Friday, January 28, 2011

Latihan Manuver Taktis KRI Frans Kaisiepo-368

(Foto: TNI AL)

27 Januari 2011, Beirut -- (Puspen TNI): Untuk meningkatkan profesionalisme dan kerjasama antar unsur dalam satuan tugas Maritime Task Force/UNIFIL di dalam menjaga perairan Lebanon seperti yang tertuang dalam United Nations Security Council 1701 dan 1884 telah dilaksanakan beberapa latihan dengan beberapa unsur yang ada di Area of Maritime Operations (AMO) seperti: RASEX dan AASYWEX.

Kehadiran unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL di wilayah perairan Lebanon terbukti cukup memberikan dampak positif terhadap situasi di sekitar wilayah perbatasan Lebanon dengan Israel dan Syria. Namun demikian beberapa perkembangan terakhir berkaitan dengan air even maupun air vialotion di AMO yang cukup sering terjadi, hal ini merupakan suatu catatan tersendiri yang dinilai dapat berkembang menjadi suatu ancaman terhadap unsur-unsur Maritime TaskForce/UNIFIL.

Dalam latihan manuver taktis kali ini, KRI Frans Kaisiepo-368, TCG Fatih F-242, dan BNS Osman F-18 dibentuk dalam suatu satuan tugas dengan melaksanakan beberapa manuver khusus dalam rangka membentuk berbagai formasi untuk menghadapi beberapa simulasi ancaman. Latihan yang dilaksanakan di Zona 1 center pada pukul 14.00-16.00 LT tersebut diawali dengan pembentukan single line formation, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan manuver taktis kapal untuk membentuk formasi-formasi yang dapat digunakan sebagai pendukung aksi-aksi pertahanan dan counter attack dalam konteks peperangan laut. Berbagai perubahan formasi dilaksanakan berdasarkan berita taktis (radio) maupun isyarat kibaran bendera yang diisyaratkan oleh OCS (Officer Conducting Serial).

Pada dasarnya setiap manuver kapal dalam suatu satuan tugas dilaksanakan dengan tujuan untuk dapat secepatnya meraih posisi menguntungkan untuk melaksanakan penyerangan/penembakan, melaksanakan mutual defense, menggelar force defense/selfdefense maupun manuver pengelabuan, sehingga seluruh aksi peperangan yang diawali dengan suatu manuver harus dilaksanakan dengan cepat dan dengan akurasi yang tinggi agar tidak kehilangan momentum, seperti yang dijelaskan oleh Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST.

Sumber: TNI

No comments:

Post a Comment

Post a Comment