Friday, February 13, 2009

Kazakhstan Akan Menerima Sistim Pertahanan Udara S-300 Dari Rusia

S-300 PMU

13 Februari 2009, Kazakhstan akan menerima sistem pertahanan udara S-300 versi terakhir dalam jumlah yang signifikan dari Rusia ujar Menteri Pertahanan Kazakhstan Danial Akhmetov (12/1). Versi terakhir ini disebut S-300PMU2 Favorit (SA-20 Gargoyle).

Kazakhstan salah satu anggota Collective Security Treaty Organization (CSTO) bersama dengan Rusia, Armenia, Belarusia, Kyrgyzstan, Uzbekistan dan Tajikistan. CSTO merupakan grup keamanan yang dibentuk pasca tumbangnya Uni Soviet.

Tahun lalu, Rusia mengumumkan merencanakan meluaskan kerjasama teknis militer dengan para anggota CSTO serta membangun jaringan sistem pertahanan udara yang terintegrasi.

Sistem pertahanan udara yang akan diterima Kazakhstan ini, membantu berintegrasi dengan CSTO dan secara signifikan meningkatkan pertahanan udaranya.

S-300PMU2 Favorit berdaya jangkau hingga 195 km (120 mil), mampu melakukan pencegatan pesawat terbang dan rudal balistik pada ketinggian 10 m sampai 27 km, menggunakan rudal darat ke udara 48N6.

S-300 dikembangkan oleh Almaz Central Design Bureau di tahun 1960-an hingga 1970-an. Uji coba pertama dilakukan pertengahan era 1970-an, mulai digunakan oleh AB Uni Soviet tahun 1978 dengan nama S-300PT sebagai penganti S-75. Kemudian digantikan oleh S-300PS tahun 1982 dan S-300M tahun 1993.

Versi eksport S-300PS/S-300PM dikenal sebagai S-300 PMU dan S-300 PMU-1/2.

Sistem pertahanan udara ini dapat dipadankan dengan MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat.

Sistem ini telah digunakan oleh Rusia, Belarusia, Ukraina, Slowakia, Hungaria, Bulgaria, Aljazair, Yunani, India, Vietnam, Cina, Armenia, segera Kazakhstan sedangkan Iran tidak dapat dikonfirmasi secara resmi. (RIA Novosti/beritahankam.blogspot.com)

Singapura Gabung Pasukan Multi Internasional

Super Puma AU Singapura

12 Februari 2009, Singapura -- Singapura akan mengirim sebuah kapal dan dua helikopter untuk bergabung dengan operasi anti perompakan yang digelar pasukan multi internasional, kata televisi milik pemerintah yang mengutip pernyataan menteri pertahanannya.

Teo Chee Hean mengemukakan kepada parlemen Singapura, bahwa sebagai satu negara maritim Singapura terikat untuk mendukung usaha-usaha internasional menyelamatkan dan mengamankan jalur pelayaran, kata televisi Saluran NewsAsia di lamannya.

Teo mengatakan penggelaran kapal pendarat tank dan helikopter Super Puma akan dilakukan setelah 'pengaturan-pengaturan operasional' dibuat tahun ini, dan kapal serta helikopter itu berada di kawasan itu selama tiga bulan.

Para perompak membajak kapal-kapal di Teluk Aden yang menghubungkan Eropa dengan Asia dan Timur Tengah melalui Terusan Suez, membajak belasan kapal tahun lalu dan memperoleh uang tebusan jutaan dolar.

Angkatan laut asing termasuk dari China, negara-negara Uni Eropa dikerahkan untuk menghadapi ancaman perompakan dan usaha itu berhasil mengurangi jumlah pembajakan , walaupun sebuah kapal tangki dibajak 29 Januari.

Satuan Tugas Gabungan 151, dengan sekitar delapan kapal perang termasuk kapal-kapal AS dan negara-negara lain dari Inggris, Kanada, Denmark,Prancis, Jerman dan Pakistan. (kapanlagi.com)

DPR RI Sampaikan Penghargaan Kepada Prajurit TNI AL Yang Bertugas di Perbatasan dan Pulau Terdepan

KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, menjawab pertanyaan anggota dewan, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi I, di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/2). Dalam rapat tersebut antara lain dibahas mengenai anggaran dan berbagai permasalahan TNI AL, peran serta jajaran TNI AL untuk mendukung kelancaran distribusi logistik Pemilu ke kawasan pulau-pulau kecil dan terisolasi di seluruh daerah pemilihan. (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/pd/09)

13 Februari 2009, Jakarta -- Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E. mengatakan bahwa Komisi I DPR RI secara bulat menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap para prajurit TNI AL yang bertugas di pulau – pulau terdepan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut kata Kadispenal merupakan salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi I DPR RI Theo L Sambuaga dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. dan Wakasal Laksdya TNI Mokhlas Sidik. MPH serta sejumlah pejabat teras TNI AL lainnya di DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).

Oleh karena itu, Komisi I DPR RI sepakat merekomendasikan kepada pemerintah agar memprioritaskan peningkatan anggaran kesejahteraan prajurit TNI AL yang bertugas di perbatasan dan pulau – pulau terluar.

Menanggapi tentang kurangnya dukungan kebutuhan BBM dan BMP TNI AL untuk melaksanakan operasi dan latihan serta kebutuhan di pangkalan, maka Komisi I DPR RI juga secara bulat mendesak pemerintah agar memenuhi kebutuhan atas TNI AL baik BBM maupun BMP karena kenyataannya alokasi anggaran yang ada bagi kebutuhan tersebut sangat minim yang mengakibatkan TNI AL tidak dapat mendukung kegiatan operasi dan kegiatan rutin bahkan tidak dapat mendukung pemeliharaan KRI. Selain itu juga mendesak pemerintah agar meningkatkan dukungan anggaran dalam rangka pembangunan kekuatan berupa alutsista secara komprehensif.

Komsisi I DPR RI juga menegaskan kepada seluruh jajaran TNI AL agar mengintensifkan kegiatan operasi dan kehadiran unsur-unsurnya dalam rangka pengamanan pulau-pulau terdepan karena hal tersebut berpengaruh langsung terhadap penarikan garis batas wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu juga Komisi I DPR RI meminta kepada pemerintah agar memberikan insentif kepada aparat Negara. (tni.mil.id)

Polri-TNI Buru Kriminal Bersenjata

Peta Kabupaten Nagan Raya

13 Pebruari 2009, Nagan Raya -- Sebanyak 250 aparat keamanan, terdiri dari 200 aparat Polres Nagan Raya dan Brimob Kompi V Kuala dibantu 50 anggota TNI dari Kodim 0116, memburu kelompok kriminal bersenjata di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

"Sempat terjadi kontak senjata selama 15 menit antara kelompok kriminal dengan anggota Polres, kami masih terus memburu kelompok yang menyerang aparat itu," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Ari Subijanto di Nagan Raya, Kamis.

Kontak senjata pada pukul 13.00 WIB itu terjadi ketika personil dari satuan reserse dan kriminal Polres Nagan Raya melakukan operasi pemberantasan illegal logging di kawasan pengunungan tersebut.

"Kelompok bersenjata itu lebih dulu menyerang anggota, sehingga anggota juga terpaksa melepaskan tembakan balasan," katanya.

Merasa terdesak kelompok kriminal yang diduga lebih dari dua orang itu berlari ke arah hutan.

Aparat gabungan itu juga telah mengepung empat lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok kriminal itu yakni di kawasan desa Bumi Sari, Rambong, Beutong, serta satu wilayah yang belum diketahui namanya.

"Kami akan berusaha menangkap komplotan pengacau keamanan ini," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Ari Subijanto. (gatra.com)

Kemampuan Patroli Angkatan Laut Hanya Delapan Hari Tiap Triwulan

KRI Mandau 621 Kapal Patroli Cepat Berpeluru Kendali


12 Februari 2009, Jakarta -- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Jumat pagi, mengingatkan Pemerintah RI agar jangan lagi hanya memberi anggaran BBM sangat terbatas, sehingga TNI Angkatan Laut kita cuma bisa berpatroli delapan hari dalam setiap triwulan (90 hari).

"Kalau sudah begitu, kan omong kosong kita semua mengatakan bahwa NKRI adalah harga mati. Buktinya, upaya konkret mendukung operasi menjaga kedaulatan Negara Kepulauan ini masih seperti sekarang. Padahal, kita di Komisi I berusaha keras meningkatkan anggaran pertahanan," tandasnya kepada ANTARA.

Ia mengatakan juga mengatakan, tiap tahun Komisi I DPR RI terus berjuang keras untuk meningkatkan anggaran pertahanan. "Tetapi Pemerintah tetap kelihatannya tidak sanggup memenuhinya," ujarnya lagi.

Ia menunjuk bukti, dari anggaran kebutuhan minimal Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2008 sebesar Rp100 triliun saja, Pemerintah hanya sanggup penuhi sekitar sepertiganya saja.

"Lalu pada tahun 2009 sekarang ini, prosentase pemenuhan anggarannya juga tak beranjak jauh," ungkap politisi muda Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Tanggungjawab Jaga Perairan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI bidang Pertahanan ini, lalu mengingatkan, agar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan TNI Angkatan Laut (AL) harus segera diatasi.

"Namun sayangnya, kenyataannya sekarang malah semakin menurun. Jadi, amat tidak masuk akal, bahwa TNI AL dituntut bertanggungjawab penuh menjaga perairan yang meliputi dua pertiga wilayah kedaulatan Indonesia, termasuk menjaga pulau-pulau terdepan di kawasan perbatasan, sementara anggaran mereka tidak memadai," ungkapnya lagi.

Mengenai kebutuhan dana untuk BBM dalam rangka patroli laut, menurutnya lagi, untuk triwulan pertama tahun 2009, mestinya Rp533 miliar. "Tetapi Pemerintah hanya mengeluarkan dana sebesar Rp90 miliar, atau cuma 16,8 persen," ujarnya.

Ini, demikian Yusron Ihza Mahendra, amat tidak logis.

"Jika Pemerintah menyerukan agar hemat, maka apanya lagi yang akan dihemat? Apakah patroli yang seharusnya tiap hari dilakukan tapi nyatanya harnya delapan hari saja dari 90 hari tersebut akan diturunkan jadi hanya empat jam saja per triwulan," tanyanya.

Kalau sudah begitu, ujarnya, sama saja tidak ada patroli sama sekali, biar benar-benar hemat.

