Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Berita Militer Negara Sahabat
Showing posts with label Marinir. Show all posts
Showing posts with label Marinir. Show all posts
Monday, June 9, 2014
Satkopaska Asah Kemampuan VBSS di KRI Banda Aceh-593
08 Juni 2014, Papua: Sejumlah anggota Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL melakukan parameter tempur dengan menaiki lambung KRI Banda Aceh-593 yang dibajak perompak di Teluk Jayapura, Papua, Minggu (8/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mengasah kemampuan VBSS (Visit Boarding Search and Seizure) sebelum menuju latihan bersama multilateral Rim of Pasific (RIMPAC) 2014 di pusat pelatihan Pearl Harbour dan Perairan Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat pada 25 Juni - 1 Agustus mendatang. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ip)
Thursday, June 5, 2014
Marinir Kuasai Pantai Banongan
(Foto: Dispen Kormar)
05 Juni 2014, Situbondo: Ribuan prajurit Korps Marinir dengan peralatan tempur lengkap, Rabu kemarin (04/06) berhasil menguasai pantai, Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Ribuan Marinir yang dikerahkan dari laut dengan menggunakan kendaraan-kendaraan pendarat amfibi dipimpin Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso ini berhasil merebut dan menguasai pantai setelah melalui pertempuran sengit dengan pihak musuh.
Aksi para Marinir yang disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc., MA., Ph.D., Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Para Kepala Staf Angkatan termasuk Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington serta para pejabat militer maupun sipil tersebut merupakan serial dari drama operasi pendaratan amfibi dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2014.
Jenderal berbintang satu selaku Komandan Pasukan Pendarat (Danpasrat) dengan didampingi Asops Pasrat Kolonel Marinir Sarjito, memimpin langsung jalannya manuver pasukan dengan berbagai material tempur dalam perebutan wilayah yang telah dikuasai musuh.
(Foto: Dispen Kormar)
Setelah berhasil merebut dan menguasai pantai Banongan, prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri-3 Marinir TNI AL yang dikomandani Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono dengan Wadannya Mayor Marinir Andi Ichsan, melakukan operasi darat gabungan untuk menyapu habis musuh yang telah lama menduduki sejumlah perbukitan terjal yang berada di kawasan Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.
Dalam melakukan penyerbuannya, Pamen bermelati dua yang dalam Latgab TNI 2014 berperan sebagai Komandan Brigade ini memimpin penyerbuan dengan menggunakan taktik Penyerbuan Mekanis (Bunis) dan Kerja Sama Infanteri Tank (KSIT), diperkuat dengan persenjataan Artileri dari Resimen Arliteri-1 Marinir, serta sejumlah kendaraan lapis baja dari Resimen Kavaleri-1 Marinir TNI AL.
Tidak hanya menggerakkan para prajuritnya dari Yonif-3 Marinir saja, mantan Komandan PLP Baluran ini dalam melakukan penyerbuan juga mengerahkan ratusan prajurit dari Yonif-1 Mar dan Yonif-5 Marinir TNI AL.
Sumber: Dispen Kormar
05 Juni 2014, Situbondo: Ribuan prajurit Korps Marinir dengan peralatan tempur lengkap, Rabu kemarin (04/06) berhasil menguasai pantai, Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Ribuan Marinir yang dikerahkan dari laut dengan menggunakan kendaraan-kendaraan pendarat amfibi dipimpin Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso ini berhasil merebut dan menguasai pantai setelah melalui pertempuran sengit dengan pihak musuh.
Aksi para Marinir yang disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc., MA., Ph.D., Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko, Para Kepala Staf Angkatan termasuk Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington serta para pejabat militer maupun sipil tersebut merupakan serial dari drama operasi pendaratan amfibi dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2014.
Jenderal berbintang satu selaku Komandan Pasukan Pendarat (Danpasrat) dengan didampingi Asops Pasrat Kolonel Marinir Sarjito, memimpin langsung jalannya manuver pasukan dengan berbagai material tempur dalam perebutan wilayah yang telah dikuasai musuh.
(Foto: Dispen Kormar)
Setelah berhasil merebut dan menguasai pantai Banongan, prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri-3 Marinir TNI AL yang dikomandani Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono dengan Wadannya Mayor Marinir Andi Ichsan, melakukan operasi darat gabungan untuk menyapu habis musuh yang telah lama menduduki sejumlah perbukitan terjal yang berada di kawasan Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.
Dalam melakukan penyerbuannya, Pamen bermelati dua yang dalam Latgab TNI 2014 berperan sebagai Komandan Brigade ini memimpin penyerbuan dengan menggunakan taktik Penyerbuan Mekanis (Bunis) dan Kerja Sama Infanteri Tank (KSIT), diperkuat dengan persenjataan Artileri dari Resimen Arliteri-1 Marinir, serta sejumlah kendaraan lapis baja dari Resimen Kavaleri-1 Marinir TNI AL.
Tidak hanya menggerakkan para prajuritnya dari Yonif-3 Marinir saja, mantan Komandan PLP Baluran ini dalam melakukan penyerbuan juga mengerahkan ratusan prajurit dari Yonif-1 Mar dan Yonif-5 Marinir TNI AL.
Sumber: Dispen Kormar
Yonmarhanlan IX Latihan Raid Amfibi
(Foto: Dispen Kormar)
05 Juni 2014, Ambon: Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IX Ambon melaksanakan latihan Raid Amfibi TW. II TA. 2014 di daerah Benteng Karang, wilayah Maluku Tengah, Ambon, Kamis (05/06/2014).
Latihan Raid Amfibi diawali dengan pemberian Perintah Operasi oleh Komandan Raid (Dan Raid) Letda Marinir Welldy Nasution kepada seluruh personel yang terlibat dalam Raid Amfibi, Rabu (04/06) pukul 14.00 WIT di Marseling Area Lantamal IX. Setelah menerima Perintah Operasi pada Kamis (05/06) pukul 00.30 WIT dini hari, satuan tugas Raid bergeser ke titik pemberangkatan dipimpin Komandan Raid untuk melaksanakan embarkasi dan tahapan-tahapan menuju pantai pendaratan. Setelah dinyatakan aman, seluruh unsur melaksanakan pendaratan dengan menggunakan 5 Perahu Karet (PK) sesuai dengan urut-urutan yang telah direncanakan dan membentuk parimeter pantai, kemudian melanjutkan gerakan menuju sasaran.
Cuaca hujan dan medan yang terjal tidak menyurutkan semangat prajurit Yonmarhanlan IX dalam melaksanakan latihan Raid Amfibi. Setelah melewati beberapa sarana kendali dari Titik Awal (TA) menuju Sasaran (SAS) sesuai dengan organisasi darat, tepat pada pukul 04.00 WIT sasaran berupa instalasi komunikasi musuh berhasil dihancurkan oleh pasukan Raid, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi dan pengunduran secara cepat dan terencana.
(Foto: Dispen Kormar)
Kegiatan yang disaksikan langsung oleh Danlantamal IX, Wadanlantamal IX dan Asisten Danlantamal IX tersebut merupakan latihan pembinaan kemampuan Yonmarhanlan IX rutin Triwulan II TA. 2014 sesuai dengan kebijakan Danpasmar-1 yang tertuang dalam program kerja Pasmar-1 bidang Operasi dan Latihan TA. 2014 dan Direktif Danpasmar-1 tentang latihan rutin Pasmar-1 TW. II TA. 2014 dengan tujuan untuk memelihara, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan teknik serta kerja sama taktis satuan tingkat peleton baik aspek darat maupun laut.
Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IX Ambon Mayor Marinir Datuk Sinaga selaku Pimpinan Latihan (Pimlat) dalam evaluasi latihan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat atas kelancaran dalam latihan sehingga berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Danyon juga menambahkan bahwa latihan ini merupakan aplikasi tugas dan fungsi untuk melihat sejauh mana personel memahami, mengetahui dan mampu melaksanakan tugas dan fungsi jabatan dalam Raid Amfibi.
Smber: Dispen Kormar
05 Juni 2014, Ambon: Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IX Ambon melaksanakan latihan Raid Amfibi TW. II TA. 2014 di daerah Benteng Karang, wilayah Maluku Tengah, Ambon, Kamis (05/06/2014).
Latihan Raid Amfibi diawali dengan pemberian Perintah Operasi oleh Komandan Raid (Dan Raid) Letda Marinir Welldy Nasution kepada seluruh personel yang terlibat dalam Raid Amfibi, Rabu (04/06) pukul 14.00 WIT di Marseling Area Lantamal IX. Setelah menerima Perintah Operasi pada Kamis (05/06) pukul 00.30 WIT dini hari, satuan tugas Raid bergeser ke titik pemberangkatan dipimpin Komandan Raid untuk melaksanakan embarkasi dan tahapan-tahapan menuju pantai pendaratan. Setelah dinyatakan aman, seluruh unsur melaksanakan pendaratan dengan menggunakan 5 Perahu Karet (PK) sesuai dengan urut-urutan yang telah direncanakan dan membentuk parimeter pantai, kemudian melanjutkan gerakan menuju sasaran.
Cuaca hujan dan medan yang terjal tidak menyurutkan semangat prajurit Yonmarhanlan IX dalam melaksanakan latihan Raid Amfibi. Setelah melewati beberapa sarana kendali dari Titik Awal (TA) menuju Sasaran (SAS) sesuai dengan organisasi darat, tepat pada pukul 04.00 WIT sasaran berupa instalasi komunikasi musuh berhasil dihancurkan oleh pasukan Raid, kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi dan pengunduran secara cepat dan terencana.
