Monday, September 14, 2009

Venezuela Bangun Sistem Pertahanan Udara Berlapis

Sistem pertahanan udara Buk-M2. (Foto: wikipedia)

14 September 2009 -- Presiden Venezuela Hugo Chavez mengumumkan akan membuat jaringan pertahanan udara berlapis di negaranya dengan bantuan pinjaman Rusia senilai 2,2 milyar dolar.

“Kami telah memutuskan membangun jaringan pertahanan udara yang kuat … Dan kami berterima kasih kepada pemerintah Rusia, yang telah menyetujui bantuan sebesar 2,2 milyar dolar untuk belanja senjata,” ungkap Chazev pada acara mingguannya di televise, Minggu (13/9).

Menurut Presiden, jaringan terdiri dari sistem pertahanan udara buatan Rusia S-300, Buk-M2 dan Pechora untuk memastikan pertahanan kawasan udara Venezuela dan infrastruktur penting dalam berbagai jarak.

Sistim pertahanan udara Pechora. (Foto: rusarmy.com)

Sistim pertahanan udara S-300. (Foto: aviation.com)

Perjanjian dengan Rusia, terjadi saat kunjungan Chavez ke Moskow minggu lalu, termasuk juga pembelian 92 MBT T-72 dan sejumlah peluncur roket multi laras Smerch.

Antara tahun 2005 dan 2007, Moskow dan Caracas menandatangani 12 kontrak lebih dari 4,4 milyar dolar untuk mengirimkan senjata ke Venezuela, termasuk jet tempur, helikopter dan senapan serbu Kalashnikov.

RIA Novosti/@beritahankam

Sertijab Komandan Skandron Udara 1

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Yadi Indrayadi (tengah) sedang salam komando dengan Komandan Skadron Udara 1 yang lama dan baru.

14 September 2009, Pontianak -- ”Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kalimantan Barat merupakan daerah yang sangat kaya akan sumber daya alam dan banyak pula terdapat obyek vital yang harus dijaga. Oleh karena itu sebagai bagian dari institusi pertahanan hendaknya ikut bertangung jawab untuk mengamankan seluruh hasil pembangunan serta mengamankan sumber daya alam dan obyek vital yang ada”.

Demikian sambutan tertulis Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Yadi Indrayadi selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Skadron Udara 1 dari Letkol Pnb Nurtantio Affan, S.E kepada Mayor Pnb Tjahya Elang Migdiawan, Jum’at (11/9) pagi di Apron Lanud Supadio.

“Selain itu, Kalbar merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Dalam hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pengamanan perbatasan, khususnya perbatasan wilayah udara akan banyak ditemui permasalahan yang tentunya semua ini patut menjadi perhatian kita bersama,” jelas Danlanud.

Lebih lanjut dikatakan penempatan Skadron Udara 1 di wilayah Kalbar sangatlah tepat karena dapat mengantisipasi ancaman dari pihak luar. Untuk itu demi keberhasilan pelaksanaan tugas tidak terlepas dari dukungan, dedikasi dan kerja keras dari seluruh anggota Skadron serta kerjasama antara satuan-satuan samping baik militer maupun sipil.

Upacara yang berlangsung khidmat, diikuti seluruh satuan kerja di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Batalyon 465 Paskhas, Pegawai Negeri Sipil, ibu-ibu PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I serta para undangan.

Sementara itu, Komandan Skadron Udara 1 (Baru) Mayor Pnb Tjahya Elang Migdiawan merupakan Alumni Seskoau Angkatan 44, lahir di Yogyakarta, 38 tahun lalu, Suami dari Brigida Fhebelia Adiningtyas dan ayah 2 anak ini sebelumnya menjabat Pabandya Lat Sops Koopsau 1.

Adapun Letkol Pnb Nurtantio Affan, S.E yang digantikan Mayor Pnb Migdiawan menjabat Komandan Skadron Udara 1 selama 1 tahun 8 bulan. Adapun jabatan yang baru sebagai Perwira Penuntun (Patun) Sekkau di Jakarta.

PENTAK LANUD SUPADIO

INS Cora Divh dan INS Cheriyam Diserahkan Ke AL India

INS Cheriyam. (Foto: Bhaskar Mallick)

15 September 2009 -- Angkatan Laut India menerima dua kapal cepat serang yang akan digunakan untuk melawan aksi terorisme dari laut. Kedua kapal disebut dengan Water Jet-propelled Fast-Attack Craft (WJFAC), dirancang dan dibuat oleh perusahaan negara Garden Reach Shipbuilders and Engineers (GRSE) Ltd. di Kolkata, India.

