Showing posts with label TNI AU. Show all posts
Showing posts with label TNI AU. Show all posts

Friday, June 13, 2014

Evaluasi Uji Dinamis Bom Buatan Dislitbangau

Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Firman D.C., melontarkan pertanyaan kepada Tim Dislitbangau. (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi)

12 Juni 2014,Magetan: Setelah kurang lebih sepekan Tim Dislitbangau melaksanakan pengujian bom jenis BTN-100, BT-500 dan Impact Fuse dengan menggunakan pesawat tempur Sukhoi dan F-16 Fighting Falcon, berlangsung aman dan lancar.

Hal tersebut terungkap saat evaluasi uji dinamis bom BTN 100, dan BT 500, di ruang briefing Tedy Kustari Lanud Iswahjudi, Kamis (12/6/14), oleh tim dari Dislitbangau selaku pembuat bom dan Lanud Iswahjudi sebagai pelaksana uji coba bom produksi dalam negeri tersebut.

Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono, selaku pelaksana uji coba bom dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, mengungkapkan bahwa pada dasarnya bom yang terpasang di sayap pesawat selama dibawa terbang dengan berbagai kecepatan dan gravitasi, bom relatif aman dalam kondisi stabil.

Sementara pada pelaksanaan release bom di AWR Pandanwangi, masih ada bom yang terlihat secara visual kurang sempurna, namun target dapat dihancurkan. Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono, memberikan masukan kepada tim, untuk memastikan bahwa bom dapat digunakan secara efektif, harus dilakukan uji coba sampai mendekati sempurna.

Sedangkan tim dari Litbang yang di wakili Sesdis Litbangau Kolonel Tek Suharto, mengatakan bahwa setelah diadakan uji coba dan dievaluasi mendapat berbagai masukan, masih harus disempurnakan lagi sehingga kedepan akan lebih baik lagi.

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T., M.D.S., mengatakan kita sangat bangga atas karya Dislitbangau yang mampu memproduksi bom yang telah di uji coba dan berjalan baik aman dan lancar.

Kedepan Danlanud Iswahjudi berharap Dislitbangau yang bekerja sama dengan PT. PINDAD dapat membuat kemandirian alutsista khususnya persenjataan, sehingga kita tidak tergantung persenjataan dari luar negeri.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Wednesday, June 4, 2014

Pesawat Tempur TNI AU Hancurkan Sasaran Darat

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon take of dari landasan pacu Lanud Iswahjudi, menuju sasaran pengeboman di Asembagus Situbondo Jawa Timur, Rabu (4/6/14).(Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

04 Juni 2014, Magetan: Jet-jet tempur TNI Angkatan Udara yang terdiri dari 8 Pesawat tempur Sukhoi SU 27/30, 4 pesawat F-16 dan 10 Hawk 100/200 serta satu pesawat F-5 Tiger menghancurkan sasaran terpilih dari udara ke darat, di area latihan Asembagus, Jawa Timur dalam latihan Gabungan TNI 2014, Rabu (4/6/14).

Dengan membawa persenjataan berbagai jenis bom yang terpasang di badan maupun sayap pesawat, jet-jet tempur TNI Angkatan Udara tersebut, secara bergantian lepas landas dari landasan pacu Lanud Iswahjudi dengan membuat formasi Composite Strike menuju target area latihan di Asembagus.

Tiga pesawat tempur Sukhoi membawa bom dan roket, taxi menuju landasan pacu Lanud Iswahjudi, guna melaksankan pengeboman di area Latgab TNI, di Asembagus Situbondo Jawa Timur, Rabu (4/6/14).(Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

Pesawat tempur Sukhoi masing-masing dipersenjatai bom OVAB total membawa 108 buah bom dan Rudal KH 29, sementara itu pesawat F-16 Fighting Falcon dari 4 pesawat yang diberangkatkan masing-masing membawa 6 bom MK 82, sedangkan pesawat Hawk 100/200 dari 8 pesawat yang tergabung dalam pengeboman itu dipersenjatai dengan bom MK 82 masing-masing pesawat membawa sebanyak 2 buah bom.

Sedangkan untuk pesawat tempur T-50i Golden Eagle sebanyak 12 pesawat yang dipersenjatai roket AIM-9 Side Winder diterbangkan dari Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Surabaya, ikut melaksanakan penghancuran sasaran target Latihan Gabungan TNI 2014 di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Sejumlah pesawat tempur Sukhoi SU 27/30 melakukan formasi tempur sebelum membombardir daerah sasaran dalam Latgab TNI 2014 di Puslatpur Korps Marinir T-12 Karang Tekok, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (4/6). Sebanyak 40 pesawat tempur terdiri dari 8 SU-27/30, 6 F-16, 10 Hawk 100/200, 2 F-5, 12 T-50i, 2 EMB-314, 32 pesawat angkut 16 C-130, 4 B-737, 3 F-28, 4 C-295, 2 CN-235, 3 Cassa-212,  11 Heli Nas/332/330. (Foto: ANTARA FOTO/Seno/ed/mes/14)

Sementara itu, sehari sebelum pelaksanaan pemgeboman target, pada sore hari unsur tempur Kogasudgab dengan menerbangkan 4 pesawat tempur F-16 yang masing-masing pesawat dipersenjatai 6 bom MK 82 melaksanakan Serangan Udara Langsung (SUL) pada Operasi Laut Gabungan pada target kapal area Latgab TNI, perairan laut di Asembagus.

Dengan semangat yang tinggi telah ditunjukkan oleh para penerbang tempur TNI Angkatan Udara dalam misi Latihan Gabungan TNI tahun 2014 ini, sehingga dalam pelaksanaan misi dapat dilaksanakan dengan sukses, aman dan lancar.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Saturday, February 8, 2014

Hercules Latihan Terbang Malam di Langit Malang

Bertempat di Taxi Way Skadron Udara 32, Letkol Pnb Reza Ranesa mengecek kesiapan Pesawat Hercules dan Crew yang akan melaksanakan Operasi Latihan Terbang Malam (Rabu, 5/2). (Foto: Pentak Lanud Abd. Saleh)

7 Februari 2014, Malang: Dalam waktu seminggu ini, setiap malam langit Malang Raya dibisingkan oleh deru suara pesawat C-130 Hercules yang ber-home base di Skadron 32 Wing 2 Lanud.Abd Saleh. Hal ini sejalan dengan para Penerbang dan Crew pesawat C-130 Hercules kembali melakukan latihan rutin operasi terbang malam di wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Latihan terbang malam ini harus sering dilakukan, karena selain untuk melatih para Penerbangnya agar lebih trampil dan profesional di bidangnya, juga merupakan operasi penerbangan yang lebih sulit dilakukan dibanding terbang pada siang hari.

Komandan Skadron Udara 32, Letkol Pnb Reza Ranesa tadi malam (Rabu, 5/2) memimpin langsung Latihan Terbang Malam dengan menggunakan dua pesawat Hercules yang diawali dengan briefing penerbangan, penyiapan semua pendukung dan diakhiri dengan doa memohon rahmat dan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, agar latihan dapat berjalan lancar, aman dan selamat.

Terbang malam bagi seorang Pilot merupakan pekerjaan yang tidak mudah dilakukan dan membutuhkan latihan rutin karena terbang malam hanya mengandalkan instrument di dalam kockpit disamping visual dengan alat bantu berupa lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan. Untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawatnya.

“Kemampuan dan keahlian terbang malam harus benar-benar dikuasai setiap Pilot, hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang yang harus siaga setiap saat menerima perinta Komando Atas untuk mengamankan wilayah NKRI, sehingga setiap saat kwalifikasi kemampuan setiap penerbang harus terus meningkat agar mampu melaksanakan tugas dengan baik setiap saat”, demikian Letkol Pnb Reza menjelaskan.

Jika Komando Atas memberikan Perintah untuk melaksanakan operasi penerbangan di malam hari, maka seorang pilot harus siap dan mampu melaksanakannya dengan baik. Para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya setiap saat. Oleh karenanya operasi Latihan terbang malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.

Kegiatan latihan operasi terbang malam yang saat ini dilakukan, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang para penerbang dan seluruh crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada siang hari maupun pada malam hari.

Sumber: Pentak Lanud Abd. Saleh

Tuesday, January 7, 2014

TNI Tambah Skuadron Sukhoi Incar Su-35

Su-35 saat uji terbang. (Foto: Sukhoi)

6 Januari 2013,Jakarta: Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku ingin menambah pesawat tempur untuk Angkatan Udara. Salah satu pesawat tempur yang diincar Moeldoko adalah Sukhoi SU-35.

"Tapi ini baru tahap diskusi, kalau maunya Panglima sih iya," kata dia sambil tersenyum kepada wartawan di Lapangan Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 6 Januari 2014.

Moeldoko mengaku sudah berdiskusi langsung dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Menurut dia, Menteri Purnomo pun setuju upaya menambah kekuatan tempur Angkatan Udara Indonesia.

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 adalah pesawat kelas berat penghubung generasi keempat dan kelima. Saat ini Indonesia baru mempunyai satu skuadron atau 16 unit pesawat campuran Sukhoi SU-27 dan dan SU-30 yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain Sukhoi SU-35, Moeldoko juga membidik pesawat tempur buatan Amerika Serikat. Namun, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu belum mau menyebut rinci pesawat tempur apa saja yang masuk incarannya.

"Apakah F-16 atau produk terbaru lainnya, Insya Allah kami bisa (membeli pesawat tempur lagi)."

Tahun ini, TNI Angkatan Udara bakal menerima belasan pesawat baru dan bekas berbagai jenis. "Ada pesawat tempur jet, pesawat tempur baling-baling, dan pesawat angkut," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Januari 2014.

Dari jajaran pesawat tempur jet adalah F-16 blok 24 hibah dari Amerika Serikat. Menurut Hadi, sebelum bulan Oktober 2014 Angkatan Udara bakal menerima delapan dari 24 unit pesawat hibah yang diperbaiki lagi sistem avioniknya. Sesuai rencana pesawat F-16 bakal "tinggal" di Skuadron 16, Pekanbaru, Riau.

Angkatan Udara juga bakal menerima secara bertahap pesawat tempur bermesin jet T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan. Dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan baru delapan unit yang diterima Indonesia. Pesawat inilah yang bakal digunakan untuk melatih pilot-pilot tempur TNI AU menggantikan pesawat Hawk 100/200.

Sumber: TEMPO

Friday, October 18, 2013

Dua Unit T-50i Kembali Tiba di Lanud Iswahjudi

Komandan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Letnan Kolonel Pnb Wastum, berdialog dengan penerbang KAI, yang baru tiba di Lanud Iswahjudi, Kamis (17/10). (Foto Pentak Lanud Iswahjudi)

18 Oktober 2013, Madiun: Enam pesawat T-50i Golden Eagle telah berada di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, dari enam belas Pesawat T-50i Golden Eagle yang dipesan Pemerintah Indonesia dari Korea Selatan, setelah dua pesawat T-50i Golden Eagle tiba lagi di Lanud Iswahjudi, Kamis (17/10), setelah menempuh perjalanan panjang dari Korea Selatan manuju Indonesia.

Seperti yang sudah direncanakan bahwa setiap dua minggu sekali Korean Aerospace Industries (KAI), akan mengirimkan dua unit pesawat T-50i Golden Eagle untuk menggenapi pesanan pemerintah Indonesia yang totalnya berjumlah 16 unit.

Kedatangan kedua pesawat tersebut disambut oleh Komandan Skadron Udara 15, Wing 3 Lanud Iswahjudi Letnan Kolonel Pnb Wastum, dan segenap pejabat Lanud Iswahjudi, di Main Appron Skadron Udara 15.

Pesawat T-50i Golden Eagle diterbangkan secara ferry oleh penerbang Korea Aerospace Industries (KAI), dengan rute terbang Sacheon, Korea Selatan - Kaohsiung, Taiwan - Cebu, Filipina - Sepinggan, Balikpapan, Kaltim - Lanud Iswahjudi.

Sumber: Lanud Iswahjudi

Tuesday, October 1, 2013

Jupiter Aerobatic Team Meriahkan HUT Ke-68 TNI

Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar, SE bersama Jupiter Aerobatic Team (JAT) generasi ke tiga sedang melaksanakan foto bersama jelang keberangkatan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT TNI AU ke-68 di Lanud Halim Perdana kusuma Senin (30/9). Yogyakarta. (Foto: Lanud Adisutjipto)

1 Oktober 2013, Jogyakarta: Delapan pesawat KT–1 Wong Bee dari Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team, bertolak menuju angkasa Halim Perdana Kusumua Jakarta. Dari ke-8 pesawat KT-01 Wong Bee ini akan tampil dengan kekuatan 6 pesawat. “Penampilan Jupiter Aerobatic Team ini memasuki masa transisi menuju generasi ke tiga keberadaan JAT kata kapten Pnb Apri “Chetah” Arfianto. Bergabungnya JAT menuju pangkalan Halim Perdana Kusuma guna mendukung HUT Ke-68 TNI pada 5 Oktober 2013 mendatang. Puncak peringatan direncanakan akan dipusatkan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan irup Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Keberangkatan JAT kali ini terasa sangat spesial karena dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus “Bronco Sky Oe “ Munandar, SE. Dan Komandan Wing Dik terbang Kol (Pnb) Ir. H. Bob Panggabean. Komandan Lanud Tandem bersama dengan Kapten (Pnb) Apri yang mengunakan pesawat number 0109, sedangkan Komandan Wing Dik terbang bertandem dengan Mayor Pnb Marcell. berturut turut generasi ketiga JAT: Mayor Pnb Fery “ Mirage” Yunaldi, Kapten (Pnb) Ripdho, kapten (Pnb) Apri Aryanto, Mayor (Pnb) Ari Susiono, Mayor (Pnb) Sri Raharjo, dan terakhir Mayor (Pnb) Marcell.