"Menurut saya, jalan yang harus ditempuh bukanlah hemat, tapi Pemerintah meningkatkan pendapatan," katanya meyakinkan.

Berdayakan Industri Strategis

Sejumlah pekerja melakukan pekerjaan akhir pada bagian body Panser 6x6 APV di PT PINDAD, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/2). Departemen Pertahanan dan Keamanan Indonesia memesan sebanyak 150 buah Panser jenis APV 6x6 yang rencannanya akan diserahkan secara bertahap hingga akhir Desember 2009 untuk memenuhi kebutuhan Alusista Nasional. (Foto: ANTARA/Rezza Estily/ED/mes/09)

Dalam kaitan mencari terobosan baru untuk adanya pembiayaan minimal, Yusron Ihza Mahendra lalu mengusulkan, antara lain mengubah paradigma berpikir.

"Pertahanan, misalnya dapat dijadikan profit center dan bukan cost center. Caranya adalah dengan membangun industri pertahanan," usulnya lagi.

Ia menambahkan, kalau Amerika Serikat (AS) saja sanggup memicu pertumbuhan ekonomi dengan membangun industri pertahanan seperti yang dilakukan Presiden Ronald Reagan melalui Reaganomicnya, mengapa kita tidak berpikir ke arah itu?

"Kita punya 10 buah industri strategis. Berdayakan itu. Kita punya PT Pindad, PT DI, PT PAL, PT Krakatau Steel, dan lain-lain. Ini semua adalah modal," ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, industri pertahanan dapat dijadikan lokomotif untuk menarik gerbong perekonomian nasional.

"Makanya, saya tidak setuju dengan penghematan yang keterlaluan dan tidak masuk akal itu. Sikap hemat seperti ini menunjukkan sikap pasrah dan lemah," kata Yusron Ihza Mahendra lagi. (antara.co.id)

Admin sependapat dengan Bung Yusron, industri militer dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi. Ini telah dibuktikan oleh Australia dengan ANZAC Project melibatkan ratusan industri dalam negeri, India dengan BrahMos-2 Project akan melibatkan industri dalam negeri dalam jumlah cukup banyak. Korea Selatan telah menjadi eksportir senjata. Yang dibutuhkan hanya kemauan politik yang kuat dari pemerintah berkuasa didukung DPR.

Tiadanya dana hanya omong kosong saja, untuk memilih 2 orang untuk berkuasa hampir menghabiskan Rp 1 Trilyun, enteng dikeluarkan dan selalu tersedia. Untuk membeli satu skadron dicicil seperti negeri ini tak menghasilkan apa-apa.

Dan tidak mungkin mendapatkan alih teknologi jika membeli dengan sistim retail. Kita harus membeli dalam sistim grosir, seperti India dengan MRCA projectnya. Banyak negara berlomba menawarkan produknya yang dibuat khusus plus alih teknologi.

Keberangkatan KRI Diponegoro ke Lebanon Diundur

KRI Diponegoro 365

13 Februari 2009, Jakarta -- Keberangkatan KRI Diponegoro-365 ke Lebanon untuk bergabung dalam Gugus Tugas Maritim (Maritime Task Force) PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL), terpaksa diundur mengingat belum lengkapnya proses administrasi.

Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, mengatakan, kelengkapan proses administrasi dimaksud terkait penggantian biaya operasional KRI Diponegoro oleh PBB.

"Misalnya, jika kapal mengalami kerusakan dalam perjalanan Indonesia-Lebanon apakah biaya perbaikannya menjadi tanggungan PBB atau tidak, itu masih dibahas antara TNI dan PBB," ujarnya, mencontohkan.

Sagom mengatakan, pihak TNI saat ini tengah mendata dan menghitung ulang seluruh dukungan yang diperlukan mulai dari kapal diberangkatkan hingga beroperasi di wilayah perairan Lebanon Selatan dan kembali ke Indonesia.

Setelah ada persetujuan terhadap kalkulasi administrasi oleh pejabat PBB yang ditunjuk dan dipastikan ada penggantian dari PBB maka kapal akan segera diberangkatkan ke Lebanon, kata Sagom.

Semula KRI Diponegoro akan diberangkatkan ke Lebanon pada Jumat (13/2) dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut melalui upacara pemberangkatan ala militer yang dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso.

Sebelum diberangkatkan, tim inspeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, KRI Diponegoro TNI AL layak untuk dikirim ke Lebanon Selatan guna bergabung dalam Satgas Maritim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL).

Sebelum diinspeksi oleh tim PBB kapal Diponegoro telah menjalani pemeriksaan dan uji oleh tim Mabes TNI AL.

UNIFIL saat ini memiliki kekuatan pasukan berkisar 13.000 personel, yang terdiri dari pasukan darat dan pasukan laut. Pasukan darat terdiri dari dua sektor, yaitu sektor barat dan timur. Pasukan darat dan laut tetap di bawah kendali dari Force Commander UNIFIL yang saat ini dijabat Mayjen Claudio Graziano dari Itali.

Kemampuan personel dan perlengkapan yang akan dikirim dalam misi PBB, tentunya harus memenuhi standar yang diterapkan PBB. Hal ini untuk memudahkan PBB dalam melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan baik sebelum "deployment" dan selama di daerah tugas.

Persyaratan minimal untuk kapal perang yang akan bergabung dalam MTF UNIFIL antara lain, mampu mengoperasikan/mengendalikan heli, mampu melaksanakan SAR, mampu melaksanakan RAS (Pengisian BBM di laut), memiliki fasilitas kesehatan kelas satu, dan memiliki "combat management system" secara "real time".

Selain itu mampu melaksanakan "self protection", memiliki kemampuan mengidentifikasi kawan/lawan (IFF), memiliki berbagai jenis persenjataan serta mampu memberikan bantuan kepada Angkatan Laut Lebanon.

Dengan keluarnnya kelayakan sesuai standar PBB, maka kapal dengan 99 awak dijadwalkan berangkat ke Lebanon pada 13 Februari dari Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta dan diperkirakan tiba Maret 2009 di Lebanon Selatan.

Di Lebanon, KRI Diponegoro akan bergabung dalam Satuan Tugas Maritim (Maritime Task Force/MTF) UNIFIL di bawah Comander Task Force (CTF 448) dimana beberapa negara telah mengirimkan kapal perangnya seperti Prancis, Turki, Yunani, Italia, Spanyol dan Jerman. (antara.co.id)

Thursday, February 12, 2009

AU India Mengoperasikan BrahMos Mulai Tahun 2012

Misil BrahMos (Foto: drdo.org)

12 Februari 2009, Bangalore, India -- Misil penjelajah supersonik BrahMos akan dioperasikan AU India tahun 2012, ujar CEO BrahMos Aerospace Sivathanu Pillai (12/2). Saat mempresentasikan BrahMos versi angkatan udara di pameran udara Aero India 2009 di Bangalore India.

BrahMos Aerospace perusahaan patungan India dan Rusia didirikan tahun 1998, memproduksi dan memasarkan misil supersonik BrahMos, versi laut dan udara sukses diujicoba dan telah dioperasikan oleh AD dan AL India.

Misil BrahMos berdaya jangkau 290 km (180 miles), sanggup dimuati hulu ledak konvensional hingga 300 kg (660 lb), dapat menjangkau sasaran mulai ketinggian 10 m (30 feet) serta mempunyai kecepatan hingga 2,8 mach. Lebih kurang tiga kali lebih cepat dari misil penjelajah subsonik Tomahawk buatan Amerika Serikat.

Untuk versi AU, misil harus dikurangi beratnya dan dipastikan stabilitas aerodinamisnya setelah diluncurkan dari pesawat terbang. Ukuran booster harus dikurangi karena misil telah mempunyai kecepatan sendiri saat diluncurkan dari pesawat.

SU-30 MKI Angkatan Udara India

SU-30 MKI Flanker-H dipilih AU India sebagai wahana peluncur misil sesuai saat proses ujicoba. Akan tetapi memerlukan waktu hingga empat tahun menuntaskan proses up-grade pesawat hingga mampu mengotong dan meluncurkan misil BrahMos.

Direncanakan akan diproduksi sekurang-kurangnya 140 SU-30 MKI hingga tahun 2014 dibawah lisensi Rusia dengan hak transfer teknologi sepenuhnya.

Para analis memperkirakan India akan membeli hingga 1000 misil BrahMos untuk angkatan bersenjatanya, dan mengekspor hingga 2000 misil ke berbagai negara.

Dikabarkan angkatan bersenjata Indonesia tertarik juga melengkapi armada kapal perangnya dengan BrahMos.

Saat kunjungan menteri pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov ke India tahun lalu, disetujui mengembangkan misil versi hipersonik berkecepatan 5 -7 Mach, dikenal dengan BrahMos-2.

Proyek ini akan melibatkan lebih dari 20 institut dan industri Rusia serta sebagian besar industri di India berpartisipasi.

RIA Novosti/@beritahankam

KSAL: TNI Desak Deplu Selesaikan Sengketa Miangas

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, menjawab pertanyaan anggota dewan, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi I, di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/2). Dalam rapat tersebut antara lain dibahas mengenai anggaran dan berbagai permasalahan TNI AL, peran serta jajaran TNI AL untuk mendukung kelancaran distribusi logistik Pemilu ke kawasan pulau-pulau kecil dan terisolasi di seluruh daerah pemilihan. (Foto ANTARA/Ismar Patrizki/pd/09)

12 Februari 2009, Jakarta -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mendesak agar Departemen Luar Negeri segera bertindak melakukan pembicaraan bilateral antara Indonesia dengan Filipina terkait kasus Pulau Miangas.

"Saya berharap Deplu merasa tertantang untuk membicarakan masalah ini (Pulau Miangas). Kita bicarakan bersama, toh di Singapura kita bisa memiliki kesepahaman batas-batas wilayah, seharusnya dengan Filipina juga bisa," ujar KSAL Tedjo kepada pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/2).

Ia menyatakan, Pulau Miangas adalah suatu pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina yang memang diakui lebih dekat ke wilayah Filipina. Namun, Tedjo menegaskan, Pulau Miangas secara geografis masih merupakan bagian wilayah Indonesia.

"Filipina mengukur bahwa ada wilayah lautnya yang masuk area Miangas. Tapi itu kan hanya perhitungan mereka, silakan saja mereka punya perhitungan demikian. Tapi tidak bisa mengklaim otomatis bahwa itu adalah wilayah kita. Nanti harus dibicarakan secara diplomatis melalui Deplu," tutur Tedjo.

