Saturday, January 31, 2009

Pusat Pengkajian Strategi TNI Diresmikan

30 Januari 2009, Jakarta -- Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso meresmikan organisasi dan gedung Pusat Pengkajian Strategi (PUSJIANTRA) TNI di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (30/1).

Peresmian ini berdasarkan peraturan Panglima TNI Nomor : Perpang/39/VI/2008 Tanggal 16 Juni 2008 tentang pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Pusat pengkajian Strategi TNI.

Pembentukan pusat pengkajian dilatarbelakangi pemikiran Panglima TNI saat Latihan Gabungan yang digelar tahun lalu.

Pembukaan Latgab TNI 2008

Brigjen Julias L Tobing ditunjuk sebagai Kepala Pusat Pengkajian Strategi yang pertama. "Diperlukan badan yang mengkaji secara khusus perubahan lingkungan strategis yang berlangsung begitu pesat dan cepat demi kepentingan TNI," katanya saat upacara peresmian.

Menurutnya, setiap negara harus pandai-pandai memosisikan diri sekaligus menyelaraskan dinamika dalam negerinya dengan arus pergeseran dan perubahan global. "Tantangan TNI ke depan tidak makin ringan," kata Djoko. Dia mengatakan, TNI harus mampu merumuskan kebijakan dan strategi pembinaan dan penggunaan kekuatan dengan sebaik-baiknya.

Guna mewujudkan institusi Pusjianstra TNI yang berkwalitas sebagai mana yang diharapkan Panglima TNI menyampaikan beberapa harapan kepada Pusjianstra TNI sebagai berikut: Pertama kepada Kepala dan personel Pusjianstra TNI agar segera mengintegrasikan diri dengan lembaga serta tugas pokok dan fungsi masing-masing guna menghasilkan kajian-kajian yang bernilai strategis dan excellent.

Kedua pembentukan Pusjianstra TNI merupakan tonggak sejarah, untuk itu bangun kerangka dasar organisasi baik yang bersifat prosedural maupun pilsapati agar terwujud tradisi dan budaya yang kuat sehingga Pusjianstra TNI dapat tumbuh dan berkembang menjadi Pusat kajian Strategis yang unggul dan bermanfaat bagi TNI Bangsa dan Negara.

Ketiga bangun dan jalin jejaring kerja dengan lembaga lembaga pengkajian strategis yang telah ada baik di dalam negeri maupun di luar negeri guna mengembangkan dan meningkatkan kwalitas dan kapasitas Pusjianstra.

Keempat tingkatkan kemampuan dalam menyusun konsep strategis militer, sebagai penjabaran strategis pertahanan negara dan dinamika perkembangan lingkungan strategis sebagai bahan utama penyusunan kebijakan TNI yang meliputi kegiatan kemampuan dan gelar TNI.

Kelima sebagai lembaga atau organisasi baru tentu banyak kekurangan dan mungkin kendala yang akan dihadapi. Atasi itu semua dengan kerja keras, militansi dan dedikasi yang tinggi.

Ikut menghadiri upacara peresmian Pusjianstra TNI selain pejabat teras dari Mabes TNI dan Angkatan juga dihadiri para pakar dari berbagai lembaga pengkajian strategis.(jurnalnasional.com/tni.mil.id)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment