Saturday, November 6, 2010

Pindad Akan Produksi Panser Dilengkapi Roket

Panser Anoa digunankan TNI di Lebanon. (Foto: Getty Images)

6 November 2010, Bandung -- Untuk meningkatkan sistem keamanan dan pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan RI akan memproduksi sejumlah alat utama sistem senjata. Di antaranya adalah panser tarantula yang dilengkapi dengan kanon serta roket dengan daya jangkau 15 kilometer.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro yang ditemui usai memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung di Aula Timur ITB, Jln. Ganesa Bandung, Jumat (5/11).

Menurut Purnomo, pengerjaan dari peralatan tersebut akan dilakukan oleh industri pertahanan dalam negeri, yakni PT. Pindad yang juga melibatkan PT. Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Hal ini dilakukan untuk mendorong industri dalam negeri dan kembali membangkitkan PT. DI.

Rencananya roket buatan Pindad ini akan diuji coba hari ini (Sabtu (6/11)) di Pusat Latihan Tempur Baturaja. Jika ujicoba ini berhasil, pemerintah akan memproduksi 750 roket pada 2013 dan 1.000 roket di tahun 2014. “Kita prioritaskan untuk Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Ini sangat bagus karena merupakan produk dalam negeri. Fokus pertama untuk kebutuhan dalam negeri dan selanjutnya akan dikembangkan untuk ekspor. Begitu juga untuk panser tarantula ini. kembangkan untuk memperkuat sistem keamanan kita selain juga mendorong industri dalam negeri,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Minerla ini, PT. Pindad juga telah memproduksi panser anoa. Sebanyak 150 panser anoa telah diproduksi untuk memperkuat tim perdamaian RI di di Libanon. “Panser Anoa ini sudah kita produksi juga untuk pasar luar negeri selain juga CN 235. Malaysia sudah memesan dan akan menambah pesanan. Rencananya minggu depan Menhan Malaysia akan datang ke Indonesia untuk membicarakan ini,” ujarnya.

Selain alat utama tersebut, pemerintah juga menurut Purnomo akan menambah produksi alat lain. Seperti payung terjun dan sejumlah sparepart lainnya. “Kita juga akan libatkan PT. DI untuk produksinya,” ucapnya.

Purnomo menambahkan, anggaran yang diperlukan untuk perawatan dan pembelian alutsista dalam kabinet kali ini sebesar Rp 150 triliun, di luar belanja pegawai. Sementara dalam APBN ditetapkan Rp 100 triliun. “Ada gep Rp 50 triliun. Sedang kita carikan. Pada 2011 nanti akan dipenuhi, selain juga kita coba tambah pada APBNP,” ujarnya.

Pikiran Rakyat

TNI Berangkatkan Brigade Khusus Tangani Bencana Merapi

Anggota TNI dan SAR membawa korban meninggal saat terjadinya erupsi Gunung Merapi pada jumat dini hari, di Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (5/11). Sedikitnya 54 korban meninggal akibat erupsi Gunung Merapi pada Jumat dini hari menjadi 54 orang serta korban luka-luka 66 orang. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A/Koz/pras/10)

5 November 2010, Jakarta -- Hari ini (Jumat, 5/11), TNI telah memberangkatkan berbagai Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dari kesatuannya masing-masing menuju daerah bencana gunung Merapi di Yogjakarta.

Menurut Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, satuan-satuan tersebut terdiri dari 1 SSY Batalyon Bekang Kostrad dari Malang, 2 SSY Batalyon Kesehatan Marinir dari Jakarta dan Surabaya, 1 SSY Batalyon Pasukan Khas TNI AU dari Madiun, dan 1 SSY Batalyon Infantery Kodam IV/Diponegoro.

Menyusul akan diberangkatkan adalah Satgas Kesehatan TNI yang terdiri dari para dokter umum dan spesialis serta petugas paramedis lainnya.

Satuan-satuan tersebut merupakan bagian dari Brigade Khusus yang dibentuk oleh Panglima TNI atas instruksi Presiden RI dalam rangka menanggulangi bencana Merapi yang semakin menyebar luas.

Brigade Khusus ini nantinya melaksanakan tugas-tugas penanggulangan bencana, diantaranya adalah pencarian dan penyelamatan serta evakuasi para korban; membangun berbagai fasilitas umum seperti dapur umum dan rumah sakit lapangan serta mengaktifkan kembali semua rumah sakit di sekitar daerah bencana. Brigade Khusus ini akan dipimpin langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro dan bekerja dibawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ditambahkan Aslizar, hari ini, TNI juga telah mengirim 60 buah tenda peleton dan menyusul 40 tenda peleton lainnya ke wilayah bencana untuk menambah kebutuhan tenda-tenda pengungsian.

Puspen TNI

Wali Kota Semarang “Disandera”Teroris


5 November 2010, Semarang -- Wali Kota Semarang disandera oleh sejumlah teroris di Hotel Ciputra Semarang, kemarin.Para teroris meminta helikopter untuk melarikan diri.Jika tuntutannya tidak dipenuhi meraka mengancam akan membunuh wali kota.

BeruntungTim Penanggulangan Teror (Gultor) Yonif 400/Rider Kodam IV Diponegoro segera bertindak cepat. Dalam negosiasi dengan tim negosiator dari Detasemen Intel Kodam IV Diponegoro akhirnya disepakati untuk mendatangkan helikopter yang diminta oleh para teroris.Namun kesepakatan tersebut hanya untuk mengelabuhi. Pada saat menunggu kedatangan helikopter, pasukan Gultor Raider 400 bersiap di sekitar Hotel Ciputra untuk mem-bebaskan sandera.Tim berpakaian serba hitam diterjunkan dari helikopter Penerbad dari atas bangunan hotel dan turun masuk ke ruang penyanderaan dengan tali.

Sementara pasukan yang datang dan masuk dari atas dengan helikopter langsung menumbangkan para penyandera dengan tembakan berhasil menewaskan sejumlah teroris. Namun, meski begitu teroris yang selamat berhasil membawa kabur wali kota. Beruntung kecepatan dan ketepatan yang dimilik pasukan Gultor Raider 400 dengan mengendarai motor trail berhasil menghadang dan menembak mati teroris dan wali kota berhasil diselamatkan. Pembebasan sandera yang digelar di seputar Simpang Lima Semarang kemarin, dalam rangka simulasi untuk penutupan Latihan Pemantapan Raider 2010.

Komandan Rindam IV Diponegoro Kolonel Inf Jagar Naibaho selaku Komandan Latihan Pemantapan Raider mengungkapkan, digelarnya pemantapan guna mempersiapkan kemampuan satuan Yonif 400/R dalam menghadapi semua bidang tugas, yakni operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Dengan demikian, lanjut dia, apabila dibutuhkan untuk menangani teroris, maka Raider 400 sudah siap dan tak perlu latihan lagi.

Sementara itu Dan Yonif 400 Raider Letkol Inf Harzeni P mengatakan, unsur yang menjadi acuan tugas operasi adalah ketepatan, kecepatan dan kesenyapan. ”Pasukan itu harus tepat,cepat,dan senyap dalam menjalankan operasi,” jelasnya.

SINDO

Pramono Edhie Pantas Jadi Panglima

Letnan Jenderal Burhanudin Amin (kiri), KSAD Jenderal George Toisutta (tengah), dan Mayor Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo melakukan salam komando. (Foto: detikFoto/Didit Tri Kertapati)

6 November 2010, Jakarta -- Mayor Jenderal Pramono Edhie Wibowo dinilai oleh pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat pantas menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD. Penunjukannya sebagai Panglima Kostrad tidak ada kaitannya dengan berbagai hubungan lain.

”Enggak ada yang aneh bin ajaib,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal George Toisutta, Jumat (5/11) di Jakarta, seusai acara serah terima jabatan Panglima Kostrad dari Letnan Jenderal Burhanudin Amin kepada Pramono Edhie Wibowo. Pramono Edhie sebelumnya menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi di Bandung.

Pramono Edhie pernah menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Ia seperti menggantikan ayahnya, Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Pada 1964-1967, Sarwo Edhie memimpin Kopassus, yang kala itu bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Tanpa ditanya wartawan, George pun menjelaskan lompatan Pramono Edhie yang adalah alumnus Akademi Militer tahun 1980 yang menggantikan Burhanudin, alumnus Akademi Militer tahun 1976. Lompatan empat angkatan itu bukan suatu keanehan.

”Edhie itu malahan termasuk tua, bukan muda. Seharusnya malah yang menjadi Panglima Kostrad itu angkatan 1981 atau 1982,” kata KSAD lagi.

Regenerasi itu keharusan

George menegaskan, TNI AD tidak memandang suku, agama, ras, dan golongan untuk penempatan perwiranya menduduki jabatan tertentu. Perhatiannya adalah profesionalitas.

Ia mengakui, regenerasi dalam tubuh TNI AD adalah sebuah keharusan. Saat ini tinggal satu orang lulusan Akademi Militer tahun 1978 yang menjadi panglima kodam, yaitu Panglima Kodam Jaya Mayjen Marciano Norman. Kodam lainnya diisi oleh lulusan di atas tahun 1980. ”Kodam Siliwangi angkatan 1981, Kodam IV Diponegoro (Semarang) angkatan 1980, dan Kodam V Brawijaya (Surabaya) adalah angkatan 1982,” kata George.

Saat ini Kostrad melakukan reorganisasi. Pasukan pemukul terbesar di TNI ini memiliki tiga divisi. Divisi tambahan itu adalah Lintas Udara. Ini adalah tambahan dari dua divisi infanteri yang ada sebelumnya.

George mengatakan, di setiap divisi itu juga disertakan raiders dan brigade mekanis. ”Ini untuk pembinaan sehingga Kostrad siap setiap saat. Harus ada sepertiga kekuatan Kostrad yang setiap hari siap,” ujarnya. Kostrad juga terlibat dalam penanganan bencana.

KOMPAS

KRI Soeharso Tangani 30 Korban Wasior


5 November 2010, Surabaya -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso menangani 30 korban banjir bandang di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

"Begitu tiba di Wasior, tim medis KRI Soeharso langsung menangani 30 pasien," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut Yayan Sugiana, di Surabaya, Jumat (5/11/2010).

Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung itu berangkat dari Surabaya, Kamis (28/10) dan tiba di Wasior, Jumat.

Kapal tersebut sempat akan diberangkatkan ke Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, untuk membantu penanganan korban bencana tsunami.

Namun atas perintah Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Heribertus Yudho Warsono itu bertolak ke Wasior seperti rencana semula.