Sejak berdiri tahun 2001 dan kemudian tepat tanggal 21 Mei 2008 mengunakan pesawat generasi baru. Dan sukses tampil saat Wingday sekbang pada 4 Juli 2008. dan nanti tepat 5 Oktober 2013 pilot JAT sudah dengan personel yang baru hasil regenesasi dari JAT yang tampil terakhir saat Langkawi Aerospace. “JAT kali ini akan menampilkan tarian udara sebanyak 10-15 tarian. Kata Mayor (Pnb) Fery. Menurut rencana Dan Skadik 102 Mayor (Pnb) Ferry Yunaldi, akan bertindak sebagai Flight Leader dan akan unjuk kebolehan di ibukota Jakarta.

Sumber: Lanud Adisutjipto

Skadron Udara 1 Latihan Pemboman di AWR Siabu

(Foto: Lanud Supadio)

1 Oktober 2013, Pekanbaru: Dua Flight pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio terbang rendah di kawasan kabupaten Kampar Provinsi Riau, tak lama berselang terlihat secara bergantian empat pesawat memuntahkan 8 bom aktif jenis MK-82 dengan sasaran yang berada di areal Tactical Range, Siabu, kawasan latihan penembakan udara ke darat Lanud Roesmin Nurjadin. Bunyi dentuman keras yang diiringi kepulan asap bewarna hitam pekat-pun membumbung tinggi ke angkasa tepat disasaran yang ditargetkan. Usai me-realese 8 bom tersebut, terlihat keempat pesawat kembali terbang rendah melihat perkenaan target, Senin (30/9).

Keempat pesawat tempur Skadron Udara 1 tersebut sedang melaksanakan latihan penembakan “Air to Ground Weapon Delivery” menggunakan Bom MK-82 Live yang dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 1, Lanud Supadio, Letkol Pnb Radar Suharsono di AWR Siabu, Lanud Roesmin Nurjadin. Latihan Weapon Delivery yang digelar Skadron Udara 1 di Lanud Roesmin Nurjadin tersebut merupakan latihan profesiensi dengan tujuan meningkatkan kemampuan para penerbang Skadron Udara 1 dalam melaksanakan penembakan udara ke darat. Selain menggunakan bom MK-82 Live, pada latihan ini para penerbang juga me-realese Bom Latih Asap, roket jenis FFAR dan Bom Dummy Unit yang telah diselenggarakan selama satu minggu ini.

Direncanakan hari ini Skadron Udara 1 masih melaksanakan Air To Ground Weapon Delivery menggunakan Bom Latih Asap di lokasi yang sama. Pada latihan ini turut melibatkan satu tim Demolisi dari Depo 60, Madiun.

Sumber: TNI AU

Friday, September 27, 2013

Pesawat Tempur T-50i Terbang Perdana di Lanud Iswahjudi

Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum, mengacungkan jempol sebagai tanda sukses setelah terbang perdana dengan pesawat T-50i, Kamis (26/9). (Foto. Pentak Lanud Iswahjudi)

26 September 2013, Magetan: Komandan Skadron Udara 15 Letnan Kolonel Pnb Wastum, melaksanakan terbang perdana dengan pesawat tempur T-50i Golden Eagle, di area terbang Lanud Iswahjudi, Kamis (26/9).

Terbang perdana dilaksanakan Komandan Skadron Udara 15 Letnan Kolonel Pnb Wastum, dengan menggunakan pesawat T-50i Golden Eagle TT 5003, bersama penerbang dari Korean Aerospace Industries (KAI), Letkol (Ret) Khang Cheol, sedangkan Mayor Pnb Marda Sarjono bersama Letcol (Ret) Dong Kyu Lee, menggunakan pesawat T-50i TT 5004.

Uji terbang pesawat baru tersebut, sukses dilaksanakan oleh kedua penerbang tempur Lanud Iswahjudi tersebut selama 1 jam 15 menit dengan lokasi terbang di south area Iswahjudi, pada ketinggian 40.000 feet.

Pada terbang perdana tersebut disaksikan langsung oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Minggit Tribowo, S.IP., dan segenap pejabat dari Mabesau dan Lanud Iswahjudi, di hanggar Skadron Udara 15.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Thursday, September 26, 2013

Kemenhan Serahkan Enam Unit Sukhoi Su-30 ke TNI AU

(Foto: DMC)

26 September 2013, Makasar: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (26/9), menyaksikan secara simbolis penyerahan enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 dari Rusia, kepada TNI AU di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dalam hal ini Kepala Baranahan Kemhan Laksda TNI Rachmad Lubis secara simbolis menerima logbook (miniature pesawat) pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini dari Pihak Pemerintah Rusia yang diwakili oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia HE Mikhail Galuzin. Selanjutnya enam pesawat tempur ini kemudian diserahkan kepada TNI yang diterima oleh Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Joko Sriwidodo.

Hadir dalam acara penyerahan enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, para Kepala Staf Angkatan, Anggota Komisi I DPR RI, Gubernur Sulawesi Selatan, Pejabat Bappenas dan Kemkeu. Sebelum penyerahan secara simbolis, acara ini dimulai dengan prosesi pelangi pesawat Su-30 MK2.

Dalam sambutannya Menhan menjelaskan bahwa pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 sebanyak 11 unit dan yang sebelumnya Sukhoi Su-27 SKM sebanyak lima unit ini merupakan bagian dari program pembangunan pertahanan RI periode 2010 – 2014. Pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan Su-30 MK2 akan memperkuat jajaran TNI AU khususnya Skuadron 11 Koopsau II. Penambahan kekuatan Skuadron 11 ini didasarkan pertimbangan taktis dan strategis yang cukup mendalam dalam upaya menjaga dan melindungi kedaulatan NKRI serta melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara dan juga penegakan hukum di wilayah udara NKRI.

Dalam sambutan ini Menhan Purnomo Yusgiantoro juga menyampaikan terimakasih kepada pejabat negara terkait yang mendukung pembangunan pertahanan dalam hal ini terpenuhinya satu skuadron tempur Pesawat Tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 ini seperti Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Komisi I DPR RI.

Enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini melengkapi 10 unit pesawat tempur Sukhoi yang telah dimiliki TNI AU dan berada di Lanud Hasanuddin sehingga Lanud Hasanuddin, Makassar memiliki satu skuadron yang berjumlah 16 pesawat tempur Sukhoi.

Nilai kontrak pembelian enam unit pesawat tempur Sukhoi ini sebesar USD 470 juta ditandatangani oleh Kepala Baranahan Kemhan pada tanggal 29 Desember 2011 dengan pihak Rosoboronexport Rusia. Kontrak tersebut terhitung efektif pada tanggal 28 Desember 2012 dengan persetujuan DPR pada tanggal 10 Agustus 2012. Pengiriman enam unit pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 ini lebih cepat sembilan bulan dari target yang ditetapkan yaitu sesuai kontrak sampai dengan 28 Juni 2014.

Enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 telah diterima Kementerian Pertahanan dari pihak Rosoboronexport dalam empat tahap. Pada tanggal 22 Februari 2013 telah diterima dua unit pesawat dan suku cadang. Tanggal 27 Februari 2013 diterima empat unit engine dan suku cadang. Pada tanggal 27 April 2013 telah diterima dua unit pesawat, delapan engine dan suku cadang. Terakhir pada tanggal 4 September 2013 diterima dua unit pesawat.