Ia mengungkapkan, saat ini TNI AL telah melakukan patroli bersama dengan Navi of Philiphine di wilayah perbatasan guna saling menjaga wilayah masing-masing.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra mengungkapkan, Filipina telah mengklaim kepemilikan Pulau Miangas ke Persatuan Bangsa-Bangsa berdasarkan traktat Paris.

Terkait hal ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Agustadi Sasongko menyatakan, TNI AD telah memperkuat keberadaannya melalui penambahan jumlah personel tentara di wilayah Miangas. Selain itu, TNI juga sedang melakukan pembangunan landasan udara di Miangas. Hal ini semata-mata untuk menegaskan kedaulatan wilayah RI.

"TNI akan terus mengamati perkembangan yang terjadi, karena ini kan baru sebatas informasi," kata dia.

Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga menegaskan, pemerintah harus segera mengambil tindakan pencegahan khususnya pengetatan pengawasan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain.

"Komisi I mendesak TNI memperkuat kegiatan keamanan di perbatasan dengan cara menambah jumlah personel dan pos-pos di perbatasan," tukas Theo. (mediaindonesia.com)

TNI-AU Lanjutkan Program Peremajaan Hercules

C-130 Hercules TNI-AU (Foto: tni-au.mil.id)

12 Februari 2009, Jakarta -- TNI-AU akan melanjutkan program peremajaan (retrofit) pesawat-pesawat Hercules C-130 tipe B miliknya untuk meningkatkan kemampuan pesawat angkut militer tersebut dalam menjalankan tugasnya.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio atas perrtanyaan ANTARA News usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman Revitalisasi Program Keluarga Berencana (KB) dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Kamis, mengatakan pada tahap pertama TNI AU telah melakukan peremajaan empat Hercules.

"Dari empat Hercules dua unit C-130 Hercules pertama akan diremajakan di Singapura, dan akan selesai April mendatang," ujarnya.

Berdasar data ANTARA News, peningkatan kemampuan pesawat Hercules TNI AU yang dilakukan di Singapura mencakup perbaikan airframe (badan pesawat), modifikasi avionik dan modifikasi mesin.

Peremajaan dua pesawat Hercules terakhir akan dilakukan di Depo Pemeliharaan 30 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh yang mencakup peningkatan kemampuan mesin dari T56-7 ke T56-15 atau ditingkatkan dari tipe B ke tipe H.

Sementara itu, peningkatan kemampuan yang dilakukan di Depo Pemelihartaan 10 Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, mencakup perbaikan badan pesawat dan modifikasi avionik.

Selain itu, TNI AU sekaligus mengirimkan teknisi ke Singapura untuk meningkatkan kemampuannya dalam pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules.

Kasau menambahkan, setelah proses peremajaan empat unit Hercules selesai, maka akan langsung dilakukan proses yang sama terhadap lima unit tipe pesawat yang sama. "Kelima unit Hercules mendatang akan di-retrofit di Depo 10 dan 30 sepenuhnya oleh teknisi-teknisi TNI AU yang sebelumnya dikirim ke Singapura," kata Subandrio. (antara.co.id)

TNI AL Membuka Pendaftaran Calon Kadet AAL 2009

TNI Angkatan Laut memberi kesempatan kepada para pemuda yang berwawasan matra laut untuk dididik menjadi calon Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Tahun 2009.

Pendaftaran dibuka mulai 23 Maret hingga 24 April 2009, dan sewaktu-waktu akan ditutup apabila pendaftaran sudah memenuhi rasio penerimaan.

Persyaratan umum bagi calon Kadet, yaitu Warga Negara Indonesia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Disamping itu, harus memiliki sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik dan tidak kehilangan hak menjadi prajurit TNI/TNI AL.

Harus ada persetujuan orang tua/ wali bagi yang belum berusia 21 tahun, ada persetujuan dari kepala instansi pemerintah/ swasta bagi yang sudah memiliki pekerjaan tetap, dan pendaftar telah bertempat tinggal sekurang-kurangnya satu tahun pada saat mendaftar.

Sedangkan persyaratan lain yang harus dipenuhi, yaitu serendah-rendahnya berijazah/ lulus SMA/MAN jurusan IPA dengan rata-rata nilai UAN tidak kurang dari 6,50 atau siswa kelas III dengan nilai raport semester 4 rata-rata 7,00 dan menyerahkan surat keterangan dari sekolah bahwa siswa yang bersangkutan terdaftar sebagai peserta ujian Akhir Tahun 2009.

Usia minimum 18 tahun dan maksimum 22 tahun terhitung dari pembukaan Diksarjurit (Pendidikan Dasar Keprajuritan) tanggal 3 Agustus 2009.

Tinggi badan minimum 163 cm dengan berat badan seimbang, serta bersedia menjalani IDP (Ikatan Dinas Pendek) selama 10 tahun.

Bagi para pemuda yang berminat, bisa mendatangi dan mendaftar di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu di Lantamal I Belawan, Lantamal II Padang, Lantamal IV Tanjung Pinang, Lantamal V Surabaya, Lantamal VI Makasar, Lantamal VII Kupang, Lantamal VIII Manado, Lantamal IX Ambon dan Lantamal X Jayapura. Lapetal Jakarta dan Malang, Lanal Cirebon, Lanal Jogya, Lanal Semarang dan di SMA TN (Taruna Nusantara) Magelang. (tni.mil.id)

Admin (menjawab beberapa komentar):
Sampai sekarang hanya menerima lulusan SMA jurusan IPA, belum untuk lulusan IPS.

Materi pendidikan banyak bersinggungan dengan ilmu eksakta, taruna yang tidak dibekali ilmu eksakta yang mumpuni akan mengalami kesulitan menelaah materi pendidikan.

TNI menerima sarjana strata satu jurusan non eksakta dalam program wamil. Mas mungkin sebaiknya menyelesaikan strata satu, kemudian ikut mendaftar program wamil saat dibuka.

Untuk mendaftar dapat menghubungi lanal terdekat, di kota Pontianak terdapat Lanal Pontianak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kasum TNI: Latgab Passus Tri Matra II Dilaksanakan Untuk Tingkatkan Kemampuan Personel TNI

Aksi Denjaka Saat Latgab Passus

12 Februari 2009, Manado -- Latihan Tri Matra II yang melibatkan tiga pasukan elit adalah merupakan latihan gabungan pasukan khusus TNI yang akan dilaksanakan secara kontinu untuk meningkatkan kemampuan personel TNI dalam mengantisipasi dan menghadapi teroris.

“Melalui latihan ini kecakapan secara individu dan regu maupun koordinasi antar personel semakin ditingkatkan dalam penanggulangan aksi teroris”, kata Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI) Laksamana Madya TNI Y. Didiek Heru Purnomo saat menggelar jumpa pers seusai menyaksikan secara langsung Latihan Gabungan Pasukan Khusus TNI Tri Matra II.

Latihan yang untuk pertama kalinya digelar di Manado ini melibatkan Tri Matra dari pasukan khusus dari TNI yaitu Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD untuk pembebasan sandera di Hotel Paninsula, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL untuk pembebasan sandera di laut dan Detasemen Bravo TNI AU pembebasan sandera di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Dalam latihan gabungan ini, juga melibatkan kapal selam yaitu KRI Cakra-401, KRI Dr. Suharso, sejumlah Helikopter, Pesawat Hercules, serta anjing pelacak.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E, Latgab Pasukan Khusus TNI Matra II itu juga disaksikan sejumlah pejabat teras TNI dan Muspida Sulawesi Utara, diantaranya adalah Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Suryo Prabowo, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Moeklas Sidik, MPA, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Djunaedi Djahrin, Koorsahli Kasau Marskal Muda TNI Joseph Rasiman, Gubernur Sulut SH. Sarundajang dan Kapolda Sulut Brigjen Pol Bekto Soeprapto. (tnial.mil.id)

Syukuran Menjelang Terbang Malam Siswa KPTPH Skadron 7

Helikopter Bell 47 G Soloy


12 Februari 2009, Kalijati, Subang -- Menjelang pelaksanaan tahapan terbang malam bagi siswa Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Helikopter (KPTPH) angkatan ke-11 di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma diadakan syukuran di Mushola Skadron Udara 7, Kalijati, Selasa (10/2). Syukuran dilaksanakan agar selama kegiatan terbang malam pada tanggal 10 dan 11 Februari 2009 dapat berjalan lancar, aman dan selamat tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Syukuran di hadiri para pejabat Lanud Suryadarma, Wingdiktekkal, Skadron Udara 7 dan Kompi “B” BS Paskhas.

Acara diawali dengan sambutan lisan Komandan Lanud Suryadarma Kol. Pnb Ras Rendro Bowo S., S.E. yang mengingatkan selain berusaha kita wajib berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kegiatan terbang malam dapat berjalan lancar. Hal ini dikarenakan selama pelaksanaan terbang malam terkendala oleh indra penglihatan yang terbatas, sehingga perlu mengelola rasa agar ketika mengawaki helikopter dapat mendarat dan terbang dengan aman. Oleh karena itu, para siswa tidak boleh mengandalkan instruktur ketika terbang tapi harus percaya diri akan kemampuannya untuk dapat mengawaki helikopter dengan sebaik-baiknya.


Helikopter Colibri Skadron 7


Selanjutnya dilaksanakan do’a yang dipimpin oleh Drs. Lili Hidayat dan pemotongan nasi tumpeng kuning yang dilakukan Komandan Lanud Suryadarma Kol. Pnb Ras Rendro Bowo S.,S.E., dan diberikan kepada perwakilan siswa KPTPH Angkatan 11 yaitu Letnan Dua Penerbang Hari Firmansyah. Sebagai penutup acara dilaksanakan ramah tamah dan Sholat Magrib bersama di Mushola Skadron Udara 7.

