Wednesday, August 19, 2009

Uji Siap Tempur Tingkat Kompi Yonzipur 2/SG 2009


18 Agustus 2009, Palembang -- Bertempat di Lapangan Yonzipur 2/SG Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI. Mochammad Sochib, S.E., M.B.A, yang di wakili Danrindam II/Swj bertidak selaku Irup pada upacara pembukaan Uji Siap Tempur tingkat kompi Yonzipur TA. 2009, Selasa, 18 Agustus 2009.

Pangdam II/Swj dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrindam II/Swj mengatakan, latihan adalah suatu metode untuk mencapai tingkat kesiapan operasional satuan, termasuk latihan Uji Tempur tingkat kompi Yonzipur, oleh karenanya, kesempatan melaksanakan program UST ini hendaknya dilaksanakan secara sungguh-sungguh untuk menempa kualitas kemampuan prajurit baik secara perorangan, kelompok dan dalam hubungan organisasi tugas termasuk bagi para pejabatnya sehingga diperoleh kesiapan operasional satuan yang tinggi dalam menghadapi tugas pokok. Pahami benar fungsi, peran dan tugas satuan Yonzipur 2/SG dalam dinamika operasi pertempuran yang pada hakekatnya adalah menyelenggarakan konstruksi, Destruksi dan Nubika Pasif guna memperbesar daya gerak satuan-satuan sendiri, memperkecil daya gerak musuh serta membantu mempertahankan kelangsungan hidup dan mempertinggi kemampuan operasi satuan Kodam II/Swj.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, dengan keterbatasan yang kita miliki saat ini, hendaknya jangan dijadikan sebagai alasan pembenaran untuk tidak melakukan latihan dengan maksimal, tetapi jadikan keterbatasan tersebut sebagai sebuah tantangan agar kita lebih mampu untuk berimprovisasi dengan dilandasi oleh semangat, kesungguhan, ketulusan, disiplin dan kerja sama yang baik antar pelaku dengan penyelenggara latihan. Kondisi Alutsista dan peralatan yang sudah relatif tua agar diperhatikan faktor keamanannya selama latihan guna menghindari terjadinya kecelakaan latihan yang tidak diharapkan, perhatikan semua aturan dan prosedur dalam penggunaan Alsus, Alzi dan peralatan militer selama latihan, tegas pangdam.

Hadir dalam upacara tersebut, Danyon Zipur 2/SG, Para penyelenggara dan Peserta latihan UST.

PENDAM II/SRIWIJAYA

Gladi Posko Latihan Angkasa Yudha 2009


19 Agustus 2009, Jakarta -- Latihan Angkasa Yudha pada hakekatnya adalah menguji tingkat kesiapan operasional TNI Angkatan Udara, juga menguji kemampuan Kotama Operasi dikaitkan dengan Doktrin Swa Bhuwana Paksa dalam melaksanakan operasi udara.

Demikian sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio yang disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Wardjoko pada pembukaan geladi posko Angkasa Yudha 2009 di Kampus Seskoau Lembang, Selasa (18/8).

Dikatakan, Latihan Angkasa Yudha merupakan latihan puncak TNI Angkatan Udara dan merupakan akumulasi dari berbagai latihan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, yang dicapai dari pembinaan dibidang intelijen, operasi, personel, logistik maupun di bidang komunikasi elektronik (Komlek) yang dilakukan selama ini.

Berdasarkan UU RI Nomor 34 Tahun 2004, TNI Angkatan Udara sebagai salah satu komponen pertahanan negara bertugas melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yuridiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Bila dihadapkan dengan kondisi nyata kemampuan dan kekuatan udara saat ini, hendaknya dapat mengambil sample dari bagian yang dapat kita tingkatkan kesiapannya. Koopsau, Kohanudnas dan Korpaskhas beserta seluruh jajaran merupakan aset kekuatan udara yang sewaktu-waktu dapat diproyeksikan dalam melaksanakan tugas operasi udara baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Oleh kerenanya sinergi kemampuan dan kekuatan serta inter operability dari ketiga kekuatan tersebut dapat dilatih dan diuji dalam latihan ini.

Melalui tema “Komando Tugas Udara (Kogasud) bersama dengan Komando Pertahanan Udara Nasional (kohanudnas) melaksanakan rangkaian operasi udara di wilayah NAD dalam rangka menegakkan integritas kedaulatan NKRI”, menggambarkan adanya hubungan koordinasi, komando dan pengendalian antara dua komando tugas yang secara simultan melaksanakan tugas operasi udara.

Latihan Angkasa Yudha Tahun 2009 dilaksanakan dengan metode geladi posko dan Tactical Air Maneuver Game (TAMG), tanpa adanya latihan manuver lapangan. Geladi posko dan TAMG dapat dimanfaatkan seluas-luasnya guna menguji doktrin yang sudah ada, sekaligus mencari peluang untuk penyempurnaan.

DISPENAU

Lanud Iswahjudi Dukung Yonif 501 Braja Yudha Madiun

Prajurit Batalyon Linud 501 Braja Yudha, Madiun, dengan semangat memasuki pesawat C-130 Hercules A-1310 yang digunakan dalam latihan terjun penyegaran, di Main Appron Lanud Iswahjudi, Rabu (19/8). (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi)

19 Agustus 2009, Madiun -- Dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules A-1310 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, selama dua hari Batalyon Linud 501 Braja Yudha Madiun, mengadakan terjun payung penyegaran di area Balerejo, Madiun, yang take off/landing dilaksanakan di Main Appron Lanud Iswahjudi, Rabu (19/8).

Sebanyak 556 Prajurit Batalyon 501 Braja Yudha Madiun, melakukan penerjunan menggunakan parasut statis jenis MC-11B yaitu model parasut yang menggunakan panel buka tutup dan tidak ada control kemudinya sehingga para penerjun setelah keluar dari pesawat, dengan sendirinya mendarat tanpa bisa mengatur letak jatuhnya.

Pesawat C-130 Hercules A-1310 memuntahkan para penerjun tersebut dari ketinggian 1200 feet. Untuk hari pertama hanya dapat dilaksanakan 3 sortie penerjunan sebanyak 180 prajurit, karena cuaca yang tidak memungkinkan. Selanjutnya dihari kedua Rabu (19/8) akan menerjunkan 376 Prajurit.

Terjun penyegaran rutin tersebut dimaksudkan untuk melatih kesiapan Batalyon Linud 501 Braja Yudha Madiun, yang dituntut selalu siap menjaga teritorial dalam skala nasional. Terjun taktis yang dilaksanakan sekali dalam setahun tersebut selalu menggunakan Lanud Iswahjudi sebagai tempat pemberangkatan.

PENTAK LANUD ISWAHJUDI

Pesawat Rakitan Mampu Terbang sampai Malaysia

Jabiru J-200. (Foto: airliners.net)

18 Agustus 2009, Jakarta -- Slogan SMK Bisa dalam iklan layanan masyarakat tidaklah berlebihan. Setidaknya, siswa SMKN 29 dan SMKN 4 Jakarta bisa membuktikan itu. SMKN 29 merakit pesawat terbang, sedangkan SMKN 4 merakit sepeda motor. Karya mereka ditampilkan dalam pameran pendidikan di halaman Depdiknas, Rabu (12/8).

Pesawat terbang warna putih itu memiliki panjang 3,5 meter. Lebar badan 1,5 meter, sedangkan sayap 1 meter. Kapasitasnya hanya dua tempat duduk. Pesawat yang diberi nama Jabiru J-200 itu cukup menarik perhatian pengunjung pameran.

Itulah karya pertama para siswa SMK Negeri 29 Jakarta yang dirakit pada 2003. “Karena (karya) pertama, pesawat ini punya histori sendiri sehingga kami pamerkan,” kata Haekal Faluehi, siswa SMKN 29. Masih ada empat pesawat lain hasil rakitan mereka.

