Thursday, December 31, 2009

Empat LST Angkut Batalyon Marinir dan TNI AD Ke Pulau Terluar

KRI Teluk Lampung- 540 LST tipe Froch.

31 Desember 2009 -- Empat unsur kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) pada akhir tahun 2009 ini melaksanakan operasi angkutan laut militer dengan kekuatan satu batalyon pasukan Marinir dan Ranpur yang bertugas sebagai pasukan pengamanan perbatasan menuju pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga di Wilayah Indonesia bagian Barat dan Indonesia Timur, berangkat dari pangkalan Jakarta dan Surabaya, pekan lalu.

Empat kapal perang tersebut yaitu jenis LST tipe Froch KRI Teluk Parigi-539 dan KRI Teluk Lampung- 540 dan jenis angkut Tank KRI Teluk Bone -511dari Satuan Lintas Laut Militer dengan pangkalan di Surabaya dan KRI Teluk Hading-538 dari satuan Lintas Laut Militer dengan pangkalan di Jakarta

Menurut Mayor Laut (P) Edi Eka Susanto Komandan KRI Teluk Parigi dengan nomor lambung 539 saat dihubungi di perairan Laut Seram, Kamis ( 31/12 ) mengatakan bahwa kapalnya saat ini melaksanakan kegiatan operasi pergeseran pasukan setingkat satu kompi dari pangkalan Surabaya menuju daerah penugasan dan akan didebarkasi di beberapa pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga antara lain Papua Nugini dan Timor Timur.

Pasukan Marinir tersebut akan bertugas lebih dari enam bulan untuk mengamankan di Pulau-pulau terluar diantaranya Kupang, Rote, Sorong, Biak dan pulau Beras yang berada di sebelah utara pulau Papua, tambahnya.

Sedangkan Mayor Laut Nauldi Tangka (P) Komandan KRI Teluk Hading- 538 saat dihubungi di perairan Belawan, Kamis (31/12) mengatakan bahwa kapalnya saat ini melaksanakan kegiatan operasi pergeseran pasukan setingkat satu kompi dari pangkalan Jakarta menuju daerah penugasan dan akan di debarkasi di beberapa pulau pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura serta India.

Pasukan Marinir tersebut akan bertugas lebih dari enam bulan sebagai pasukan pengganti untuk mengamankan di Pulau-pulau terluar diantaranya Pulau Nipah,Pulau berhala, Pulau Rondo di Sabang yaitu pulau terluar yang berbatasan dengan negara India, tambahnya

Dalam penugasan operasi tersebut ketiga kapal perang akan melaksanakan embarkasi pasukan Marinir masing-masing setingkat satu batalyon yang akan bertugas baik dari wilayah Indonesia Timur dan Indonesia barat. Pasukan tersebut bertugas di pulau-pulau terluar lebih dari enam bulan sebagai pengganti pasukan pengamanan perbatasan.

Sementara itu KRI Teluk Lampung- 540 dengan Komandan Mayor Laut (P) Samsul Rizal direncanakan pada awal tahun ini akan mengangkut kekuatan satu kompi pasukan Marinir dari pangkalan Surabaya yang akan bertugas pengamanan perbatasan dan akan didebarkasi di Nunukan dalam rangka mendukung pengamanan perbatasan di Ambalat.

Pasukan Marinir dengan kekuatan satu Kompi tersebut akan bertugas menggantikan kompi Marinir yang sudah bertugas disana lebih dari enam bulan.Selain itu mengangkut beberapa kendaraan tempur dari satuan TNI AD dari Surabaya untuk mendukung kegiatan satuan dari TNI AD yang markas komandonya di Makasar Kegiatan Operasi lainnya dilaksnakan oleh KRI Teluk Bone- 511 denganKomandan Letkol laut (P) Yusuf Setiawan sedang sandar di dermaga Kupang,Kamis (31/12). Kapal perang ini melaksanakan tugas pergeseran pasukan dengan kekuatan satu batalyon lengkap dari Yon 742 salah satu satuan TNI AD yang bermaskas di Lombok untuk di debarkasi ke Kupang dengan kekuatan lebih dari 500 pasukan yang dilengkapi dengan perlengkapan lapangan, Jelasnya.

Operasi angkutan laut militer diantaranya pergeseran pasukan dan pergeseran material serta kendaraan tempur merupakan salah satu tugas Komando Lintas laut Militer dalam rangka mendukung tugas –tugas Komando atas. Oleh karena itu , dalam menghadapi tugas-tugas tahun 2010, Kolinlamil menyiapkan unsur-unsur kapal perang di pangkalan Jakarta dan pangkalan Surabaya secara maksimal.sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan dalam kegiatan Operasi Angkutan laut Militer.

Dispen Kolinlamil

No comments:

Post a Comment

Post a Comment