Menurut Komandan Skadron Udara 7 Letnan Kolonel Pnb Sri Duto Dhanisworo, S.AP., terbang malam diikuti oleh 9 orang Perwira Siswa KPTPH Angkatan 11 dengan didukung oleh 4 orang instruktur dan 4 Helikopter Bell 47 G Soloy. Selama terbang malam berhasil dilaksanakan 13 sortie penerbangan yang diselesaikan menjelang tengah malam dan semuanya berjalan lancar. (tni.mil.id)

Kemampun Teritorial Prajurit Tidak Semudah Membalikan Tangan


11 Februari 2009, Papua -- Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Czi I Made Sukadana mengatakan bahwa kemampuan teritorial yang baik bagi seorang prajurit, tidak semudah membalikkan tangan. Demikian amanat Komandan Korem 172/Praja Wirayakti yang dibacakan Kepala Staf Korem 172/Praja Wirayakti Letkol Inf Marsudi pada Upacara Pembukaan Latihan Perorangan Dasar Teritorial bagi Prajurit Makorem 172/Praja Wirayakti Tahun 2009, di Lapangan Apel Makorem, Rabu (11/2).

”Kemampuan teritorial yang baik bagi seorang prajurit, tidak semudah membalikkan tangan, akan tetapi harus melalui latihan dengan giat, mulai dari tingkat standar hingga tingkat yang lebih tinggi dengan kegiatan yang terencana, secara bertahap, bertingkat dan berlanjut”, ungkapnya.

Sebab tambahnya, Korem 172/Praja Wirayakti sebagai salah satu Sub Kompartemen Strategis di Papua memiliki tugas pembinaan kekuatan kewilayahan yang bertumpu pada pemberdayaan wilayah pertahanan. Tugas dan tanggungjawab ini cukup berat mengingat keadaan geografi, demografi dan kondisi sosial masyarakat yang memiliki kekhususan.

”Mencermati hal tersebut, maka kesiapan, kesiagaan, kepekaan serta kejelian segenap Prajurit Korem 172/Praja Wirayakti harus ditingkatkan dan semua itu, memerlukan semangat pengabdian dan disiplin yang tinggi terutama dalam upaya pembinaan kedalam, baik itu aspek disiplin, aspek profesionalitas, maupun aspek soliditas satuan”, katanya.

”Oleh karena itu, laksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya, karena tidak mungkin kalian dapat melaksanakan tugas dengan baik apabila kemampuan perorangan yang seharusnya dikuasai namun tidak dipahami dengan baik oleh prajurit khususnya bagi seorang prajurit yang bertugas di Komando Kewilayahan”, tambahnya.

Perlu diketahui latihan perorangan dasar kali ini meliputi Materi BPUP 1-7/Teritorial yang diikuti oleh seluruh anggota Makorem 172/Praja Wirayakti sesuai materi dan tingkat kepangkatannya. (tniad.mil.id)

Personil UNIFIL Indonesia Ikuti 'Induction Training'

11 Februari 2009, Lebanon -- Chief Provost Marshall Sektor Timur Unifil, POM TNI Letkol CPM Ujang Martenis beserta 2 Perwira Satuan Tugas Military Police Unit Konga XXV-A/UNIFIL (United Nations Interim Force in Libanon), mengikuti UNIFIL 'Integrated Induction Training' selama 3 hari, (9 s/d 11 Februari 2009) di Markas Besar UNIFIL, Naqura/Lebanon.

'Induction Training' adalah suatu pelatihan yang diselenggarakan oleh Head Quarter UNIFIL bagi personel, baik militer maupun sipil yang baru bergabung dalam misi UNIFIL, dalam rangka memberikan pemahaman tentang keberadaan UNIFIL serta situasi dan kondisi daerah penugasan. Dengan begitu kontingen-kontingen dari tiap-tiap negara dapat segera menyesuaikan dengan sistem yang ada, lebih efektif dan sensitif terhadap isu penting dalam melaksanakan misi serta meyakinkan bahwa prajurit sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan dan keamanan mereka.

Perwakilan dari Konga XXV-A (Sector East Military Police) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berkoordinasi serta bertukar pengalaman dengan personel UNIFIL lainya dari berbagai negara.

Berbagai lecture yang disampaikan dalam mengikuti 'Induction Training' meliputi : Perencanaan, Analisa Daerah Operasi, Pelanggaran Lalu-Lintas di UNIFIL, Kondisi Politik Lebanon, Sistem dan Operasi Perdamaian, Mandat dan Tugas Berdasarkan UNSCR 1701, Aktifitas dan Mandat ICRC di Lebanon, Hubungan ICRC dan UNIFIL, Kompentensi dan nilai-nilai PBB, Konsep dan Kesadaran Budaya Internasional ; Perawatan Kendaraan, Perilaku dan Disiplin Rules of Engagement, Conduct and Discipline, Gender, pengenalan HIV/AIDS, dan lain-lain.

Yang menjadi penekanan khusus pada setiap pemberian lecture adalah bahwa setiap personel yang bergabung dalam misi UNIFIL harus mengedepankan impartiality (tidak ada keberpihakan), di samping itu organisasi UNIFIL ini seyogyanya dapat dijadikan sebagai wahana pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia. Materi-materi yang telah diperoleh selanjutnya akan disebarluaskan kepada seluruh personel UNIFIL di satuan-satuan masing-masing.

Di akhir pelatihan selama tiga hari, seluruh peserta melaksanakan kunjungan ke 'Blue Line', gunanya untuk melihat secara langsung perbatasan antara Lebanon dan Israel. Dan diperlihatkan juga lapangan ranjau yang masih aktif yang bertujuan agar seluruh personel UNIFIL, baik sipil maupun militer bisa berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya, di bawah bendera PBB.

Personel yang mengikuti kegiatan ini ditunjuk oleh HQ UNIFIL dari berbagai satuan / bidang baik dari Head Quarter, Sector East maupun Sector West, meliputi perwakilan dari berbagai Negara di antaranya Indonesia, Prancis, Belgia, India, Italia, Portugis, Turki, Ghana, Tanzania, Spanyol, Malaysia, Turki, Hungaria, Belgia dan Masyarakat Lebanon.(kapanlagi.com)

KRI Malahayati Serahkan 5 Kapal Hasil Penangkapan


11 Februari 2009, Pada tanggal 10 Februari 2009, pukul 13.30 WIT dilaksanakan penyerahan dokumen 5 kapal ikan hasil tangkapan KRI Malahayati 362 di dermaga Irian Lantamal IX. Penyerahan kapal diterima oleh Komandan Satkamla Lantamal IX Mayor Laut (P) Luhut Siagian dan Diskum yang diwakili oleh Mayor Laut (P) Vinor dan disaksikan oleh personel Sintel Lantamal IX.

Penyerahan kapal tersebut dimaksudkan untuk melaksanakan proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Lantamal IX. KRI Malahayati 362 menangkap 5 (lima) kapal yaitu KM. Surya 81, KM. Surya 85, KM. Lautan Arafuru, kapal pukat udang milik PT. Sinar Abadi Cemerlang, KM. Aman 06 milik PT. Irian Marine Product Development dan KM. Naili XXIII kapal pengangkut ikan. (tni.mil.id)

Tiga Pejabat AAU Diserahterimakan


11 Februari 2009, Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda (Marsda) TNI B.S. Silaen, S.IP mengukuhkan masing-masing Kolonel Pnb Hery Wibowo Eslah sebagai Direktur Pendidikan (Dirdik) AAU yang baru menggantikan Kolonel Pnb Agus Barnas, Kol Pnb Yuli Antono sebagai Dirmin yang baru mengantikan Kol Kal Supeno Hariyadi serta Kol Kal R Widiyono Santoso sebagai Kadep TMI baru menggantikan Kol Kal Soewarno HP. Sertijab yang ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara dan penyematan tanda jabatan itu, dilaksanakan secara sederhana di ruang VIP II Mako AAU dan dihadiri para pejabat AAU, Rabu (11/2).

Kolonel Pnb Herry Eslah merupakan alumni AAU tahun 1981 yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Soopsau di Mabesau, Jakarta, sedangkan untuk pejabat lama Kol Pnb Agus Barnas melaksanakan pendidikan keluar negeri. Dirmin baru Kol Pnb Yuli Antono merupakan Alumni AAU tahun 1983, sebelumnya menjabat sebagai Dirpers Kodikau, Jakarta. Untuk Kol Kal Widiyono Santoso sebelumnya memangku jabatan Kasubdis Matleksen Dismatau, di Mabesau, Jakarta, yang tercatat sebagai Alumni lifting 85.

Dalam amanatnya, Marsma TNI B S Silaen S.IP mengatakan, Pergeseran Jabatan di lingkungan AAU merupakan dinamika organisasi dan sekaligus kaderisasi oraganisasi. Lebih lanjut beliau mengatakan serah terima jabatan mengandung konsekwensi pertanggungjawaban tugas dan kepercayaan pimpinan terhadap personel yang bersangkutan. Beliau juga mengatakan bahwa jabatan Dirdik, Dirmin, dan Kadep TMI (Tehnik Manajemen Industri) adalah tugas yang mulia karena terkait erat dalam penyiapan pembentukan calon pimpinan TNI AU.masa depan.

Dikatakan pula, Dirdik, Dirmin merupakan posisi sentral dalam operasional lembaga pendidikan AAU. Khusus untuk Dirdik beliau mengatakan bahwa keberhasilan Karbol salah satunya ditentukan oleh kiprah pejabat Dirdik. BS Silaen mengharapkan Kadep TMI yang baru dapat melahirkan ide, inovasi, kreatifitas yang akan mendorong pencapaian alutsista yang berkarakteristik Common Use Item yang berguna bagi kepentingan TNI AU.

tni-au.mil.id

Dana Operasional Kapal Hanya 10 Persen

11 Februari 2009, Jakarta -- TNI AL mendapat anggaran Rp90 miliar untuk bahan bakar operasional kapal setiap tiga bulan. Dana ini hanya mencukupi delapan hari operasi seluruh kapal yang dimiliki matra laut. Artinya, dana yang ada tak sampai 10 persen dari kebutuhan.

"Kucuran bisa lebih kecil lagi dengan rencana pemotongan anggaran pertahanan oleh Departemen Keuangan," kata Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno di Jakarta, Selasa (10/2). Dia menjelaskan, minimnya anggaran membuat TNI AL beroperasi dengan prioritas-prioritas.

Fokusnya, pengamanan wilayah perbatasan dan rawan kegiatan ilegal. Pergerakan kapal didasarkan atas data intelijen. "Optimalisasi (kinerja) intelijen wajib dilakukan," katanya.

Tedjo mencontohkan, wilayah yang tak boleh kosong adalah Ambalat. Daerah yang masih bersengketa dengan Malaysia ini dijaga lima sampai enam kapal perang sepanjang tahun. KSAL berharap, pemerintah memiliki skema baru terkait dana bahan bakar.