Sesampainya di Wasior, Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Benny Sukandari langsung memerintahkan pasukannya untuk membongkar muatan KRI Soeharso.

"Tidak hanya pasukan, namun juga masyarakat setempat turut bahu-membahu menurunkan muatan dari KRI Soeharso," kata Yayan.

Muatan itu, di antaranya 199 kardus biskuit, lima unit tenda peleton, dua karung tikar, 10 lembar spanduk, 100 buah kantong plastik, 3.400 potong kaus, 300 kerdus mi instan, 100 kotak sereal, enam karung pakaian layak, satu karung sabun mandi, 3.386 kerdus keju, dan satu unit genset.

Kedatangan kapal itu disambut Bupati Teluk Wondama, Alberth Torey, dan pejabat pemerintah daerah setempat.

Satgas yang tergabung dalam KRI Soeharso itu terdiri atas 400 prajurit marinir zeni, satu peleton prajurit dari Yonkes 1 Marinir, dan 80 orang dokter dan perawat dari berbagai keahlian, serta sejumlah tenaga pembinaan mental.

Kapal itu juga mengangkut kendaraan amfibi pengangkut artileri dan sejumlah kendaraan berat untuk membantu pemulihan pascabencana.

KOMPAS

Friday, November 5, 2010

Hercules Disiagakan Evakuasi Korban Merapi

(Foto: Dispenau)

5 November 2010, Malang -- Sebanyak enam pesawat Hercules C-130 dan tiga unit jenis C-212 Cassa di Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai hari ini disiagakan untuk mengantisipasi evakuasi besar-besaran korban Gunung Merapi.

Komandan Lanud Abdurahman Saleh Malang, Marsekal Pertama Agus Dwi Putranto, kepada wartawan, Jumat, mengatakan, sebelumnya pesawat-pesawat angkut dari Skuadron Udara 32 (Hercules) dan Skuadron Udara 4 (Cassa) tersebut, dipakai untuk mengangkut bantuan ke Wasior, Papua, yang terkena bencana banjir dan longsor.

"Seluruh pesawat angkut milik TNI-AU di Malang dan Halim Perdanakusumah Jakarta disiagakan sejak Jumat pagi tadi. Ini merupakan perintah yang dikeluarkan Mabes TNI-AU menyusul situasi di kawasan Gunung Merapi yang semakin mengkhawatirkan," katanya.

Ia menjelaskan, pesawat yang disiagakan di Lanud Abdurahman Saleh masing-masing enam unit Hercules C-130 dan tiga unit jenis C-212 Cassa.

"Kesembilan pesawat itu tidak boleh dioperasikan dan sengaja dipersiapkan mengantisipasi kemungkinan dilakukannya evakuasi besar-besaran pengungsi Merapi," katanya.

Ia menjelaskan, dengan situasi tebalnya abu vulkanik dari letusan Merapi yang menyelimuti udara di sekitar Jogja dan Solo, tidak memungkinkan seluruh pesawat terbang bermesin jet mendarat di bandara atau sekedar melintas di atasnya.

Untuk itu, perlu disiagakan jenis Hercules C-130 dan unit jenis C-212 Cassa, sebab hanya pesawat angkut berbaling-baling seperti Hercules ini yang masih memungkinkan terbang dengan kondisi udara seperti itu.

Ia menjelaskan, perintah yang sama juga diterima oleh Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta. "Komandan Lanud Halim PK juga diinstruksikan menyiagakan seluruh pesawat Hercules C-130 yang tergabung dalam Skuadron Udara 31," katanya.

Sementara itu, selain menyiagakan pesawat jenis Hercules, pihaknya juga memberangkatkan sebanyak 120 personel dari Batalyon Kesehatan 2/2 Kostrad, Karangploso, Malang menuju Jogjakarta, tujuannya yakni untuk membantu pengobatan pengungsi Merapi.

"Mereka ditugaskan mendirikan rumah sakit lapangan di sekitar lokasi bencana, karena kapasitas rumah sakit di Jogjakarta sudah melebihi kapasitas," ujarnya.

ANTARA News

Wujudkan Prajurit Raider Yang Handal dan Berkualitas


5 November 2010, Semarang -- Prajurit Raider harus benar-benar menguasai kemampuan teknis dan taktis satuan Raider agar mampu bertindak profesional dalam setiap pelaksanaan tugas operasi yang bersifat khusus.

Demikian disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono dalam amanat tertulis yang dibacakan Danrindam IV/Diponegoro Kolonel Inf Jagar Naibaho, pada upacara Prajurit Raider harus benar-benar menguasai kemampuan teknis dan taktis satuan Raider agar mampu bertindak profesional dalam setiap pelaksanaan tugas operasi yang bersifat khusus.

Demikian disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono dalam amanat tertulis yang dibacakan Danrindam IV/Diponegoro Kolonel Inf Jagar Naibaho, pada upacara penutupan latihan pemantapan Raider personel Yonif 400/R yang bertempat di lapangan Simpang Lima, Semarang (05/11). Bertindak selaku Komandan Upacara, Danyonif 400/R Letkol Inf Harzeni Paine.

Sejumlah personel TNI AD dari kesatuan Yonif 400/Raider menyanyikan lagu penyemangat prajurit, pada Penutupan Latihan Pemantapan Raider, di Semarang, Jateng, Jumat (5/11). Latihan pemantapan yang telah berlangsung selama 14 hari itu menekankan pada kemampuan pasukan sebagai raid penghancur, pembebasan tawanan, pertempuran jarak dekat dan mobil udara untuk mendukung pelaksanaan tugas operasi militer. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/ama/10)

Kepada seluruh peserta latihan, Pangdam berharap dengan berakhirnya latihan pemantapan tersebut kemampuan para prajurit semakin meningkat, khususnya kemampuan sebagai prajurut Raider, yaitu kemampuan Raid penghancur, Raid pembebasan tawanan, pertempuran jarak dekat dan mobil udara dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasi, baik Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

”Latihan taktik tempur ini sangat menunjang tugas di lapangan. Ingat, kembangkan dan sesuaikan dengan medan operasi yang sebenarnya. Jangan hanya terpaku pada latihan yang kalian lakukan”, imbuh Pangdam.

Pangdam juga mengingatkan keberadaan satuan yang berkualifikasi Raider ini diarahkan sebagai satuan yang dapat diandalkan untuk menangkal, sekaligus sebagai kekuatan penindak yang menentukan di daerah operasi.

Sejumlah prajurit TNI AD dari kesatuan Yonif 400/Raider bersiap melakukan penyerangan saat simulasi pembebasan sandera yang ditawan para terois, pada Penutupan Latihan Pemantapan Raider, di Semarang, Jateng, Jumat (5/11). (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/ama/10)

Melihat perkembangan situasi bangsa dari waktu ke waktu, satuan Raider sebagai bagian dari komponen bangsa yang mempunyai fungsi dan tugas di bidang pertahanan, merupakan garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa yang merupakan harga mati. Oleh karena itu prajurit Raider harus selalu siap untuk ditugaskan dan diterjunkan dimana saja di wilayah negara Indonesia, demi tegaknya Sang Merah Putih.

Ditekankan pula oleh Pangdam agar seluruh materi latihan benar-benar dipahami dan dikuasai dengan baik. Selanjutnya guna lebih meningkatkan kulaitas latihan, maka perlu dilakukan evaluasi secara cermat terhadap semua aspek kegiatan pelatihan, dalam rangka mewujudkan postur prajurit Raider yang handal dan berkualitas.

Pemantapan Raider ini diikuti oleh 654 prajurit yang menjalani latihan selama 12 hari, mulai tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November 2010 dengan melalui rute Grabag Magelang, Ambarawa, Ungaran, Meteseh dan berakhir di Simpang Lima Semarang. personel Yonif 400/R yang bertempat di lapangan Simpang Lima, Semarang (05/11). Bertindak selaku Komandan Upacara, Danyonif 400/R Letkol Inf Harzeni Paine.

Sejumlah prajurit TNI AD dari kesatuan Yonif 400/Raider bersiap melakukan penyerangan saat simulasi pembebasan sandera yang ditawan para terois. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/ama/10)

Kepada seluruh peserta latihan, Pangdam berharap dengan berakhirnya latihan pemantapan tersebut kemampuan para prajurit semakin meningkat, khususnya kemampuan sebagai prajurut Raider, yaitu kemampuan Raid penghancur, Raid pembebasan tawanan, pertempuran jarak dekat dan mobil udara dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasi, baik Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

”Latihan taktik tempur ini sangat menunjang tugas di lapangan. Ingat, kembangkan dan sesuaikan dengan medan operasi yang sebenarnya. Jangan hanya terpaku pada latihan yang kalian lakukan”, imbuh Pangdam.

Pangdam juga mengingatkan keberadaan satuan yang berkualifikasi Raider ini diarahkan sebagai satuan yang dapat diandalkan untuk menangkal, sekaligus sebagai kekuatan penindak yang menentukan di daerah operasi.

Sejumlah prajurit TNI AD dari kesatuan Yonif 400/Raider melakukan simulasi aksi pembebasan sandera yang ditawan para terois di dalam bus. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/ama/10)

Melihat perkembangan situasi bangsa dari waktu ke waktu, satuan Raider sebagai bagian dari komponen bangsa yang mempunyai fungsi dan tugas di bidang pertahanan, merupakan garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa yang merupakan harga mati. Oleh karena itu prajurit Raider harus selalu siap untuk ditugaskan dan diterjunkan dimana saja di wilayah negara Indonesia, demi tegaknya Sang Merah Putih.

Ditekankan pula oleh Pangdam agar seluruh materi latihan benar-benar dipahami dan dikuasai dengan baik. Selanjutnya guna lebih meningkatkan kulaitas latihan, maka perlu dilakukan evaluasi secara cermat terhadap semua aspek kegiatan pelatihan, dalam rangka mewujudkan postur prajurit Raider yang handal dan berkualitas.

Pemantapan Raider ini diikuti oleh 654 prajurit yang menjalani latihan selama 12 hari, mulai tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November 2010 dengan melalui rute Grabag Magelang, Ambarawa, Ungaran, Meteseh dan berakhir di Simpang Lima Semarang.

Pendam4

Pangdam VI/Mulawarman Buka Gladi Lapang Yonif 600/Raider

4 November 2010, Balikpapan -- Dalam rangka menguji kemampuan personel sekaligus untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kemampuan prajurit dalam menghadapi tantangan tugas ke depan agar mampu dan mahir dalam melaksanakan tugas operasi, para Prajurit Batalyon Yonif 600/Raider yang bermarkas di Kelurahan Manggar Balikpapan Rabu (3/11), melaksanakan latihan Geladi Lapangan yang dibuka melalui sebuah upacara militer yang dipimpin langsung Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Tan Aspan.

