Monday, December 28, 2009

80 Bom Rakitan Sisa Konflik Aceh Dimusnahkan

Dua anggota tim JIBOM Brimob Kompi-4 Jeulekat Polda Aceh membawa bom rakitan daya ledak 100 meter yang telah dibalut dengan kain pengaman untuk dilakukan disposal (pemusnahan) di lapangan Brimob Jeulekat Lhokseumawe Propinsi Aceh, Senin (28/12). Sedikitnya 80 Bom Aktif berbagai jenis peninggalan konflik Aceh yang ditemukan Brimob Aceh di empat wilayah, Lhokseumawe, Kabupaten Bireun,Acehb Utara dan Langsa, Disposal dilakukan sebab dikhawatirkan bom tersebut sewaktu-waktu dapat meledak. (Foto: ANTARA/Rahmad/Koz/hp/09)

28 Desember 2009, Banda Aceh -- Sebanyak 80 dari 215 unit bom rakitan sisa konflik di Provinsi Aceh yang ditemukan selama 2009, Senin, dimusnahkan di Kota Lhokseumawe.

Pemusnahan bom yang masih aktif tersebut dilaksanakan di lapangan latih menembak Brimob Kompi-4 Jelukat, Kota Lhokseumawe dan disaksikan para anggota Muspida dari empat kabupaten/ kota.

Sebanyak 215 buah bom rakitan tersebut ditemukan di Kabupaten Bireuen 22 buah, Lhokseumawe (139), Kota Langsa (46) dan Aceh Utara (8).

Pemusnahan bahan peledak tersebut dipimpin Wakil Komandan Tim Jibom Detasemen-D Satbrimob Polda Aceh, AKP Iyan Rizkian, yang antara lain disaksikan Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus.

Hadir juga pada peledakan tersebut Kapolres Lhokseumawe, AKBP Zulkifli dan Kapolres Bireuen AKBP T. Saladin.

Sejumlah tim JIBOM Brimob Kompi-4 Jeulekat Polda Aceh membawa bom rakitan daya ledak 500 meter untuk dilakukan disposal (pemusnahan). (Foto: ANTARA/Rahmad/Koz/hp/09)

Iyan menyatakan, sisa bom lainnya juga akan dimusnahkan dalam waktu dekat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meledak.

Dikatakan, 80 bom yang baru saja dimusnahkan dinilai sangat rawan, sehingga segera dimusnahkan, karena dikhawatirkan pada saat-saat tertentu bisa meledak, sehingga dapat menimbulkan bahaya.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang menemukan bom rakitan untuk segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat, dan jangan sampai bahan peledak itu diganggu, karena dikhawatirkan bisa meledak.

ANTARA News

No comments:

Post a Comment