Nama Jabiru diambil dari nama pabrikan Australia yang menyuplai bahan pesawat. Sekolah tersebut memang menjalin kerja sama dengan pabrikan tersebut. Bahan-bahan berupa kerangka yang terpisah-pisah itu kemudian dirakit para siswa. Satu tim perakit terdiri atas sepuluh siswa yang dipimpin seorang instruktur. Mereka merakit mulai bodi pesawat, sayap, mesin, roda, sampai instrumen. Perakitan dimulai dengan memasang engine dan bodi pesawat. “Cukup lama memasangnya,” kata Haekal.

Tahap kedua memasang instrumen atau penunjuk pilot di kokpit. Setelah itu, dilanjutkan pemasangan alat kemudi terbang (flight control). Setelah tahap ketiga selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan sayap, roda (landing gear), dan penyangga pesawat. “Termasuk, memasang baling-baling,” paparnya.

Setelah pekerjaan itu selesai, baru dipasang kursi pesawat, diikuti memfungsikan saluran bahan bakar. Termasuk, memasang avionic atau listrik pesawat. Perakitan ditutup dengan mengecat bodi pesawat. Jabiru J-200 dirampungkan sekitar tiga bulan. “Tiap hari dikerjakan sampai lembur-lembur,” kata Haekal yang baru ikut merakit pesawat pada 2009.

Setelah pesawat jadi, mulai dilakukan uji coba. Jabiru pertama diuji coba pada 2004 di lapangan terbang Pondok Cabe. Kini Jabiru sering dipakai untuk berbagai kepentingan. Misalnya, studi banding masalah pesawat di Malaysia. “Pendamping kami pernah menerbangkan ke Malaysia.

Pesawat ini memang sudah teruji,” ujar siswa berusia 18 tahun tersebut. Pesawat itu juga pernah menghadiri undangan pameran modifikasi di Singapura. Jabiru juga sering dipakai atlet Federasi Aero Sport Indonesia.

Pada 2005, siswa SMKN 29 merakit pesawat lagi. Kali ini, model sayapnya lebih panjang. Pesawat diberi nama J-430. Ada dua jenis pesawat tersebut. Setahun kemudian merakit dua jenis pesawat lagi, J-400. Saat ini sekolah yang terletak di Kebayoran Baru itu tengah menyelesaikan pesawat berkapasitas empat tempat duduk. Kabarnya, Depdiknas bakal memberikan bantuan bahan perakitan maupun pesawat yang sudah jadi. “Katanya, untuk proyek pembelajaran siswa,” tambah Haekal.

Merakit pesawat merupakan bagian dari pelajaran aerodinamika di SMK penerbangan itu. Ada tiga SMKN penerbangan di Indonesia. Selain SMKN 29, ada SMKN 12 di Bandung dan SMKN 2 Tangerang. Setelah berhasil merakit pesawat, pengelola sekolah tersebut berencana menambah pelajaran penerbangan pesawat pada kurikulum. “Kami akan dilatih sebagai pilot,” ujar Haekal, senang.

Instruktur siswa SMKN 29 Sugeng Sukarsono mengatakan, sebagai sekolah penerbangan, sudah sepatutnya siswa bisa menghasilkan pesawat sendiri. Selanjutnya siswa ditarget tidak hanya mampu merakit, tapi juga membuat pesawat. “Startnya tahun ini. Bahan-bahannya juga mudah (didapat),” katanya. Nanti SMKN 29 Jakarta akan membuat brand sendiri. Yaitu, pesawat SMK.

Dengan kemampuan itu, lanjut Sugeng, para siswanya punya peluang besar bekerja di industri pesawat. Tidak sedikit lulusan sekolah itu yang langsung direkrut perusahaan penerbangan. Sekolah sendiri, meski saat ini belum ada pesanan dari kalangan industri, sudah mendapat order perorangan terkait perakitan pesawat. “Kami lihat prospeknya amat bagus. Dengan demikian, lulusan jurusan ini nanti semakin dibutuhkan,” tutur pria kelahiran Bogor pada 1963 itu.

Karya siswa SMKN 4 Jakarta juga dijubeli pengunjung pameran. Para siswa itu tidak hanya pamer karya, tapi juga memasarkan motor rakitannya. Mereka dengan senyum ramah dan sabar menjelaskan keunggulan motornya, Kanzen tipe Esemka. Heru Afrizal, salah seorang siswa jurusan otomotif SMKN 4, mengatakan bahwa dia bersama sembilan kawannya mulai merakit motor sejak Februari lalu. Ketika itu, sekolah mereka mulai menjalin kerja sama dengan PT Inti Kanzen Motor Indonesia. Mereka disuplai bahan untuk dirakit. Rakitan siswa SMK itu diharapkan berstandar pabrikan.

Perakitan motor dibagi dalam lima pos. Satu pos diisi dua orang. Pada pos satu, siswa memasang blok mesin pada kerangka motor. Pos dua, memasang roda depan dan injakan kaki. Pos tiga, memasang lampu belakang dan pedal. Pos empat, memasang knalpot, cover body, dan soket lampu. Pos terakhir, memasang jok. “Tiap hari kami bisa menghasilkan empat sampai lima motor,” ujarnya.

Saat ini sudah dihasilkan 45 motor. Yang telah laku 30 motor. Sebelum produk itu dijual, PT Inti Kanzen Motor Indonesia mengecek standar mutunya. “Kualitas dicek dulu. Mesin dites dulu. Jangan sampai produk yang diluncurkan di pasaran berkualitas bawah,’’ kata Yopi Soepriyono, guru pendamping.

Pemasaran produk semula dilakukan di kalangan pelajar dan sekolah. Mereka bisa kredit melalui koperasi sekolah. ’’Mulanya, kami promosi di kalangan guru dan murid,’’ kata Yopi. Setelah itu, secara bertahap mengepakkan sayap ke luar. Siswa membuka showroom di sekolah dan beberapa tempat. Sayang, penjualan motor belum maksimal karena banyak pembeli yang memilih pembayaran dengan kredit. Padahal, modal yang dibutuhkan cukup besar.

Karena itu, melalui pameran pendidikan tersebut, SMKN 4 memperkenalkan produk mereka. Apalagi harganya di bawah motor Kanzen di pasaran. “Hasil rakitan kami tidak kalah dengan pasaran kok,” ujar Heru. Dia berharap agar setelah lulus nanti bisa buka usaha sendiri. Dia bersama kawan-kawannya ingin merintis usaha merakit motor. “Sejak kecil, saya sudah hobi bongkar-bongkar mesin,’’ kata siswa kelahiran tahun 1992 itu.

RADAR TARAKAN

Rusia Beli 48 Pesawat Tempur Sukhoi

Aksi Su-35 di pameran dirgantara MAKS-2009. (Foto: RIA Novosti)

18 Agustus 2009 -- Menteri Pertahanan Rusia dan pabrik pesawat Sukhoi menandatanggani pembelian 48 pesawat tempur Su-35S, 12 Su-27SM dan 4 Su-30M2 senilai 80 milyar rubel atau 2,5 milyar dolar di pameran dirgantara MAKS-2009, Zhukovsky diluar Moskow, Rabu (18/8).

Vladimir Dmitriyev Kepala Vnesheconombank (VEB) mengatakam Bank Pembangunan Nasional akan menyediakan pinjaman ke Sukhoi senilai 3,5 milyar rubel (109 juta dolar) untuk memulai produksi pesawat tempur Su-35.

Su-35. (Foto: sukhoi.org)

Pesawat tempur Su-35 menggunakan dua mesin 117S dengan thrust vectoring, dipersenjatai sebuah kanon 30 mm serta berbagai jenis bom dan rudal seberat 8 ton yang dipasang pada 12 payload eksternal.

Pada Juli kemarin, KASAU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin mengatakan tiga resimen udara akan dilengkapi dengan pesawat tempur Su-35 di masa mendatang.

Rusia merencanakan akan mengekspor sedikitnya 160 pesawat tempur Su-35 ke sejumlah negara termasuk India, Malaysia dan Aljazair.

RIA Novosti
/@beritahankam

Sukhoi TNI-AU dan F-18 AS Bermanuver di Manado

Kapal Induk USS George Washington (CVN-73) beserta satuan udaranya. (Foto: navsource.org)

19 Agustus 2009, Jakarta, -- Tiga unit pesawat Sukhoi SU-30MK TNI Angkatan Udara akan bermanuver bersama F-18 Hornet Angkatan Udara Amerika Serikat dalam bentuk terbang lintas pada kegiatan internasional "Sail Bunaken" Jumat (19/8) di Manado.

Penanggung jawab terbang lintas TNI Angkatan Udara Kolonel Pnb Arif Mustofa ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat mengatakan, terbang lintas akan dilaksanakan bersamaan dengan layar lintas sekitar 25 kapal perang dari 33 negara yang ikut dalam Sail Bunaken 2009.

Terbang lintas akan diawali dengan penampilan empat unit pesawat udara Nomad TNI Angkatan Laut yang disusul dengan pesawat intai maritim 212-Cassa TNI Angkatan Laut, dan dibelakang bersiap empat F-16 Fighting Falcon TNI Angkatan Udara.

Tak hanya sampai disitu, karena tiga Sukhoi TNI Angkatan Udara dan pesawat tempur Angkatan Udara AS seperti empat F-18 Hornet, dan satu unit E6 Hawk yang merupakan bagian dari armada udara Kapal Induk USS George Washington (CVN-73) juga tampil dalam terbang lintas tersebut.

Bersamaan dengan terbang lintas tersebut, akan dilakukan layar lintas sejumlah kapal perang yang berparade dari Pelabuhan Bitung menuju Manado. Layar lintas diikuti 25 kapal asing, dua kapal layar tiang tinggi asing, enam kapal perang Indonesia serta dua kapal layar tiang tinggi "Dewaruci" dan "Arung Samudra".

Dari 25 kapal perang asing itu, AS merupakan negara satu-satunya yang mengirimkan kapal induk yakni USS George Washington (CVN-73).

Kapal induk USS George Washington (CVN-73) berada di bawah naungan komando Armada Atlantik AS dan bermarkas di Norfolk, Virginia, AS.

Sejumlah kapal perang yang akan berparade itu telah diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung sekitar pukul 09.00 WITA hingga tepat pukul 16.00 waktu setempat melintas di depan podium kehormatan di Manado, bersamaan dengan terbang lintas beberapa pesawat tempur.

Bertindak selaku inspektur upacara pada parade kapal perang internasional itu adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Widodo Adi Sutjipto.

Parade kapal perang yang merupakan puncak dari "Sail Bunaken 2009" juga dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan ketiga kepala staf angkatan darat, laut dan udara serta kepala staf angkatan laut, delegasi negara peserta.

ANTARA News

Pangdam VI/Tpr Berikan Pengarahan Kepada RT, Lurah Di Lingkungan Komplek Kodam VI/Tpr


18 Agustus 2009, Balikpapan, Pangdam VI/Tpr Mayor Jenderal TNI Tono Suratman Selasa (18/8), memberikan pengarahan secara langsung kepada para RT dan Lurah di lingkungan Komplek Asrama Kodam VI/Tpr. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 150 orang tersebut berlangsung di Aula Makodam VI/Tpr pada pukul 09.00Wita. Dalam sambutannya Pangdam VI/Tpr menyampaikan bahwa kegiatan pengarahan ini merupakan salah satu upaya guna meningkatkan Kewaspadaan Nasional di lingkungan sekitar tempat tinggal kita yang berkaitan erat dengan ancaman nyata teroris di negara Republik Indonesia dimana pada tanggal 17 Juli yang lalu Bom kembali mengguncang negara kita.

Pangdam berharap kepada seluruh para RT dan Lurah dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan fungsi dan tugasnya di lingkungan masing-masing sehingga proses terciptanya lingkungan yang kondusif, aman dan tenteram dapat terwujud. Serta tidak adanya teroris yang bersembunyi di lingkungan kita.

Kegiatan pengarahan ini berlangsung kurang lebih tiga jam yang dimulai 09.00 Wita dan berakhir pada pukul 12.00 Wita yang dihadiri oleh Kasdam VI/Tpr Brigjen TNI Tan Aspan, para Asisten, Kabalak, Komandan Satuan. Pengarahan kepada seluruh RT dan Lurah di Kompleks Asrama Kodam VI/Tpr juga diberikan oleh Kasdam VI/Tpr, dan Asintel Kasdam VI/Tpr yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara penyelenggara dengan para RT dan Lurah.

Disela-sela pengarahan Pangdam VI/Tpr kepada seluruh RT dan Lurah se Asrama Komplek Kodam VI/Tpr Panglima TNI singgah di Lanud Sepinggan dalam perjalanan ke Manado. Rombongan Panglima TNI yang transit di kota Balikpapan tersebut dijemput langsung Pangdam VI/Tpr, yang di dampingi Danlanud Balikpapan, Danlanal Balikpapan, serta Aspers Kasdam VI/Tpr.

Penerangan Kodam VI/Tanjungpura

Perundingan Ambalat Alami Kemajuan

Peta Ambalat. (Grafis: gatra.com)

17 Agustus 2009, Kuala Lumpur -- Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar mengatakan, perundingan delimitasi laut antara Indonesia-Malaysia, khususnya perbatasan laut Ambalat, mengalami kemajuan.

"Ini dua kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-64," kata Da'i usai memimpin upacara peringatan kemerdekaan RI ke-64 di Kuala Lumpur, Senin (17/8).

Para warga Indonesia, TKI, ekspatriat dan mahasiswa mengikuti upacara kemerdekaan yang dilakukan di rumah duta besar. Penyanyi dangdut Inul Daratista dan Mpok Ati ikut meriahkan peringatan kemerdekaan di Kuala Lumpur.

"Kemajuan perundingan perbatasan laut di Ambalat, 13-14 Agustus 2009 di Kota Kinabalu adalah kedua belah pihak bisa saling memahami dasar klaim batas laut kedua negara, yang selama ini agak berjalan alot," katanya.

Selain itu, kedua negara bertetangga ini akan melakukan pembicaraan mengenai revisi MOU tahun 2006 mengenai penempatan dan perlindungan TKI di Malaysia.

Sebelumnya, perundingan ini mengalami dua kali penundaan yang seharusnya diadakan 15 Juli 2009, diundur akhir Juli 2009, tapi kemudian ditunda lagi hingga 20 Agustus 2009.

"Perundingan revisi MOU tahun 2006 diharapkan dapat memperbaiki kondisi kerja, khususnya pembantu rumah tangga di Malaysia, karena kedua negara sepakat untuk memberikan hari libur per minggu, masalah paspor, struktur biaya dan lain-lain," katanya.

Sementara itu, Kol TNI AL Yunus yang ikut serta dalam perundingan delimitasi laut di Kota Kinabalu mengakui bahwa perundingan yang membahas khusus kawasan laut Ambalat, mengalami kemajuan.

"Kemajuannya ialah pihak Malaysia banyak menerima usul Indonesia. Kondisi perundingan sangat kondusif dan cair, yang sebelumnya tidak terjadi pada perundingan-perundingan sebelumnya," katanya.

Ia menjelaskan salah satu kemajuan, Malaysia sudah mengakui bahwa Karang Ungaran memang masuk wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Karang Ungaran menjadi kawasan panas. Ketika Indonesia mencoba memasang batas laut itu dengan menara Indonesia sempat dikecoh oleh angkatan laut Malaysia. Kedua angkatan laut kedua negara sempat saling provokasi di kawasan Karang Ungaran saat itu.

MEDIA INDONESIA

SBY Dapat Brevet Komando


19 Agustus 2009, Jakarta -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mendapat Brevet Komando Kehormatan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Penyematan akan dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo kepada Presiden di Markas Kopassus, Cijantung, esok (20/8).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Christian Zebua mengatakan, pemberian brevet bukan tanpa alasan. SBY dinilai sangat perhatian pada satuan komando tersebut sejak berdinas dimiliter hingga purna bakti.