Dengan penambahan enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini diharapkan dapat menambah kekuatan tempur TNI AU dalam menjaga kawasan udara Indonesia. Ke-10 pesawat tempur Sukhoi yang telah terlebih dahulu dimiliki Lanud Hasanuddin adalah lima unit Sukhoi Su-27 SKM dan lima unit Sukhoi Su-30 MK2.

Sukhoi Su-30 MK2

Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 disambut dengan prosesi pelangi yaitu penyemprotan air melalui water canon saat acara penerimaan pesawat di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu (25/9). Pesawat tempur Sukhoi yang kini genap satu skuadron atau16 unit buatan Rusia tersebut merupakan bagian dari program modernisasi pembangunan kekuatan persenjataan TNI AU untuk menjaga wilayah udara Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Dewi Fajriani/ed/ama/13)

Sukhoi Su-30 MK2 adalah pesawat tempur multi-peran, yang efektif dipakai sebagai pesawat serang darat. Pesawat dengan panjang badan 21, 9 m ini mampu menghancurkan pesawat lawan berawak maupun tak berawak dengan misil kendali jarak menengah. Handal dalam pertempuran jarak dekat dan serangan dari darat dan laut dengan persenjataan berpresisi tinggi dalam operasi individu maupun kelompok di segala kondisi cuaca.

Radar yang dimiliki Su-30 MK2 dapat melakukan pencarian target di udara, mendeteksi pengenalan target, menyerang target dengan misil jarak dekat dan menengah. Radar yang dimiliki Su-30 MK2 juga mampu mencari, mengunci dan melacak target bergerak dalam pertempuran jarak dekat. Su-27 SKM dan Su-30 MK2 diproduksi oleh KNAAPO anak perusahaan dari group Sukhoi yang mengembangkan varian Su-30.

Sumber: DMC

Tuesday, September 24, 2013

Skadron Udara 3 Laksanakan Latihan Tetuka ke-37

Para penerbang Skadron Udara 3, siap lepas landas melaksanakan latihan Tetuka di Lanud Biak, Papua, Sabtu (21/9). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

23 September 2013, Magetan: Satu flight pesawat tempur F-16 Figthing Falcon Skadron Udara 3, Sabtu (21/9), berangkat dari Iswahjudi Air Force Base menuju Lanud Biak, Papua, guna melaksanakan latihan Tetuka ke-37.

Latihan yang diberi gelar Tetuka tersebut digelar di wilayah timur Indonesia yaitu di Lanud Biak, Papua, dengan melibatkan unsur tempur TNI Angkatan Darat dan unsur tempur TNI Angkatan Laut dan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) IV.

Latihan yang digelar hingga tanggal 27 September 2013, tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Setiawan, dengan melibatkan 60 personel Skadron Udara 3, yang terdiri dari para penerbang dan para teknisi, yang dilepas langsung oleh Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Minggit Tribowo dan Kadisops Lanud Iswahjudi Letkol Pnb Djoko Hadipurwanto.

TNI AU dan RSAF Latihan Bersama di Pekanbaru

Mayor Pnb Yoga Ambara, memerikasa pesawat tempur F-16, sebelum tinggal landas menuju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, guna melaksanakan Jont Figther Weapon Corse (JFWC), Senin (23/9). (Foto. Pentak Lanud Iswahjudi)

Penerbang tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, berikut dua pesawat tempur F-16, berangkat ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, melaksanakan Joint Fighter Weapon Course (JFWC), Senin (23/9).

Joint Fighter Weapon Course, dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara dengan Royal Singapore Air Force (RSAF). selama tiga bulan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Adapun penerbang yang mengikuti Joint Fighter Weapon Course, yaitu Mayor Pnb G.M. Yoga Ambara dan Mayor Pnb Bambang Apriyanto.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Friday, September 20, 2013

Skuadron Sukhoi TNI AU Sudah Lengkap

(Foto: Kedubes Federasi Rusis)

20 September 2013, Yogyakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia telah menerima enam unit pesawat Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK2 dari Rusia. Tambahan enam unit pesawat ini membuat kapasitas jet tempur Sukhoi Indonesia genap satu skuadron atau 16 unit.

Saat ini keenam pesawat baru itu sudah tiba di Skuadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. "Pekan depan kami akan serah-terima ke TNI AU," kata Purnomo kepada wartawan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat, 20 September 2013.

Purnomo mengaku gembira dengan lengkapnya satu skuadron pesawat Sukhoi campuran tipe SU-27 SKM dan SU-35 MK. Sebab, pesawat tempur buatan Rusia ini dinilai andal menjaga wilayah udara Indonesia. Bentuk pesawat yang besar dan punya tangki bahan bakar jumbo membuat Sukhoi mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kebanggaan lain, dia melanjutkan, kemampuan tempur pilot AU mengendarai Sukhoi sudah diakui negara tetangga. Sebab, pada kesempatan latihan bersama Australia, pilot Indonesia sempat unjuk gigi kemampuan tempur Sukhoi.

Selain Sukhoi, dalam waktu dekat Indonesia bakal menerima pesawat CN295 buatan PT Dirgantara Indonesia. Mengenai jumlah, Purnomo hanya menyebutkan total CN295 Indonesia sesuai rencana strategis berjumlah sembilan unit. Pesawat ini akan menggantikan tugas angkut sedang F-27 yang sudah uzur. "Tapi kami akan ajukan sampai 16 unit, sedang diproses, jadi akan ada tambahan tujuh unit lagi," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan menyerahkan empat unit pesawat latih Grob G-120 TP buatan Jerman kepada Skuadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, pagi tadi. Pesawat Grob ini menggantikan AS-202 Bravo dan T-34C. Dari 16 unit pesawat senilai $ 72 juta, pabrikan Grob Aircraft mengirim empat pesawat. Sisanya akan dikirim secara berkala hingga 2014.

Sumber: TEMPO

Kemhan Serahkan Empat Unit Pesawat Latih Grob ke TNI AU

(Foto: Pentak Lanud Adisutjipto)

20 September 2013, Yogyakarta: Kementerian Pertahanan secara resmi menyerahkan empat unit pesawat latih Grob G-120TP-A untuk TNI Angkatan Udara. Empat unit pesawat latih tersebut merupakan bagian dari 18 pesawat latih Grob G-120TP-A yang dipesan oleh Kemhan dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman pada tahun 2011.

Keempat pesawat dengan nomor registrasi LD 1201, LD 1202, LD 1203 dan LD 1204 diserahkan secara simbolis melalui penandatanganan naskah berita acara serah terima oleh Kepala Badan Saran Pertahanan Kemhan Laksda TNI Rachmad Lubis kepada Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Joko Sriwidodo, selanjutnya diserahkan kepada Aslog Kasau Marsekal Muda TNI Ida Bagus Anom Manuaba, Jum’at (20/9) di Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta. Sebelumnya, dilaksanakan penyerahan dari pihak Grob Aircraft kepada Kemhan yang dilaksanakan secara simbolis berupa penyerahan Log Book pesawat latih Grob G-120TP-A.

