Monday, July 27, 2009

AL India Diperkuat Kapal Selam Nuklir

Kapal selam nuklir Nerpa K-152. (Foto: abc.net.au)

27 Juli 2009 -- Tahapan pertama uji pelayaran kapal selam nuklir kelas Akula II Nerpa K-152 sukses dilakukan di Laut Jepang sesuai jadwal, setelah dilakukan perbaikan ekstensif pada kapal selam.

Saat ini kapal selam kembali ke Bolshoy Kamen di Teritori Primorye, dan sedang mempersiapkan untuk tahapan kedua dari jadwal pengujian. Kapal selam akan ditambahkan sejumlah peralatan untuk mengecek kinerja dan pengaturan kerja.

Kapal selam Nerpa akan diserahkan ke Angkatan Laut Rusia setelah dinyatakan laik dioperasikan, dan kemudian disewakan ke AL India akhir 2009. AL India menyewa kapal selam ini selama 10 tahun senilai 650 juta dolar. Kapal selam ini akan digunakan AL India melatih personil angkatan laut mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir, sebelum mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir buatan dalam negeri India.

AL India akan memberi nama INS Chakra untuk Nerpa, pemberian nama INS Chakra untuk kedua kalinya setelah kapal selam nuklir kelas Charlie yang disewa oleh AL India pada 1988 - 1991 dari bekas Uni Sovyet.

INS Arihant Kapal Selam Nuklir India Pertama

Departemen Pertahanan India melarang mempublikasikan foto atau film INS Arihant, meskipun jurnalis diperkenankan meliput peluncuran INS Arihant.

India meluncurkan untuk pertamakalinya kapal selam bertenaga nuklir Arihant buatan dalam negeri India, Minggu (26/7). Kapal selam dibangun di galangan kapal angkatan laut Vishakapatnam.

Kapal selam dikembangkan atas kerjasama AL India, Bhabha Atomic Research Centre (BARC), Defence Research and Development Organisation (DRDO) dengan bantuan Rusia. Kemampuan India membuat kapal selam bertenaga nuklir sendiri, menempatkan kedalam jajaran lima negara; Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina yang sebelumnya telah membangun dan mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir.

Kapal selam nuklir Arihant digerakkan oleh reaktor nuklir mini 80MW, mempunyai panjang 110 meter, berat 6000 ton, kecepatan 22 knot dengan jumlah awak 23 perwira dan 72 kelasi. Kapal selam dipersenjatai 12 rudal balistik berbasis peluncuran dari kapal selam K-15. K-15 telah sukses diuji coba pada 26 Februari 2008, rudal dapat ditembakkan oleh kapal selam meskipun dibawah lapisan es.

INS Arihant diharapkan memperkuat AL India setelah uji coba di pelabuhan dan uji pelayaran pada 2011. Pemerintah India juga memesan enam kapal selam diesel Scorpene dari Perancis.

Rusia Bangun Satu Kapal Selam Nuklir Setiap Tahun

KASAL Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky mengatakan akan membangun satu kapal selam bertenaga nuklir setiap tahunnya mulai 2011, Minggu (26/7).

Saat ini Rusia mempunyai semua kemampuan, termasuk ekonomi dan keuangan untuk mewujudkan proyek ini dengan segera.

Vysotsky menambahkan Rusia akan membangun kapal-kapal perang permukaan dan kapal selam nuklir untuk Armada Laut Hitam Rusia yang berpangkalan di Crimea, Ukraina setiap tahunnya mulai 2010.

RIA Novosti/Marine Buzz/@beritahankam

18 Negara Asia Bentuk Pengamanan Laut Bersama

Mendagri Mardianto (kiri) bersama duduk dari ki-ka: Menkumham Andi Mattalatta, Menhub Jusman Syafei Djamal, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Menkopolhukam Widodo AS, Kalakhar Bakorkamla Laksamana Madya TNI Budhi Hardjo, KSAL Laksamana Tedjo Edhy Purdjianto berfoto bersama perwakilan delegasi pada Head of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) V di Kartika Plaza, Denpasar, Bali, Senin (27/7). Acara yang diikuti perwakilan dari 18 negara tersebut dalam rangka mewujudkan ketertiban keamanan laut di Asia. (Foto: ANTARA/Rafli/pras/ss/ama/09)

27 Juli 2009, Denpasar -- Sebanyak 18 negara di Asia mengikuti Heads of Asian Coost Guard Agency Meeting (HACGAM) ke-5 di Hotel Kartika Plaza, Kuta, Bali, mulai Senin (27/7) hingga Selasa (28/7).

Pertemuan tersebut dibuka oleh Menko Polkam Widodo AS dihadiri ratusan peserta delegasi dari 18 negara.

Sekretarias Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Dicky R Munaf mengatakan, Indonesia saat ini menjadi barometer kepercayaan dunia terhadap pola pengamanan laut karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

"Seluruh negara kepulauan atau negara dengan wilayah laut yang besar di Asia selalu memiliki pola pengamanan yang sama terhadap lautnya dan Indonesia menjadi barometer dunia dalam sistem pengamanan lautnya. Terutama beberapa kasus terkini seperti masalah Teluk Ambalat. Dalam kasus itu Indonesia menerima banyak apresiasi dari berbagai negara di dunia tentang pengamanan lautnya," ujarnya.

Agenda utama pertemuan itu adalah mewujudkan ketertiban dilaut kawasan Asia. Dalam agenda besar tersebut akan dirumuskan draf tentang sistem pengamanan bersama kawasan laut yang dimiliki oleh setiap negara peserta.

Menko Polkam Widodo AS seusai pembukaan pertemuan itu mengatakan, ada sejumlah isu kelautan yang dibahas seperti jaminan keamanan pelayaran, jaminan keamanan pengguna laut, keamanan pengguna laut untuk sumber makanan dan kegiatan ilegal di laut.

"Kerja sama yang dapat diimplementasikan bersama seperti pencemaran di laut. Banyak yang tidak memberikan atensi, sehingga perlu ada kerjasama antarnegara untuk mengatasi berbagai persoalan di laut," ujarnya.

MEDIA INDONESIA

Tiga Pesawat Tempur Tujuan Ambalat Tiba di Balikpapan

F-5 Tiger TNI AU. (Foto: TNI AU)

27 Juli 2009, Balikpapan -- Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Dradjad Rahardjo tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan pesawat tempur F-5 Tiger, Senin (27/7).

Pesawat F-5 dipiloti tersebut Letkol Pnb Roni Moningka, Komandan Skuadron Udara 14 Iswahyudi, Madiun. Bersama pesawat tersebut datang pula tiga pesawat F-5 Tiger lainnya.

Dua pesawat F-5e Tiger dan dua pesawat F-5f Tiger mendarat di Bandara Sepinggan terkait Latihan Antar Satuan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) II yang berlangsung di Ambalat 27-31 Juli.


Latihan ini untuk meningkatkan sistem penangkalan dan penindakan cepat, tepat, dan andal di wilayah udara Indonesia. "Atas perintah Panglima TNI, kami melaksanakan latihan di Ambalat untuk menunjukkan kekuatan Indonesia, biar negara lain tidak kurang ajar melanggar wilayah kita," tegas Dradjad.

Pangkalan TNI AU Tarakan Resmi Beroperasi

Bandara Juwata, Tarakan. (Foto: sizter85)

Pangkalan TNI AU (Lanud) Tarakan, resmi beroperasi. Peresmian dan pelantikan Komandan Lanud Tarakan dilakukan Panglima Koopsau II Marsekal Muda TNI Yushan Sayuti, di Apron Bandara Juwata, Tarakan, Senin (27/7).

Keberadaan pangkalan ini sebagai ujung tombak pengamanan wilayah unsur udara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur, dan dapat meredakan isu blok Ambalat.

Setelah melantik Komandan Lanud Tarakan Letnan Kolonel Pnb. Erwan Adrian, Pangkoopsau II menyerahkan Lanud Tarakan. Acara ini dihadiri juga oleh Panglima Kodam VI Tanjung Pura Mayjen Tono Suratman, Wali Kota Tarakan Udin Hianggio, dan beberapa unsur muspida.

Basis TNI AU di Tarakan ini semula berupa Pos TNI AU, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Pangkalan TNI AU Tarakan ketegori tipe C, yang dipimpin oleh seorang Komandan Lanud berpangkat Letnan Kolonel. Pangkalan ini masuk dalam jajaran Komando Operasi TNI AU II dan merupakan Lanud ke-20.

Dengan beroperasinya Lanud Tarakan, nantinya pesawat-pesawat tempur yang selama ini berada di Lanud Balikpapan, akan digeser ke Lanud Tarakan, sehingga menjadi lebih dekat dengan perbatasan Malaysia-Indonesia di Kalimantan Timur. Selain Lanud Tarakan, unsur udara yang bertugas memantau wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kaltim adalah Satuan Radar (Satrad) 225.

Yushan mengatakan dengan keberadaan Lanud Tarakan ini diharapkan mampu mengoptimalkan perlindungan terhadap ancaman dari udara khususnya wilayah perbatasan, sehingga mampu mengamankan kedaulatan NKRI, terutama di Kalimantan Timur.