"Beliau pantas dan berhak menerima brevet itu," katanya saat silaturahmi bersama wartawan di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurutnya, adanya perhatian SBY, akan menjadi pendorong pasukan untuk terus berlatih dan mampu melaksanakan tugas secara bermartabat dan terhormat

Mutasi Pejabat TNI AU

Sebanyak 14 pejabat TNI AU, yakni 12 perwira tinggi dan dua perwira menengah mengalami mutasi. Pergantian berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/508/VIII/2009 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Pejabat yang dirotasi antara lain, Marsekal Pertama (Marsma) Boy Syahril Qamar dari Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Halim Perdanakusuma menjadi Staf Ahli KSAU bidang Air Power, Marsma R Hari Muljono dari Danlanud Adi Sucipto menjadi Wakil Komandan Seskoau, dan Marsma Edy Soenarwondo dari Wakil Komandan Seskoau menjadi Wakil Gubernur AAU.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Bambang Soelistyo mengatakan, rotasi selalu dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Pejabat yang menerima jabatan baru diharapkan dapat menyumbangkan tenaga dan pikirannya guna pelaksanaan tugas matra udara.

"Jabatan baru hakekatnya penghargaan sekaligus kepercayaan yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab," katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi.

JURNAL NASIONAL

Tuesday, August 18, 2009

Iraq Pesan 15 Pesawat Latih T-6A Texan II

Pesawat latih Beechcraft T-6A Texan II. (Foto: defencetalk.com)

18 Agustus 2009 -- Pemerintah Iraq memesan kedua kalinya pesawat latih Beechcraft T-6A Texan II buatan pabrik pesawat asal Amerika Serikat Hawker Beechcraft Corporation senilai 257 juta dolar, hingga total pesawat yang dipesan 15 unit.

Pada 12 Oktober 2009, Hawker Beechcraft Corporation telah mendapatkan kontrak senilai 170.430.952 dolar untuk pembelian 7 pesawat T-6A Texan II, termasuk sistem pelatihan darat, suku cadang pesawat, publikasi teknis, dan dua tahun kontrak sebagai kontraktor logistik Angkatan Udara Iraq.

Sedangkan kontrak kedua senilai 86.575.795,09 dolar untuk pembelian 8 pesawat T-6A Texan II, ditandatangani 17 Agustus 2009.

Beechcraft T-6A Texan II AU AS. (Foto: defencetalk.com)

T-6A Texan II AU Yunani. (Foto: haf.gr)

Pada 9 Desember 2008, Defense Security Cooperation Agency (DSCA) mengumumkan kemungkinan Iraq akan membeli 20 T-6A dan 36 AT-6B untuk AU Iraq menggunakan penjualan FMS.

Beechcraft T-6A Texan II bermesin turboprop tunggal, digunakan oleh AU AS sebagai pesawat latih dasar dan AL AS sebagai pesawat latih NFO (Intermediate Joint Naval Flight Officer) dan WSO (Weapon Systems Officer). Pesawat ini digunakan juga oleh AU Kanada dikenal sebagai CT-156 Harvard II, AU Jerman dan AU Yunani.

DEFPRO/@beritahankam

Danyonif-5 Marinir Diganti


18 Agustus 2009, Surabaya - Komandan Batalyon Infanteri-5 Marinir diganti dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Markas Yonif-5 Marinir, Ujung, Surabaya, Selasa.

Dalam upacara sertijab itu, Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir K. Situmorang itu melantik Mayor Marinir Agus Dwi Laksana Putra sebagai Danyonif-5 Marinir yang baru.

Mayor Marinir Agus Dwi Laksana Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon Marhanlan VII Kupang itu menggantikan pejabat lama Letkol Marinir Firman Johan yang menjadi Perwira Staf Operasi Brigif-1 Marinir.

Dalam amanatnya, Danbrigif-1 mengatakan sertijab merupakan wujud dari dinamika organisasi untuk merealisasikan kaderisasi, pembaharuan semangat, dan pemberian kesempatan bagi perwira-perwira terpilih untuk mengembangkan manajerial.

"Bagi Yonif-5 Marinir, sertijab itu penting, karena Yonif-5 Marinir merupakan unsur utama kekuatan Brigif-1 Marinir dalam mendinamisasikan tugas, fungsi, dan peran sebagai kekuatan pokok pasukan pendarat amfibi," katanya.

Menurut dia, tugas pokok Yonif-5 Marinir adalah membina kemampuan dan menyiapkan kekuatan untuk melaksanakan operasi amfibi, operasi pertahanan, operasi pengamanan pulau-pulau terluar dan operasi tempur lainnya.

"Dengan tugas pokok itu, prajurit Yonif-5 Marinir dituntut lebih mawas diri dan antisipatif dengan terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempurnya sehingga mampu melaksanakan tugas yang diembannya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kolonel Marinir K. Situmorang mengharapkan kepada seluruh prajurit Yonif-5 Marinir supaya selalu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas pejabat yang baru.

Upacara itu dihadiri antara lain Kapolres KP3 Tanjung Perak AKBP Gagas Nugraha, SH.SIK.MM, Kapolresta Surabaya Utara AKBP Djoko Hari Utomo, dan para Dansatlak Pasmar-1.

ANTARA JATIM

USS George Washington di Perairan Manado

18 Agustus 2009, Manado -- Sebuah pesawat tempur mendarat di Kapal induk Amerika Serikat USS George Washington di perairan Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). Kedatangan Kapal induk yang memiliki panjang 320 meter dan mampu menampung 80-an pesawat dan helikopter untuk memeriahkan parade kapal perang dalam rangka Sail Bunaken 2009. (Foto: ANTARA/ Kolonel Mar Suhartono/pras/mes/09)

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi (depan) berkunjung ke Kapal induk Amerika Serikat USS George Washington di perairan Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). (Foto: ANTARA/ Kolonel Mar Suhartono/pras/mes/09)

Sejumlah pesawat tempur parkir di atas Kapal induk Amerika Serikat USS George Washington di perairan Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). (Foto: ANTARA/ Kolonel Mar Suhartono/pras/mes/09)

Sebuah pesawat tempur berada diatas Kapal induk Amerika Serikat USS George Washington di perairan Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). (Foto: ANTARA/ Kolonel Mar Suhartono/pras/nz/09)

Kemampuan TNI AD Tangani Terorisme Harus Dimanfaatkan

Pasukan anti teror Kopassus sedang berlatih. (Foto: kopassus.mil.id)

18 Agustus 2009, Jakarta - Dalam penanggulangan terorisme, kemampuan personel TNI Angkatan Darat sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini. Hanya saja, TNI terikat aturan dan bergerak atas permintaan Polri.

"TNI AD punya tiga peran yang seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa ini," kata Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Christian Zebua, di kantornya Jl Veteran, Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Tiga peran yang dimaksudkan Christian adalah, pertama kemampuan deteksi dini, pencegahan dini, dan lapor cepat melalui Desk Anti Teror yang sudah terbentuk mulai dari pusat sampai daerah sampai tingkat Kodim, Koramil, dan Babinsa.

"Babinsa ini yang akan memberdayakan mitranya, yaitu masyarakat. Diharapkan masyarakat berani melapor bila ada hal-hal yang mencurigakan, atau berani melawan dan menangkap bila itu benar teroris," jelasnya.

Kemampuan kedua, lanjut Christian, pasukan AD memiliki kemampuan memukul atau menanggulangi terorisme. Kemampuan ini sudah dimiliki satuan Detasemen-81 Penanggulangan Teror Kopassus. Sementara di Kostrad sendiri ada tiga bataliyo Raider antiteror, Pleton Pengintai Tempur (Tontaipur).

"Sementara di setiap Kodam kita memiliki satu batalion antiteror," ujarnya.

Kemampuan ketiga, AD juga memiliki ahli penjinak bom dan bahan peledak. Semua ini berada di bataliyon Zeni Tempur (Zipur) dan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur).

"Apakah kemampuan ini mau dimanfaatkan oleh negara atau tidak? Nah, ini kan pertanyaannya," ungkap Christian.

Namun begitu, Christian menegaskan, TNI AD siap membantu polisi dalam menangani terorisme. Hanya saja bila semua jeli melihat UU TNI, disebutkan fungsi TNI selain perang di antaranya dalam memerangi terorisme, bukan hanya membantu.