Serah terima empat pesawat latih Grob G-120TP-A tersebut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan Dubes Jerman untuk Indonesia Dr. Georg Witschel. Hadir pada acara tersebut sejumlah pejabat Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Udara. Hadir pula Anggota Komisi I DPR RI.

Dengan kehadiran dan telah diserahterimakannya empat pesawat latih Grob G-120TP-A tersebut, diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas penerbang yang dihasilkan TNI AU khususnya sekolah penerbang (Sekbang) Lanud Adisucipto.

Sebanyak 18 pesawat Latih Grob G-120TP-A yang dipesan tahun 2011 dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman tersebut akan digunakan untuk menggantikan pesawat Latih Mula (LM) AS-202 Bravo dan pesawat Latih Dasar (LD) T-34C.

Dalam kontrak senilai USD 71.995.000,00 tersebut, selain 18 pesawat juga termasuk Initial Logistics Support (ILS) berupa Spare part dan Tools, Training Pilot Training dan Maintenance Training di Jerman dan materiil pendukung lainnya.

Berdasarkan kontrak, pengiriman 14 unit pesawat sisanya akan dikirim secara bertahap, rencananya 6 unit akan dikirim bulan September-Oktober 2013, 4 unit pesawat pada bulan Desember 2013 dan 4 unit pesawat akan dikirim pada bulan Februari 2014.

Pesawat Latih G-120TP-A Grob

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro (2 kiri) bersama Kasum TNI, Marsekal Madya TNI, Boy Sahryl Qamar (kanan), KASAU TNI, Marsekal TNI, Ida Bagus Putu Dunia (2 kanan), dan Anggota Komisi I DPR RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Basri Sidhahabi (kiri) melakukan upacara simbolis penyerahan pesawat Grob G 120 TP-A di Lanud Adisucipto, Yogyakarta, Jumat (20/9). Kedatangan 4 pesawat latih TNI AU berjenis Grob G 120 TP-A buatan pabrik Grob Aircraft di Tussenhausen Mattsies Jerman pada bulan Juli 2013 lalu merupakan kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman yang telah memesan 18 pesawat hingga tahun 2014, dan kedatangan pesawat tersebut sekaligus untuk meremajakan alutsista yang dimiliki TNI AU termasuk pesawat jenis latih ini. (Foto: ANTARA FOTO/Noveradika/ss/pd/13)

Pesawat latih Grob G-120TP-A merupakan pesawat latih canggih buatan perusahaan Grob Aircraf, Jerman, yang dapat mendukung pelatihan terbang baik tingkat mula, dasar dan lanjut. Pesawat tersebut memiliki performa yang tinggi dan kemampuan Full Virtual Tactical Training yang dikombinasikan dengan kecepatan tinggi, menjadikan Grob G-120TP-A sebagai sistem pelatihan terbang terpadu yang terbaik secara keseluruhan.

Pesawat Grob G-120TP-A merupakan satu-satunya pesawat latih militer dengan tempat duduk yang berdampingan (side by side) pada abad ke 21 yang sudah diakui dunia dengan kemampuan Full Aerobatic dan Military Training. Pesawat Grob G-120TP-A merupakan pesawat Latih Dasar yang sempurna untuk penerbangan masa depan.

Dengan sistem arsitektur yang unik, pesawat Grob G-120TP-A memungkinkan untuk melaksanakan pelatihan terbang bagi siswa penerbang dari tingkat mula hingga tingkat latih dasar. Dengan mengikuti peningkatan kemampuan dari siswa penerbang, simulasi terbang untuk misi taktis juga dapat dilaksanakan menggunakan pesawat ini.

Grob G-120TP-A merupakan pesawat bermesin turboprop Rolls Royce dengan tipe 250-B17 dan memiliki lima bilah baling-baling buatan MT-Propeller dari bahan komposit dan baja tahan karat di sisi baling-balingnya.

Pesawat ini menggunakan bubble canopy model geser yang bisa dibuka dari dalam maupun dari luar pada saat emergency. Konfigurasi tempat duduk yang bersebelahan (side by side) memiliki keuntungan tersendiri, dimana instruktur penerbang bisa memonitor secara langsung apa yang dilakukan oleh siswa penerbang yang berada di cockpit dan siswa dapat dengan mudah menerima instruksi dan mengikuti tindakan/gerakan yang dilakukan oleh instrukturnya. Disamping itu instruktur juga dapat memanfaatkan control dan display instrument yang sama untuk menunjukan setiap step (langkah) dari pelatihannya.

Dengan konstruksi pesawat keseluruhan yang terbuat dari carbonfibre membuat pesawat ini menjadi ringan, kuat dan anti korosi. Material carbonfibre juga membuat permukaan pesawat lebih halus sehingga meningkatkan tingkat aerodinamika pesawat. Selain itu bahan ini lebih mudah dalam hal perawatan dengan service life mencapai 15.000 jam terbang untuk penggunaan aerobatik. Pesawat dapat diterbangkan pada siang maupun malam hari dengan kondisi non-icing. Sementara kecepatan maksimum pesawat ini adalah 439 km/jam (237 knot).

Pesawat G 120TP-A sangat memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai pesawat latih siswa penerbang mulai dari tahapan Latih Mula (LM) yang selama ini menggunakan AS-202B Bravo, sekaligus juga bisa digunakan sebagai pesawat Latih Dasar (LD) yang mana dari tahun 1981 hingga saat ini menggunakan pesawat T-34C Charlie. Untuk itu maka pesawat G 120TP oleh TNI AU dikategorikan sebagai pesawat Latih Dasar sebagaimana terlihat pada tail number-nya dan sekaligus akan menggantikan peran dari pesawat Latih AS-202B dan T-34C.

Sumber: Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan RI

Thursday, September 12, 2013

Dua T-50i Golden Eagle Tiba di Indonesia

Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriatna mengalungkan bunga kepada para penerbang Korean Aerospace Industries (KAI), Rabu (11/9). (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi)

11 September 2013, Magetan: Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, menyambut kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang diterbangkan langsung dari Korea menuju Lanud Iswahjudi oleh penerbang dari Korea Aerospace Industries, di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Rabu (11/9).

Sebelas September 2013 merupakan hari bersejarah bagi Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, setelah penantian yang panjang akhirnya pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, dengan kode TT (Tempur Taktis) tiba yang akan menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang dioperasionalkan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. Pesawat T-50i Golden Eagle diterbangkan secara ferry oleh penerbang MR. Kwon Huiman, MR. Lee Dongkyo, MR. Khang Cheol, MR. Shin Donghak dari negara asalnya Korea Selatan dari Korea Aerospace Industries (KAI) menuju Indonesia dengan tail number TT 5003 dan TT 5004.

