Saturday, May 22, 2010

RI-China Ingin Kembangkan Rudal

KRI Layang tembakan rudal buatan Cina C-802. (Foto: Dispenal)

22 Mei 2010, Jakarta -- Indonesia menawarkan kerja sama kepada China dalam produksi rudal. Selama ini TNI AL dan TNI AU telah menggunakan rudal C-802 buatan Negeri Tirai Bambu itu.

"Kami mengundang mereka (China), antara lain untuk produksi bersama rudal, " kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai menerima kunjungan kehormatan Wakil Ketua Komisi Militer Tentara Pembebasan Rakyat (Central Commission of The People Liberation Army/PLA) Jenderal Guo Boxing, di Jakarta, Jumat.

"Kebutuhan rudal ini sangat besar. Jadi kalau kita bisa produksi bersama, tentu kita juga bisa memproduksi tidak saja untuk kebutuhan TNI AL dan TNI AU, tetapi juga pasar luar negeri," kata Purnomo.

Selain produksi bersama alat utama sistem senjata seperti rudal, Indonesia juga menawarkan hal serupa untuk produk non-alat utama sistem senjata seperti seragam, makanan kaleng, perlengkapan seragam dan lainnya.

"China memiliki anggota militer jumlahnya sekitar 2,5 juta orang, dan China sangat membutuhkan produk-produk non-alat utama sistem senjata. Indonesia sangat mampu untuk mendukung kebutuhan mereka," katanya.

Tentang tanggapan China atas tawaran Indonesia tersebut, Menhan Purnomo mengatakan, mereka sangat menerima tawaran tersebut dan akan dibahas lebih lanjut. "Bagaimana pun kan tetap ada hitungan bisnisnya, dan tetap harus dipertimbangkan tentang kandungan lokal dari masing-masing produk yang akan dikerjasamakan produksinya," katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan delegasi Komisi Militer China di Kantor Presiden, Kamis (20/5) pukul 18.00 WIB. Mereka datang dipimpin Wakil Ketua Komisi Militer Jenderal Guo Boxiong, Laksamana Madya Sun Jiangua, dan Duta Besar RRT untuk Indonesia Zhang Qiyue.

"Saya perlu menyampaikan bahwa hubungan kedua negara baik sekali dan terus berkembang. Demikian juga hubungan saya dengan Presiden Hu Jintao dan PM Wien Jibao juga berjalan dengan baik. Mudah-mudahan kedua tentara juga bisa meningkatkan kerja samanya," kata Presiden SBY di awal pertemuan.

Usai pertemuan, Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan ada empat hal yang dibahas. Yakni pendidikan, mengembangkan Universitas Pertahanan, tukar-menukar pejabat, dan keempat itu latihan militer bersama.

Saat menerima tamunya, Presiden SBY didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekertaris Negara Sudi Silalahi, Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, dan Sekertaris Kabinet Dipo Alam.

JURNAS

Sjafrie Lepas Jabatan Sekjen Kemhan

(Foto: .presidenri.go.id)

21 Mei 2010, Jakarta -- Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan kepada Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto yang selama ini menjabat sebagai Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan.

Serah terima jabatan Sekretaris Jenderal dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan itu dipimpin langsung Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat.

Sementara jabatan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan diserahkan Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto kepada Laksamana Muda TNI Gunadi yang selama ini menjabat sebagai Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan.

"Pergantian dua jabatan eselon I ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57/M Tahun 2010," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Mennhan mengatakan, serah terima dua jabatan eselon I di lingkungan Kemhan adalah dalam rangka mengoptimalisasikan manajemen pertahanan.

Optimalisasi manajemen pertahanan membutuhkan pengawalan organisasi yang mempunyai kriteria, integritas, dan kredibilitas untuk mendukung produktivitas pertahanan negara.

Ia menambahkan, kedepan Kemenhan akan memulai organisasi baru yang lebih fokus pada sistem pertahanan negara dikelola lebih baik baik dari aspek pertahanan militer maupun nirmiliter.

Purnomo mengatakan jabatan eselon I di lingkungan Kementerian Pertahanan khususnya Sekjen dan Irjen memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting dan menentukan.

"Sekjen merupakan administrator untuk mensinkronkan proses kebijakan pertahanan negara oleh Menhan. Sedangkan Irjen sebagai pengawas internal untuk memastikan pelaksanaan pengawasan internal aktif dengan mengikuti proses manajemen mulai tahap perencanaan hingga pengakhiran kegiatan," katanya.

ANTARA News

Friday, May 21, 2010

Menhan RI Menerima Kunjungan Wakil Ketua Komisi Pusat Militer China

(Foto: ANTARA)

21 Mei 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Vice Chairman of Central Military Commission of The People’s Republic of China (Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRC) Jenderal Guo Boxiong, Jum’at (21/5) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungan kali ini dalam rangka mempertegas kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara.

Kerjasama pertahanan kedua negara telah disepakati dalam suatu Memorandum of Understanding (MoU) dan ditandatangani oleh Menhan dari kedua negara beberapa waktu yang lalu. Usai melakukan kunjungan ke Menhan RI, Jenderal Guo Boxiong mengikuti kegiatan Bilateral Meeting RI – China, bertempat di Kemhan RI.

Dalam Bilateral Meeting RI – China yang dipimpin oleh Menhan RI tersebut, delegasi China menawarkan kerjasama latihan anti piracy, Latihan Bersama (Latma) SAR di laut pada saat muhibah KRI ke China serta pelatihan pilot TNI Angkatan Udara.

Pelatihan pilot telah terlaksana dalam bentuk pelatihan simulator pesawat Sukhoi. Pada tahun 2009 dikirim 10 perwira penerbang TNI AU dalam dua tahap, setiap tahap berlangsung selam satu minggu. Untuk tahun 2010, direncanakan jumlah yang sama yaitu 10 penerbang dan dilaksanakan dalam dua tahap.

Sementara itu, delegasi Indonesia menyampaikan beberapa issu terkait dengan Regional security situation, anti terrorism dan maritime security di Selat Malaka, kerjasama di bidang Human Assistance and Disaster Relief, kerjasama di bidang Peace Keeping Mission dan kerjasama industri pertahanan.

Hadir mendampingi Menhan RI dalam kegiatan Bilateral Meeting RI – China antara lain Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen Syarifudin Tippe, S.Ip, M.Si, Dirjen Ranahan Kemhan Laksda TNI Gunadi, M.D.A, dan sejumlah pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan. Hadir pula Asops Kasal, Asops Kasau dan Atase Pertahanan RI di China.

Sementara itu, Jenderal Guo Boxiong didampingi Deputy Chief of General Staff, PLA, Vice Admiral Sun Jian Guo, Panglima wilayah Guangzhou LTG. Xu Fennin, Deputy Shief of General Logistic Department, PLA, LTG. Ding Ji Ye, Deputy Political Commissar of PLA Air Force LTG. Wang Wei, Deputy Commander of 2nd Artillery, PLA LTG. Wang Jiu Rong, Chief of Foreign Affair Office of MND MG. Qian Lihua, Corps Commander, PLA MG. Wang Ning, dan Director General for the Research Bureau, General Office of the CMC MG. Zhang Haiyan. Hadir pula Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue dan Atase Pertahanan China Sen. Col. Han Weibing.

Dalam kunjungan kerhormatan kali ini, Jenderal Guo Boxiong mendapat sambutan jajar kehormatan dari pasukan TNI, hal mana disebabkan posisi penting yang dijabat dalam sistem pemerintahan China. Sesuai dengan konstitusi dalam pemerintahan China, Jenderal Guo Boxiong merupakan orang kedua setelah Presiden China Hu Jintao yang juga menjabat Ketua Komisi Militer Pusat RRC. Jenderal Guo Boxiong menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRC sejak tahun 2002.

Jenderal Guo Boxiong lahir pada tahun 1942 di Liquan, Provinsi Shaanxi. Bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada bulan Agustus 1961 dan lulus dari Akademi Militer PLA dengan pendidikan perguruan tinggi junior.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat RRC beberapa jabatan dalam karir militernya antara lain, Kepala Staf Angkatan Darat ke-19 Angkatan Darat TPR, Wakil Kepala Staf Komando Daerah Militer Lanzhou, Panglima Angkatan Darat Grup 47 Angkatan Darat TPR, Wakil Panglima Komando Daerah Militer Beijing dan Panglima Komando Daerah Militer Lanzhou.

Hubungan RI – China

Hubungan RI – China bukan sekedar hubungan militer, namun lebih pada latar belakang culture yang ada diantara kedua bangsa dan negara di masa lalu. Hubungan kerjasama di bidang pertahanan menjadi pilar bagi hubungan kerjasama kedua negara dengan prinsip kerjasama pertahanan yang dikembangkan atas dasar saling menghormati (mutual respect).

Kerjasama tersebut memungkinkan untuk dapat saling membangun profesionalisme antara kedua angkatan bersenjata dalam rangka menopang stabiitas kawasan, karena dalam hal ini China juga memiliki kepentingan sebagai pengguna Selat Malaka dan Selat lain di Indonesia.

Untuk kerjasama di bidang industri pertahanan, saat ini China memiliki industri pertahanan yang cukup maju terutama untuk Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Apabila Indonesia membutuhkan pengadaan Alutsista dari China, maka diharapkan harus ada kerjasama TOT (Transfer of Technology).

Sementara itu, disisi lain personel militer China yang besar sekitar 2,5 juta jiwa juga membutuhkan berbagai peralatan (non Alutsista), dengan keberadaan industri pertahanan non Alutsista dalam negeri maka Indonesia juga siap mendukung kebutuhan militer China khususnya untuk non Alutsista.

DMC

KSAL: Kapal AL Tenggelam Murni Kecelakaan

(Foto: ANTARA)

21 Mei 2010, KRI Makassar -- TNI AL mengerahkan empat kapal miliknya untuk mengevakuasi korban tenggelamnya kapal patroli keamanan laut di Perairan Anambas, Kamis (20/5).