Selama ini, bahan bakar diberikan dalam bentuk rupiah, bukan jumlah liter. Akibatnya ketika harga solar naik, jumlahnya berkurang. Harga yang diberikan juga untuk industri, bukan subsidi.

"Ini makin memberatkan. Kami kan tugas untuk negara," kata Tedjo. Beban matra laut makin bertambah saat terjadi operasi mendadak di luar rencana, seperti bencana alam dan evakuasi kecelakaan laut. "Bahan bakar semua dibebankan ke TNI," katanya.

Kondisi ini yang membuat akumulasi tunggakan kini mencapai lebih Rp4 triliun. Kerap kali terjadi perbedaan pendapat dengan Pertamina. Contohnya, ketika kapal TNI AL berniat menyelamatkan korban KM Teratai Prima yang tenggelam, beberapa waktu silam.

"Kami tak bisa berangkat karena Pertamina menolak memberi solar," katanya. Alasannya, militer belum juga melunasi tunggakannya. Seharusnya, katanya, Pertamina berpikir untuk kepentingan bangsa yang lebih luas. Tidak semata-mata bisnis. "(Pergerakan tim) SAR tak bisa ditunda karena (urgennya) masalah kemanusiaan," kata KSAL.(jurnalnasional.com)

Pengamanan Miangas-Marore Diintensifkan

Kota Miangas (Foto: miangas.multiply.com)

11 Februari 2009, Manado -- Antisipasi cepat terhadap dua pulau terluar Indonesia di Kabupaten Talaud, yakni Miangas dan Marore, Sulawesi Utara (Sulut), perlu segera dilakukan. Jika tidak akan berisiko dicaplok Pemerintah Filipina. Jika itu terjadi, dua pulau ini bakal bernasib sama dengan Sipadan dan Ligitan yang diokupasi Malaysia.

Kekhawatiran itu mucul sejalan dengan dimasukkannya Miangas dan Marore sebagai dua di antara kawasan-kawasan wisata Filipina. "Dua pulau ini sudah dimasukkan dalam peta pariwisata Filipina. Ada perubahan aturan undang-undang di negara itu. Undang-undang ini mengacu pada perjanjian Spanyol di zaman dulu, dimana Marore dan Miangas masuk wilayah mereka," kata Konsul Jenderal (Konjen) Indonesia di Davao, Filipina Lalu Malik Partawana, saat berkunjung ke Manado, kemarin.

Pantauan Jurnal Nasional ketika beberapa kali berkunjung ke dua pulau tersebut, tak sedikit warga yang rutin melakukan perjalanan pulang-pergilintas wilayah negara tersebut. Di pulau-pulau wilayah selatan Filipina, banyak warga Talaud khususnya Miangas dan Marore yang sudah kawin-mawin dengan warga negara tetangga sehingga mereka kerap saling kunjung.

Selain itu, minimnya transportasi laut dari dan ke kawasan-kawasan terluar tersebut mengakibatkan berbagai kebutuhan sandang dan pangan menjadi sangat mahal harganya, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM). Warga kawasan terluar juga tak sedikit yang menggantungkan nafkah hidupnya sebagai nelayan di kapal-kapal milik pengusaha Filipina.

Pendopo Kampung Miangas (Foto: miangas.multiply.com)

Sebagaimana diakui Partawana, terdapat banyak kapal iklan bertuliskan nama-nama Indonesia semisal di Pelabuhan Davao, Filipina Selatan. Sebutlah Bitung I atau Bitung 2, nama kota di Sulut yang dikenal juga sebagai pelabuhan utama di provinsi tersebut.

Wakil Gubernur Sulut Freddy Sualang menegaskan, dua pulau itu merupakan wilayah resi Indonesia sehinggga satu sentimeter pun harus dijaga. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Sulut yakni kembali memaksimalkan peran Badan Koordinasi Keamanan aut (Bakorkamla) yang sudah dibentuk di Sulut.

Dengan demikian, lanjut Sualang, rakyat Indonesia tidak perlu kuatir. "Sudah jelas, Mianagas dan Marore adalah wilayah efektif negara kita, sehingga harus terus kita jaga satu sentimeter pun," kata Sualang.

Terkait pengamanan kedaulatan negara dan mengamankan Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Confrence/WIC) medio 2009, Polri bersama seluruh unsur di TNI sejak Senin (9/2) menggelar latihan gabungan (latgab).

Pulau Miangas (Foto: miangas.multiply.com)

Sejak kemarin, langit di atas Kota Manado terus diwarnai gemuruh berbagai jenis pesawat tempur dan helikopter. Latihan juga siap digelar di sejumlah lokasi di Kota Manado, antara lain bertujuan mengamankan Sulut dari ancaman terorisme. Latihan tersebut melibatkan Tim Antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda Sulut.

Kepada koran ini sebelumnya, Mabes TNI menegaskan komitmennya untuk mengamankan dua pulau itu. "Kalau serius, TNI sebagai penjaga kedaulatan akan mengintensifkan pengawasan di kedua pulau terluar itu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Marsda Sagom Tamboen saat dihubungi Jurnal Nasional di Jakarta, Minggu (8/2).

Dalam mengamankan dan membina potensi maritim TNI AL memiliki dua pos yang bertanggung jawab terhadap sekitar 112 pulau-pulau kecil berpenghuni di sekitar gugus kepulauan itu. (jurnalnasional.com)

Batalyon 465 Paskhasau Latihan Jungar

Komandan Lanud Supadio Kolonel PNB Yadi Indrayadi sedang berbincang dengan prajurit Batalyon 465 Paskhas

11 Februari 2009, Pontianak -- Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio, Selasa (10/2) melakukan latihan terjun payung penyegaran tempur di run way Lanud Supadio, Pontianak yang dikuti sebanyak 145 prajurit Batalyon 465 Paskhas.

Komandan Lanud Supadio Kolonel PNB Yadi Indrayadi dalam arahannya mengatakan setiap prajurit paskhas yang mengikuti latihan terjun payung penyegaran ini agar selalu memperhatikan keselamatan diri maupun perlengkapan perorangan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Disisi lain, latihan terjun ini juga untuk meningkatkan kesiapan prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas operasional dalam bidang matra udara.

Sedangkan Komandan Batalyon (Danyon) 465 Paskhas, Mayor PSK Anis Nurwahyudi memimpin langsung latihan terjun tempur tersebut. Pelaksanaannya menggunakan pesawat C-130 Hercules dengan dua kali sortie, sortie pertama terdiri dari 2 run dan sortie kedua berjumlah 4 run, sedangkan ketinggian penerjunan mencapai 1.200 feet.

”Latihan Ini merupakan kelanjutan dari latihan yang telah dilaksanakan oleh Batalyon 465 Paskhas. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh prajurit Paskhas dalam hal terjun tempur sehingga akan tercapai kesiapan operasional yang tinggi,” jelas Danyon.

Dengan adanya latihan ini diharapkan agar kesiapan operasional seluruh prajurit Batalyon 465 Paskhas dapat meningkat. ”Seluruh prajurit mampu mencapai titik pendaratan yang telah ditentukan dengan aman dan selamat. Mereka juga terampil melaksanakan prosedur penerjunan tempur yang benar serta mampu meningkatkan rasa percaya diri untuk melaksanakan penerjunan, ”jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Danyon, setiap prajurit paskhas harus mampu memelihara profesonalisme sehingga dapat menyikapi apabila ada ancaman yang datang. Untuk itu diperlukan operasi satuan yang tinggi, kondisi ini dapat dicapai bila dilakukan latihan secar bertahap, bertingkat dan berlanjut pada seluruh prajurit.(tni-au.mil.id)

Pangdam VI/Tanjung Pura Resmikan Kodim Kutai Barat


11 Februari 2009, Balikpapan -- Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman meresmikan penggunaan Markas Kodim 0912/Kutai Barat yang masuk wilayah kendali Korem 091/Asn serta melantik Letkol Inf Danang Winarta sebagai pejabat Komandan Kodim ( Dandim) 0912/Kubar yang pertama, Selasa (10/02) bertempat dihalaman kompleks Kantor Bupati Kutai Barat.

Pada saat peresmian Kantor Makodim Kubar tersebut Pangdam VI/Tpr menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kubar yang telah menyiapkan lahan Markas Komando Distrik Militer ( Makodim ) 0912/Kutai Barat yang sangat luas hingga luasnya mencapai empat hektar dengan dilengkapi bangunan-bangunan penunjang yang besar dan baik.

Luas areal Makodim yang mencapai empat hektar ini teryata mampu diwujudkan Bupati Kubar. Awalnya pihak Kodam VI/Tpr memang meminta agar pembangunan Makodim di areal seluas empat hektar dan itu diwujudkan, karena luasnya itu merupakan standar pembangunan Makodim dan nantinya Makodim Kubar ini menjadi contoh untuk pembangunan Kodim-Kodim yang lain, ” Ujar Pangdam.

Menurut Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman, Makodim 0912/Kubar merupakan Markas Komando Distrik Militer yang terbesar di Kaltim bahkan se-Indonesia. Ini menunjukan semangat Pemkab Kubar membantu TNI dalam mengamankan wilayah Kubar.


Lebih lanjut Pangdam VI/Tpr menguraikan bahwa untuk pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di kawasan Kubar terdapat pos yang sangat jauh yaitu Pos Lasantuyan. Untuk perjalanan menuju pos itu membutuhkan waktu tujuh hari. “ Nah dengan dibangunnya Makodim 0912/Kubar maka lebih memperpendek jarak tempuh anggota yang melakukan pengamanan perbatasan, Kata Pangdam.

Pada kesempatan itu juga, Pangdam meminta Dandim 0912/Kubar Letkol Inf Danang Wiranta untuk segera menyiapkan pembentukan Koramil di 21 Kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Kutai Barat. Saat ini baru terbentuk 13 Koramil. Personel yang ditempatkan di wilayah Kodim Kubar sebanyak 328 orang. Peresmian Kodim 0912/Kubar tersebut dihadiri unsur Muspida Kubar, Danrem 091/Asn, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas, serta sejumlah perwira lingkungan Kodam VI/Tpr. (kodam-tanjungpura.mil.id)

Wednesday, February 11, 2009

F16IN Super Viper Tampil di Aero India 2009

F16IN Super Viper (Foto: lockheedmartin.com)

11 Februari 2009, Lockheed Martin Aeronautics akan tampil habis-habisan pada even India 2009 Air Show, yang berlangsung 11 – 15 Februari 2009 di Pangkalan AU Yelahanka, Bengaluru . Dimana akan menampilkan F16IN Super Viper dan C-130Js-Night Warrior.