Sebelum menyentuh Landasan pacu Lanud Iswahjudi, kedua pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, di-escort di East Area Iswahjudi Aerodrome oleh dua pesawat Hawk MK-53 yang diterbangkan oleh Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum, Mayor Pnb Hendra, Kapten Pnb Gultom dan Lettu Pnb Yudistira. Setelah Joint Up, Hawk Flight akan mengambil alih kepemimpinan (taking the lead), membentuk Box Formation melaksanakan Fly Pass diatas hanggar Skadron Udara 15, sebanyak dua kali dari arah yang berbeda.

Penyemprotan pesawat T-50i Golden Eagle dengan watter cannon saat menuju hanggar Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Rabu (11/9). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

11 September 2013, Magetan: Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, menyambut kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang diterbangkan langsung dari Korea menuju Lanud Iswahjudi oleh penerbang dari Korea Aerospace Industries, di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Rabu (11/9).

Sebelas September 2013 merupakan hari bersejarah bagi Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, setelah penantian yang panjang akhirnya pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, dengan kode TT (Tempur Taktis) tiba yang akan menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang dioperasionalkan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. Pesawat T-50i Golden Eagle diterbangkan secara ferry oleh penerbang MR. Kwon Huiman, MR. Lee Dongkyo, MR. Khang Cheol, MR. Shin Donghak dari negara asalnya Korea Selatan dari Korea Aerospace Industries (KAI) menuju Indonesia dengan tail number TT 5003 dan TT 5004.

Sebelum menyentuh Landasan pacu Lanud Iswahjudi, kedua pesawat Tempur T-50i Golden Eagle, di-escort di East Area Iswahjudi Aerodrome oleh dua pesawat Hawk MK-53 yang diterbangkan oleh Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Wastum, Mayor Pnb Hendra, Kapten Pnb Gultom dan Lettu Pnb Yudistira. Setelah Joint Up, Hawk Flight akan mengambil alih kepemimpinan (taking the lead), membentuk Box Formation melaksanakan Fly Pass diatas hanggar Skadron Udara 15, sebanyak dua kali dari arah yang berbeda.

Acara penyambutan pesawat T-50i Golden Eagle dilaksanakan penyemprotan air dengan menggunakan water cannon, disaksikan Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., Vice Presiden KAI, MR. Kim Kyuhak dan segenap pejabat TNI/Polri, Muspida se-Karesidenan Madiun.

Dalam konferensi pers-nya, Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia menambah kekuatan alutsista TNI Angkatan Udara sebanyak 16 pesawat T-50i Golden Eagle dalam dua warna yaitu untuk aerotic painting dan camouflage painting. Pangkoopsau juga merasa bangga sekaligus konfident, karena selain pesawat T-50i Golden Eagle, pesawat Super Tucano juga telah menambah kekuatan alutsista TNI AU. Sedangkan penambahan 24 pesawat F-16 diperkirakan akan datang pada tahun 2014 mendatang. Tahap pertama diterbangkan dua pesawat T-50i Golden Eagle dengan rute Sacheon Korea Selatan-Kaohsiung, Taiwan-Cebu, Philipina-Sepinggan, Balikpapan, Kaltim-Iswahjudi Air Force Base .

Selanjutnya secara bertahap pesawat yang dibeli pemerintah Indonesia akan diterbangkan ke Lanud Iswahjudi sampai genap jumlahnya dan secara resmi akan diserahkan ke pemerintah Indonesia untuk memperkuat alutsista TNI Angkatan Udara. Untuk menunjang tugasnya sebagai Light Combat Aircraft Pesawat single engine T-50i Golden Eagle, dilengkapi persenjataan yang dapat digunakan dalam berbagai misi (multi role), seperti AIM-9 sidewinder, bom MK-82, BDU-33, AGM-65 Maverick, MK-20 Cluster Bomb Unit sampai kepada bom pintar JDAM.

Selain itu T-50i juga dilengkapi 3 Barrel Cannon M61 Vulcan yang diinstal disamping kiri kockpit dengan peluru 20 mm. Untuk kesiapan awak pesawat pada awal bulan Januari 2013 sampai akhir Agustus 2013 telah dilaksanakan pelatihan enam instruktur penerbang dari Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. Mereka telah mengikuti serangkaian latihan dari mulai initial phase di Gwangju selama 4 bulan, lalu melanjutkan latihan air to air dan air to ground selama 3 bulan, selanjutnya pada pertengahan bulan Agustus 2013 ke-enam penerbang instruktur tersebut telah lengkap menyelesaikan pelatihan.

Sementara sebanyak 31 orang teknisi dari Skadron Udara 15 dan Skatek 042 Lanud Iswahjudi juga telah disekolahkan di Korea selama 1,5 bulan. Sesuai kontrak yang telah dibuat dengan KAI dalam waktu 2 tahun akan menyertakan techrep (Teknical Representative), untuk mengawasi pelaksanaan operasional penerbangan sekaligus sebagai tempat konsultasi para teknisi Skadron Udara 15 dalam merawat maupun hal-hal yang bersifat perbaikan. Teknisi tersebut juga sebagai penghubung antara operator di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi dengan pihak pabrik di Korea.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Tuesday, September 10, 2013

Lanud Iswahjudi Segera Kedatangan T-50i Golden Eagle

Pesawat T-50i Golden Eagle, siap bergabung dengan TNI Angkatan Udara di Lanud Iswahjudi. (Foto: Penlanudiwj)

10 September 2013, Magetan: Lanud Iswahjudi menerima 29 kontainer yang berisi suku cadang dan alat pendukung pesawat T-50i Golden Eagle sejak seminggu terakhir.

Direncanakan pesawat tempur T-50i Golden Eagle, akan diterbangkan secara ferry dari negara asalnya Korea Selatan oleh penerbang dari Korea Aerospace Industries (KAI) menuju Indonesia dengan tail number TT 5001 dan TT 5002.

Tahap pertama diterbangkan dua pesawat T-50i Golden Eagle dengan rute Korea-Taiwan-Philipina-Lanud Balikpapan Kaltim-Lanud Iswahjudi yang direncanakan tanggal 11 September 2013 jam 13.30 WIB tiba di Lanud Iswahjudi.

Selanjutnya pada bulan berikutnya secara bertahap pesawat yang dibeli pemerintah Indonesia akan diterbangkan ke Lanud Iswahjudi sampai genap jumlahnya dan secara resmi akan diserahkan ke pemerintah Indonesia untuk memperkuat alutsista TNI Angkatan Udara.

Penyambutan direncanakan akan diterima Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II (PangKoopsau II) Marsekal Muda TNI Agus Supriatna dan didampingi oleh pejabat Kemenhan, wakil Vice president KAI, Komandan Lanud Iswahjudi beserta Staf.)

Sumber: Penlanudiwj

Thursday, September 5, 2013

Suku Cadang Pesawat Latih Tempur T-50i Tiba di Lanud Iswahjudi

Personel GPL melakukan aktivitas bongkar suku cadang pesawat T-50i dari kontainer di gudang transit GPL Lanud Iswahjudi, Selasa (3/9). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

5 September 2013, Magetan: Menjelang kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang akan menggantikan peran pesawat HS Hawk Mk-53 Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, sebanyak 29 kontainer yang berisi suku cadang/spare part dan alat pendukung pesawat T-50i tiba di Lanud Iswahjudi, Selasa (3/9).