"Nantinya Lanud Tarakan ini akan menjadi ujung tombak, dan berharap dapat meminimalisir pelanggaran di wilayah perbatasan, serta dapat meredakan isu blok Ambalat," katanya.

Menurut Yushan, wilayah ini merupakan wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga yang sangat kaya akan sumber daya alam, sehingga memungkinkan banyak kegiatan illegal logging, illegal fishing, dan pertambangan. Olehnya, dia meminta kepada Komandan Lanud Tarakan untuk bekerja keras, bertindak keras, dan senantiasa berkoordinasi.

Wali Kota Tarakan menyambut gembira peningkatan status Pangkatan TNI AU Tarakan ini mengingat wilayah ini merupakan perbatasan Malaysia-Indonesia yang kaya dan strategis sehingga besar ancaman dari luar. Dengan keberadaan pangkalan ini maka dapar menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Kaltim.

Proses pembangunan Lanud Tarakan sudah dilaksanakan sejak tahun 2005, yang meliputi pematangan lahan, pembangunan markas Lanud, perkantoran, fasilitas pangkalan, pemukiman, sarana penerbangan, shelter, apron, taxyway serta fasilitas umum lainnya.

Pemda Kaltim, khususnya Kota Tarakan, ikut berpartisipasi dengan menyiapkan lahan sekitar 168 hektare. Guna mendukung pembangunan Lanud Tarakan ini, hingga tahun 2007 Pemda Kaltim dan Tarakan sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 12,5 miliar.

MEDIA INDONESIA
/TEMPO Interaktif

TNI dan Militer AS Latihan Bersama Padamkan Kebakaran Hutan di Pekanbaru

(Foto: suaramedia)

27 Juli 2009, Pekanbaru -- Markas Besar (Mabes) TNI dan United State Pacific Command (US Pacom) menggelar latihan bersama penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru mulai 27-31 Juli.

Latihan bersama ini bertujuan mendapatkan formulasi standard baku penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen Burhanuddin Amin yang membuka pelatihan ini di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Senin, (27/7), mengatakan latihan bersama melibatkan empat negara yakni Indonesia, Amerika Serikat, Singapura dan Thailand. Dua negara terakhir berpartisipasi hanya sebagai peninjau.

"Latihan bersama ini mencakup dua kegiatan besar yakni workshop dan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Diikuti sekitar 350 peserta dari 33 perusahaan dan instansi terkait di Riau," kata Burhanuddin.

Sementara iotu, Amerika melalui US Pacom mengikutsertakan 13 prajuritnya pada kegiatan ini. US Pacom merupakan gabungan tiga angkatan bersenjata Amerika yang bertugas di kawasan Pacific untuk penanggulangan bencana. Namun yang dilibatkan pada kegiatan latihan bersama ini hanya dari Angkatan Darat Amerika.

Burhanuddin menambahkan selama dua hari pertama akan dilaksanakan workshop yang menjadi ajang berbagi pengalaman antara TNI dan US Pacom dalam menanggulangi kebakaran hutan. Latihan bersama kemudian akan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di lapangan Pasir Putih, Kabupaten Kampar pada 29-30 Juli mendatang. Kegiatan simulasi ini rencananya akan dihadiri panglima US Pacom yakni Mayjen Patrik Wilson.

Riau dipilih menjadi tempat pelaksanaan latihan bersama karena daerah ini rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan yang sangat sulit dipadamkan. Terutama kebarakan yang terjadi pada lahan gambut.

Sementara itu Wakil Gubernur Riau Mambang Mit yang hadir pada pembukaan kegiatan latihan bersama ini mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan sebuah formulasi Standard Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mengingat selama ini penanganannya masih secara sporadis.

MEDIA INDONESIA

Panser di Rumah SBY Berganti

27 Juli 2009, Jakarta -- 4 Panser yang selama ini berjaga di rumah Presiden SBY di Cikeas berganti wajah. Jika sebelumnya 4 panser itu buatan luar negeri, kini panser yang disiagakan adalah buatan PT Pindad, Bandung.

Panser berjenis Anoa 6x6 tersebut tiba di Cikeas sekitar pukul 14:30 WIB. Keempatnya langsung diletakkan di tempat-tempat strategis termasuk di depan pintu gerbang Puri Cikeas. (Foto: detikFoto/Anwar Khumaini)

Sementara itu, panser lama dibawa ke markas Paspampres di Tanah Abang, Jakarta. (Foto: detikFoto/Anwar Khumaini)

HAL Tejas Menggunakan Mesin F414?

HAL Tejas.

27 Juli 2009 -- Aeronautical Development Agency (ADA) telah mengirimkan permohonan pembelian mesin pesawat tempur F414 yang akan dipasang di pesawat tempur ringan HAL Tejas.

F414-GE-400 merupakan mesin pesawat tempur Angkatan Laut Amerika Serikat terbaru dan menggunakan teknologi lebih maju.

ADA akan mengevaluasi juga mesin EJ2000 yang dipromosikan oleh konsorsium Eropa Eurojet.

HAL Tejas merupakan pesawat tempur hasil rancangan dalam negeri India.

India Akan Mengirimkan Senjata ke Nepal


Pasukan Gurkha dengan pisau khukuriknya. (Foto: army.mod.uk)

India akan melanjutkan mengirimkan senjata ke Nepal, mengakhiri embargo sejak tumbangnya Raja Nepal Gyanendra yang mengakhiri sistem kerajaan di Nepal, tetapi detail senjata yang akan dibeli Nepal belum diumumkan. Menurut sumber di Departemen Pertahanan India, pencabutan embargo merupakan bagian dari pertemuan Menteri Pertahanan Nepal Bidya Devi Bhandari dan Menhan India A.K. Antony, Selasa (21/7).

Nepal dan India juga melanjutkan pembicaraan isu keamanan India - Nepal, ujar sumber tersebut. Ditambahkannya penerimaan orang Gurka dari Nepal oleh Angkatan Darat India dan latihan bersama tentara kedua negara segera dimulai.

Kedua negara mempunyai ikatan hubungan militer yang kuat sejak disetujui sebuah kesepakatan penerimaan orang Gurkha oleh Angkatan Bersenjata India pada 1949.

India telah menjual ke Nepal senapan serbu, senapan mesin, mortir, ranjau darat, kendaraan lapis baja, dua helikopter ringan dengan potongan harga.

Defense News/India-Defence/@beritahankam

Draft Kontrak Pembelian Helikopter Mi-35 Segera Diserahkan

Mi-35 milik TNI AD. (Foto: wikipedia)

27 Juli 2009, Jakarta -- Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menerima kunjungan duta besar RI untuk Rusia Hamid Awaludin, Jum’at (24/7), di kantor Dephan, Jakarta. Saat mendampingi tamunya, menhan didampingi Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S. Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.

Maksud kunjungan dubes Rusia kepada menhan kali ini selain menyampaikan perkembangan, situasi dan keadaan politik, ekonomi, pertahanan dan militer di Rusia, juga menegaskan tentang draft kerjama pertahanan RI - Rusia yang saat ini masih dalam proses penyempurnaan.

Dubes RI untuk Rusia juga menyampaikan tentang draft kerjasama Belarus yang sudah mendapat respons positif dari pemerintah Republik Belarusia salah satu negara di Eropa Timur. Dan menurut dubes RI untuk Rusia diperkirakan presiden Republik Belarus akan mengunjungi Indonesia pada awal tahun 2010 dan kemungkinan pada bulan Oktober tahun depan akan dibentuk joint commision antara RI – Belarus di Jakarta.

Ditambahkannya bahwa dalam waktu dekat akan segera dikirim draft kontrak helikopter tempur TNI AD jenis MI-35. Pemerintah Rusia berharap draft kontrak helikopter MI-35 tersebut dapat dialihbahasakan kedalam bahasa Indonesia untuk selanjutnya dapat segera ditandatangani kedua negara.

DMC

Brigif-1 Marinir Juara Pertama Senapan dan GPMG


27 Juli 2009, Surabaya -- Lomba menembak antar Komando Pelaksana Korps Marinir tahun 2009 hari ini , Jumat, 24 Juli 2009 memasuki hari terakhir, yang dilombakan yaitu menembak Senapan Otomatis GPMG.

Mayor Marinir Mukhroji selaku perwira pelaksana lomba menyatakan, lomba menembak GPMG diikuti oleh tiga Tim yaitu Brigif-1 Marinir ( Surabaya ), Brigif-2 Marinir ( Jakarta ) dan Brigif-3 Marinir ( Lampung ), masing-masing Tim mengeluarkan 3 pucuk senjata, setiap pucuknya diawaki oleh 2 petembak, sedangkan jarak tembak yang dilombakan yaitu 500 meter, 400 meter dan 300 meter.