F16IN Super Viper dirancang secara khusus untuk memenuhi atau melebihi syarat program MMRCA (Medium Multi Role Combat Aircraft) India serta siap diintegrasikan dengan infrastruktur dan operasional India saat ini.

Pesawat ini merupakan pesawat generasi keempat tercanggih, hanya dapat dikalahkan kecanggihannya oleh pesawat generasi kelima F-35 Lightning II Joint Strike Fighter dan F-22 Raptor. Dilengkapi APG-80 AESA (Active Electronically Scanned Array) Radar, digital glass cockpit dengan tampilan berwarna, mesin general Electric F110-132A kekuatan thrust 32,000 pound.

Kokpit F16IN Super Viper (Foto: lockheedmartin.com)

Lain dengan F16IN Super Viper, C-130Js-Night Warrior telah dibeli oleh India akhir tahun 2008 sebanyak 6 pesawat. Dikirimkan ke India mulai tahun 2011. Pesawat ini merupakan varian C-130J yang dipanjangkan (stretched), sama dengan yang dikirimkan ke AU Amerika Serikat.

india-defence.com/lockheedmartin.com/@beritahankam

Den Bravo Kuasai Bandara Sam Ratulangi


11 Februari 2009, Manado -- Dini hari tadi, sekitar pukul 05.00 WITA, Bandara Sam Ratulangi berlangsung latihan pasukan khusus TNI AU (Den Bravo). Misinya adalah untuk, merebut bandara dari tangan musuh dan pembebasan sandera tersebut melibatkan 63 orang pasukan khusus, dari Den Bravo TNI Angkatan Udara.

Latihan ini disaksikan langsung Kasum TNI Laksamana Madya TNI Didiek Heru Purnomo yang meninjau Latihan yang dilaksanakan secara serempak oleh Ketiga Matra Baik itu AD, AL, maupun AU.

Untuk pelaksanaanya Latihan Sat 81 Kopassus Angkatan Darat di Hotel Peninsula, Den Jaka Marinir Angkatan Laut di perairan Manado, Den Bravo Paskhas Angkatan Udara di Bandara Sam Ratulangi untuk skenario di Bandara Sam Ratulangi dikuasai oleh teroris yang menguasai Tower Bandara dan Pesawat komersil, para pembajak menginginkan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena negosiasi mengalami jalan buntu maka diputuskan untuk menumpas aksi teroris tersebut maka dengan gerak cepat, mereka berhasil memukul mundur kelompok Teroris tersebut sehingga bandara bisa dikuasai kembali,” ujar Kasum TNI Laksamana Madya TNI Didiek Heru Purnomo di Bandara Sam Ratulangi, Selasa (10/2).

Kasum TNI juga menambahkan, simulasi ini bertujuan agar Mengasah kemampuan personel TNI menjadi semakin baik. ”Selain kemampuan teknis, kerjasama antara anggota pasukan dan antar lembaga di TNI semakin solid, masing-masing punya kelebihan,” jelasnya. Selain itu, Gladi Posko dan Gladi Lapangan, serta latihan gabungan Pasukan TNI Trimatra II ini dimaksudkan sebagai latihan kesiap-siagaan unsur TNI dalam pengamanan yang bertepatan dengan WOC (World Ocean Conference) yang akan dilaksanakan 11-15 Mei mendatang di Manado yang akan dihadiri oleh 150 Kepala Negara dari seluruh dunia. (tni-au.mil.id)

Kobangdikal Luluskan 15 Perwira Spesialisasi Peperangan Ranjau

KRI Pulau Rupat Salah Satu Kapal Penyapu Ranjau TNI AL

10 Februari 2009, Surabaya -- Kembali Kobangdikal meluluskan 15 perwira spesialisasi peperangan ranjau. Sebagai tanda keberhasilan dalam mengikuti program pendidikan tersebut, Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sumartono secara langsung menyematkan Brevet Peperangan Ranjau (PPR) kepada mantan siswa Kursus PPR di Gedung Winarto, Pusdiklapa, Morokrembangan, Selasa (10/2).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Komandan Kodikopsla Laksma TNI Ade Supandi, SE dan para pejabat teras Kobangdikal lainnya. Selain para mantan siswa Sus PPR (Lettu-Kapten), Brevet PPR kehormatan itu diberikan juga kepada 17 perwira lainnya yang dinilai berkompeten untuk menerimanya.

Dalam sambutannya Komandan Kobangdikal mengatakan bahwa Sus PPR adalah salah satu upaya untuk membentuk prajurit yang handal serta memiliki kemampuan khusus dalam tugas peperangan ranjau. Mantan Danpuspenerbal ini berharap, usai kursus ini para mantan siswa PPR terus mengembangkan, mengasah pengetahuan dan keahlian peperangan ranjau ini.

“Brevet Peperangan Ranjau yang membanggakan itu jangan hanya tersemat didada saja, namun harus diimbangi dengan keahlian dan kesiapan untuk ditugaskan kapan saja dan di medan tugas manapun,” pinta Laksamana bintang dua kelahiran Kediri ini.

Di era globalisasi, lanjutnya, profesionalisme SDM merupakan tuntutan yang tidak bisa dipungkiri bagi setiap organisasi agar mampu bersaing dan tetap eksis. Tanpa dukungan SDM berkualitas sangat sulit bagi suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Bagi korps pelaut, profesioanalitas setiap personel menjadi urgen. Hal tersebut tidak berarti menafikan material alut sista dan tingkat kemajuan teknologinya. Alutsista yang modern dan canggih akan teronggok percuma bila diawaki prajurit yang tidak profesional.
”The Man behind the gun” tegasnya. Ungkapan tersebut memberikan pemahaman bahwa kita hasus tetap menempatkan kunci keberhasilan pada faktor manusianya sebagai faktor yang ada dibalik material yang tidak boleh diabaikan.

Kedepan, lanjutnya, tugas dan tanqgungjawab TNI AL semakin kompleks, sehinga sejak dini perlu disiapkan generasi penerus berkualitas, tanggap, tanggon dan trengginas. Selain itu juga dibutuhkan calon-calon pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik, tidak hanya dilingkup TNI/TNI AL saja namun dengan instansi diluar TNI, mengingat keberhasilan tidak akan dicapai tanpa kerjasama yang baik dan harmonis dengan satuan lainnya.

Sementara itu Komandan Kodikopsla Laksma TNI Ade Supandi, SE mengatakan bahwa kegiatan peranjauan merupakan salah satu aksi dalam suatu peperangan untuk menghambat dan membatasi gerakan lawan. Namun dalam pelaksanaannya terdapat aturan-aturan yang harus diterapkan, mengingat timbulnya bahaya ranjau bagi kapal-kapal non militer. Aturan tersebut antara lain area perairan yang diranjau harus dicatat, dan setelah selesai perang, ranjau harus dibersihkan.

Di perairan Indonesia masih ada beberapa kawasan yang banyak sisa-sisa ranjaunya terutama ranjau bekas Perang Dunia II, hal ini karena pada waktu itu tidak tercatat dan pembersihan ranjau tidak dilaksanakan secara menyeluruh. “Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dan pekerjaan rumah bagi TNI AL untup tetap menjamin seluruh perairan Indonesia bersih dari ranjau sisa perang dunia II sehingga aman bagi pelayaran,” terangnya. (tnial.mil.id)

Tuesday, February 10, 2009

Rusia Mengembalikan Pembayaran Mig-29 ke Aljazair


9 Februari 2009, Moscow -- Departemen Pertahanan Rusia akan mengembalikan pembayaran 25 Milyar Rubel (USD 690 Juta) untuk 24 Mig 29 yang dibeli oleh Aljazair yang ditolak untuk diterima karena kualitas yang rendah.

Rosoboronexport mendatangani kontrak USD 1.3 Milyar untuk pengiriman 28 Mig-29SMT kursi tunggal dan 6 Mig-29UB kursi tandem untuk latih tempur di tahun 2006, sebagai bagian perjanjian kerjasama militer senilai USD 8 Milyar.

Setelah menerima 15 Mig, Aljazair menolak pengiriman selanjutnya di bulan Mei 2007. Menghentikan seluruh pembayaran dibawah kontrak dengan Rusia di bulan Oktober 2007. Meminta Moscow mengambil kembali ke-15 Mig-29 tersebut karena berkualitas rendah.

Akhir April 2008, pesawat tersebut dikembalikan ke Rusia setelah lolos serangkaian pengujian oleh Angkatan Udara Rusia. Karena seluruh pesawat akan dioperasikan oleh AU Rusia.

RIA Novosti/@beritahankam

Denjaka Melakukan Serangan Fajar di Manado

Dua personil Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL sedang melakukan aksi terjun payung di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut dalam rangka Latihan Gabungan Pasukan Khusus ( Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. ( Foto: ANTARA/ Basrul Haq/ED/09)

Dua personil Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL melakukan penyergapan terhadap teroris yang menyandera kapal penumpang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut merupakan Latihan Gabungan Pasukan Khusus ( Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. (Foto: ANTARA/ Basrul Haq/ED/hp/09)

Pasukan Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL sedang melakukan penyergapan terhadap teroris yang menyandera kapal penumpang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut merupakan Latihan Gabungan Pasukan Khusus ( Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. (Foto:ANTARA/ Basrul Haq/ED/hp/09)

Seorang personil Detasemen Jala Mangkara ( Denjaka) TNI AL melumpuhkan pimpinan teroris yang menyandera kapal penumpang di Manado, Sulawesi Utara, Selasa ( 10/2) Aksi tersebut merupakan Latihan Gabungan Pasukan Khusus (Latgabpassus ) TNI Tri Matra II untuk peningkatan kemampuan personil dalam pemberantasan terorisme. (Foto:ANTARA/ Basrul Haq/ED/hp/09)

5 Batalyon Siaga Pengamanan Pemilu 2009 di Medan

10 Februari 2009, Medan -- Proses pengamanan Pemilu 2009, Kodam I Bukit Barisan menyiagakan lima batalyon pasukan di wilayah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Namun penyiagaan pasukan itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa 3 Pebruari di gedung DPRD Sumut,” kata Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Letkol CAJ DR. H. Asren Nasution di Medan, Selasa (10/2).

