Friday, September 4, 2009

Wadanjen Kopassus Tutup pendidikan Komando Angkatan 88


2 September 2009, Cilacap -- Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Brigjen TNI Wisnu Bawa Tenaya menutup secara resmi pendidikan Komando Angkatan 88 tahun 2009 di Pantai Permisan, Cilacap Jawa Tengah, Rabu (19/8).

Pelaksanaan pendidikan Komando adalah merupakan pendidikan untuk mendapatkan kwalifikasi tertinggi di TNI-AD kali ini telah memasuki angkatan ke-88. Pada pendidikan Komando angkatan-88 tahun 2009 ini berhasil meluluskan 137 orang dari jumlah awal peserta didik sejumlah 154 orang. Komando angkatan-88 kali ini juga diikuti oleh 4 orang anggota Kostrad dan semua lulus.

Pendidikan Komando tahun 2009 juga merupakan pendidikan uji coba perubahan kurikulum pendidikan terutama lama pendidikan Komando dari 6 bulan menjadi 5 bulan dengan tahap-tahap yang terdiri dari tahap basis, tahap Gunung hutan dan tahap rawa laut dengan jenjang latihan bartahap,bartingkat dan berlanjut. Dalam amanat Danjen Kopassus yang disampaikan oleh Wadanjen Kopassus, pimpinan Kopassus mengingatkan dan mengharapkan dengan status sebagai prajurit Komando sekarang ini, maka setiap prajurit telah memiliki beban tugas dan tanggung jawab serta kewajiban yang tidak ringan dalam menghadapi setiap penugasan dalam mengatasi setiap ancaman yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Dalam benak setiap prajurit Komando hendaknya senantiasa mau berusaha meningkatkan kemampuan profesionalitasnya, mau belajar dan berlatih serta senantiasa siap melaksanakan tugas dimanapun demi tetap tegaknya NKRI.

Pelatihan Hukum Humaniter dan HAM bagi anggota Kopassus


Wakil Komandan Jenderal Kopassus Brigjen TNI Wisnu Bawa Tenaya membuka kegiatan pelatihan Hukum Humaniter dan HAM di gedung Flamboyan Makopassus Cijantung, Senin (31/8).

Kegiatan pelatihan Hukum Humaniter dan HAM tersebut dilaksanakan mulai tanggal 31 Agustus s.d 4 September 2009 diikuti oleh 50 orang anggota Kopassus terdiri 13 Perwira, 31 Bintara dan 6 Tamtama. Kegiatan ini diselenggarakan oleh staf Hukum Kopassus bekerjasama dengan Ditkumad, perwakilan Norwegian Centre for Human Right (NCHR) dan FRR Low Office yang akan memberikan materi berkaitan dengan aplikasi dan prosedur penerapan hukum Humaniter dan HAM yang berlaku secara universal di seluruh dunia sehingga diharapkan dapat memberikan kemampuan dan keterampilan para prajurit Kopassus dalam menerapkan materi tersebut di daerah penugasan.

Dalam sambutan Danjen Kopassus yang disampaikan oleh Wadanjen Kopassus menegaskan bahwa Kopassus sebagai bagian integral TNI yang melaksanakan tugas pertahanan berkewajiban memahami tentang pemahaman Hukum Humaniter dan HAM bagi seluruh prajurit, baik diwaktu damai maupun diwaktu perang sesuai dengan amanat konvensi Jeneva 1949 dan hasil Ratifikasi nomor 59 tahun 1959.

Untuk itu pimpinan berharap dengan kegiatan ini maka akan terpelihara dan meningkatnya profesionalisme seluruh prajurit Kopassus dalam memahami dan mengerti permasalahan yang dihadapi di medan tugas, karena telah memiliki pegangan yang betul-betul diyakini yaitu pedoman Hukum Humaniter dan HAM sehingga tidak ada satupun prajurit Kopassus yang ragu-ragu untuk bertindak dalam pelaksanaan tugas.

KOPASSUS

No comments:

Post a Comment

Post a Comment