Friday, April 9, 2010

Koarmatim Kerahkan Semua Kekuatan di Laut Jawa

KRI Ajak jenis kapal patroli buatan PT. PAL. (Foto: istimewa)

08 April 2010, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengerahkan hampir semua kekuatan di perairan Laut Jawa untuk mendukung latihan pencarian dan penyelamatan korban ("Search and Resque"/SAR) di laut lepas.

Latihan tersebut dibuka Kepala Staf Koarmatim, Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, di Pusat Latihan Operasi Laut Komando Latihan Armada RI Kawasan Timur, Dermaga Ujung, Surabaya, Kamis.

Sedangkan latihan manuver di lapangan yang melibatkan hampir seluruh kekuatan Koarmatim di perairan Laut Jawa itu akan dilaksanakan pada 14-15 April mendatang.

Komandan Satgas Latihan SAR, Kolonel Laut (P) Sutaryono, mengatakan, latihan tersebut melibatkan unsur-unsur SAR di Lantamal V Surabaya, Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), Satuan Pasukan Katak (Satpaska) Koarmatim, RSAL dr. Ramelan Surabaya, KRI Ajak-653, dan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990.

Selain itu latihan tersebut juga didukung pesawat udara jenis Cassa, helikopter NBell-412 milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan laut, helikopter milik SAR Surabaya, dan helikopter BO-105 milik Basarnas.

"Latihan ini menerapkan dua metode, yakni latihan pos dan komando (Latposko) dan manuver lapangan." kata Sutaryono didampingi Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut Toni Syaiful.

Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam latihan itu dapat mengerahkan seluruh kemampuannya agar pemahaman tentang aturan pelaksanaan SAR di laut sesuai buku petunjuk dan undang-undang yang berlaku dapat tercapai.

Dia menambahkan, tujuan yang ingin dicapai dalam latihan itu adalah mewujudkan kemampuan penyusunan rencana operasi pencarian dan penyelamatan di laut secara cepat dan tepat, mewujudkan komando operasional SAR di laut, menjalin kerja sama dengan Basarnas, dan menguji buku petunjuk taktis tentang pencarian dan penyelamatan di laut.

"Penyelenggaraan latihan SAR di laut ini pada hakekatnya merupakan sarana pembinaan material, personel, sistem, dan metode yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan unsur operasional TNI-AL, baik KRI maupun pesawat udara dalam melaksanakan tugas pencarian dan penyelamatan korban di laut," katanya.

Latihan itu juga untuk mengetahui dan mengukur tingkat kemampuan serta kesiapsiagaan unsur-unsur laut dalam melaksanakan tugas SAR laut yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap keberhasilan dalam operasi SAR, baik tugas perorangan, satuan, maupun gabungan.

ANTARA News

No comments:

Post a Comment