Showing posts with label Afrika. Show all posts
Showing posts with label Afrika. Show all posts

Saturday, July 24, 2010

Libya Tertarik Beli Rafale

Dua jet tempur Rafale F2 milik AL Perancis terbang dalam formasi. (Foto: AP)

24 Juli 2010 -- Perusahaan pertahanan Perancis Dassault Aviation terlibat pembicaraan intensif dengan pemerintah Libya terkait rencana pembelian 14 jet tempur Rafale, kesepakatan pembelian kemungkinan sebelum 11 Agustus, diberitakan harian Perancis La Tribune, Jumat (23/7).

Jet tempur Rafale digunakan AU Perancis sebagai pesawat tempur utama serta program unggulan industri pertahanan Perancis, tetapi hingga saat ini tidak minati oleh negara ketiga.

Perusahaan pertahanan Dassault Aviation, Thales dan MBDA berada di Tripoli selama dua minggu untuk melakukan negosiasi kontrak besar pembelian senjata, kutip La Tribune dari sejumlah sumber.

Menurut sumber lain, Kolonel Muammar Gaddafi berjanji akan membeli Rafale, kesepakatan akan diambil sebelum Ramadhan dimulai.

Libya sedang memodernisasi Angkatan Bersenjatanya dengan senjata buatan Rusia dan negara Barat. Perusahaan pertahanan negara Barat berlomba menjajakan produknya pada Libya, setelah Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 748 mengenai embargo senjata dan udara pada Libya dicabut. Setelah Gaddafi memutuskan membayar kompensasi korban pemboman pesawat komersial milik maskapai Pan Am Amerika Serikat di Lockerbie, Skotlandia, 21 Desember 1988. Peristiwa ini menewaskan 259 penumpang dan awak pesawat serta 11 orang penduduk lokal.

Pemerintah Perancis berharap Brasilia menjadi pembeli Rafale pertama diluar Perancis, sejauh ini keputusan pembelian 36 jet tempur harus ditunda setelah pemilu 3 Oktober.

Dassault sedang menunggu keputusan pemerintah Uni Emirat Arab kontrak pembelian Rafale awal Oktober, sebelumnya diharapkan keputusan dibuat sebelum Ramadhan.

Reuters/Berita HanKam

Friday, July 16, 2010

Tunisia Beli 12 Helikopter SH-60F Bekas Pakai AL AS

Helikopter SH-60F dari skuadron helikopter anti kapal selam 11 (HS-11) Dragonslayers, terbang diatas kapal perusak jenis Ticonderoga USS Leyte Gulf. (Foto: USN)

16 Juli 2010 – Pemerintah Tunisia mengajukan permohonan pembelian 12 helikopter SH-60F Oceanhawk berikut 29 mesin T700-GE-401C (24 dipasang dan 5 suku cadang), serta sejumlah peralatan dan pelatihan senilai 282 juta dolar.

Helikopter tersebut merupakan bekas pakai AL Amerika Serikat, dan dioperasikan oleh AU Tunisia.

DSCA (Defense Security Cooperation Agency) telah menyerahkan permohonan pembelian dibawah program FMS (Foreign Military Sale) ke Kongres, Rabu (30/6).

Kontraktor utama untuk kontrak ini hanya pabrik pembuat mesin helicopter General Electric di Lynn, Massachusetts.

Sikorsky SH-60F Oceanhawk dikembangkan untuk keperluan AL AS menggantikan SH-3H Sea King. Prototipe pertama SH-60F terbang perdana Maret 1987, masuk jajaran AL AS di kapal induk USS Nimitz 1991.

SH-60F hanya diproduksi 82 unit, dihentikan produksi Desember 1994, akan digantikan dengan MH-60R.

SH-60F Oceanhawk dipersenjatai torpedo ringan Mk. 46/Mk. 50 atau AGM-119B Penguin Mk. 7 anti kapal permukaan, dapat juga membawa AGM-114, serta dua pucuk senapan mesin M-60/M-240.

DCSA/Berita HanKam

Thursday, July 8, 2010

Maroko Terima C-27J Pertama

C-27J Spartan AU Maroko. (Foto: alenia-aeronautica.it)

08 Juli 2010 -- Finmeccanica salah satu unit Alenia Aeronautica, telah mengirimkan pesawat angkut taktis C-27J pertama dari empat pesawat yang dipesan Maroko, menurut sebuah sumber terpecaya, dikutip situs Defensenews.com, Rabu (07/07).