INS Cora Divh dan INS Cheriyam diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Bengal Barat Gopal Krishna Gandhi di Kolkata, Jumat (11/9) dihadiri perwira tinggi AL India serta pimpinan GRSE Ltd.

Kedua kapal tersebut merupakan kapal ketiga dan keempat dari 10 kapal kelas Car Nicobar. Kapal pertama INS Car Nicobar serta kedua INS Chetlat telah beroperasi di AL India. AL India akan menerima lebih dari 50 WJFA dalam tiga tahun kedepan.

Setelah serangan teroris 26 November 2008 ke Mumbai melalui jalur laut, Menteri Dalam Negeri India memesan 78 WJFA ke GRSE untuk digunakan sepanjang garis pantai. Setelah serangan teroris, AL India bertanggung jawab sepenuhnya keamanan maritim termasuk pertahanan tepi pantai dan lepas pantai.

INS Cheriyam. (Foto: ajaishukla)

INS Cheriyam dari dekat. (Foto: ajaishukla)

Sistem kontrol kanon dan Gyro. (Foto: ajaishukla)

Water jet di INS Kondul salah satu kelas Car Nicobar yang masih belum selesai dibangun . (Foto: ajaishukla)

Mesin MTU 2800 kilowatts digunakan oleh kapal kelas Car Nicobar. (Foto: ajaishukla)

INS Cora Divh dikomandani oleh Commander H. Hariharan dan Commander INS Cheriyam oleh Sudip Malik. Kapal berbobot 325 ton dengan panjang 50 meter, mampu dipacu hingga lebih dari 30 knot menggunakan mesin MTU 2800 kilowatt buatan Jerman, diawaki 35 pelaut.

Superstruktur kapal dibuat dari Alumunium untuk mengurangi berat kapal. Kapal dipersenjatai dengan kanon otomatis CRN-91 30 mm yang dapat mengenai sasaran hingga 3 kilometer.

Sebelumnya, AL India menolak menerima kedua kapal tersebut setelah ditemukan kerusakan gearbox pada dua kapal kelas Car Nicobar sebelumnya. Gearbox dikembangkan oleh Kirloskar Pneumatic Company Limited (KPCL). Perusahaan ini telah mengirimkan 30 gearbox cacat (3 gearbox setiap kapal), tetapi ditarik kembali untuk diperbaiki.

Departemen Pertahanan mengalokasikan anggaran lebih dari 1 milyar dolar untuk melawan aksi terorisme termasuk dari laut. Peralatan dan persenjataan yang akan dibeli diantaranya kapal cepat, kapal pencegat, hovercraft dan kapal patroli lepas pantai.

Newkerala/@beritahankam

Penggantian Dua Pesawat Tempur Mendesak

Aero L-159 ALCA kandidat kuat pengganti Hawk MK-53. (Foto: AERO Vodochody a.s.)

14 September 2009, Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara meminta penggantian dua pesawat tempur, yakni OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 tidak tertunda.

"Secara operasional sudah mendesak," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Soelistyo di Jakarta, pekan lalu.

Bambang menanggapi rencana Departemen Pertahanan (Dephan) yang hingga 2011 belum akan melakukan pengadaan senjata strategis ber-budget besar seperti pesawat tempur dan kapal selam.

Dia berharap, pengadaan pesawat bisa dikecualikan. "Karena tinggal proses akhir," katanya.

Pemerintah sudah mengalokasikan US$400 juta (sekitar Rp4 triliun) guna mengganti dua skadron pesawat pemukul tersebut. "Tinggal menunggu persetujuan Departemen Keuangan (Depkeu) menggunakan kredit ekspor yang mana," katanya.

Bronco sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu. Matra udara sudah merekomendasikan Super Tucano dari Brasil untuk menggantikan Bronco.

Sedangkan enam unit MK-53 yang ada, hanya dua unit yang kondisinya siap terbang. Ketersediaan suku cadang yang makin sulit mengakibatkan tingkat kesiapan MK-53 makin menurun. "2011 sudah tidak bisa dipakai lagi," kata Bambang.

Untuk pengganti MK-53, TNI AU mengaku masih menggodok berbagai jenis pesawat. Setidaknya terdapat lima alternatif, yakni, L-159B dari Republik Ceko, Yak-130 dari Rusia, Aermacchi M346 asal Italia, Chengdu FTC-2000/JL-9 dari China, dan T-50 asal Korea.

"Akan dipilih dua untuk diajukan ke Dephan," kata dia.

Mengenai spesifikasi, Markas Besar AU menginginkan pesawat yang dipilih tidak hanya untuk keperluan latihan. Pesawat juga harus bisa "berkelahi" agar dapat mengantisipasi kehadiran pesawat asing.

Tawarkan Hercules

Pemerintah Norwegia menawarkan empat pesawat angkut C-130 Hercules tipe H untuk dibeli pemerintah Indonesia. Seluruh pesawat ditawarkan US$66 juta (sekitar Rp660 miliar).

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) juga menawarkan 34 Hercules. Satu pesawat dibanderol U$40 juta (sekitar Rp400 miliar). "Dephan telah meminta TNI AU mengkaji tawaran yang ada," kata Bambang.

Jika sepakat dibeli, pesawat akan mengalami perbaikan dan modifikasi terlebih dahulu.

Dia menambahkan, dengan keterbatasan anggaran pertahanan, diperkirakan hanya enam Hercules yang mampu dibeli.

"Tapi semua masih dikaji dahulu berapa pesawat dan dari negara mana," katanya.

JURNAL NASIONAL

Frigate PNS Zulfiqar Tiba di Karachi


14 September 2009 -- PNS Zulfiqar frigate terbaru Angkatan Laut Pakistan buatan Cina kelas F-22P, tiba di Karachi, Pakistan, Sabtu (12/9). Frigate mengikuti latihan maritim pertama di Laut Arab diumumkan AL Pakistan, Minggu (13/9).

PNS Zulfiqar frigate pertama dari empat kapal yang dipesan dari Cina. Frigate dibangun di galangan kapal Hudong Zhonghua, Shanghai, Timur Cina, diserahkan ke Pakistan, Kamis (30/7).

Pakistan dan Cina menandatangani kontrak pembelian sedikitnya empat frigate F-22P tahun 2005, tiga frigate dibangun di Cina dan sisanya di Pakistan dengan harga satu unit frigate 750 juta dolar.

Frigate kedua dan ketiga mendekati penyelesaian pembuatan, diharapkan diserahkan ke Pakistan di kwartal pertama dan ketiga 2010. Frigate keempat dibangun di galangan kapal Pakistan, diharapkan selesai 2013.


Frigate F-22P merupakn versi peningkatan dari frigate tipe 053H3, dilengkapi dengan rudal permukaan - permukaan dan permukaan - udara, torpedo, kanon 76 mm, CIWS (Clos-in-Weapons System), sensor, sistem perang elektronik dan sistem komando dan kontrol. Kapal mempunyai berat 3000 ton dan membawa satu helikopter anti kapal selam Z9EC.

Xinhua/@beritahankam

Sunday, September 13, 2009

Venezuela Akan Menerima Rudal Pertahanan Udara Dari Rusia

Sistem pertahanan udara buatan Rusia S-300.

13 September 2009 -- Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan Caracas akan menerima rudal jarak pendek.

Chazev mengatakan setelah kembali ke Venezuela setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara selama 10 hari, termasuk ke Rusia.

“Segera beberapa roket akan tiba,” ujar Chazev di istana presiden. “Roket dapat terbang 300 kilometer. Dan roket tidak pernah luput mengenai sasaran.”

“Kita tidak akan menyerang siapapun, ini hanya alat senjata pertahanan, sebab kita akan mempertahankan negara kita dari ancaman apapun, darimanapun datangnya,” Chazev mengatakan.

Presiden tidak mengatakan jumlah rudal yang akan dikirimkan. Ditambahkannya Venezuela membeli tank buatan Rusia T-72 dan T-90.

Venezuela terlibat perselisihan dengan negara tetangga Kolombia terkait rencana mengijinkan Amerika Serikat menempatkan pasukannya di Kolombia.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Rusia akan menjual tank dan jenis peralatan militer lainnya ke Venezuela, Kamis (10/9).

Medvedev mengumumkan setelah Chavez mengatakan Venezuela mengakui Abkhazia dan Ossetia Utara.

Rusia mengakui bekas Republik Georgia sebagai negara independen setelah berperang dengan Georgia akhir Agustus, dimana dimulai Angkatan Bersenjata Georgia menyerang Ossetia Utara agar patuh dibawah kontrol pusat.

