Friday, July 3, 2009

Munoc Kunjungi Pasukan PBB di Dungu

Agenda pertama Deputy Force Commander Monuc, Mayor Jenderal Andrian Foster adalah mengunjungi Detasemen Angkatan Udara Bangladesh di Camp Ban Air. (Foto: detikFoto/Kapten Inf Leo Sugandi)

3 Juli 2009 -- Deputy Force Commander Monuc Mayor Jenderal Andrian Foster melihat dari dekat pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian PBB di Dungu, Negara Republik Demokratis Kongo hari Kamis (2/7). Kunjungan ini dalam rangka meninjau proses pembangunan yang tengah dilaksanakan PBB di wilayah Dungu serta dalam rangka berkoordinasi dengan seluruh komponen PBB, baik militer maupun sipil yang ada di wilayah tersebut guna mengetahui situasi yang sedang berkembang dan kendala yang ditemui di lapangan.


Jenderal Foster meninjau pembuatan camp APC Morbatt yang tengah dikerjakan oleh Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-F. (Foto: detikFoto/Kapten Inf Leo Sugandi).

Agenda pertama orang nomor 2 di Monuc tersebut adalah mengunjungi Detasemen Angkatan Udara Bangladesh yang langsung diterima oleh Letnan Kolonel Shakir selaku Komandan Detasemen. Di camp Ban Air Jenderal asal Inggris yang didampingi oleh Komandan Brigade Ituri Brigadir Jenderal Fakhruddin Haider menerima paparan tentang pelayanan udara yang dilaksanakan oleh Detasemen Ban Air dalam mendukung penerbangan dari Dungu ke daerah sekitarnya untuk mendukung misi Monuc (Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo/misi PBB di Kongo) di kawasan tersebut.

Usai berkunjung ke Detasemen Ban Air, Jenderal Foster bertemu dengan Komandan Satgas Kontingen Garuda XX-F, Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo dan Komandan Batalyon Infanteri Mekanis Maroko Kolonel LH. Maassau. Sebelumnya, Deputy Force Commander berdialog dengan pimpinan WFP (World Food Programme) membahas tentang suplai logistik bagi pengungsi korban konflik di Kongo dan juga suplai logistik bagi FARDC (Forces Armee Republique Demokratik du Congo/Pasukan Pemerintah Kongo), sesuai dengan mandatnya membantu pemerintah Kongo dalam operasi penumpasan milisi LRA. Dalam kesempatan itu, Mr. Pierluigi Martinesi selaku pimpinan WFP wilayah Dungu meminta dukungan helikopter dari MONUC untuk membantu pengiriman logistik ke daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalan darat. Disamping itu WFP juga meminta dukungan keamanan dari MONUC mengingat situasi Dungu yang belum kondusif akibat aktivitas milisi yang mengganggu keamanan di wilayah yang berbatasan dengan Negara Sudan itu.

Usai berkunjung ke Detasemen Ban Air, Jenderal Foster bertemu dengan Komandan Satgas Kontingen Garuda XX-F. (Foto: detikFoto/Kapten Inf Leo Sugandi)

Setelah berdiskusi dengan pimpinan militer dan pimpinan badan-badan organisasi PBB wilayah Dungu, Jenderal Foster melihat dari dekat proses pembuatan camp APC Morbatt yang tengah dikerjakan oleh Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-F. Kepada Komandan Satgas, Jenderal bintang 2 itu mengaku puas atas hasil kerja Kontingen Indonesia selama ini yang dinilai sangat baik dan selalu lebih cepat dari waktu yang direncanakan sehingga mandat PBB di Kongo dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan rencana.

Saat ini, Kontingen Garuda XX-F/MONUC yang berada di Kongo, khususnya wilayah Dungu tengah melaksanakan mandat PBB untuk memberikan bantuan zeni kepada PBB dengan membangun infrastruktur yang memiliki nilai strategis seperti pembangunan dan perawatan bandar udara Dungu, pembuatan Camp APC Morbatt, pembuatan helipad Dungu, serta pembangunan sarana dan prasarana strategis lainnya. Menurut Komandan Satgas Konga XX-F, curah hujan yang cukup tinggi serta terbatasnya material limonite sebagai bahan dasar pembuatan infrastruktur di Dungu tidak menghalangi Kontingen Indonesia dalam memberikan yang terbaik bagi terciptanya perdamaian di Kongo.

TNI

No comments:

Post a Comment