Dalam sambutannya Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Tan Aspan mengungkapkan bahwa Batalyon Infanteri 600/Raider merupakan Batalyon pemukul Kodam VI/Mulawarman yang memiliki semboyan Cepat, Senyap dan Tepat yang memiliki kemampuan tiga kali lipat dari Batalyon Infanteri biasa sehingga dituntut untuk selalu cepat dalam melihat perkembangan situasi dalam masyarakat, senyap dalam mendekati sasaran dan tepat dalam penanggulangan teror sehingga dalam pelaksanaannya dapat melaksanakan tugas pokok yang diberikan dengan meminimalkan korban baik materiil maupun personel di wilayah Kalimantan maupun di seluruh wilayah NKRI.

Kegiatan Geladi Lapangan ini akan sangat bernilai, jika dihadapkan dengan tugas dan tanggung-jawab yang diemban oleh Kodam VI/ Mulawarman selaku Kotama operasi yang memiliki wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang sering digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kegiatan menyelundupkan baik senjata, munisi maupun bahan peledak, aksi terorisme dan aksi-aksi lainnya yang berdampak terhadap pertahanan NKRI.

Kegiatan gladi lapangan yang di gelar oleh 600/Raider menitikberatkan pada sasaran kemahiran Taktik dan Tehnik Pertempuran Kota, Pertempuran Jarak Dekat, Operasi Raid Penghancuran dan Operasi Raid Pembebasan Tawanan sesuai dengan tema pada Kegiatan Gladi Lapangan ”Satuan Yonif 600/Raider Melaksanakan Operasi khusus di Wilayah Kalimantan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok Kodam VI/Mulawarman”.

Lebih lanjut Pangdam mengharapkan kepada seluruh prajurit Yonif 600/Raider, agar serius mengikuti Geladi Lapangan Raider serta mengikuti segala petunjuk, pengarahan dan perintah Pelatih Geladi sehingga sasaran Geladi ini dapat tercapai, perhatikan dan utamakan faktor ke-amanan selama melaksanakan latihan, hindari kerugian material maupun personel serta jalin kerjasama dengan masyarakat di daerah latihan, sehingga dapat diminimalisir kerugian dan kerusakan daerah latihan sehingga hasil latihan ini dapat bermanfaat bagi upaya peningkatan profesionalisme keprajuritan, meningkatkan semangat juang dan soliditas TNI serta mewujudkan postur TNI yang dicintai rakyat.

Gladi lapang Yonif 600/R tersebut akan berlangsung selama 2 minggu dan direncanakan akan berakhir pada tanggal 16 Nopember mendatang. Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut para Asisten, Kabalak, Komandan Satuan serta sejumlah pejabat dari Rindam VI/Mlw.

Penerangan Kodam VI/Mulawarman

Kunjungan Obama Diharapkan Perkuat Kerja Sama Pertahanan


5 November 2010, Jakarta -- Anggota Komisi I DPR Nurhayati Ali Assegaf berharap, kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia memperlancar dan memperkuat normalisasi kerja sama pertahanan kedua negara.

"Saya mengikuti upaya menormalisasi hubungan militer kedua negara. Normalisasi hubungan pertahanan kedua negara terutama Kopassus diharapkan bisa dilanjutkan dengan baik, segera terlaksana tanpa ada tekanan-tekanan yang membuat hubungan ini tidak baik," kata Nurhayati kepada ANTARA di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Ia juga menambahkan, kunjungan Obama diharapkan bisa membuat citra Indonesia di mata dunia internasional terangkat.

"Kita harapkan juga, Indonesia menjadi mitra sejajar bagi Amerika Serikat, bukan kita berada di bawah atau di atas. Kalau Amerika Serikat menganggap Indonesia sebagai negara besar, kita harus menjadi mitra sejajar," kata Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri DPP Partai Demokrat itu.

Dengan menjadi mitra sejajar, Amerika Serikat tidak lagi menganggap Indonesia sebagai negara yang mudah ditekan. "Amerika Serikat sebagai negara besar, tapi tidak bisa menekan Indonesia karena hubungan yang saling membutuhkan dan `win-win`," ujar dia.

Selain itu, kunjungan Obama juga akan berarti bagi negara-negara di Asia Tenggara dan Asia.

"Ini bagus untuk Asia, artinya Indonesia dianggap sebagai negara yang berpengaruh di Asia dan itu sejak kepemimpinan SBY. Suka atau tidak, diakui atau tidak, dunia mengakui peran Indonesia di dunia internasional," katanya.

"Saya pernah katakan di Amerika Serikat bahwa AS membutuhkan peran Indonesia untuk menjaga kepentingannya di Asia karena mereka takut dengan Cina, Jepang dan AS harus baik-baik dengan Indonesia dan Indonesia harus mempunyai pride atau kebanggaan serta daya tawar," kata Nurhayati.

Ia juga meminta Amerika Serikat mengerti bahwa penduduk Indonesia adalah mayoritas beragama Islam sehingga tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa menyinggung umat Islam.

"Amerika Serikat harus mengerti bahwa Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga jangan ada lagi bicara yang menyakiti umat Islam sehingga hubungan bisa berjalan dengan baik. Amerika Serikat harus tahu dan memahami itu, semua harus proporsional," kata dia.

Tentunya, kata politisi perempuan dari Malang (jawa Timur) ini, sebagai tuan rumah, Indonesia harus menyambut Obama dengan baik dan harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan penuh cinta kasih.

"Karena hubungan hubungan antarnegara itu diperlukan apalagi Amerika Serikat adalah negara besar, berpengaruh, suka atau tidak harus diakui itu dan saling membutuhkan. Yang pasti, Obama punya hubungan psikologis dengan Indonesia dan merasa di rumah sendiri," kata Nurhayati.

Menurut rencana, Presiden Obama akan tiba di Indonesia, Selasa (9/11) pukul 16.30. Obama akan langsung menuju Istana Merdeka dan melakukan pertemuan bilateral yang dilanjutkan dengan jumpa pers bersama. Malamnya, Obama akan dijamu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

ANTARA News

DPR Dukung Pemenuhan Kebutuhan Alutsista TNI


5 November 2010, Jakarta -- Anggota DPR RI mendukung upaya pemerintah memenuhi kebutuhan Alat Utama Sistem Persenjataan untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), kata Anggota Komisi I DPR RI Nurhayati Ali Assegaf.

"Indonesia sangat membutuhkan Alutsista bagi TNI untuk menjamin rasa aman dan melindungi masyarakat," katanya di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat.

Saat ini, kata dia, TNI sangat membutuhkan Alutsista yang memadai. "Sejauh ini kita merasakan betapa butuhnya bangsa ini agar ada Alutsita yang memadai, agar TNI dapat melindungi bangsa ini sehingga aman," kata Nurhayati.

Karena itu, Nurhayati mengatakan, diperlukan persiapan yang matang terkait dengan pengadaan Alutsista tersebut. "Selama ini yang saya lihat adalah tidak ada keseriusan penanganan soal Alutsista, baik dari anggaran, sistem pembelian harus disiapkan dengan baik dan benar," kata dia.

Ia menyebutkan, perbaikan sistem pembelian Alutsista bisa dilakukan dengan tidak lagi menggunakan kredit ekspor.

Misalnya, pembelian tidak dilakukan dengan sistem kredit ekspor. Kredit ekspor itu diberikan oleh suatu negara kalau barangnya dibeli atau menguntungkan negara pemberi kredit ekspor.

"Semua Alutsista kita dibeli dengan sistem kredit ekspor. Jadi harus ada penanganan yang serius mengenai Alutsista ini, sistem pembelian yang benar dan pemeliharaannya bagaimana setelah dibeli, harus ada prioritas," kata Nurhayati.

Dia meminta kepada semua pihak agar memahami hal tersebut sehingga pemerintah bisa melakukannya dengan baik dan bisa dipenuhi. "Tapi jangan diributkan dan direcoki, bagaimana bisa bekerja dan konsentrasi kalau terus direcoki," ujar dia.

Alutsista yang dimiliki oleh TNI sangat kurang sehingga untuk menjaga wilayah Indonesia tidak bisa dilakukan dengan maksimal.

Pemerintah Indonesia membeli Alutsista dari negara lain seperti Rusia dengan menggunakan kredit ekspor.

ANTARA News

Upgraded Boeing F-15Cs Arrive at US Air Force’s Kadena Air Base

4 November 2010, KADENA AIR BASE, Japan -- Boeing [NYSE: BA] and U.S. Air Force officials at Kadena Air Base celebrated the arrival of four F-15Cs upgraded with the APG-63(V)3 Active Electronically Scanned Array (AESA) radar on Oct. 21. The newly arrived F-15Cs will join the APG-63(V)1 and (V)2 aircraft already in the 44th and 67th Fighter Squadrons to provide unmatched combat power for the defense of Japan. The upgrades were installed and tested at Langley Air Force Base, Va.

Boeing is under contract to fully upgrade 27 Air Force and 18 Air National Guard F-15C/D aircraft with the APG-63(V)3 AESA over the next 10 months. A total of 54 AESA-equipped F-15C/Ds are scheduled to be on station at Kadena by September 2013.

"The fielded APG-63(V)3 air-to-air capabilities put the F-15C/D in a class by itself and ensure that the Air Force and Air National Guard F-15C/D fleets remain capable, maintainable and affordable," said Todd Burns, F-15C AESA program manager for Boeing. "Delivery of these four aircraft on schedule demonstrates Boeing's commitment to ensuring the F-15 remains a world-class multirole fighter."

Boeing's Global Services & Support division provides U.S. Air Force F-15 sustainment services including ground support equipment, spares and retrofit programs, contractor field teams and a full range of training systems and services.

The Raytheon APG-63(V)3 is a highly reliable and affordable high-performance AESA for the F-15 air-to-air variant. The AESA radar antenna is 50 times more reliable than the mechanically scanned antenna it replaces.

"This system improves our capabilities and lethality as a combat air force. We will fly our missions equipped with the world's most powerful air- to-air radar," said Brig. Gen. Ken Wilsbach, commander of the 18th Wing at Kadena. "This capability strengthens our ability to carry out our mission to provide unmatched combat power, provide a forward power projection platform, and provide for the common defense of Japan."

The APG-63(V)3 radar is the latest in a series of planned upgrades that will ensure the F-15C’s combat-proven air supremacy well into the 21st century. These include a fighter-to-fighter data link, GPS navigation and the Joint Helmet Mounted Cueing System, which enable the warfighter to conduct network centric operations while employing the latest air-to-air weapons.