RIA Novosti/@beritahankam

Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2009 Polda Se-Indonesia

Sejumlah anggota Polair Polda Kalbar mengikuti Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2009 di Taman Alun-Alun Sungai Kapuas, Pontianak, Kalbar, Sabtu (12/9). Gelar pasukan yang diikuti 1075 personel dari TNI, Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Orari tersebut, sebagai wujud kesiapan Kalbar dalam pengamanan Hari Idul Fitri 1430 H.(Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/ama/09)

Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin TPL Tobing, memeriksa pasukan, saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2009 di Taman Alun-Alun Sungai Kapuas, Pontianak, Kalbar, Sabtu (12/9). (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/ama/09)

Sejumlah anggota Satuan Lalu lintas (Satlantas), berdoa bersama usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran 2009 di Mapolda Jatim, Sabtu (12/9). Pengamanan Lebaran bersandikan Operasi Ketupat Semeru 2009 tersebut, diikuti 4 satuan setingkat kompi (SSK) dari Polri dan 1 SSK dari TNI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/09)

Sejumlah anggota Unit Tangkal Samapta, mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran 2009 di Mapolda Jatim, Sabtu (12/9). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/09)

Sejumlah anggota Satlantas Polda Sumbar mengikuti Apel gelar Operasi Ketupat di Lapangan Hijau Imam Bonjo Padang, Sumbar, Sabtu (12/9). Polda Sumbar mengarahkan sebanyak 4000 personil termasuk TNI AU, AL, AD dan instansi terkait untuk pengamanan Lebaran tahun ini. (Foto: ANTARA/Maril Gafur/ss/ama/09)

Kapolda Aceh, Irjen Pol Adityawarman menyalami pilot helikopter usai memantau persiapan Operasi Ketupat di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Sabtu (12/9). Polda Aceh dibantu TNI dan instansi terkait lainnya mengintesifkan keamanan menjelang Idul Fitri. (Foto: ANTARA/Ampelsa/ss/ama/09)

Beberapa anggota Brimob Polda Bali bersiaga dengan senjata saat gelar pasukan pengamanan Idul Fitri 1430 H di Denpasar, Bali, Sabtu (12/9). Polda Bali mengerahkan 1.550 personel untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1430 H di Pulau Dewata yang menjadi salah satu dari 6 wilayah pengamanan prioritas I di Indonesia. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/mes/09)

Sejumlah polisi patroli motor Polda Sulselbar berbaris saat mengikuti gelar pasukan dalam rangka operasi 'ketupat' 2009 di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, Sabtu (12/9). Polda Sulselbar beserta TNI siap mengamankan perayaan hari raya Idul Fitri 1430 H. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/Koz/mes/09)

Sejumlah anggota Polri berjalan berbaris saat mengikuti gelar pasukan pengamanan Lebaran dengan sandi Operasi Ketupat Candi 2009, di Mapolda Jateng, di Semarang, Sabtu (12/9). Operasi pengamanan Lebaran untuk wilayah Jawa Tengah itu melibatkan personil dari TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait dengan jumlah pos pengamanan yang telah disiapkan di sepanjang jalur mudik Jateng sebanyak 520 pospam . (Foto: ANTARA/R Rekotomo/Koz/mes/09.

3000 Pasukan Anti Teror Saat Mudik Lebaran

Sejumlah petugas dari Satuan Brimob bersiaga saat gelar pasukan Operasi Ketupat 2009 di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/9). Gelar pasukan itu dilaksanakan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1430 Hijriah termasuk pengamanan terhadap ancaman terosisme. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari/ss/ama/09)

12 September 2009, Bandung -- Jajaran Kepolisian Polda Jabar siapkan 3000 personel pasukan anti teror guna mengawasi teroris di Jawa Barat saat mudik Lebaran 2009, ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Timur Pradopo usai apel gelar pasukan di Bandung, Sabtu.

"Pasukan tersebut terdiri dari 4 tim Detasmen anti teror. Satu Detasmen terdiri dari 750 pasukan," katanya.

Menurut Kapolda, dari empat Detasmen tersebut pihaknya mendapatkan bantuan satu Detasmen dari Mabes Polri. "Jadi tiga Detasmen dari Polda dan satu datasmen dari Mabes Polri," lanjut Kapolda.

Dia menambahkan, Pasukan anti teror tersebut akan disimpan di tempat-tempat rawan masuknya teroris seperti di Terminal, Stasiun dan Bendara.

"Seluruh pasukan tersebut akan disebar ke seluruh terminal, stasiun kereta api dan bandara. Karena tempat tersebut itulah menjadi rawan teroris," ungkapnya.

Sejumlah anggota kepolisian mempersiapkan helikopter Bolcow BO-105 guna digunakan dalam Operasi Ketupat 2009. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari/ss/ama/09)

Selain tempat tersebut, lanjut Kapolda, tempat perbatasan juga akan dijaga secara ketat. Seperti di perbatasan Cirebon.

