Saturday, March 13, 2010

Kunjungan Komisi I DPR RI Ke Dahana Batal


13 Maret 2010, Tasikmalaya -- Kunjungan anggota Komisi I DPR RI batal mengunjungi PT Dahana, pabrik pembuatan bahan peledak di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat.

Keterangan petugas keamanan PT Dahana, Indra, mengatakan kunjungan DPR RI yang direncanakan akan mengunjungi perusahaan pembuatan bahan peledak di PT Dahana dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

"Memang akan ada anggota DPR RI ke sini, tapi nggak jadi, tidak tahu kenapa dibatalin," katanya.

Sementara itu, kata dia, pejabat PT Dahana tidak ada yang dapat dihubungi tentang penjelasan ketidakdatangannya anggota DPR RI, karena semua jajarannya tidak ada di tempat kerja.

Namun, kata dia, dari laporan yang diterima petugas keamanan, pejabat PT Dahana datang langsung ke Bandung untuk bertemu dengan anggota DPR RI.

"Katanya langsung ke Bandung, nggak jadi ke sini," katanya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya yang akan mendampingi kunjungan anggota DPR RI oleh wali kota dan pejabat pemerintah daerah lainnya terpaksa agendanya dibatalkan.

Protokol Wali Kota Tasikmalaya, Samaludin mengatakan, pihak PT Dahana menerima langsung kunjungan anggota DPR RI di Bandung dan melakukan paparannya di Bandung.

Terkait permasalahan yang dijelaskan PT Dahana kepada DPR RI, kata Samaludin, pihaknya tidak mengetahuinya secara rinci.

"Katanya tidak jadi ke sini dan dari PT Dahana yang langsung datang ke Bandung," tukas dia.

ANTARA JAWA BARAT

Kapal Catur Samudera Dibajak Teroris


13 Maret 2010, Jakarta -- Kapal Super Tanker MT Catur Samudra berbendera Saudi Arabia yang tengah mengangkut Bahan Bakar Minyak dibajak oleh sekelompok teroris radikal. Pimpinan teroris langsung menuju anjungan kapal dan menyekap nahkoda kapal.

Teroris itu menuntut pihak yang keamanan Indonesia untuk semua teman-temannya yang dipenjara di seluruh Indonesia agar dibebaskan. Teroris juga meminta supaya dikirim uang tebusan sebesar US$ 100 juta, dan disiapkan pesawat udara di bandara Cengkareng.

Peristiwa di atas bukan kejadian sebenarnya. Tapi bagian dari skenario Latihan Terpadu TNI-Polri di perairan Tanjung Priok, Jakarta, hari ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan TNI-Polri dalam menghadapi aksi terorisme, terutama di laut.

Latihan gabungan itu juga disaksikan langsung oleh Panglima Jenderal TNI Djoko Santoso dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri melalui live streaming di Hotel Borobudur Jakarta.

TEMPO Interaktif

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror

Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) langsung membuka latihan gabungan ini. Tampak BHD melakukan inspeksi pasukan. (Foto: detikFoto/Aprizal Rahmatullah)

13 Maret 2010, Jakarta -- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso meninjau pelaksanaan Latihan Gabungan Antiteror TNI/Polri di Jakarta, Sabtu.

Peninjauan dilakukan di Hotel Borobudur, salah satu lokasi Latgab dari lima lokasi yang disiapkan untuk latihan gabungan tersebut.

Kapolri mengemukakan, latihan gabungan ini mengambil tema "Melalui Latihan Bersama Penanggulangan Teror TNI-Polri Secara Profesional Siap Menghadapi Setiap Bentuk Menghadapi Setiap Bentuk Serangan Teror Yang Berpotensi Mengganggu Stabilitas Nasional".

Latihan gabungan kali kedua itu diikuti sekitar 3.559 personil dari TNI dan Polri juga digelar berbagai peralatan dari TNI dan Polri.

Kegiatan itu, melibatkan Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus (Gultor Kopassus) TNI Angkatan Darat, Detasemen Jala Mangkara (Den Jaka) TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, Detasemen Bravo TNI Angkatan Udara, dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI.

Peserta latihan dari unsur TNI terdiri dari tim Bravo Paskas (pasukan khas), Satgultor 81 Kopasus, Denjaka TNI AL, Taifib Marinir, dan Kopaska Armabar. Sementara dari Polri diturunkan Densus 88, Korps Brimob, Puslabfor, dan Intelijen. (Foto: detikFoto/Aprizal Rahmatullah)

Kendaraan tempur milik TNI juga dikerahkan dalam latihan ini. (Foto: detikFoto/Aprizal Rahmatullah)

Kegiatan akan diawali dengan latihan tanpa pasukan (gladi posko) selama dua mulai Kamis hingga Jumat (12/3), dilanjutkan geladi lapang yakni latihan dengan pasukan pada 13 Maret 2010 di beberapa obyek vital yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Geladi lapang dilakukan serentak di enam lokasi yakni Hotel Borobudur, Hotel Mercure Ancol, Bursa Efek Jakarta, lepas pantai Tanjung Priok, kilang minyak di Kepulauan Seribu dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

ANTARA News

Rusia Tidak Akan Kerjasama Militer Dengan Pakistan

PAK FA jet tempur generasi kelima buatan Rusia, akan dikembangkan bersama India. Diperkirakan harga satu unit 100 juta dolar, Rusia dan India berencana membeli masing-masing 100 unit. India akan menggunakan versi kursi tunggal dan tandem. Versi kursi tandem khusus dikembangkan memenuhi keinginan AU India. (Foto: Sukhoi)

13 Maret 2010 -- Rusia tidak akan membangun kerja sama militer dengan Pakistan ditegaskan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Jumat (12/3) saat berkunjung ke New Delhi.

Kunjungan Putin ke India kali ini pertama kalinya sebagai pemimpin pemerintahan. Saat menjabat presiden dua periode, Putin berkunjung ke India empat kali pada 2000, 2002, 2004 dan 2007.

India dan Pakistan melanjutkan pembicaraan normalisasi hubungan bilateral pertama kalinya pada 2008 setelah memanas bertahun-tahun, tetapi tertunda ketika serangan teroris terencana ke kota Mumbai, India November 2008, menewaskan 166 orang serta melukai lebih dari 300 orang.

India menuduh gerakan Lashkar-e-Taiba berbasis di Pakistan terlibat dalam serangan ini.

Pakistan membeli tank T-80UD dari Ukraina pada tahun 1990-an.

Hubungan militer India dan Rusia mempunyai sejarah panjang. Saat ini program kerjasama militer kedua negara sekitar 200 proyek, termasuk alih teknologi perakitan tank T-90 di India, produksi bersama rudal BrahMos, pembelian peluncur roket multi laras Smerch.

India juga telah menandatangani pembelian tambahan 29 jet tempur berbasis di kapal induk MiG-29K Fulcrum-D senilai 1,5 milyar dolar, Jumat (12/3). Sebelumnya India membeli 12 MiG-29K kursi tunggal dan 4 MiG-29KUB kursi tandem pada Januari 2004, bagian dari kontrak pembelian kapal induk Admiral Gorshkov (INS Vikramaditya) oleh AL India.

Reaktor nuklir di Koodankulam. (Foto: the Hindu)

Rusia dan India diwakili Hindustan Aeronautics Limited (HAL) bekerja sama mengembangkan jet tempur generasi kelima PAK FA. Kedua pihak menyetujui mengembangkan PAK FA versi kursi tunggal dan tandem. Fokus pertama mengembangkan kursi tunggal. Kedua versi akan dioperasikan oleh AU India.

Rusia juga akan membangun unit keempat dan kelima pembangkit tenaga nuklir di Koodankulam. Unit pertama diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini.

Hubungan dagang bilateral diharapkan meningkat dari 7,5 juta dolar pada 2009, diperkirakan menjadi 10 milyar dolar akhir 2010 dan 20 milyar pada 2015.

RIA Novosti/@beritahankam

Rudal IRIS-T Ditampilkan Pertama Kali AU Afsel

IRIS-T di Gripen AU Afsel. (Foto: SAAB/Dean Wingrin)

13 Maret 2010 -- Angkatan Udara Afrika Selatan menampilkan pertama kali rudal udara ke udara jarak dekat IRIS-T yang dibeli 2008.

Rudal dipasang pada jet tempur Gripen saat parade HUT AU Afsel di Pretoria.

Rudal IRIS-T dikembangkan untuk mengantikan rudal AIM-9 Sidewinder yang digunakan sejumlah anggota NATO. IRIS-T dapat dipasang di pesawat Eurofighter Typhoon, JAS 39 Gripen, F-16, F-18 dan TORNADO.

IRIS-T dikembangkan hasil kerjasama Yunani, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol dan Swedia.

AU Afsel membeli 26 jet tempur Gripen dari Swedia, telah mengoperasikan 9 Gripen kursi tandem dan segera menerima jet tempur Gripen C kursi tunggal pertama dari 17 yang dipesan.

Pesawat ini digunakan AU Afsel mengamankan Piala Dunia sepak bola yang berlangsung pada tahun ini.

Brahmand/@beritahankam

Patroli Bomber Rusia Dikawal 4 Jet Tempur NATO


13 Maret 2010 -- Dua bomber strategis Tu-160 Blackjack yang melaksanakan misi patroli rutin diatas Samudera Artik dan Atlantik dibayangi oleh empat jet tempur NATO, diumumkan Kementrian Pertahanan, Jumat (12/3).

Letkol Vladimir Drik juru bicara Kemenhan Rusia mengatakan bomber menghabiskan sekitar 11 jam di udara, Kamis (12/3), dikawal dua jet tempur NATO F-16 Fighting Falcon AU Norwegia dan dua Tornado AU Inggris.

Pertama kalinya bomber strategis Rusia dikawal jet tempur NATO dalam jumlah besar.

Jet tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor pernah mengawal bomber Rusia saat melakukan misi patroli pada 29 September 2007.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Rusia melanjutkan patroli bomber strategis diatas Samudera Atlantik dan Artik pada Agustus 2007, dan selalu dikawal jet tempur NATO tidak secanggih F-22.

RIA Novosti/@beritahankam

Habibie: Perhatikan Industri Dirgantara


13 Maret 2010, Depok -- MantanPresiden Prof Dr Ing BJ Habibie meminta pemerintah meningkatkan anggaran untuk riset dan teknologi serta kembali mengembangkan industri berbasis teknolgi dan kedirgantaraan.