Setelah melaksanakan lomba diperoleh hasil, Juara Pertama direbut oleh Brigif-1 Marinir dengan nilai 810, disusul Brigif-2 Marinir sebagai Juara Kedua dengan nilai 493 dan Brigif-3 Marinir sebagai Juara Ketiga dengan nilai 279, sementara itu untuk Perorangan, Praka Mar Adik dan Pratu Mar Nur Efendi dari Brigif-1 Mar merebut Juara Pertama dengan nilai 487, Pratu Mar Yulianto dan Pratu Mar Alam Budi juga dari Brigif-1 Mar merebut Juara Kedua dengan nilai 323, sedangkan Kopda Mar Sunarto dan Praka Mar Sodikin dari Brigif-2 Mar harus puas sebagai Juara Ketiga dengan nilai 274.

Untuk kategori Senapan, Juara Pertama direbut oleh Brigif-1 Mar dengan nilai 1.160, Menbanpur-1 Mar sebagai Juara Kedua dengan nilai 1.116 dan Juara ketiga direbut oleh Menart-1 Mar dengan Nilai 980, sementara itu untuk Juara Perorangan Pratu Mar Roni H dari Brigif-1 Mar sebagai Juara Pertama, Sertu Mar Agus Susanto dari Menbanpur-1 Mar sebagai Juara Kedua dan Pratu Mar Adi S dari Menbanpur-1 Mar sebagai Juara Ketiga, semuanya memperoleh nilai sama yaitu 164.

Sedangkan untuk kategori Pistol keluar sebagai Juara Pertama Menart-1 Mar dengan nilai 563, Juara Kedua direbut oleh Brigif-1 Mar dengan nilai 474 dan Brigif-2 Mar sebagai Juara ketiga dengan nilai 449. Perorangan Juara Pertama direbut oleh Mayor Marinir Achmad Yan dengan nilai 167, Sertu Mar M. Anas sebagai Juara kedua dengan nilai 143 dan Letda Mar Sandha sebagai Juara ketiga dengan nilai 142, ketiganya berasal dari Menart-1 Mar.

Komandan Kolatmar Kolonel Marinir Siswoyo H.S selaku Pimpinan Lomba mengatakan, Lomba Menembak Versi BISAM ini dilaksanakan sebagai sarana mengukur kemampuan dan ketrampilan menembak prajurit Korps Marinir, selain itu juga sebagai sarana untuk mencari atlet-atlet menembak BISAM untuk menghadapi even-even yang lebih besar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, karena lomba menembak versi BISAM antar Komando Pelaksana Korps Marinir ini dapat berlangsung dengan lancar dan aman,” tegas Komandan kelahiran Malang tersebut.

DISPENAL

Lima Teroris Berhasil Dilumpuhkan dalam Sekejap


26 Juli 2009, Purworejo -- Lima teroris anggota Jaringan Nurdin M Top dilumpuhkan tim penanggulangan teror (gultor) Bataliyon Infanteri Raider 412 Purworejo saat menduduki kantor Telkom setempat.

Dalam operasi kilat itu, kepala kantor Telkom berhasil dibebaskan dari penyanderaan para teroris. Baku tembak sempat mewarnai aksi penyelamatan sandera. Perlawanan tak berlangsung lama, dalam sekejab lima anggota teroris tewas di tempat.

Operasi ini melibatkan 25 personel Gultor, 4 personel di tempatkan sebagai tim perintis yang bertugas merangsek masuk sementara lainnya mengamankan lokasi sasaran.

Drama itu terjadi saat latihan antisipasi pembebasan sandera di kantor Telkom Purworejo, Sabtu malam (25/7).

"Kami siapkan tim terlatih, operasi ini berjalan sesuai prinsip cepat tepat dan senyap, makin cepat makin bagus. Bahkan dengan zero error," terang Komandan Bataliyon Raider 412 Letkol (inf) Khaerul Anwar Mandailing usai memimpin langsung latihan, Minggu (26/7).

Gambaran itu, kata Khaerul, hanya sebagian dari kesiapan tim Gultor. Dengan skenario yang dibuat semirip mungkin diharapkan jajaran TNI mampu meningkatkan performa dan siap untuk diterjunkan sewaku waktu. Kondisi penyekapan pun dilakukan nyaris seperti aslinya lengkap dengan penjagaan sempurna.

"Meskipun latihan, kami persiapkan secara sungguh-sungguh, hasilnya kurang dari satu menit selesai. Pemetaan lokasi sasaran dan strategi serangan maksimal, tim yang diterjunkan juga yang terbaik," katanya.

MEDIA INDONESIA

Skadron Udara 7 Latihan Simulasi Pemadam Kebakaran


27 Juli 2009, Subang -- Dalam rangka mengantisipasi timbulnya bahaya kebakaran di satuan yang memiliki pesawat udara serta melatihkan anggota bertindak cepat dan tepat di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Jumat (24/7) dilaksanakan simulasi pemadaman api di kesatrian tersebut. Latihan melibatkan sekitar 100 personel dilaksanakan di depan Apron Hanggar Solooy yang didalamnya terdapat Pesawat Helikopter jenis Bell 47 G Soloy yang harus segera dikeluarkan dari hanggar.

Dalam simulasi diskenariokan pada pukul 13.15 WIB terdapat seorang anggota yang sedang membetulkan listrik, tiba-tiba ia tersengat arus listrik dan terbakar kepalanya. Kemudian anggota yang berada di dekatnya segera lari ke arah lonceng pengumunan dan melaporkan ke Duty Pilot Skadron Udara 7. Duty Pilot selanjutnya melalui annauncer mengumumkan kepada seluruh anggota skadron bahwa di lingkungan kesatrian terjadi kebakaran dan memerintahkan teknisi untuk segera mengeluarkan pesawat yang ada di hanggar.

Sedangkan anggota lainnya memberikan pertolongan darurat kepada korban kebakaran. Dalam hitungan 4 menit berhasil dikeluarkan 5 unit helikopter dan api juga diupayakan dipadamkan dengan alat yang ada. Lima menit setelah kebakaran, mobil Pemadam Kebakaran dari Lanud Suryadarma beserta krunya tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api yang sedang berkobar. Terakhir ambulance dari Rumah Sakit Lanud Suryadarma juga menolong korban kebakaran untuk di bawa ke rumah sakit.

Menurut Lettu Pnb Krisnayogi, Kepala Seksi Keselamatan Terbang dan Kerja, Skadron Udara 7 setelah menyaksikan latihan pemadam kebakaran tersebut menyatakan, kegiatan berjalan cukup berhasil ditandai dengan terlibatnya semua unsur di Skadroin Udara 7 dan tingkat kecepatan bertindaknya. Diharapkan kesigapan tersebut senantiasa dipelihara, sehingga profesionalisme sebagai prajurit dapat diandalkan, demikian Lettu Pnb Krisnayogi.

PENTAK LANUD SURYADARMA

Asops Kasum TNI Periksa Gelar Pasukan Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long


23 Juli 2009, Samarinda -- Dalam rangka menyonsong persiapan tugas operasi pengamanan perbatasan (PAMTAS) RI-Malaysia untuk menggantikan Yonif 613/Raja Alam yang sudah menjalankan tugasnya sejak bulan Juni 2008, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Supiadin AS didampingi oleh Waaslog Panglima TNI, Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman yang juga didampingi sejumlah Asisten Kasdam VI/Tpr dan para Dansat Balak Kodam VI/Tpr dan disambut oleh Danrem 091/ASN Kolonel Inf Musa Bangun diikuti pula oleh para Kasi Korem 091/ASN, Dasat dan Kabalak aju Wilayah Samarinda, untuk melakukan pengecekan kesiapan atau gelar pasukan terhadap Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang akan melaksanakan tugas operasi Pengamanan Perbatasan Darat RI-Malaysia, di lapangan Mako Yonif 611/AWL Loa Janan, Kab. Kutai Kertanegara.

Dalam pengarahannya Asops Panglima TNI mengatakan, pemeriksaan kesiapan Satgas Pam Tas Darat ini bertujuan untuk mengecek secara fisik tentang kesiapan personel, materiil dan alutsista yang akan digelar, untuk mengetahui secara langsung tentang kendala dan hambatan yang dihadapi oleh Yonif 611/AWL yang akan melaksanakan tugasnya, serta menyakinkan pimpinan bahwa seluruh personel dalam kondisi sehat dan mental yang baik, siap melaksanakan tugas.

Asops Panglima TNI mengharapkan penugasan yang akan dilaksanakan ini mendapat keberhasilan, untuk itu ada beberapa hal sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas yaitu : setiap prajurit wajib menjadi badan pengumpul keterangan, memiliki jiwa intelijensi dan menguasai aspek tempur serta memahami Protap yang sudah digariskan oleh pimpinan. “Tugas merupakan Kehormatan, kunci keberhasilannya adalah baik-baik dengan rakyat. Bina masyarakat perbatasan agar tumbuh di jiwa mereka kecintaan terhadap tanah air dan tanamkan semangat kebangsaan NKRI”, ujar Jenderal berbintang dua mantan Kasdam VI/Tpr ini.