"Saat ini, ada empat kapal AL di sana untuk membantu evakuasi," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Agus Suhartono usai menandatangani kesepakatan bersama BP Migas, Jumat.

Selain empat kapal TNI AL, kapal milik BP Migas juga turut membantu evakuasi korban, kata Kasat.

Tiga orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal laut cepat milik TNI AL.

Ia mengatakan seorang di antara korban hilang adalah personel TNI AL, seorang istri pejabat Bupati Anambas dan seorang staf humas Pemkab Anambas.

"Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan semuanya dalam keadaan selamat," katanya.

Mengenai penyebab tenggelam, ia mengatakan murni kecelakaan.

Kapal AL yang namanya masih simpang siur tenggelam di Perairan Anambas saat membawa 17 pengurus PKK Anambas dari Tarempa ke Kecamatan Jemaga.

Dari seluruh penumpang, beberapa di antaranya mengalami luka bakar. Dua korban luka bakar parah langsung dibawa ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan pengobatan intensif, tiga orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit di Tanjungpinang.

ANTARA News

Teroris Berhasil Dilumpuhkan di Lanud Abd. Saleh


21 Mei 2010, Malang -- Pasukan anti teroris dari Lanud Abd Saleh dan Batalyon Paskhas 464 berhasil menangkap dan melumpuhkan 6 orang teroris yang akan melakukan aksinya di Malang dengan naik pesawat Sriwijaya dari Jakarta tujuan Malang (20/5).

Berawal dari swiping yang dilakukan oleh anggota Pomau Lanud Abd Saleh, dicurigai dua mobil yang akan masuk ke Lanud Abd Saleh. Saat dilakukan pemeriksaan keempat orang yang berada di dua mobil tersebut tidak mau diperiksa, merekapun ditangkap oleh Pomau. Dari keterangan keempat orang itulah diperoleh informasi jika sebelumnya sudah ada dua teroris yang telah berhasil masuk di Bandara Lanud dan sedang mnjemput kedatangan enam orang temannya yang terbang naik pesawat Sriwijaya dari Jakarta.

Selanjutnya tim anti teroris Lanud yang melibatkan anti teroris Batalyon Paskhas 464 melakukan penyergapan di saat pesawat Sriwijaya landing di Bandara Lanud Abd Saleh, lima teroris berhasil ditangkap dan satu diataranya di tembak karena melakukan perlawanan.

Kejadian tersebut diatas merupakan latihan anti teroris yang dilakukan oleh Lanud Abd Saleh dalam rangkaian latihan Garuda Perkasa 2010 di Lanud Abd Saleh.

Pesawat CASA 212 Mendarat Darurat


Pesawat Casa 212 milik Skadron Udara 4 Lanud Abd Saleh sebelum landing di Lanud Abd Saleh Mengalami accident, salah satu engine sebelah kiri mengalami kerusakan dan terbakar, Rabu (19/5). Pesawat membawa 33 orang penumpang dan 7 orang diantaranya mengalami luka berat.

Tower mendapat informasi accident tersebut langsung mengerahkan tim Pemadam Kebakaran (PK) Lanud Abd Saleh dan menyiapkan 3 unit mobil PK yang masing-masing ditempatkan diujung landasan (Runway 17) dan accident dapat dikuasai selama kurang lebih 10 menit.

Setelah pesawat diamankan oleh unsur pengamanan dari Lanud, dengan melalui pintu darurat para korban berhasil dievakuasi oleh tim sar dari Lanud dan secepatnya dilarikan ke rumah sakit Lanud Abd Saleh dengan 2 buah ambulance milik rumkit untuk mendapatkan pertolongan medis. Berkat kesiapan pasukan operasi dan Cresh team Lanud Abd Saleh Accident tersebut dapat diatasi dengan cepat dan lancar.

Skenario diatas merupakan bentuk latihan creash team dalam rangka Latihan Garuda Perkasa 2010. Latihan cresh team ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan personil Lanud Abd Saleh tentang prosedur penanganan accident pesawat dan cara-cara pengoperasian peralatan yang digunakan oleh kesatuan kerja creash team.

Latihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, hal ini dimaksudkan agar setiap personel tanggap dan senantiasa siap melakukan tugasnya dengan benar apabila sewaktu-waktu terjadi emergency pesawat di Lanud Abd Saleh.

Pentak Lanud Abd Saleh

RI-China Mantapkan Pelatihan Bagi Pilot Sukhoi

Sukhoi Su-30 TNI AU. (Foto: Dispenau)

21 Mei 2010, Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Republik China sepakat untuk memantapkan kerja sama pelatihan bagi pilot-pilot pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara.

Kerja sama pemantapan latihan itu, menjadi satu topik bahasan dalam kunjungan kehormatan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat China (Central Commission of The People Liberation Army/PLA) Jenderal Guo Boxing kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Jumat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Mayjen I Wayan Medhio mengatakan, Indonesia telah mengirimkan pilot-pilot Sukhoinya berlatih di China dalam beberapa tahap.

"Sudah ada sepuluh pilot TNI Angkatan Udara yang melakukan pelatihan simulasi di China dalam beberapa tahap," katanya.

China merupakan salah operator terbesar pesawat jet tempur Sukhoi selain dua negara pecahan Uni Sovyet yakni Rusia dan Ukraina. Bahkan kini China telah dipercaya sebagai salah satu negara yang memproduksi pesawat Sukhoi.

Negara Tirai Bambu itu pun memiliki pusat pelatihan pesawat tempur seperti Sukhoi dengan berbagai varian seperti SU-27 SK dan SU-30MK yang digunakan TNI Angkatan Udara.

Beberapa negara pengguna Sukhoi adalah Indonesia, India, China, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Aljazair, Irak, Afganistan, Jerman, Peru dan Korea Utara.

Rusia dan India Latih Pilot Malaysia


Skuadron Sukhoi Su-30MKM Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) akan dilatih oleh India dan Rusia sebagai bagian kerjasama trilateral Rusia-India-Malaysia.

Jet tempur Sukhoi sangat kompleks dan rumit dalam pengoperasiannya. India mengirimkan sebuah tim dari Angkatan Udara India sedangkan Rusia tim dari pabrik pesawat Irkut Corporation guna melatih anggota skuadron Su-30MKM TUDM.

Rusia dan India berkomitmen mendukung kemampuan pertahanan dan tempur udara Malaysia, saat ini skuadron Sukhoi menjadi perhatian.


ANTARA News/Berita HanKam

USS Texas Departs for U.S. 4th Fleet Deployment


20 May 2010, PEARL HARBOR (NNS) -- The Virginia-class submarine USS Texas (SSN 775) departed Joint Base Pearl Harbor-Hickam for a scheduled deployment to U.S. 4th Fleet Area of Responsibility May 19.

"USS Texas is flexible and ready to rapidly respond to a wide range of situations on short notice in support of national security," said Cmdr. Bob Roncska, USS Texas commanding officer. "I am extremely proud of my Texas crew. No doubt, the best crew I have had the opportunity to serve with in all my 20 years of naval service"

This is Texas' first deployment since changing homeports to Pearl Harbor in November 2009.

Commissioned Sept. 9, 2006, Texas was the second Virginia-class attack submarine constructed and the first submarine to be named after the Lone Star State. The state-of-the-art submarine is capable of supporting a multitude of missions, including anti-submarine warfare, anti-surface ship warfare, strike, naval special warfare involving special operations forces, intelligence, surveillance, and reconnaissance, irregular warfare, and mine warfare.

USN

Operasi Udara Dalam Latihan Garuda Perkasa 2010


21 Mei 2010, Malang -- Untuk menguji ketrampilan dan kemampuan Lanud Abd Saleh sebagai pangkalan induk sekaligus pangkalan operasi, dalam latihan Garuda Perkasa 2010 ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan latihan. Di mulai dari gladi posko dengan membuat perencanaan operasi untuk menguji kemampuan para Staf dalam membuat rencana operasi sampai dilaksanakannya gladi lapangan dan uji trampil.

Dalam uji trampil dilakukan kegiatan yaitu simulasi Creash Team Lanud Abd Saleh, penanggulangan Huru Hara dari unsur pangkalan dan penanggulangan teroris.

Sementara itu, gladi lapangan dalam bentuk operasi udara disimulasikan bahwa sebuah pangkalan udara dikuasai oleh musuh sehingga Lanud Abd Saleh mendapat perintah untuk terlibat dalam perebutan kembali pangkalan tersebut. Dengan melibatkan pesawat C-212 Casa dan pesawat C-130 Hercules untuk melakukan pengintaian dan menerjunkan pasukan Paskhas dari Batalyon 464 Paskhas Wing II Paskhas serta droping bekal ulang.

Semua latihan tersebut merupakan puncak dari latihan-latihan yang dilaksanakan oleh Lanud Abd Saleh mulai dari latihan perorangan, latihan satuan-satuan dalam jajaran Lanud dan puncaknya dilaksanakan latihan satuan Lanud “Garuda Perkasa 2010” yang didukung oleh Insub yaitu Batalyon Paskhas 464 Wing II Paskhas Malang dan Depo Har 30.
Latihan Garuda Perkasa 2010 yang dilaksanakan selama 5 hari ini (21/5) ditutup oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Ida Bagus Anom M., S.E. di Taxy Way Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh.

Dalam sambutannya Komandan menyampaikan bahwa tujuan dari latihan Garuda Perkasa ini untuk melatih dan menambah pengetahuan juga meningkatkan kemampuan dan ketrampilan. Walaupun latihan Garuda Perkasa ini merupakan latihan rutin tahunan, namun kualitas dan kemampuan ketrampilan masih harus terus kita tingkatkan, tujuannya tiada lain agar Lanud Abd Saleh sebagai pangkalan induk maupun pangkalan operasi senantiasa siap
melaksanakan tugasnya.

Pentak Lanud Abd

Saab receives order for Unmanned Aerial System from FMV


20 May 2010 -- Defence and security company Saab has received an order worth approximately MSEK 500 from the Swedish Defence Materiel Administration (FMV) for a Tactical Unmanned Aerial Vehicle system (TUAV).

Saab will deliver two complete TUAV systems, including the aircraft, ground stations, intelligence units and ancillary equipment.

The order means that Saab will assume an overall commitment for the system. This includes operating the system over three years, as well as the training of personnel, the provision of equipment, technical maintenance and spare parts.

Final delivery of the systems will take place in the fourth quarter of 2011.

The type of unmanned aerial vehicle will be a Shadow 200 from the AAI Corporation.

"This order confirms the logic behind our single-minded efforts within UAV technology. By combining a well-recognised aircraft with systems and cutting edge technology developed for Gripen, we are able to offer our customer a highly adapted system without the need for a host of new development. This also means we can promise a very short delivery time, which is important for our customer since they have a tremendous need for this system. Our strong partnership with FMV provides a firm basis for together being able to satisfy the Swedish Armed Forces", says Lennart Sindahl, business area manager for Aeronautics within Saab.

Saab serves the global market with world-leading products, services and solutions ranging from military defence to civil security. Saab has operations and employees on all continents and constantly develops, adopts and improves new technology to meet customers’ changing needs.

Saab

Kasau Tinjau Skatek 044 Lanud Sultan Hasanuddin


21 Mei 2010, Makassar -- Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat. SIP beserta rombongan ,Kamis (20/5) didampingi Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna meninjau Skadron Teknik (Skatek) 044 Lanud Sultan Hasanuddin diterima oleh Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang Eri Purwandoko.

Kunjungan Kasau berserta Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny Maya Imam Sufaat, menggunakan pesawat C-130 VIP dengan tail number A-1341 tersebut merupakan rangkaian . kunjungan kerja ke beberapa Lanud di Jajaran Koopsau II di wilayah Indonesia timur , dan terakhir di Lanud Sultan Hasanuddin sebelum bertolak ke Jakarta.

Pejabat Mabesau dalam rombongan Kasau diantaranya Asops Marsda TNI Rodi Suprasodjo, Aslog Marsda TNI Imam Wahyudi, Pangkohanudnas Marsda TNI Drajat Rahardjo Dan Korp Paskhasau serta beberapa Pejabat Staf Mabesau, hadir turut menyambut Kasau Pangkoopsau II Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI Jhon Dalas Sembiring, Kepala Staf Koopsau II Marsekal Pertama TNI Boy Sahril.

Selama meninjau di Skatek 044 yang mempunyai tugas pemeliharaan tingkat sedang pesawat Sukhoi 27/30 , Boeing 737 Intai Stratregis serta CN-235 MPA, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat.SIP didampingi Dan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna melihat secara langsung perawatan pesawat Sukhoi 27/30 yang mendapat penjelasan langsung oleh Kolonel Tek Catur Y Prasetyo Ketua Tim Litbang dari Mabesau yang sedang bertugas di Skatek 044 serta Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang Eri Purwandoko.

Sementara itu, dalam waktu yang sama Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny..Maya Imam Sufaat beserta beberapa Pengurus PIA Ardhya Garini Pusat, berkesempatan mengadakan kunjngan kerja ke Kantor PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II yang diterima oleh Ketua Ny. Agus Munandar daidampingi Wakil Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II Ny. Boy Sahril.

Pentak Lanud Sultan Hasanuddin

Lockheed Martin Awarded $40 Million Contract To Deliver Additional Sniper® Advanced Targeting Pods


20 May 2010, ORLANDO, FL -- Lockheed Martin [NYSE: LMT] has signed a $40 million foreign military sales contract to deliver Sniper Advanced Targeting Pods (ATPs) to the Royal Saudi Air Force. This is the second Sniper ATP purchase in a multi-year precision sensor modernization program to improve precision targeting, intelligence, surveillance and reconnaissance capability of Royal Saudi Air Force F-15S aircraft.

The Royal Saudi Air Force first purchased Sniper pods in March 2009. Operational evaluation of the pod on the F-15S concluded in January of this year, with the Royal Saudi Air Force declaring the pod mission ready.

“Deliveries on the initial F-15S Sniper ATP contract were completed ahead of schedule,” said John Rogers, Saudi Sniper ATP program manager at Lockheed Martin Missiles and Fire Control. “We’ve received very positive feedback from Saudi aircrews flying the Sniper pod, and we look forward to delivering additional pods to support their urgent operational requirement for Sniper ATP capability.”

Featuring exceptional image quality and stability due to its next-generation design, the Sniper ATP delivers extremely precise weapon targeting for multiple fixed and moving targets, a high performance datalink for real-time coordination between aircrews and ground troops, and real-time weapon damage estimation radius displays to reduce the potential for collateral damage. The Sniper pod is heavily used as a non-traditional intelligence, surveillance, and reconnaissance asset for convoy route reconnaissance and battlefield situational awareness.

Deployed in theater on U.S. Air Force and coalition partner F-15, F-16, A-10 and B-1 aircraft, the Sniper ATP is also operational on the CF-18 and Harrier GR7 and GR9 aircraft. Platform expansion continues with the B-52, Tornado, Typhoon, unmanned aerial vehicles and additional aircraft.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation reported 2009 sales of $45.2 billion.

Lockheed Martin

AS Tawarkan Harmonisasi Hubungan Pasukan Khusus


21 Mei 2010, Jakarta -- Amerika Serikat (AS) menawarkan harmonisasi hubungan dan kerja sama militer, khususnya di bidang pelatihan dan pendidikan pasukan khusus. Namun, tawaran ini masih dibahas pemerintah Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"TNI dan Kementerian Pertahanan cukup mengapresiasi tawaran harmonisasi pasukan khusus yang telah ditawarkan pihak Amerika. Namun, kita harapkan tawaran itu tanpa syarat," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio kepada Suara Karya di Jakarta, Rabu (19/5).

Pemerintah Indonesia dan TNI, tutur Wayan, akan meninjau ulang untuk menjalin kerjasama antarmiliter pasukan khusus kedua Negara, apabila persyaratan yang diajukan Amerika tidak sesuai dengan kespakatan kerja sama.

"Sampai sekarang ini, proses yang sudah mengarah kepada kerjasama itu masih dalam pembahasan, baik pembahasan di kita (Indonesia) maupun pembahasan di mereka (AS)," ujarnya.

Ia mengharapkan, konsep kerjasama itu dapat direalisasikan dalam tahun ini. "Bila sudah ada kesepakatan, mungkin saja segera direalisasikan," ujarnya.

Tawaran kerja sama militer antarpasukan khusus yang telah ditawarkan pihak Amerika ke Indonesia, disebutkan Wayan, berupa pelatihan dan pendidikan pasukan khusus. Realisasi pendidikan dan pelatihan tersebut melalui latihan bersama. "Tawaran ini kita appresiasi. Tapi, kita harapkan tak ada kepentingan bersyarat," katanya.

Sedangkan, untuk pengadaan alat utama sistem senjata pasukan khusus, dikatakannya, TNI dan pemerintah Indonesia sudah punya komitmen untuk menggunakan produksi dalam negeri. Hal ini pun sebagai bagian dari program minimum essential force (MEF).

Pertemuan Panglima

Sebelumnya, Komandan Pasukan Khusus Komando Pasifik Amerika Serikat (Special Operation Commander US Pacific Command) Rear Admiral (Laksamana Muda) Sean A Pybus, ketika melakukan kunjungan kehormatan ke Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (18/5), relatif mengapresiasi terlaksananya reformasi internal TNI. Apresiasi ini sebagai peluang terjalinnya kembali kerja sama dan harmonnisasi antarpasukan khusus militer kedua negara.

Sean A Pybus mengatakan, reformasi internal TNI menunjukan perbaikan menuju TNI yang profesional dan mandiri sesuai demokrasi nasional. Karena itu, ia berjanji akan menyampaikan reformasi signifikan TNI dan hasil pembicaraannya dengan Djoko kepada Panglima US PACOM.

Sean mengharapkan ada tindak lanjut rencana kerja sama (capacity building) satuan khusus TNI, seperti Kopassus TNI AD dan Denjaka TNI AL serta Kopaskhas TNI AU dengan satuan militer khusus Amerika dalam rangka penanggulangan teroris. "Saya menyakini kerjasama pasukan khusus TNI dengan militer AS akan memberi manfaat bilateral bagi kedua negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Sebagian besar karir militer Sean A Pybus di lingkungan Pasukan Khusus AS.

Suara Karya

Kapal TNI AL Tenggelam

21 Mei 2010, Batam -- Kapal Patroli Keamanan Laut milik TNI AL yang membawa Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas tenggelam di perairan Kepulauan Riau, Kamis (20/5). Dari jumlah penumpang dan awak kapal yang diperkirakan 17-25 orang, tiga di antaranya belum ditemukan.

Jumlah penumpang dan awak kapal masih simpang siur. Polisi menyebut semuanya 25 orang, sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menyatakan 17 orang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau Ajun Komisaris Besar Anggaria Lopis menyatakan, sebelum tenggelam kapal itu terbakar. Diduga, api timbul akibat hubungan arus pendek listrik dari aki kapal. Api menjalar cepat. Dampaknya, kapal oleng dan akhirnya tenggelam.

Sampai kemarin sore, tiga orang yang masih dicari adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas Elly Yusrizal (istri Penjabat Bupati Kepulauan Anambas Yusrizal), seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL), dan seorang staf Humas Pemkab Kepulauan Anambas.

Penumpang yang selamat tiga orang di antaranya mengalami luka bakar serius dan dua lainnya menderita patah tulang. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan Rumah Sakit Umum Tanjung Pinang. Selebihnya sudah diizinkan pulang setelah dirawat di Puskesmas Tarempa.