"Tapi dengan keluarnya Keppres untuk membantu polisi. Jadi lebih tinggi mana, UU dan Keppres? Itulah dinamika. Kita selalu diikat dengan aturan dan bergerak atas permintaan polisi," pungkasnya.

Densus 88 Tangkap WNA Arab Saudi di Nagrek

(Foto: kopassus.mil.id)

Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap Ali Muhammad Abdullah di Kawasan Nagrek, Kuningan, Jawa Barat. Dia ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan teroris.

Ali Muhammad diketahui warga Arab Saudi. "Dia warga asing, Arab Saudi," kata Susi, pemilik kontrakan yang disewa Ali, seperti ditayangkan tvOne, Selasa 18 Agustus 2009.

Ali,tambah dia, ditangkap bersama seseorang bernama Sholehah, yang merupakan warga negara Indonesia. Sholehah diketahui mantan tenaga kerja yang pernah bekerja di Arab Saudi.

"Kemarin dia berangkat ke sana [Nagrek] bersama seorang wanita bernama Sholehah," kata Ujang, salah seorang warga.

Namun, saat ini belum ada keterangan resmi dari polisi. Ali diduga sebagai penyalur dana kegiatan terorisme.

Menurut Pengamat Terorisme, Al Haidar, sumber dana teroris tak mesti dari Jamaah Islamiyah (JI) atau jaringan Al Qaeda. "Masyarakat biasa, di wilayah Arab, ada yang mau memberikan dana kepada kelompok jihad," tambah Haidar.

Hebatnya, dana tersebut diberikan secara terus menerus. "Banyak penyumbang untuk kelompok jihad, dari Arab saja. Masyarakat [penyumbang] itu sudah masuk aliansi tapi tidak masuk sel," tambah Haidar.

Sebelumnya, sempat beredar kabar, SJ pernah meminta tolong Jarmo, warga Kompleks Candraloka di Bogor, untuk membuka rekening bank.

Diduga rekening tersebut akan digunakan menampung dana sebesar Rp 1 miliar, untuk dana operasional pengeboman. Namun, menurut Firman Kurniawan, bos Klinik Thibbun Nabawi Al-Iman, Saefudin memiliki rekening atas namanya sendiri.

"Dia punya rekening di BCA Bogor atas namanya sendiri. Saya pernah melihat. Bahkan dulu saya sempat tahu nomor rekeningnya. Tapi sekarang sudah lupa, karena sudah lama,” kata dia, kepada VIVAnews Sabtu 15 Agustus 2009.

Kata Firman, uang itu diduga milik orang berwajah Arab yang sempat dikenalkan kepadanya.

detikNews/VIVAnews

TNI Siapkan Satgas Zeni Konga XX-F/Monuc

Kasum yang berkunjung ke Kompi zeni TNI kontingen garuda XX-F/Monuc di Kongo, berkeliling camp Satgas Konga XX-F di Beni, Kongo, Sabtu (7/2). (Puspen TNI)

18 Agustus 2009, Jakarta -- TNI kembali menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI Konga XX-G/Monuc Tahun 2009, dipimpin Dansatgas Letkol Czi Arnold A.P. Ritiauw, untuk menggantikan Satgas Zeni TNI Konga XX-F/Monuc di Republik Demokrasi Kongo, yang akan berakhir masa tugasnya. Latihan penyiapan Satgas Konga XX-G/Monuc secara resmi dibuka oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI - Laksamana Pertama TNI Marsetio, M.M. yang mewakili Asops Panglima TNI, di Pusdikzi Pusdiklat TNI AD Bogor, Jumat (14/8).

Dalam amanat Asops Panglima TNI yang dibacakan Waasops Panglima TNI mengatakan bahwa keikutsertaan bangsa Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian merupakan implementasi UUD 1945 yang tertuang dalam Alenia-4 yang berbunyi “Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”, dan dijabarkan melalui Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI pada pasal 20 ayat 3 yang menegaskan tentang penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia.

Keikutsertaan bangsa Indonesia, khususnya TNI dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB diawali sejak tahun 1957 di Mesir, kemudian di beberapa Negara yang mengalami permasalahan atau konflik di wilayah Timur Tengah, Afrika, Eropa maupun Asia sampai saat ini TNI tetap mendapat kepercayaan untuk terus berpartisipasi dalam peran misi PBB. Selain itu TNI selalu mendapat penilaian positif dari dunia internasional, terbukti dengan adanya permintaan tambahan satu Kompi Mekanis untuk memperkuat Batalyon Mekanis yang sudah ada dan 10 orang personel kesehatan untuk memperkuat rumah sakit level 2 pada misi UNIFIL di Lebanon.

Lebih lanjut Asops mengharapkan, latihan Pratugas tersebut ini dapat meningkatkan kemampuan perorangan maupun satuan dalam mengaplikasi materi yang diberikan guna pelaksanaan penugasan nantinya. “Kegiatan seperti ini memiliki arti yang sangat penting dalam penyiapan operasional suatu satuan, khususnya Satgas Kizi TNI yang diproyeksikan untuk tugas Operasi Perdamaian Dunia” kata Asops.

Latihan Pratugas, dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama, latihan teknis dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan drill teknis serta drill taktis, dilaksanakan mulai tanggal 14 Agustus sampai dengan 3 September 2009. Sedangkan tahap kedua, latihan taktis dengan pasukan yang menggunakan metode drill tempur, dilaksanakan mulai tanggal 4 sampai dengan 10 September 2009.

PUSPEN TNI

Kapal Induk INS Viraat (R22) Segera Bertugas Kembali

INS Viraat. (Foto: globalsecurity.org)

18 Agustus 2009 -- Kapal induk India INS Viraat (eks HMS Hermes) setelah berada di dok kering selama setahun di galangan kapal Cochin untuk diremajakan, segera bertugas kembali dalam bulan ini hingga mencapai usia pakai pada 2015.

Angkatan Laut India menginginkan INS Viraat segera beroperasi karena tertundanya pengiriman kapal induk Admiral Gorshkov, disebabkan belum disepakatinya kenaikan harga jual Admiral Gorshkov antara pemerintah Rusia dan India.

INS Viraat telah dilengkapi dengan perangkat kontrol penembakan baru buatan India, radar navigasi, peningkatan perlindungan NUBIKA, bantuan dek landing, sistem pertahanan udara buatan Israel Barak dan rudal jelajah anti kapal buatan India BrahMos.

Sistem pertahanan udara buatan Rusia Kashtan dikirimkan ke Rusia untuk diperbaiki.

INS Viraat sebelumnya HMS Hermes milik AL Inggris, mulai bertugas 1959, dibeli oleh India 1986. Kapal induk sebelumnya diremajakan pada 1999 - 2001.

India tengah mengembangkan kapal induk yang dibuat di galangan kapal dalam negeri, Cochin, Kerala. Peletakkan lunas pertama pada 28 Februari 2009, diluncurkan Oktober 2010 dan masuk jajaran AL India pada 2014.

Kapal induk ini dirancang mampu membawa 30 pesawat terbang MiG-29K, HAL Tejas buatan India, helikopter Ka-31 dan Dhruv buatan India.

AL India mempunyai rencana jangka panjang termasuk menjadi kekuatan laut “Blue Water” dengan mempunyai enam kapal induk dan perbaikan kemampuan dalam peperangan perairan dangkal.

Defensenews/@beritahankam

Direktur DPKO Kunjungi Wilayah Operasional KONGA XX-F


18 Agustus 2009, Dungu, Kongo -- Direktur Divisi Afrika II-Mr. Raisedon Zenenga dari DPKO (Departemen of Peacekeeping Operations) Markas Besar PBB New York, Minggu pagi (16/8) waktu Kongo, mengunjungi wilayah Dungu-Kongo yang merupakan wilayah operasional Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F. Mr. Zenenga menyampaikan penghargaannya kepada seluruh personel sipil dan militer PBB yang telah mendukung pemerintah Kongo memerangi milisi bersenjata sekaligus membangun wilayah Dungu yang merupakan perbatasan wilayah Kongo dengan Negara Sudan.