Selain pengecekan lapangan yang meliputi kesiapan prajurit maupun materiil atau alutsista, Asops Panglima TNI juga menerima Paparan dari Dan Yonif 611/AWL Letkol Inf Achdwiyanto Yudi Hartono tentang kesiapan Yonif 611/Awang Long untuk melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Dalam kesempatan gelar pasukan tersebut Asops Panglima TNI selain memeriksa personel dan alat kelengkapan, juga memberikan beberapa tes atau semacam uji coba terhadap beberapa prajurit, diantaranya bagaimana menggunakan kompas prisma termasuk alutsista lainnya yang nantinya akan digunakan di medan tugas. Usai memeriksa gelar pasukan, Asops Panglima TNI melakukan penanaman pohon kenangan di area Mako Yonif 611/Awang Long seperti yang telah dilakukan oleh beberapa pejabat lain yang sebelumnya datang mengunjungi Yonif 611/Awang Long.

KODAM VI/TANJUNGPURA

AL Israel Sukses Uji Tembak Rudal Barak

Kapal perang AL Israel dari tipe Sa'ar. (Foto: g2mil)

27 Juli 2009 -- Angkatan Laut Israel berhasil melakukan uji kemampuan sistem pertahanan rudal Barak minggu lalu. Lokasi uji coba di Laut Mediterania, sebuah kapal perang AL Israel menembakkan rudal yang disimulasikan sebagai rudal musuh kemudian rudal Barak diluncurkan dari kapal perang lainnya dari jenis Sa’ar 5. Rudal Barak mengenai dan menghancurkan rudal musuh.

Rudal pencegat Barak yang telah ditingkatkan kemampuannya akan dipasang di kapal perang AL Israel. Pada Perang Lebanon Kedua, Hizbullah menembakkan rudal C-802 rancangan Cina mengenai kapal perang INS Hanit, menewaskan empat pelaut. Saat itu, karena kelemahan data intelijen, sistem Barak tidak difungsikan.

Israel Aerospace Industries (IAI) saat ini telah menyelesaikan tahap akhir pengembangan rudal Barak-8, dijadwalkan akan beroperasi tahun depan. Rudal baru ini dilaporkan memiliki fitur pelacak lebih maju dan jangkauan kemampuan lacak lebih jauh serta menguncinya dalam jarak belasan kilometer.

Menurut seorang perwira AL Israel, seteru Israel selalu berusaha mengakuisisi persenjataan canggih untuk menyerang kapal-kapal berudal Israel. Tahun lalu, Iran mengklaim telah berhasil melakukan uji penembakan rudal permukaan ke laut dengan jangkauan 350 kilometer.

THE JERUSALEM POST/@beritahankam

Korem 121/ABW Tambah 29 Pos Perbatasan


25 Juli 2009, Pontianak -- Komandan Korem 121/Alambhana Wanawwai, Kolonel Infantri, Nukman Kosadi, mengatakan, pihaknya telah mengusulkan penambahan pos-pos pengamanan perbatasan sebanyak 29 unit dari 31 unit yang tersebar di sepanjang perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) - Malaysia Timur (Sarawak).

"Rencana penambahan pos pengamanan perbatasan sudah kita ajukan ke Kodam VI Tanjungpura dan Mabes TNI," kata Nukman Kosadi kepada pers , di Pontianak, Sabtu.

Nukman mengatakan, rencana penambahan pos pengamanan perbatasan seiring dengan rencana ditingkatkannya status Korem 121/ABW menjadi kodam pada tahun 2010 mendatang serta tingkat kebutuhan pengamanan perbatasan darat.

"Selain berdirinya kodam, maka Korem di Kalbar juga menjadi dua, yaitu di Singkawang dan Sintang menjadi Korem 121/ABW karena sebelum dilikuidasi kodam di Kalbar tahun 1985, maka status Korem di Sintang kemudian dipindahkan ke Pontianak," katanya.

Ia mengatakan, peningkatan status Korem menjadi kodam sudah sangat mendesak mengingat luasnya daerah perbatasan langsung, baik darat maupun laut antara Kalimantan Barat - Malaysia Timur yang cukup panjang sehingga sangat berpotensi timbulkan kerawananan segala aspek.

Saat ini Korem 121/ABW baru memiliki 300 personel sehingga masih kurang sebanyak 900 personel kalau ditingkatkan menjadi kodam, katanya.Karena itu sangat diperlukan penambahan prajurit yang mencakup tamtama, bintara serta perwira.

Panjang perbatasan darat antara Indonesia - Malaysia di Kalimantan mencapai 2.004 kilometer, terdiri atas albar 857 kilometer dan Kaltim 1.147 kilometer.

Provinsi Kalbar rawan terjadi tindakan ilegal, seperti konflik, sasaran eksploitasi kekayaan alam, praktik illegal logging (pembalakan hutan secara liar), jalur perdagangan gelap, penyelundupan, trafficking (perdagangan manusia), infiltrasi, sabotase, kegiatan intelijen asing katanya.

KAPAN LAGI

Sunday, July 26, 2009

Perampok Laut Tembaki Petugas


26 Juli 2009, Langsa -- Kawanan perompak laut bersenjata api yang selama ini beraksi diperairan selat Malaka, terlibat baku tembak dengan petugas.

Aparat gabungan Resmob, Intel Polres Langsa dan Airut Belawan, Sumatera Utara mendapat serangan mendadak di Kuala Parek Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, Sabtu (25/7).

Kapolres Langsa AKBP. Marwan Syukur, SH,MH kepada Metro Aceh via telepon selularnya membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskannya bahwa peristiwa itu bermula dari pengintaian yang dilakukan pihaknya bersama Airud Belawan yang dipimpin AKBP Alvian terhadap kawanan perompak laut yang selama ini sangat meresahkan para nelayan lokal dan asing.

Dia menerangkan, bahwa selama ini kawanan perompak laut bersenjata api tersebut telah menyandera dua orang nelayan warga Negara Thailand di perairan laut lepas. Dari pengembangan informasi diketahui bahwa kawanan perompak laut tersebut yang telah masuk dalam DPO Airut Belawan bermarkas di salah satu pulau kecil kawasan Sungai Raya, Aceh Timur.

Selanjutnya bekerjasama dengan tim gabungan Polres Langsa, Airud Belawan pada Sabtu (25/7) dini hari sekira pukul 02.00 Wib, langsung bergerak ke titik lokasi persembunyian kawanan perompak laut tersebut melalui pelabuhan Kuala Langsa.

Setelah menyusuri perairan Kuala Langsa, sekira pukul 09.00 Wib tim gabungan tiba di TKP, Saat melakukan pengendapan dan berusaha membekuk tersangka yang saat itu diperkirakan 4 orang dengan dua pucuk senjata api jenis AK 47, tiba-tiba petugas mendapat tembakan dari kawanan perompak.

“Sehingga sempat terjadi baku tembak antara petugas dengan kawanan perompak selama beberapa menit, selanjutnya kawanan perompak itu berhasil kabur dengan membawa lari dua pucuk senjata AK 47 serta satu sandera, sementara sandera lainnya terpaksa ditinggal di lokasi TKP karena tertembak di kaki pada bagian betis kanan saat terjadi baku tembak,” terang Marwan.

Lanjutnya, petugas tidak berhasil mengejar kawanan perompak pasca kontak tembak, karena medan markas perompak yang merupakan semak hutan bakau sangat sulit dilalui. “Sementara mereka (perompak-red) bisa lari karena telah menguasai medan (lokasi),” sebut Marwan lagi.

Selanjutnya pasca kontak tembak tersebut saat menyisir TKP, petugas berhasil menemukan satu orang sandera yang tertinggal di TKP atas nama Amnuay Udomsuk (34) warga Negara Thailand karena tertembak di kaki betis kanan. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan dari TKP yaitu 49 butir amunisi AK 47, satu unit kompas, satu magazine AK 47, dua HP, satu unit GPS, dua unit sampan dan satu unit teropong malam.

Barang bukti tersebut langsung diamankan ke Mapolres Langsa, sementara korban sandera yang tertembak saat baku tembak langsung dirawat di salah satu rumah sakit Langsa. “Sementara itu satu sandera lainnya atas nama Atio juga warga Thailand, masih dibawa kabur oleh kawanan perompak,” sebut Marwan lagi.

Ditegaskannya, bahwa saat ini pihaknya masih memburu keberadaan kawanan perompak laut yang berhasil kabur tersebut. Apalagi saat ini dua orang sudah diketahui identitasnya yaitu WW alias Asen dan Siman, “Mereka berhasil kabur dengan membawa satu orang sandera serta dua pucuk senjata api,” kata Kapolres.

RAKYAT ACEH

3 Pulau di Aceh Hilang


26 Juli 2009 -- Tiga pulau di wilayah Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam dinyatakan hilang. Ini merupakan dampak meningkatnya ketinggian air laut akibat pemanasan global.

Ketiga pulau itu adalah Pulau Malelo, Pulau Jejawi, dan Pulau Gosong Sianje. Pulau-pulau yang merupakan gugusan Kepulauan Banyak ini baru diketahui hilang setelah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Singkil melakukan survei-survei pulau tersebut.

“Ketiga pulau ini hanya ditumbuhi pepohonan. Tidak dihuni manusia,” kata Camat Pulau Banyak Safnil di Aceh Singkil, Minggu 26 Juli 2009.

Hingga saat ini hanya tersisa 66 pulau di wilayah itu. Ke 66 pulau ini juga berpotensi hilang karena ketinggian air laut masih terus meningkat.