Maroko menandatangani kontrak pembelian 4 C-27J senilai 130 juta euro (163,8 juta dolar) pada September 2008, menjadikan pembeli pertama di luar anggota NATO.

Italia, Yunani, Bulgaria, Lithuania, Rumania, Slovakia dan Amerika Serikat telah memesan C-27J.

Alenia telah mengirimkan 34 pesawat, termasuk Italia 12 dan Yunani 10.

Defense News/Berita HanKam

Rusia Modernisasi 200 Tank T-72 Libya


08 Juli 2010 -- Rusia akan memodernisasi 200 tank T-72 Angkatan Darat Libya menurut sumber industri pertahanan Rusia, pada RIA Novosti Rabu (07/07).

Tripoli dan Moskow akan menandatangani kesepakatan kerjasama militer-teknis senilai 1,3 milyar euro tahun ini, termasuk modernisasi 200 T-72 yang telah dioperasikan sejak era-Uni Sovyet.

Perundingan telah dilakukan kedua negara sejak 2006, bagian dari upaya pemulihan kerjasama bilateral dalam bidang militer-teknis.

Libya salah satu pembeli terbesar persenjataan buatan Rusia dalam paruh abad 20.

Tripoli membeli dari bekas Uni Sovyet lebih dari 2000 tank, 2000 kendaraan lapis baja, sekitar 450 unit artileri, jet tempur dan jumlah besar senapan sejak awal era-1970an.

Rusia menghadapi persaingan ketat dengan negara-negara Barat dalam menjual senjata ke Libya sejak PBB mengakhiri sangsi 2003.

Tank T-72 mulai diproduksi 1971, pertama kali terlihat publik 1977. Uni Sovyet memberikan lisensi pembuatan T-72 pada Czechoslovakia, India, Polandia dan bekas Yugoslavia.

RIA Novosti/Berita HanKam

Thursday, June 24, 2010

Safat-1 Pesawat Terbang Pertama Buatan Sudan

Pesawat terbang pertama buatan Sudan Safat-01 diparkir di landasan pacu. (Foto: Reuters)

23 Juni 2010 -- Militer Sudan sukses membuat pesawat terbang pertama menggunakan suku cadang buatan lokal diberitakan harian milik pemerintah.

Presiden Sudan Hassan Omar el-Bashir meresmikan peluncuran pesawat terbang, diberinama Safat-01 disaksikan para diplomat di ibu kota Sudan Khartoum.

Bashir mengatakan pembuatan pesawat terbang merupakan suatu pertanda perkembangan kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri, ditambahkannya Sudan telah membuat kendaraan, tank berat dan artileri guna keperluan militer Sudan.

Sudan mendapat sangsi perusahaan Sudan dilarang melakukan perdagangan dengan perusahaan Amerika Serikat.

Brigadir Mirghani Idris mengatakan pada para wartawan dibutuhkan lima tahun dari perencanaan hingga memproduksi Safat-01, para ahli Sudan mengerjakan hingga 80% sedangkan sisanya dibantu para ahli dari Cina dan Rusia.

Mirghani mengatakan juga Safat-01 dibanderol 15.000 dolar.

Afrique en Ligne/Berita HanKam

Thursday, June 3, 2010

Aljazair Borong Senjata Buatan Rusia

Yak-130 lepas landas saat diuji coba. (Foto: Yak)

03 Juni 2010 -- Rusia akan mengirimkan jet tempur Sukhoi Su-30 Flanker dan jet latih/serang ringan Yak-130 Mitten ke Aljazair tahun depan ujar pejabat Rusia urusan kerjasama teknik militer Vyacheslav Dzirkalin, Rabu (03/06) pada RIA Novosti.

Dzirkalin tidak menyebutkan jumlah pesawat yang akan dikirimkan ke Aljazair.

Seorang pejabat Rusia Sergei Chemozov mengatakan pada Novaya Gazeta awal April lalu, nilai kontrak penjualan pesawat tempur ke Aljazair sebesar 1 milyar dolar.

Dzirkalin menambahkan Angkatan Laut Aljazair mengirimkan kapal selam diesel kelas 636 ke Rusia guna diperbaiki dan dimodernisasi. Pihak Aljazair tidak mengatakan akan membeli kapal selam baru.

Aljazair akan membeli juga sistem pertahanan udara jarak pendek Pantsir S1.