Aktivitas bongkar suku cadang/spare part dan alat pendukung lainnya, di gudang transit Gudang Persediaan Pangkalan (GPL) Lanud Iswahjudi sedang berlangsung mulai hari senin kemarin. Satu persatu suku cadang/spare part, diteliti dengan seksama oleh personel GPL.

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Minggit Tribowo, S.IP., didampingi Kadislog Lanud Iwj Letkol Tek Hevry Yanto dan pejabat terkait menyaksikan langsung kedatangan suku cadang di gudang transit GPL.

Pesawat latih lanjut T-50i pesanan Indonesia sukses melakukan terbang perdana tanggal 14 maret lalu. Uji terbang dilakukan di Korea Selatan dengan pilot uji dari KAI selaku produsen T-50. Indonesia sendiri memesan sebanyak 16 buah. Pesawat T-50i direncanakan akan tiba di Lanud Iswahjudi awal bulan September ini yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi

Skadron Sukhoi Lengkap 16 Unit Setelah Penantian 10 Tahun

Pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK 2 milik TNI AU diturunkan dari pesawat angkut Antonov AN-124-100 setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Rabu (4/9) malam. Kedatangan dua pesawat Sukhoi Su-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia itu untuk menambah kekuatan Skadron 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin yang kini memiliki 16 unit pesawat tempur Sukhoi Su-2 SKM dan Su-30 MK 2. (Foto: ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/Spt/13)

4 September 2013, Makassar: Dua dari 16 pesawat tempur Sukhoi dari jenis Su-27 SKM dan Su-30 MK2, pesanan pemerintah Indonesia dari Rusia, tiba di Landasan udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat itu, diangkut dengan pesawat Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6328 dengan pilot Panov Vadim, Salovyev Evgeny, dan Valodanov Rinai, beserta 13 orang crew.

Pesawat Sukhoi datang berupa material, dan dikemas dalam beberapa peti kemas. Selanjutnya, pesawat tersebut akan langsung dirakit di Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin.

Menurut Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin Mayor Sus Mulyadi, nantinya yang akan merakit pesawat Sukhoi tersebut yakni teknisi dari Rusia, bersama teknisi Skadron 044 sebelum di tempatkan di Skadron udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

"Sebelumnya akan dirakit oleh orang-orang Rusia, dibantu oleh tim dari lanud sendiri. Kami memperkirakan, perakitan pesawat tersebut akan memakan waktu sekitar 10 hari. Setelah itu, baru dilakukan tes flight," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (4/9/2013).

Dia menambahkan, pesawat Antonov itu berangkat dari Bandara Khabarovsk Rusia menuju Bandara Ninoy Manila, selanjutnya menuju Lanud Hasanuddin. "Pengiriman pesawat tersebut memakan waktu sekitar dua hari. Karena pesawatnya sempat transit di Manila," terangnya.

Kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK 2 ini menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur Su-27 SKM dan Su-30 MK 2 buatan Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association (KNAPO) Rusia.

Saat ini, sudah ada sekitar 14 unit pesawat Sukhoi. Namun dengan kedatangan dua pesawat terakhir, maka dipastikan seluruh pesawat pesanan Pemerintah Indonesia yang berjumlah 16 sudah lengkap.

"Untuk pesawat Sukhoi Su-27 SKM berjumlah 5 unit dengan kapasitas single seat, sedangkan Su-30 MK sebanyak 11 buah dengan kapasitas tandem seat," jelasnya.

Pemesanan pesawat tempur Sukhoi ini, sudah dilakukan sejak 2003. Sejak saat itu, kedatangan pesawat dilakukan secara bertahap, yakni tahun 2003 di Lanud Iswahyudi, Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, pada 2009 dan 2010.

Hingga tahun 2013, tercatat tiga tahap pengiriman pesawat Sukhoi, yakni pada 22 Februari 2013 sebanyak 2 unit pesawat Sukhoi Su-30 MK, pada 16 Mei 2013, Sukhoi Su-30 MK, dan terakhir hari ini. Pesawat-pesawat itu akan digunakan untuk menjaga daerah teritorial di Indonesia timur.

Sumber: SINDO

Saturday, August 31, 2013

Uji Terbang Perdana Pesawat Latih Grob G120TP di Lanud Adisutjipto

Pesawat Grob G120 TP pesanan pemerintah Indonesia yang siap di Test flight di hanggar 5 Lanud Adisutjipto, merupakan pesawat latih dasar dengan performa tinggi yang akan mengantikan generasi pendahulunya AS 202 Bravo dan T-34 Charlie, Kamis (29/8).(Foto: Pentak Lanud Adisutjipto)

31 Agustus 2013, Jogyakarta: Pesawat Grob 120TP buatan pabrik Grob Aircraft di Tussenhausen Mattsies Federasi Jerman di ujicobakan di Lanud Adisutjipto setelah proses assembly yang berlangsung sejak bulan Juli kemarin. Ke empat pesawat generasi terbaru penganti AS 202 Bravo berturut-turut diujicobakan pertama pesawat LD-1201 dan LD-1202 dan Kamis,(29/8) pesawat LD-1203 dan LD-1204.

Sesuai rencana untuk tahun 2013 Lanud Adisutjipto akan kedatangan empat Grob G120TP langsung dari negeri Jerman. Dan pada tahun berikutnya akan berturut-turut menyusul tahun 2014 hingga total 16 pesawat. Pesawat Grob 120TP ini memiliki kecepatan maksimum 439 Km/jam (237 knot). Dan telah bermesin turbo prop mengunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima bilah baling baling. Dengan model sayap rendah (low wing) dan cantilever meningkatkan kelincahan pesawat berpadu dengan daya mesin putar mesin yang tinggi.

Komandan Komando pendidikan TNI AU Marsda TNI Nurullah didampingi Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar, SE, Dirops Kodikau, Danwingdik terbang, Danskadik 101, Danskatek 043, Kadisops Lanud Adisutjipto, Kadislog Lanud Adisutjipto, dan Komandan Skadron Teknik 043 serta Crew dari Pabrikan Grop, menyaksikan test flight baik hari pertama maupun hari kedua. Secara keseluruhan test flight dinyatakan berhasil dan sesuai rencana.

Menurut rencana Menhan Purnomo Yusgiantoro pada bulan September 2013 akan memimpin langsung penyerahan pesawat Grob G120 TP dari pihak Grob Aircraft kepada pemerintah Indonesia bertempat di Lanud Adisutjipto.

Sumber: Pentak Lanud Adisutjipto

Monday, August 26, 2013

TNI AU Segera Terima Dua CN-295

CN 295 diparkir di apron Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat)

26 Agustus 2013, Jakarta: Kolonel dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Gita Amperiawan mengatakan TNI Angkatan Udara akan kembali menerima pesawat transportasi teknis jenis CN-295 pada bulan depan. "Dari sembilan pesawat CN-295 yang kita pesan untuk skuadron dua TNI AU tahun ini, sebanyak dua pesawat sudah datang dan sudah dipakai. Dua lagi akan datang 35 hari mendatang, atau kira-kira bulan depan," kata Kolonel dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Gita Amperiawan, kepada wartawan dalam perjalanan dari Jakarta menuju Kupang menumpang pesawat CN-295, bersama rombongan Kementerian BUMN, Jumat (23/8) malam.