Boeing

Heron Unmanned Aerial Vehicles Return to Flight Status after Temporary Suspension of flying

UAV Heron. (Photo: Australia DoD)

3 November 2010 -- Australia’s Heron Unmanned Aerial Vehicles (UAV) have returned to flight after flying of all Heron UAVs was temporarily suspended for 24 hours on 1 November.

Contractor MacDonald Dettwiler and Associates (MDA), suspended flying its fleet of Heron aircraft worldwide temporarily as a precautionary measure, pending advice from the manufacturer, Israeli Aerospace Industries (IAI), following a series of landing gear malfunctions.

Flight suspension of the Heron aircraft had minimal impact on Australian operations in Afghanistan.

A previous incident involving a landing gear malfunction caused minor damage to an Australian Heron aircraft on 28 September after the landing gear in the nose failed to deploy.

Australia DoD

Hibah F-16 Jadi Agenda Penting

Jet tempur F-16 USAF dari Skuadron 14 di Lanud Misawa, Japan 22 Oktober 2010. Amerika Serikat tidak mengembangkan lagi F-16, sebagian F-16 diubah menjadi drone. (Foto: USAF/ Staff Sgt. Samuel Morse)

5 November 2010, Jakarta -- Pembukaan kembali hubungan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan hibah pesawat F-16 menjadi agenda penting dalam bidang pertahanan yang akan ditindaklanjuti terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, November ini.

”Waktu Menteri Pertahanan (Robert) Gates ke sini, ada rencana untuk buka kerja sama secara bertahap, ini sudah masuk tahap operasional,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (4/11). Pertemuan dengan Gates itu diikuti dengan pengiriman tim bersama.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah membentuk tim, terdiri dari Kepala Bagian Litbang Kementerian Pertahanan dan Asisten Perencanaan Umum Mabes TNI, untuk membahas agenda apa saja yang ingin dibicarakan saat kedatangan Obama. ”Agenda utama, kerja sama secara gradual Kopassus dengan Pemerintah AS, terutama untuk latihan khusus,” kata Kepala Bagian Litbang Pos Hutabarat.

Indonesia juga berupaya untuk mendapatkan pesawat tempur F-16 bekas dari AS. Pesawat itu akan diberikan kepada Indonesia karena AS telah meningkatkan kelas pesawatnya ke F-18 dan lainnya. Namun, ”Kita harus melakukan retrofit atau perbaikan total. Tempatnya di AS dan harganya sepertiga dari harga pesawatnya,” kata Pos Hutabarat.

Obama dipastikan tetap ke Indonesia pada 9-10 November mendatang dan tidak terpengaruh kekalahan Partai Demokrat dalam pemilu tengah waktu (midterm election) di House of Representatives (DPR) AS.

Pasalnya, ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, hubungan Indonesia dan AS sifatnya sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi politik di AS ataupun di Indonesia. Hubungan Indonesia dan AS bersifat kemitraan yang strategis, setara, dan sangat kuat.

Marty mengungkapkan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis. Rapat dihadiri Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, dan Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal.

Menurut Dino, kedatangan Presiden Obama sangat penting untuk mendeklarasikan kerja sama kemitraan strategis yang komprehensif bersama Presiden Yudhoyono.

Terkait pengamanan Obama itu, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan akan diturunkan 9.000 personel.

KOMPAS

RI Produksi Roket Berhulu Ledak

5 November 2010, Jakarta -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memproduksi roket berhulu ledak tinggi dengan daya jangkau sekitar 14,5 kilometer. Rencananya, 2013 akan diproduksi sebanyak 750 roket dan tahun berikutnya 1000 roket.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, roket pertahanan dengan nama RHAN-122 akan dipergunakan untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AL. “Ini roket buatan Indonesia yang mempunyai hulu ledak. Diharapkan roket ini bisa digunakan untuk TNI AL,” kata Purnomo di Kantor Kementerian Pertahanan,Jakarta,kemarin.

Menurut rencana, Sabtu (6/10) akan diadakan uji coba terakhir roket yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan,PT. Pindad dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumatera Selatan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan Pos M Batubara menambahkan, roket tersebut memiliki daya ledak cukup tinggi dengan radius 150 meter.

Tidak hanya itu,sebanyak 90 persen bahan material roket berasal dari dalam negeri.“Hanya tabung serta propelan atau bahan pendorong roket yang masih didatangkan dari luar negeri karena industri dalam negeri belum bisa membuatnya,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, setiap tahunnya Balitbang Kemhan akan terus meningkatkan kemampuan roket pertahanan tersebut. Pada 2012 daya jangkau roket pertahanan akan ditingkatkan hingga 20 kilometer. “Dan di tahun 2013, jangkauan akan diusahakan mencapai 33 kilometer,” katanya. Roket tersebut, lanjutnya, akan diproduksi PT Pindad bekerja sama dengan perusahaan swasta di Malang.

SINDO

Anggaran Alutsista Capai Rp 11 Miliar

Senapan serbu SS-2. (Infografis: ugun)

4 November 2010, Jakarta -- TNI membutuhkan anggaran sebesar Rp 150 triliun sampai 2024 untuk mencapai pemenuhan kekuatan pokok minimal. "Yang sudah diketok Rp 2 triliun, sisanya akan dimasukkan dalam APBN Perubahan 2011," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di kantornya, Kamis (4/11).

Menurut Purnomo, pembicaraan APBN Perubahan rencananya dimulai pada Januari, sehingga anggaran bisa diketok palu pada Maret 2011. Dengan demikian ada banyak waktu bagi kementerian untuk membelanjakan anggaran. "Sedang diupayakan oleh DPR dan Kemenkeu, untuk memberi Rp 11 triliun bagi Kementerian Pertahanan," ujarnya.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsudin mengatakan, untuk pembelian alutsista TNI, pemerintah sekarang memang membatasi penggunaan pinjaman luar negeri dan lebih memanfaatkan pinjaman dalam negeri. Pembelian alutsista juga diutamakan yang berasal dari industri dalam negeri, begitu pula bahan bakunya.

Untuk membantu pembelian alutsista tahun ini, kata Sjafrie, TNI mendapatkan pinjaman dari bank-bank nasional senilai Rp 800 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 600 miliar di antaranya, diperoleh dari Bank Negara Indonesia (BNI 46). Sisanya didapat dari bank-bank nasional lainnya.

Pinjaman tersebut, kata Sjafrie, untuk melengkapi kebutuhan senjata serbu standar pasukan TNI, yakni jenis SS1 dan SS2 varian terakhir. Keduanya produksi PT Pindad. TNI AL juga membeli kapal patroli berukuran 40-60 meter yang diproduksi PT Palindo dan perusahaan swasta di Banyuwangi, Jawa Timur.

"TNI AU juga menambah armada helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia. Semua akan diselesaikan tahun ini," ujarnya.

TEMPO Interaktif

Thursday, November 4, 2010

Menhan Sepakati Kerja Sama Pengembangan Alutsista

Super Tucano. (Foto: Embraer)

5 November 2010 -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menyepakati kerja sama untuk pembelian pesawat pengganti Super Tucano, pengembangan produk bom udara untuk pesawat Sukhoi, program 100 roket pertahanan untuk TNI AL, dan pembuatan payung parasut untuk TNI AD.

"Kita siapkan penandatanganan kerja sama, di antaranya untuk pembelian pesawat pengganti Ofiten Bronco," Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis (4/11).

Menurut dia, ini nantinya ada partisipasi juga dari industri dalam negeri. "Kita akan mengadakan sekitar dua skuadron Super Tucano. Kita akan libatkan PT Dirgantara Indonesia (DI) dalam tahap pertama dalam setumpuk pekerjaan, dalam pemeliharaan atau pembuatan salah satu komponen. Selain itu, ada juga penadatanganan kerja sama untuk Sukhoi dan F-16 pada pembukaan pameran," katanya.

Pertumbuhan signifikan

Ia menyatakan, industri pertahanan Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Untuk melengkapi alutsista di pesawat tempur Sukhoi, Indonesia telah menyiapkan bom P-100 dan P-100L yang dibuat PT Pindad di Malang.

"Ada bom P-100 dan P-100L yang dibuat di Malang. Bom ini bisa dipakai Sukhoi. Pembuatan bom ini hasil kerja sama PT Pindad dengan perusahaan di Malang. Selain itu, ada parasut dalam negeri yang dibuat di Tulungagung. Perlengkapan militer non-alusista, parasut untuk terjun," ujar Purnomo.

Sementara itu, sebanyak 38 negara, ikut serta dalam Pameran Industri Pertahanan (Indo Defence) 2010 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran Jakarta, 10-13 November 2010. Keikutsertaan 38 negara ini, meningkat siginifkan dibandingkan pameran industri pertahanan pada 2008.

"Total ada 400 peserta dari 38 negara. Bila dihitung, peserta untuk pameran 2010 ini naik 40 persen dibandingkan pelaksanaan tahun 2008. Total negara peserta, naik 5 persen. Sedangkan total paviliun negara, naik 70 persen," ujar Menhan. Pameran akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Indo Defence 2010, memamerkan hasil industri pertahanan dari tiga matra, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Misalnya, peralatan teknologi pertahanan dan keamanan yang biasa dipakai militer, logistik, senjata api, peluru, pesawat tempur, sistem komunikasi, sistem keamanan, radar, helm, ransel, tenda, teknologi penerbangan dan maritim. Selain itu, Indo Defence 2010 menampilkan produk yang biasa menjadi fasilitas bandara udara dan pelabuhan, kapal selam.

Sebanyak 17 negara, juga membuka pavilion country, di antaranya Australia, Belanda, Inggris, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Perancis, Portugal, Cekoslowakia, Singapura, Polandia, Rusia, Turki, Ukraina dan Indonesia.

Sedangkan, Pakistan yang memiliki produk pesawat tempur canggih FJ-17, tidak terlibat dalam pamaren industri kali ini, karena sedang menyelenggarakan pameran yang sama di negaranya.

Purnomo menargetkan, jumlah pengunjung Indo Defence 2010 mencapai 20 ribu orang. Pada hari terakhir, pameran akan dibuka untuk umum. "Pameran IDAM 2010 Expo dan Forum ini, merupakan pameran industri pertahanan terlengkap yang pernah digelar di Indonesia. Selain menampilkan produk teknologi di bidang pertahanan, juga diselenggarakan berbagai presentasi dalam forum diskusi dan seminar dari para peserta pameran yang menjelaskan secara teknik keungguan produk mereka," ujarnya.