Sejumlah harian Rusia memberitakan Maret lalu, Aljazair berencana membeli 40 unit Pantsir S1 senilai 500 juta dolar.

Pantsir S1 merupakan sistem pertahanan jarak pendek-sedang kombinasi rudal permukaan-udara dan artileri anti pesawat 30mm, dibuat oleh Tula-based Instrument Making Design Bureau (KPB).

Uni Emirat Arab diberitakan membeli 50 unit Pantsir S1 senilai 734 juta dolar, diharapkan diterima UEA tahun ini.

Syria telah membeli Pantsir beberapa tahun lalu sedangkan Libya tertarik membeli.

Video Pantsir menghancurkan sasaran secara automatis



RIA Novosti/Berita HanKam

Thursday, April 8, 2010

Uganda Membantah Membeli Sukhoi


08 April 2010 -- Pemerintah Uganda membantah pemberitaan bahwa telah menandatangani kesepakatan pembelian 6 jet tempur dari perusahaan Rusia.

Sejumlah media Rusia dan @beritahankam memberitakan perusahaan eksportir senjata Rosoboronexport menandatangani kontrak dengan dua negara senilai 1,2 milyar dolar untuk pembelian 6 jet tempur Sukhoi Su-30MK2 oleh Uganda dan 16 Su-30MKI oleh Aljazair.

Radio pemerintah The Voice of Russia, mengutip sumber seorang diplomat militer Moskow yang mengatakan Uganda berencana menandatangani kesepakatan dan membayar pesawat dengan minyak bumi.

Juru bicara angkatana bersenjata Uganda Letnan Kolonel Felix Rulayigye membantah berita tersebut.

“Kami telah bernegosiasi dengan Rusia terkait jet tempur tetapi realistis harganya terlalu mahal, kami memutuskan yang lain,” pungkas Rulayigye. “Kami tidak pernah menuju kearah kesepakatan dengan mereka (Rusia).”

Sebagai gantinya, Angkatan Udara Uganda memutuskan mengirimkan 6 MiG-21 dua minggu lalu ke Rusia guna diperbaiki secara total.

Menteri Pertahanan Uganda Cripus Kiyonga menolak berkomentar sebelum membaca berita tersebut secara detil.

The New Vision/@beritahankam

Saturday, March 13, 2010

Rudal IRIS-T Ditampilkan Pertama Kali AU Afsel

IRIS-T di Gripen AU Afsel. (Foto: SAAB/Dean Wingrin)

13 Maret 2010 -- Angkatan Udara Afrika Selatan menampilkan pertama kali rudal udara ke udara jarak dekat IRIS-T yang dibeli 2008.

Rudal dipasang pada jet tempur Gripen saat parade HUT AU Afsel di Pretoria.

Rudal IRIS-T dikembangkan untuk mengantikan rudal AIM-9 Sidewinder yang digunakan sejumlah anggota NATO. IRIS-T dapat dipasang di pesawat Eurofighter Typhoon, JAS 39 Gripen, F-16, F-18 dan TORNADO.

IRIS-T dikembangkan hasil kerjasama Yunani, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol dan Swedia.

AU Afsel membeli 26 jet tempur Gripen dari Swedia, telah mengoperasikan 9 Gripen kursi tandem dan segera menerima jet tempur Gripen C kursi tunggal pertama dari 17 yang dipesan.

Pesawat ini digunakan AU Afsel mengamankan Piala Dunia sepak bola yang berlangsung pada tahun ini.

Brahmand/@beritahankam

Wednesday, February 3, 2010

AU Sudan Tambah MiG-29


3 Februari 2010 -- Sudan menerima pesawat militer dari Rusia untuk digunakan melawan pemberontak di Darfur, diberitakan sebuah surat kabar.

Angkatan Udara Sudan telah mengoperasikan pesawat sayap tetap dan rotari untuk perang konvensional maupun anti gerilya, menurut worldtribune.com .

AU Sudan mengoperasikan empat helikopter tempur Mi-35 digunakan menyerang pemberontak di provinsi Darfur, serta delapan jet tempur Su-25 Frogfoot dioperasikan sejak 2009, ditempatkan di pangkalan militer Seidna.

Sudan akan menerima tambahan jet tempur MiG-29 dari Rusia berdasarkan kontrak yang ditandatangani November 2008.

Armada MiG-29 AU Sudan terdiri dari 10 MiG-29SE dan dua MiG-29UB yang diterima pada 2004.