"Tempat perbatasan Jabar juga menjadi antisipasi masuknya teroris saat mudik Lebaran nanti," pungkasnya.

Kapolda menuturkan, wilayah Jabar ini dinilai rawan teroris. Oleh sebab itu, pihaknya mengamankan jalur mudik ini dengan maksimal hingga penjagaan teroris.

Pasukan tersebut, tambah Kapolda, akan diberikan persenjataan layaknya penanganan teroris seperti biasanya. "Yang jelas akan diberikan perlengkapan senjata sebagaimana penanganan seperti biasanya," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda mengimbau masyarakat agar pada saat mudik Lebaran kali ini tidak tergesa-gesa saat menjalankan kendaraan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergesa-gesa dalam menjalankan kendaraan agar suasana mudik dapat kondusif dan rawan kecelakaan semakin kecil" ungkapnya.

ANTARA News

Rusia Tenderkan Pembelian Kapal Perang Jenis LHD

LHD buatan Perancis kelas Mistral diminati AL Rusia mengakuisisinya dalam jajaran armadanya. (Foto: military-photos)

12 September 2009 -- Rusia merencanakan mengadakan tender internasional pembelian kapal pengangkut helikopter, peserta tender meliputi negara Perancis, Spanyol, Belanda ujar KASAL Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky, Jumat (11/9).

“Saya menegaskan proses negosiasi sedang dilakukan, tetapi sepertinya akan ditender,” ucap Vysotsky, ditambahkannya negara lain dapat terlibat.

Vysotsky mengatakan tidak ada proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Laksamana menekankan, bagaimanapun juga, alih teknologi merupakan kunci utama untuk pembelian kapal pengangkut helikopter - “untuk alasan yang dipahami,” ditambahkannya pihak berwenang Amerika Serikat sangat sensitif mengenai alih teknologi baru, terutama bertujuan tukar menukar teknologi.

Vysotsky mengatakan Angkatan Laut Rusia membutuhkan kapal perang baru untuk meningkatkan keefektipan kemampuan tempur.

“Ambil contoh, Agustus lalu, Georgia. Semuanya kita melakukan dalam waktu 26 jam, kapal ini dalam waktu 40 menit,” kata Vysotsky.

Vysotsky mengatakan kapal baru ini memerlukan infrastruktur pelabuhan baru yang sesuai, dimana belum dibangun.

KASAL membantah berita Rusia merencanakan membeli kapal selam dari Jerman, akan tetapi, kemungkinan tertarik mengakuisisi teknologi kapal selam lanjut, tetapi tidak harus dari Jerman.

RIA Novosti/@beritahankam

Saturday, September 12, 2009

Kasad akan Bagikan 800 Radio kepada Masyarakat dan Prajurit TNI di Perbatasan

Gedung RRI Pontianak. (Foto: RRI Pontianak)

11 Januari 2009, Jakarta -- Setelah Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menggalakkan program pemberdayaan masyarakat berbasis radio di daerah perbatasan, sebagai sabuk pengaman informasi, pihak TNI AD menjanjikan bantuan 800 unit radio untuk masyarakat dan prajurit yang bertugas di daerah perbatasan.

Media elektronik radio sangat penting sebagai media informasi dan komunikasi. Program LPP RRI untuk memberdayakan masyarakat perbatasan berbasis radio, perlu didukung. Karena ini TNI AD akan memberikan bantuan 800 unit radio untuk prajurit dan masyarakat di daerah perbatasan, saat dialog interaktif, Jumat (11/9) di RRI Jakarta.

Sebelum digelar dialog, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Direktur Utama LPP RRI Parni Hadi. Ruang lingkup kesepakatan bersama meliputi program pelatihan siaran dan pemberitaan, penyelenggaraan program siaran khusus TNI Angkatan Darat secara rutin di enam puluh stasiun RRI seluruh Indonesia, serta penyelenggaran bhakti sosial dan gelar budaya bersama di wilayah perbatasan atau wilayah terdepan Indonesia sebagai bagian pembinaan teritorial. Kesepakatan bersama tersebut berlaku untuk jangka waktu lima tahun.

Dalam acara dialog interaktif di RRI dengan masyarakat dan prajurit yang bertugas di perbatasan, Kasad mengatakan, kesepakatan kerjasama ini mempunyai keterkaitan erat dengan tugas Angkatan Darat. Yaitu pemberdayaan wilayah pertahanan masyarakat daerah perbatasan dengan pemberian informasi melalui siaran RRI yang berkaitan dengan bela negara dan peningkatan rasa cinta tanah air.

Dirut LPP RRI Parni Hadi mengatakan, pemberdayaan masyarakat berbasis radio dilalukan sebanyak mungkin melibatkan publik dan mitra kerja, serta insan radio yang bekerja dan mengabdi di radio swasta nasional maupun komunitas.

Program pemberdayaan masyarakat berbasis radio kami sinergikan dengan program sabuk pengamanan informasi. Ini telah diawali dengan peresmian studio produksi siaran RRI di Entikong tanggal 15 Juli lalu. Sedangkan di Marotai, Maluku Utara, telah dilakukan sejak 2006, katanya.

SURYA

Pulau Jemur Sah Milik Indonesia


11 September 2009, Padang -- Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN) Rizald Max Rompas, menyatakan Pulau Jemur secara de jure dan de facto hingga kini masih jelas milik Indonesia.

"Secara yuridis, Pulau Jemur berada dalam wilayah NKRI bukan saja dalam batas landas kontinen dan laut wilayah tetapi perairan kepulauan (archipelagic waters)," kata Rizald dalam siaran persnya yang disampaikan Humas DKP, Jumat (11/9).

Rizald mengatakan itu untuk membantah adanya isu klaim Malaysia atas Pulau Jemur dan penjualan Pulau-pulau di beberapa Wilayah Indonesia.

Menurut dia, keberadaan Pulau Jemur itu tidak perlu diributkan lagi oleh bangsa Indonesia karena sesuai PP Nomor 38 Tahun 2002 jo PP Nomor 37 Tahun 2008 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia, Pulau Jemur terletak dalam gugusan Kepulauan Aruah dan berada dalam garis pangkal yang menghubungkan titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia.

Kepemilikan Pulau Jemur oleh Indonesia, katanya, juga ditandai dengan adanya infrastruktur di pulau itu seperti menara suar, pos TNI Angkatan Laut, pos pendaratan ikan, dan Wisma Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir.

Namun demikian, terkait adanya promosi Pulau Jemur sebagai destinasi wisata Malaysia secara tidak langsung justru menguntungkan Indonesia sebagai sarana promosi.

"Selain terkenal dengan panorama alam yang indah, pantai berpasir putih, Pulau Jemur juga merupakan habitat penyu hijau dan daerah penghasil ikan," katanya.

Kantor Dinas Perikanan di Pulau Jemur. (Foto: pulaujemur.com)

Mencermati adanya isu penjualan pulau-pulau di beberapa wilayah NKRI seperti di Mentawai, Sumatera Barat dan Jawa Timur, Rizald mengatakan bahwa tidak ada penjualan pulau-pulau di Indonesia.

"Tidak ada penjualan pulau-pulau di Indonesia yang ada adalah pemanfaatan pulau oleh pihak asing," katanya.

Kegiatan itu pun telah dilakukan sesuai dengan hukum nasional yang berlaku seperti beberapa pulau di Kepulauan Mentawai, Pulau Tabuhan di Kabupaten Banyuwangi, dan Pulau Sitabok di Kabupaten Sumenep Jawa Timur.

Apalagi adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.20/MEN/2008 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil dan Perairan di Sekitarnya secara tegas menyebutkan bahwa pemanfaatan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya dapat diberikan kepada orang asing dengan persetujuan Menteri.

"Pihak asing juga harus sanggup menggunakan fasilitas penanaman modal asing (PMA) yang sekurang-kurangnya 20 persen modalnya berasal dari dalam negeri terhitung sejak tahun pertama perusahaan didirikan dan sejumlah persyaratan lainnya," katanya.

Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai forum konsultasi bagi penetapan kebijakan umum di bidang kelautan, DEKIN perlu melaksanakan rapat konsultasi dengan stakeholders guna keterpaduan kebijakan terutama dalam pengelolaan pulau-pulau kecil dan terluar.

Namun demikian, hal yang lebih penting dan menjadi fokus perhatian bagi pemerintah khususnya pemerintah daerah adalah membangun dan mengembangkan potensi pulau-pulau kecil terluar lainnya di wilayah NKRI, tambahnya.

MEDIA INDONESIA

Norwegia Tawarkan Empat Hercules

C-130H Hercules milik AU Norwegia. (Foto: Øystein Paulsen)

11 September 2009, Jakarta -- Pemerintah Norwegia menawarkan empat unit pesawat angkut C-130 Hercules tipe H kepada Indonesia, kata Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Imam Wahyudi, Jumat.