Menurutnya, lima batalyon itu adalah Yonif 100 Raider, Yon Zipur 1/Dhira Dharma, Yon Kav 6/Serbu, Yon Armed 2/105 Kilap Sumagan dan Yon Aarhanudse 11 Berdiri Sendiri. Lima batalyon pasukan tersebut disiagakan di markas satuannya masing-masing dan siap dikerahkan kapan pun jika dibutuhkan dalam pengamanan Pemilu 2009.

Meski tidak terkait pengamanan yang berhubungan aksi anarkis pendukung Provinsi Tapanuli (Protap), namun Kodam I Bukit Barisan siap memberikan dukungan terhadap Polda Sumut jika dibutuhkan. “Kapan saja pasukan itu dibutuhkan, Kodam I Bukit Barisan selalu siap, tetapi harus melalui prosedur yang ditetapkan,” kata Nasution. (surya.co.id)

KRI Kupang Belum Berhasil Diapungkan

10 Februari 2009, Surabaya -- Upaya tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan penyelam TNI AL untuk mengapungkan KRI Kupang-582 yang nyaris tenggelam di perairan utara Pulau Madura, Jatim, Selasa belum membuahkan hasil.

"Informasi yang kami terima dari lokasi, KRI Kupang hanya terangkat sedikit sehingga upaya pengelasan rampa yang bergeser dan bocor belum bisa dilakukan," kata Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful.

KRI Kupang dengan komandan, Kapten Laut (P) Suyadi yang hendak menolong nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda yang perahunya tenggelam itu, bocor setelah dihantam ombak besar dan arus deras di alur perairan barat Surabaya, Sabtu (7/2) malam.

Kadispen mengemukakan, tim Kopaska dengan penyelam yang masing-masing berjumlah tujuh orang sudah melakukan tiga cara untuk mengapungkan KRI Kupang, yakni memasukkan drum, memompa ruangan hampa dan memasukkan balon ke dalam kapal.

"Hari ini upaya pengangkatan dilanjutkan kembali dengan harapan kapal itu segera bisa dibawa ke pangkalan di Surabaya. Mengenai pengelasan, kalau memang tidak memungkinkan untuk diapungkan, bisa dilakukan di bawah air," katanya.

Untuk keperluan penyelamatan kapal jenis kecil itu, KRI Rupat beserta personelnya saat ini masih terus berada di dekat lokasi KRI Kupang. Kadispen belum bisa memastikan sampai kapan proses pengangkatan dan pengelasan kapal itu selesai.(edit @antarajatim.com)

Mayor Mar. Nandi Gunapria Menjabat Dankima Brigif-1 Mar


9 Februari 2009, Surabaya -- Komandan Brigade Infanteri (Dan Brigif)-1 Marinir Kolonel Marinir Yuniar Ludfi melantik Mayor Marinir Nandi Gunapria untuk menjabat Komandan Kompi Markas (Dankima) Brigif-1 Marinir yang baru menggantikan Mayor Marinir Agus Gunawan Wibisono melalui Upacara resmi militer di Lobby Markas Komando Brigif-1 Mar, Gedangan Sidoarjo; Senin ( 2/2 ).

Sebelumnya, Mayor Marinir Nandi Gunapria menjabat di Staf Pers Brigif-1 Mar, sedangkan Mayor Marinir Agus Gunawan Wibisono akan menempati jabatan baru di Puslatpur Karangtekok.

Dalam amanatnya, Danbrigif-1 Mar mengatakan, Serah Terima Jabatan ini merupakan tuntutan alamiah dalam dinamika organisasi. Makna penting yang terkandung dalam Serah Terima Jabatan Dankima Brigif-1 Mar adalah terealisasinya upaya kaderisasi, pembaharuan semangat, penyegaran pikiran serta memberikan kesempatan bagi perwira terpilih untuk mengembangkan kreatifitas dan managerialnya guna mewujudkan organisasi agar lebih mantap dan efektif.

“Jabatan Dankima Brigif-1 Mar merupakan salah satu jabatan penting karena mempunyai tugas dan tanggung jawab atas terselenggaranya urusan dalam, penegakan disiplin, tata tertib, pengamanan dan pelayanan serta bantuan yang diperlukan bagi Markas Komando (Mako) Brigif-1 Mar, “ tegas Danbrigif-1 Mar.

Hadir dalam acara tersebut, Pas Ops Brigif-1 Mar Letkol Marinir Markos, Danyonif-1 Mar Mayor Marinir Guslin, Danyonif-3 Mar Letkol Marinir Hardimo, Danyonif-5 Mar Letkol Marinir Firman Johan dan seluruh Perwira di jajaran Brigif-1 Mar. (marinir.mil.id)

Saab Gandeng Tata India Produksi Pesawat Tempur

Saab Grippen Angkatan Udara Ceko

10 Februari 2009, Bangalore -- Pabrik pesawat terbang Swedia, Saab, menyatakan pihaknya telah menggandeng kelompok India, Tata, untuk mengembangkan varian baru jet tempur Grippen melalui kesepakatan senilai 12 miliar dolar dari New Delhi.

Eksekutif Saab, Kjell Moller, mengemukakan kerjasama dengan Tata Consultancy Services (TCS) tak hanya bertujuan untuk mengembangkan secara bersama-sama Grippen, tetapi juga meraih peluang pesanan jet tempur terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Perusahaan Swedia itu akan bersaing dengan perusahaan-perusahaan dari Rusia, Eropa dan AS untuk menjual 126 pesawat tempur bagi AU India.

India, yang memulai ujicoba pada April lalu atas sejumlah jet tempur, termasuk Grippen, telah menyatakan pihaknya akan membeli sekitar 20 jet tempur dalam kondisi terbang dan memproduksi sisanya sebanyak 100 unit di fasilitas lokal yang dikelola negara di Bangalore.

"Kami akan mengalihkan teknologi dan berbagai keterampilan kepada TCS, yang akan memainkan peran penting dalam pengembangan Grippen generasi mendatang dan produk lainnya," kata Moller menjelang pameran kedirgantaraan pada pekan ini di Bangalore, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Kontrak itu akan terus berjalan tanpa memandang apakah kami memenagi order dari India atau tidak," kata wakil presiden Saab itu.

Dua jet tempur buatan AS, yakni F-16 produksi Lockheed Martin dan F-18 Superhornet milik Boeing, muncul sebagai calon kuat untuk memperoleh kontrak India tersebut.

Konsorsium Eropa, EADS, telah menawarkan Typhoon Eurofighter dan Dassault dari Prancis, yang menghasilkan Mirage, telah menyodorkan Rafale.

Jet tempur Rusia, MiG-35 dan MiG-29, juga ikut bersaing dengan Saab.

AU India, AU terbesar keempat di dunia, telah mengoperasikan 51 Mirage 2000 buatan Dassault dengan peralatan elektronika Thales yang memerlukan peremajaan besar-besaran.

antara.co.id

RI Jalin Kerjasama Militer Dengan India

SU-30 Angkatan Udara India

9 Februari 2009, Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan India sepakat meningkatkan dan memperluas kerjasama pertahanan dan militer kedua negara. Hal ini terungkap saat perwakilan India tersebut mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso di Jakarta, Senin (9/2).

Dubes India untuk Indonesia, Biren Nanda mengatakan, "Kerjasama militer kedua negara yang ditandai saling kunjung kepala negara dan pejabat militer dapat ditingkatkan dan diperluas skalanya baik untuk angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara."

Dia menjelaskan, angkatan laut RI dan India telah melakukan pendidikan latihan bersama guna mendukung pengamanan wilayah perairan kedua negara. "Rencananya, akan ada pengiriman personel TNI AL ke India terkait itu," kata Nanda.

Untuk kerjasama dirgantara militer, India menawarkan pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi dan pelatihan bagi teknisi pesawat jet tempur tersebut. Peningkatan kerjasama diharapkan juga dapat segera terealisasi pada angkatan darat kedua negara.

Lebih luas lagi, India berharap dapat membangun industri pertahanan bersama dengan Indonesia dan penanggulangan teror terutama pasca aksi teror di Mumbai, beberapa waktu silam. Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, sangat menghargai upaya Angkatan Bersenjata India untuk terus menjalin kerja sama dengan TNI, terutama di masing-masing angkatan baik darat, laut maupun udara.

Terkait penanggulangan teror, Panglima TNI menyampaikan TNI dan Polri telah menggelar latihan gabungan. "Indonesia sangat terbuka bagi kerjasama intelijen sebagai bagian dari aksi penanggulangan teror," kata Djoko. (kapanlagi.com)

Monday, February 9, 2009

Komandan Kapal Perang Diminta Waspadai Gelombang

9 Februari 2009, Surabaya -- Para komandan kapal perang TNI AL, khususnya di bawah Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) diminta mewaspadai gelombang tinggi dan cuaca buruk sebagaimana yang diramalkan oleh BMG.

"Setiap hari kami menerima pemberitahuan dari BMG. Informasi itu kami teruskan ke kapal-kapal perang agar dijadikan refrensi saat prajurit melakukan tugas operasi," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan, saat kapal perang itu melakukan tugas patroli di tengah laut, maka komandan kapal beserta ABK lainnya harus pandai berimprovisasi sehingga keamanan personel dan material betul-betul terjaga.

"Contohnya ketika ada peresmian Lantamal XI/Merauke pertengahan Januari 2009, ombak di Laut Arafuru sangat tinggi. Karena itu kapal perang dari Merauku yang mau kembali ke Surabaya harus melewati Ambon, walaupun perjalan tambah lama," katanya.

Menurut dia, meskipun ombak besar dan cuaca buruk, kapal-kapal TNI AL tetap menjalankan tugas operasi pengamanan laut. Hal itu dilakukan agar jangan sampai cuaca yang buruk ini dimanfaatkan oleh pelaku pelanggaran di laut.

"Kalau pencurian ikan di masa-masa seperti ini juga jarang. Sesuai pengalaman, saat musim seperti sekarang ini, ikan-ikan justru jarang. Para pencuri ikan juga memperhatikan keselamatan diri dan kapalnya sehingga mungkin tidak berani," katanya. (antarajatim.com)

RI Akan Beli Kapal Selam Rusia

Pemerintah Republik Indonesia (RI) Akan membeli kapal selam buatan Rusia.