(Foto: Dispen Kormar)
Kegiatan yang disaksikan langsung oleh Danlantamal IX, Wadanlantamal IX dan Asisten Danlantamal IX tersebut merupakan latihan pembinaan kemampuan Yonmarhanlan IX rutin Triwulan II TA. 2014 sesuai dengan kebijakan Danpasmar-1 yang tertuang dalam program kerja Pasmar-1 bidang Operasi dan Latihan TA. 2014 dan Direktif Danpasmar-1 tentang latihan rutin Pasmar-1 TW. II TA. 2014 dengan tujuan untuk memelihara, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan teknik serta kerja sama taktis satuan tingkat peleton baik aspek darat maupun laut.
Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IX Ambon Mayor Marinir Datuk Sinaga selaku Pimpinan Latihan (Pimlat) dalam evaluasi latihan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat atas kelancaran dalam latihan sehingga berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Danyon juga menambahkan bahwa latihan ini merupakan aplikasi tugas dan fungsi untuk melihat sejauh mana personel memahami, mengetahui dan mampu melaksanakan tugas dan fungsi jabatan dalam Raid Amfibi.
Smber: Dispen Kormar
Tuesday, June 3, 2014
Marinir Gelar Peperangan Komunikasi dan Elektronika pada Latgab TNI 2014
(Foto: Marinir)
03 Juni 2014, Situbondo: Korps Marinir TNI Angkatan Laut unggul dalam peperangan komunikasi dan elektronika, dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (3/6/2014).
Keunggulan tersebut telah teruji dan terbukti setelah sejumlah prajurit dari Diskomlek Kormar dibawah kendali Kepala Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Kadiskomlek) Korps Marinir TNI Angkatan Laut Kolonel Marinir Baedowi Oktavidia bersama ratusan prajurit dari Batalyon Komlek-1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Marinir Irpan Nasution berhasil menggelar berbagai peralatan canggihnya.
Menurut Kadiskomlek Kormar, komunikasi dan elektronika sudah saatnya ditingkatkan dengan mengedepankan tehnologi canggih. Karenanya, fihaknya telah berupaya keras untuk mewujudkan impiannya dengan melakukan pengadaan peralatan canggih dan menggembleng sumber daya manusianya (SDM).
Banyak peralatan komunikasi dan peperangan elektronika yang digelar olehnya untuk mendukung Latgab TNI 2014 ini, diantaranya ada HT yang dilengkapi dengan sytem digilog, sehingga mampu digunakan untuk komunikasi jarak jauh dan pengendali dapat memantau posisi semua pemegangnya dengan sangat mudah.
(Foto: Marinir)
Melalui peralatan canggih dan didukung oleh SDM yang mumpuni, Pamen bermelati tiga ini dapat dengan mudah mengetahui posisi seluruh KRI yang sedang berlayar di Samudera Hindia maupun seluruh prajuritnya yang tersebar di berbagai titik untuk melakukan pengamanan wilayah perkampungan maupun hutan yang akan digunakan sebagai ajang pertempuran pada puncak acara Latgab TNI 2014 esok hari.
Seperti tampak di layar monitor, hari ini TNI Angkatan Laut melaksanakan penembakkan dengan menggunakan berbagai senjata strategisnya, antara lain: penembakan roket RBU-6000 oleh tiga kapal kelas Parchim, penembakan BL oleh kapal kelas Vanspeijk yakni KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, penembakan rudal Exocet MM40 oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Sultan Hasanuddin-366, penembakkan rudal C-802 oleh KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, serta penembakkan meriam oleh unsur kapal kelas Sigma dan Van Speijk terhadap dogfight serangan umum langsung (SUL) pesawat tempur musuh.
Sementara itu masih dalam rangka Latgab TNI 2014, Rabu pagi (3/6/2014), TNI Angkatan Laut juga akan melancarkan operasi pendaratan dan serbuan amfibi, yang diawali ketika Pangkogasgabfib mengeluarkan taklimat dari atas kapal komando KRI Makassar-590 disertai dengan adanya bantuan tembakan kapal (BTK) dari kelas Sigma dan kemudian dilaksanakan operasi amfibi, yang dilanjutkan penembakkan oleh senjata artileri medan Korps Marinir, yakni 6 pucuk Roket Multilaras RM-70 Grad, dan 8 pucuk Howitzer 105 mm.
Sumber: Dispen Kormar
03 Juni 2014, Situbondo: Korps Marinir TNI Angkatan Laut unggul dalam peperangan komunikasi dan elektronika, dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014, di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (3/6/2014).
Keunggulan tersebut telah teruji dan terbukti setelah sejumlah prajurit dari Diskomlek Kormar dibawah kendali Kepala Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Kadiskomlek) Korps Marinir TNI Angkatan Laut Kolonel Marinir Baedowi Oktavidia bersama ratusan prajurit dari Batalyon Komlek-1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dikomandani Letkol Marinir Irpan Nasution berhasil menggelar berbagai peralatan canggihnya.
Menurut Kadiskomlek Kormar, komunikasi dan elektronika sudah saatnya ditingkatkan dengan mengedepankan tehnologi canggih. Karenanya, fihaknya telah berupaya keras untuk mewujudkan impiannya dengan melakukan pengadaan peralatan canggih dan menggembleng sumber daya manusianya (SDM).
Banyak peralatan komunikasi dan peperangan elektronika yang digelar olehnya untuk mendukung Latgab TNI 2014 ini, diantaranya ada HT yang dilengkapi dengan sytem digilog, sehingga mampu digunakan untuk komunikasi jarak jauh dan pengendali dapat memantau posisi semua pemegangnya dengan sangat mudah.
(Foto: Marinir)
Melalui peralatan canggih dan didukung oleh SDM yang mumpuni, Pamen bermelati tiga ini dapat dengan mudah mengetahui posisi seluruh KRI yang sedang berlayar di Samudera Hindia maupun seluruh prajuritnya yang tersebar di berbagai titik untuk melakukan pengamanan wilayah perkampungan maupun hutan yang akan digunakan sebagai ajang pertempuran pada puncak acara Latgab TNI 2014 esok hari.
Seperti tampak di layar monitor, hari ini TNI Angkatan Laut melaksanakan penembakkan dengan menggunakan berbagai senjata strategisnya, antara lain: penembakan roket RBU-6000 oleh tiga kapal kelas Parchim, penembakan BL oleh kapal kelas Vanspeijk yakni KRI Ahmad Yani-351, KRI Yos Sudarso-353, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, penembakan rudal Exocet MM40 oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Sultan Hasanuddin-366, penembakkan rudal C-802 oleh KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, serta penembakkan meriam oleh unsur kapal kelas Sigma dan Van Speijk terhadap dogfight serangan umum langsung (SUL) pesawat tempur musuh.
Sementara itu masih dalam rangka Latgab TNI 2014, Rabu pagi (3/6/2014), TNI Angkatan Laut juga akan melancarkan operasi pendaratan dan serbuan amfibi, yang diawali ketika Pangkogasgabfib mengeluarkan taklimat dari atas kapal komando KRI Makassar-590 disertai dengan adanya bantuan tembakan kapal (BTK) dari kelas Sigma dan kemudian dilaksanakan operasi amfibi, yang dilanjutkan penembakkan oleh senjata artileri medan Korps Marinir, yakni 6 pucuk Roket Multilaras RM-70 Grad, dan 8 pucuk Howitzer 105 mm.
Sumber: Dispen Kormar
Monday, June 2, 2014
Korps Marinir Turunkan Sejumlah Alutsista pada Latgab TNI 2014
Sejumlah prajurit dengan kendaraan tempur mempersiapkan perlengkapan di Pusat Latihan Tempur Marinir, di Asembagus, Situbondo, Jatim, Senin (2/6). Sebanyak 27 tank Scorpion, 29 BMP 3F, dan 36 BTR 50 P dilibatkan Dalam Latihan Gabungan TNI 2014. (Foto: ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/Asf/mes/14)
02 Juni 2014, Jakarta: Sejumlah kekuatan tempur Korps Marinir dilibatkan dalam gladi Latihan Lapangan di Pusat Latihan Tempur Marinir di Banongan dan Karang Tekok serta Baluran, Situbondo, Jawa Timur dan sekitarnya, Minggu (01/06/2014).
Gladi lapangan yang digelar menjelang pelaksanaan Latgab TNI 2014 pada Rabu mendatang, bertujuan untuk menguji taktik dan tehnik di lapangan segala sesuatu yang sudah direncanakan dalam Tahap Gladi Posko yang sudah terlaksana sebelumnya, juga sebagai ajang uji coba terakhir kesenjataan dan material tempur TNI serta pasukan yang terlibat pada saat pelaksanaan.
(Foto: Marinir)
Dalam gladi tersebut Korps Marinir mengerahkan pasukan infanteri yang didukung sejumlah peralatan tempurnya seperti Roket Multi Laras RM-70 Grad, Howitzer 105 mm, Tank BMP-3F, Tank PT-76 dan Ranratfib BTR-50P. Kekuatan Korps Marinir ini terintegrasi dengan kekuatan peserta Latgab lainnya seperti TNI AD yang mengeluarkan helikopter tempur, tank serta artileri medan dan TNI AU yang mengerahkan jet-jet tempur dan helikopternya.
Kegiatan gladi ini disaksikan langsung oleh Dirlatgab TNI 2014 Letjen TNI Lodewijk F. Paulus dari ketinggian T-12 yang terletak di kawasan Baluran. Selama ini Ketinggian T-12 yang masuk wilayah Puslatpur Marinir Baluran dijadikan sarana untuk memantau kegiatan latihan.
Sumber: Marinir
02 Juni 2014, Jakarta: Sejumlah kekuatan tempur Korps Marinir dilibatkan dalam gladi Latihan Lapangan di Pusat Latihan Tempur Marinir di Banongan dan Karang Tekok serta Baluran, Situbondo, Jawa Timur dan sekitarnya, Minggu (01/06/2014).