Menurut Purnomo, Indo Defence 2010 akan dijadikan media komunikasi dan informasi yang efektif untuk menjalin kontak bisnis dan transfer teknologi yang pada akhirnya memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan industri pertahanan dan keamanan di Indonesia.

"Even ini ,merupakan langkah awal dalam rencana jangka panjang untuk emmbangun industri perrtahanan dan keamanan di Indonesia," ucapnya.

Suara Karya

AU Kolombia Tampilkan Pesawat Latih Pertama Rakitan di Kolombia

T-90 Calima. (Foto: Getty Images)

4 November 2010 -- Angkatan Udara Kolombia mempertunjukan pesawat latih militer pertama dibuat di Kolombia, Rabu (3/11), T-90 Calima direncanakan dirakit 25 unit sebelum akhir tahun 2011.

KASAU Kolombia Jenderal Julio Alberto Gonzalez, mengatakan saat jumpa wartawan bahwa pesawat Lancair Synergy (T-90 Calima) versi modifikasi dari Lancair Legacy FG, yang telah dirancang ulang oleh Lancair untuk kinerja tinggi misi pelatihan.

AU Kolombia membeli 25 pesawat dalam keadaan terurai dan siap dirakit dari Redmond, Oregon, Amerika Serikat. T-90 akan menggantikan T-41 Mescalero dan T-38 Mentor, saat ini digunakan untuk melatih pilot AU Kolombia.

Tiga T-90 dioperasikan tahun ini dan sisanya 22 pesawat pada 2011. Proyek pembelian 25 pesawat senilai 10,5 juta dolar, diungkapkan Jenderal Gonzalez.

T-90 Calima mempunyai panjang 22,5 kaki dan lebar sayap 28,8 kaki, kecepatan jelajah 160 knot.

(Photo: Getty Images)

(Photo: AP)


(Photo: Reuters)

Latin American Herald Tribune
/Berita HanKam

Major Five Power Defence Arrangements Exercise comes to an end in SE Asia

Members from No 1 Airfield Operations Support Squadron detachment Butterworth load a C-130J Hercules with equipment bound for Australia at the end of Exercise Bersama Padu 2010. (Photo: Australia DoD)

4 November 2010 -- A milestone exercise in the Bersama series has come to an end in Malaysia and the South China Sea with the official closing ceremony of Exercise Bersama Padu 2010 (BP10) held on 29 October at RMAF Butterworth.

Exercise BP10 was the first in the series to include a land force element comprised of soldiers from Australia and Malaysia, collectively known as the Five Powers Rifle Company (FPRC).

In total, BP10 involved 1100 Australian Defence Force personnel, which Commander of the Australian Contingent Wing Commander Kenneth Robinson said demonstrated the importance Australia placed on the Five Power Defence Arrangement (FPDA) and its commitment to security and stability in the region.

“The Australian Defence Force’s contribution to Bersama Padu 10 is a tangible sign of our enduring commitment to the FPDA,” he said.

“The maritime component of Australia’s contribution to the exercise was the largest in several years, and we were especially pleased with the exercise activity and the value derived by our task group.”

Wing Commander Robinson made special mention of the introduction and integration of the land component into the Field Training Exercise.

“The Commanding Officer of HMAS Tobruk, Commander Paul Scott, has conveyed to me a particular sense of pride and achievement in terms of that ship’s contribution to the effective and safe amphibious lodgement of a composite rifle company,” he said.




An F/A-18 Hornet from No 3 Squadron powers off the runway at the Royal Malaysian Air Force Base Butterworth on its way back to Australia at the end of Exercise Bersama Padu 2010. (Photo: Australia DoD)

The FPDA was established in 1971 and continues to be an integral part of the regional security architecture because of its ability to remain relevant to the needs of its members by adapting to the changing security environment.

Exercise BP10 was conducted from 11-29 October, and involved four RAN ships, Clearance Diving Team 1, eight F/A 18s from No3 Squadron, and Rifle Company Butterworth.

Australia DoD

Danlantamal III Resmikan Kapal Penyeberangan

3 November 2010, Jakarta -- Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III (Danlantamal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul meresmikan penggunaan sloop (kapal penyeberangan) di Kesatrian Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (3/11/2010). Sebelum meresmikan, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul menerima sloop (kapal penyeberangan) yang diserahkan oleh Direktur PT Pelangi Ny Yohana sebagai pelaksana pembuatan Sloop. (Foto: Lantamal III)

Dalam Amanatnya Danlantamal III mengatakan pembangunan Slop Alat penyeberangan merupakan bagian dari kebijaksanaan pemimpin TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemudahan bagi warga Pondok Dayung dalam melaksanakan aktifitas baik sebagai anggota yang dinas di kesatrian Pondok Dayung maupun warga sekitar wilayah Pondok dayung dan mengharapkan dengan adanya alat penyeberangan dapat meningkatkan kinerja setiap anggota baik secara individu maupun kesatuan dalam rangka pelaksanaan tugas. (Foto: Lantamal III)

Kapal penyeberangan yang diresmikan ini memiliki panjang 14 meter, lebar 3,4 meter, tinggi 2 meter dan draft 1 meter dengan mesin berkekuatan 78 Hp . Kapal ini mampu mampu mengangkut personel sebanyak 30 orang. (Foto: Lantamal III)

Sembilan Perusahaan Rusia Ikuti Indo Defense 2010

Rusia akan menampilkan BMP-3 yang dibeli Korps Marinir di Indo Defense 2010. (Foto: RIA Novosti/Alexei Kudenko)

4 November 2010 -- Sembilan perusahaan pertahanan akan memamerkan berbagai jenis persenjataan canggih di pameran senjata dua tahunan di Indonesia.

Indo Defense 2010 Expo akan dibuka 10 November di Jakarta, diikuti 400 peserta dari 38 negara hingga 13 November.

“Rusia akan menampilkan berbagai jenis peralatan canggih untuk Angkatan Darat, Angkatan Udara, pertahanan udara, Angkatan Laut, pasukan khusus, peperangan elektronik, medis militer dan pelatihan perang “ diumumkan pemerintah Rusia, Rabu (3/11).

Rusia telah mengekspor senjata ke lebih 100 negara.

Negara tujuan utama ekspor India, Indonesia, Aljazair, Cina, Venezuela, Malaysia dan Syria. Vietnam juga menjadi importir senjata Rusia utama setelah meneken kesepakatan pembelian kapal selam, jet tempur serta perangkat keras militer lainnya akhir tahun lalu.

Ekspor senjata Rusia diharapkan mencapai diatas 10 milyar dolar pada 2010. Pada 2009, Rusia mengekspor senjata senilai 8,5 milyar dolar, termasuk 7,4 milyar dolar melalui Rosobornexport.

Rusia menghadapi persaingan dalam penjualan senjata di pasar internasional dari Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Inggris dan Cina.

RIA Novosti
/Berita HanKam

KRI Imam Bonjol-383 Tinggalkan Mentawai

KRI Imam Bonjol. (Foto: ANTARA)

4 November 2010, Padang -- KRI Imam Bonjol-383,salah satu dari empat kapal perangTNI Angkatan Lautyang diperbantukan untuk mengirim logistik dan relawan bencana tsunami di Mentawai, sejak Rabu (3/11)meninggalkan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

KRI Imam Bonjol-383 tersebut telah diperbantukan sejak Jum`at (29/10) di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan mengirimkan 50 personil Marinir dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II yang berangkat dari Jakarta, di bawah Komando Letkol Laut Yohannes Jarnako.

"Kita saat ini telah meninggalkan Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan kembali melakukan tugas kita untuk mengamankan perairan sebelah selatan kepulauan Indonesia, demi terjaganya Negara Kesetuan Republik Indonesia (NKRI), kata Yohannes.

Dengan tidak beroperasinya KRI Imam Bonjol tersebut, saat ini tinggal tiga KRI yang diperbantukan untuk transportasi laut menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai, yakni KRI Gilimanuk-531, KRI Teluk Cirebon -543,serta KRI Teluk Manado-543.

Penarikan KRI Imam Bonjol tersebut dibenarkan oleh Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) II Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat, Purnama Meliala.

Purnama mengatakan,"saat ini KRI Imam Bonjol memang telah ditarik dan dikembalikan ke fungsi sebenarnya menjaga perairan nusantara, karena memang fungsi KRI ini agak berbeda dengan tiga KRI lainya," katanya.

"KRI Imam Bonjol tidak dapat mengangkut relawan dan logistik secara banyak, karena memang fungsi utamanya untuk pengamanan, sedangkan tiga KRI lainya dapat mengangkut logistik dan relawan secara banyak, sehingga masih dibutuhkan untuk beroperasi di Mentawai," kata Purnama.

Tiga KRI yang masih beroperasi tersebut digunakan untuk menyalurkan bantuan dari dua pelabuhan yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat, yakni Pelabuhan Teluk Bayur, dan Pelabuhan Bungus, serta penarikan relwan yang saat ini masih ada sebanyak 170 orang dari Kabupaten Kepulauan Mentawai menuju Kota Padang di luar TNI dan Polri.

ANTARA News

Menhan RI: Indo Defence 2010 Sebagai Ajang Mendorong Tumbuhnya Industri Pertahanan Dalam Negeri

Kapal patroli TNI AL buatan galangan kapal dalam negeri dipamerkan di Indo Defence 2006. (Foto: Berita HanKam)

4 November 2010, Jakarta -- Indo Defence, Indo Aerospace dan Indo Marine yang disingkat IDAM 2010 Expo & Forum akan lebih menarik dikarenakan pada perhelatan tahun ini, diharapkan sebagai ajang untuk mendorong tumbuhnya peranan industri pertahanan dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Purnomo Yusgiantoro, sesaat membuka Konferensi Pers tentang persiapan Indonesia menggelar perhelatan bergengsi berupa pameran internasional industri pertahanan, tiga matra angkatan bersenjata dan security / keamanan atau Indo Defence 2010 di kantor Kemhan RI Jakarta, Selasa (12/10).

Lebih lanjut Menhan menjelaskan beberapa kesepakatan kerjasama (Memorandum Of Understanding) akan ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan, TNI maupun mitra kerja industri strategis nasional baik milik pemerintah maupun swasta, antara lain program penggantian pesawat OV-10 Bronco, pengembangan produk bom udara P-100P dan P-100L untuk persenjataan pesawat Sukhoi serta program produksi 1000 roket pertahanan untuk TNI AL hingga tahun 2014 dan untuk tahap pertama akan dibuat sebanyak 750 roket hingga tahun 2013.