Pulau Lepung

Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas Herry Soesanto, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Anambas itu bermaksud mengunjungi pengurus dan anggota PKK di Pulau Lepung, Kecamatan Jemaja. Dalam kaitan itulah Kapal Patroli Keamanan Laut TNI AL dipinjam.

Dari Tarempa, rombongan berangkat sekitar pukul 08.00. Setelah satu jam perjalanan, terdengar bunyi ledakan di kapal. Seketika api berkobar. Penumpang pun kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan terjun ke laut.

Saat itu posisi kapal di antara Pulau Lingai dan Pulau Telaga, sekitar 200 kilometer timur laut Pulau Batam. Sekitar 15 menit kemudian, satu kapal nelayan lewat dan menyelamatkan mereka disusul kapal TNI AL dan kapal Puskesmas Tarempa.

Perwira Pembantu Penerangan Pangkalan Utama TNI AL IV Mayor Dede Rukmana menyatakan, pihaknya belum bisa memberi informasi apa pun karena laporan yang diterima belum lengkap. Namun, ia membenarkan tentang tenggelamnya kapal milik TNI AL tersebut.

Sebagai daerah kepulauan, 95 persen wilayah Kepulauan Riau (Kepri) merupakan lautan, sedangkan 5 persennya daratan yang terbagi atas 2.408 pulau. Dengan kondisi geografis yang demikian, moda transportasi utama antardaerah adalah kapal.

Sepanjang 2009, serentetan kecelakaan laut terjadi di perairan Kepri. Lebih dari 50 jiwa melayang dan lebih dari 40 orang hilang. Kejadian terakhir, 22 November 2009, yang menimpa Kapal Feri Dumai Express.

KOMPAS

Panglima TNI: Informasi Pertahanan Tidak Sepenuhnya Dibuka


20 Mei 2010, Jakarta -- Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan informasi tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada pihak lain secara terbatas, agar tidak membahayakan sistem pertahanan dan keamanan negara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, dalam siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Kamis, mengatakan, instruksi Panglima itu tertuang dalam Surat Telegram Panglima TNI No ST/296/2010 tertanggal 6 Mei 2010.

Panglima TNI dalam surat telegramnya kepada Kepala Staf Angkatan, Panglima Komando Utama Operasi TNI dan Kepala Badan Pelaksana Pusat, menyatakan, TNI menghormati UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Namun, dalam pemberian keterangan pers atau penyebarluasan informasi tentang TNI kepada pihak lain harus tetap memedomani Keputusan Panglima TNI No Kep/01/I/2003 tanggal 24 Januari 2003 mengenai Wewenang Pemberian Keterangan Pers di jajaran TNI serta pasal 17 sub pasal c UU No 14/2008.

Sesuai pasal tersebut, ada beberapa informasi yang tidak dapat diberikan kepada publik karena dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara, katanya.

Beberapa hal yang tidak dapat diberikan atau disebarluaskan kepada publik sesuai pasal 17 sub pasal c UU No14/2008 adalah pertama informasi tentang strategi, intelijen, operasi, taktik dan teknik berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan keamanan negara.

Hal itu meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari dalam dan luar negeri.

Kedua, dokumen yang memuat strategi, intelijen, operasi, taktik dan teknik berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan keamanan negara, yang meliputi meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran atau evaluasi dalam kaitan dengan ancaman dari dalam dan luar negeri.

Ketiga, jumlah, komposisi, disposisi atau dislokasi kekuatan dan kemampuan dalam penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan negara serta rencana pengembangan.

Keempat, gambar dan data tentang situasi serta keadaan pangkalan dan instalasi militer dan kelima data dan perkiraan kemampuan militer dan pertahanan negara lain terbatas pada segala tindakan dan/atau data terkait kerja sama militer dengan negara lain yang disepakati dalam perjanjian tersebut sebagai rahasia atau sangat rahasia.

Keenam, Sistem Persandian Negara dan ketujuh Sistem Intelijen Negara.

ANTARA News

Thursday, May 20, 2010

Ditjen Strahan Kemhan Terima Kunjungan College Interarmees de Defence France (CIDI)


20 Mei 2010, Jakarta -– Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Strahan Kemhan), Rabu (19/5) menerima kunjungan 99 siswa College Interarmees de Defence France (CIDI) di kantor Kemhan, Jakarta. Sebelumnya pada hari yang sama Direktur CIDI GDI. Vincent Desportes diterima Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe, S.Ip., M.Si di ruang kerjanya dengan didampingi Direktur Kerjasama Internasional (Dirkersin) Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M.Bus, M.A.

Dalam pertemuan singkat tersebut direktur CIDI menjelaskan tentang lembaga CIDI yang diikuti 25 perwira asing dari berbagai negara dengan lama pendidikan sekitar 11 bulan. Salah satu bentuk kegiatan CIDI adalah study banding mengenai pertahanan dan keamanan di negara-negara lain seperti yang dilakukan saat ini di Indonesia. Kepada Dirjen Strahan, Direktur CIDI menyampaikan bahwa salah satu siswa CIDI berasal dari Indonesia.

Terdapat beberapa hal yang menjadi pokok perhatian siswa CIDI dalam sesi tanya jawab diantaranya mengenai isu pertahanan dan keamanan yang berkembang saat ini, Border Line, Strategic Partner Countries, Peace Keeping Operation, Counter Terrorism, the Role Territorial Command (kodam), Disaster Relief Exercise (DIREX), Military Business atau bisnis TNI, Integrated Defence and Security dan Human Resources.

Mengenai daerah perbatasan dan Strategic Partner Countries, Dirkersin menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih membutuhkan kerjasama dengan beberapa negara tetangga menyangkut garis batas dan Maritime Security, khususnya pengamanan di selat Malaka dan laut China. Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei telah menjalin kerjasama di bidang patroli laut dan udara (Air Maritime Patrol). Negara-negara tersebut merupakan Partner Strategic Indonesia dan negara-negara lainnya yang tergabung dalam ASEAN.

Ditambahkan Dirkersin untuk saat ini sebagian besar kerjasama pertahanan yaitu di bidang pelatihan dan pendidikan serta Joint Production. Amerika adalah negara yang banyak memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan kepada Indonesia selain Singapura, Malaysia, Australia, Perancis, Jerman, Inggris, India, Rusia dan negara-negara lainnya.

DMC

Desmon Hermono Kusumo Jabat Komandan KRI Teluk Amboina-503

20 Mei 2010, Jakarta -- Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Dansatlinlamil) Jakarta, Kolonel Laut (P) Dri Suatmaji, melantik Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo menjadi Komandan KRI Teluk Amboina-503 dalam suatu upacara yang dihadiri pejabat teras Satuan Lintas Laut Militer Jakarta di KRI Teluk Amboina-503 Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/5).

Jabatan Komandan KRI yang diserahterimakan dari Dansatlinlamil Jakarta kepada Letkol Laut (P) Desmon Hermono Kusumo.

Dansatlinlamil Jakarta, Kolonel Laut (P) Dri Suatmaji dalam amanatnya mengatakan bahwa serah terima jabatan dilingkungan TNI AL diselenggarakan sesuai dengan tuntunan organisasi dan memberikan kesempatan bagi perwira pilihan untuk mengembangkan kepemimpinannya dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban.

”Jabatan Komandan KRI merupakan jabatan yang sangat strategis yang memiliki kewenangan yang sangat luas oleh karena itu berbanggalah kepada para perwira yang dipercaya oleh TNI AL dan negara untuk menjadi seorang Komandan KRI” katanya.

Dansatlinlamil Jakarta mengatakan bahwa wawasan kepemimpinan saat ini sangat diperlukan terlebih lagi dimasa yang akan datang, dengan pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang komprehensif, sistematis dan integral serta antisipatif terhadap dinamika lingkungan strategik yang sekarang ini terasa semakin cepat berubah.

Ditambahkannya, prajurit yang berdinas di KRI mempunyai tugas dan tanggungjawab merawat dan memelihara seluruh elemen yang ada dikapal sehingga kapal selalu berada pada kondisi yang siap untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan.

Bagi seorang Komandan, papar Dansatlinlamil Jakarta, harus mengetahui, menguasai dan memahami kondisi peralatan dan kondisi seluruh anak buah, segala permasalahannya yang ada pada mereka. Dan seorang Komandan diharapkan dapat dijadikan sebagai guru, bapak dan sekaligus sebagai atasan bagi seluruh anak buahnya.

Dispenkolinlamil/POS KOTA

Korsel Tunjukkan Bukti Torpedo Yang Mengkaramkan Cheonan

Prajurit AL Korea Selatan berjaga didepan reruntuhan kapal perang Cheonan yang tenggelam 26 Maret dekat perbatasan maritime dengan Korea Utara, di pangkalan laut Armada ke-2 di Pyeongtaek, Seoul Kamis (19/05). Korsel mempunyai bukti bahwa kapal selam Korut menembakan torpedo ke Cheonan hingga karam ke dasar laut menjadi dua bagian serta menewaskan 46 awaknya. (Foto: Reuters)

Rear Admiral Park Jung-Soo berdiri didepan reruntuhan kapal perang Cheonan. Tim penyelidik internasional berkesimpulan penyebab tenggelamnya Cheonan karena di torpedo kapal selam Korut. (Foto: Getty Images)



Reruntuhan kapal patroli Cheonan dipertunjukan kepada para wartawan di pangkalan laut Pyeongtaek, Seoul Kamis (20/05). (Foto: Getty Images)

Para juru foto mengambil gambar bagian torpedo yang diambil dari Laut Kuning. (Foto: Reuters)


Karakter "1 beon" terlihat di bagian torpedo yang diangkat dari Laut Kuning, menunjukan torpedo tersebut milik AL Korut. (Foto: Reuters)

Berita HanKam

Kadet Latihan di Bridge Simulator

19 Mei 2010, Surabaya -- Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksma TNI Bambang Suwarto didampingi Kepala Departemen Pelaut Kolonel Laut (P) Prasetyo S.Pi, menyaksikan para Kadet yang sedang latihan praktek di Bridge Simulator tentang lepas sandar kapal, keluar alur pelabuhan, peran cuaca buruk, dan peran-peran dasar lainnya, sedangkan di Computer Base Training (CBT) latihan tentang manuver kapal dalam latihan, olah gerak taktis di papan olah gerak (POG), komando dan kendali, dan prosedur komunikasi taktis. Latihan ini dilaksanakan di Departemen Pelaut (Deppel) AAL, Bumimoro, Surabaya, Rabu (19/05).

