Thursday, January 29, 2009

Jabatan Komandan Skadron Udara 7 Diserahterimakan


29 Januari 2009, Subang -- Komandan Lanud Suryadarma Kol. Pnb. Ras Rendro Bowo S.,S.E. memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Skadron Udara (Danskadron) 7 Lanud Suryadarma dari Letnan Kolonel Pnb Tahyodi,S.AP., kepada Letnan Kolonel Pnb Sri Duto Dhanisworo, S.AP., di Apron Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Rabu (28/1). Pejabat lama selanjutnya akan menjabat sebagai Dosen dan Perwira Penuntun pada Sekolah Komando dan Kesatuan TNI AU (Sekkau), Jakarta sedangkan pejabat baru sebelumnya Kepala Dinas Personel Lanud Suryadarma. Acara dihadiri undangan pejabat sipil dan militer Subang, Purwakarta dan Karawang.

Dalam amanatnya Danlanud Suryadarma menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pejabat yang mendapat promosi dan kepercayaan dari pimpinan TNI AU menduduki jabatan barunya. Sertijab Danskadron 7 di satu sisi dimaksudkan penyegaran organisasi, di sisi lain sebagai salah satu bentuk reward bagi personel yang bersangkutan agar dapat muncul sebagai figur yang mumpuni. Reward diberikan setelah diadakan penentuan dengan berbagai kriteria penilaian oleh pimpinan. Sehingga pergantian komandan skadron merupakan sesuatu yang wajar tetapi sebelumnya telah melalui penentuan dan penilaian yang ketat.

Ditambahkan Skadron Udara 7 sebagai satuan pelaksana Lanud Suryadarma dengan pengawakan dua tipe Pesawat Helikopter Bell 47 G Solooy dan EC 120 Colibri bertugas untuk menyiapkan dan melaksanakan pembinaan serta pengoperasian unsur-unsur udara beserta fungsinya, selain itu mendapatkan juga tugas tambahan menyelenggarakan pendidikan Sekolah Penerbang Helikopter TNI. Oleh karena itu, danskadron yang baru harus dapat melanjutkan tugas-tugas tersebut agar tidak memotong mata rantai prosedur yang telah berjalan selama ini.


Letnan Kolonel Sri Duto Dhanisworo, S.AP., sebagai Danskadron udara 7 yang merupakan alumni Akademi Angkatan Udara tahun 1992 adalah penerbang dan instruktur Pesawat Helikopter TNI AU di Skadron Udara 7. Bapak dengan dua anak kelahiran Surabaya tersebut mengawali karir sejak pangkatnya Letnan Dua tahun 1992 sebagai Penerbang Helikopter di Skadron Udara 7, Kalijati. Ia merupakan pejabat Danskadron Udara 7 yang ke-20 sebagai puncak karirnya di Skadron Udara 7, setelah sekitar 17 tahun bertugas. Skadron Udara 7 Helikopter selain bertugas memberikan dukungan operasi udara bagi satuan lain juga sebagai skadron pencetak Pilot Helikopter TNI atau dengan sebutan “all chopper were born in here”.

tni-au.mil.id

No comments:

Post a Comment

Post a Comment