Dalam kunjungan tersebut, Mr. Zenenga menerima paparan dari Komandan Satgas Konga XX-F, Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo mengenai hasil pekerjaan yang telah dan yang sedang diselesaikan oleh Kontingen yang dipimpinnya, meliputi perawatan Bandar udara Dungu, perbaikan jalan Dungu-Durru, perbaikan kantor Walikota Dungu serta pekerjaan Zeni lainnya yang mendapat apresiasi positif dari delegasi New York tersebut. Mr. Zenenga di dampingi oleh Komandan Brigade Ituri juga sempat meninjau lokasi camp badan kemanusiaan PBB serta Company Operational Base Dungu yang dibangun oleh Kontingen Indonesia.

Pada kesempatan itu, Komandan Divisi FARDC (pasukan pemerintah Kongo)-Kolonel Mundos juga menjelaskan situasi keamanan wilayah Dungu dan sekitarnya yang dinilai relatif semakin kondusif dengan adanya pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah tersebut. Personel militer Monuc ( Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo/misi PBB di Kongo) bersama pasukan FARDC tergabung dalam Operasi Rudia. Masalah utama yang ditemui di lapangan dalam pelaksanaan Operasi Rudia adalah kendala pendistribusian logistik kepada pasukan FARDC yang berada di garis depan. Hal tersebut diakibatkan oleh rusaknya transportasi darat dan minimnya alat angkut udara dukungan dari Monuc. Dalam operasi Rudia, Monuc bertanggung jawab untuk men-support sepenuhnya tentara pemerintah Kongo dengan memberikan dukungan makanan, bahan bakar minyak, dan proses evakuasi pasukan yang ada di garis depan.

Menanggapi masalah tersebut, Mr. Zenenga menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi perhatian utama para petinggi di New York karena saat ini tengah dibahas Negara kontributor yang akan bergabung bersama PBB dalam mengirimkan alat angkut udara seperti helikopter dan pesawat fixed wing. Direktur Divisi wilayah Afrika dari DPKO menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh staf dan personel pasukan penjaga perdamaian di Dungu yang telah mendedikasikan waktu dan pikirannya demi terciptanya perdamaian di Kongo. Dirinya juga mengaku telah memperoleh gambaran yang jelas tentang pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian di Kongo dalam mendukung Operasi Rudia (Operasi gabungan Monuc dan FARDC/Tentara nasional Kongo) mengejar dan menangkap milisi LRA yang menjadi momok diwilayah perbatasan Negara Kongo.

PUSPEN TNI

Kontingen Garuda Peringati HUT ke-64 RI

18 Agustus 2009, Lebanon -- Satgas TNI Konga XXIII-C/UNIFIL memperingati HUT ke-64 RI di Lapangan Garuda, Soekarno Base UN POSN 7-1, Adshit al Qusayr, Libanon. Peringatan ini dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan.

Pengibaran bendera merah putih. (Foto: detikFoto/Letkol Arh Hari Mulyanto)

Pelaksanaan upacara di UN POSN 7-1 berlangsung dengan tertib dan khitmad meskipun di bawah terik matahari yang panas. (Foto: detikFoto/Letkol Arh Hari Mulyanto)


Peringatan HUT ke-64 RII dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaaan. (Foto: detikFoto/Letkol Arh Hari Mulyanto)

Lanud Sam Ratulangi Kedatangan Fighter TNI AU


18 Agustus 2009, Manado -- Sejumlah pesawat F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan pesawat Su27 SKM dan SU30 MK2 dari Skadron 11 Lanud Sultan Hasannudin Makassar, yang turut serta memeriahkan Sail Bunaken 2009 di Manado Sulawesi Utara tiba di Bandara Sam Ratulangi Minggu (16/08).

Acara promosi dunia pariwisata bertaraf internasional itu akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi termasuk fly pass pesawat F-16/Fighting Falcon dan Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin, Makassar.

Pesawat tersebut akan yang akan memeriahkan acara promosi wisata bahari yang akan melaksanakan penghormatan salling dan fly pass di hadapan Presiden RI pada tanggal 19 Agustus 2009. Kedatangan pesawat tempur tersebut diawali dengan kedatangan unsur pendukung yang terdiri dari 160 personel TNI Angkatan Udara yang diangkut dengan menggunakan 2 hercules. Sebelum melaksanakan fly pass kemarin sore diadakan check route yang akan menjadi titik awal fly pass dan mencoba formasi diudara, hal ini bertujuan untuk mengenal kondisi dilapangan, dengan tidak melupakan Keselamatan Terbang dan Kerja (Lambangnja).

PENTAK LANUD SAM RATULANGI

USS George Washington Semarakkan Sail Bunaken

Pesawat dari Carrier Air Wing 7 (CVW-7) flying pass diatas USS George Washington. (Foto: navsource.org)

19 Agustus 2009, Manado -- Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS George Washington, akan menyemarakkan "event" internasional Sail Bunaken, di Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

"Kapal induk akan mengirimkan sejumlah pesawat tempur pada `Sailing dan Flying Pass` pada 19 Agustus 2009," kata Panglima Laut AS, Admiral Garry Roughead, di Manado, Selasa.

Kapal induk AS itu sudah berada di perairan Sulut, dan direncanakan akan dilakukan kunjungan perdana para pejabat Pemprov Sulut dan jajaran Muspida, di geladak kapal yang bisa memuat 75 pesawat tempur melalui Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Bahkan beberapa pesawat tempur milik AS tersebut, di antaranya empat unit F-18 Hornet, satu pesawat E AG dan pesawat E2C yang merupakan pesawat intai marinir, sudah melakukan latihan (cek rute) di Teluk Manado.

Sementara empat kapal perang AS dipastikan ikut Sailing Pass yang dijadwalkan akan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan sejumlah pejabat Indonesia serta jajaran admiral dari 33 negara.

"Kedatangan USS George Washington diketahui Presiden Barack Obama, dan tentu merupakan penghargaan tersendiri pada undangan parade kapal perang di Indonesia," katanya.

Kapal ini menampung 4.500 personil yang mengoperasikan berbagai sistem dan sub sistem, terdapat didalamnya, termasuk teknisi, pakar pesawat tempur, pakar helikopter dan pakar transportasi.

Berdasarkan jenisnya, kekuatan kapal tersebut berasal dari dua westinghouse brand A4W reaktor nuklir dengan kekuatan 4 x steam turbin sampai 4 x shafts dengan produksi hingga 260.000 shaft tenaga kuda, kecepatan tertingginya mencapai 30 knot.

"Saya sangat mengetahui seluk beluk USS George Washinton karena cukup lama meminpin kapal induk tersebut, itu seperti kota kecil AS di laut," kata Garry.

Freddy Numberi Naik USS George Washington

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi diizinkan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengunjungi Kapal Induk USS George Washington, kata Asisten Intelejen Lantamal VIII Suhartono, di Manado, Selasa.

"Kapal induk AS itu sudah berada di perairan Sulawesi Utara (Sulut), hanya saja izin mengunjungi dibatasi pemerintah AS. Pemberian manifest dari pemerintah AS hanya dizinkan 20 orang, itu sangat terbatas dalam berkunjung" katanya.

Ia menjelaskan, beberapa pejabat lain yang diijinkan yaitu Danlatamal VIII Manado Willem Rampangiley, Kapolda Sulut Bekto Suprapto, anggota DPR RI Yoris Raweyai serta sejumlah wartawan.

ANTARA News

Monday, August 17, 2009

TNI Bangun Radar Pertahanan Udara di Timika


17 Agustus 2009, Timika -- Guna memperkuat pertahanan negara dalam mengantisipasi adanya gangguan pihak asing, TNI Angkatan Udara akan membangun sebuah radar pertahanan udara di wilayah Timika, Papua.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Timika, Letkol (P) Easter Haryanto di Timika, Senin, mengatakan pembangunan radar pertahanan udara tersebut akan direalisasikan mulai 2011.

"Tahun ini akan dibangun ruas jalan dan jembatan. Selanjutnya tahun depan pembangunan perumahan dan kompleks perkantoran dan tahun berikutnya mulai pembangunan radar," kata Easter.

