Sunday, March 14, 2010

Panglima TNI: Simulasi Antiteror untuk Tunjukkan TNI-Polri Profesional

Sejumlah personel tim gabungan Penanggulangan Teror TNI dan Polri melakukan selebrasi seusai menjalani latihan gabungan (Latgab) TNI-Polri antiteror, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (13/3) malam. Latihan gabungan yang melibatkan pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo), Densus 88, dan Kopassus, itu digelar antara lain untuk mengantisipasi aksi terorisme di kawasan vital seperti Bandara. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/spt/10)

14 Maret 2010, Jakarta -- TNI-Polri kembali mengadakan latihan gabungan (Latgab) penanggulangan terorisme di obyek-obyek yang rawan aksi teror. Latihan tersebut untuk menunjukkan kedua institusi itu cukup profesional dalam menangkal terorisme.

"Latihan ini menunjukkan TNI-Polri bisa profesional," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di sela-sela menyaksikan Latgab TNI-Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (13/3/2010) malam.

Sebelumnya, latihan serupa telah digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (Jakpus).

Sejumlah personel tim gabungan Penanggulangan Teror TNI dan Polri melakukan penyerangan ke pesawat yang dibajak saat latihan gabungan (Latgab) TNI-Polri antiteror, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (13/3) malam. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/spt/10)

ejumlah petugas berusaha memadamkan api yang membakar replika bangunan saat latihan gabungan (Latgab) TNI-Polri antiteror dan keselamatan penerbangan, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (13/3) malam. Latihan tersebut digelar untuk penanggulangan situasi gawat darurat penerbangan. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/spt/10)

Pada kesempatan yang sama, Kapuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, Latgab TNI-Polri ini sesungguhnya merupakan program tahun 2009 lalu, namun tertunda.

"Latihan ini merupakan upaya untuk menghadapi reality yang ada jika memang benar terjadi kondisi seperti itu," tandasnya.

Ia menambahkan, penanggulangan teror tidak bisa dilakukan oleh institusi Polri atau TNI semata.

"Sebenarnya itu untuk memantapkan kegiatan kami yang dilakukan secara rutin. Dan ini membuktikan penanggulangan teror tidak bisa oleh satu institusi, semua berperan," tegas Sagom.

detikNews

No comments:

Post a Comment

Post a Comment