Ditemui ANTARA di ruang kerjanya di Jakarta, ia mengatakan, empat unit Hercules tipe H itu sebelumnya telah digunakan angkatan udara Norwegia.

"Karenanya mereka (Pemerintah Norwegia) akan melakukan retrovit atau peremajaan terhadap empat Hercules tersebut sebelum diberikan kepada Indonesia," katanya.

Imam mengatakan, empat unit Hercules tipe H yang ditawarkan tersebut keseluruhannya bernilai 66 juta dolar AS. "Ya dengan harga segitu, lumayan juga untuk menambahkan kekuatan skadron Hercules kita, jika pemerintah Indonesia tertarik membelinya," katanya menambahkan.

C-130J Hercules milik AU Norwegia pengganti C-130H. (Foto: Trond Høyvik)

Sebelumnya, AS menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia.

Bantuan berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.

Australia menawarkan Hercules Tipe J, namun pesawat dari Australia masih jangka panjang, kendati prosesnya sudah dilaksanakan sejak sekarang, namun realisasinya masih lama.

Hingga kini Indonesia memiliki satu skadron C-130 Hercules berbagai tipe, yakni C-130 Hercules VIP, C-130 H/HS, C-130 B/H dan C-130 BT dengan tingkat rata-rata kesiapan 60 persen atau sekitar sembilan unit.

Meskipun telah puluhan tahun, TNI AU tetap menggunakan dan memelihara C-130 Hercules melalui perawatan terjadwal service life extension programmed (SLEP), inspection repair as necessary (IRAN), dan program retrofit dengan biaya 51 juta dolar AS untuk empat pesawat agar dapat bertugas lebih lama lagi yakni sekitar 15 tahun.

"Kini dari empat Hercules yang menjalani peremajaan di Singapura, dua telah selesai, dan dua sisanya masing-masing diremajakan di Singapura dan Depo Pemeliharaan 10 TNI AU," demikian Imam.

ANTARA News

Friday, September 11, 2009

Empat Pilar Penentu Keungulan Udara


11 September 2009, Jakarta -- Rabu (9/9), Panglima Kosekhanudnas I Marsma TNI J.F.P Sitompul didampingi para staf dan asisten khusus matra darat Kohanudnas melaksanakan kunjungan kerja ke satuan-satuan unsur pelaksana operasi BKO (bawah komando operasi) kosekhanudnas I diantaranya Den Rudal 003 Cikupa Tangerang, Yon Arhanudse 6 Tanjung Priok, dan Yon Arhanudse 10 Bintaro, Pangkosek I didampingi para staf dan asisten khusus matra darat Kohanudnas.

Pada kunjungannya tersebut, Panglima Kosekhanudnas I memaparkan bahwa saat ini ancaman udara yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lawan untuk menghancurkan sasaran bukan hanya berupa pesawat udara dan rudal, namun dengan meningkatnya teknologi yang berkembang saat ini ancaman udara berupa pesawat tanpa awak (UAV) bahkan olahraga dirgantara sekalipun dapat menjadi suatu ancaman diantaranya pesawat aeromodelling baik yang berbentuk rotary atau fix wing, ultralight, gantole bermotor dan lain sebagainya yang menggunakan wahana udara dan dikendalikan dari tempat serta jarak yang cukup jauh dari sasaran. Oleh karena itu bahwa untuk mencapai keunggulan udara ditentukan oleh 4 pilar, yaitu keunggulan sumber daya manusia, alutsista, doktrin dan kodal, dengan demikian maka sumber daya manusia senantiasa harus dibekali pendidikan dan latihan secara rutin dan berlanjut, alutsista dan doktrin dimodernisasi sesuai dengan perkembangan jaman, kodal harus dapat mendukung kegiatan pengendalian operasi dengan lancar. Papar Panglima Kosekhanudnas I kepada para prajurit Yon Arhanud dan Den Rudal. Dalam rangkaian kunjungan itu pula para prajurit Yon Arhanud dan Den Rudal memberikan simulasi ataupun system kerja dari alutsista yang dimiliki.

PEN KOSEK HANUDNAS

Hercules A-1305 Kembali Ke Skadron Udara 32


11 September 2009, Malang -- Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh yang salah satunya memiliki tugas dan kewajiban mengoperasikan serta memelihara sampai tingkat sedang pesawat C-130 Hercules dalam mendukung tugas-tugas operasi TNI AU, dituntut pesawat yang ada harus dalam kondisi siap operasional. Demikian sambutan Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Ida Bagus Anom M., SE. dalam acara penyambutan pesawat Hercules A-1305 di lapangan apel Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh (10/9). Disaksikan para pejabat Lanud Abd Saleh dan Insub.