Selain itu, perusakan trumbu karang oleh orang-orang tak bertanggung jawab juga berpotensi menyebabkan pengikisan tanah penyangga pulau.

VIVANews

Kodim Bontang Nominator Terbaik


26 Juli 2009, Bontang -- Kodim 0908 Bontang masuk nominasi sebagai Kodim terbaik dalam Lomba Binter (pembinaan teritorial) yang digelar 2 tahun sekali di lingkungan TNI-AD. Dalam kaitan ini, kemarin Kodim Bontang mendapat kunjungan dari tim penilai.

Menyambut kunjungan yang dipimpin Kolonel Inf Arminson tersebut, berbagai kesenian tradisional pun ditampilkan. Selain tarian adat daerah Kaltim dan musik tingkilan, ada juga penampilan Barongsai dari warga Tionghoa di Bontang.

“Bontang termasuk Kodim yang dinilai berhasil membina lingkungan,” kata Arminson setelah upacara di halaman Kodim di Jl Awang Long.

Hadir dalam acara kemarin Sekkot Bontang Adi Darma, Kapolres Bontang Armed Wijaya dan sejumlah unsur muspida lainnya. Selain Bontang di Kaltim nominator lainnya adalah Kodim Muara Teweh Pandu Panjung, Kalimatan Selatan

Selain Arminson, 2 tim penilai lainnya adalah perwira dari Pusat Sterad (Staf Teritorial Angkatan Darat).

Ada 3 aspek yang dijadikan penilaian dalam lomba Binter, antara lain aspek geografi (wilayah ),aspek demografi (kependudukan) dan aspek kondisi sosial. Penilaian serupa ini, ungkap Dandim Bontang Letkol Inf Dedy Kusbandi dimaksudkan agar tugas mereka sebagai prajurit menjadi lebih baik, lebih disiplin namun tak melupakan hubungan dengan masyarakat sekitar.

Misalnya proaktif dan bersama-sama melakuan pembinaan dengan Toga (tokoh agama ) dan tokoh masyarakat setempat, serta ikut mengembangkan khazanah budaya dimana Kodim beroperasi.

KALTIM POST

Saturday, July 25, 2009

Kapal Selam Kelas Graney Kedua Dibangun

Kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Yasen (Graney) Project 885 yang dibuat di galangan kapal Severodvinsk. (Foto: globalsecurity.org)

25 Juli 2009 -- Konstruksi kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Yasen (Graney) Project 885 kedua dimulai pada Jumat (24/7) di galangan kapal Sevmash, bagian Utara Rusia.

Kapal selam kedua akan dilengkapi sistem elektronik dan kontrol penembakan yang telah diperbaiki, serta dibuat dengan kompenen dan material eksklusif buatan Rusia.

Kapal selam nuklir Graney akan dipersenjatai dengan 24 rudal jelajah, termasuk 3M51 Alfa, SS-NX-26 Oniks atau SS-N-21 Granat/Sampson. Kapal selam dilengkapi juga delapan tabung torpedo, ranjau dan rudal anti kapal permukaan seperti SS-N-16 Stallion.

Kapal selam pertama dibangun di galangan kapal Severodvisk, lunas pertama diletakkan 1992, dan dijadwalkan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada 2010 atau awal 2011 setelah lama tertunda karena alasan finansial.

KASAL Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky mengatakan pada Juli 2008, konstruksi generasi baru kapal selam bertenaga nuklir rudal balistik dan serang merupakan prioritas utama untuk AL Rusia.

Dibawah program pembelian senjata Rusia untuk 2007 - 2015, AL diharapkan menerima sekurang-kurangnya lima kapal selam bertenaga nuklir strategis kelas Borey Project 955 dengan rudal balistik baru Bulava, 2 kapal selam serang nuklir kelas Yasen Project 885.

RIA Novosti/@beritahankam

Lombak Menembak Versi BISAM

24 Juli 2009, Surabaya -- Sejumlah prajurit Korps Marinir mengikuti Lomba Menembak versi BISAM ( Brunei International Skill At Meeting ) di Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Jumat (24/7). Lomba menembak yang diikuti oleh sembilan tim dari Komando Pelaksana dijajaran Korps Marinir dari Surabaya, Jakarta dan Lampung tersebut, bertujuan untuk mengukur kemampuan dan ketrampilan menembak versi BISAM pada prajurit Korps Marinir, sesuai standart kemampuan yang dipersyaratkan.

(Foto: ANTARA/Serda Mar Kuwadi/EI/HO/ED/pd/09)

(Foto: ANTARA/Serda Mar Kuwadi/EI/HO/ED/pd/09)

Venezuela Akan Borong MBT T-90

MBT T-90. (Foto: fofanov.armor.kiev.ua)

25 Juli 2009 -- Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan Venezuela akan membeli lebih banyak tank sekurang-kurangnya dua kali lipat dari jumlah yang dimiliki Angkatan Bersenjata Venezuela saat ini, saat wawancara dengan stasiun televisi nasional, Kamis (23/7).

Pemerintah Venezuela merencanakan memperkuat pertahanan Venezuela di darat, laut dan udara.

Pengumuman presiden tidak lama setelah Kolombia negara tetangga Venezuela, menawarkan akomodasi kepada pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara dan laut milik AB Kolombia. Menurut Chavez hal ini merupakan ancaman serius keamanan nasional Venezuela.

Angkatan Darat Venezuela memiliki 80 MBT tua buatan Perancis AMX-30 dan beberapa lusin tank ringan buatan Perancis AMX-13C.

Chaves menegaskan Caracas dan Moskow sedang melakukan pembicaraan rencana pembelian MBT T-90 disamping peralatan militer lainnya.

Venezuela telah membelanjakan jutaan dolar untuk memborong senjata buatan Rusia, termasuk pesawat tempur Sukhoi, helikopter dan senapan serbu Kalashnikov antara 2005 - 2007.

RIA Novosti/@beritahankam

Serangan Lewat Pesawat

Menara kembar WTC diserang oleh pesawat komersial yang sebelumnya dibajak.

25 Juli 2009 -- Ini peringatan bagi aparat keamanan terutama petugas bandara. Dari sejumlah dokumen yang ditemukan polisi dalam beberapa penggerebekan sebelum peledakan JW Marriott, ternyata ada rencana teror menggunakan pesawat terbang. Ya, pesawat terbang se-perti serangan World Trade Centre di New York Amerika Serikat 11 September 2001.

”Ada yang kami sita saat penggerebegan di Banjarmasin dan Cilacap. Juga berdasar pengakuan yang sudah kami tangkap,” kata sumber JPNN di lingkungan Mabes Polri kemarin. Rencana itu bahkan digambar dan dibuat sketsanya. Dalam sebuah dokumen yang disita di Banjarmasin 9 Mei 2009, terungkap skenario serangan membajak pesawat dan menabrakkannya sebagai serangan bunuh diri ke gedung tinggi di Jakarta. Saat itu, Densus 88 berhasil menangkap Kasiman Marindra alias Usamah alias Abu Zar alias Salim alias Udin. ”Dari pengakuan tersangka selama interogasi, ada rencana untuk mendekati dan merekrut krew pesawat termasuk mencari pilot,” ujar sumber itu.

Selain mengingatkan pada tragedi WTC, plot pembajakan pesawat seperti yang direncanakan itu juga pernah dilakukan oleh Jamaah Imran pada pesawat Garuda DC-09 di Don Muang, Thailand pada tahun 1981. Pembajak saat itu berhasil dilumpuhkan oleh Satgultor Kopassus dibawah pimpinan Benny Moerdani dan Sintong Panjaitan. Dalam dokumen yang sekarang diamankan Densus 88 itu, tidak ada keterangan tentang kapan dan dimana rencana serangan akan dilakukan. ”Masih susah ditanya,” kata sumber itu menjelaskan tentang sikap keras Abu Zar. Selain serangan pesawat, ada juga plot serangan terhadap lokasi sekitar Istana Negara. Rencana teroris akan menggunakan bahan peledak seperti bom tupperware yang sama seperti yang sudah disita di Palembang 2008. ”Ada gambar bom Tupperware di sketsa yang ditemukan,” kata sumber itu.

Juga, ada rencana menembak presiden dari jarak jauh. Pelatihan bahkan sudah dilakukan di Banjarmasin. Alasannya, pemerintahan sekarang dianggap pemerintahan thaghut yang wajib diperangi. Sedangkan di Cilacap, saat menangkap Saefudin Zuhri, polisi menyita sketsa serangan terhadap kedutaan asing Australia dan Amerika Serikat dan hotel. ”Ada gambar sketsa gambar menyerupai bangunan hotel. Namun tidak ada nama hotel. Hanya tulisan hotel itu digaris bawah,” katanya.

Soal rencana serangan terhadap armada pesawat terbang itu tampaknya sudah sampai langsung ke telinga presiden. Saat meresmikan kantor baru PT Garuda Indoensia Kamis lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan semua jajaran pemerintah, BUMN, dan swasta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak berkompromi dengan tindakan keamanan. Prosedur keamanan harus dijalankan tanpa ada toleransi untuk mencegah ancaman terorisme.

