi WNI di Mesir


31 Januari 2011, Jakarta -- (ANTARA News): Tentara Nasional Indonesia menyiagakan pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk membantu evakuasi Warga Negara Indonesia yang tengah terjebak kisruh politik di Mesir.

Juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro kepada ANTARA di Jakarta Senin mengatakan, pihaknya belum memastikan berapa Hercules yang akan disiapkan.

"Berapa pesawat yang akan disiapkan, sangat tergantung pada situasi dan kondisi yang terjadi di sana," katanya.

Terkait itu, TNI Angkatan Udara akan mengirim Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Seokirno, Komandan Pusat Polisi Militer AU Marsekal Pertama TNI Soedipo, dan Kolonel Pnb Yuyu Sutisna sebagai tim pendahulu ke Mesir.

"Mereka akan berangkat pada malam ini," kata Bambang.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat terbatas membahas perkembangan situasi di Mesir meminta instansi terkait untuk melakukan evakuasi udara bagi WNI yang berada di Mesir.

"Melakukan evakuasi udara dari Mesir kembali ke tanah air," kata Presiden Yudhoyono dalam keterangan resmi di Kantor Presiden.

Untuk itu, pemerintah telah membentuk satuan tugas yang dipimpin oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden Hassan Wirajuda.

Sejumlah perwakilan juga tergabung dalam satgas, antara lain dari kementerian perhubungan dan kementerian kesehatan.

Rencananya, tim akan menggunakan pesawat angkut komersil dan militer untuk memulangkan warga negara Indonesia. "Kalau bisa berangkat malam ini, berangkat kita," kata Presiden menegaskan.

Dari Kairo dilaporkan, perwakilan pemerintah RI di negara itu tengah mendata jumlah WNI yang berada di negara itu.

Kepala Bagian Penerangan, Sosial dan Budaya Iwan Widjaya Mulyatno., mengatakan,"Atase Pertahanan sedang mendata siapa saja yang akan dievakuasi lebih awal," kata Iwan kepada korespondedn ANTARA Munawar Saman Makyanie di Kairo.

Menurut dia, pesawat yang digunakan untuk evakuasi itu akan dikirim dari Jakarta.

Iwan menambahkan,KBRI sedang mempertimbangkan untuk mengevakuasi WNI dari kawasan antara lain Kairo, Mansyurah, Iskandariah.

Sebanyak 5.000 WNI saat ini berada di Mesir, yang sebagian besar adalah mahasiswa. Mereka umumnya bertempat tinggal di luar kota-kota besar.

Sejumlah negara berencana mengevakuasi para warganya ke luar Mesir yang sepekan terakhir dilanda aksi hura-hara yang merenggut lebih 100 nyawa dan melukai ribuan lainnya.

Aksi warga Mesir itu menuntut Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun untuk mundur.

Sumber: ANTARA News

Peningkatan Kekuatan Militer Asing Ancam Indonesia

F-15SG AU Singapura, jet tempur tercanggih di kawasan Asteng. (Foto: DID)

1 Februari 2011, Jakarta -- (Jurnas): Peta kekuatan militer asing saat ini sudah tidak bisa dianggap sepele. Dari berbagai informasi, peningkatan kekuatan militer asing yang berpotensi mengancam kedaulatan NKRI yang berada dekat di seputar wilayah Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hal ini disampaikan oleh Kapten Sus Ardhianto dalam acara paparan Intelijen yang diprakarsai oleh Asintel Kosekhanudnas I Kolonel Sus Abriyanto Datu Indarwan di Aula Iskandar Kosekhanudnas I, Jakarta, Senin (31/1).

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki wilayah kedaulatan yang sangat luas dibandingkan dengan negara lain. Namun, kekuatan militer yang dimiliki negara kita tidak sebanding dengan luasnya wilayah yang harus dipertahankan," kata Ardhianto.

Ia mencontohkan, Singapura, negara kecil tetapi memiliki kekuatan udara dengan sejumlah pesawat tempur generasi terbaru. "Tentu menjadikan negara tersebut percaya diri dan sekaligus menjadi ancaman yang potensial bagi Indonesia," ujarnya.

Diakhir paparan, Asintel Kosekhanudnas I juga berpesan agar sebagai prajurit TNI AU harus selalu memiliki sense of intelijen dengan selalu mengetahui informasi terkini dalam perkembangan dunia dengan harapan dapat memahami apa yang harus diperbuat dalam kondisi dan situasi apa pun yang berkembang secara profesional.

Sumber: Jurnas