Selain dilaksanakannya Indo Defence untuk ke empat kalinya, pameran kedirgantaraan, Indo Aerospace, dan pameran kemaritiman , Indo Marine, juga akan dilaksanakan untuk yang kedua. Dan pertama kalinya Indonesia menggelar Tri Matra dalam Pamerran yang diberi nama IDAM 2010 Expo & Forum, merupakan pameran industri pertahanan Indonesia yang terlengkap selama penyelenggaraannya yang akan berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, dari tanggal 10 November sampai dengan 13 November 2010.

IDAM 2010 Expo & Forum ini akan diikuti oleh lebih dari 400 peserta pameran dari 38 negara dan sebanyak 17 negara membuka pavilion country yaitu Australia, Belanda, Inggris, Itali, Jerman, Korea, Malaysia, Perancis, Portugal, Republik Ceko, Republik Slovakia, Singapura, Polandia, Rusia, Turki, Ukraina dan termasuk Indonesia.

Beragam peralatan militer yang dipamerkan seperti peralatan teknologi di bidang pertahanan dan keamanan, militer/bersenjata, logistik, senjata api, peluru, pesawat tempur, sistem komunikasi, sistem keamanan, radar, helm, ransel, tenda, teknologi penerbangan dan maritim, fasilitas bandara & pelabuhan kapal selam dan lain -lain. Selain menampilkan berbagai produk teknologi di bidang pertahanan juga di selenggarakan berbagai presentasi dalam forum diskusi dan seminar dari para peserta pameran yang menjelaskan secara teknik keunggulan produk mereka. Forum seminar berfokus pada tema Empowering Indonesia’s Aerospace Industry to Increase National Aerospace Capabilities, diselenggarakan oleh Frost & Sulivan bekerjasama dengan CSDS (Center for Security and Defence Studies)

Diharapkan ajang ini dapat menjadi media komunikasi dan informasi yang efektif untuk menjalin kontak bisnis dan transfer teknologi, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan industri pertahanan dan keamanan di Indonesia, lebih lanjut ditambahkan Menhan.

Menanggapi anggaran pertahanan yang diperoleh melalui pinjaman dari Bank Pemerintah, Wakil Menhan, Sjahfrie Sjamsoeddin menyampaikan, bahwa seluruh anggaran pertahanan yang diperoleh melalui pinjaman Bank dalam negeri akan digunakan untuk membeli alut sista dan persenjataan TNI, yang diproduksi oleh Industri pertahanan dalam negeri. Sebagai contoh, anggaran tersebut digunakan membeli senjata serbu SS-1 dan amunisinya dari PT Pindad untuk TNI Angkatan Darat dan pembelian kapal patroli untuk TNI AL dari galangan kapal PT PAL atau perusahaan swasta dalam negeri yang berada di Banyuwangi. Hal tersebut sebagai komitmen pemerintah mendorong tumbuhnya industri pertahanan dalam negeri menuju revitalisasi industri pertahanan, tambah Wamenhan

Even bergengsi ini diselenggarakan oleh PT. Napindo Media Ashatama, didukung oleh Kementerian Perhubungan, Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, TNI, Kepolisian Republik Indonesia dan Asosiasi Asosiasi Terkait. Disamping itu dilaksanakan juga pameran foto jurnalistik dari wartawan foto dan biro Humas Setjen Kementerian Pertahanan yang terdiri dari 75 buah foto sebagai bagian kecil selain jejak pertahanan negara dalam beberapa tahun terakhir. Melalui pameran foto jurnalistik ini selain mampu mengangkat nilai seni jurnalistik foto, juga sebagai bahan sosialisasi perkembangan pertahanan negara melalui karya jurnalistik foto.

IDAM 2010 Expo & Forum menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 10 November 2010, yang akan dimeriahkan dengan sebuah atraksi berupa terjun payung oleh para prajurit ketiga Angkatan dan Polri serta anggota FASI, yang akan membawa bendera BUMNIP, serta Tim Aerobatic dari Australia.

Pameran ini akan menarik bagi kalangan TNI (AD, AL, AU) dan Kepolisian, professional bidang kedirgantaraan dan pertahanan, akademi militer dan kepolisian serta perguruan tinggi, sedangkan pada hari terakhir pameran akan dibuka bagi umum.

Turut mendampingi Menhan dalam koonferensi pers tersebut, Wamenhan, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Supandji D.E.A., Dirut PT. Napindo Media Ashatama, Herman Wiriadipoera dan pejabat teras di lingkungan Kemhan RI.

DMC

TNI AL Berdayakan 11 Kapal Perang Bantu Korban


4 Nopember 2010, Jakarta -- TNI Angkatan Laut memberdayakan sebelas kapal perang untuk membantu para korban bencana alam banjir bandang di Wasior, Papua Barat, letusan gunung merapi di Sleman, Jawa Tengah dan bencana tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.

"Sebanyak sebelas kapal perang dan satu pesawat udara TNI AL jenis Cassa serta sedikitnya 2.145 personel TNI Angkatan Laut telah dikerahkan untuk menangani para korban bencana," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma TNI Herry Setianegara kepada Suara Karya di Jakarta, Rabu (3/11).

TNI AL mengerahkan lima kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), seperti KRI Hasanuddin-366, KRI Fatahillah-361, KRI Kalakay-818, KRI Dr Soeharso-990, dan KRI Ahmad Yani-351. Kapal perang ini diberdayakan untuk mengangkut makanan, obat-obatan, peralatan laboratorium, kendaraan, serta personel TNI.

"Bahkan KRI Hasanuddin-366 digunakan sebagai sarana tranportasi laut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan untuk melaksanakan peninjauannya menuju Wasior," ujar Herry.

Satgas pemulihan

Ia menjelaskan, TNI punya kewajiban dan tanggung jawab terhadap korban bencana alam yang terjadi di Tanah Air. Seperti yang termuat dalam UU nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, bahwa TNI melaksanakan operasi militer selain perang. Salah satu substansi UU itu adalah penanganan bencana alam. "Satgas ini dibentuk guna membantu misi kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami," ujar dia.

Berdasarkan amanat UU, kata Herry, TNI AL membentuk Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Pasca Bencana (Satgas PRPB) untuk membantu pemulihan bencana di Distrik Wasior.

"TNI AL membentuk Satgas PRPB yang dipimpin Kolonel TNI Benny Sukandari sebagai Komandan Satgas. Dengan menggunakan Kapal rumah sakit KRI Dr Soeharso-990 yang dilengkapi 73 orang tim medis yang terdiri dari para dokter umum, dokter spesialis berikut paramedis," ujar dia.

Satgas PRPB saat ini berada di Wasior bersama 400 prajurit Korps Marinir yang juga diterjunkan untuk melaksanakan bhakti sosial kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka menangani korban banjir bandang masyarakat Wasior yang luka-luka.

Selanjutnya, untuk penanggulangan korban bencana tsunami di mentawai, dikatakan Herry, lima kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), seperti KRI Imam Bonjol-383, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Peleng-535, KRI Teluk Sabang-544, dan KTI Teluk Cirebon-543, dan sebuah unsur dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yaitu KRI Teluk Manado-537 diberdayakan mengangkut makanan, obat-obatan, selimut, tenda, pakaian, kendaraan truk, ambulan dan personel prajurit.

Suara Karya

Wednesday, November 3, 2010

Arab Saudi Tertarik Borong Tank Leopard dari Spanyol

Wakil Menhan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud berbicara dengan Menhan Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero saat berkunjung ke Istana Moncloa, Madrid, Selasa (2/10). (Foto: Reuters)

3 November 2010 -- Pangeran Khaled bin Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriquez Zapatero, saat berkunjung ke Spanyol, Selasa (2/10) diberitakan kantor berita AFP.

Kedua pejabat mendiskusikan pembelian tank Leopard 2E buatan Spanyol senilai lebih dari 3 milyar euro, pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan untuk diteken, ungkap seorang pejabat Spanyol.

Arab Saudi “ memperlihatkan ketertarikan mengakusisi tank dan Spanyol percaya mempunyai tank yang diinginkan Arab Saudi dalam hal kualitas dan harga yang kompetitif,“ tambah pejabat tersebut.

Spanyol akan bekerja menyelesaikan kesepakatan dan negosiasi dapat terjadi minggu atau bulan depan, ucap seorang sumber, ditambahkannya delegasi Arab Saudi akan berkunjung melakukan penilaian spesifikasi tank.

Tank Leopard 2E AD Spanyol. (Foto: armyrecognition.com)

Harian El Pais memberitakan minggu lalu, jika kesepakatan pembelian terjadi akan menjadikan penjualan senjata terbesar dalam sejarah Spanyol.

Akan tetapi, penekenan kontrak tergantung persetujuan perusahaan Jerman Kraus-Maffei and Rheinmetaal Group, selaku pemilik hak paten tank Leopard.

Tank Leopard yang dioperasikan oleh Angkatan Darat Spanyol dibuat oleh General Dynamaic-Santa Barbara.

Arab Saudi dan Spanyol meneken kerjasama militer pada 2008, saat hanya terbatas dalam pelatihan pilot jet tempur Typhoon AU Arab Saudi oleh AU Spanyol di pangkalan udara Moron Spanyol.

AFP/Berita Hankam

TNI AL Kerahkan Alutsista dan Prajurit Tangani Bencana Alam di Wasior, Mentawai dan Merapi

Sejumlah personil Korps Marinir TNI AL menaikan dan menyusun bahan bantuan dan logistik ke kapal bermotor untuk didistribusikan kepada korban gempa dan tsunami di PelabuhanLaut Sikakap,Mentawai, Rabu (3/11). Pendistribusian bantuan lewat laut kembali dilakukan setelah sebelumnya dihentikan akibat cuaca buruk yang melanda perairan laut Mentawai, pascabencana yang menewaskan 427 orang dan 75 orang hilang. (Foto: ANTARA/Hendra Agusta/Koz/hp/10)

3 November 2010 -- Sebanyak 11 kapal perang dan satu pesawat udara TNI AL jenis Cassa serta sedikitnya 2.145 personel TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk menangani berbagai bencana yang menimpa tanah air, baik banjir bandang di Distrik Wasior, Teluk Wondana, Provinsi di Papua Barat, meletusnya Gunung Merapi, Sleman di Jawa Tengah serta musibah Tsunami di bagian Barat Kepulauan Mentawai, Sumatera.

Pada penanganan bencana banjir bandang di Wasior, 5 kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), masing-masing KRI Hasanuddin-366, KRI Fatahillah-361, KRI Kalakay-818, KRI dr. Soeharso-990, dan KRI Ahmad Yani-351, dikerahkan untuk mengangkut barang bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, peralatan laboratorium, kendaraan, serta personel. Bahkan KRI Hasanuddin-366 digunakan sebagai sarana tranportasi laut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan untuk melaksanakan peninjauannya menuju Wasior.