23 Juli 2009, Tangerang -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (2kiri) dan Menteri BUMN Sofyan Djalil (3kiri) melihat replika pesawat Boeing B-737-800 NG saat peresmian penggunaan gedung baru "Garuda Indonesia Management Building" di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (23/7). Kepala Negara juga meresmikan pemakaian Garuda "Corporate Identity Brand Refresh" dan penggunaan dua pesawat jenis baru Airbus A330-200 dan Boeing B-737-800 NG yang memiliki fasilitas hiburan audio dan video yang canggih. (Foto: ANTARA/Audy Alwi/nz/09)

Khusus untuk perusahaan penerbangan, SBY juga meminta semua prosedur keamanan ketat tetap dilaksanakan. ”Jangan karena ada ancaman terorisme baru kita sibuk. Sepanjang masa, harus ada langkah-langkah konkret di dalam menjalankan SOP, dan juga langkah-langkah pencegahan,” kata SBY. Prosedur keamanan ketat juga harus dilakukan di semua tempat. ”Bukan hanya yang lewat security door, tapi juga lorong karyawan, tempat katering, semua mesti dicek dan diyakini semuanya steril. Semua,” ujar Presiden.

SBY mengatakan, dirinya kerap mengkritik sistem keamanan yang longgar. ”Kadang-kadang dianggap sudah kenal, karyawan di situ, tidak mencurigakan, lalu tidak diperiksa dengan seksama. Siapapun, harus diperiksa dengan seksama,” ujarnya. Sejak terjadi peledakan bom di Mega Kuningan akhir pekan lalu, pengamanan di Istana juga lebih ketat. Biasanya, pemeriksaan baru melalui pemindai logam dilakukan di ruang kaca, akses masuk dari Sekretariat Negara ke Istana bagi tamu. Namun beberapa hari terakhir, pejalan kaki yang masuk gerbang Sekretariat Negara sudah langsung diperiksa secara manual.

Akses masuk bagi pegawai juga lebih ketat. Saat wartawan dan pegawai biro pers masuk ke pintu Jl. Veteran (pintu masuk khusus pegawai atau pejabat) dengan menggunakan mobil rumah tangga kepresidenan, tetap harus diperiksa satu per satu dengan pemindai logam. Padahal, biasanya pemeriksaan ketat hanya dilakukan terhadap mobil. Usai salat Jumat di Mabes Polri, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menjelaskan polisi sedang adu cepat dengan teroris. ”Mereka punya pola, kita punya pola,” katanya membantah anggapan polisi kecolongan. Soal plot serangan teroris, BHD membenarkan Densus 88 sudah menyita berbagai alat bukti dan dokumen. ”Di Banjarmasin operasi sejak 5 Mei, pada 9 mei kita tangkap Kasiman Marindra alias Usamah alias Abu Zar alias Salim alias Udin,” kata BHD.

Kapolri menambakan, Abu Zar memang merencanakan aksi di berbagai tempat. ”Kita temukan CD, ada foto-foto juga. Termasuk yang ditunjukkan bapak presiden. Sebab menurut pengakuannya bapak presiden dianggap pemerintahan yang thaghut. Itu diakui oleh yang bersangkutan,” kata BHD. Mantan Kabareskrim itu menjelaskan, sebelum menangkap Abu Zar, operasi Densus 88 juga beberapa kali dilakukan di berbagai kota. Misalnya Wonosobo pada 2006, lalu penggagalan pengiriman bahan peledak TNT 10 Kg di Jogjakarta 2007, lalu penangkapan perakit bom Tupperware di Palembang 2008, penangkapan di Plumpang, Kepala Gading Oktober 2008. ”Kita juga berhasil menangkap jaringan Singapura, Hsn yang sembunyi di Malang dan Abdul Samad di Lampung,” kata Kapolri.

Usai menangkap Saefuddin Zuhri, rekan satu angkatan Ali Imron di Afghanistan, polisi mulai mendapat titik terang. ”Dari Z kita ke Brd yang merupakan mertua buronan kita. Di sana ada bom yang ditemukan sama dengan yang meledak di Marriott dan sama dengan yang belum meledak,” kata BHD.

Kapolri meminta semua pihak bersabar sembari polisi bekerja keras. ”Doakan kami. Doakan anak-anak saya di lapangan yang tak pernah istirahat. Insya Allah, Insya Allah,” katanya. Jenderal kelahiran Bogor itu kembali mengingatkan agar semua prosedur keamanan ditaati. ”Dalam kondisi apapun tidak boleh ada under estimate. Bahkan anggota masuk ke Mabes Polri pun harus dicek jangan lengah. Wartawan juga harus dicek tasnya,” katanya.

BATAM POS

Lanud Tarakan Senin Resmi Dioperasikan

Kas Koopsau I Masma TNI Benyamin Dandel, S.IP bersama Wakil Wali Kota Tarakan, Tamrin AD beserta sejumlah pejabat sedang meninjau lokasi pembangunan Lanud Tarakan. (Foto : Pen Koopsau II/2008)

25 Juli 2009, Jakarta -- Pangkalan Udara (Lanud) Tarakan tipe C di Kalimantan Timur resmi akan dioperasikan, Senin (27/7) mendatang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan Lanud di wilayah Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) II sebanyak 20 Lanud, tiga di antaranya adalah Pangkalan Induk masing-masing berada di Makassar, Madiun, dan Malang.

Hal ini diungkap Panglima Komando Operasi TNI AU, Marsekal Muda (Marsda) Yushan Sayuti saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat sore (24/7) via ponselnya.

Dijelaskan, pesawat tempur dan pesawat pengintai mempunyai kemampuan jarak jangkau untuk melaksanakan operasi sehingga perlu membentuk pangkalan udara (Lanud) yang tepat berada di garis depan. Pasalnya, salah satu yang menjadi fokus pengawasan dan pengamanan adalah wilayah di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Dengan demikian, daya jangkau pesawat tempur dan pesawat pengintai memiliki waktu cukup lama beroperasi.

Kata Yushan, sebelumnya operasi TNI AU bergerak dari Lanud Balikpapan. Namun, karena dari Tarakan dari segi jarak lebih dekat dan efektif, maka selanjutnya operasi dialihkan ke wilayah Tarakan dengan memanfaatkan run way bandara penerbangan sipil yakni bandara Juata.

"Sebenarnya tahun 2006 lalu kita telah menerima Surat Keputusan dari kepala staf Angkatan Udara tentang pembentukan Lanud Tarakan Type C sehingga tidak menumpang lagi di penerbangan sipil namun karena sarananya belum cukup pengoperasiannya pun tertunda. Namun Senin nanti dibuka dan saya sendiri yang resmikan Lanud Tarakan ini," jelas Yushan.

Ditanya soal Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista), Panglima Koopsau II ini menjelaskan, alutsista tetap berada di pangkalan induk. Namun jika melaksanakan operasi di wilayah Kalimantan Timur, alutsista akan digerakkan ke Lanud Tarakan.

JURNAL NASIONAL

Kadispenal: Pesawat TNI AU U-612 Hanya Gagal Take Off di Juanda Surabaya

Cassa C-212 U-612. (Foto: Gunawan Mashar)

24 Juli 2009 -- Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E., menjelaskan bahwa Pesawat TNI AL jenis Cassa U-612 yang sedang mendukung latihan terjun Pasukan Marinir hanya gagal take off di Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jum’at (24/7) pukul 09.45 Wib karena ada salah satu indikator pesawat mengalami gangguan ringan.

“Suatu tindakan yang benar diambil oleh Pilot karena sudah sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) penerbangan untuk mengurangi resiko yang lebih besar,” tegas Kadispenal seusai mengikuti pertandingan tenis lapangan dalam rangka kejuaraan Panglima TNI tahun 2009 di lapangan tenis Mabes TNI AU, Jum’at (24/7).

Menurut Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E., bahwa pesawat TNI AL yang diawaki oleh pilot Kapten Laut (P) Winardi, Co-Pilot Kapten Laut (P/W) Eny Ambarwati dan mekanik Serda Mes Anshori tersebut, sedang mengangkut 14 siswa penerjun Marinir.

Seluruh crew dan penumpang pesawat tersebut dalam keadaan baik, termasuk pesawat tidak ada kerusakan dan melanjutkan latihan penerjunan sorti ketiga atau sorti terakhir sesuai yang direncanakan. Sementara Bandara Udara Juanda, Surabaya tetap operasional seperti biasa.

Cassa 212 dengan nomor lambung U-612 tersebut merupakan pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia pada tahun 1983 dengan memiliki panjang 15,154 meter dan lebar 19 meter dengan bobot maksimal 7.450 kg, mampu mencapai ketinggian sampai dengan 20.000 kaki dan telah dioperasionalkan oleh TNI Angkatan Laut sejak 6 April 1984.

DISPENAL

Friday, July 24, 2009

Cassa TNI AL Sudah Diperbaiki

Cassa C-212. (Foto: Gunawan Mashar)

24 Juli 2009, Jakarta -- TNI AL menyatakan bahwa pesawat Cassa 212 miliknya yang sempat mengalami masalah saat mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, sudah diperbaiki dan bisa dioperasikan kembali.

