Wednesday, June 30, 2010

TNI AD Diminta Evaluasi Kodam

Danlanud Balikpapan Letkol Pnb Arif Widianto beserta pejabat Lanud menghadiri peresmian Kodam VI/Mulawarman oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta melalui upacara militer dimana dari Lanud Balikpapan juga menurunkan satu peleton pasukan, yang digelar di halaman Makodam, Senin (28/6). (Foto: Pentak Lanud Balikpapan)

30 Juni 2010, Jakarta -- Berbagai reaksi muncul dengan dipecahnya dua komando militer atau kodam di Kalimantan menjadi Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura untuk memperkuat kendali militer. TNI AD diharapkan mengevaluasi keberadaan komando kewilayahan yang ada.

”Kalau memang orientasinya karena ada perbatasan bisa diterima, tetapi pada saat yang sama seharusnya ada peninjauan ulang gelar pasukan di bagian barat Indonesia,” kata T Hari Prihatono dari ProPatria di Jakarta, Selasa (29/6).

Pembentukan dua kodam di Kalimantan tersebut diresmikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta sehari sebelumnya (Kompas, 29/6).

Menurut Hari, alasan dapat diterima juga kalau memang pijakannya adalah postur pertahanan. Postur pertahanan adalah konsep dan rencana pertahanan negara yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan setelah mendapat masukan dari TNI.

Namun, menurut Hari, sejalan dengan itu, seharusnya ada evaluasi terhadap komando kewilayahan di bagian barat Indonesia di mana yang menjadi orientasi adalah kapabilitasnya. Di daerah-daerah yang tidak berhubungan dengan ancaman dari luar, seperti di Jakarta, yang harus diperkuat adalah kapasitas tempurnya.

”Kodim (komando distrik militer) dan korem (komando resor militer) dihilangkan, yang diprioritaskan adalah kapasitas tempurnya,” kata Hari.

Al Araf dari Imparsial bahkan menolak pembentukan kodam baru di Kalimantan.

Menurut dia, langkah KSAD Jenderal George Toisutta ini tidak sejalan dengan semangat UU TNI, terutama Pasal 11 dan penjelasannya, yang mensyaratkan pembatasan perluasan komando teritorial. Hal itu khususnya yang menjelaskan pergelaran kekuatan tidak selalu mengikuti struktur pemerintahan.

Peresmian Kodam VI/Mulawarman

Kodam VI/Mlw diresmikan setelah Kodam VI/Tanjungpura dilikuidasi pada saat yang sama. Selanjutnya Kalimantan memiliki dua Kodam, yakni Kodam VI/Mlw berkedudukan di Balikpapan dan Kodam XII/Tpr berkedudukan di Pontianak. Penamaan kedua kodam ini, kata Letkol Inf Suwarjiyana, disesuaikan dengan sejarah daerah masing-masing. Tanjungpura adalah kerajaan tertua di Kalbar, sedangkan Mulawarman adalah salah satu raja kerajaan Kutai di masa lampau.

Ditambahkan, pemekaran kodam ini dirasa perlu dilakukan karena secara geografis, luas pulau Kalimantan lima kali lebih besar dari pulau Jawa. Tingkat ancaman juga cukup besar karena berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. “Di bagian daratan juga berbatasan langsung dengan Malaysia Timur (Sarawak) yang memiliki panjang perbatasan sekitar 966 kilometer, sehingga secara geografis dan pertahanan keamanan sudah bisa terbagi atas dua Kodam”, jelas Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Letkol Inf Suwarjiyana.

KOMPAS/Pentak Lanud Balikpapan

No comments:

Post a Comment