Dengan pengembangan tersebut, diharapkan Indonesia mampu mengembangkan produk teknologi sebagai sumber devisa tanpa harus terus terjebak dengan menjual sumber daya alam (SDA)-nya, yang kian hari kian tipis. ”Kita pernah mengembangkan sendiri pesawat terbang CN 235 dan N250 untuk membuktikan bahwa sumber daya manusia (SDM) Indonesia mampu menguasai, mengembangkan, dan menerapkan teknologi, secanggih apa pun. Begitu pula dengan industri maritim yang turn overnya mencapai USD10 miliar.

Di mana itu semua sekarang?” ujar Habibie saat menyampaikan kuliah umum bertema ”Filsafat dan Tekhnologi untuk Pembangunan”di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) kemarin. Habibie juga meminta pemerintah tak lagi berkutat dengan eksplorasi SDA dan energi saja. Dengan pertimbangan kondisi geografis dan maritim yang melingkupi negara ini, pemerintah seharusnya mulai kembali mengembangkan industri kedirgantaraan dan maritimnya. Hal itu diawali dengan pengembangan prasarana pendidikan di bidang kedirgantaraan, mulai dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi. ”Globalisasi hendaknya jangan diartikan pada pemahaman status quo bahwa peran negara berkembang sebagai pengekspor energi dan SDA saja.

Jangan sampai globalisasi dimanfaatkan untuk memasukkan produk karya SDM luar negeri ke pasar domestik sehingga menghambat perkembangan industri dalam negeri yang sangat dibutuhkan untuk penyediaan lapangan kerja,”paparnya. Mantan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini mengatakan, saat pemerintah mengembangkan industri pesawat terbang, kepercayaan diri dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata dunia meningkat.Kondisi ini diiringi dengan peningkatan devisa Indonesia dari aktivitas pemasaran dan layanan purna jual produk-produk pesawat buatan Indonesia.

” Semuanya itu terlaksana dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan apa yang terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Kanada. Untuk diketahui, membuat pesawat penumpang yang memiliki sertifikasi dari Amerika Serikat dan Eropa lebih sukar dibandingkan dengan membuat pesawat tempur,”paparnya. Kuliah umum dari mantan Menteri Riset dan Teknologi tersebut dipadati mahasiswa UI.

Mereka berdesakan memenuhi ruangan dalam dan luar Balai Sidang UI di Depok,Jawa Barat.Akibat membeludaknya mahasiswa, pihak panitia menyediakan dua televisi besar di halaman Balai Sidang.

SEPUTAR INDONESIA

India Kembali Borong MiG-29K

MiG-29K saat diujicoba sebelum dikirim ke India. (Foto: RIA Novosti)

13 Maret 2010 -- Rusia dan India menandatangani kontrak senilai 1,5 milyar dolar pembelian 29 MiG-29K tambahan diumumkan pimpinan perusahaan dirgantara Rusia MiG Mikhail Pogosyan, Jumat (12/3).

Jet tempur MiG-29K dirancang untuk ditempatkan di kapal induk, dijadwalkan pesawat mulai dikirim ke India 2012.

Kesepakatan ditandatangani saat kunjungan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin ke New Delhi.

India telah membeli 12 MiG-29K kursi tunggal dan 4 MiG-29KUB kursi tandem pada Januari 2004. Kontrak pembelian ini bagian dari kesepakatan senilai 1,5 milyar pengiriman kapal induk Admiral Gorshkov ke Angkatan Laut India.

Simulator MiG-29K. (Foto: RAC-MiG)


MiG-29K dan MiG-29KUB pertama resmi dioperasikan AL India pada awal tahun ini.

Para analis militer yakin India masih pembeli utama jet tempur buatan Rusia untuk 15 tahun mendatang. India sedang memodernisasi armada jet tempurnya, sebagian besar jet tempurnya jet tempur tua buatan Uni Sovyet MiG-21.

RIA Novosti/@beritahankam

Kaderisasi Terus Berlangsung

Personel Detasemen Khusus 88 Antiteror bersiaga di Jalan Raya Banda Aceh-Meulaboh Kilometer 24 di Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (12/3). (Foto: KOMPAS/Laksana Agung Saputra)

13 Maret 2010, Aceh Besar -- - Delapan tersangka teroris ditangkap dan dua lainnya ditembak mati di Jalan Raya Banda Aceh-Meulaboh Kilometer 24, Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (12/3).

Dengan penangkapan tersangka teroris di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupung, itu, polisi sudah menangkap 31 tersangka teroris di Aceh, empat di antaranya tewas. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Inspektur Jenderal Adityawarman, Jumat, dengan penangkapan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang.

Dari kartu tanda penduduk yang diperoleh polisi, dua korban tewas adalah Enceng Kurnia (31) alias Arham dan Pura Sudarma (40) alias Jaja; keduanya berasal dari Bandung, Jawa Barat. Adapun delapan orang yang berhasil ditangkap hidup adalah Adi Munadi (25) dari Bandung, M Yunus alias Anton (29) dari Jakarta Barat, Ahmad Gema (27) dari Tapanuli Selatan (Sumatera Utara), Taufik (28) dari Medan, Ibnu Sina (18) dari Pandeglang (Banten), Abu Batok atau Ali (35) dari Lampung Utara, Hendra Ali (27) dari Belawan (Medan), Zainudin alias Joko Sulistyo (32) dari Boyolali (Jawa Tengah).

Ke-10 tersangka yang ditangkap itu berusia antara 20 dan 30 tahun. Hal itu mengindikasikan kaderisasi gerakan radikal terus berlangsung pasca-tewasnya tokoh-tokoh penting dalam jaringan terorisme. ”Artinya, kaderisasi gerakan radikal ini memang masih terus berlangsung. Sebab, ruang di masyarakat untuk menyebarluaskan ajaran radikal cukup leluasa. Penyebar ajaran radikal itu tak dapat disentuh oleh perangkat hukum di sini,” kata Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Ansyaad Mbai, Jumat.

Bersamaan dengan penangkapan itu ditemukan lima senjata laras panjang berupa dua jenis AK-47 dan tiga jenis M-16 serta satu pistol merek Glock. Pistol itu diduga milik Boas Woasiri, anggota Detasemen Khusus 88, yang tewas dalam kontak senjata, Kamis (4/3). Polisi juga menemukan ratusan peluru, magasin, dan uang puluhan juta rupiah.

Adityawarman mengatakan, kelompok ini dipergoki oleh aparat kepolisian Leupung yang tengah melakukan razia terhadap kendaraan yang melintas di jalan. Sebelumnya, Polsek Leupung mendapat informasi dari pihak Kodim Aceh Besar, yang memberitahukan ada sekelompok orang mencurigakan naik mobil angkutan umum Mitsubishi jenis L300 warna hitam bernomor polisi BK 116 GU. ”Terima kasih karena ada anggota koramil yang memberi informasi,” kata Adityawarman.

Kelompok ini dilaporkan naik dari Terminal Lambaro, Aceh Besar, sekitar 10 kilometer arah selatan pusat Kota Banda Aceh. ”Diduga mereka turun dari pegunungan Lampage, Kuta Cotglee, Aceh Besar,” kata Adityawarman.

Sekitar pukul 10.15, delapan polisi menghentikan kendaraan yang dicurigai itu persis di depan markas polsek. Polisi menemukan karung goni berisi benda keras saat memeriksa bagian belakang mobil. Orang di dalam mobil mengaku berisi gergaji.

Sebelum sempat menggeledah isi karung goni tersebut, dua orang yang duduk di bangku depan bergegas keluar dan lari. Dia sempat melepaskan tembakan menggunakan pistol merek Glock. Polisi dengan cepat menembaki keduanya sehingga akhirnya tewas, sekitar 50 meter dari mobil L300 tersebut.

”Patut diduga senjata ini (pistol Glock) adalah milik Boas. Patut diduga mereka yang pernah terlibat kontak senjata dengan kita karena tangan salah satu korban tewas mengalami luka yang sudah membusuk,” kata Adityawarman.

Dalam pengembangan kasus, Polsek Suka Makmur di Kabupaten Aceh Besar memeriksa Rahmat (35), penjual tiket di Terminal Lambaro. Menurut Rahmat, rombongan itu tiba di Lambaro menggunakan angkutan umum dari arah Banda Aceh.

Dua orang di antaranya membeli 10 tiket angkutan umum L300 tujuan Medan seharga Rp 150.000 per lembar. Mereka sempat menunggu setengah jam di Lambaro. Mereka mengaku sebagai pekerja kayu dan membawa bungkusan gergaji mesin.

Menguasai medan

Penangkapan tersangka teroris di ruas jalan menuju Aceh Barat itu cukup mengejutkan mengingat wilayah pergerakan mereka selama dua pekan terakhir lebih banyak di kawasan lintas timur, mulai dari Gunung Jalin di Janto (Aceh Besar) hingga Padang Tiji (Pidie). Personel Brigade Mobil dan Densus 88 juga kebanyakan berjaga-jaga dan menyisir di wilayah tersebut dan cenderung melonggarkan penyisiran di kawasan pantai barat.

Kelompok ini diduga sangat mengenal wilayah pegunungan yang semasa konflik menjadi medan gerilya Gerakan Aceh Merdeka sehingga bisa melewati pengepungan aparat. Namun, ketika turun gunung, ternyata mereka melalui rute jalan raya. ”Yang melumpuhkan 10 anggota teroris ini adalah delapan anggota Polsek Leupung,” kata Irjen Adityawarman.

Menurut Adityawarman, kedua orang yang tewas itu diduga pelatih gerakan tersebut di Aceh. Mereka juga diduga tokoh penting dalam jaringan teroris yang telah lama menjadi buron polisi.

Dari data di kepolisian, Enceng Kurnia merupakan anggota Ring Banten yang ditangkap polisi antiteror pada Juli 2005 atas perannya membantu Dulmatin dan Umar Patek ke Filipina tahun 2003. Enceng juga membantu mengirim orang yang direkrut Abdullah Sunata ke Mindanao. Enceng besar dan sekolah (SD, SMP, STM) di Bandung.

Enceng juga pernah ke Mindanao untuk berlatih militer pada 1999 kemudian ikut terlibat dalam konflik di Ambon tahun 2001. Enceng juga berperan besar dalam mengatur jalur utama pengiriman orang-orang yang berlatih militer ke Mindanao melalui Kalimantan Timur dan Sabah, Malaysia. Sejak Juli 2004, Enceng juga merupakan instruktur pelatihan militer di Maluku. Dia juga sempat menjadi instruktur pelatihan di kamp pelatihan militer yang didirikan kelompok Kompak dan DI (Darul Islam).

