Thursday, November 11, 2010

Wamenhan Terima Delegasi Negara Peserta Indo Defense 2010

Panser Anoa versi Ambulan ditampilkan di Indo Defense 2010. (Foto: Berita HanKam)

11 November 2010, Jakarta -- Sebelum pembukaan Indo Defence 2010, Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, berkesempatan menerima kunjungan delegasi asing dari negara-negara peserta Indo defence 2010 di Kemayoran Expo, Jakarta, Rabu (10/11). Negara-negara tersebut diantaranya Turki, Korea Selatan, Srilanka, Polandia, Pakistan, Perancis dan beberapa negara lainnya.

Pada pertemuan tersebut, Wamenhan atas nama Menhan sangat mengapresiasi keikutsertaan negara-negara tersebut dengan ikut berpartisipasi dalam pameran pertahanan yang digelar selama empat hari tersebut ataupun mengirimkan utusan untuk sebagai upaya mempererat kerjasama dengan Indonesia, khususnya dalam bidang pertahanan. Wamenhan juga menghendaki dari kegiatan pertemuan ini, masing-masing negara dapat membuka komunikasi yang terbuka dan berlanjut menjadi sebuah kesepakatan/agreement yang memberikan keuntungan kepada masing-masing pihak.

Hal yang menonjol dari beberapa pertemuan tersebut, diantaranya ketika digelar pertemuan antara dengan delegasi negara Korea Selatan, yang dipimpin oleh Dirjen industri Pesawat, Mayor Jenderal Choi, Cha Kyu, yang akan berkomitmen terus untuk bekerjasama dengan Indonesia melalui penambahan pengadaan pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia dan menawarkan produk pesawatnya T-50. Sementara pihak Perancis juga menawarkan kerjasama pengembangan kendaraan tempur semacam panser seperti yang telah dikerjasamakan sebelumnya. Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari pihak Perancis meyampaikan sudah melihat produksi panser buatan PT Pindad dan mengaku bangga melihat keberhasilan Indonesia.

Adapun dari pihak delegasi Filiphina menyampaikan bahwa sebelum pertemuan telah melakukan pembicaraan intensif dengan ihak PT. Pal yang telah memproduksi dua kapal jenis Landing Platform Deck(LPD), yang sangat memungkinkan digunakan bagi keperluan militer mereka sebagai kapal angkut personel atau kapal markas. Sedangkan tawaran untuk melaksanakan kerjasama berupa pelatihan , pembelian/pengadaan atau transfer of technology (alih teknologi), khususnya untuk matra darat, mengingat saat ini industri pertahanan Pakistan, yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, mengalami kemajuan pesat dalam tekhnologinya.

Para perwakilan delegasi juga menaruh rasa simpati terhadap korban bencana alam yang terjadi di Indonesia, disamping kesuksesan kegiatan Indo Defence 2010 ini. Turut mendampingi Wamenhan adalah Direktur Kerjasama Internasional, (Dirkersin Strahan Kemhan), Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M. Bus. M.A. dan Direktur Pengadaan (Dirada Ranahan Kemhan).

DMC

No comments:

Post a Comment

Post a Comment