Sunday, March 14, 2010

Presiden Chavez Resmikan Jet Latih Buatan Cina

Foto dirilis oleh Kantor Kepresidenan Miraflores, saat Presiden Venezuela Hugo Chavez (tengah) mengecek pesawat latih buatan Cina K-8 di pangkalan militer di Barquisimeto, Venezuela. (Foto: AP)

14 Maret 2010 -- Presiden Venezuela Hugo Chavez secara resmi menerima pesawat pertama K-8W yang dibeli dari Cina, Sabtu (13/3) di pangkalan militer di Barquisimeto di negara bagian Lara. Jet tempur K-8 digunakan untuk pesawat latih, tetapi dipersenjatai dengan senapan mesin, rudal udara ke darat, bom dan roket.

Pemerintah Venezuela membeli 18 K-8W dan berencana menambah hingga mencapai 40 pesawat. K-8 dikembangkan kerjasama Cina dan Pakistan guna mendukung operasi darat.

Pemerintah Venezuela dan China melakukan negosiasi pembelian K-8 pada akhir 2008 bagian dari upaya Caracas memodernisasi dan mengganti jet tempur tua, sebagian besar berdasarkan teknologi Amerika Serikat.

Amerika Serikat menghalangi Venezuela membeli peralatan militer yang mengandung komponen buatan Amerika Serikat atau paten milik perusahaan Amerika Serikat. Sebelum memutuskan membeli K-8, Venezuela berminat membeli jet tempur latih/serang ringan L-159 dari Republik Ceko, tetapi dihalangi oleh Amerika Serikat.

Presiden Hugo Chavez melihat model jet tempur buatan Cina K-8. (Foto: Reuters)


K-8 dikembangkan bersama Cina dan Pakistan.

Cina, Belarusia dan Rusia pemasok utama peralatan militer ke Venezuela. Rusia telah memasok jet tempur Sukhoi Su-30, helikopter angkut militer, 100.000 senapan serbu automatis AK-103 senilai 3 juta dolar pada 2006.

Saat kunjungan Chavez ke Moskow tahun lalu, pemerintah Rusia menyetujui pembiayaan pembelian senjata senilai 2,2 milyar dolar. Menurut pemerintah Venezuela akan dibelanjakan sistem rudal anti pesawat terbang bergerak Igla-S dan 92 tank tipe T-72.

Latin American Herald Tribune
/@beritahankam

No comments:

Post a Comment