
29 Juni 2010, Surabaya -- Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat X, Selasa, tiba dengan penyambutan secara resmi di lapangan apel Yonif-1 Mar, Jalan Teluk Bayur, Surabaya.
Kedatangan mereka disambut Komandan Brigade Infanteri-1 Marinir Kolonel Marinir Amir Faisol mewakili Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Komandan Brigif-1 Marinir, Komandan Pasmar-1 mengatakan Satgasmar X telah melaksanakan tugas mulia bagi bangsa dan negara selama kurang lebih enam bulan.
"Tugas negara yang kalian emban bukanlah tugas yang ringan, sebab selain dituntut untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia," katanya.
Hal itu, lanjutnya, dilaksanakan dalam rangka menjunjung tinggi martabat Korps Marinir, TNI AL, TNI, bangsa, dan negara.
"Penugasan bagi prajurit Korps Marinir adalah suatu kepercayaan, sedangkan kepercayaan adalah suatu kehormatan sekaligus merupakan kebanggaan, sehingga dengan tekad itulah kalian dapat menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan harapan pimpinan yaitu menjaga keutuhan NKRI," paparnya.
Oleh karena itu, Komandan Brigif-1 Marinir, Komandan Pasmar-1 mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada personel Satgasmar Ambalat X.
"Mudah-mudahan apa yang kalian dapatkan bisa menambah pengalaman dan wawasan tentang tugas-tugas yang akan datang," kata orang nomor satu di jajaran Pasmar-1 itu.
Setelah melaksanakan upacara penyambutan, tim dari Rumah Sakit Marinir Gunungsari melakukan pengecekan kesehatan kepada personel Satgasmar Ambalat X dengan Komandan Satgas Kapten Marinir Imam Syafi'i itu.
Upacara penyambutan dihadiri Pasops Brigif-1 Mar Letkol Mar Sugianto, S.Sos, Danyon Komlek-1 Mar Letkol Mar Edy Cahyo Sumarno, dan Danyonif-5 Mar Mayor Marinir Nurhidayat.








ANTARA Jatim/detikFoto
"Tugas negara yang kalian emban bukanlah tugas yang ringan, sebab selain dituntut untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia,"
ReplyDelete