AAL

Latihan Pertahanan Udara Cakra C/10


20 Mei 2010, Medan -- Rabu tanggal 19 Mei 2010 , Latihan Pertahanan Udara Cakra C/10 secara resmi telah dibuka oleh Pangkosekhanudnas III Medan Marsma TNI Chaerudin Ray, SE yang berlangsung dari tanggal 19 s/d 20 Mei 2010 di wilayah Sumatra Bagian Utara dengan melibatkan unsur-unsur Hanud jajaran Kosek Hanudnas III (Satrad), Skadron Udara 12 Pekanbaru sebagai Buser, Skadron 8 sebagai SAR, Skadron 31 sebagai Bullsit, Lanud Pekanbaru dan Lanud Medan sebagai pendukung latihan.

Diharapkan dengan digelarnya Latihan Pertahanan Udara Cakra C/10 ini, seluruh personel Kosekhanudnas III beserta jajarannya dapat meningkatkan Profesional dibidangnya, dalam rangka melaksanakan Ops Hanud secara terpadu di wilayah tanggung jawabnya dalam memelihara integritas dan kedaulatan wilayah udara nasional.

Latihan Hanud Kilat, merupakan konsistensi Kohanudnas dalam pelaksanaan program kerja dan rencana yang akan berlanjut latihan “Hanud Cakra C/10” ini, guna menghadapi kontijensi permasalahan yang mungkin timbul dalam negeri pada masa ke depan, juga pembinaan kesiapsiagaan personel satuan radar maupun personel unsur tempur sergap yang ada dibawah kendali Kohanudnas, untuk meningkatkan kemampuan personel dalam kesiapan operasi Hanudnas melalui penyelenggaraan latihan Air Interception (AI) dan Ground Control Interception (GCI).

Latihan Pertahanan Udara Kilat 2010 secara resmi telah dibuka oleh Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Chaerudin Ray , SE pada hari Senin tanggal 17 Mei 2010, bertempat di Ruang Olah Yudha Makosek Hanudnas III medan.

Kohanudnas sebagai komando operasi TNI yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan dan mengendalikan operasi Hanudnas dalam rangka menegakkan kedaulatan hukum di udara, serta melindungi obyek vital nasional, terus berupaya mempertahankan kesiapan Alutsista dan personelnya, dan Kohanudnas bertanggung jawab terhadap pembinaannya. Oleh karena itu, dengan latihan Hanud Kilat ini sebagai wujud tahap pembinaan yang akan bertingkat dan berlanjut hingga mencapai tingkat kesiapan operasional Hanud yang memadai dalam pelaksanaan tugas.

Dengan latihan Hanud Kilat C/10, diharapkan adanya peningkatan kemampuan, bagi para perwira GCI dalam menuntun penyergapan AI, Air Combat Tactic (ACT) dan Dissimilar Air Combat Tactic (DACT), juga perwira penerbang yang mampu melaksanakan tuntunan dalam penyergapan AI, ACT maupun DACT serta menguasai taktik dan teknik penyergapan dalam segala medan operasi, mengetahui pesawat dan persenjataan yang dioperasikan serta Scrambel time dan Combat formasi sesuai Protap Hanud. Untuk mewujudkan harapan tersebut, agar para peserta latihan menguasai sistem pertahanan udara dan petunjuk Protap yang telah ditentukan, serta melaksanakan sesuai aturan dan disiplin, sehingga meningkatkan profesionalisme setiap prajurit TNI dan prestasi Kohanudnas.

Pentak Kosek Hanudnas III

Wednesday, May 19, 2010

Pemerintah Siapkan Komando Pengamanan Laut dan Pantai

Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Kalakhar Bakorkamla), Laksamana Madya TNI, Y. Didik Heru Purnomo (kiri), didampingi Danlanal Pontianak, Kolonel Laut (P) Parno, memaparkan standarisasi kedinasan Bakorkamla saat Pertemuan Bakorkamla dengan sejumlah pejabat dari instansi maritim di Mako Pangkalan TNI AL Pontianak, Kalbar, Rabu (19/5). Bakorkamla dan TNI AL secara berkesinambungan melakukan pengawasan dan koordinasi patroli pengamanan wilayah di Perairan Barat dan Selatan Indonesia, guna mengantisipasi masuknya imigran gelap dan menjaga kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/nz/10)

19 Mei 2010, Pontianak -- Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut, Laksamana Madya (TNI) Y. Didik Heru Purnomo menyatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan pembentukan badan komando pengamanan laut dan pantai yang bertanggung jawab penuh terhadap keamanan perairan Indonesia.

"Badan komando pengamanan laut dan pantai itu nantinya yang bertugas di lapangan, anggotanya juga direkrut non militer," kata Y. Didik Heru Purnomo di sela kunjungan kerja di Pontianak, Rabu.

Ia menjelaskan, Peraturan Pemerintah mengenai pembentukan badan tersebut sedang "digodok", sehingga bagaimana bentuk badannya juga masih belum diketahui secara pasti.

Menurut Didik, dibentuknya badan komando pengamanan laut dan pantai agar lebih objektif dan efisien. "Tidak seperti sekarang semua instansi terkait berwenang mengamankan laut dan pantai sehingga tidak terkoordinasi dengan baik," kata Didik.

Bentuk pengamanan laut dan pantai yang ditangani oleh satu badan itu, telah dilaksanakan di negara-negara lain. "Hanya kita yang belum membentuk badan itu sehingga bentuk pengamanan saat ini belum diakui oleh internasional," ujarnya.

Ia berharap pembentukan badan komando pengamanan laut dan pantai, sekaligus menjawab permintaan atau keinginan internasional.

"Semoga dengan dibentuknya badan baru itu, semua tantangan dalam mengamankan perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman praktek ilegal bisa diatasi," kata Didik.

Sepanjang tahun 2007 Kementerian Kelautan dan Perikanan mengerahkan 21 kapal patroli dan mengamankan sebanyak 185 KM asing, tahun 2008 dengan mengerahkan 23 kapal patroli diamankan 242 KM asing dan tahun 2009 sebanyak 180 KM asing.

Perkiraan kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari 180 kapal motor asing sekitar Rp720 miliar dengan asumsi satu kapal motor telah merugikan negara Rp4 miliar per tahun.

Antara/FINROLL News

AS Serahkan Dua Helikopter Ke AD Pakistan

Bell 412EP. (Foto: DID)

18 Mei 2010 – Amerika Serikat menyerahkan dua helikopter Bell 412 EP pada Angkatan Darat Pakistan Rabu (18/05), guna mendukung kampanye melawan pemberontak.

Brigadir Jenderal Michael Nagata menyerahkan helikopter pada Brigadir Jenderal Tippu Karim komandan Satuan Udara 101 AD Pakistan di pangkalan udara AD Pakistan Qasim dekat Rawalpindi.

Pemerintah AS membeli dua helikopter tersebut senilai 24 juta dolar beserta suku cadang, peralatan khusus dan perlengkapan lainnya senilai 20 juta dolar guna mendukung operasi helikopter diumumkan kedutaan besar AS di Pakistan.

PTI/Berita HanKam

Dansatgas POM TNI Kunjungi Dansektor Barat Unifil

Dansatgas dan rombongan diterima langsung oleh Komandan Sektor (Dansektor) Barat, Brigadir Jenderal Tota dari Italia. (Foto: Lettu Laut (KH) M. Dahlan)

19 Mei 2010, Lebanon -- Komandan Satgas (Dansatgas) POM TNI Kontingen Garuda XXV-B/UNIFIL Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo didampingi oleh Wadan Satgas – Letkol Laut (PM) Sessa Sugardo dan Perwira Dantim MP - Lettu POM Rindo Qadarsyah serta Perwira Penerangan – Lettu Laut (KH) M. Dahlan mengadakan kunjungan kehormatan ke Markas Sektor Barat UNIFIL, UNP 2-3 Shama, Lebanon Selatan, Selasa (18 Mei 2010).

Dansatgas dan rombongan diterima langsung oleh Komandan Sektor Barat, Brigadir Jenderal Tota dari Italia yang didampingi oleh Perwira stafnya – Letkol Sodano, dalam suasana yang bersahabat.

Kunjungan kehormatan dilaksanakan sebagai wadah perkenalan diri Dansatgas POM TNI kepada Komandan Sektor Barat yang baru saja menduduki jabatannya.

Selain itu, kesempatan tersebut juga digunakan untuk menjelaskan mengenai kegiatan organisasi Satgas POM TNI dan kegiatan fungsi Polisi Militer yang diemban serta kegiatan operasional yang menjadi tugas pokok di lapangan.

Dansektor Barat Unifil mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan kehormatan Dansatgas POM TNI beserta rombongan, dan sangat menghargainya.

Dengan harapan bahwa, terjalinnya hubungan komunikasi yang baik akan membawa pengaruh yang baik pula dalam kegiatan operasional yang melibatkan kedua pihak.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cindera mata, diantaranya pemberian Wayang Krishna oleh Dansatgas POM TNI, sementara Dansektor Barat memberikan sebuah plakat.

Dalam kunjungan itu, Dansatgas Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo didampingi oleh Wadan Satgas, Letkol Laut (PM) Sessa Sugardo dan Perwira Dantim MP, Lettu POM Rindo Qadarsyah serta Perwira Penerangan, Lettu Laut (KH) M. Dahlan. (Foto: Lettu Laut (KH) M. Dahlan)

Kesempatan tersebut juga digunakan untuk menjelaskan mengenai kegiatan organisasi Satgas POM TNI dan kegiatan fungsi Polisi Militer yang diemban serta kegiatan operasional yang menjadi tugas pokok di lapangan. (Foto: Lettu Laut (KH) M. Dahlan)

Brigadir Jenderal Tota dari Italia menerima cinberamata berupa wayang. (Foto: Lettu Laut (KH) M. Dahlan)

Puspen TNI/POS KOTA

Northrop Grumman Awarded $152 Million Contract for U.K. Ministry of Defence Large Aircraft Infrared Countermeasures Systems Spares and In-Service Supp

(Photo: navair.navy.mil)

18 May 2010 -- ROLLING MEADOWS, Ill. -- Northrop Grumman Corporation (NYSE:NOC) has been awarded a contract by the U.K. Ministry of Defence (MoD) to provide in-service support for Large Aircraft Infrared Countermeasures (LAIRCM) used by the U.K. Armed Forces in current operations. The $152 million, three-year contract will include spares, repairs, logistic maintenance, engineering, sustainment and training.

"Our relationship with the U.K. MoD on this particular program dates back to 1995," said Carl Smith, vice president of Infrared Countermeasures for Northrop Grumman's Land and Self Protection Systems Division. "Today, we support up to 80 U.K. aircraft encompassing 11 different aircraft types and this latest award will allow us to efficiently maintain our in-country support depot ensuring faster, in-country customer service."

Smith also noted that this month marks the 15th anniversary of the initial directional infrared countermeasures (DIRCM) development contract awarded to Northrop Grumman by the UK MoD.

"We are truly honored to have been entrusted by the MoD to provide this lifesaving technology and work together with U.K. agencies throughout this period to expand and improve the system," Smith said.

"This strategically important mission-critical contract will enable us to broaden and enhance the range of U.K. capabilities we are able to offer and to provide more responsive and efficient support for our customers," said Sir Nigel Essenhigh, chairman of Northrop Grumman U.K.

The only such aircraft protection system currently in full production, Northrop Grumman's LAIRCM system is now installed or scheduled for installation on several hundred military aircraft to protect approximately 50 different types of large fixed-wing transports and rotary-wing platforms from infrared missile attacks. The system functions by automatically detecting a missile launch, determining if it is a threat and activating a high-intensity laser-based countermeasure system to track and defeat the missile.

U.K. based repair and maintenance services for LAIRCM will be provided at Northrop Grumman's existing U.K. diagnostic and maintenance support facility opened in Chester in 2007. Northrop Grumman's LAIRCM and DIRCM systems are currently installed on a range of U.K. front-line and support aircraft.

Northrop Grumman has a strong presence in the U.K. with a heritage spanning 100 years. The company operates from primary locations in London, Fareham, Chester, Coventry, New Malden, Peterborough, RAF Waddington and Solihull and provides avionics, communications, electronic warfare systems, marine navigation systems, unmanned ground vehicle systems, C4ISR solutions and mission planning, IT systems and software development, and aircraft whole life support.

Northrop Grumman Corporation is a leading global security company whose 120,000 employees provide innovative systems, products, and solutions in aerospace, electronics, information systems, shipbuilding and technical services to government and commercial customers worldwide.

Northrop Grumman

TNI Siap Bantu Densus 88 Perangi Teroris


19 Mei 2010, Yogyakarta -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap membantu tugas aparat kepolisian khususnya Detasemen Khusus 88 dalam memerangi teroris, kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Joko Santoso.

"TNI yang juga memiliki detasemen khusus antiteror di semua angkatan baik laut, udara maupun darat sewaktu-waktu siap diperbantukan jika dibutuhkan," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Usai melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ia mengatakan, TNI sudah lama mempunyai detasemen khusus baik di angkatan laut, udara maupun darat. TNI siap membantu jika diminta Polri.

"Detasemen khusus milik TNI tidak hanya ada di semua angkatan, tetapi juga di tingkat Kodam di seluruh Indonesia. Keberadaan detasemen khusus TNI itu masih cukup efektif untuk pengamanan hingga pemberantasan terorisme," katanya.

Menyinggung munculnya ancaman aksi terorisme terhadap para pejabat tinggi negara termasuk presiden, ia mengatakan, TNI telah melakukan berbagai langkah antisipasi secara optimal dalam mengamankan presiden dan pejabat tinggi negara.

"Antisipasi secara optimal untuk melakukan langkah pengamanan presiden dan pejabat tinggi negara telah kami siapkan. Namun, untuk konkretnya tidak perlu saya jelaskan karena hal itu termasuk rahasia militer," kata Joko.

ANTARA News

Organik Militer Secapaad Latihan Taktik Tempur

18 Mei 2010, Bandung -- Latihan taktik bertempur TNI AD dilaksanakan agar para prajurit Secapaad (Sekolah calon perwira angkatan darat) memahami taktik bertempur konvensional maupun non konvensional dan bagaimana penerapannya tanpa melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Demikian amanat yang disampaikan Komandan Secapaad pada Upacara Pembukaan Latihan Taktik Bertempur TNI AD. Latihan dilaksanakan seminggu melibatkan seluruh personel militer Secapaad termasuk Komandan Secapaad beserta Staf.

Pelatih taktik bertempur TNI AD ini adalah para Perwira dan bintara Secapaad yang telah menerima penataran taktik bertempur TNI AD di Pusdikif Cipatat yang dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI George Toisutta.

Drill Teknis taktik bertempur TNI AD ini meliputi materi teknis yaitu teknik pembawaan senjata, evaluasi korban, melintasi daerah bahaya, kedudukan di pesawat, serbuan dalam ruangan, tanda visual dan sweeping serta materi taktik yaitu taktik pertahanan dalam pemukiman, penyergapan dalam pemukiman, penghadangan dalam pemukiman, lawan penghadangan dalam berkendaraan dan pam route.

Sebanyak 771 organik militer Secapaad dengan serius dan antusias mengikuti semua arahan pelatih mulai dari apel pagi sampai menjelang apel siang. Hasilnya seluruh materi latihan berhasil dilatihkan dengan tingkat pemahaman dapat melaksanakan.

Latihan ini akan diperdalam lagi pada minggu keempat setiap bulan yaitu saat pelaksanaan Minggu Militer. Harapannya seluruh prajurit Secapaad menguasai dan mahir dalam taktik bertempur TNI AD.

Penhumas Secapaad/Dispenad/POS KOTA

Batalyon 463 Paskhas Dilengkapi QW 3

19 Mei 2010, Madiun -- Batalyon 463 Paskhas yang bertugas melaksanakan pengawasan dan pertahanan alutsista, Pengendalian Pangkalan (Dallan), Pengendalian Tempur (Dalpur), pengendalian udara depan (Daludpan), Pengendalian Pangkalan Udara Depan (Dallanudpan) dan Search and Rescue (SAR) tempur saat ini telah dilengkapi rudal QW 3 buatan CPMIEC (China National Machinery Import and Export).

QW 3 jenis Rudal Panggul merupakan rudal pertahanan udara permukaan ke udara (Gorund to Air) digunakan untuk menghadapi pesawat tempur (kecepatan tinggi/rendah, terbang rendah/sangat rendah) maupun pesawat helicopter, menerapkan efisiensi tinggi dan memiliki mobilitas tinggi, diawaki oleh seorang penembak dengan posisi menembak berdiri.

Rudal yang sangat sederhana baik dalam pelayanan maupun pemeliharaan tersebut dilengkapi sistem mikro computer sehingga memiliki kemampuan manuver tinggi dalam mengikuti manuver sasaran, hingga peluru tersebut menghancurkan sasaran, sangat cocok untuk beroperasi di lapangan dan karakteristik storage yang baik.

Hal tersebut disampaikan Kapten Psk Sulendro yang sehari-harinya menjabat sebagai Pasi Ops Batalyon 463 Paskhas pada briefing pagi sebelum penerbangan di ruang briefing Tedy Kustari, Base Ops, Rabu (19/5).

Lebih lanjut dikatakan, keunggulan dari rudal tersebut dapat membuat analisa logis dari energi target dan karakteristik gerakan dari target serta mengenali target secara efektif tanpa hambatan, memakai infra red yang dipancarkan oleh obyek sebagai indikator, efisiensi serta keamanan maksimal bagi penembak.

“Adapaun sistem perlengkapan rudal QW 3 dan BCU (Battery Coolant Unit) tersimpan dalam wadah tertutup rapat (kedap udara, anti kelembaban tahan lama), ukurannya kecil dan portable, sehingga dapat diaplikasikan pada kendaraan tempur (tank, mobil tempur dan kendaraan lainnya)”, demikian Kapten Psk Sulendro mengakhiri paparan.

Pentak Lanud Iswahjudi

Kodam III/Siliwangi Gelar HUT ke-64

(Foto: bapusipda.jabarprov)

18 Mei 2010, Bandung -- Kodam III Siliwangi akan berusia 64 tahun pada Kamis (20/5), dan kesempatan itu akan ditandai dengan apel peringatan di Stadion Siliwangi Kota Bandung.

"Tahun ini Kodam III/Siliwangi genap 64 tahun," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III Siliwangi Letkol Isa Hariyanto di Bandung, Selasa.

Kodam III Siliwangi, yang saat ini dipimpin Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, lahir pada 20 Mei 1946 yang ditandai dengan "titimangsa" penyelamatan Panji Siliwangi dalam "long march" prajurit Siliwangi dari Cinyasag, Kabupaten Ciamis, ke wilayah Sumedang pada saat Perang Kemerdekaan.

Sejumlah kegiatan menandai peringatan HUT Kodam III Siliwangi yang ke-64 itu. Salah satunya kegiatan tabur bunga dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung.

Kegiatan yang digelar Selasa (18/5) pagi itu ditandai dengan upacara tabur bunga yang dipimpina Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Hadi Lukmono yang diikuti jajaran teras dan para prajurit Kodam Siliwangi.

Tema HUT Kodam III Siliwangi tahun ini, kata Kapendam adalah "Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh" yang merupakan sari dari semangat kerukunan masyarakat Jawa Barat dan Banten.

Wilayah tugas Kodam III Siliwangi mencakup Provinsi Jawa Barat dan Banten, sekaligus sebagai penyangga stabilitas keamanan Ibukota Jakarta.

Dalam rangka menyambut HUT Kodam III Siliwangi, juga digelar kegiatan bakti sosial, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, kegiatan penghijauan serta beberapa perlombaan antar-satuan di lingkungan Kodam III Siliwangi.

Sejumlah pinisepuh Kodam III Siliwangi, beberapa di antaranya pelaku sejarah serta veteran, juga akan diundang dalam acara puncak yang digelar di stadion milik Kodam III Siliwangi itu.

ANTARA Jabar

TNI Bantu Pemulihan di Lebanon Selatan

(Foto: Puspen TNI)

19 Mei 2010, Jakarta -- Situasi keamanan di Al-Qatara, Lebanon Selatan mulai kondusif. Seiring itu, pemerintah daerah (Al-Qatara) didukung prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt), memulai pembangunan untuk pelaksanaan pemerintahan.

Surat elektronik diterima Suara Karya dari Perwira Penerangan Konga XXIII-D/Unifil, Kapten TNI Michiko Moningkey di Lebanon, Selasa (18/5) menuturkan, bukti akan dimulainya pemerintahan di Al-Qatara melalui perwujudan pembangunan gedung pemerintahan desa (Baladiyah). "Kemaren, Senin (17/5) waktu Lebanon, Baladiyah telah diresmikan anggota Parlemen Lebanon, Ali Fayeth," ujarnya.

Bangunan pusat pemerintahan Desa (Baladiyah) Al-Qantara berdiri megah di persimpangan jalan raya desa Al-Qantara, Lebanon Selatan. Luas bangunan Baladiyah 100 meter per segi dengan arsitektur Mediterania Timur.

Gedung ini memiliki dua lantai dan terdiri dari beberapa ruang. Spesifikasinya, lantai dasar untuk ruang pertemuan warga dengan kapasitas 100 orang. Pembangunan Baladiyah menghabiskan 60.000 dolar AS.

Selain Ali, undangan yang menyaksikan peresmian Baladiyah, antara lain Wakil Komandan Satgas Indonesian Battalion, Letkol TNI Guslin Kumase serta Kepala Pemerintahan (Mayor) Hussein Hijazi. "Undangan ini merupakan kehormatan dan penghargaan bagi Indobatt karena turut serta berbagi kebahagiaan bersama warga Al-Qantara," ujar Guslin.

Selama ini, dikatakan Guslin, masyarakat Al-Qatara yang masih dalam psikologis trauma perang, selalu menutup diri terhadap masyarakat luar, termasuk Unifil. Akibatnya, Unifil, termasuk TNI mengalami kesulitan untuk melakukan pendekatan dan berbagi rasa.

"Ini pertanda baik, Indobatt mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Al-Qantara, salah satu desa yang berada dibawah AOR (Area of Responsibility) Indobatt," tandasnya.

Rasa Kebersamaan

Ali mengharapkan, berdirinya gedung Baladiyah akan diikuti keberhasilan pemerintahan Al-Qatara. Sebab, menurut dia, keberhasilan pembangunan gedung pemerintahan pusat Al-Qatara itu tidak terlepas dari rasa kebersamaan serta kerja keras masyarakat setempat yang didukung TNI.

"Sebagai warga kehormatan Al-Qantara, saya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan pembangunan Baladiyah. Ini menunjukan, adanya persatuan dan kesatuan yang kuat antarmasyarakat Al-Qantara. Persatuan dan kesatuan ini pun bisa menjadi modal dasar menghadapi tantangan apapun, baik pada saat ini maupun di masa akan datang," ujarnya.

Hal senada dikatakan Hussein Hijazi, pembangunan Baladiyah sebagai wujud kebersamaan masyakarat Al-Qatara dan Unifil, khususnya Indobatt. Dia menuturkan, selama ini Indobatt memiliki kedekatan hubungan dengan masyarakat Al-Qatara guna mewujudkan pemulihan lingkungan Al-Qatara dari perang yang mencekam.

Suara Karya

Hawker Beechcraft Rolls Out First of U.S. Marine Corps’ King Air 350 Turboprop Fleet


18 May 2010, WICHITA, Kan. -– In a ceremony today at its headquarters in Wichita, Kan., Hawker Beechcraft Corporation (HBC) rolled out the first special mission King Air 350 for the United States Marine Corps (USMC). The Beechcraft King Air family, which has been in USMC service for more than 20 years, is the world’s best selling turboprop line of all time. The USMC awarded the defense contract for six modified King Air 350 turboprops, designated by the military as the UC-12W Huron, to HBC in July 2008 to replace six of their current UC-12 Operational Support Airlift (OSA) aircraft. Included in the contract are options allowing for replacement of the remaining six UC-12 aircraft in the fleet.

“Roll out of the UC-12W is an important milestone for the U.S. Marine Corps OSA community,” said Jim Maslowski, HBC president, U.S. and International Government Business. “With its enhanced range, payload, avionics and aircraft survivability suite, introduction of the UC-12W into the inventory will provide the forward-deployed Marine Air-Ground Task Force relevant and sustainable OSA and critical flexibility. We are appreciative of the Kansas Delegation who played a critical role in obtaining the funding for this important contract as these aircraft will provide all-important operational support to our troops.”

Joining HBC officials for the ceremony were Lt. Gen. George Trautman, USMC Deputy Commandant for Aviation; Maj. Gen. John Croley, Commanding General 4th Marine Aircraft Wing; and Maj. Gen. (Select) Jon Davis, Assistant Deputy Commandant for Aviation. In addition, representatives from Naval Air Systems Command and the Defense Contract Management Agency attended the ceremony.

The current UC-12 aircraft are military transport versions of the Beechcraft King Air 200, which have been providing urgent intra-theater transport of high priority cargo/passengers to the USMC for the last 20 years. The UC-12W, a modified version of the King Air 350 equipped with a cargo door and military required equipment, is a modern and improved version of the UC-12.

As the flagship and the largest of the King Air line, the versatile King Air 350 has incredible capabilities and is ideal for military use. The UC-12W will provide the USMC with advanced technology and greater reliability. It is faster, has more range and carries more useful cargo and two additional passengers than the UC-12.

Hawker Beechcraft Corporation is a world-leading manufacturer of business, special mission and trainer aircraft – designing, marketing and supporting aviation products and services for businesses, governments and individuals worldwide. The company’s headquarters and major facilities are located in Wichita, Kan., with operations in Salina, Kan.; Little Rock, Ark.; Chester, England, U.K.; and Chihuahua, Mexico. The company leads the industry with a global network of more than 100 factory-owned and authorized service centers. For more information, visit www.hawkerbeechcraft.com.

Korsel Pastikan Cheonan Tenggelam Karena Ditorpedo Korut

Bangkai kapal Cheonan diangkat dari dasar laut dengan menggunakan derek raksasa. (Foto: AP)

19 Mei 2010 -- Korea Selatan menemukan nomer seri pada pecahan propeller torpedo pada bagian kapal patroli Cheonan yang berhasil diangkat dari dasar laut diungkapkan pejabat Korsel Rabu (19/05), dikutip kantor berita Yonhap.

Nomer seri ditulis dengan bentuk huruf seperti yang digunakan di Korea Utara, dan para penyelidik berkesimpulan Cheonan terbelah menjadi dua bagian dan karam di Laut Kuning Jumat (26/3), karena diserang torpedo Korut.


Para pakar internasional dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia yang bekerja sama dengan tim Korsel melihat tenggelamnya kapal dipastikan hasil serangan torpedo.

Korsel berencana mengumumkan hasil investigasi pada Kamis (20/5). Pengumuman diharapkan termasuk hasil simulasi komputer sebuah torpedo berhulu ledak seberat 250 kg menenggelamkan Cheonan.

Sebelumnya para penyelidik menemukan bekas ledakan di bangkai kapal Cheonan identik dengan komposisi ledakan torpedo Korut yang ditemukan Korsel tujuh tahun lalu.

YONHAP/Berita HanKam

RI Harus Waspadai Garis Batas Tawaran Singapura

Pulau Nipah berbatasan langsung dengan Singapura direklamasi setelah hampir tenggelam karena pasirnya ditambang guna proyek reklamasi di Singapura. TNI AL mendirikan pos di Pulau Nipah. Foto ini diambil dari udara oleh pesawat TNI AL tahun lalu. (Foto: puspenerbal)

17 Mei 2010, Jakarta -- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay menyambut positif kesepakatan pembentukan enam kelompok kerja Indonesia-Singapura, tetapi mengingatkan agar Pemerintah RI mewaspadai garis batas kedua negara tawaran `negara kota` itu.

"Kami mendukung pembentukan kelompok kerja itu. Diharapkan melalui kelompok kerja itu dapat dibahas bagi kepentingan kedua negara," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Namun, yang terutama, menurutnya, ialah bagaimana mengimplementasikan perjanjian garis batas kedua negara.

Paskalis Kossay berharap, agar perjanjian garis batas kedua negara yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini, tidak merugikan kepentingan Indonesia, baik di bidang politik, ekonomi, kepariwisataan, pertahanan dan keamanan serta kultural.

Ia lalu menunjuk salah satu contoh kasus yang bisa berpotensi merugikan Indonesia, yaitu menyangkut perjanjian bidang transportasi udara.

Sebab, demikian Paskalis Kossay, Singapura yang tidak memiliki wilayah udara signifikan, tetapi menerima keuntungan lebih besar dari Indonesia.

"Masalah ini pun harus mendapat perhatian serius dalam rangka kesepakatan kerjasama antar dua negara. Kita janganlah terus kalah dari mereka," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerjsama bidang transportasi udara merupakan salah satu yang disepekati.

Lima paket kerjasama lainnya, ialah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Batam-Bintan-Karimun (KEK BBK), kerjasama peningkatan investasi, kerjasama bidang pariwisata, kerjasama bidang tenaga kerja, khususnya pekerja ahli, dan kerjasama bidang agrobisnis.

Ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Presiden SBY dengan PM Lee Hsien Long dalam kunjungan kenegaraan sehari di Singapura, Senin awal pekan ini.

DPR Dukung Kerjasama Pemberantasan Terorisme RI-Singapura

Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Fayakhun Andriadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung tercapainya kesepakatan pembentukan enam kelompok kerja, plus kerjasama pemberantasan terorisme.

Ia mengatakan itu melalui hubungan telepon internasional, Rabu, di sela-sela mengikuti kunjungan Presiden RI ke Singapura dan Malaysia sejak Senin, awal pekan ini.

"Saya sangat mendukung pembentukan enam `working group` itu, ditambah satu `working group` (kelompok kerja) untuk pemberantasan teror5isme bersama di kawasan," ujarnya.

Pembentukan enam kelompok kerja tersebut, menuruntya, merupakan kerjasama bilateral yang positif dan menguntungkan kedua belah pihak, serta lebih bersifat kerjasama di bidang ekonomi juga pariwisata.

Fayakhun Andriadi juga mengapresiasi cara berundung yang kini berbeda dengan sebelumnya.

"Yaitu, secara `retreat`, sehingga suasana menjadi cair dan hangat," katanya.

Ia berpendapat, Singapura sebagai `strong partner` untuk Indonesia, harus bisa kita optimalkan untuk pemberdayaan kerjasama yang menguntungkan pada bidang-bidang tertentu bagi Indonesia.

"Tentu kita mainkan secara baik, dengan mengedepankan prinsip-prinsip hubungan saling menguntungkan secara adil," ujar Fayakhun Andriadi lagi.

ANTARA News

Taiwan Operasikan Skuadron Kapal Cepat Rudal Siluman Pertama

Dua kapal cepat serang rudal kelas Kuang Hua VI buatan Taiwan sedang berlatih di perairan dekat pangkalan laut Tsuoying, bagian Selatan Taiwan Selasa (18/05). Taiwan mengoperasikan skuadron kapal cepat rudal pertama dengan teknologi siluman guna meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan dalam menghadapi seterunya Cina. (Foto: Getty Images)

19 Mei 2010, Tsuoying -- Taiwan mengoperasikan pertama kalinya kapal serang cepat rudal dengan teknologi siluman, Selasa (18/05) di pangkalan laut Tsuoying bagian Selatan Taiwan, dengan tujuan meningkatkan kemampuan pertahanan dari seterunya Cina.

Kapal kelas Kuang Hua VI mampu mengurangi deteksi radar diumumkan Angkatan Laut Taiwan. Sedangkan kemampuan tempurnya jauh melebihi kapal rudal kelas Seagull. Kapal kelas Seagull berbobot 50 ton telah dioperasikan lebih dari 20 tahun oleh AL Taiwan.

Pihak AL Taiwan tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai ukuran kapal dan material yang digunakan hingga berkemampuan siluman.

Kuang Hua VI dipersenjatai empat rudal anti kapal permukaan buatan dalam negeri

Hsiungfeng II, mampu melumat sasaran hingga 150 km serta satu senapan mesin yang diletakan di buritan kapal.

Hsiung-feng II versi pengembangan Hsiung-feng I yang dipasang di kapal cepat kelas Seagull.

Pengoperasian Kuang Hua VI menandai Taiwan tetap menjaga kemampuan pertahanan dari seterunya Cina. Meskipun dalam dua tahun ini hubungan kedua negara sedang hangat.

Sejak Presiden Ma Ying-jeou meraih kursi kepresidenan 2008, hubungan dagang Taiwan-Cina meningkat serta diperkenankannya lebih banyak turis asal Cina berkunjung.

Seorang perwira AL Taiwan berdiri di depan peluncur rudal Hsiung-feng II. (Foto: Getty Images)

Seorang awak kapal mengoperasikan senapan mesin yang diletakan dibagian buritan kapal serang rudal Kuang Hua VI saat upacara peresmian pengoperasian kapal di pangkalan laut Tsuoying, bagian Selatan Taiwan Selasa (18/05). (Foto: Getty Images)

Seorang awak kapal mengoperasikan senapan mesin yang dipasang di kapal serang cepat rudal kelas Kuang Hua VI yang sedang merapat di pangkalan laut di Zuoying. (Foto: Reuters)

AFP/Berita HanKam

Tuesday, May 18, 2010

Unmanned Aerial Vehicles a New Addition to CARAT Thailand 2010

Thailand (May 16, 2010) Paul Trist Jr., right, a civilian flight demonstration manager, shows Royal Thai Navy officers how to install the tail rudder on the Puma AE mini-unmanned aerial vehicle (UAV) during a demonstration of the vehicle's capabilities as part of Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Thailand 2010. CARAT is a series of bilateral exercises held annually in Southeast Asia to strengthen relationship and enhance force readiness. (Photo: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Kim McLendon/Released)

17 May 2010 -- SATTAHIP, Thailand (NNS) -- Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Thailand 2010 provides a unique experience for the U.S. Navy and Royal Thai Navy (RTN); but this year, a new technical aspect was added, as the Puma All Environment (Puma AE) evolutions were conducted for the first time.

Developed by Aerovironment, the Puma AE is a lightweight, man portable, mini-unmanned aerial vehicle (UAV) fitted with tiny high-resolution cameras, providing operators real-time video of people and places on the ground, and can be used for maritime patrols, special operations teams and in search and rescue or disaster response operations.

Several senior Thai Navy officers, including Rear Admiral Chaiyot Sundaranaga, Commander, Frigate Squadron 2, attended a demonstration on the Puma's capabilities aboard the Royal Thai Navy ship, HTMS Naresuan, while it was moored at Sattahip Naval Base. Rear Admiral Nora Tyson, Commander, Task Force 73, also attended, and the group watched as video images transmitted from the Puma as it flew several kilometers away from the ship.

"I am impressed with the length of time it is capable of flying," said Capt. Bhanupan Sapprasert, Commander of the Royal Thai Navy ship HTMS Kraburi.

The Puma AE can be packaged for collecting data with GPS coordinates. Infrared (IR) cameras enable the Puma AE to be used at night for search and rescue missions.

The Puma has the capability to interface with smart phones, transmitting information back and forth. Naval Postgraduate student, Marine Capt. Carrick Longley, who works on the field information support team, gave a demonstration of how a smart phone works with the Puma AE.

"It's ideal for disaster response in Southeast Asia. Just change the SIM (cell phone data) card and anyone can use it," said Carrick.

While the Puma AE has been deployed in more than 20 countries and after natural disasters such as Hurricane Katrina, the research and development is ongoing.

Information exchanges like those involving high-tech gear like UAVs allow partnering CARAT nations to stay atop of the latest advances.

CARAT is a series of bilateral exercises held annually in Southeast Asia to strengthen relationship and enhance force readiness.

NAVY.mil

RI-Jerman Bahas Kerjasama Pertahanan

Pertemuan bilateral Indonesia-Jerman diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/5). (Foto; Kemenlu)

17 Mei 2010, Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Jerman sepakat untuk menyediakan payung hukum yang baku bagi kerjasama pertahanan kedua negara. Kesepakatan itu, menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta, tercapai dalam pertemuan pertama konsultasi dwipihak Indonesia-Jerman yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/5).

Kesepakatan itu menyebutkan bahwa seluruh kerjasama pertahanan kedua negara akan tercantum dalam sebuah Perjanjian Kerjasama Pertahanan (DCA), yang saat ini sedang dirundingkan. Selain membahas mengenai pentingnya payung hukum bagi kerjasama pertahanan, pertemuan itu juga membahas langkah-langkah pelaksanaan program kerjasama bilateral untuk penguatan lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia.

Dalam kaitan ini kedua delegasi memandang perlu untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan program kerjasama untuk mendukung proses desentralisasi di Indonesia, terutama dalam peningkatan kapasitas pemerintahan daerah dalam pelayanan publik sesuai dengan Rencana Pembangunan Nasional Indonesia.

Kedua delegasi juga mengindentifikasikan langkah-langkah koordinasi untuk pelaksanaan program kerjasama untuk mendukung upaya Indonesia dalam pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan dan kerjasama untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Pada kesempatan itu isu lingkungan hidup juga menjadi perhatian kedua pemerintah. Kedua delegasi membahas langkah-langkah koordinasi pelaksanaan kesepakatan pelaksanaan kerjasama lingkungan yang akan diawali dengan kegiatan terkait dengan penggunaan berlanjut energi panas bumi di Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan MoU mengenai "Clean Development Mechanism" (CDM) yang ditandatangani oleh kedua Menteri Lingkungan Hidup di Berlin, Desember 2009.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan itu dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Retno L. P. Marsudi, sedangkan delegasi Jerman dipimpin oleh Direktur Jenderal urusan Asia dan Pasifik Kemlu Jerman, Cyrill Jean Nunn.

Secara umum pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara sebagai tindak lanjut dari hasil-hasil kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Berlin pada Desember 2009, selain isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama. Konsultasi bilateral berikutnya akan diselenggarakan di Jerman pada 2012.

tvOne