"Memang ada rencana akan membeli kapal selam dan saya sudah meninjau beberapa pabrik kapal selam di Moskow, Rusia. Kapal selam ini untuk memberikan isyarat kepada musuh terhadap kekuatan angkatan laut kita, sekaligus mengantisipasi perang terbuka bila diperlukan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI,Yusron Ihza di Pangkalpinang,Senin.

Namun,katanya,pembelian kapal selam itu dilakukan secara bertahap mengingat krisis ekonomi sekarang masih cukup berat dan pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi rakyat.

"Tidak perlu memiliki banyak kapal selam karena harganya mahal,cukup tiga kapal selam canggih saja sudah memadai untuk menjaga kedaulatan wilayah bawah laut dari ancaman musuh,"ujarnya.

"Saya selalu katakan bahwa kekuatan ekonomi cukup berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan,jika perekonomian dalam negeri rapuh maka pertahanan juga akan begitu,demikian pula sebaliknya,"ujarnya.

Ia mengatakan,kalau pertahanan ekonomi relatif stabil dan pemerintah ada uang maka anggaran pertahanan juga akan naik,namun belum bisa dipastikan kapan perekonomian mulai membaik.

"Saya dan teman-teman di DPR sudah memperjuangkan anggaran pertahanan itu dinaikkan,namun tidak bisa dalam krisis ekonomi sekarang ini," katanya lalu mengatakan anggaran yang diajukan hanya disetujui sepertigannya.

Kondisi tersebut,katanya,cukup dilematis karena negara ini memerlukan dana cukup besar untuk pertahanan dan keamanan namun pemerintah dihadapkan pada krisis ekonomi sehingga sulit menaikkan anggaran pertahanan dan keamanan.

"Ini yang menjadi kendala selama ini kenapa peralatan perang RI untuk menjaga ketutuhan NKRI serba terbatas,terutama peralatan perang angkatan udara dan laut,"demikian Yusron Ihza. (antara.co.id)

Kopaska dan Penyelam Selamatkan KRI Kupang

9 Februari 2009, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengirimkan tim komando pasukan katak (kopaska) dan penyelam untuk menyelamatkan KRI Kupang yang nyaris tenggelam akibat dihantam ombak.

"Hari ini kami kirim satu tim kopaska dan penyelaman, masing-masing beranggotakan tujuh orang. Mereka akan bekerja untuk menguras air sehingga kapal bisa terangkat ke permukaan," kata Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin.

Tim pasukan khusus Koarmatim dikirim ke lokasi dikandaskannya KRI Kupang di pantai Desa Martadesa, Kecamatan Pasarean, Bangkalan. Sehari sebelumnya, upaya menyedot air di kapal perang jenis kecil itu tidak berhasil karena ombak besar dan hujan.

"Saat 'beaching' (mendarat di pantai), kapal itu semalam terkena ombak besar sehingga posisinya bergeser. Air di dalam kapal bertambah banyak hingga mencapai separuhnya. Tapi karena kapal sudah dikandaskan di pantai, maka tidak tenggelam," ujarnya.

Ia mengemukakan, tim kopaska dan penyelam TNI AL akan berupaya memompa ruang hampa di kapal tersebut dan memasukkan beberapa drum ke dalamnya sehingga kapal bisa terangkat. Kalau sudah terangkat, maka tim penyelam akan melas rampa (pintu) yang bocor dihantam ombak.

"Saat kapal itu dihantam ombak, rampanya bergeser dan ada yang bocor. Komandan kapal beserta ABK sudah melakukan upaya penyelamatan sesuai prosedur dengan memompa air. Namun karena saat itu malam hari, upaya itu tidak banyak membantu," katanya.

Akhirnya komandan kapal berupaya membawa kapal ke perairan yang lebih dangkal agar tidak tenggelam. Kapal dengan 26 ABK tersebut mendarat di pantai ("beaching").

KRI Kupang 582 berjenis Landing Craft Utility (LCU) mempunyai panjang 36,27 M, lebar 9,7 M, bobot 370 ton, buatan PT PAL tahun 1978 dipakai Armatim dalam operasi di APBS/APTS (Alur pelayaran Barat/Timur Surabaya). (edited antarajatim.com/tnial.mil.id/beritahankam.blogspot.com)

Sunday, February 8, 2009

KRI Kupang 582 Bocor Dihantam Ombak

KRI Nusa Utara 584 Sekelas dengan KRI Kupang 582

8 Februari 2009, Surabaya -- Kapal Perang RI (KRI) Kupang-582 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bocor dan hampir tenggelam karena dihantam ombak besar di Bui-4 perairan barat Surabaya.

KRI Kupang jenis landing craft utility (LCU) buatan PT PAL, Surabaya 1978 tergolong masih bagus dan layak operasi. Namun, karena kuatnya ombak, kapal dengan panjang 36,27 meter dan lebar 9,7 meter dengan bobot 370 ton itu rampanya bergeser dan ada yang bocor sehingga kapal kemasukan air.

Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu menjelaskan, kapal yang membawa 26 ABK dengan komandan Kapten Laut (P) Suyadi itu sebetulnya hendak membantu mengevakuasi nelayan yang perahunya tenggelam.

"Namun, belum sampai di lokasi tempat nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda itu hendak diselamatkan, kapal dihantam ombak dan arus dari arah depan sangat deras sehingga pintu depan tempat untuk menurunkan barang bocor dan kapal kemasukan air," ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal itu berangkat dari Koarmatim, Surabaya, Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kejadiannya pada malam hari, ABK kapal itu kesulitan melakukan perbaikan. Komandan kapal kemudian mengirimkan berita lewat radio ke kapal perang lainnya.

"Saat itu ada KRI Slamet Riyadi yang sedang menuju Surabaya menerima pesan berita tersebut. Maka sekitar pukul 04.30 WIB, 26 ABK KRI Kupang beserta dokumen dan senjata berhasil dievakuasi ke KRI Slamet Riyadi," katanya.

Personel TNI AL membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk memperbaiki KRI Kupang-582 yang rampanya bocor dihantam ombak, dan kini kandas di pantai utara Pulau Madura, Jatim.

"Untuk menguras air kemudian melakukan pengelasan sehingga kapal itu bisa dibawa ke pangkalan, membutuhkan waktu dua hari," ujar Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu.

Menurut Kadispen, gerimis yang terus menerus disertai hujan di lokasi ikut memperlambat kerja personel TNI AL mengeluarkan air dengan menggunakan pompa dari kapal jenis pengangkut pasukan berukuran kecil tersebut.

"Meskipun demikian, kapal itu sudah dalam kondisi aman dan tidak mungkin terseret arus lagi karena saat ini sudah berada di pantai. Saat ini personel KRI Slamet Riyadi dengan KRI Kupang bahu membahu mengeluarkan air dari kapal," katanya.

Meskipun saat ini ombak di utara Pulau Madura sudah mulai reda, namun sesuai ramalan dari BMG, pada Minggu malam diperkirakan akan kembali terjadi ombak besar. Kondisi itu dikhawatirkan juga menyebabkan air masuk ke KRI Kupang. (dephan.go.id/mediaindonesia.com/antarajatim.com/beritahankam.blogspot.com)

RST Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tanjungpura di Renovasi


6 Februari 2009, Balikpapan -- Untuk membuat suasana nyaman dan elegan Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tpr perlu mengadakan pembenahan, dan secara bertahap Kesdam VI/Tpr melakukan pembenahan dimulai dari tampilan depan yakni ruang ruang resepsionis atau ruang tempat pendaftaran pasien. Penataan ini dibuat suasana menjadi elegan dan terkesan memberikan kenyamanan bagi pasien yang akan berobat disana. Jadi bolehlah dikatakan apabila pasien masuk saja, sudah mendapat kesembuhan, terlebih bila sudah mendapat perawatan yang berkelanjutan.

Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman pagi ini Jumat (06/02) meresmikan penggunaan ruangan induk RST Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tpr serta secara resmi status RST Dr. Hardjanto menjadi Rumah Sakit Tentara tingkat III. Yang artinya memiliki fasilitas yang cukup memadai dari sebelumnya dengan status Rumah Sakit tingkat IV. Dimana mampu melakukan pelayanan kesehatan secara prima.

Dalam Sambutannya Pangdam VI/Tpr mengatakan dengan direhapnya bangunan Rumah Sakit Tentara yang hasilnya seratus persen diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan baik kepada prajurit Kodam VI/Tpr maupun masyarakat Kota Balikpapan yang berobat ke RST. Pangdam juga berharap kepada pejabat RST Dr. Hardjanto Kesdam VI/Tpr agar menambah alat peralatan kesehatan ( Alkes ) yang dimiliki oleh RST Dr. Hardjanto sekarang, dimana kedepannya dengan bertambahnya alat-alat medis, pasien yang berobat ke RST bisa ditanggani dengan baik. Tidak hanya itu Pangdam VI/Tpr juga mempunyai keinginan agar RST Dr. Hardjanto agar bangunannya ditingkat hingga tiga lantai.

Adapun bangunan yang direnovasi meliputi ruang anak, ruang perawatan anak, ruang poli obyegen/KIA, ruang anggaran/tempat pembayaran, ruang Radiolgi, ruang tempat pendaftaran pasien. Selain merenovasi bangunan RST juga dibuat prasasti pejabat Pangdam VI/Tpr, serta nama-nama dokter yang bertugas baik dari kalangan dokter tentara maupun dari luar jajaran Kesdam VI/Tpr.

Sesuai laporan dari Kepala RST Dr. Hardjanto Letkol CKm Dr. Yulie Kunwidjajanto Sp.B kepada Pangdam VI/Tpr pada peresmian RST Dr. Hardjanto bahwa dana yang digunakan dalam pengembangan/renovasi beberapa ruangan di RST Dr. Hardjanto dengan mengunakan dana Rumkit hasil Yankesmasum pada mata anggaran peningkatan kemampuan operasional Rumkit. Usai meresmikan renovasi bangunan RST Dr Hardjanto, Pangdam VI/Tpr beserta para Asisten, Kabalak dan Komandan Satuan serta para undangan yang hadir mengunjungi para pasien yang sedang mengalami perawatan.

Hadir dalam kegiatan peresmian tersebut para Asisten, Staf Ahli Pangdam, Kabalak, Dansat para prajurit Kodam VI/Tpr, Ketua Persit Ny.Lia Tono Suratman serta Ibu-ibu pengurus.

kodam-tanjungpura.mil.id