Juru bicara TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul di Jakarta Jumat mengatakan, pesawat yang digunakan untuk misi latihan terjun taruda marinir itu selesai diperbaiki di hanggar Skadud 800 Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Surabaya.

Pesawat Casa itu tinggal landas hari ini pukul 09.00 WIB dan menerjunkan sejumlah taruna, namun saat mendarat pukul 09.45 WIB ada masalah pada salah satu mesinnya sehingga pesawat terputar atau berayun ke arah berlawanan hingga ke luar landasan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan hanya mengakibatkan penutupan bandara Juanda selama beberapa menit, dan pesawat langsung diperbaiki dan kini telah dapat dioperasikan lagi," katanya.

TNI AL pernah memiliki kekuatan udara yang terbilang besar, kuat, dan profesional. Kekuatan penerbangan Angkatan Laut mencapai puncaknya pada era 1960-an ketika pesawat Fairey AS-4, Gannet, IL-28 Beagle, UF-Albartos dan Helikopter Mi-4, memperkaya kehadiran Penerbangan Angkatan Laut.

Pada masa itu telah ada tujuh Skadron, yaitu Skadron 100 Anti Kapal Selam (Gannet), Skuadron l200 VIP (Grand Commander 500), Skadron 300 angkut taktis (Albatros), Skadron 400 Pendaratan Vertikal (Mi-4), Skadron 500 Pembom Torpedo (IL-28), Skuadron 600 Transport (C-47), dan Skadron 900 perawatan.

Dalam kondisi keuangan negara yang terbatas beberapa tahun terakhir, Penerbangan Angkatan Laut hanya diperkuat empat skadron yaitu Skadron 200 Latih, Skadron 400 Helikopter, Skadron 600 Angkut, Skadron 800 Intai Maritim.

Saat ini Penerbangan TNI Angkatan Laut memiliki 72 buah pesawat udara dengan berbagai jenis.

ANTARA News

AS dan Australia Tawarkan Bantuan Ungkap Bom Kuningan

Anggota unit identifikasi Inafis Mabes Polri melakukan pemetaan tiga dimensi di jalan antara hotel JW Marriot dan Ritz-Charlton, Kuningan, Jakarta, Jumat (24/7). Polri masih melakukan penyelidikan intensif di kawasan itu untuk menguak kejadian yang menewaskan sembilan orang tersebut. (Foto: ANTARA/Fanny Octavianus/Koz/nz/09)

24 Juli 2009, Jakarta -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Australia menawarkan bantuan pengungkapan kasus ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yang berada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7) lalu.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah di Jakarta, Jumat, mengatakan, kedua negara tersebut telah mengajukan penawaran resmi ke pemerintah Indonesia.

"Penawaran telah diterima dan langsung kami teruskan pada pihak Polri. Selanjutnya keputusan di tangan mereka," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, tawaran pemerintah Amerika Serikat yang diajukan adalah pemberian database jaringan teroris yang selama ini dimiliki, serta database DNA jaringan teroris internasional.

Sedangkan pemerintah Australia, kata dia, menawarkan bantuan keahlian dalam mengidentifikasi rekaman CCTV. Dalam kasus ini rekaman CCTV diharapkan sangat membantu dalam pengungkapan pelaku pemboman.

"Yang jelas semuanya telah kami sampaikan ke Polri untuk ditindak lanjuti," katanya menegaskan.

Kasus bom yang terjadi di dua hotel di wilayah Mega Kuningan, Jumat (17/7) sekitar pukul 07:45 WIB mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia yang didominasi warga negara asing (WNA).

Ledakan bom juga mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di antaranya Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) dan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSSP).

Ditanya soal travel warning setelah ledakan bom Kuningan, Teuku Faizasyah menjelaskan, hingga saat ini tidak ada negara yang melarang warganya untuk berkunjung ke Indonesia.

ANTARA News

Uji Pelayaran Nerpa Sesuai Jadwal

Kapal selam bertenaga nuklir kelas Akula. (Foto: wired.com)

24 Juli 2009 -- Kapal selam bertenaga nuklir kelas Akula II Nerpa K-152 melakukan pengujian pelayaran terakhir di Laut Jepang mulai Jumat (10/7), tanpa menyebutkan secara spesifik pengujian akan berakhir menurut sumber di galangan kapal Amur.

Menurut pejabat teras di kantor Departemen Pertahanan, uji coba akan memakan waktu lebih kurang dua minggu.

Sebelum melakukan uji pelayaran kapal selam diperbaiki secara ekstensif. Kapal selam ini sebelumnya mengalami kecelakaan di Laut Jepang pada 8 November 2008 saat sedang uji pelayaran.

Insiden ini merenggut 20 jiwa, 3 orang awak kapal selam dan 17 orang pekerja. Penyebab kecelakaan disebabkan para korban terlalu banyak menghirup gas Freon, yang lepas karena kesalahan seorang awak kapal memasukan data temperatur. Gas Freon memenuhi ruang tidur, korban tewas saat kejadian sedang terlelap tidur. Saat insiden terjadi kapal selam mengangkut 208 orang, diantaranya 81 awak kapal selam.

Biaya perbaikan kapal selam diperkirakan 1,9 milyar rubel (60 juta dolar), kapal selam dinyatakan laik melakukan perngujian pelayaran terakhir sebelum diserahkan ke Angkatan Laut dan kemudian disewakan ke AL India akhir 2009. AL India akan memberinama INS Chakra, sebelumnya AL India pernah menyewa kapal selam nuklir kelas Charlie dari Rusia.

India telah membayar 650 juta dolar untuk biaya sewa selama 10 tahun kapal selam. Kapal selam Akula II berbobot 12000 ton, tersenyap dan paling mematikan dari seluruh kapal selam bertenaga nuklir serang Rusia.

Insiden Salah Tembak

Sebuah roket dummy yang diluncurkan kapal perang anti kapal selam berukuran kecil di Timur Jauh mendarat di halaman bangunan apartemen di Vladivostok, ujar juru bicara Armada Pasifik Rusia Kapten Roman Martov, Jumat (24/7).

Dilaporkan tidak ada korban dan kerusakan dalam insiden ini.

Insiden serupa terjadi di Barat Laut pada akhir Mei, ketika kapal anti selam dari Armada Baltik menembakkan kanon AK-630 30 mm saat latihan penembakan mengenai sebuah peternakan.

Tidak ada yang terluka atau meninggal pada insiden ini, tetapi beberapa bagian bangunan peternakan rusak.

RIA Novosti
/@beritahankam

Dengan 29 Jam Terbang Lulus Terbang Solo F-16

Komandan Lanud Iswahjudi memecah telor diatas kepala Lettu Pnb Anwar Sofi sebagai tanda lulus terbang solo menggunakan pesawat F-16/Fighting Falcon di Skadron Udara 3 dan disaksikan oleh pejabat Lanud Iswahjudi, Kamis, (23/7).

24 Juli 2009, Madiun -- Tanggal 23 Juli 2009 merupakan hari bersejarah bagi Lettu Pnb Anwar Sofi, karena di hari tersebut lettu Pnb Anwar telah dinyatakan lulus terbang solo dengan menggunakan pesawat F-16/Fighting Falcon yang ditandai dengan pemecahan telor diatas kepala dan penyiraman air kembang di Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Kamis (23/7).

Lettu Pnb Anwar Sofi yang lahir di kota Malang 25 tahun yang lalu adalah putra pasangan Ahmad Sugianto dengan Asli Nuruniah yang berprofesi sebagai guru merupakan lulusan AAU tahun 2005, Sekbang angkatan 74 tahun 2007, berhasil lulus terbang solo dengan menggunakan pesawat F-16 dengan nomor registrasi TS-1601.

Terbang solo melaksanakan General Flying (GF) dan Instrument Flying (IF)dilaksanakan pada ketinggian di atas15.000 feet dengan kecepatan 250 s.d 400 knots di Trainning Area Lanud Iswahjudi. Terbang solo pertama kali dikawal langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Fajar Adriyanto dengan menggunakan pesawat yang berbeda.

F-16 dari Skadron Udara 3. (Foto: TNI AU)

Sebelum dinyatakan lulus terbang solo dengan menggunakan pesawat F-16 , Lettu Pnb Anwar melaksanakan proses transisi F-16 dengan mengantongi 29 jam terbang. Lettu Pnb Anwar Sofi pernah menempuh pendidikan (Sekbang) di Amerika selama satu tahun. Dengan berhasilnya lulus terbang solo, Lettu Pnb Anwar mengantongi 450 jam terbang dengan menggunakan berbagai jenis pesawat diantaranya AS-202 Bravo, T-34 Charlie, T6 II (yang ditempuh di Amerika) dan F-16/Fighting Falcon.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro, S.Sos, mengatakan, bahwa lulus tarbang solo merupakan awal karier bagi Lettu Pnb Anwar Sofi, di Skadron Udara 3. Selanjutnya Danlanud menegaskan agar terus belajar dan bertanya kepada para senior dan juga kepada ground crew guna memperkaya pengetahuan sebagai bekal untuk mengoperasionalkan pesawat F-16/Fighting Falcon.