Sementara Pura Sudarma alias Jaja merupakan buron lama sejak tahun 2001. Jaja juga sempat menampung orang-orang yang terlibat dalam pengeboman Plaza Atrium di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada 2001.

Jaja juga terlibat dalam konflik di Poso. Salah satu anak buah Jaja, yakni Heri Gulun, menjadi pelaku bom bunuh diri di Kedutaan Australia tahun 2004. Jaja juga instruktur pelatihan militer yang telah berkiprah sejak tahun 2004, salah satunya di kamp pelatihan tersembunyi di kawasan Sukabumi. Jaja diindikasi merupakan anggota NII.

Sementara itu, jenazah Dulmatin atau Joko Pitono dimakamkan oleh keluarganya di Pemalang, Jawa Tengah, Jumat pukul 08.20. Pemakaman dilaksanakan di tanah keluarga di Desa Loning, Kecamatan Petarukan.

KOMPAS

Friday, March 12, 2010

Denjaka Latgab Anti-Teror di Pulau Pabelokan

12 Maret 2010, Jakarta -- Beberapa personil Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL memasuki helikopter Bell 417 untuk melakukan penyerbuan teroris dalam latihan gabungan anti-teror TNI-POLRI di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (12/3). Sebanyak 3599 pasukan gabungan TNI-POLRI diturunkan untuk mengamankan titik rawan teroris di Jakarta dengan sandi "Waspada Nusa-II 2010" dalam latihan tersebut. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/pd/10)



Beberapa personil Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL melakukan persiapan saat penyerbuan teroris dalam latihan gabungan anti-teror TNI-POLRI di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/pd/10)

Beberapa personil Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL menyisir lokasi penyerbuan teroris. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/pd/10)

Pesawat Angkut Buatan Rusia - India Akan Terbang 2018


12 Maret 2010 -- Pesawat angkut militer yang dikembangkan oleh Rusia dan India akan terbang perdana 2018, diungkapkan pimpinan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) Ashok Nayak kepada RIA Novosti, Kamis (11/3).

Rusia dan India menandatangani kesepakatan pengembangan bersama pesawat angkut serbaguna 2007. Nilai proyek 600 juta dolar dibagi sama besar antara kedua negara.

Proyek pesawat angkut serbaguna ini dilakukan oleh perusahaan eksportir senjata Rusia Rosoboronexport dan United Aircraft Corporation (UAC) dengan perusahaan dirgantara India HAL.

Pesawat akan dibuat di Rusia dan India, diharapkan diproduksi 205 pesawat, 30% akan dilempar ke pasar dunia.

Pesawat dikembangkan berdasarkan pesawat transport militer bermesin kembar Il-214 dirancang oleh Biro Disain Ilyushin.

Bobot pesawat sekitar 55 ton, jarak jelajah 2500 km dengan daya angkut hingga 20 ton.

RIA Novosti/@beritahankam

TNI Ikut Bantu Sergap Teroris di Aceh Besar

Aparat polisi memeriksa korban tewas yang diduga teroris dalam kontak senjata di lintasan jalan negara, Leupung, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/3).Dalam kontak tembak selama satu jam lebih itu, aparat menewaskan dua teroris dan enam lainnya berhasil ditangkap. (Foto: ANTARA/Ampelsa/ss/hp/10)

12 Maret 2010, Jakarta -- TNI ikut membantu Densus 88 dalam menyergap kelompok teroris di Leupung, Aceh Besar, hari ini. Informasi awal pergerakan kelompok teroris itu pun berasal dari intelijen TNI yang disampaikan ke Polri.

"Pada pukul 08.00 WIB, anggota unit intel Kodim menerima informasi ada kelompok yang mencurigakan yang naik mobil L300 dengan nopol BK 1116 GU. Lalu Dandim menginformasikan ke Danramil Lepung, Danramil kemudian memberi informasi ke Kapolsek," kata Kepala Dinas Penerangan Kodam Iskandar Muda Mayor CAJ Dudi Zulfadli dalam siaran pers, Jumat (12/3/2010).

Kelompok teroris itu sebelumnya naik L300 yang bergerak dari Lambaro
menuju Meulaboh. "Saat sweeping di dalam mobil L300 ditemukan 2 pucuk senjata AK 47," jelas Dudi.

Sweeping dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu kontak senjata pecah selama 1 jam, sejak pukul 10.40 WIB. Petugas terdiri dari Polsek Leupung, Polres Jantho Aceh Besar dan dibantu Koramil Leupung Kodim Aceh Besar.

"Saat itu 2 penumpang berupaya meloloskan diri sambil menembak
menggunakan pistol, sehingga terjadi kontak tembak. Sedangkan yang 8 orang terkurung di mobil L300," beber Dudi.

Kontak tembak itu terjadi di Desa Lamsenia, Leupung, Kabupaten Abes, atau 100 meter dari jembatan Polsek Leupung. "2 Orang tewas, salah satunya ditembak oleh anggota Koramil Leupung. Sedang 8 orang yang tertangkap dalam penanganan pihak Polda Aceh," tuturnya.

Adapun barang bukti yang disita yakni 2 pucuk AK 47, 3 pucuk M-16, 1 pucuk pistol Glock, dan ratusan butir peluru.

detikNews

Keamanan Perbatasan Diperketat Antisipasi Teroris

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Aceh Jaya memperketat penjagaan di lintasan jalan Calang - Meulaboh untuk mengantisipasi munculnya kelompok teroris di Calang, kabupaten Aceh Jaya, Kamis (11/3). Pasca tewasnya tiga anggota Brimob, satu orang yang diduga anggota kelompok teroris dan dua warga sipil serta 11 anggota polisi mengalami luka tembak, aparat jajaran Polda Aceh memperketat penjagaan dan razia diseluruh wilayah Provinsi Aceh. (Foto: ANTARA/Irwansyah Putra/ed/nz/10)

12 Maret 2010, Jakarta -- Pemerintah RI memperketat pengamanan di seluruh wilayah perbatasannya, baik darat maupun laut, untuk mengantisipasi keluar masuknya teroris dari dan ke wilayah Indonesia.

"Sejak beberapa hari lalu, seluruh komando operasi, komando utama TNI di wilayah Indonesia telah memperketat penjagaan di seluruh wilayah perbatasan RI dengan negara lain, baik darat maupun laut," kata juru bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, pengetatan pengamanan wilayah perbatasan darat dan laut itu akan terus dilakukan tanpa batas waktu mengingat kegiatan teroris juga tidak pernah mati.

"Pengetatan wilayah perbatasan darat dan laut itu selain dilakukan di perbatasan RI-Thailand, RI-Malaysia, dan RI-Filipina yang merupakan jalur tradisional keluar masuknya teroris dengan persenjataanya, juga dilakukan di beberapa jalur non tradisional yang dianggap rawan," kata Sagom.

Pencarian terhadap kelompok bersenjata masih terus dilakukan. Anggota Densus 88 Antiteror dan Brimob Polda NAD menyisir perbukitan di Desa Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Mereka juga berjaga-jaga di jalan keluar masuk Lembah Seulawah, di Aceh Besar hingga Kabupaten Pidie.

Pasca-penggerebekan Dulmatin dan kawan-kawan di Pamulang, Tangerang Selatan, jajaran Polda Banten memperketat pengawasan lokasi, seperti Pelabuhan Penyeberangan Merak di Kota Cilegon, ruas-ruas jalan, dan obyek vital lain. Pengawasan dilakukan dengan pola terbuka maupun tertutup.

Sementara jajaran Polda Metro Jaya menyilakan warga kota melakukan aktivitas seperti biasa, tetapi polisi melancarkan meningkatkan kewaspadaan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan pengamatan pintu-pintu masuk ke Jakarta juga ditingkatkan.

Secara terpisah, Kepala Detasemen Khusus 88 Polda Banten Ajun Komisaris Besar Ismail mengatakan, "Pengawasan dari dulu selalu ketat, jauh hari sebelum peristiwa Pamulang. Apalagi Banten merupakan penyangga Jakarta".

Peningkatan kewaspadaan pun dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Merak. "Di tempat penyeberangan pun kami meningkatkan kewaspadaan karena kami mendapat informasi kalau yang di Aceh ada yang belum tertangkap. Siapa tahu ada yang menyeberang," kata Ismail.

ANTARA News

Perlu Kesepahaman Produsen, Konsumen Soal Kebutuhan Alutsista


12 Maret 2010, Bandung -- Pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) membutuhkan kesepahaman antara produsen dengan pengguna. Makanya industri persenjataan harus memahami postur dan strategi yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan dan TNI.

"Jika keduanya dapat dipahami, kebutuhan materiilnya pasti akan ketahuan," jelas anggota Komisi I DPR Salim Mengga ketika melakukan pertemuan dengan PT DI dan PT Dahana di Bandung, Jumat (12/3).

Ia memberikan catatan bahwa antara produsen dan pengguna kurang koordinasi karena persenjataan produk domestik masih memiliki keterbatasan. "Ini industri strategis, makanya harus ada koordinasi dengan Kementerian Pertahanan," lanjutnya.

DPR sendiri selanjutnya akan melakukan pengkoordinasian antara industri persenjataan domestik dengan Kementerian Pertahanan dan TNI. Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menyatakan bahwa industri persenjataan dalam negeri tidak boleh mengalami goncangan. Ia menjanjikan DPR akan mengupayakan komunikasi.

"Semua adalah mitra Komisi I dan kami datang sebagai mitra. Tentunya, kami membawa koreksi yang akan ditindaklanjuti nanti di Jakarta," imbuhnya.

Dalam kunjungan kerja di Jawa Barat, Komisi I DPR melakukan pertemuan dengan beberapa industri pendukung persenjataan domestik, yakni PT Pindad, PT DI, PT Dahana, dan PT Lembaga Elektronik Negara (LEN).

MEDIA INDONESIA

Anggota DPR: Neraca Finansial Ganjal Ekspansi PTDI


12 Maret 2010, Bandung -- Kondisi neraca finansial perusahaan yang minus menjadi ganjalan serius bagi PT Dirgantara Indonesia untuk melakukan ekspansi yang lebih progresif memproduksi pesawat terbang dan pengerjakan proyek strategis lain di sektor kedirgantaraan.

"Dari sisi teknologi cukup membanggakan dan sangat bagus. Dengan potensi itu PTDI sebenarnya bisa melangkah lebih maju lagi, namun sayang neraca finansial yang minus menjadi beban industri strategis itu untuk melakukan ekspansi yang lebih besar," kata Anggota Komisi I DPR Enggartiasto Lukito pada kunjungan Komisi I DPR di PTDI di Bandung, Kamis.

Kunjungan kerja Komisi I DPR itu diterima oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso serta jajaran direksi perusahaan dirgantara nasional itu. Dalam kesempatan itu, direksi PTDI memaparkan kondisi terkini perusahaan yang didirikan pada 1970-an itu, termasuk kendala yang dihadapi selama ini.

Menurut Enggar, PTDI merupakan perusahaan yang progresif namun perlu keberpihakan pemerintah yang lebih besar lagi untuk membesarkan kembali PT Dirgantara Indonesia.

Salah satunya dengan mengupayakan penyehatan neraca keuangan BUMN strategis itu. Karena menurut Enggartiasto selama neraca perusahaan itu belum bisa diatasi, selanjutnya sulit bagi PTDI untuk jauh melangkah menjadi industri yang dapat diandalkan.

Ia menyebutkan, bila neraca bagus maka akses pembiayaan dari perbankan tidak akan menjadi masalah. Sedangkan saat ini proses pembiayaan produksi masih jauh dari ideal sehingga perusahaan itu belum mampu memberikan lompatan yang berarti.

"Perlu ada upaya terobosan untuk menyehatkan neraca PTDI, salah satunya perlu ada konversi beban utang perbankan dan rekening dana investasi (RDI) menjadi modal perusahaan, sehingga neraca keuangan PTDI bisa lebih baik," kata anggota Komisi I dari Fraksi Golkar itu.

Pada kesempatan itu, politisi asal Cirebon Jawa Barat itu mengusulkan agar BUMN strategis, yakni PTDI, PT Pindad dan PT Len Industries menggandeng konsultan yang kompeten. Selain itu perlu dipetakan program jangka menengah dan jangka panjang yang jelas untuk 10 tahun atau 15 tahun.

"Bila neraca perusahaan sehat, saya yakin dengan teknologi yang dimiliki BUMN strategis yang kita miliki akan baik sekali," katanya.

Ia menyebutkan, PTDI, Pindad dan PT Len Industries perlu melakukan restrukturisasi secara menyeluruh, termasuk dalam hal meningkatkan kemampuan pemasaran.

"Perlu tim pemasaran khusus untuk meyakinkan `user`, tim pemasaran PTDI, Pindad dan PT Len harus mampu meyakinkan pemerintah dalam hal ini Dephan dan TNI untuk menggunakan produk BUMNIS, dan saya yakin kualitasnya bagus dan bersaing," kata Enggar.

Ia mencontohkan bagaimana tingginya intervensi pemerintah China dalam memasarkan produk pesawat terbang propduk pabrikan "Negeri Tirai Bambu" itu ke salah satu maskapai penerbangan nasional.

"Intervensi pemerintah terhadap industri cukup tinggi dari produksi hingga pemasaran, sehingga potensi industri yang strategis seperti PTDI itu tidak boleh dilepas. Kemampuan teknologi CN-235 tangguh dan tak kalah dari produk pesawat mereka," kata Enggar.

Selain itu, Enggar juga berharap perawatan pesawat-pesawat terbang memanfaatkan jasa PT Dirgantara Indonesia, sebagai bentuk keberpihakan terhadap perusahaan dirgantara nasional.

Sementara itu Ketua Tim Komisi I DPR Kemal Azis Stamboel menyatakan, dari hasil kunjungan kerja Komisi I ke beberapa BUMN strategis di Bandung mendapatkan gambaran dan kondisi perusahaan yang hampir sama yakni perlunya adanya restrukturisasi finansial dan keberfihakan pemerintah yang lebih besar lagi untuk memanfaatkan produk lokal.

"Komitment pemerintah untuk membeli produk BUMNIS cukup besar, namun terkendala pada anggaran yang terbatas. Dewan berharap pemerintah meningkatkan kembali penyerapan produk lokal, bila ada produk dalam negeri yang kualitasnya sesuai standard kenapa harus membeli dari luar negeri," kata Stamboel, politisi dari Fraksi PKS itu menambahkan.

ANTARA News

Batalyon 712 Wiratama Latihan Anti Teror

12 Maret 2010, Manado -- Sejumlah pasukan anti teror TNI-AD Batalyon 712 Wiratama melakukan latihan penaggulangan anti teror di Manado, Sulawesi Utara, Jumat ( 12/3). Latihan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan TNI jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu kepolisian dalam penanggulangan terorisme. (Foto: ANTARA/ Basrul Haq/ed/pd/10)

KRI Dewaruci Berlayar ke Eropa

KSAL, Laksamana TNI Agus Suhartono, memberi jabat tangan kepada kadet AAL saat melepas berangkatnya KRI Dewa Ruci di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, Jumat (12/3). KRI Dewa Ruci kembali memulai penjelajahannya selama sembilan bulan ke benua Eropa pada tahun 2010 ini. 25 negara di Eropa akan disinggahi KRI kebangaan TNI AL dan Indonesia tersebut. (Foto: ANTARA/Bhakti Pundhowo/ss/hp/10)

11 Maret 2010, Surabaya -- Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci akan melakukan muhibah pelayaran menuju Eropa.

Kapal perang yang dikomandani Letkol Laut (P) Suharto itu akan memulai tugas "Kartika Jala Krida", Jumat (12/3).

"Kadet tingkat II Akademi Angkatan Laut (AAL) yang akan melakukan tugas 'Kartika Jala Krida' sudah melakukan berbagai persiapan," kata Kabag Penerangan AAL, Mayor Laut (Kh) Jamaluddin di Surabaya, Kamis.

Di antara persiapan yang sudah dijalani para kadet itu adalah program embarkasi perlengkapan, perorangan maupun inventaris lainnya yang akan di bawa dalam tugas.

Di samping itu, para kadet juga telah melaksanakan latihan dan praktik pelayaran, seperti "The Historical Seas Tall Ship Regatta", "The Tall Ship Race 2010 in Aalborg", "Sail Amsterdam", dan "Sail Bremerhaven".

Para kadet juga telah berlatih kesenian yang akan ditampilkan di sejumlah negara yang bakal disinggahinya.

Dari Dermaga Ujung Surabaya, KRI Dewaruci akan menempuh perjalanan sejauh 24.675 mil laut (Nautical mile/Nm).

Kapal tersebut akan menyinggahi beberapa negara, antara lain India, Oman, Arab Saudi, Yunani, Bulgaria, Turki, Tunisia, Aljazair, Spanyol, Prancis, Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda, Jerman, Italia, dan berakhir di Siprus.

ANTARA JATIM

Skadron Udara I Latihan Air to Ground


12 Maret 2010, Pekanbaru -- Para penerbang Skadron Udara I Lanud Supadio yang dipimpin oleh Danskadud I, Letkol Pnb Tjahya Elang Migdiawan. “Black Hawk” melaksanakan latihan luar berupa penembakan dari udara ke darat (Air to Ground) di Lanud Pekanbaru selama tiga hari mulai hari Senin sampai dengan Kamis, (11/03).

Latihan ini menggunakan sasaran darat di Air Weapon Range Siabu, Riau dengan melibatkan 4 pesawat Hawk 109 dan 14 penerbang serta 40 personel pendukung lainnya. Latihan luar ini merupakan siklus latihan profesiensi rutin yang dilaksanakan oleh Skadud I setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan meningkatkan kesiapan dan mengasah kemampuan para penerbang dalam melaksanakan penembakan dari udara ke darat.

Menurut Danskadron Udara I “Black Hawk” pada saat diwawancarai oleh Kapentak Lanud Pekanbaru mengatakan bahwa, dipilihnya Lanud Pekanbaru sebagai lokasi latihan luar, selain di Lanud Supadio hingga saat ini belum memiliki AWR, Lanud Pekanbaru merupakan Pangkalan Induk yang juga mengoperasionalkan jenis pesawat yang sama yaitu Hawk 109/209 yang dioperasionalkan oleh Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru. Pada kesempatan latihan tersebut setiap penerbang direncanakan melaksanakan penembakan sebanyak 4 Sorties dan setiap penerbang akan menembakkan sebanyak 16 Bom jenis BDI 33 dan 16 Roket kesasaran AWR Siabu pada ketinggian 4000 kaki. Lebih lanjut disampaikan bahwa pesawat melaksanakan Take Off di Lanud Pekanbaru ke IP ( danau buatan ) dan menuju ke AWR Siabu melaksanakan Akademic dan POP UP profile dengan menggunakan bom serta roket kemudian landing kembali di Lanud Pekanbaru.

Selain itu Danskadud I yang telah menyelesaikan Sesko di Amerika Serikat ini menyampaikan bahwa, Lanud Pekanbaru memiliki karakteristik yang berbeda dengan Lanud lainnya, dimana Runway Lanud Pekanbaru memiliki sudut kemiringan yang tinggi (Slope) dan juga kondisi cuaca di kota Pekanbaru sering mengalami perubahan secara cepat, hal ini tentunya dapat menambah kemampuan para penerbang dalam melaksanakan suatu misi walaupun dalam situasi dan kondisi yang cukup sulit. Direncanakan hari ini merupakan hari terakhir melaksankan latihan dan kembali ke Homebase besok, Jumat 12/3.

PENTAK LANUD PEKANBARU

TNI - Polri Bagi Tugas

Pasukan elit dari berbagai satuan TNI dan Kepolisian RI mengikuti upacara pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (11/3). Sebanyak 3.559 personel TNI - Polri diturunkan untuk latihan bersama 11-13 Maret 2010 di sejumlah titik rawan teror di Jakarta. (Foto: Radar Surabaya/Agung Rahmadiansyah)

12 Maret 2010, Jakarta -- TNI mencium adanya kemungkinan indikasi bahaya saat Presiden AS Barack Obama berkunjung ke Indonesia. Namun, potensi kerawanan tersebut terus diantisipasi.

"Ada kerawanan-kerawanan. Namun kita terus mengadakan antisipasi antara TNI dan Polri," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai acara pembukaan Latihan Bersama Penanggulangan Teror TNI-Polri di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/3).

Namun, sayangnya Djoko enggan menjelaskan lebih lanjut apa dan bagaimana potensi keamanan terkait kedatangan Obama pada 23 Maret nanti. Namun TNI, lanjut Djoko, telah membagi tugasnya dengan kepolisian terkait sistem pengamanan saat Obama berada di Indonesia.

"Kendali (pengamanan) di tangan TNI. Polri membantu ring 2 dan ring 3, terutama dalam rute perjalanan," ungkap Djoko.

Djoko menjelaskan, jelang kedatangan Obama jajarannya terus meningkatkan keamanan di seluruh wilayah Indonesia. Tugas itu dilakukan TNI bekerja sama dengan kepolisian.

"Jumlah kekuatan dan disterilkan di daerah-daerah," jelasnya. Terkait latihan bersama penanggulangan antiteror yang dilakukan TNI Polri, Djoko membantah hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya saat Obama datang.

Latihan bersama ini dilakukan sebagai kegiatan rutin TNI-Polri menanggulangi bahaya terorisme yang setiap saat bisa terjadi. "Tidak ada. Ini hanya latihan berkala yang sesungguhnya dilakukan akhir tahun 2009, tapi karena kegiatan begitu padat baru dilaksanakan Maret ini," imbuhnya.

Lawatan Obama Kepentingan Energi

Lawatan Barack Obama ke Jakarta menyimpan berbagai agenda. Banyak analisis menilai, salah satu alasan Obama bertemu Presiden SBY untuk memastikan kepentingan energi AS di Indonesia berjalan lancar.
"Saya kira agenda utamanya energy security. Ingin membendung perusahaan minyak China (Petro China)," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti, dalam diskusi 'Hubungan Bilateral Indonesia-Amerika' di Gedung LIPI, Kamis (11/3).

Menurut Ikrar, persaingan dagang China-Amerika membuat Amerika ketar-ketir. Petro China menawarkan biaya produksi lebih murah sepertiga daripada yang dilakukan pertambangan Amerika-Eropa seperti Exxon dan British Petroleum.

"China punya teknologi lebih murah. Teknologi China enggak susah-susah amat. Biayanya sepertiga dari perusahaan biaya Eropa atau Amerika. Bisa hengkang perusahaan-perusahaan Amerika," tegas Ikrar.
Pandangan serupa dilontarkan pembicara lain, Budiarto Shambazy. Menurutnya, kepentingan ekonomi Amerika akan menjadi prioritas kedatangan Obama seperti kedatangan presiden AS sebelumnya, Bush Jr.

"Setelah Bush ke Bogor, Exxon memenangkan tender blok Cepu. Setelah Obama entah manalagi. Mungkin blok Natuna," ucap Shambazy menimpali. Karena itu, SBY diharapkan tidak menjadi anak manis (good boy) saat menjamu Obama. Shambazy mencontohkan, untuk ukuran Timor Leste saja berani menolak kehadiran perusahaan pertambangan Australia yang nyata-nyata menjadi sponsor kemerdekaan Timor Leste.

"Bandingkan dengan negara kecil baru merdeka Timor Leste. Ia memberikan eksplorasi tambang ke Malaysia, bukan ke Australia. Selain lebih murah, Timor berkepentingan ingin dekat dengan ASEAN. Saya tidak tahu nanti SBY akan mengedepankan kepentingan nasional yang seperti apa," ujar wartawan senior tersebut.

Rakyat Aceh

RI Mampu Swasembada Pistol


12 Maret 2010, Jakarta -- Anggota Komisi I DPRdari Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, menyatakan RI melalui PT Pindad di Bandung sudah mampu swasembada peluru amunisi, khususnya yang kecil, termasuk pistol, baikuntuk TNI maupun Polri.

Ia mengungkapkan itudi Jakarta, Jumat, sehubungan dengan hasil kunjungan kerja (Kunker) Komisi I DPR RI ke sejumlah institusi mitranya di Bandung, Jawa Barat.

"Dari laporan yang kami terima, juga berdasarkan kajian-kajian prospektif, dapat disimpulkan, kita sesungguhnya sudah mampu untuk swasembada peluru amunisi kecil, juga swasembada pistol untuk kebutuhan anggota TNI maupun Polri," ujarnya lagi.

Menurutnya, tidak ada alasan lagi bagi Pemeritah untuk selalu melakukan impor Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) tertentu, karena biaya pengadaannya mahal, dan hanya menguntungkan pihak ketiga selaku pengantara.

Selain amunisi kecil dan pistol, Fayakhun Andriadi dkk dari Komisi I DPR RI juga bekeyakinan, Indonesia sebetulnya juga sudah mampu swasembada senapan SS2.

"Bukan cuma itu, bahkan kita juga sudah mampu memproduksi Panser 4x4 dan 6x6 dengan kualitas baik, tidak kalah dengan produksi negara maju mana pun di bidang peralatan militer," katanya.

"Saya merasakan nyetir Anoa 6x6 pesanan TNI yang bermesin 7000cc, tonasenya 13 ton, `matic` lagi. Rasanya seperti nyetir `Kijang Matic`, karena `power steering`, sehingga mudah dikendarai," ungkapnya.

Fasilitas dalam Panser Anoa 6x6 itu pun terkesan nyaman, karena ada AC yang dingin.

"Tebal bajanya 8mm dengan kemampuan menahan tembakan kaliber 7,62mm dari jarak 25 meter. Ini kan luar biasa. Kami salut dengan para pembuatnya dan PT Pindad tentunya," katanya.

ANTARA News

Pembelian Kapal Selam Prioritas TNI AL 2011

Kapal selam U212 produksi HDW Jerman.

12 Maret 2010, Jakarta -- TNI Angkatan Laut sangat membutuhkan kapal selam untuk mengamankan wilayah yuridiksi nasional di wilayah laut yang luasnya mencapai 5,9 juta km persegi, terdiri dari 2,7 juta km persegi luas zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan 3,2 juta km persegi luas perairan kepulauan dan perairan pedalaman. Keberadaan kapal selam ini juga akan digunakan untuk mengamankan garis pantai Indonesia yang panjangnya mencapai sekitar 81 ribu km persegi.

"Saat ini, Indonesia hanya memiliki dua kapal selam. Karena itu, TNI AL akan memprioritaskan pembelian kapal selam pada tahun 2011," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Kolonel Laut (P), Herry Setianegara di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/3).

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan TNI AL sedang memproses pengadaan kapal selam. Perencanaan penambahan kapal selam, menurut KSAL, telah ditetapkan dalam cetak biru (blue print) TNI AL.

"Penambahan kapal selam tetap mempertimbangkan kondisi keuangan negara. Mengenai jumlah ideal kapal selam bisa dilihat dari berbagai perspektif, misalnya geografis," kata Agus Suhartono.

Dalam mengadakan kapal selam, kata KSAL, dipertimbangkan kemampuan selam dari kapal selam tersebut. "Kemampuan kapal selam itu bisa menyelam lebih lama, minimal dua minggu. Itu yang paling utama bagi kapal selam. Kalau kapal selam tiap hari harus muncul yah ketahuan. Harus bisa menyelam cukup lama," katanya.

Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Laksamana Muda TNI Gunadi mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan dan pemeliharaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) hingga 15 tahun mendatang sekitar Rp400 triliun. Selain itu, ke depan Kemenhan dan TNI akan memprioritaskan penggunaan alutsista produk dalam negeri. Namun, untuk saat ini beberapa alutsista masih yang berasal dari luar negeri.

Menurut Gunadi, untuk pengadaan alutsista tahun 2010, masing-masing Angkatan memiliki prioritas. Untuk TNI Angkatan Darat, memprioritaskan pengadaan alutsista seperti helikopter angkut TNI AD, dan peluru kendali. Sedangkan Angkatan Laut di antaranya membutuhkan Perusak Kawat Rudal (PKR), kapal selam, dan tank marinir. Sedangkan untuk Angkatan Udara memprioritaskan pengadaan pesawat latih, pengganti pesawat tempur OV-10, pesawat tempur MK-53, dan hercules.

JURNAL NASIONAL

TNI AL Siapkan Pengganti KRI Dewaruci

KRI Dewa Ruci mulai meninggalkan dermaga usai upacara pemeberangkatan KRI Dewa Ruci di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, Jumat (12/3). Dilepas oleh KSAL, Laksamana TNI Agus Suhartono, KRI Dewa Ruci kembali memulai penjelajahannya selama sembilan bulan ke benua Eropa pada tahun 2010 ini. 25 negara di Eropa akan disinggahi KRI kebangaan TNI AL dan Indonesia tersebut. (Foto: ANTARA/Bhakti Pundhowo/ss/hp/10)

12 Maret 2010, Surabaya -- Markas Besar TNI Angkatan Laut berencana mengadakan kapal latih baru sebagai pengganti Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang sekarang umurnya sudah cukup tua.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono kepada wartawan usai melepas keberangkatan KRI Dewaruci melakukan perjalanan keliling Asia dan Eropa di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Jumat.

"Memang kapal latih KRI Dewaruci usianya sudah cukup tua dan kami sudah menyiapkan rencana untuk regenerasi dengan pengadaan kapal latih baru," katanya didampingi Pangarmatim Laksamana Muda TNI Among Margono.

Menurut KSAL, pengadaan kapal latih calon perwira TNI AL itu sudah masuk agenda Mabes TNI AL dan segera diusulkan kepada pemerintah, termasuk anggaran pembelian yang nilainya sekitar 50 juta dolar AS.

Laksamana Agus Suhartono menginginkan kapal latih tersebut memiliki spesifikasi lebih bagus dan lebih besar dibanding KRI Dewaruci.

Misalnya panjang kapal 105 meter, memiliki empat tiang pancang utama dan mampu mengangkut kadet AAL minimal 100 orang.

"Kami harapkan dalam dua tahun ke depan, pengadaan kapal latih itu sudah bisa direalisasikan. Nantinya, KRI Dewaruci hanya untuk pelayaran di dalam negeri, sementara kapal yang baru akan digunakan kadet AAL melakukan perjalanan ke luar negeri," ujar Agus Suhartono.

"Kalau sudah ada persetujuan dari pemerintah, kami akan undang negara-negara yang sudah biasa memproduksi kapal layar seperti itu untuk tender pengadaan. Kapal ini sangat khas karena buatan tangan, sehingga tidak banyak negara yang bisa membuatnya," tambah KSAL.

KRI Dewaruci dibuat pada tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan pertama kali diluncurkan pada 24 Januari 1953.

Pada Juli 1953, kapal tersebut dilayarkan dari Jerman ke Indonesia oleh taruna dan kadet AAL untuk menjadi kapal latih calon perwira TNI AL.

KRI Dewaruci dengan panjang 58,30 meter, lebar lambung 9,50 meter, draft 4,50 meter, dan bobot mati 847 ton itu, telah dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan komputerisasi.

Kapal tipe "Barquentin" ini memiliki tiga tiang utama dengan 16 layar. Selain itu, kapal ini dilengkapi mesin berkekuatan 986 PK diesel dengan kecepatan maksimal 10,5 knot.