Untuk membantu pemulihan bencana di Distrik Wasior, TNI AL bahkan telah membentuk Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Pasca Bencana (Satgas PRPB) yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Benny Sukandari sebagai Komandan Satgas. Dengan menggunakan Kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 yang dilengkapi 73 orang tim medis yang terdiri dari para dokter umum, dokter spesialis berikut paramedis, satgas saat ini telah berada di Wasior bersama 400 prajurit Korps Marinir yang juga diterjunkan untuk melaksanakan bhakti sosial kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka menangani korban banjir bandang masyarakat Wasior yang luka-luka.

400 prajurit yang diberangkatkan ke Wasior, Papua Barat ini berasal dari Resimen Bantuan Tempur-1 Marinir, Brigif-1 Marinir, Resimen Kavaleri-1 Marinir dan Batalyon Taifib-1 Marinir. (Foto: Kuwadi/Dispen Marinir)

Selanjutnya untuk menangani musibah tsunami di Kepulauan Mentawai, 5 (lima) unsur kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat yakni KRI Imam Bonjol-383, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Peleng-535, KRI Teluk Sabang-544, dan KTI Teluk Cirebon-543, dan sebuah unsur dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yaitu KRI Teluk Manado-537 dikerahkan untuk mengangkut berbagai jenis bahan makanan, obat-obatan, selimut, tenda, pakaian, kendaraan truk, ambulan dan personel dalam rangka melaksanakan operasi tanggap darurat membantu meringankan derita warga Kepulauan Mentawai. Sedangkan pesawat Cassa TNI AL dari Satuan Udara Armada RI Kawasan Barat diperbantukan untuk melaksanakan dropping bahan makan dari udara ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau transportasi lainnya.

Selain kedua lokasi musibah di atas, prajurit TNI AL juga diterjunkan untuk membantu operasi tanggap darurat musibah meletusnya Gunung Merapi di Sleman, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 160 prajurit TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta dikerahkan menangani warga yang tetimpa musibah tersebut.

Menurut Kepada Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), dikerahkannya Alutsista termasuk pengerahan prajurit TNI AL sebagai Satgas penanggulangan bencana di tanah air, merupakan perwujudan dari tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Satgas ini dibentuk guna membantu misi kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami, kata Kadispenal.

Para personel TNI AL ini, lanjut Kadispenal, selain mengoperasikan rumah sakit terapung pada KRI dr. Soeharso-990 atau mendirikan rumah sakit lapangan di tempat-tempat pengungsian, juga melaksanakan SAR untuk mencari warga yang hilang maupun tewas, serta mendistribusikan bahan bantuan.

Dispenal

Sertijab Komandan Wing 1 dan 2 Serta Danlanud Juanda


3 November 2010, Surabaya -- Sertijab dilingkungan TNI merupakan bagian dari system pembinaan personil yang berlaku di tubuh TNI. Hal ini dilakukan untuk menghadapi dinamika organisasi yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan perkembangan jaman sekaligus untuk penyegaran dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas disemua Strata Komando.

Pada hari Selasa 02 Nopember 2010 pukul 08.30 Wib yang bertempat di Apron Hanggar Lanudal Juanda telah dilaksanakan Upacara Sertijab Komandan Wing 1 dari Kolonel Laut (P) Subariyoto, kepada Kolonel Laut (P) Dadun Kohar, Komandan Wing 2 dari Kolonel Laut (P) Supranyoto kepada Kolonel Laut (P) Sigit Setiyanta dan Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Dadun Kohar kepada Kolonel Laut (P) Supranyoto berjalan dengan lancar.



Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI H. Sipahutar, M.Sc dalam amanatnya mengatakan Serah Terima Jabatan yang ditandai dengan penyerahan Tongkat Komando dan Dhuaja ini pada hakekatnya merupakan bagian penting dari proses kaderisasi untuk mendinamisasikan organisasi agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, hanya para perwira terpilihlah yang akan mendapat kepercayaan dan kehormatan untuk membuktikan kemampuan kepemimpinannya melalui penempatan dan penugasan di berbagai jabatan strategis.



Mengakhiri amanatnya beliau menyampaikan ucapan selamat kepada Kolonel Laut (P) Dadun Kohar, Kolonel Laut (P) Sigit Setiyanta dan Kolonel Laut (P) Supranyoto atas jabatan sebagai Komandan Wing Udara 1, 2, Komandan Lanudal Juanda yang baru.

Puspenerbal

AL Norwegia Terima Kapal Patroli Kelas Skjold Kedua

KNM Skudd-P962. (Foto: Geir Vinnes)

3 November 2010 -- Angkatan Laut Kerajaan Norwegia menerima kapal patroli cepat kedua kelas Skjold. Kapal diberinama KNM Skudd-P962, bagian dari program pembelian enam kapal patroli kelas Skjold.

Kapal kelas Skjold dirancang beroperasi diperairan pesisir Norwegia dan dilengkapi perangkat telekomunikasi dan sensor sesuai standar internasional dan NATO.

Skjold dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Perancis DCNS bersama dua perusahaan Norwegia Umoe Mandal dan Kongsberg Defence & Aerospace.

Ukuran kapal kurang dari 50 meter dan dilengkapi persenjataan berat, enam rudal laut-laut dan meriam 76 mm berkemampuan melayani sejumlah sasaran secara simultan pada jarak 12 km.

Kapal pertama diberinama KNM Storm P-961 diserahkan September, sedangkan empat kapal sebelum akhir tahun 2011.

DCNS/Berita HanKam

Latihan Navigasi Udara

KT-1B Wong Bee TNI AU. (Foto: KIA)

3 November 2010, Yogyakarta -- Sebanyak 15 siswa Sekolah Instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara A-64 melaksanakan Latihan Navigasi Udara. Latihan Navigasi Udara menggunakan pesawat KT-1 B ini dilaksanakan sejak tanggal 29 Oktober hingga 4 Nopember dengan mengambil rute Adisutjipto–Abdulrahman Saleh–Ngurah Rai–Abdulrahman Saleh–Adisutjipto.

Komandan Skadron Pendidikan 102 Letnan Kolonel Pnb Ramot C Sinaga menjelaskan selain siswa SIP TNI A-64, 9 siswa Sekbang A-81 direncanakan juga akan melaksanakan Latihan Navigasi Udara.

Menurutnya untuk siswa Sekbang, Latihan Navigasi Udara dibagi menjadi dua kegiatan yaitu Navigasi Jarak Sedang dan Navigasi Jarak Jauh.

Lebih lanjut Letnan Kolonel Pnb Ramot C Sinaga mengatakan untuk Navigasi Jarak Sedang akan mengambil rute, Adisutjipto–Abdulrahman Saleh–Adisutjipto, dilaksanakan pada tanggal 8–11 Nopember, sementara untuk Navigasi Jarak Jauh dengan rute Adisutjipto, Abdulrahman Saleh, Rembiga, Abdulrahman Saleh dan Adisutjipto direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 16 Nopember.

Latihan Navigasi Udara untuk siswa Sekbang menggunakan pesawat latih T-34/Chalie, paparnya.

Letnan Kolonel Pnb Ramot C Sinaga menambahkan Latihan Navigasi Udara merupakan salah satu kurikulum pendidikan di Skadik 102, untuk itu para siswa baik dari SIP TNI A-64 maupun Sekbang A-81wajib mengikutinya.

Dispenau

Akhirnya AL Yunani Operasikan Kapal Selam HS Papanikolis

Kapal selam tipe 214 HS Papanikolis. (Foto: Hellenic Shipyards S.A.)

3 November 2010 -- Perselisihan antara Angkatan Laut Yunani dan pabrik kapal selam Jerman ThyssenKrupp Marine Systems mencapai titik temu akhir Oktober dengan diumumkannya kesepakatan pengiriman kapal selam tipe 214 HS Papanikolis serta melanjutkan pengerjaan dua kapal selam lainnya.

Yunani menolak menerima HS Papanikolis pada 2006, setelah selesai dibangun oleh Howaldtswerke-Deutsche Werft GmbH (HDW), Kiel, Jerman dengan alasan kinerja kapal selam tidak sesuai dengan persyaratan AL Yunani. Kapal selam diuji oleh pemerintah Jerman pada 2008 dan dinyatakan kinerja kapal selam memenuhi atau melebihi standar.

Para awak HS Papanikolis akan dilatih dan mendapatkan sertifikasi pengoperasian kapal selam. Kapal selam diharapkan berlayar ke Yunani pada tahun depan.

AL Yunani mengeluarkan program Neptune II bertujuan meningkatkan kemampuan armada kapal selam, dengan mengakuisisi tiga kapal selam tipe 214 dari Jerman.

HS Papanikolis berbobot 1700 ton, panjang 65 meter dan dioperasikan 27 orang. Kapal selam dilengkapi dengan Air-Independent Propulsion (AIP), membuat mampu berada dibawah permukaan laut lebih lama, selain itu menghasilkan bunyi sangat senyap, tidak menghasilkan panas, menjadikan kapal berkemampuan siluman.

Defence News/Berita HanKam

Maritime Security & Safety di Selat Malaka

KRI Ahmad Yani-351. (Foto: Dispenal)

3 November 2010 -- Selat Malaka merupakan salah satu jalur perdagangan dunia yang paling strategis. Tak heran jika aksi pembajakan dan kejahatan terjadi selama berabad-abad di wilayah ini. Persoalannya kemudian, bagaimana menciptakan keamanan laut di Selat Malaka.

Isu ancaman yang menjadi perdebatan ini tidak hanya bagi negaranegara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, tetapi juga negara-negara lain yang memiliki kepentingan strategis di sana seperti China,India,Jepang,dan Amerika Serikat. Selat Malaka dan Selat Singapura memiliki panjang sekitar 520 mil laut dan merupakan selat terpanjang yang digunakan untuk perairan internasional.

Pada bagian pintu masuk, di wilayah pantai barat Indonesia dan Malaysia lebar selat sekitar 200 mil laut. Selat membujur ke arah tenggara sekitar 3 derajat. Di sinilah wilayah kedaulatan Indonesia dan Malaysia menjadi tumpang tindih. Bagian tersempit berada di ujung barat daya Semenanjung Melayu memiliki lebar hanya 8,4 mil laut. Jarak paling sempit di sekitar Selat Singapura adalah 3,2 km sepanjang 15 mil dengan kedalaman kurang dari 75 kaki.