Pesawat CN-295 merupakan pesawat yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia, namun saat ini masih dirakit di Spanyol. Gita mengatakan, meskipun dirakit di Spanyol, namun dua pesawat CN-295 yang telah datang, dilakukan pengecatan dan penyelesaian di Indonesia. Pesawat ketiga dan keempat yang diperkirakan tiba September, juga akan dicat dan diselesaikan di Indonesia.

Selanjutnya, pesawat kelima, keenam, dan ketujuh yang datang berikutnya, akan mulai dikustomisasi di Indonesia. Sedangkan pesawat kedelapan dan kesembilan sepenuhnya akan dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung. "Mulai tahun depan, mudah-mudahan PT Dirgantara Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri di Indonesia," kata dia.

Gita mngemukakan TNI AU akan terus menambah pesawat jenis CN-295 hingga berjumlah 16 buah untuk memenuhi kebutuhan skuadron dua TNI AU di Halim Perdanakusuma Jakarta. Dia menjelaskan, pesawat jenis CN-295 berkapasitas penumpang 79 orang (jika dimodifikasi dengan bangku model memanjang). Pesawat tipe medium itu memiliki kekuatan mesin dan kecepatan lebih besar dibandingkan tipe sebelumnya yakni CN-235.

Sumber: Suara Karya

Thursday, August 15, 2013

Skuadron Sukhoi Lengkap Dipersenjatai 2014

(Foto: the Jakarta Post)

15 Agustus 2013, Jakarta: Tahun depan, Skuadron Udara 11 TNI AU akan lengkap terdiri dari 16 pesawat tempur Sukhoi Su-27 Flankers series, termasuk sistem kesenjataan dan avionika tercanggih yang sedang dalam pemesanan.

"Insya Allah, tahun depan lengkap. Kami sangat mendukung perkuatan dari saat ini yang 40 persen dari kekuatan esensial minimum. Saya baru merasakan berada dalam kokpit pesawat tempur ini selama 30 menit di udara," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisyahbana, di Jakarta, Kamis.

Bersama koleganya, Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, dan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Moeldoko, dia diberi wing kehormatan penerbang tempur TNI AU. Adalah Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI IB Putu Dunia, yang menyematkan wing kehormatan penerbang tempur itu di flight suit masing-masing, disaksikan Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, dan segenap pimpinan TNI.

Dengan begitu, Alisyahbana menjadi perempuan pertama Indonesia yang ikut terbang dalam kokpit pesawat tempur generasi empat buatan Rusia itu, sekaligus perempuan pertama Indonesia yang berhak memakai wing kehormatan penerbang tempur TNI AU.

Menurut Alisyahbana, kelengkapan persenjataan Sukhoi Su-27 Flankers series (termasuk versi kursi ganda, Sukhoi Su-30MKI), merupakan satu paket program penguatan kekuatan militer di udara. Indonesia membeli Sukhoi Su-27 dari varian SKM untuk versi kursi tunggal, dan Su-30 Mk2 pada versi kursi ganda.

Dari sisi kesenjataan, Sukhoi Su-27 Flanker bisa dimuati peluru kendali berpemandu terdiri dari R-73, R-27ER, R-27ET, dan RVV-AEI. Sedangkan peluru kendali tak berpemandu yang bisa digotong adalah FAB-500M62/RBK-500/ZB-500, FAB-250M54, FAB-250M62, OFAB-100-120, B-8MI, dan B-13L.

Sukhoi Su-27 Flanker dengan manuver Pugachev-nya yang sangat menakutkan itu juga bisa membawa peluru kendali udara ke darat, yaitu Kh-29T, Kh-31P(A), Kh-59M, KAB-500Kr, KAB-1500Kr, selain 1.500 butir peluru munisi panas GSh-301 dari kanon 30 milimeter S-25.

Skuadron Udara 11 ada di bawah Wing 5 TNI AU yang berkedudukan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar. Pada akhir Februari lalu (22/2) dua jet tempur Sukhoi Su-30Mk2 Flanker tiba, mendarat di landasan pangkalan udara di Makassar itu.

Saat tiba, kedua Su-30 Mk2 itu dalam keadaan dilepas sayap-sayap, dan radome radarnya agar muat di dalam ruang kargo An-124-100 itu. Setelah lengkap diturunkan semuanya, kedua pesawat tempur dengan riwayat penerbangan masih 0 jam terbang, baik untuk mesin ataupun struktur pesawat terbangnya, dirakit.

Kedua pesawat tempur TNI AU itu bagian dari enam tambahan Sukhoi Su-30 dan Su-27 yang dipesan lagi oleh Indonesia dari Rusia. Indonesia memesan varian Su-27 SKM dan Su-30 Mk2, karena Rusia menyesuaikan keperluan pembeli.

Sejak awal pada Maret 2003, Indonesia membeli seluruh penempur TNI AU itu dari pabriknya, KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) di Rusia.

Saat itu dua Su-27 SKM dan satu Su-30 Mk2 mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Maospati, Jawa Timur. Kedatangan kali kedua seri Sukhoi yang memiliki kemampuan di atas F-15 Eagle atau pesawat tempur generasi 4 ini adalah pada 2009 dan 2010.

Menurut sumber, berlainan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat pada umumnya, Rusia menjual produk-produk persenjataannya --terutama pesawat tempur-- dalam modul-modul terpisah, yang mengharuskan pembeli jeli dan cermat.

Masing-masing modul --termasuk sistem kesenjataan dan avionika-- itu dibeli secara terpisah dengan pelatihan terpisah pula. Persenjataan Sukhoi itu, sebagai misal, melalui proses yang berbeda dengan proses pembelian pesawat tempurnya.

Ini yang menyebabkan selama beberapa tahun, Su-27 SKM dan Su-30 Mk2 TNI AU terbang tanpa dilengkapi peluru kendali dan persenjataan lain.

Sumber: ANTARA News

Monday, August 12, 2013

Enam Pesawat Tempur F-16 Meriahkan HUT Kemerdekaan

Pesawat tempur F-16/Fighting Falcon saat keluar dari Shelter Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi untuk melaksanakan latihan fly pass bergabung dengan pesawat Sukhoi, Kamis (8/8). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

12 Agustus 2013, Magetan: Sebanyak enam pesawat tempur F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, yang akan memeriahkan peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana negara tinggalkan Home Basse menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (12/8).

Pesawat tempur F-16/Fighting Falcon tersebut akan bergabung dengan pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar untuk mengadakan latihan bersama/fly pass untuk memeriahkan HUT ke-68 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2013 mendatang.

Keberangkatan pesawat F-16/Fighting Falcon dalam rangka latihan fly pass yang akan dilaksanakan kurang lebih satu minggu tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Setiawan.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi