Thursday, January 14, 2010

Enam Pos Baru di Perbatasan

Helikopter angkut TNI AD buatan Rusia jenis Mi-17. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/ss/hp/09)

14 Januari 2009, Nunukan -- Komandan Korem 091/ASN Kolonel Inf Musa Bangun mengatakan, idealnya untuk menjaga daerah perbatasan tidak diperlukan jumlah pos yang terlalu banyak. Asalkan ada kesiapan pasukan, dengan mobilitas yang tinggi. Sehingga jika suatu saat terjadi treable spot maka dalam waktu singkat sudah bisa tertangani. "Sekarang mobilisasi kita belum maksimal. Karena sarana dan prasarana belum mendukung. Contohnya seperti helikopter. Kalau kita punya helikopter yang cukup, pos tidak perlu banyak.

Kalau sekarang di sini cuma satu helikopter," ujar Musa Bangun, Kamis (14/1) usai memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Dansatgaspamtas/Danyon 611 Awang Long dari Letkol Inf Achdwiyanto Yudi Hartono SSos kepada Letkol Inf Junaidi M, di halaman Mako Satgaspamtas.

Untuk meminimalisasi titik rawan ini, maka yang bisa dilakukan saat ini dengan menambah pos-pos baru di titik perbatasan. Sehingga pos yang jaraknya berjauhan, di antarnya bisa terisi pos. Dengan penambahan jumlah pos, tentunya jumlah personel pengamanan perbatasan juga akan bertambah. "Satu pos antara 20 sampai 30 personel," katanya.

Pembangunan enam pos yang diperkirakan tuntas akhir tahun ini, tersebar di Kecamatan Sebatik sebanyak dua pos, Kecamatan Nunukan sebanyak dua pos dan Kecamatan Krayan sebanyak dua pos. Pembangunan pos baru ini dilakukan karena tuntutan tugas dalam rangka mengemban tugas-tugas di perbatasan. Tidak semata-mata pada ancaman militer tetapi juga menyangkut pembinaan masyarakat. "Jadi masyarakat kita di pedalaman yang belum tersentuh birokrasi pemerintahan, maka dengan keberadaan pos itu diharapkan anak-anak kita yang ada di situ bisa terbina," harapnya.

Untuk memudahkan mobilisasi pasukan di perbatasan, Pemprov Kaltim memberikan bantuan hibah helikopter. Hanya saja, pengadaan tersebut masih dalam proses. Musa tak bisa memprediksi jumlah helikopter yang akan ditempatkan di Nunukan nanti.

"Namun dalam rencana strategis TNI Angkatan Darat, nanti di Berau akan dibentuk satu squadron heli yang kekuatannya cukup besar. Karena di sana nanti akan ada minimal 16 helikopter," ujarnya.

TRIBUN KALTIM

No comments:

Post a Comment

Post a Comment