Gladi lapangan yang digelar menjelang pelaksanaan Latgab TNI 2014 pada Rabu mendatang, bertujuan untuk menguji taktik dan tehnik di lapangan segala sesuatu yang sudah direncanakan dalam Tahap Gladi Posko yang sudah terlaksana sebelumnya, juga sebagai ajang uji coba terakhir kesenjataan dan material tempur TNI serta pasukan yang terlibat pada saat pelaksanaan.
(Foto: Marinir)
Dalam gladi tersebut Korps Marinir mengerahkan pasukan infanteri yang didukung sejumlah peralatan tempurnya seperti Roket Multi Laras RM-70 Grad, Howitzer 105 mm, Tank BMP-3F, Tank PT-76 dan Ranratfib BTR-50P. Kekuatan Korps Marinir ini terintegrasi dengan kekuatan peserta Latgab lainnya seperti TNI AD yang mengeluarkan helikopter tempur, tank serta artileri medan dan TNI AU yang mengerahkan jet-jet tempur dan helikopternya.
Kegiatan gladi ini disaksikan langsung oleh Dirlatgab TNI 2014 Letjen TNI Lodewijk F. Paulus dari ketinggian T-12 yang terletak di kawasan Baluran. Selama ini Ketinggian T-12 yang masuk wilayah Puslatpur Marinir Baluran dijadikan sarana untuk memantau kegiatan latihan.
Sumber: Marinir
Friday, January 31, 2014
Menhan Serahkan 37 Unit Tank Amfibi BMP-3F ke Korps Marinir
(Foto: DMC)
28 Januari 2014, Situbondo: Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro memimpin upacara penyerahan 37 unit Tank Amfibi BMP-3F dari Pemerintah Rusia kepada Kementerian Pertahanan RI, di area titik tinjau T12 Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Korps Marinir, Karang Tekok, Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (27/01/2014).
Penyerahan Tank Amfibi BMP-3F ditandai dengan penandatanganan oleh Pemerintah Rusia, Pemerintah RI (Kemenhan), Mabes TNI, Mabesal dan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Dubes Rusia untuk Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Komisi 1 DPR RI, pejabat teras Kemhan RI, Mabes TNI, dan Mabesal, dilanjutkan dengan penyerahan replica Tank BMP-3F.
Seorang prajurit Korps Marinir TNI AL berbincang dengan teknisi tank asal rusia saat serah terima tank amfibi BMP-3F di Pusat Latihan Tempur Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (27/1). Pemerintah Rusia menyerahkan 37 unit tank amfibi kepada Kementerian Pertahanan RI untuk digunakan Korps Marinir. (ANTARA FOTO/Seno/ed/Spt/14)
Dengan diserahkannya 37 unit Tank Amfibi BMP-3F, maka saat ini Korps Marinir telah memiliki 54 tank modern produksi Rusia, setelah sebelumnya pada 11 Desember 2010 menerima sebanyak 17 unit tank jenis yang sama dari Menhan RI.
Selesai upacara penyerahan, Menhan RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, berkesempatan menyaksikan uji coba dan uji penembakan yang dilakukan tank tersebut, serta penembakan beberapa kesenjataan lain yang dimiliki Korps Marinir TNI AL dalam bentuk manuver di lapangan.
Sumber: Marinir
28 Januari 2014, Situbondo: Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro memimpin upacara penyerahan 37 unit Tank Amfibi BMP-3F dari Pemerintah Rusia kepada Kementerian Pertahanan RI, di area titik tinjau T12 Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Korps Marinir, Karang Tekok, Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (27/01/2014).
Penyerahan Tank Amfibi BMP-3F ditandai dengan penandatanganan oleh Pemerintah Rusia, Pemerintah RI (Kemenhan), Mabes TNI, Mabesal dan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Dubes Rusia untuk Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Komisi 1 DPR RI, pejabat teras Kemhan RI, Mabes TNI, dan Mabesal, dilanjutkan dengan penyerahan replica Tank BMP-3F.
Seorang prajurit Korps Marinir TNI AL berbincang dengan teknisi tank asal rusia saat serah terima tank amfibi BMP-3F di Pusat Latihan Tempur Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Senin (27/1). Pemerintah Rusia menyerahkan 37 unit tank amfibi kepada Kementerian Pertahanan RI untuk digunakan Korps Marinir. (ANTARA FOTO/Seno/ed/Spt/14)
Dengan diserahkannya 37 unit Tank Amfibi BMP-3F, maka saat ini Korps Marinir telah memiliki 54 tank modern produksi Rusia, setelah sebelumnya pada 11 Desember 2010 menerima sebanyak 17 unit tank jenis yang sama dari Menhan RI.
Selesai upacara penyerahan, Menhan RI Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, berkesempatan menyaksikan uji coba dan uji penembakan yang dilakukan tank tersebut, serta penembakan beberapa kesenjataan lain yang dimiliki Korps Marinir TNI AL dalam bentuk manuver di lapangan.
Sumber: Marinir
Monday, August 5, 2013
Marinir Siap Kirimkan Pasukan Jaga Wilayah Ambalat
5 Agustus 2013, Pasuruan: Dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Korps Marinir TNI AL menyiapkan prajuritnya untuk dikirim ke daerah penugasan di wilayah Ambalat, pulau Sebatik, Kalimantan Timur.
Sebelum berangkat ke daerah penugasan di pulau Sebatik, Kalimantan Timur, Kompi Satgasmar Ambalat XVII dibawah pimpinan Kapten Marinir Ahmad Fauzi melaksanakan aplikasi latihan pratugas di daerah latihan Puslatpurmar-3 Grati, Pasuruan mulai tanggal 15 Juli hingga 4 Agustus 2013.
Sebelum melaksanakan latihan Pra Tugas di Grati, prajurit yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XV telah menerima pembekalan-pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat pulau Sebatik.
Sementra itu Letkol Marinir Agus Gunawan Wibisono selaku perwira pelaksana latihan mengatakan latihan Pra Tugas ini dengan tujuan menyiapkan personel yang tergabung dalam satuan tugas untuk melaksanakan penugasan operasi baik operasi tempur maupun operasi teritorial.
Materi yang dilatihkan, lanjutnya, dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama diisi dengan pembekalan, tahap kedua diisi materi tehnik dan taktik dan tahap ketiga berupa aplikasi di lapangan, yaitu aplikasi menembak reaksi dengan materi latihan menembak TTO/TTD, menembak pistol, menembak SMB, menembak senjata Daewo, menembak GPMG, menembak Ultimax, menembak SPR, menembak GLM dan menembak malam, kemudian aplikasi Operasi Darat (Opssrat) dengan materi latihan pertahanan, patroli tempur, patroli penyelidik, raid, penyergapan bivak, pertempuran jumpa, penghadangan/anti penghadangan dan Pengepungan Penggeledahan Rumah (Pungdahmah). Selain itu juga dilatihkan aplikasi IMMP dengan materi latihan Kompas, Interseksi/Reseksi, peta Topografi, peta Geografi, dan GPS, dan yang terakhir yaitu aplikasi laut dengan materi latihan renang laut, Exersisi perahu karet, motoris, dayung, Longmalap, Sea Survival, Raid Amfibi dan Pendaratan Khusus (Ratsus).
“Satgasmar Ambalat XVII ini disiapkan untuk melaksanakan penugasan selama enam bulan di pulau Sebatik menggantikan Satgasmas Ambalat XVI yang saat ini berada di daerah penugasan,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa selama melaksanakan latihan pratugas di Grati, tim dari Mabes TNI dibawah pimpinan Letkol Laut (P) Agus Prabowo melaksanakan peninjauan dan evaluasi latihan Pratugas Ambalat XVII didampingi pejabat dari Sops Pasmar-1 Letkol Mar Nurhidayat dan Letkol Mar Amir Kasman.
Sumber: Dispenkomar
Thursday, June 6, 2013
TNI AL Bangun Markas Batalion Marinir 10 di Pulau Setokok, Batam
Penandatanganan Prasasti Yonif-10 Marinir oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio.(Foto: Korps Marinir)
5 Mei 2013, Batam: TNI AL membangun Markas Batalion Marinir 10 di Pulau Setokok, Kota Batam, sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan di kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan dengan negara-negara kawasan ASEAN.
"Batalion Marinir 10 seluas 37 hektare ini menjadi salah satu lokasi paling strategis untuk pertahanan kemanan di wilayah perbatasan," kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio saat peletakan batu pertama pembangunan di Pulau Setoko, Rabu (5/6).
Ia mengatakan karakteristik Batam dan Kepri pada umumnya yang terdiri dari banyak pulau dan berbatasan dengan beberapa negara tetangga sangat strategis untuk dibangun satuan markas pengamanan untuk pertahanan NKRI.
"Indonesia merupakan negara maritim terbesar, sehingga perlu pembangunan batalion yang ideal seperti di Kepri ini. Apalagi wilayah Kepri juga mencakup perairan Laut China Selatan yang menjadi titik konflik antara beberapa negara Asean dengan China," kata dia kepada Antara.
Ia mengatakan pembangunan yang didanai dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) 2013 tersebut akan selesai pada sekitar Februari 2014 nanti.
"Untuk tahap awal Batalion ini akan diisi 600 pasukan TNI AL yang akan diperkuat dengan satuan-satuan kecil dengan kehalian khusus," kata Marsetio.
Fasilitas yang dibangun pada markas tersebut, kata dia, meliputi pembangunan gedung batalion, pembangunan gedung kompi markas, pembangunan tiga gedung kompi senapan, pengerjaan pembangunan gedung gudang senjata, pembangunan rumah dinas, pembangunan mess perwira, dan pembangunan garasi angkutan.
"Termasuk nantinya juga akan dibangun dermaga, lapangan tembak dan heliped. Sebagian pekerjaan akan dilakukan dengan swakelola," kata dia.
Ia mengatakan, dengan pembangunan Batalion Marinir 10 tersebut akan mengurani ancama terhadap NKRI diwilayah provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya.
"Pembangunan batalyon marinir di Batam juga atas intruksi langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengunjungi Pulau Nipah yang masuk wilayah Kota Batam," kata Marsetio.
Peletakan batu pertama pembangunan Batalion Marinir 10, juga dihadiri sejumlah petinggi TNI, Anggota Komisi I DPR, Gubernur Kepulauan Riau dan sejumlah pejabat lain.
Acara juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung oleh sejumlah prajurit TNI AL.
Sumber: Investor
5 Mei 2013, Batam: TNI AL membangun Markas Batalion Marinir 10 di Pulau Setokok, Kota Batam, sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan di kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan dengan negara-negara kawasan ASEAN.
"Batalion Marinir 10 seluas 37 hektare ini menjadi salah satu lokasi paling strategis untuk pertahanan kemanan di wilayah perbatasan," kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio saat peletakan batu pertama pembangunan di Pulau Setoko, Rabu (5/6).
Ia mengatakan karakteristik Batam dan Kepri pada umumnya yang terdiri dari banyak pulau dan berbatasan dengan beberapa negara tetangga sangat strategis untuk dibangun satuan markas pengamanan untuk pertahanan NKRI.
"Indonesia merupakan negara maritim terbesar, sehingga perlu pembangunan batalion yang ideal seperti di Kepri ini. Apalagi wilayah Kepri juga mencakup perairan Laut China Selatan yang menjadi titik konflik antara beberapa negara Asean dengan China," kata dia kepada Antara.
Ia mengatakan pembangunan yang didanai dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) 2013 tersebut akan selesai pada sekitar Februari 2014 nanti.
"Untuk tahap awal Batalion ini akan diisi 600 pasukan TNI AL yang akan diperkuat dengan satuan-satuan kecil dengan kehalian khusus," kata Marsetio.
Fasilitas yang dibangun pada markas tersebut, kata dia, meliputi pembangunan gedung batalion, pembangunan gedung kompi markas, pembangunan tiga gedung kompi senapan, pengerjaan pembangunan gedung gudang senjata, pembangunan rumah dinas, pembangunan mess perwira, dan pembangunan garasi angkutan.
"Termasuk nantinya juga akan dibangun dermaga, lapangan tembak dan heliped. Sebagian pekerjaan akan dilakukan dengan swakelola," kata dia.
Ia mengatakan, dengan pembangunan Batalion Marinir 10 tersebut akan mengurani ancama terhadap NKRI diwilayah provinsi Kepulauan Riau dan sekitarnya.
"Pembangunan batalyon marinir di Batam juga atas intruksi langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengunjungi Pulau Nipah yang masuk wilayah Kota Batam," kata Marsetio.
Peletakan batu pertama pembangunan Batalion Marinir 10, juga dihadiri sejumlah petinggi TNI, Anggota Komisi I DPR, Gubernur Kepulauan Riau dan sejumlah pejabat lain.
Acara juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung oleh sejumlah prajurit TNI AL.
Sumber: Investor
Thursday, May 23, 2013
Yonmarhanlan Lantamal V Latihan Simulasi Serangan Udara
22 Mei 2013, Surabaya: Pengamanan suatu wilayah pangkalan dari serangan musuh adalah kunci utama terbentuknya pertahanan militer yang kuat, pertahanan militer ini dilakukan di darat, laut maupun di udara. Pertahanan ini sangat diperlukan karena suatu ancaman serangan musuh dapat terjadi setiap saat. Kaitannya dalam mendukung Latihan Gabungan TNI 2013, Koarmatim hari ini, Rabu (22/5) menyiagakan Latihan Pertahanan Pangkalan dengan melaksanakan Pertahanan Pangkalan Udara (Hanlanud) dan Pertahanan Darat Pangkalan (Hanratlan). Latihan ini dilaksanakan oleh Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) Lantamal V dengan mengadakan simulasi terjadinya serangan udara musuh.
Persenjataan yang digunakan adalah Meriam 37 mm buatan Rusia buatan tahun 1961, meriam ini memiliki jarak tempuh efektif 1800 Nm dan mempunyai jarak tempuh maksimal 5000 Nm. Meriam ini juga bisa meluncurkan amunisi 120 butir per menit, diawaki tujuh personel dengan dipimpin oleh satu komandan pucuk yang bertugas sebagai komando utama dalam melaksanakan tembakan.
Pertahanan pangkalan udara tersebut mengerahkan Satu Baterai yang terdiri dari 12 Meriam 37 mm, tersebar dibeberapa titik di wilayah Koarmatim. Mereka bekerja sama dengan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI, untuk mendeteksi dan mengetahui pergerakan serangan musuh dan selanjutnya diinformasikan ke seluruh pertahanan pangkalan udara di setiap pangkalan, termasuk Pertahanan Pangkalan Udara di Koarmatim.
Pertahanan pangkalan pendukung yang lain di wilayah Koarmatim adalah Pertahanan Darat Pangkalan (Hanratlan). Mereka bersiaga didepan penjagaan Koarmatim mengantisipasi adanya serangan dari darat. Hanratlan menyiagakan 2 truk lenkap dengan dua pleton personel bersenjata lengkap yang bersiaga dan secara rutin melaksanakan patroli di wilayah Koarmatim untuk mengantisipasi datangnya bahaya melalui darat.
Sumber: Dispenarmatim
Sunday, April 7, 2013
Satgasmar Ambalat XVI Diberangkatkan ke Ambalat
6 April 2013, Surabaya: Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Markos melepas keberangkatan Satuan Tugas Marinir Ambalat XVI di dermaga Ujung, Surabaya, Sabtu, (6/4).
Satgasmar Ambalat XVI dengan Komandan Satgas Kapten Marinir M. Ali Wardana tersebut akan menggantikan Satgasmar Ambalat XV yang saat ini berada di perbatasan Indonesia - Malaysia tepatnya di pulau Sebatik, keberangkatannya ke daerah penugasan Ambalat dengan menggunakan KRI Teluk Parigi - 539.
Sebelum berangkat ke daerah penugasan, Satgasmar Ambalat XVI telah inspeksi kesiapannya oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington pada 26 Maret 2013, selain itu personel yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XVI juga telah menerima pembekalan-pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan Humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat, bahasa yang dipakai masyarakat pulau Sebatik, serta telah melaksanakan latihan Pra Tugas di Pusat Latihan Tempur TNI AL Grati Pasuruan.
Personel Satgasmar Ambalat XVI tersebut akan menempati beberapa pos yaitu Sei Pancang, Sei Taiwan, Balansiku, Sei Bajau, Tembaring, Bambangan dan Nunukan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pasops Brigif-1 Mar Letkol Marinir Gatot Mardiyono, Danyonif-1 Mar Letkol Marinir Teddy Yulianda Bakri dan perwira di jajaran Brigif-1 Marinir.
Sumber: Dispenkormar
Wednesday, March 27, 2013
Koarmatim Gelar Latihan Operasi Amfibi
27 Maret 2013, Surabaya: Sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III tahun 2013, Koarmatim menggelar Latihan Operasi Amfibi berupa latihan operasi pendaratan peralatan tempur, pendaratan administrasi dan pasukan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi (27/3). Latihan operasi pendaratan ini melibatkan tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang dimiliki Pasukan Marinir dan kapal perang dari berbagai satuan jajaran Koarmatim. Latihan ini ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Pangkoopsau 2 Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna, Komandan Kormar Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S dan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat TNI terkait.
Sebanyak 14 kapal perang dari berbagai satuan dilibatkan dalam latihan ini, antara lain kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Penyapu Ranjau dan Satuan Kapal Bantu, termasuk satu Tim Komando Pasukan Katak dari Satkopaska Koarmatim dan 2 unsur dari Koarmabar.
Korps Marinir TNI AL melibatkan lebih dari 2000 prajuritnya termasuk material tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit LVT-7, 6 unit KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Arteleri), 2 unit BVP-2, 4 unit Howitzer 105 mm, 2 unit RM 70 Grad serta 16 perahu karet yang semuanya diangkut oleh KRI Makasar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Untuk kegiatan air surveillance dan medical evacuation exercise dalam latihan ini didukung 3 Helikopter Bell dan 1 Helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.
Operasi pendaratan dilaksanakan sebelum fajar nampak di ufuk timur. Tepat jam “J”, Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E. memberikan taklimat “Daratkan ….Pasukan Pendarat….”. Mendengar perintah tersebut Batalyon Tim Pendarat menindak lanjuti dengan mempersiapkan kendaraan tempur amfibi untuk memulai aksi pendaratan. Persiapan ini didahului dengan keluarnya kendaraan tempur amfibi Marinir berupa tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang mengangkut peralatan tempur dan pasukan.
Pendaratan amfibi dibagi dalam empat gelombang dengan didahului pasukan pengamanan pantai pendaratan dari Kopaska Koarmatim. Setelah pantai dinyatakan aman, gelombang satu bergerak menuju pantai pendaratan diikuti gelombang berikutnya. Raungan mesin tank-tank tempur menggema memecah kesunyian pagi di pantai Banongan yang masih gelap. Tak lama kemudian terdengar dentuman meriam yang keluar dari senjata Arteleri sebagai bantuan tembakan arteleri dan tembakan dari Howitzer dan Rudal RM Grad 70. Bantuan tembakan ini dari pantai Banongan diarahkan ke sasaran sejauh 14 Km yang berada di daerah latihan tempur Marinir Baluran. Kemudian disusul bantuan tembakan dari udara oleh pesawat tempur TNI AU F-16 dan Sukhoi serta pesawat pembom.
Dentuman meriam dan ledakan bom membahana di wilayah Puslatpur Marinir Baluran. Akhirnya daerah pantai dan sekitarnya berhasil diduduki oleh pasukan Marinir dan dilanjutkan operasi penyerbuan oleh prajurit infanteri marinir karena masih ada perlawanan dari kelompok musuh secara sporadis. Setelah satu jam pelaksanaan operasi pendaratan dinyatakan berhasil, hal ini ditandai dengan telah berhasilnya pendaratan administrasi sebagai akhir dari sebuah operasi pendaratan amfibi.
Latihan operasi pendaratan (Latopsfib) sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan, dan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta melatih presonel yang mengawakinya, juga untuk mengukur kemampuan kesatuan dalam mendukung kesiapan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari Kapal Perang, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan Pangkalan TNI AL, mengaplikasikan proses perencanaan operasi amfibi dan untuk melatih komando dan pengendalian operasi amfibi yang melibatkan pasukan marinir dalam pelaksanaan manuver lapangan. Latihan Parsial Tingkat III ini merupakan bagian dari persiapan dalam menghadapi latihan Gabungan TNI 2013 yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.
Selain melaksanakan latihan operasi pendaratan di wilayah pantai Banongan, Koarmatim juga melaksanakan bhakti sosial bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah latihan. Bhakti sosial ini berupa pelayanan kesehatan secara gratis yang ditujukan kepada warga di tiga desa yaitu desa Lesung, Melik dan Sumberejo 1 sebanyak 250 KK. Bhakti kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat, ini dapat dilihat warga sudah nampak berkumpul sejak pagi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan poli umum dan poli gigi serta pemeriksaan mata yang didukung dari tenaga medis dan dokter dari Dinas Kesehatan Lantamal V dan Dinas Kesehatan Koarmatim.
Sumber: Dispenarmatim
Sunday, March 17, 2013
Yonif 10 Marinir Segera Dibentuk di Batam
(Foto: Marinir)
17 Maret 2013, Jakarta: TNI AL akan kembangkan satuan tempur beberapa wilayah tanah air. Hal itu ditegaskan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, di sela penganugerahaannya sebagai warga kehormatan Korps Marinir, di Cilandak Jakarta Selatan, Kamis (14/3/13).
“Dalam waktu dekat akan dibentuk Yonif-10 Marinir yang berkedudukan di Pulau Setoko Batam dan Pasmar-3 yang berkedudukan di Sorong Papua”, ujar Marsetio.
Pengembangan satuan-satuan itu adalah untuk mengantisipasi dan menyikapi perubahan paradigma yang terjadi, termasuk mengamankan Selat Malaka dari ancaman prompak,tambah Marsetio.
Diingatkannya pula dengan adanya pengembangan satuan tersebut, seluruh Korps Marinir agar terus berupaya optimal menjaga konsistensi serta meningkatkan kemampuan profesionalisme hingga memenuhi kriteria world class marine.
Selain Kasal Laksamana Dr. Marsetio mendapat kehormatan sebagai warga Korps Marinir yang ke 30, Koptu Mar. Eko Yulianto juga mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan langsung oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio.
Koptu Mar Eko Yulianto merupakan anggota Puskodal Mako Kormar yang beberapa waktu lalu berhasil menggagalkan aksi perampokan sepeda motor di Bekasi.
Sumber: Harian Pelita
17 Maret 2013, Jakarta: TNI AL akan kembangkan satuan tempur beberapa wilayah tanah air. Hal itu ditegaskan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, di sela penganugerahaannya sebagai warga kehormatan Korps Marinir, di Cilandak Jakarta Selatan, Kamis (14/3/13).
“Dalam waktu dekat akan dibentuk Yonif-10 Marinir yang berkedudukan di Pulau Setoko Batam dan Pasmar-3 yang berkedudukan di Sorong Papua”, ujar Marsetio.
Pengembangan satuan-satuan itu adalah untuk mengantisipasi dan menyikapi perubahan paradigma yang terjadi, termasuk mengamankan Selat Malaka dari ancaman prompak,tambah Marsetio.
Diingatkannya pula dengan adanya pengembangan satuan tersebut, seluruh Korps Marinir agar terus berupaya optimal menjaga konsistensi serta meningkatkan kemampuan profesionalisme hingga memenuhi kriteria world class marine.
Selain Kasal Laksamana Dr. Marsetio mendapat kehormatan sebagai warga Korps Marinir yang ke 30, Koptu Mar. Eko Yulianto juga mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan langsung oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio.
Koptu Mar Eko Yulianto merupakan anggota Puskodal Mako Kormar yang beberapa waktu lalu berhasil menggagalkan aksi perampokan sepeda motor di Bekasi.
Sumber: Harian Pelita
Monday, February 18, 2013
Pangarmabar Mendapat Brevet Kehormatan Pasukan Katak
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto, S.E., berfoto bersama usai mendapat penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak yang dilaksanakan oleh Komandan Komando Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatkopaska Koarmabar) Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno dalam upacara di Lapangan Pondok Dayung Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/2).(Foto: Dispenarmabar)
18 Pebruari 2013, Jakarta: TIM Pasukan Katak dengan Combat Boat dan dua sea reder melaksanakann penyerangan dan penyergapan terhadap gerombolan kekuatan bersenjata yang berhasil mengendalikan satu pulau kecil salah satu Wilayah NKRI.
Dalam Pendadakan dan penyerangan tersebut mendapat perlawanan dari gerombolan kekuatan bersenjata.
Suara tembakan dan ledakan dari senjata terlihat dalam tembak-menembak di dermaga pulau tersebut.
Dengan kemampuan yang dimiliki tim Pasukan Katak sebagai pasukan elite TNI AL berhasil melumpuhkan para gerombolan bersejata serta menghancurkan markas gerombolan bersenjata.
Penyerbuan tersebut merupakan simulai penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto oleh Komandan Komando Pasukan Katak Komando Armabar RI Kawasan Barat (Dansatkopaska Koarmabar) Kolonel Laut (P) Eko Rebut Suyatno dalam upacara di Lapangan Pangkalan Angkatan Laut Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta, Jumat (15/1/2013).
Upacara penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak dengan melibatkan dua kompi Pasukan Katak dengan menampilkan tenu pakaian tempur maupun pakaian Dinas lapangan (PDL) dengan Komandan upacara Kolonel Laut (P) Eko Ribut Suyatno.
Upacara penyematan Brevet Kopaska TNI AL ini dihadiri Laksmana Muda TNI Laksda TNI Herry Setianegara, S.sos, S.H, M.M Kasarmabar Laksma TNI M Atok Urrahman, Dan Guspurla Laksma TNI Tri Wahyudi Sukarno, SE, dan para pejabat Koarmabar.
Sumber: Harian Pelita
18 Pebruari 2013, Jakarta: TIM Pasukan Katak dengan Combat Boat dan dua sea reder melaksanakann penyerangan dan penyergapan terhadap gerombolan kekuatan bersenjata yang berhasil mengendalikan satu pulau kecil salah satu Wilayah NKRI.
Dalam Pendadakan dan penyerangan tersebut mendapat perlawanan dari gerombolan kekuatan bersenjata.
Suara tembakan dan ledakan dari senjata terlihat dalam tembak-menembak di dermaga pulau tersebut.
Dengan kemampuan yang dimiliki tim Pasukan Katak sebagai pasukan elite TNI AL berhasil melumpuhkan para gerombolan bersejata serta menghancurkan markas gerombolan bersenjata.
Penyerbuan tersebut merupakan simulai penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto oleh Komandan Komando Pasukan Katak Komando Armabar RI Kawasan Barat (Dansatkopaska Koarmabar) Kolonel Laut (P) Eko Rebut Suyatno dalam upacara di Lapangan Pangkalan Angkatan Laut Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta, Jumat (15/1/2013).
Upacara penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak dengan melibatkan dua kompi Pasukan Katak dengan menampilkan tenu pakaian tempur maupun pakaian Dinas lapangan (PDL) dengan Komandan upacara Kolonel Laut (P) Eko Ribut Suyatno.
Upacara penyematan Brevet Kopaska TNI AL ini dihadiri Laksmana Muda TNI Laksda TNI Herry Setianegara, S.sos, S.H, M.M Kasarmabar Laksma TNI M Atok Urrahman, Dan Guspurla Laksma TNI Tri Wahyudi Sukarno, SE, dan para pejabat Koarmabar.
Sumber: Harian Pelita
Monday, February 11, 2013
Denjaka dan US Navy Seal Gelar Latma Silent Iron 13-1
11 Februari 2013, Surabaya: Komandan Pasmar-2 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana bertindak selaku inspektur upacara mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington pada upacara pembukaan Latihan bersama (Latma) Silent Iron 13-1 di lapangan tembak pistol Jusman Fuger Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (11/02).
Latihan bersama tersebut selain bertujuan untuk mempererat persahabatan juga meningkatkan kerja sama Militer Indonesia dengan Amerika Serikat serta meningkatkan profesionalisme prajurit Denjaka, US Navy Seal dan US Marsoc dalam rangka mendukung tugas pokok satuan.
Dalam amanat Dankormar yang dibacakan oleh Danpasmar-2 menyampaikan, bahwa Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai wilayah laut yang cukup luas serta mempunyai kekayaan alam yang sangat besar di dalamnya dan kondisi ini sangat rentan dari segala bentuk ancaman, baik ancaman potensial maupun faktual, untuk itu diperlukan keberdaaan TNI-AL yang kuat dan professional dalam menghadapi segala bentuk ancaman tersebut.
Pada amanatnya yang lain Dankormar menjelaskan latihan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 11 hingga 28 Pebruari 2013 antara Denjaka dengan US Navy Seals ini adalah salah satu bentuk kerja sama pemerintah Indonesia-Amerika dalam bidang militer yang bersandikan Silent Iron 13-1 dimana latihan ini berbeda dengan Latma yang pernah dilaksanakan sebelumnya baik Maritime Counter Terrorism Operastion (Plash Iron 06-03) maupun Plash Iron 07-03, karena pada Latma ini dillaksanakan latihan yang meliputi dua aspek media laut dan darat.
Hadir dalam acara pembukaan latihan tersebut Para Asisten Kaspasmar-2, Para Dankolak Pasmar-2, Atase US Marine Letkol Avila, Perwakilan Puspenerbal Mayor Laut Rifai dan Perwakilan dari KPLP Bpk. Fourmansyah.
Sumber: Dispenkormar
Friday, January 25, 2013
Satkopaska Koarmatim Latihan MIO di Selat Madura
25 Januari 2013, Surabaya: Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, berhasil melumpuhkan sekelompok “teroris” yang membajak sebuah kapal di perairan Selat Madura, Jum’at (25/01). Letusan suara tembakan menggema diperairan tersebut, ketika tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Kopaska, yang didukung satu kapal selam KRI Cakra-401 dan kapal patroli cepat KRI Badau-841, mendekat ke kapal sasaran.
KRI Badau-841 dan sebuah kendaraan tempur atas air Combat Boat melakukan manuver dengan kecepatan tinggi untuk mengecoh dan memberikan perlindungan terhadap tim VBSS yang akan boarding ke atas kapal. Teroris menyambut kedatangan mereka dengan tembakan membabi buta. Perhatian musuh terpecah menuju ke kapal-kapal cepat itu, sehingga satu tim VBSS Kopaska bersenjatakan lengkap, dapat melakukan boarding ke atas kapal. Pasukan anti teror itu dipimpin oleh Kapten Laut (S) Bambang, beranggotakan enam orang prajurit Kopaska.
Berhasil naik ke atas kapal, tim VBSS melakukan pergerakan (Ship Movement), untuk menguasai objek vital di kapal. Terjadi kontak tembak antara tim Kopaska dengan sisa-sisa teroris yang menguasai anjungan. Berkat kesigapan prajurit Kopaska, kelompok teroris itu dapat dilumpuhkan.
Beberapa orang teroris tertembak mati dan mengalami luka-luka. Mereka yang selamat langsung ditangani (Personal Handling), kemudian dievakuasi ke darat. Tim anti teror di darat didukung satu unit Chetah, Commob dan motor trail mengevakuasi musuh yang berhasil ditawan oleh tim VBSS.
Operasi tempur laut tersebut, merupakan simulasi pembebasan kapal atau Maritime Interdiction Operation (MIO), yang diselenggarakan oleh jajaran Koarmatim, dengan melibatkan satu kapal selam KRI Cakra-401, satu kapal korvet kelas SIGMA KRI Sultan Hasanudin-366, satu kapal patroli cepat KRI Badau-841, satu tim VBSS dari Satkopaska Koarmatim dengan didukung kendaraan tempur laut Rigid Hul Inflatble Boat (RHIB) berupa Combat Boat dan Sea Rider.
Sumber: Dispenarmatim
Thursday, January 3, 2013
Siswa Diktaifib Latihan Para Dasar Static
2 Januari 2013, Sidoarjo: Sejumlah siswa Sekolah Khusus (Sesus) Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Angkatan-39 melakukan persiapan Latihan Teknik (Latek) Para Dasar Static dengan menggunakan pesawat Cassa NC212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, saat, di Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (2/1). Sesus Diktaifib merupakan kawah Candradimuka pasukan khusus Intai Amfibi (Taifib) Marinir, yang mencetak pasukan tempur sebagai garda depan menjaga kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ama/12)
Wednesday, December 26, 2012
Ribuan Marinir Lepas Kasal di Surabaya
(Foto: Korps Marinir)
26 Desember 2012, Surabaya: Ribuan prajurit Korps Marinir melepas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Kesatrian Sutedi Senaputra Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu.
Pelepasan Kasal yang dilaksanakan dalam Apel Khusus itu berlangsung cukup khidmat dan dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, para pejabat teras Mabesal, para Pangkotama TNI AL, dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Lilik Soeparno.
Di depan ribuan prajurit Korps Marinir, Kasal yang kelahiran Surabaya itu mengatakan apa yang dialaminya saat ini mengingatkan dirinya ke peristiwa dua tahun silam, tepatnya 2 Nopember 2010.
"Pada hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah dalam perjalanan pengabdian saya di TNI AL. Pada hari itu dengan rasa bangga, saya diangkat menjadi warga kehormatan Korps Marinir, sebuah Korps yang begitu besar, Korps dengan sejarah pengabdian yang panjang dengan penuh warna," katanya.
Ia mengemukakan pada hari itu sangat bersejarah karena menjadi warga kehormatan Korps Marinir merupakan dambaan dan impian setiap perwira Angkatan Laut.
"Hari ini, saya berdiri di hadapan para prajurit Korps Marinir untuk terakhir kalinya sebagai pemimpin TNI AL, dengan diliputi rasa haru yang mendalam, tiba saatnya di acara parade perpisahan ini, saya selaku pemimpin TNI Angkatan Laut yang sekaligus sebagai warga kehormatan mohon diri dan mohon pamit," katanya.
Secara struktural, semuanya harus berpisah tetapi secara kultural dalam ikatan keluarga Korps Marinir, tentu tidak akan pernah terpisah.
"Selama hayat masih di kandung badan, saya masih tetap sebagai keluarga besar Korps Marinir. Walaupun hanya menjadi warga kehormatan, namun saya merasa menjadi prajurit Korps Marinir sejati," katanya.
Setelah purna tugas kelak, jika Korps memanggil, maka dirinya siap memakai helm, memanggul ransel, mengangkat senjata bersama-sama dengan prajurit Korps Marinir, mendarat di pantai musuh serta mengobrak-abrik pertahanan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI, sebagai seorang petarung yang rela mengorbankan jiwa raga demi kejayaan Tanah Air tercinta.
Orang nomor satu di TNI AL itu mengatakan selama memimpin TNI Angkatan Laut telah menyaksikan betapa membanggakan sepak terjang prajurit Korps Marinir yang senantiasa hadir di setiap palagan, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan membawa panji-panji keberhasilan, kiprah yang demikian hebat membuat gentar lawan dan bakal lawan.
"Hasil gemilang dan membanggakan tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja keras, keikhlasan dan kebersamaan yang menjadi jatidiri Korps Marinir serta telah terpatri dalam diri prajurit baret ungu. Semuanya melahirkan keyakinan dalam diri saya bahwa Korps Marinir akan mampu menghadapi seberat apapun tantangan tugas di masa mendatang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Laksamana TNI Soeparno menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas loyalitas, dedikasi dan pengabdian serta dukungan yang tulus selama ini.
"Sebelum kaki ini melangkah meninggalkan Ksatrian Marinir Sutedi Senaputra yang penuh wibawa ini, perkenankan saya menyampaikan ungkapan tulus dari jiwa keprajuritan yang telah terpatri selama menjadi perwira Angkatan Laut bahwa kalian adalah prajurit-prajuritku yang sungguh hebat dan mengagumkan, terima kasih atas semianya," katanya.
Setelah Apel Khusus itu usai, acara dilanjutkan dengan tradisi pelepasan. Kasal beserta Ny Lilik Soeparno didampingi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Ny. Mediastuti Faridz Washington menuju lapangan apel untuk melaksanakan prosesi pelepasan yang diawali dengan pengalungan bunga oleh Putra-putri prajurit Marinir kepada Kasal dan Ny. Lilik Soeparno.
Selanjutnya, Kasal beserta Ny. Lilik Soeparno menaiki BTR-50 dengan dilepas oleh ribuan prajurit Korps Marinir dan Jalasenastri, yaitu melewati lorong yang dibentuk dengan menggunakan kendaraaan tempur milik Korps Marinir dengan diiringi musik dan lagu "Seraut Wajah" dari seniman legendaris Ebiet G. Ade.
Sesampainya di depan ruang VIP Menbanpur-1 Mar, Laksamana TNI Soeparno berkesempatan menuliskan pesan di prasasti, "Teruskan Perjuanganmu, Prajuritku yang gagah Perkasa, Saya Bangga pernah memimpin kalian, Jadilah prajurit Petarung yang Religius dan Humanis".
Setelah menerima cenderamata dari prajurit baret ungu, Laksamana TNI Soeparno dan keluarga berjalan kaki dilepas dengan iringan musik rebana yang melewati lorong ribuan prajurit baret ungu sampai pos penjagaan Ksatrian Sutedi Senaputra Karangpilang.
Sumber: ANTARA News
26 Desember 2012, Surabaya: Ribuan prajurit Korps Marinir melepas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Kesatrian Sutedi Senaputra Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu.
Pelepasan Kasal yang dilaksanakan dalam Apel Khusus itu berlangsung cukup khidmat dan dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, para pejabat teras Mabesal, para Pangkotama TNI AL, dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Lilik Soeparno.
Di depan ribuan prajurit Korps Marinir, Kasal yang kelahiran Surabaya itu mengatakan apa yang dialaminya saat ini mengingatkan dirinya ke peristiwa dua tahun silam, tepatnya 2 Nopember 2010.
"Pada hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah dalam perjalanan pengabdian saya di TNI AL. Pada hari itu dengan rasa bangga, saya diangkat menjadi warga kehormatan Korps Marinir, sebuah Korps yang begitu besar, Korps dengan sejarah pengabdian yang panjang dengan penuh warna," katanya.
Ia mengemukakan pada hari itu sangat bersejarah karena menjadi warga kehormatan Korps Marinir merupakan dambaan dan impian setiap perwira Angkatan Laut.
"Hari ini, saya berdiri di hadapan para prajurit Korps Marinir untuk terakhir kalinya sebagai pemimpin TNI AL, dengan diliputi rasa haru yang mendalam, tiba saatnya di acara parade perpisahan ini, saya selaku pemimpin TNI Angkatan Laut yang sekaligus sebagai warga kehormatan mohon diri dan mohon pamit," katanya.
Secara struktural, semuanya harus berpisah tetapi secara kultural dalam ikatan keluarga Korps Marinir, tentu tidak akan pernah terpisah.