PENTAK LANUD ISWAHJUDI

Operasi Keamanan Laut Koarmatim

KRI Teluk Sangkulirang-542.

24 Juli 2009 -- Kapal ikan KM. Varia Tuna dengan muatan 60 ton ikan jenis campuran diperiksa Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) nyang sedang melaksanakan patroli keamanan laut disekitar laut Arafuru, kemarin lusa, Rabu (22/7).

Kapal ikan yang diperiksa tersebut memiliki bobot 162 GT (grs ton) dan di Nahkodai oleh Frangky A Mende. Kapal ikan berbendera Indonesia itu diawaki25 ABK (Anak Buah Kapal), terdiri 23 orang WNI, 1 orang China dan 1 orang warga Negara Taiwan.

Menurut keterangan Komandan KRI TSR-542 Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo, setelah dilakukan pemeriksaan kapal ikan tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayaran. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya tindak pelanggaran hukum di laut. Semua surat dan dokumen lengkap.

KRI Badik-623 Periksa Kapal Muat 358 Batang Kayu Log

Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Badik-623 dari jajaran unsure Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut disekitar laut Sulawesi telah memeriksa kapal jenis Tug Boat TB. L. Satria/TK. Prasetya 2 dengan muatan 358 batang kayu log campuran, belum lama ini, Selasa (21/7).

Kapal yang diperiksa tersebut di Nahkodai Astani WNI, memiliki bobot 50 GT/634GT dengan jumlah ABK (Anak Buah Kapal) sebanyak 9 orang, semuanya warga Negara Indonesia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal yang tujuannya ke Samarinda tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayaran. Dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya tindak pelanggaran hukum di laut, dan semua surat maupun dokumen lengkap,”kata Komandan KRI Badik-632 Mayor Laut (P) Yayan Sofyan ST.

KRI Teluk Cenderawasih-533 Periksa Kapal Muat 2 Ton Ikan

Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Cendrawasih (TCW) dengan nomor lambung 533 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut di perairan Timur Indonesia telah memeriksa kapal ikan KM. Fak-Fak Jaya- II dengan muatan 2 Ton ikan jenis campuran, belum lama ini, Rabu (22/7).

Kapal ikan yang diperiksa disekitar sebelah utara laut Halmahera tersebut di Nahkodai Mulyadi WNI dan memiliki bobot 80 GT (gros ton). Kapal yang warna anjungan putih dan lambung biru itu diawaki 23 orang ABK (Anak Buah Kapal), semuanya warga Negara Indonesia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ikan tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayarannya kembali. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya pelanggaran hukum di laut. Semua surat maupun dokumen lengkap,” kata Komandan KRI TCW-533 Mayor Laut (P) Baroyo Eko Basuki menegaskan.

DISPENAL

Pesawat TNI AL Keluar Landasan Pacu Juanda


24 Juni 2009, Surabaya -- Sebuah pesawat jenis C-212 milik TNI AL yang sedang melakukan latihan sekitar pukul 10:00 WIB keluar landasan pacu Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jumat (24/7) kemudian masuk lapangan rumput saat mendarat.

Akibat peristiwa ini bandara ditutup sementara untuk penerbangan komersial mulai pukul 10.05 WIB. Dua penerbangan komersial maskapai penerbangan Lion Air dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan nomor penerbangan JT 312 jadwal keberangkatan 10.10 WIB dan tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur JT362 pukul 10.25 WIB tertunda keberangkatannya.

Setelah pesawat ditarik dari landasan pacu, bandara kembali dibuka setelah ditutup sekitar 30 menit, kedua pesawat tersebut telah lepas landas sekitar pukul 10.59 WIB.

Penyebab tergelicirnya pesawat belum diketahui, pihak pengelola bandara menyerahkan sepenuhnya kepada pihak TNI AL.

Lahan Bandara Internasional Juanda milik TNI AL, selain digunakan untuk kepentingan sipil, juga digunakan sebagai pangkalan Pusat Penerbangan TNI AL (Puspernerbal) dimana tempat pesawat TNI AL berpangkalan.

Berbagai sumber @beritahankam

Thursday, July 23, 2009

Pelaku Pengebom Dijanjikan Bidadari di Surga


23 Juli 2009, Jakarta -- Noordin M Top yang diduga sebagai dalang berbagai peledakan di hotel JW Marritott dan Ritz Carlton, menjanjikan iming-iming masuk surga dan ditemani para bidadari, bila bersedian menjalankan aksi bom bunuh diri.

Salah satu calon pelaku bom bunuh diri, inisial 'ZA' yang ditangkap Densus 88 Polda Jawa Tengah mengaku siap menjalankan aksi bom bunuh diri setelah mendapat doktrin selama 8 tahun.

Inisial 'ZA' mulai direkrut sejak tahun 2001, dan tahun 2009 ini siap meledakan diri. "ZA mengaku telah dicuci otaknya dengan iming-iming masuk surga dan ditemani para bidadari," ujar Kepala Polisi Daerah Jawa Tengah, Irjen Pol. Alex Bambang Riatmojo.

Hal itu merupakan janji manis pimpinan teroris kepada seluruh calon pelaku bom bunuh diri yang lainnya.

Sebelumnya di Cilacap, inisial 'ZA' yang ditangkap Densus 88 Jawa Tengah karena diduga terlibat jaringan teroris binaan Noordin M Top, dan kawan-kawannya untuk melakukan aksi terorisme.

Bom di Kamar 1808 Harusnya Meledak Lebih Awal

Pintu masuk kamar 1808. (Foto: Courtesy MetroTV).

Pria yang diduga pelaku bom bunuh diri sempat menginap selama dua hari di kamar 1808 Hotel JW Marriott. Pelaku ternyata meninggalkan satu buah tas berisi bom yang siap meledak lebih awal dari yang diledakkan di lobi hotel.

"Yang 1808 ditinggal dalam keadaan aktif dan kemudian seharusnya lebih duluan dari yang meledak disitu (di lobi)," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi, Ketut Untung Yoga, dalam jumpa pers di Jakarta Media Crisis Center, Jakarta, Kamis 23 Juli 2009.

Menurut Untung Yoga, bom yang ditinggal di dalam kamar itu akan diledakkan lebih awal dari dua bom yang 'sukses' meledak. Hal itu diketahui dari parameter waktu pada bom yang diatur lebih awal.

"Itu menurut timer yang tertera disitu ya. Kalau menduga-duga, sepertinya iya (lebih dulu meledak)," kata mantan Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya ini.

Untung Yoga, bom yang meledak di lobi JW Marriott itu meledak pada pukul 07.47 WIB. Beberapa menit kemudian, barulah bom di Ritz Carlton meledak. Sebanyak sembilan orang tewas dan sedikitnya 53 orang luka-luka dalam ledakan Jumat, 17 Juli itu.

"Itu (bom di kamar 1808) ditinggal dalam keadaan aktif. Dalam rangkaian yang dibuat sendiri," kata dia. Bom yang ditinggal itu juga memiliki ciri dan komposisi yang sama, yakni Black Powder low explosive.

VIVANews

AB Malaysia Uji Kemampuan Tembak Alutsista

MBT PT-91M Pendekar melakukan latihan penembakan. (Foto: ggk 21)

23 Juli 2009 -- Tentera Diraja Malaysia (TDM) melakukan unjuk kekuatan dengan melakukan latihan menembak alutsista milik Angkatan Darat dan Angkatan Udara Malaysia, Rabu (22/7), dimulai pukul 8.30 waktu setempat di Syed Sirajuddin Gemas, Negeri Sembilan.

Latihan bertajuk Demonstrasi Kuasa Tembakan 2009 berlangsung selama setengah hari.

Rudal anti tank Eryx daya jangkau 600 meter, 9K115-2 Metis-M daya jangkau 1,5 kilometer, dan HJ-8 Baktar Shikan daya jangkau 3,2 kilometer, ditembakkan dalam latihan ini. Tak ketinggalan kendaraan lapis baja pengangkut pasukan Condor 20 mm Oerlikon yang mampu mengangkut delapan prajurit.

MBT PT-91M Pendekar melakukan aksi penembakkan pada sasaran yang sudah ditetapkan. Malaysia memesan 48 PT-91M dari Bumar, Polandia telah diterima seluruhnya pada 16 April lalu.

Rudal anti tank Eryx. (Foto: army-technology)

Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) menurunkan dua pesawat Sukhoi Su-30MKM dan empat pesawat Hawk, sebelum melakukan penembakkan pada sasaran melakukan demonstrasi udara.

Diperbaharui


Rudal anti tank 9K115-2 Metis-M. (Foto: zetabranch)

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Dr. Ahmad Zahidi Hamidi menginginkan alutsista ketiga angkatan TDM diperbaharui meskipun masih terasa imbas krisis ekonomi global.

Menhan mencontohkan kapal-kapal perang Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) telah berusia 32 tahun dan kebanyakan 25 tahun akan tetapi masih digunakan oleh TLDM.

Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) meskipun telah menerima alutsista terbaru akan tetapi jumlahnya belum mencukupi sedangkan alutsista terdahulu bila dari segi teknologi sudah tertinggal perlu ada pengganti.

Utusan/@beritahankam