

Bambang mengatakan, latihan pendaratan ini adalah latihan tahunan. Tujuannya, mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme prajurit Lantamal VI, khususnya Yonmarhanlan VI. Dijelaskan, saat melakukan pendaratan, pasukan marinir akan mengamankan beberapa objek vital yang berada di daerah pantai dan pesisir.
Objek vital itu, lanjut Bambang, antara lain pelabuhan, pertamina, dan fasilitas pendukung lainnya yang memiliki nilai strategis. Latihan ini akan melibatkan satu kompi minus prajurit marinir, satu kapal angkatan laut (KAL), satu patroli keamanan laut (patkamla), dan empat perahu karet.


"Akan disinergikan dengan latihan yang diselenggarakan Kodam VII/ Wirabuana. Khusus Lantamal VI menggunakan lokasi daerah latihan yang berada di pinggir laut dan daerah pesisir," jelas Bambang, Senin, 7 Desember.
Pihaknya membantah jika latihan ini dikait-kaitkan dengan rencana pengerahan massa pada peringatan Hari Anti Korupsi oleh beberapa elemen masyarakat. Pada upacara peringatan Hari Armada kemarin, Bambang juga menyerahkan penghargaan kepada dua anggota Lantamal VI, Kapten Laut Masrurun dan Serka Kom Suwoyo, yang berhasil mengungkap dan menangkap tersangka bom ikan, pekan lalu.
Fajar
No comments:
Post a Comment