Kesibukan dan dampak security & safety apa yang dapat terjadi di Selat Malaka dapat dipantau dari data pergerakan kapal di Selat Malaka (1999–2009) yang meningkat signifikan setiap tahunnya. Jenis kapal yang melintasi selat ini sepanjang periode tersebut sebanyak 228.506 kapal kontainer, 162.250 kapal tanker, 78.706 bulk vessel, kapal kargo 76.273, disusul jenis kapal ro-ro sebanyak 38.411, kapal penumpang 27.234, kapal armada AL 11.133, dan sisanya kapal penangkap ikan.

Di penghujung 2010 kapal yang melintas telah mencapai 71.359 kapal dari sebanyak 63.636 kapal (di tahun 2004) dan hanya 43.965 (di tahun 1999).Kesibukan di selat ini diperkirakan akan meningkat mencapai angka 316.700 kapal di tahun 2024 dan akan mencapai 1.300.000 pada tahun 2083! Lalu,siapkah kita mengawasi dan menangani security & safetydi Selat Malaka?

Eyes in the sky

Melihat rawannya keamanan Selat Malaka,melalui beberapa inisiatif, telah dilakukan pemantauan dan patroli bersama antara ketiga negara pesisir Indonesia,Malaysia, dan Singapura yang beroperasi di bawah struktur komando yang terkoordinasi.“ Eyes in the Sky” (EiS) merupakan bagian dari Malacca Strait Security Initiative (MSSI). Ketiga negara dan kemudian Thailand ikut di dalamnya (dimulai pada 2005) yang melibatkan pelaksanaan patroli bersama pemantauan terhadap Selat Malaka.

Berdasarkan inisiatif EiS, masing-masing negara diharuskan untuk melakukan patroli udara dua kali per Minggu.Setiap penerbangan membawa misi tim patroli gabungan yang terdiri dari personel yang berasal dari negara-negara partisipan. EiS dikoordinasikan sedemikian rupa sehingga pengawasan udara yang dilakukan oleh minimal satu atau dua pesawat harus dijalankan setiap hari.

EiS sendiri berada di bawah payung Malacca Strait Patrol Network. Meski program ini dapat dikatakan berhasil, program EiS banyak kemudian dikritik karena rendahnya jumlah penerbangan dari yang sebenarnya ditentukan dan terbatasnya sumber daya dalam merespons berbagai titik-titik rawan (hotspots). Wilayah operasi program EiS ini mencakup wilayah udara internasional dan nasional sepanjang Selat Malaka dan Singapura.Pusat operasi EiS sendiri didirikan di masing-masing negara untuk mengoordinasikan jadwal penerbangan.

Pemantauan oleh pesawat diperbolehkan hingga 3 mil laut ke perairan kedaulatan negaranegara partisipan. Hanya, patroli laut tetap dilakukan oleh masingmasing negara dan bukan merupakan patroli gabungan.Artinya, pengejaran atau patroli laut ke wilayah perairan kedaulatan negara tetangga tidak diizinkan, dan ini yang masih menjadi celah para pelaku kejahatan di Selat Malaka yang dengan mudah berpindah dari satu teritori ke satu ke lainnya.

Di samping pesawat intai, pemantauan di Selat Malaka juga dilakukan melalui satelit dan sistem radar darat, seperti marine electronic highway (MEH). Sistem ini merupakan bentuk dari sistem pemantauan dan identifikasi situasi untuk melakukan identifikasi jarak jauh dan pelacakan kapal, termasuk penggunaan sistem identifikasi otomatis. Malaysia telah mengembangkan jaringan radar pantai dan stasiun dasar AIS (automatic navigation system) untuk memberikan pelayanan lalu lintas kapal (VTS) dan membantu dalam menginformasikan situasi yang terjadi di Selat Malaka.

Jaringan ini menyediakan coverage yang komprehensif di Selat Malaka, khususnya di wilayah teritorial Malaysia. International Maritime Organization (IMO) dan ketiga negara pesisir telah memperkenalkan pengamanan wilayah atas kapal yang melintasi Selat Malaka, dikenal sebagai Straitrep. Sistem ini memfasilitasi, mengidentifikasi serta meningkatkan komunikasi antara kapal dan otoritas yang berada di pantai.

Straitrep memungkinkan pihak berwenang untuk memberikan informasi kepada kapal-kapal pengguna terkait dengan situasi lalu lintas di Selat Malaka, memfasilitasi operasi SAR dan tanggapan terhadap insiden maritim yang terjadi. Kesemuanya ini sangat berkaitan dengan United Nations Conventiononthe Lawofthe Sea( UNCLOS).

Pasal 43 dari UNCLOS telah mengatur “burden-sharing agreements” antara negara-negara pesisir dan negara-negara pengguna dalam: (1) Penyediaan dan pemeliharaan alat bantu navigasi. (2) Sistem komunikasi.( 3) Hidrografis dan informasi navigasi lainnya. (4) SAR. (5) Keamanan pantai. (6) Pelayanan penyelamatan dasar untuk kapal.

(7) Pengaturan kontingensi polusi laut. (8) Terkait burden sharing, yang masih terdapat grey area terkait dengan mekanisme “biaya pemulihan” dari negara-negara pengguna. Karena pendekatan security and safety di Selat Malaka yang dilakukan selama ini baru mencakup masalah survaillance zone dan belum memikirkan sisi ecological zones maka biaya pemulihan yang harus ditanggung negara-negara pengguna baik dari East Bond dan West Bond jauh dari yang seharusnya.

Angkatan Laut

Di paruh pertama tahun 1990- an, negara-negara Asia Tenggara telah memodernisasi angkatan bersenjata, termasuk di dalamnya kemampuan angkatan laut. Peningkatan kekuatan angkatan laut tersebut dipicu oleh kekhawatiran seperti tumpang-tindihnya klaim kepemilikan pulau dan luas kedaulatan perairan, pentingnya perdagangan maritim dan keinginan menjadi lebih mandiri dalam pengelolaan aspek maritim.

Untuk mengatasi tantangan yang dikemukakan tersebut, negara-negara di kawasan kemudian memfasilitasi dengan kapal, pesawat terbang, dan senjata yang lebih canggih dan mampu beroperasi dalam jarak dan rentang yang lebih jauh daripada model-model sebelumnya. Angkatan laut sendiri memainkan peran yang penting dalam menjaga perairan nasional serta merespons segala kegiatan kriminal laut.

Dalam mengelola persoalan tersebut, angkatan laut berbagi tugas dengan lembaga-lembaga lainnya, seperti penjaga pantai (coast guard) dan polisi laut (marine police). Di Malaysia terdapat tujuh lembaga yang terlibat dalam melindungi perairannya, yaitu Royal Polisi Malaysia (Marine), Departemen Bea Cukai, Departemen Kelautan,Departemen Perikanan, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN), Departemen Lingkungan Hidup, dan Departemen Imigrasi.

Secara umum,RMN dan Royal Malaysia Air Force bertanggung jawab untuk melindungi ZEE Malaysia, sedangkan instansi lain bertanggung jawab untuk operasi yang berbeda dan tugas-tugas di perairan teritorial negara. Singapura hanya melibatkan tiga lembaga dalam melindungi perairannya yaitu Angkatan laut Singapura (RSN),Polisi (SPF),dan Coast Guard (PCG). Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia setelah gelombang security sector reform (SSR) terdapat 13 lembaga yang terlibat dalam keamanan maritim.Namun demikian,sampai saat ini peran masing-masing ke-13 lembaga tersebut masih kurang jelas yang mengakibatkan sulitnya koordinasi antar lembaga dalam mengamankan wilayah kedaulatan perairan Indonesia,termasuk di Selat Malaka.

Kedaulatan Bangsa Vis-a-vis PMCs

Selainmasalah16tipologiancaman yang kita kenal, satu terpenting yang harus digarisbawahi adalah PMCs (private military companies). KecualiSingapura,lembaga-lembaga penegak hukum negara pesisir di Selat Malaka sering tidak memiliki personel yang cukup dan peralatan modern untuk mengamankan wilayah perairannya, di tambah lagi sulitnya fitur geografis.

Pengamanan yang ada saat ini hanya ditujukan untuk penanggulangan berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh penyelundup,penipuan,bajak laut, teroris,SAR atau bahaya alam. Jika negara-negara di Selat Malaka, khususnya Indonesia, ingin mengurangi dampak negatif yang akan segera ditimbulkan PMCs terhadap kedaulatan wilayah laut dan perairannya, ketiga negara pesisir harus memiliki personel AL yang dilengkapi dengan alutsista memadai untuk mengamankan perairan, mengatasi persaingan dan meningkatkan kerja sama operasional di luar perjanjian multilateral dan bilateral.

Bagi Indonesia sendiri, dibutuhkan investasi yang besar untuk mewujudkan survaillance yang memadai, alutsista dan personel yang memiliki kapabilitas untuk meningkatkan terwujudnya keamanan laut dan perairannya, khususnya melihat traffic projection dan peran PMCs di Selat Malaka. Beberapa catatan penting untuk diperhatikan adalah. Pertama, menetapkan mekanisme permanen bersama sebagai pusat monitoring, pelaporan, pertukaran informasi intelijen, serta quick-response commandyang melibatkan operasi pengawasan dan juga penindakan dan pemaksaan melalui kekuatan militer negara-negara pesisir.

Kedua, memastikan pelaksanaan EiS secara efektif.Ketiga, melakukan koordinasi patroli ke tiga angkatan laut dan lembaga lainnya.Keempat, melakukan investigasi dan tindakan terhadap para pelaku kejahatan langsung di pusat kegiatannya (Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya). Kelima, menentang penggunaan PMCs untuk melindungi kapal-kapal yang melewati Selat Malaka.

Keenam, mendorong komitmen negara-negara pengguna untuk memenuhi biaya untuk meningkatkan kemampuan security and safety dalam penyediaan alat bantu navigasi dan membangun sistem informasi elektronik canggih. Ketujuh,membentuk pusat koordinasi regional tiga negara yang sudah tergabung dalam Malsindo untuk melakukan koordinasi response and enforcement antara AL, AU,

penjaga pantai, dan polisi laut untuk mewujudkan tindakantindakan nyata dari laporan dan data yang dihasilkan EiS. Kiranya, ini semua harus dilakukan dalam waktu sesingkat singkatnya, mengingat Syrus pernah berkata; Citius venit periculum cum contemnitur. Bahaya datang lebih cepat bila kita mengabaikan peringatan yang telah diberikan.(Connie Rahakundini Bakrie; Dosen UI, IODAS, Pemapar di European
Comission (IPSC), SOM Security & Safety)

SINDO