"Selama hayat masih di kandung badan, saya masih tetap sebagai keluarga besar Korps Marinir. Walaupun hanya menjadi warga kehormatan, namun saya merasa menjadi prajurit Korps Marinir sejati," katanya.
Setelah purna tugas kelak, jika Korps memanggil, maka dirinya siap memakai helm, memanggul ransel, mengangkat senjata bersama-sama dengan prajurit Korps Marinir, mendarat di pantai musuh serta mengobrak-abrik pertahanan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI, sebagai seorang petarung yang rela mengorbankan jiwa raga demi kejayaan Tanah Air tercinta.
Orang nomor satu di TNI AL itu mengatakan selama memimpin TNI Angkatan Laut telah menyaksikan betapa membanggakan sepak terjang prajurit Korps Marinir yang senantiasa hadir di setiap palagan, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan membawa panji-panji keberhasilan, kiprah yang demikian hebat membuat gentar lawan dan bakal lawan.
"Hasil gemilang dan membanggakan tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja keras, keikhlasan dan kebersamaan yang menjadi jatidiri Korps Marinir serta telah terpatri dalam diri prajurit baret ungu. Semuanya melahirkan keyakinan dalam diri saya bahwa Korps Marinir akan mampu menghadapi seberat apapun tantangan tugas di masa mendatang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Laksamana TNI Soeparno menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas loyalitas, dedikasi dan pengabdian serta dukungan yang tulus selama ini.
"Sebelum kaki ini melangkah meninggalkan Ksatrian Marinir Sutedi Senaputra yang penuh wibawa ini, perkenankan saya menyampaikan ungkapan tulus dari jiwa keprajuritan yang telah terpatri selama menjadi perwira Angkatan Laut bahwa kalian adalah prajurit-prajuritku yang sungguh hebat dan mengagumkan, terima kasih atas semianya," katanya.
Setelah Apel Khusus itu usai, acara dilanjutkan dengan tradisi pelepasan. Kasal beserta Ny Lilik Soeparno didampingi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Ny. Mediastuti Faridz Washington menuju lapangan apel untuk melaksanakan prosesi pelepasan yang diawali dengan pengalungan bunga oleh Putra-putri prajurit Marinir kepada Kasal dan Ny. Lilik Soeparno.
Selanjutnya, Kasal beserta Ny. Lilik Soeparno menaiki BTR-50 dengan dilepas oleh ribuan prajurit Korps Marinir dan Jalasenastri, yaitu melewati lorong yang dibentuk dengan menggunakan kendaraaan tempur milik Korps Marinir dengan diiringi musik dan lagu "Seraut Wajah" dari seniman legendaris Ebiet G. Ade.
Sesampainya di depan ruang VIP Menbanpur-1 Mar, Laksamana TNI Soeparno berkesempatan menuliskan pesan di prasasti, "Teruskan Perjuanganmu, Prajuritku yang gagah Perkasa, Saya Bangga pernah memimpin kalian, Jadilah prajurit Petarung yang Religius dan Humanis".
Setelah menerima cenderamata dari prajurit baret ungu, Laksamana TNI Soeparno dan keluarga berjalan kaki dilepas dengan iringan musik rebana yang melewati lorong ribuan prajurit baret ungu sampai pos penjagaan Ksatrian Sutedi Senaputra Karangpilang.
Sumber: ANTARA News
Friday, November 23, 2012
TNI AL Mekarkan Korps Marinir
Prajurit Marinir TNI AL melakukan Demo perkelahian Sangkur dan Mixed Martial Art Marinir ketika upacara Peringatan HUT ke-67 Korps Marinir TNI AL di Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (22/11). Peringatan HUT Korps Marinir mengambil tema "Dengan semangat pengabdian tanpa batas kita tingkatkan profesionalisme prajurit yang kaya kompetensi serta berkarakter sebagai prajurit petarung yang relegius dan humanis". (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ed/mes/12)
23 Nopember 2012, Jakarta: TNI Angkatan Laut melakukan pemekaran pasukan Korps Marinir di sejumlah lokasi strategis perbatasan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Pembangunan kekuatan itu dilakukan di Kep Riau dan Papua.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, presiden telah memerintahkan secara langsung agar ditambah dan dibangun satu batalyon infanteri-10 di Pulau Setoko, Batam.
"Ini adalah salah satu contoh dari wujud kepercayaan pemimpin negara ini kepada Marinir," katanya dalam upacara peringatan HUT ke-67 Korps Marinir di Jakarta, kemarin.
Batalyon tersebut sekarang ini dalam proses penyiapan. Diharapkan tahun depan sudah berdiri dan difungsikan.
Soeparno mengingatkan, kepercayaan ini mahal harganya sehingga harus dilaksanakan dengan baik. Sebab, sekali Korps Marinir kehilangan kepercayaan terhadap tugas yang diberikan, maka kepercayaan itu tidak akan pernah didapatkan kembali.
Selain di Batam, gelar pasukan juga dilakukan di Sorong, Papua. Di sana, kata dia, dibangun satu divisi baru Korps Marinir. "Pemekaran Marinir di Sorong tetap ada brigif. Satu divisi di Sorong," tuturnya.
Untuk memerkuat Korps Marinir, berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) akan didatangkan searah dengan program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF). Selain itu, alutsista lama juga bakal diremajakan. "Akan datang lagi 34 unit tank BMP 3F dalam waktu dekat ini," bebernya.
Sementara itu, terkait HUT Korps Marinir, Soeparno berpesan agar prajurit Marinir terus mengasah naluri tempur. "Pelihara jati diri Korps Marinir sebagai pasukan pendarat amfibi," sebutnya.
Dalam peringatan HUT Korps Marinir, ditampilkan berbagai kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL serta berbagai atraksi prajurit. Diantara atraksi prajurit adalah unjuk kemampuan sniper, beladiri militer, serta terjun payung.
Dipertontonkan juga simulasi peperangan dengan menembakkan meriam Howitzer 105 mm. Kemampuan penerbang Angkatan Laut juga diperlihatkan lewat terbang lintas dalam ketinggian yang cukup rendah.
Menurut Kepala Dispen Korps Marinir Letkol Mar Sumarto, dalam upacara itu juga dilaksanakan penyematan Satya Lencana Kesetiaan 24, 16, 8 tahun kepada tiga personel Marinir serta dilaksanakan penyerahan Bendera Unggul Jaya kepada Yonif-1 Mar sebagai Batalyon Infanteri Marinir terunggul tahuq 2012 yang diterima oleh Danyonif-1 Mar Mayor (Mar) Teddy Basuki Bakri.
Adapun alutsista yang dipamerkan antara lain, tank BMP 3F, BVP-2, Meriam RM 70 Grad, Meriam PT 76 M, Meriam Howitzer 105 dan 122, tank LVT 7, dan kendaraan tempur BTR 50 P. "Akhir November (25/11) akan digelar pertandingan tinju amatir Dankormar Cup dan tinju profesional di balai prajurit Cilandak," imbuhnya.
Sumber: Suara Karya
23 Nopember 2012, Jakarta: TNI Angkatan Laut melakukan pemekaran pasukan Korps Marinir di sejumlah lokasi strategis perbatasan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Pembangunan kekuatan itu dilakukan di Kep Riau dan Papua.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, presiden telah memerintahkan secara langsung agar ditambah dan dibangun satu batalyon infanteri-10 di Pulau Setoko, Batam.
"Ini adalah salah satu contoh dari wujud kepercayaan pemimpin negara ini kepada Marinir," katanya dalam upacara peringatan HUT ke-67 Korps Marinir di Jakarta, kemarin.
Batalyon tersebut sekarang ini dalam proses penyiapan. Diharapkan tahun depan sudah berdiri dan difungsikan.
Soeparno mengingatkan, kepercayaan ini mahal harganya sehingga harus dilaksanakan dengan baik. Sebab, sekali Korps Marinir kehilangan kepercayaan terhadap tugas yang diberikan, maka kepercayaan itu tidak akan pernah didapatkan kembali.
Selain di Batam, gelar pasukan juga dilakukan di Sorong, Papua. Di sana, kata dia, dibangun satu divisi baru Korps Marinir. "Pemekaran Marinir di Sorong tetap ada brigif. Satu divisi di Sorong," tuturnya.
Untuk memerkuat Korps Marinir, berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) akan didatangkan searah dengan program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF). Selain itu, alutsista lama juga bakal diremajakan. "Akan datang lagi 34 unit tank BMP 3F dalam waktu dekat ini," bebernya.
Sementara itu, terkait HUT Korps Marinir, Soeparno berpesan agar prajurit Marinir terus mengasah naluri tempur. "Pelihara jati diri Korps Marinir sebagai pasukan pendarat amfibi," sebutnya.
Dalam peringatan HUT Korps Marinir, ditampilkan berbagai kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL serta berbagai atraksi prajurit. Diantara atraksi prajurit adalah unjuk kemampuan sniper, beladiri militer, serta terjun payung.
Dipertontonkan juga simulasi peperangan dengan menembakkan meriam Howitzer 105 mm. Kemampuan penerbang Angkatan Laut juga diperlihatkan lewat terbang lintas dalam ketinggian yang cukup rendah.
Menurut Kepala Dispen Korps Marinir Letkol Mar Sumarto, dalam upacara itu juga dilaksanakan penyematan Satya Lencana Kesetiaan 24, 16, 8 tahun kepada tiga personel Marinir serta dilaksanakan penyerahan Bendera Unggul Jaya kepada Yonif-1 Mar sebagai Batalyon Infanteri Marinir terunggul tahuq 2012 yang diterima oleh Danyonif-1 Mar Mayor (Mar) Teddy Basuki Bakri.