Sehubungan dengan rencana dimaksud, pada 25 Agustus nanti tim dari Mabes TNI AU akan melakukan survei ke lokasi pembangunan radar pertahanan udara di Timika.

Radar pertahanan udara Timika dibangun di atas lahan seluas 30 hektare di lokasi SP 1, Kampung Kamoro Jaya, sekitar belasan kilometer dari Kota Timika, ibukota Kabupaten Mimika.

Biaya pembebasan lahan sebagian ditanggung pihak Mabes TNI AU dan sebagian ditanggung Pemda Mimika.

Easter menjelaskan, keberadaan radar pertahanan udara Timika nantinya sangat penting untuk meng-`cover` pengamanan di wilayah pantai selatan Papua.

Pengamanan di wilayah pantai selatan Papua selama ini dinilai masih kurang maksimal sehingga rentan terjadi aksi pencurian hasil laut (ilegal fishing) dan berbagai kejahatan lainnya baik yang bersifat nasional maupun transnasional.

Guna meminimalisasi berbagai potensi gangguan dan aksi kejahatan tersebut, saat ini TNI AU sedang membangun radar pertahanan udara di wilayah Merauke.

Radar serupa akan dibangun di wilayah Saumlaki, Tanimbar, Kepulauan Maluku Tenggara Barat yang berhadapan langsung dengan perairan Samudra Hindia dan Australia.

Saat ini jajaran TNI baru memiliki sebuah radar pertahanan udara untuk mengamankan wilayah Papua yaitu di Biak.

"Jika tidak ada hambatan berarti pada tahun 2102 radar pertahanan udara Timika sudah dapat dioperasikan," kata Easter.

ANTARA News

Tiga Kapal Tempur Jepang Ramaikan "Sailing Pass"

JDS Shimayuki TV 3513 salah satu kapal perang Pasukan Bela Diri Jepang yang berpartisipasi di Sail Bunaken 2009. (Foto: philrickerby)

17 Agustus 2009, Manado -- Sebanyak tiga kapal tempur Jepang, akan meramaikan Sail Bunaken tahun 2009, dengan mengikuti "Sailing dan Flying Pass" di Teluk Manado pada 19 Agustus 2009.

"Tiga kapal perang Jepang diperkuat 700 personil angkatan laut, " kata Real Admiral Comander Jepang (setingkat Kasal), M Kawamura, disela-sela peringatan HUT Kemerdekaan RI, Senin di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Tim Jepang akan memanfaatkan kegiatan "International Fleet Review" Sail Bunaken di Perairan Manado, dengan menunjukkan kekuatan perang di laut.

Menurutnya, kegiatan Sail Bunaken memberikan makna tersendiri bagi persahabatan negara-negara maritim, untuk terus menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan laut.

Kehadiran kontingen Jepang yang lengkap dengan armada perang itu, merupakan kesempatan terhormat sehingga akan dioptimalkan sebaik mungkin pada "Sailing dan Flying Pass".

Khusus "Sailing Pass", kini sejumlah kapal perang dari berbagai negara sudah berada di perairan Sulut, seperti dua kapal Thailand, masing-masing, Phuttaloetia Naphalai FF 461 dan Rattanakosin FS 441, dua kapal Malaysia, KD Kedah 171 serta KD Tunas Samudera.

Serta satu kapal Filipina yakni Manuel L Quezon PS 70, dan sebuah kapal Inggris, HMS Echo H87, sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan.

"Sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan ke Sulut, bersamaan dengan beberapa kapal layar (yacht)," ujar Kepala Biro Humas Pemprov Sulut Roy Tumiwa.

ANTARA News

Sumber Dana Noordin Diduga dari Malaysia


16 Agustus 2009, Jakarta -- Dana yang dibutuhkan Noordin M Top untuk melancarkan aksinya tidaklah sedikit. Disinyalir, para pengikut setia Noordin di Malaysia masih menyuplai dana hingga saat ini.

"Dari data-data selama ini, hasil analisa diakui berasal dari Malaysia," kata pengamat intelijen Dynno Chressbon saat berbincang lewat telepon, Kamis (13/8/2009).

Tidak hanya Malaysia, Dynno juga menduga, ada sejumlah dana dari negara-negara yang memiliki jaringan dengan Noordin seperti Pakistan dan Afganistan. Ia meyakini, para pendukung gerakan Noordin di negara-negara lain masih banyak.

"Noordin adalah pemimpin yang masih disegani di Malaysia, khususnya di kawasan Asia. Masih banyak juga jaringannya di luar negeri," jelasnya seperti dikutip Yahoo.com.

Sementara itu, pengamat terorisme Wawan Purwanto menilai, satu-satunya cara untuk menghentikan gerakan Noordin adalah dengan memutus sumber dananya. Cara ini dianggap paling efektif karena akan 'membunuh' Noordin secara perlahan.

"Yang harus diputus dananya dulu. Bagaikan darah, kalau kehabisan darah ia pasti mati," jelasnya saat dihubungi.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 68 transaksi mencurigakan yang diduga terkait aksi terorisme di Indonesia. Dana yang mengalir berasal dari dalam dan luar negeri.

DUMAI POS

Sunday, August 16, 2009

Pemecahan Rekor Selam Diiringi Dentuman Meriam

Dua siswa Akademi militer membentangkan spanduk saat pemecahan rekor dunia penyelaman massal di pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/8). Rekor dunia penyelaman massal sebelumnya di Maldive tahun 2006 dengan jumlah penyelam 958 orang akhirnya terpecahkan setelah 2465 penyelam ikut serta dalam acara ini. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/09)

16 Agustus 2009, Manado -- Pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara diiringi dengan empat kali dentuman meriam TNI Angkatan Laut (AL).

"Bunyi meriam itu cukup empat kali, karena merupakan pemecahan rekor selam keempat kali di dunia, dan dilakukan di Indonesia," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik.

Ikut serta dalam pemecahan rekor selam di Pantai Malalayang Manado itu Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, Komandan Lantamal Delapan (Danlantamal VIII) Laksamana Pertama TNI Willem Rampangilei, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto, dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.

Wakasal yang tergabung dalam rombongan VIP juga ikut dalam penyelaman dan memberikan semangat pada para penyelam di kedalaman 20 meter, dan baru ke permukaan setelah terdengar bunyi tanda.

Gubernur Sulut yang masuk dalam daftar penyelam VIP mengatakan senang bisa mengikuti pemecahan rekor tersebut.

"Saya ikut dalam penyelaman dan sungguh senang dengan penyelaman ini, karena nama Sulawesi Utara dan Manado terutama Indonesia terangkat ke mata dunia," kata Sarundajang.

Sementara Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad yang bersama timnya ikut melakukan penyelaman dan berada di bawah air selama 31 menit memberikan tepuk tangan pada anak buahnya karena berhasil menyelesaikan penyelaman.

Ratusan penyelam duduk di dasar pasir saat pemecahan rekor dunia penyelaman massal. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/09)

Diantara para penyelam tersebut ada juga seorang bocah bernama Kesia Lamudju (9), sebagai peserta termuda dan mampu menyelam hingga di kedalaman 20 meter.

"Saya senang karena menjadi salah satu dari ribuan orang yang ikut dalam pemecahan rekor dunia ini, dan jadi yang termuda dari antara peserta yang hadir," kata Kesia. Pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara diiringi dengan empat kali dentuman meriam TNI Angkatan Laut (AL).

"Bunyi meriam itu cukup empat kali, karena merupakan pemecahan rekor selam keempat kali di dunia, dan dilakukan di Indonesia," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik.

Ikut serta dalam pemecahan rekor selam di Pantai Malalayang Manado itu Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, Komandan Lantamal Delapan (Danlantamal VIII) Laksamana Pertama TNI Willem Rampangilei, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Brigjen Pol Bekto Suprapto, dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.

Wakasal yang tergabung dalam rombongan VIP juga ikut dalam penyelaman dan memberikan semangat pada para penyelam di kedalaman 20 meter, dan baru ke permukaan setelah terdengar bunyi tanda.