ANTARA News

Radar Tangkap Gambar Misterius, Disinyalir HAARP


12 Maret 2010 -- Gambar yang ditangkap oleh the Australian Government Bureau of Meteorology . Gambar itu mula-mula hanya berbentuk cincin, tetapi 30 detik kemudian munculah noktah merah. Bnyak yang berspekulasi bahwa inilah senjata yang oleh Presiden Venezuela, Hugo Chavez senjata tektonik, atau pakar lain menyebutnya dengan modifikasi cuaca alias HAARP (High frequency Active Aural Research Program).

SURYA

Produksi Senjata Dalam Negeri masih Minimal


12 Maret 2010, Bandung -- Pemenuhan kebutuhan alutsista harus memprioritaskan penggunaan produk domestik. Komisi I DPR akan mengupayakan koordinasi antara produsen persenjataan dalam negeri dengan Kementerian Pertahanan dan TNI.

Penyerapan persenjataan domestik oleh TNI masih mengecewakan. Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI ke beberapa perusahaan persenjataan dalam negeri di Jawa Barat mendapatkan hasil yang cukup mengecewakan. Produktivitas industri persenjataan dalam negeri untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) masih minimal.

Anggota Komisi I DPR Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa daya serap alutsista terhadap industri persenjataan domestik masih rendah. Memang diakuinya bahwa industri persenjataan domestik masih pada taraf menengah. "Namun ini bukan berarti mereka tidak diprioritaskan dalam pemenuhan alutsista. Produk domestik tetap yang utama," ujarnya di Bandung, Jumat (12/3).

Ia menyatakan industri persenjataan domestik tengah mengalami proses pengembangan. Kreativitas merek dalam memenuhi kebutuhan alutsista sedang diuji. "Pengadaan alutsista memprioritaskan produk industri domestik seperti PT Pindad. Makanya industri ini juga harus kreatif dalam menangkap kebutuhan alutsista," jelasnya.

Enggar mengakui dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi I DPR juga menemukan kelemahan manajemen oleh industri domestik. Kreativitas untuk menciptakan inovasi persenjataan sesuai kebutuhan alutsista masih minimal. "Tentunya harus ada perbaikan juga dari internal industri karena mereka tetap menjadi prioritas dalam pemenuhan alutsista," tuturnya.

DPR Bentuk Tim Pengawasan Pemanfaatan Industri Domestik Alutsista


Komisi I DPR akan membentuk tim pengawalan pemanfaatan industri domestik untuk alutsista. Tim ini akan melakukan pengawalan pengadaan alutsista mulai dari kebijakan hingga implementasi.

Pembentukan tim ini dinilai mendesak, karena integrasi antara industri dengan pengguna, dalam hal ini Kementrian Pertahanan dan TNI, belum maksimal. Seusai melakukan pertemuan dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Dahana, Ketua Komisi I DPR, Kemal Aziz Stamboel menyatakan hasil kunjungan kerja memperoleh temuan yang cukup mengecewakan dalam hubungan antara industri dan pemakai peralatan pertahanan.

PT DI, PT Dahana, PT Lembaga Elektronik Negara (LEN), dan PT Pindad merupakan produsen persenjataan pertahanan domestik. Namun TNI dan Kementerian Pertahanan belum maksimal melakukan penggunaan atas produk.

"Dari kunjungan ini kami menemukan permasalahan di lapangan. Dari pertemuan secara langsung kami bisa mengerucutkan dari kebijakan sampai ke implementasi," ujarnya Jumat (12/3).

Ia menyatakan akan membentuk tim di setiap segmen. "Format ini lebih kecil dan fokus ke area tertentu. Misalnya kedirgantaraan, senjata pertahanan personil, dan lainnya," tuturnya.

Namun pembentukan tim ini masih menunggu masukan Kementerian Pertahanan dan TNI. Ia ingin tim ini melakukan pengawalan secara menyeluruh dengan mendengarkan aspirasi semua pihak. "Kami ingin melihat perencanaan mereka apakah sudah melibatkan unsur-unsur industri dalam negeri," jelasnya.

MEDIA INDONESIA

Komisi I Dorong Pindad Lakukan Terobosan Pasar

Anggota Komisi I DPR Edi Baskoro Yudhoyono, Yahya Sacawiria dan Rd Adjeng Ratna Suminar saat melakukan peninjauan pembuatan Panser 6x6 APS Anoa di PT Pindad Kota Bandung. (Foto: ANTARA/Syarif Abdullah/Ir)

10 Maret 2010, Bandung, 10/3 (ANTARA) - Komisi I DPR RI mendorong PT Pindad untuk melakukan restrukturisasi dan terobosan pasar untuk bisa menembus pasar "alutsista" dalam dan luar negeri.

"Potensi Pindad luar biasa dengan aset dan pasar yang masih terbuka, hanya saja perlu restrukturisasi terutama dalam memperkuat pendanaan proyek," kata Ketua Tim Komisi I, Kemal Azis Stamboel di sela-sela kunjungannya ke PT Pindad Bandung, Rabu.

Dalam pertemuan itu, Komisi I DPR diterima oleh Dirut PT Pindad Adik Aviantono serta sejumlah jajaran direksi perusahaan produsen "alutsista" itu.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, Tim Komisi I DPR lebih banyak mengorek pembiayaan produksi serta strategi pemasaran PT Pindad yang cenderung masih banyak mendapatkan hambatan teknis maupun non teknis.

Pihak PT Pindad sendiri mengeluhkan permodalan dan bunga bank yang cukup besar dalam membiayai produksi "alutsista" yang nilainya tidak kecil. Meski dari sisi penawaran modal dari perbankan tak ada persoalan, namun di lain pihak tidak ada jaminan pembayaran bunga.

Pindad mengharapkan adanya pembelian produk oleh pemerintah secara "multy years" dan tidak lagi per tahun anggaran seperti saat ini.

Di lain pihak, dipaparkan pula sejumlah kendala PT Pindad mengikuti tender pengadaan "alutsista" di luar negeri.

Dirut PT Pindad Adik Avianto menyebutkan, produksi "alutsista" saat ini mencapai 70-78 persen produk Pindad. Selain alutsista PT Pindad juga memproduksi beberapa komponen untuk perangkat kereta api, kapal laut, tabung kompor gas serta sparepart.

"Kunjungan ke PT Pindad ini memberikan banyak masukan bagi Komisi I DPR untuk menindak lanjuti secara politis untuk mendorong pengembangan industri strategis ini sehingga ke depan, terutama dalam mendorong pemerintah dalam hal ini Dephan untuk menggunakan produksi Pindad lebih banyak lagi," kata Kemal Azis Stamboel.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR lainnya, Enggartiasto Lukito menyebutkan resstrukturisasi PT Pindad mutlak dilakukan baik di sektor manajemen, pembiayaan hingga strategi pemasarannya.

"Pemerintah hendak menaikan anggaran pertahanan sebesar 100 triliun, kami berharap produk BUMN strategis bisa lebih banyak menjual produknya. Namun di lain pihak PT Pindad jangan manja dengan prioritas itu," kata Enggartiasto.

Ia menyebutkan, Pindad memiliki potensi yang besar. Kebutuhan "alutsista" TNI masih cukup besar, namun di lain pihak terkendala anggaran yang tidak memadai.

Meski demikian, PT Pindad hendaknya mampu menjaga dan mengikuti kebutuhan pasar alutsista khususnya dalam pemenuhan "alutsista" di dalam negeri.

Pada kesempatan itu para anggota Komisi I DPR mengapresiasi prestasi PT Pindad yang telah mampu memproduksi panser dalam jumlah massal. Namun diharapkan BUMN strategis itu juga terus meningkatkan kualitas dan mengoptimalkan kandungan lokal dari produknya itu.

Selain panser, "alutsista" yang diproduksi PT Pindad senjata serbu SS-1 dan SS-2, senjata berat kelompok, amunisi kaliber besar dan kecil, granat tangan serta sejata gengga atau laras pendek.

"Komisi I akan mendorong agar pemerintah dalam hal ini Dephan meningkatkan penggunaan produk Pindad serta produk BUMN Strategis lainnya," kata Anggota Komisi I DPR lainnya Ny Adjeng Ratna Suminar.

ANTARA JAWA BARAT

PT LEN Pertanyakan Pengadaan Alat Komunikasi untuk Alutsista


12 Maret 2010, Bandung -- Direktur PT LEN Wahyudin Bagenda mengeluhkan rencana kerjasama pengadaan alat komunikasi untuk pertahanan yang dilakukan oleh Mabes TNI. Kerjasama ini dilakukan dalam program kredit ekspor (KE).

Saat ini terdapat dua perusahaan asing yang tertarik melakukan kerjasama ini, yakni Thales dari Prancis dan Harris dari Amerika Serikat. Thales menawarkan harga US$60 juta sedangkan Harris menawarkan harga US$62 juta.

Menurut Wahyudin, Mabes TNI lebih condong memilih Harris. "Dari yang saya lihat ada kecenderungan besar untuk memilih Harris," ujarnya ketika menyambut Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI di Kantor LEN, Bandung, Kamis (11/3).

Padahal besarnya harga tidak menentukan kualitas. Ia menyatakan kerjasama dengan Thales Prancis lebih menguntungkan. Pihak Thales menjanjikan untuk membangun pabrik di Indonesia jika kerjasama ini dapat dilakukan.

"Ini sangat penting untuk kemajuan aplikasi teknologi elektronika di Indonesia, baik itu untuk pertahanan ataupun lainnya," tuturnya.

Saat ini Thales sudah membangun pabrik di 14 negara di dunia. Di negara ASEAN, Thales sudah membangun pabrik di Malaysia. "Kami sudah mempelajari dan kondisi pabrik ini sangat mandiri. Mereka juga menjanjikan 34% dari keuntungan," jelasnya.

Ia khawatir kerjasama dengan Harris akan menimbulkan masalah. Karena produk yang dijual oleh perusahaan ini buatan Singapura, sedangkan Harris sendiri merupakan perusahaan Amerika Serikat. "Ada ketentuan bahwa alat dan perusahaan harus berasal dari negara yang sama," ungkapnya.

Alat komunikasi yang ditawarkan memang bersifat khusus. LEN memprioritaskan alat khusus bagi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). Sedangkan pasukan wilayah akan menggunakan alat komunikasi biasa.

"Jika Thales dimenangkan maka akan ada terobosan dalam pengembangan industri alat komunikasi di dalam negeri," tambahnya.

Menanggapi keluhan ini, Ketua Komisi I DPR Kemal Azis Stamboel menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan stakeholder pertahanan negara, yakni Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI. Menurutnya kunjungan kerja DPR sudah sepakat untuk berpihak pada produk dalam negeri dalam pemenuhan alutsista.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder pertahanan, dalam hal ini adalah Mabes TNI," ungkapnya.

Menurutnya keberpihakan terhadap produk dalam negeri harus dimulai oleh semua pihak. Walaupun keberpihakan ini tidak dapat dipaksakan. "Terus terang tidak dapat dipaksakan karena produk dalam negeri masih belum cukup memadai. Namun keberpihakan harus dimulai dari yang sudah ada," jelasnya.

Namun secara keseluruhan problem koordinasi antara seluruh pelaku industri pendukung alutsista dalam negeri juga harus melakukan koordinasi. Karena antara satu industri terkadang tidak memiliki orientasi yang sama.

Misalnya dalam pembuatan panser oleh PT Pindad. Alat komunikasi yang ada di dalam panser tersebut tidak menggunakan produk PT LEN. "Masalah ini harus dipecahkan dengan duduk bersama. Makanya DPR akan mengumpulkan semuanya," tuturnya.

Selaku pengawas, DPR dapat melakukan intervensi melalui fungsi budgeting. "Kami harus tahu alokasi yang kami berikan untuk apa, itu jelas. Sehingga orientasi pengadaan alutsista dapat diarahkan," tegasnya.

MEDIA INDONESIA

Bulgaria Ingin Tingkatkan Kerjasama Hankam dengan RI

Su-25 AU Bulgaria. (Foto: armybase.us)

12 Maret 2010, Sofia -- Bulgaria ingin belajar banyak dari Indonesia, yang dipandang memiliki kebijakan hankam yang baik, terutama dalam turut memelihara perdamaian dan kestabilan kawasan Asia Tenggara.

Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan Bulgaria yang baru, Letjen (Purn) Anyu Angelov, saat menerima kunjungan kehormatan Dubes RI Immanuel Robert Inkiriwang di Sofia.

"Bulgaria juga memandang Indonesia sebagai negara besar, yang memainkan peranan penting di ASEAN, ASEM dan dunia internasional," demikian seperti dituturkan Sekretaris III Pensos Protkon KBRI Sofia Aditya Timoranto kepada detikcom, Kamis (11/3/2010).

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan hangat dan penuh persahabatan tersebut, Menhan Bulgaria didampingi antara lain oleh Deputi Menhan Dr. Valentin Radev, Chef de Cabinet Jordan Bozhilov dan Direktur Kebijakan Hankam Kolonel Radostin Iliev.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan selamat atas pengangkatan Menteri Angelov sebagai Menhan Bulgaria dan menyerahkan cindera mata kepada Menhan Bulgaria berupa wayang Pandawa Lima.

Angelov yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Menhan pada Januari 2010 diangkat menjadi Menhan menggantikan Nickolay Mladenov, yang kini menjadi Menlu Bulgaria.

Angelov menyampaikan salam hangatnya kepada Menhan RI. Ditambahkan bahwa dirinya berharap dapat bertemu dengan Menhan RI untuk membicarakan peningkatan kerjasama RI-Bulgaria di bidang hankam dan berdiskusi serta bertukar pandangan dengan Menhan RI mengenai security outlook di masing-masing kawasan.

Dikatakan bahwa Bulgaria ingin belajar banyak dari Indonesia, yang dipandang memiliki kebijakan hankam yang baik, terutama dalam turut memelihara perdamaian dan kestabilan di kawasan Asia Tenggara.

Dubes RI mengatakan bahwa kerjasama di bidang hankam, selain merupakan bidang kerjasama sangat strategis, juga memiliki elemen ekonomi dalam pembangunan kedua negara seperti produksi bersama senjata, arsenal dan kendaraan militer.

Keduanya sepakat untuk terus berupaya meningkatkan kerjasama RI-Bulgaria di bidang hankam, termasuk untuk mendorong keikutsertaan delegasi resmi dan pengusaha pada masing-masing pameran pertahanan, yaitu Indo Defense Expo 2010 di Jakarta dan Hemus Defense Expo 2010 di Plovdiv, Bulgaria.

Pada Indo Defense Expo 19-22/11/2008, Delegasi Bulgaria yang dipimpin Deputi Menhan saat itu, Spas Panchev, berpartisipasi dengan 6 perusahaan industri pertahanan Bulgaria.

Menhan Bulgaria juga mendukung ada kegiatan saling berkunjung antara pejabat sipil dan perwira militer Kemhan RI dan Bulgaria, bahkan saling kunjung antar-kadet militer, serta kerjasama antar-rumahsakit dan museum militer kedua negara.

detikNews

Sosialisasi Senjata SS2 di Lanud Abd Saleh


11 Maret 2010, Malang -- Sebanyak 35 anggota Lanud Abd Saleh, Malang, Rabu (10/3) berkumpul di gudang senjata. Hal ini merupakan salah satu persiapan para peserta lomba menembak dalam rangka memperingati HUT TNI AU, 9 April mendatang.

Hal ini dilakukan untuk menyosialisasikan penggunaan senjata SS2 dari PT Pindad yang masih baru dimiliki Lanud Abd Saleh. Sosialisasi diberikan oleh Kepala Seksi Senjata Lanud Abd Saleh Mayor Tek Yudi W.

Sebanyak 150 pucuk senjata SS2 dibeli untuk menambah senjata SS1 yang selama ini dipakai. Senapan serbu generasi baru inilah yang akan digunakan dalam lomba menembak.

Senapan yang menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm ini dibuat untuk mengkover kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh senapan SS1. Karena itu perlu sosialisasi dalam menentukan zeroing senapan atau menentukan titik nol dari senjata untuk menghasilkan ketepatan dalam menembak.

PELITA

Enam Kapal Jadi Target Teroris di Selat Malaka


11 Maret 2010, Jakarta -- Aksi terorisme tidak hanya menargetkan sasaran di darat dan di udara, di laut pun terutama di Selat Malaka, kelompok teroris ditengarai akan melakukan tindakannya. Paling tidak ada enam kapal yang akan menjadi sasaran terorisme akhir-akhir ini.

Menjawab pertanyaan pers, seusai dilantik sebagai Majelis Pembina Satuan Karya Pramuka di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/3) siang; Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono, SE mengakui hal itu.

Untuk menangkal tindak terorisme di perairan selat yang sangat ramai dilalui berbagai jenis kapal, TNI Angkatan Laut meningkatkan frekuensi patroli keamanan laut dengan mengerahkan tujuh kapal perang. Kehadiran TNI Angkatan Laut di laut dengan meningkatkan patroli punya daya tangkal terhadap rencana aksi terorisme itu, kata laksamana bintang empat kelahiran Blitar, Jawa Timur itu.

Sejak diperolehnya informasi adanya rencana aksi terorisme, keenam kapal itu terus dipantau oleh Angkatan Laut dari tiga negara pantai, yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dari keenam kapal itu, satu kapal, menurut Kasal telah masuk ke pelabuhan di Singapura.

Ditanya apakah TNI Angkatan Laut hanya khusus memantau keenam kapal tersebut, Laksamana TNI Agus Suhartono mengemukakan semua kapal yang melalui perairan Selat Malaka terus dipantau dan diamankan oleh TNI Angkatan Laut.

Menjawab pertanyaan apakah kapal-kapal yang harus diamankan itu dilakukan pengawalan oleh kapal perang, Kasal mengatakan tidak dilakukan pengawalan. Semua kapal diawasi agar aman, jelasnya.

Disinggung bahwa peningkatan patroli keamanan di perairan Selat Malaka terkait rencana kedatangan Presiden Barack Obama, Kasal mengemukakan patroli di Selat Malaka dilakukan secara rutin sepanjang tahun, termasuk patroli terkoordinasi dengan Singapura dan Malaysia.

PELITA

Semakin Banyak Warga Nunukan Eksodus ke Malaysia


10 Maret 2010, Nunukan -- Semakin banyak warga negara Indonesia yang tinggal di dekat perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kalimantan Timur yang bereksodus ke negeri jiran. Selain terjadi pada sebagian warga Kabupaten Kutai Barat, eksodus itu berlangsung di Nunukan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Nunukan Nardi Azis. Tanpa menyebutkan jumlahnya, dia menjelaskan bahwa eksodus itu terjadi sejak lama. ''Jumlah pastinya tunggu hasil survei,'' jelasnya.

Dia mengungkapkan, eksodus terjadi lantaran warga yang tinggal di dekat perbatasan itu sangat bergantung pada kemakmuran negara tetangga. Mereka lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain. Harganya pun jauh lebih murah dan terjangkau. Sementara itu, komoditi dari negara sendiri sangat mahal karena minimnya sarana transportasi. "Ini kan kondisi yang akan memudarkan semangat nasionalisme terhadap NKRI,'' ucap Nardi.

Dia menambahkan, kemiskinan dan tidak tersentuh pembangunan membuat warga di perbatasan mudah tergoda untuk bereksodus ke Malaysia. ''Mereka justru merasa bangga jika bisa mendapat barang dari Malaysia daripada hasil negara sendiri,'' tutur dia.

Karena itu, lanjut Nardi, sebaiknya visi dan misi mewujudkan pembangunan di daerah perbatasan tidak dibiarkan menjadi sekadar janji. Harus ada perwujudan nyata yang dapat mengubah kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah perbatasan.

Nardi juga menyatakan kecewa atas janji Program 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono, yang menempatkan pointer pembangunan kawasan perbatasan sebagai prioritas. "Kami sampai saat ini belum mengetahui, apa kejelasan upaya peningkatan pembangunan perbatasan dalam Program 100 Hari Kabinet SBY ini," ungkapnya.

JAWA POS

Thursday, March 11, 2010

Rusia Bantah Beli Ranpur Italia

IVECO M65. (Foto: twardziel)

12 Maret 2010 -- Kementrian Pertahanan Rusia membantah pemberitaan media dimana berencana membeli dalam jumlah besar kendaraan lapis baja dari Italia.

Media Rusia dan Italia memberitakan Rusia sedang bernegosiasi membeli hingga 1000 kendaraan lapis baja ringan serba guna IVECO M65.

“Kementrian Pertahanan tidak mempunyai rencana membeli kendaraan lapis baja dari pihak asing,” ujar juru bicara Kementrian Pertahanan Kolonel Alexey Kuznetsov.



Kuznetsov mengatakan Rusia telah menguji sejumlah kendaraan lapis baja dari pihak asing pada 2009 guna membandingkan kinerja dan kemampuan tempur dengan produk lokal sejenis.

“Kami telah mengirimkan evaluasi kami ke pabrikan Rusia,” ungkap Kuznetsov, tanpa penawaran lebih lanjut.