Adapun alutsista yang dipamerkan antara lain, tank BMP 3F, BVP-2, Meriam RM 70 Grad, Meriam PT 76 M, Meriam Howitzer 105 dan 122, tank LVT 7, dan kendaraan tempur BTR 50 P. "Akhir November (25/11) akan digelar pertandingan tinju amatir Dankormar Cup dan tinju profesional di balai prajurit Cilandak," imbuhnya.
Sumber: Suara Karya
Thursday, November 22, 2012
Korps Marinir Siap Mencabik Musuh NKRI
Komandan Upacara Dan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana (kiri) mendampingi Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno (kanan) ketika memeriksa pasukan pada upacara Peringatan HUT ke-67 Korps Marinir TNI AL di Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (22/11). Peringatan HUT Korps Marinir mengambil tema "Dengan semangat pengabdian tanpa batas kita tingkatkan profesionalisme prajurit yang kaya kompetensi serta berkarakter sebagai prajurit petarung yang relegius dan humanis". (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ed/mes/12)
22 November 2012, Sidoarjo, Jawa Timur: Korps Marinir TNI AL berulang tahun ke-67 hari ini. Di seluruh negara Asia, cuma sedikit yang punya korps marinir yang terbukti mumpuni, salah satunya Indonesia, yang dinilai Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, selalu menapaki kemajuan dari tahun ke tahun.
Korps itu dikenal secara fisik oleh masyarakat umum dengan ciri baret berwarna merah keunguan dan pola seragam lapangan yang khas. Pasukan marinir merupakan pasukan pendarat dari matra laut ke pesisir daratan yang direbut, memakai berbagai wahana tempur, di antara yang terkini adalah tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.
Dalam melaksanakan doktrin perang dan pertempurannya, Korps Marinir TNI AL juga dilengkapi dengan batalion-batalion artileri berat howitzer 155 milimeter dan mortir serta senapan runduk berat 20 milimeter Nechem buatan Afrika Selatan.
Korps Marinir TNI AL --sebagaimana satuan-satuan komando lain TNI-- juga kerap dikerahkan dalam mitigasi bencana dan pengamanan, dalam tugas militer selain perang.
"Korps Marinir TNI AL yang merupakan pasukan ujung tombak pertahanan negara yang siap mencabik-cabik setiap musuh yang mengancam NKRI, selalu ada kemajuan setiap tahun," sesuai sambutan tertulis dalam upacara di Lapangan Apel Detasemen Markas Pasukan Marinir 1 Korps Marinir TNI AL, di Sidoarjo, Kamis.
Peringatan Hari Lahir Korps Marinir ke-67 itu dilaksanakan unit itu dalam upacara militer dengan inspektur upacara Perwira Pembantu Administratif dan Personel Markas Komando Pasmar-1, Mayor Marinir Suwito.
Dalam sambutan itu, Korps Marinir TNI AL diberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas pelaksanaan tugas bagi bangsa dan negara. Pula terhadap insan-insan Korps Marinir TNI AL dan PNS di lingkungan komaando itu, yang telah mendharmabhaktikan diri semaksimal mungkin bagi Tanah Air.
Sumber: ANTARA News
22 November 2012, Sidoarjo, Jawa Timur: Korps Marinir TNI AL berulang tahun ke-67 hari ini. Di seluruh negara Asia, cuma sedikit yang punya korps marinir yang terbukti mumpuni, salah satunya Indonesia, yang dinilai Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, selalu menapaki kemajuan dari tahun ke tahun.
Korps itu dikenal secara fisik oleh masyarakat umum dengan ciri baret berwarna merah keunguan dan pola seragam lapangan yang khas. Pasukan marinir merupakan pasukan pendarat dari matra laut ke pesisir daratan yang direbut, memakai berbagai wahana tempur, di antara yang terkini adalah tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.
Dalam melaksanakan doktrin perang dan pertempurannya, Korps Marinir TNI AL juga dilengkapi dengan batalion-batalion artileri berat howitzer 155 milimeter dan mortir serta senapan runduk berat 20 milimeter Nechem buatan Afrika Selatan.
Korps Marinir TNI AL --sebagaimana satuan-satuan komando lain TNI-- juga kerap dikerahkan dalam mitigasi bencana dan pengamanan, dalam tugas militer selain perang.
"Korps Marinir TNI AL yang merupakan pasukan ujung tombak pertahanan negara yang siap mencabik-cabik setiap musuh yang mengancam NKRI, selalu ada kemajuan setiap tahun," sesuai sambutan tertulis dalam upacara di Lapangan Apel Detasemen Markas Pasukan Marinir 1 Korps Marinir TNI AL, di Sidoarjo, Kamis.
Peringatan Hari Lahir Korps Marinir ke-67 itu dilaksanakan unit itu dalam upacara militer dengan inspektur upacara Perwira Pembantu Administratif dan Personel Markas Komando Pasmar-1, Mayor Marinir Suwito.
Dalam sambutan itu, Korps Marinir TNI AL diberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas pelaksanaan tugas bagi bangsa dan negara. Pula terhadap insan-insan Korps Marinir TNI AL dan PNS di lingkungan komaando itu, yang telah mendharmabhaktikan diri semaksimal mungkin bagi Tanah Air.
Sumber: ANTARA News
Monday, November 12, 2012
880 Prajurit Marinit Ikuti Latgab TNI 2012
(Foto: Marinir)
12 November 2012, Surabaya: Sebanyak 880 prajurit Korps Marinir TNI AL berangkat untuk mengikuti Latihan Gabungan TNI tahun 2012 di Sangatta, Kalimantan Timur.
Ratusan prajurit itu berangkat menuju lokasi latihan dengan menggunakan sejumlah kapal perang RI (KRI) dari dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (12/11).
Para prajurit Korps Marinir beserta material tempurnya itu berangkat dengan KRI Surabaya-591, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Cendrawasih-543, KRI Teluk Sangkurilang-542, KRI Teluk Penyu-513 dan KRI Pulau Rupat-712.
Selain itu, prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Taifib) yang akan melaksanakan Terjun Tempur berangkat bersama prajurit Batalyon 464 Paskhas TNI AU Malang dengan menggunakan pesawat Hercules.
Latihan Gabungan TNI 2012 yang berlangsung hingga 30 November 2012 itu melibatkan 880 prajurit Korps Marinir TNI AL beserta beberapa material tempur yang dimiliki Korps Baret Ungu saat ini.
Material tempur yang dibawa antara lain lima unit BMP-3F, 20 unit BTR-50, empat unit KAPA, empat unit BVP-2, dua unit Roket Multi Laras RM 70 Grad, dan tiga pucuk Howitzer 105 mm.
Sebelum berangkat melaksanakan Latihan Gabungan TNI tahun 2012, prajurit Korps Marinir TNI AL telah melakukan latihan-latihan parsial dengan tujuan agar dalam melaksanakan latihan gabungan TNI dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Latihan-latihan parsial yang telah dilaksanakan prajurit Korps Marinir TNI AL di antaranya menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) di Pusat Latihan Tempur TNI AL, Grati Pasuruhan.
Selain itu, latihan kesenjataan Bantuan Tempur (Banpur) dan latihan kesenjataan Artileri di daerah Karangpilang, latihan mobilisasi udara (Mobud) dan latihan terjun tempur baik terjun siang maupun malam hari di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda dan Karangpilang, Surabaya.
Latihan dan kesiapan prajurit Korps Marinir itu pun telah diinspeksi oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Suprapto mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Achmad Faridz Washington di Kesatrian Soepraptono, Semarung, Surabaya pada 8 November lalu.
Sumber: Investor Daily
12 November 2012, Surabaya: Sebanyak 880 prajurit Korps Marinir TNI AL berangkat untuk mengikuti Latihan Gabungan TNI tahun 2012 di Sangatta, Kalimantan Timur.
Ratusan prajurit itu berangkat menuju lokasi latihan dengan menggunakan sejumlah kapal perang RI (KRI) dari dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (12/11).
Para prajurit Korps Marinir beserta material tempurnya itu berangkat dengan KRI Surabaya-591, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Cendrawasih-543, KRI Teluk Sangkurilang-542, KRI Teluk Penyu-513 dan KRI Pulau Rupat-712.
Selain itu, prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Taifib) yang akan melaksanakan Terjun Tempur berangkat bersama prajurit Batalyon 464 Paskhas TNI AU Malang dengan menggunakan pesawat Hercules.
Latihan Gabungan TNI 2012 yang berlangsung hingga 30 November 2012 itu melibatkan 880 prajurit Korps Marinir TNI AL beserta beberapa material tempur yang dimiliki Korps Baret Ungu saat ini.
Material tempur yang dibawa antara lain lima unit BMP-3F, 20 unit BTR-50, empat unit KAPA, empat unit BVP-2, dua unit Roket Multi Laras RM 70 Grad, dan tiga pucuk Howitzer 105 mm.
Sebelum berangkat melaksanakan Latihan Gabungan TNI tahun 2012, prajurit Korps Marinir TNI AL telah melakukan latihan-latihan parsial dengan tujuan agar dalam melaksanakan latihan gabungan TNI dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Latihan-latihan parsial yang telah dilaksanakan prajurit Korps Marinir TNI AL di antaranya menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) di Pusat Latihan Tempur TNI AL, Grati Pasuruhan.
Selain itu, latihan kesenjataan Bantuan Tempur (Banpur) dan latihan kesenjataan Artileri di daerah Karangpilang, latihan mobilisasi udara (Mobud) dan latihan terjun tempur baik terjun siang maupun malam hari di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda dan Karangpilang, Surabaya.
Latihan dan kesiapan prajurit Korps Marinir itu pun telah diinspeksi oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Suprapto mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Achmad Faridz Washington di Kesatrian Soepraptono, Semarung, Surabaya pada 8 November lalu.
Sumber: Investor Daily
Subscribe to:
Posts (Atom)







