Brahmand/@beritahankam

Saturday, January 23, 2010

Rusia Harapkan Libya Realisasikan Kontrak Pembelian Senjata

Tiga kapal cepat rudal kelas Molniya Project 12421 dibeli Libya dari Rusia. (Foto: vympel-rybinsk.ru)

22 Januari 2009 -- Rusia mengharapkan sejumlah kontrak pengiriman jet tempur dan sistem pertahanan udara ke Libya ditandatangani pada 26 - 27 Januari, saat kunjungan Menteri Pertahanan Libya Mayjen Younis Jaber berkunjung ke Rusia.

Delegasi besar Libya yang akan tiba di Rusia, termasuk ahli pertahanan udara.

Pejabat Rusia Vyacheslav Dzirkaln mengatakan kunjungan delegasi ini tidak hanya murni masalah politik saja, tetapi juga dimungkinkan penandatangganan kontrak pengiriman senjata dan peralatan militer.

Libya dan Rusia telah memiliki lima kontrak pengadaan peralatan militer, diantaranya modernisasi tank T-72, memasok suku cadang, kapal cepat rudal kelas Molniya.

RIA Novosti/@beritahankam

Thursday, December 24, 2009

Maroko Beli 24 F-16 Block 52

F-16D Block 52 milik AU Chile.

24 Desember 2009 – Lockheed Martin Corporation, Fort Worth, Texas memenangkan kontrak pengadaan 24 jet tempur F-16 Block 52 senilai $841.877.905 berikut sejumlah sistem dan perangkat pendukung lainnya untuk Angkatan Udara Maroko.

Nilai kontrak antara pemerintah Amerika Serikat dan Maroko diperkirakan sekitar 2,4 milyar dolar. Kontrak tersebut melibatkan sejumlah perusahaan termasuk pelatihan teknisi.

Gambar teknis F-16C Block 52 AU Polandia.

Dassault Mirage F1. (Foto: militaryfactory.com)

Dalam tender ini F-16 mengalahkan jet tempur buatan Perancis Dassault Rafale.

Hingga saat ini Dassault belum berhasil menjual jet tempur Rafale ke luar Perancis, meskipun Brazil diberitakan memilih Rafale dibandingkan F-18 Hornet yang ditawarkan Amerika Serikat. Tetapi hingga saat ini, kontrak pembelian belum ditandatangani.

AU Maroko mengoperasikan dua skuadron jet tempur F-5, dua skuadron Mirage F-1 serta jet ringan T-37.

U.S Department of Defense/@beritahankam

Thursday, November 19, 2009

AU Aljazair Menerima Sukhoi Terakhir

19 November 2009 -- Rusia telah menyerahkan seluruh jet tempur Sukhoi Su-30MKA Flanker pesanan Aljazair diumumkan pabrik pesawat Rusia Irkutsk, Rabu (18/11).

Irkutsk mendapatkan kontrak senilai 2,5 milyar dolar untuk pembuatan 28 jet tempur Su-30MKA untuk Angkatan Udara Aljazair pada 2006.

Sukhoi Su-30MKA merupakan varian dari Flanker berdasarkan Su-30MKI model dan fitur disesuaikan dengan spesifikasi AU Aljazair.




RIA Novosti/@beritahankam

Saturday, October 31, 2009

Maroko Beli 3 Helikopter Chinook


31 Oktober 2009 -- Moroko akan membeli tiga helikopter angkut berat CH-47D Chinook dari Amerika Serikat menggunakan fasilitas FMS (Foreign Military Sale) senilai 134 juta dolar.

Pembelian ini juga meliputi 6 mesin turbin T55-GA-714A, dua suku cadang mesin turbin T55-GA-714A, empat AN/ARC-201E single-channel ground dan sistem radio udara, dan peralatan misi. Selain itu ada sejumlah peralatan akan dimasukan dalam proposal penjualan.

Angkatan Darat Maroko akan menggunakan helikopter ini untuk meningkatkan kemampuan tempur untuk misi kemanusian.

Misi utama helikopter angkut berat Chinook untuk mengerakan pasukan, artileri, amunisi, bahan bakar, air, peralatan untuk di medan tempur.

Helikopter ini dapat pula melakukan misi evakuasi medis, SAR, pemadam kebakaran dan penerjunan pasukan.