Gubernur Sulut yang masuk dalam daftar penyelam VIP mengatakan senang bisa mengikuti pemecahan rekor tersebut.

"Saya ikut dalam penyelaman dan sungguh senang dengan penyelaman ini, karena nama Sulawesi Utara dan Manado terutama Indonesia terangkat ke mata dunia," kata Sarundajang.

Sementara Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad yang bersama timnya ikut melakukan penyelaman dan berada di bawah air selama 31 menit memberikan tepuk tangan pada anak buahnya karena berhasil menyelesaikan penyelaman.

Diantara para penyelam tersebut ada juga seorang bocah bernama Kesia Lamudju (9), sebagai peserta termuda dan mampu menyelam hingga di kedalaman 20 meter.

"Saya senang karena menjadi salah satu dari ribuan orang yang ikut dalam pemecahan rekor dunia ini, dan jadi yang termuda dari antara peserta yang hadir," kata Kesia.

Sebanyak 2.861 Penyelam Pecahkan Rekor Dunia Di Manado

Sejumlah peserta melakukan penyelaman pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/8). Rekor dunia penyelaman massal sebelumnya di Maldive tahun 2006 dengan jumlah penyelam 958 orang akhirnya terpecahkan setelah 2465 penyelam ikut serta dalam acara ini. (Foto: ANTARA/Basrul Haq/Koz/mes/09)

Sebanyak 2.861 penyelam dilibatkan dalam pemecahan rekor dunia selam di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Minggu pagi dengan catatan waktu 31 menit.

Tepat pukul 10.00 Wita seluruh penyelam termasuk para partisipan 51 orang dari mancanegara dan 35 VIP sudah berada di laut dan siap melakukan penyelaman di pandu Rudi Hartanto dari atas panggung.

Tiga puluh satu menit kemudian, secara bergelombang semua peserta menyudahi penyelamaman.


"Kita sudah memecahkan rekor hari ini, dan ini sungguh suatu hal yang membanggakan karena sebagai bukti kita negara bahari yang kuat," kata Menteri Perikanan dan Kelautan Fredy Numberi, di Pantai Malalayang Manado, Minggu.

Numberi juga mengatakan ini satu hal yang sangat luar biasa, karena terakhir rekor dunia di Maladewa dipecahkan adalah 979 penyelam, dan sekarang ini dan belum tentu bisa dipecahkan dalam 10 tahun ke depan, jadi ia berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terselenggaranya pemecahan rekor di Manado.

Sementara Lucia Sinogagliesi dari Guinnes Book Record mengatakan rekor yang ditorehkan di pantai Malalayang Manado itu sah, dan menjadi suatu hal yang luar biasa.

"Saya juga sangat senang di situ, karena indah sekali di Manado begitu banyak orang ikut serta hingga memecahkan rekor dunia," Kata Sinogagliesi, dalam sambutannya.

Ia juga minta agar semua peserta yang sudah ikut dalam pemecahan rekor itu, juga bersiap datang untuk Senin pagi, melakukan pemecehana rekor kedua, yaitu upacara di bawah air untuk peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan ke 64 Republik Indonesia.

Sementara Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik mengatakan pemecahan rekor di Indonesia ini adalah yang keempat kali dan merupakan hal yang luar biasa.

ANTARA News

Saturday, August 15, 2009

INS Airavat L24 Peserta Sail Bunaken 2009

INS Airavat (L24) berlayar keluar pelabuhan Visakhapatnam, Andhra Pradesh setelah diresmikan beroperasi di AL India 19 Mei 2009. (Foto: PIB)

15 Agustus 2009 -- INS Airavat L24 kapal jenis Landing Ship Tank (LST (L)) ketiga kelas Shardul, peningkatan dari LST kelas Magar.

INS Airavat dibangun di Garden Reach Shipbuilders and Engineers Limited (GRSE), Kolkota, India, diresmikan masuk jajaran Angkatan Laut India pada 19 Mei 2009 oleh KASAL India Laksamana Sureesh Mehta, AVSM, PVSM, ADC di pangkalan AL IN Jetty di Visakhapatnam, Andhra Pradesh. Airavat diluncurkan di Kolkota pada 27 Mei 2006 oleh istri KASAL Maria Teresa Mehta.

Kapal berukuran panjang 125 meter, lebar 17,5 meter, berat 5655 ton, kecepatan jelajah 15 knot dengan kemampuan berlayar selama 45 hari. Airavat dilengkapi dua peluncur roket produk dalam negeri WM 18A, dua meriam anti pesawat terbang buatan dalam negeri CRN 91 yang dikontrol secara auto oleh optronic sights, peluncur rudal permukaan ke udara IGLA, chaff, serta dilengkapi dua helikopter Westland Sea King atau helikopter buatan dalam negeri HAL Dhruv.





KASAL India Laksamana Sureesh Mehta menerima penghormatan saat peresmian pengoperasian INS Airavat. (Foto: PIB)

Airavat mampu membawa 10 MBT, 11 truk dan 500 prajurit, sesuai dioperasikan untuk misi kemanusian dan bantuan bencana alam seperti tsunami, badai, gempa bumi; operasi amphibi; operasi penyerangan; kapal rumah sakit dan kapal tanker dimana pada bagian buritan dapat mengisi bahan bakar ke kapal lainnya.

Sebagian besar peralatan dibuat oleh perusahaan pemerintah seperti Bharat Electronics Medak, HAL, Keltron serta perusahaan swasta seperti Larsen and Toubro, Kirloskar, Godrej.

PIB/@beritahankam

Sepuluh Kapal Perang Asing Berlabuh di Manado

KLD Tunas Samudera. (Foto: navy.mil.my)

15 Agustus 2009, Manado -- Hingga hingga hari keempat pelaksanaan Sail Bunaken 2009, telah masuk sepuluh kapal perang asing ke perairan Manado, Sulawesi Utara, untuk mengikuti "Sailing Pass" pada rangkaian "Flet Review" pada 19 Agustus.

"Tujuh kapal perang sudah tiba, dua dalam perjalanan mendekati Bitung hari ini," kata Sekertaris I Panitia Nasional Sail Bunaken 2009, Aji Sularso, di Manado, Sabtu.

Dari tujuh kapal perang asing yang berada di perairan Manado, empat diantaranya melego jangkar, yaitu HMS Echo H 87 dari Inggris, BRP Manuel L Quezon PS 70 dari Filipina, HTMS Phutthaloetla Naphalai FF 461 dan HTMS Rattanakosin FS 441 dari Thailand.

Sedangkan tiga kapal perang asing lainnya adalah KD Kedah 171 dan KLD Tunas Samudera (Tall Ship) dari Malaysia, serta RSS Tenacious dari Singapura sedang bersandar di Pelabuhan Bitung.

"Yang hari ini akan masuk USS McCampbell DDG 85 dari Amerika dan INS Airavat L 24 dan INS Khukri P 49 dari India," ujar Aji yang juga Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

HMAS Success AOR 304.

HMAS_Darwin_FFG 04. (Foto: wikipedia)

INS Khukri P 49.

USS McCampbell DDG 85. (Foto: navsource.org)

ROKS Dae Cheong AOR 58.

ROKS Choi Young DDH 981. (Foto: defence.lk)

JDS Kashima TV 3508. (Foto: wikipedia)

Menurut Aji, Minggu (16/8), delapan kapal perang asing berencana memasuki perairan Manado, yaitu ROKS Choi Young DDH 981 dan ROKS Dae Cheong AOR 58 dari Korea Selatan, JDS Kashima TV 3508, JDS Shimayuki TV 3513, dan JDS Yuugiri DD 153 dari Jepang, dan HMAS Darwin FFG 04, HMAS Success AOR 304, serta HMAS Leeuwin A245 dari Australia.

Sesuai rencana ada 26 kapal perang asing dari 14 negara akan hadir mengikuti "Fleet Review" pada tanggal 19 Agustus, yang juga akan disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ke-26 kapal perang asing ini membawa awak 10.278 orang.

ANTARA News