Monday, April 19, 2010

RI-AS Latihan Bersama Pengangkutan Udara

Komandan Batalion 467 Paskhas TNI AU Letkol (Pasukan) LM Siregar (kanan) berkoordinasi dengan Koordinator Lapangan US Air Force Kapten John Waldroup (tengah) saat latihan gabungan terjun payung di Lanud Gorda, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (21/4). Kerjasama dilakukan dalam rangka peningkatan kerjasama militer antara Indonesia dan Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman/Koz/mes/10)

19 April 2010, Jakarta -- Angkatan Udara Republik Indonesia (RI) dan Amerika Serikat (AS) melakukan latihan bersama pengangkutan udara taktis bersandi "cope west 10" mulai 19 hingga 23 April 2010.

Komandan Wing I Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Djoko Senoputro kepada ANTARA di Jakarta, Senin mengatakan, latihan bersama digelar di Pangakalan Udara Halim Perdana Kusuma melibatkan satuan pesawat C-130 Hercules TNI AU dan tiga unit pesawat sejenis dari Wing 376 pangkalan udara AS di Yakoda, Jepang.

"`Cope west 10` merupakan latihan pengangkutan udara taktis bilateral yang melibatkan angkatan udara RI dan AS yang dirancang untuk meningkatkan inter-operabilitas antara angkatan udara kedua negara," katanya.

Latihan bersama tersebut, juga memungkinkan pertukaran teknik yang berkaitan dengan operasi pengangkutan, operasi pendaratan dan penerjunan dari pesawat-pesawat AU RI dan AS.

"Dalam latihan kali ini, kita diperkenalkan dengan sistem dropping udara baru (ICDS) yang bisa dilakukan dari ketinggian 5.000 kaki," ungkap Djoko.

Ia menambahkan, sebelum melakukan dropping, diterjunkan transmiter yang akan mengumpulkan data tentang cuaca, arah dan kecepatan angin. Data kemudian dikirim ke pesawat untuk diolah oleh kru, kemudian dilakukan drooping.

"Latihan ini, sangat membantu untuk operasi militer maupun operasi militer selain perang, seperti saat terjadi bencana dan satu daerah tidak dapat didarati pesawat berbadan besar dan lebar," kata Djoko.

Komandan Wing 376 Letnan Kolonel Dave Kincaid menambahkan, selain memperkenalkan sistem droping udara baru pihaknya juga memberikan beberapa teknik pengangkutan udara.

"Kami juga berlatih bersama `Tactical Low Level, Cargo Drop dan Personel Drop` yang melibatkan unsur-unsur operator pesawat Hercules. Intinya dirancang untuk meningkatkan inter-operabilitas antara angkatan udara kedua negara," katanya.

Latihan dilakukan hingga 23 April 2010 dengan mengambil area latihan Pangkalan Udara Halimperdanakusuma dan Lapangan Gorda, Serang.

ANTARA News

No comments:

Post a Comment

Post a Comment