Airforce-technology.com/@beritahankam

Tuesday, October 20, 2009

PC-7 MkII Astra Pertama AU Afsel Selesai Diupgrade

PC-7 MkII Astra. (Foto: patricksaviation.com)

20 Oktober 2009 -- Pesawat latih PC-7 MkII Astra milik Angkatan Udara Afrika Selatan sukses uji penerbangan pertama sejak avioniknya diupgrade oleh Pilatus.

AU Afsel mengontrak Pilatus menganti peralatan avionik 35 PC-7 MkII dengan komponen modern ‘glass cockpit’ sebagai bagian dari program modernisasi.


Pemasangan perangkat pertama kali dilakukan di pabrik pesawat Pilatus di Swiss untuk selanjutnya oleh Aerosud, dibawah kontrak Pilatus akan melakukan pengerjaan ini pada sisa pesawat di pangkalan angkatan udara Langebaanweg di Afsel.

Airforce-technology.com/@beritahankam

Libya Borong Jet Tempur Rusia

Su-35. (Foto: KNAAPO)

20 Oktober 2009 -- Libya merencanakan membeli lebih dari 20 jet tempur buatan Rusia dalam kesepakatan persenjataan senilai milyaran dolar, dilaporkan kantor berita Interfax, Senin (19/10), mengutip sumber seorang diplomat militer.

“Libya merencanakan membeli 12 hingga 15 jet tempur Su-35, 4 Su-30 dan 6 jet tempur latih Yak-130 dari Rusia,” ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan.

Kontrak ditandatangani akhir tahun ini atau awal tahun 2010 dan kemungkinan nilainya sekitar 1 milyar dolar (670 juta euro), ditambahkannya.

“Banyak kontrak telah selesai ditinjau dari aspek teknis dan praktis siap ditandatangani. Aspek pembiayaan masih memerlukan pemecahan,” ungkap sumber ke Interfax.

Pembicaraan pembelian persenjataan dari Rusia dimulai saat Presiden Libya Moamer Kadhafi berkunjung ke Moskow tahun lalu.

AFP/@beritahankam

Wednesday, June 17, 2009

Aljazair Beli 16 Yak-130


17 Juni 2009 -- Perusahaan pabrik pesawat Rusia Irkut menyetujui mengirimkan 16 unit pesawat jet latih/serang ringan Yak-130 ke Aljazair, ujar Oleg Demchenko pimpinan perusahaan di Paris Air Show 2009.

Dua pesawat pertama milik Aljazair dalam tahap penyelesaian perakitan. Selain itu, Irkut telah menyelesaikan pengiriman pesawat tempur Su-30 Flanker-C ke Aljazair pada 2009.

Kementrian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak 62 unit pesawat Yak-130, pesawat pertama telah melakukan uji terbang perdana di kota Nizhny Novgorod, Volga. Pesawat ini akan diserahkan ke Angkatan Udara Rusia pada bulan Juli.

Irkut telah menerima aplikasi pembelian pesawat Yak-130 sebanyak 150 unit dan telah melakukan pembicaraan dengan Rosoboronexport untuk pemesanan dari luar Rusia.
Ekspor Irkut di 2007, sekitar 20% dari nilai total ekspor senjata Rusia, dimana Irkut telah menyelesaikan kontrak pesawat tempur Angkatan Udara Malaysia. Saat ini mempunyai kontrak dengan Malaysia, India dan Aljazair.

Defpro/@beritahankam

Monday, June 15, 2009

Gripen C SAAF Pertama Uji Terbang

Saab JAS39 Gripen C pertama mendarat setelah melakukan uji terbang pertamanya. (Foto: Per Kustvik/Saab)

15 Juni 2009 – Pesawat tempur pertama kursi tunggal Saab JAS39 Gripen C milik Angkatan Udara Afrika Selatan (SAAF) melakukan penerbangan perdana di Linköping, Swedia, Kamis (11/6). Pesawat dengan nomer 39.2101 (SAAF 3910) diterbangkan pilot uji Richard Ljungberg, tinggal landas dari fasalitas Saab pukul 13:00 dan mendarat pukul 14:03.

Dibawah proyek Ukhozi SAAF membeli 9 unit pesawat Gripen D berkursi tandem dan 17 unit pesawat Gripen C berkursi tunggal. Gripen D telah diserahkan seluruhnya, sedangkan Gripen C akan dikirimkan mulai Oktober. Total nilai pembelian 26 unit pesawat tempur tersebut R19,9 Milyar.

Gripen C. (Foto: defenceWeb)

Gripen D. (Foto: Saab)

Gripen D. (Foto: milavia.net)

Gripen akan bergabung dengan Skuadron 2, home base di Lanud Makhado di Limpopo.

Gripen berkursi tunggal dipersenjatai meriam Mauser 27 mm dan kursi tandem dipasang pod untuk meriam, kedua jenis pesawat membawa misil. SAAF membeli sejumlah misil jarak pendek udara ke udara IRIS-T (Infra Red Imaging System – Tail) tahun lalu.

Gripen akan digunakan mengamankan FIFA Soccer World Cup tahun depan.

defence Web/@beritahankam

Friday, April 17, 2009

Frigate Nivose F732 AL Perancis Menangkap Pembajak Kapal Berbendera Liberia


Frigate ringan Perancis Nivose (F732), bagian misi EU Naval Force (EU NAVFOR) untuk operasi anti bajak laut di Somalia. Berhasil menyergap kapal pembajak yang berfungsi sebagai kapal induk, Rabu 15 April 2009 serta menahan 11 pembajak laut berwarganegara Somalia.


MV Safmarine Asia berbendera Liberia di serang pembajak dengan senjata ringan dan Rocket Propelled Grenade (RPG) siang hari, Selasa, 14 April 2009. Pembajak menggunakan dua sampan.


Frigate Perancis mengagalkan serangan tersebut dengan mengejar pembajak menggunakan helikopter. Pembajak berhasil ditangkap bersama kapal induknya , 500 nm sebelah Timur Mombasa. Ditangkap, sebuah kapal induk pembajak berukuran 33 kaki dan membawa 17 drum berkapasitas 200 liter dan dua sampan bersenjata.
(MarineBuzz/Beritahankam.blogspot)

Thursday, March 12, 2009

Libya Beli 3 Kapal Cepat Kelas Molniya dari Rusia

Kapal cepat berudal kelas Molniya Project 1241.8 (Foto: globalsecurity.org)

11 Maret 2009, Moscow -- Libya membeli 3 kapal cepat berudal kelas Molniya Project 1241.8 senilai USD200 juta dari Rusia. Ketiga kapal akan dibangun di galangan kapal Vympel di Rybinsk.

Kerjasama militer Rusia – Libya menghangat kembali setelah kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Tripoli April 2008, diperkuat kunjungan balasan Presiden Muammar Gaddafi ke Moscow Oktober 2008.

Saat Presiden Putin berkunjung ditandatangani perjanjian senilai USD4,6 Milyar, termasuk USD2 Milyar untuk pembelian persenjataan.

Libya tertarik juga membeli pesawat tempur SU-30 MKI, tank T-90 dan sistem pertahanan udara Tor-M2E.

Kapal cepat kelas Molniya mampu dipacu diatas 40 knot dan dilengkapi rudal anti kapal, rudal permukaan – udara serta meriam 76 mm.

Rusia belum lama ini mengirimkan 2 Molniya ke Vietnam dan menandatangani perjanjian lisensi dengan Hanoi untuk memproduksi 10 kapal tambahan.

RIA Novosti/@beritahankam

Tuesday, February 10, 2009

Rusia Mengembalikan Pembayaran Mig-29 ke Aljazair


9 Februari 2009, Moscow -- Departemen Pertahanan Rusia akan mengembalikan pembayaran 25 Milyar Rubel (USD 690 Juta) untuk 24 Mig 29 yang dibeli oleh Aljazair yang ditolak untuk diterima karena kualitas yang rendah.

Rosoboronexport mendatangani kontrak USD 1.3 Milyar untuk pengiriman 28 Mig-29SMT kursi tunggal dan 6 Mig-29UB kursi tandem untuk latih tempur di tahun 2006, sebagai bagian perjanjian kerjasama militer senilai USD 8 Milyar.

Setelah menerima 15 Mig, Aljazair menolak pengiriman selanjutnya di bulan Mei 2007. Menghentikan seluruh pembayaran dibawah kontrak dengan Rusia di bulan Oktober 2007. Meminta Moscow mengambil kembali ke-15 Mig-29 tersebut karena berkualitas rendah.

Akhir April 2008, pesawat tersebut dikembalikan ke Rusia setelah lolos serangkaian pengujian oleh Angkatan Udara Rusia. Karena seluruh pesawat akan dioperasikan oleh AU Rusia.

RIA Novosti/@beritahankam