Italia telah menggunakan IVECO M65 di Iraq, Afghanistan dan misi NATO diluar negeri yang telah menyelamatkan nyawa prajurit.

RIA Novosti/@beritahankam

PT Dirgantara Indonesia Mampu Buat Pesawat Amphibi


11 Maret 2011, Jakarta -- Anggota Komisi I DPR Al Muzammil Yusuf menilai PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mampu membuat pesawat amphibi. "Pesawat amphibi mampu dibuat PT DI," kata Al Muzzamil melalui pesan elektronik kepada ANTARA usai kunjungan kerja Komisi I DPR ke PT DI, di Bandung, Kamis.

Dia mengatakan pesawat amphibi bisa menjadi solusi bagi negara kepulauan Indonesia karena bisa mendarat di berbagai tempat tanpa hambatan infrastruktur darat.

"Pesawat amphibi harusnya menjadi solusi Indonesia, baik karena pertimbangan alam kita, maupun dalam konteks pariwisata, keamanan terbang dan hankam wilayah Indonesia yang terpencil," katanya.

Melihat keunggulan pesawat amphibi tersebut, anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengembangkan industri PT DI melalui pesawat amphibi tersebut.

"Harusnya Presiden melalui Menhan, Menristek, Menteri Negara BUMN dan Mendagri bisa menjembatani para kepala daerah untuk bisa memesan dan membuka jalur transportasi melalui sarana pesawat amphibi tersebut," katanya.

Akan tetapi kondisi neraca finansial perusahaan yang minus menjadi ganjalan serius bagi PT Dirgantara Indonesia untuk melakukan ekspansi yang lebih progresif memproduksi pesawat terbang dan pengerjakan proyek strategis lain di sektor kedirgantaraan.

"Dari sisi teknologi cukup membanggakan dan sangat bagus. Dengan potensi itu PTDI sebenarnya bisa melangkah lebih maju lagi. Namun sayang neraca finansial yang minus menjadi beban industri strategis itu untuk melakukan ekspansi yang lebih besar," kata anggota Komisi I DPR Enggartiasto Lukito disela-sela kunjungan Komisi I DPR di PTDI.

Enggartiasto mengatakan PTDI merupakan perusahaan yang progresif namun perlu keberpihakan pemerintah yang lebih besar lagi untuk membesarkan kembali PT Dirgantara Indonesia.

Salah satunya dengan mengupayakan penyehatan neraca keuangan BUMN strategis itu, karena menurut Enggartiasto selama neraca perusahaan itu belum bisa diatasi, selanjutnya sulit bagi PTDI untuk jauh melangkah menjadi industri yang dapat diandalkan.

ANTARA News

Wisnu dan Satuan Anti Teror 81 Gultor

Pasukan elit dari satuan TNI dan Kepolisian RI bersiap mengikuti upacara pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror, di Silang Monas, Jakarta, Kamis (11/3). Sebanyak 3.559 personel TNI - Polri diturunkan untuk latihan bersama 11-13 Maret 2010 di sejumlah titik rawan teror di Jakarta, merupakan latihan yang kedua dengan nama sandi Waspada Nusa II. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)

11 Maret 2011, Jakarta -- "Saya pernah mendapat tugas pukul dua malam ke Papua tanpa pemberitahuan sebelumnya sesuai dengan motto pasukan Gultor Siap, Setia, Berani," kata Wisnu Djoko Hadianto (28) kepada ANTARA News, Kamis, usai Latihan Gabungan Antiteror TNI/Polri di Monas, Jakarta Pusat.

Wisnu (28) adalah anggota Satuan Anti Teror 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pangkatnya Sersan Satu. Bergabung dengan kesatuan ini pada 2004.

Wisnu adalah seorang dari sekelompok orang-orang sangat terlatih dari TNI dan Kepolisian, yang menjadi pemukul pertama manakala negeri dan rakyat harus menghadapi pengacau dan peneror kedaulatan, keutuhan dan keamanan negara ini.

Sebagaimana rekan-rekannya di satuan elite itu, dan juga satuan-satuan anti teror lainnya, pria berdarah jawa yang mulai berkarir di Satuan 1 Kopassus, Serang, tahun 2002 ini, harus selalu siap melawan dan menaklukan teror dalam bentuk apapun, serta tentunya menjaga stabilitas nasional.

"Menjadi prajurit Komando merupakan panggilan jiwa dan saya terinspirasi dari ayah saya yang juga ABRI," kata Wisnu.

Kepada ANTARA News, Wisnu berbagi satu cerita yang membekas pada dirinya, yaitu selama tujuh bulan mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Jawa Barat.

"Jika saja saya disuruh mengulangi lagi hari-hari pelatihan tersebut, saya tidak akan mau," katanya, menggambarkan sangat beratnya latihan yang harus dijalani seorang yang akan menjadi anggota unit elite Kopassus itu.

Bukan hanya keterampilan tempur serta siap fisik dan mental, para elite ini diajarkan kedisiplinan amat tinggi.

"Kira-kira beberapa hari sebelum pelantikan Baret Merah, dua teman saya yang melanggar perintah diberhentikan dari pendidikan dan kembali ke kesatuannya, hanya karena jalan-jalan keluar," katanya.

Wisnu melanjutkan, ada beberapa kata yang terus terngiang di telinganya ketika memulai pendidikan, "Kalau ragu, kembali sekarang juga."

Wisnu pernah ditugaskan di Aceh pada 2004 dan Papua pada 2007-2009 dalam operasi berbeda-beda.

Pada 2004, dia pernah ngobrol dengan salah seorang anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di kedai kopi. Di jam lainnya, ketika mereka bertemu lagi, ceritanya pasti akan lain. "Dalam perang ada dua pilihan menembak atau ditembak," katanya.

Sewaktu bertugas di Papua dalam operasi tertutup, dia ditugasi mengubah opini masyarakat agar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Warga sudah terkontaminasi dengan Bintang Kejora (gerakan separatis) dan kami berupaya bagaimana mereka kembali ke Merah Putih," katanya.

Satuan Anti Teror Gultor adalah pasukan antiteror pertama Indonesia yang diilhami oleh keberhasilan operasi anti pembajakan Garuda Woyla di Dong Muang, Thailand.

Satu grup pasukan elite ini terdiri dari sepuluh prajurit berketerampilan berbeda-beda. Ada penembak jitu, pelempar granat, penjinak bom, pemukul, pendobrak pintu dan ahli teknik.

"Setelah pendidikan usai, ada ujian psikotes untuk mengetahui spesifikasi keterampilan kita," kata Wisnu yang ternyata ahli matra udara, sebagai penerjun payung.

Pasukan elite Jerman CSG 9 bisa disebut "benchmark' Kopassus. Setelah Gultor, menyusul lahir satuan antiteror lain, Detasemen Jala Mengkara (AL), kemudian Den Bravo (AU), terakhir Detasemen Khusus 88 (Polri).

"Kami mempunyai tanggungjawab yang besar akan nama yang disandang dan menginspirasi pasukan antiteror yang lain," kata Wisnu bangga.

Pada beberapa kesempatan, prajurit komando ini juga berlatih dengan pasukan khusus negara asing. Sebut saja Navy SEAL Amerika Serikat atau dengan SASR Australia.

Reputasi Kopassus telah mendunia dan mengundang decak kagum dunia.

"Ada dua hal yang saya takuti dari Kopassus, pertama sejarah, kedua 'crazy', berani mati semua!" kata Wisnu sambil menyilangkan jarinya di jidatnya, menirukan ucapan seorang anggota pasukan khusus Australia SASR, ketika Kopassus dan SASR, berlatih bersama.

ANTARA News

TNI-Polri Antisipasi Serangan Teroris seperti di Mumbai

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri (tengah) memeriksa pasukan elit dari TNI-Polri saat pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror, di Silang Monas, Jakarta, Kamis (11/3). Sebanyak 3.559 personel TNI - Polri diturunkan untuk latihan bersama 11-13 Maret 2010 di sejumlah titik rawan teror di Jakarta, merupakan latihan yang kedua dengan nama sandi Waspada Nusa II. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)

11 Maret 2010, Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia menggelar latihan gabungan penanggulangan teroris untuk mengantisipasi serangan teror seperti di Mumbai, India, pada 26-27 November 2008 lalu. Dalam serangan teror yang dilakukan di sebelas lokasi itu, sekitar 125 orang terbunuh dan lebih dari 300 orang terluka.

Alasan inilah yang mendorong TNI dan Kepolisian mengerahkan seluruh kekuatan dan latihan bersama penanggulangan teror setiap tahun. “Jadi, kalau ada serangan teroris dalam jumlah lokasi yang banyak, kami sudah siap menghadapinya,” kata Panglima TNI, seusai pembukaan latihan gabungan dengan kepolisian, di Lapangan Silang Monumen Nasional, Kamis (11/3).

Dalam penggerebakan teroris di Aceh dan Pamulang, tim Datasemen Khusus 88 Markas Besar Polri menemukan barang bukti sejumlah amunisi, bahan kimia, dan alat pengendali bom jarak jauh. Sedangkan barang bukti berupa bahan peledak belum ditemukan. Namun, kepolisian belum menyatakan adanya perubahan pola serangan teroris dari bom bunuh diri menjadi serangan langsung atau penyenderaan seperti di Mumbai, India.

Pada pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror, Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan latihan itu untuk menyelaraskan serangkaian penanganan menghadapi teror. “Sehingga kapan saja, kami bisa menghadapi suatu situasi yang mendadak,” kata Bambang.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Bambang Hendarso Danuri (tengah) menyematkan tanda pengenal kepada pasukan elit dari TNI-Polri saat pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror, di Silang Monas, Jakarta, Kamis (11/3). (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)


Pasukan elit dari satuan TNI dan Kepolisian RI mengikuti upacara pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)

Seorang anggota pasukan elit dari satuan TNI memeriksa senjata. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)

Pasukan elit dari satuan TNI dan Kepolisian RI bersiap mengikuti upacara pembukaan latihan gabungan penanggulangan teror. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)

Dia membantah anggapan bahwa latihan ini dikhususkan sebagai persiapan menyambut kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia. “Tidak hanya berkaitan dengan Obama saja,” ujarnya, "Ini pergelaran kegiatan TNI dan Polri."

Rencananya, latihan gabungan akan dilakukan pada Sabtu (13/3) mendatang di Hotel Borobudur, Bursa Efek Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, dan lokasi pengeboran minyak di Kepulauan Seribu.

TEMPO Interaktif