Selanjutnya Komandan mengatakan, pesawat Hercules sebagai pendukung operasi dalam hal angkut personel dan logistik, telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai operasi. Tidak hanya memberikan kontribusi bagi kepentingan operasi militer saja namun juga memberi andil pada berbagai operasi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia.

Mengingat jam terbang pesawat Hercules begitu besar, maka diperlukan perawatan berkala dan menyeluruh agar pesawat dapat beroperasi dengan maksimal. Oleh karena itu di lakukan program maintenance and repair, untuk pesawat Hercules A-1305 dilaksanakan di Singapura. Dengan demikian di harapkan tidak ada lagi accident dan incident terhadap pesawat pesawat Hercules yang ada di Lanud Abd Saleh.

PENTAK LANUD ABDULRAHMAN SALEH

AL Rusia Bantah Berita Kapal Penjelajah Moskva Rusak

Kapal penjalajah rudal kelas Slava Moskva. (Foto: black sea fleet)

11 September 2009 -- Angkatan Laut Rusia membantah spekulasi media yang memberitakan kapal bendera Armada Laut Hitam kapal penjelajah rudal Moskva, memerlukan perbaikan di galangan kapal setelah mengalami insiden di atas kapal, Senin (7/9).

Kompartemen auxiliary Moskva penuh oleh asap, tetapi segera diketahui dengan cepat dan dilokalisir. Tidak ada yang terluka dalam insiden ini.

Sejumlah media menguktip beberapa sumber, Moskva akan dikirim dari Sevastopol ke galangan kapal di Nikolayev, Ukraina untuk perbaikan setelah mengalami kerusakan. Menurut dinas penerangan AL Rusia informasi ini tidak benar, Moskva tetap siap siaga untuk bertempur.

“Para awak kapal perang akan memperbaiki sistem yang rusak di lokasi sekarang di pangkalan Angkatan Laut Sevestopol dalam beberapa hari,” rilis pernyataan dispenal Rusia.
Kapal penjelajah rudal Moskva termasuk kelas Slava dirancang sebagai kapal pemukul permukaan dilengkapi dengan sejumlah senjata anti pesawat dan kemampuan anti kapal selam.

Tu-95 Bear Selesai Lakukan Misi Patroli

Dua pesawat pembom strategis Tu-95 Bear telah melakukan penerbangan patroli rutin diatas Lautan Artik, ujar juru bicara Angkatan Udara Rusia Letnan Kolonel Vladimir Drik, Kamis (9/8).

Drik mengatakan kedua pesawat pembom melakukan penerbangan selama 10 jam, dan dibayang-bayangi oleh dua pesawat tempur Amerika Serikat F-15. Dia tidak menyebutkan lokasi penerbangnya.

Rusia melanjutkan penerbangan patroli pembom strategis di atas Lautan Pasifik, Atlantis dan Artik pada Agustus 2007, mengikuti perintah dari Presiden Vladimir Putin.

Seluruh penerbangan pesawat Rusia dilakukan secara ketat mengikuti peraturan internasional dalam penggunaan wilayah udara diatas perairan netral, tanpa melanggar wilayah udara negara lain, kata Drik.

RIA Novosti
/@beritahankam

KSAL: Indonesia Dijajah Secara Elektronik di Ambalat

Dalam Rangka hari jadi yang ke 64 Radio Republik Indonesia menyelenggarakan Dialog Interaktif Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio di Auditorium RRI, Jakarta, Jumat (11/9). (Foto: KOMPAS/Mardanih)

11 September 2009, Jakarta -- Upaya Malaysia untuk mengklaim Ambalat dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ternyata tidak hanya dilakukan dengan melanggar batas wilayah saja. Jalur elektronik pun ditempuh oleh negeri Jiran itu untuk mengklaim wilayah perairan yang kabarnya kaya sumber daya minyak itu.

Itulah yang dirasakan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno. Ia mengaku kaget saat dirinya beberapa waktu yang lalu berkunjung ke perairan Ambalat. Pasalnya, saat memasuki kawasan tersebut, telepon genggam yang dimilikinya bertuliskan welcome to Malaysia (selamat datang ke Malaysia).

"Waktu saya ada di Ambalat beberapa waktu yang lalu, ada penjajahan secara elektronik di sana. Waktu saya masuk ke sana (perairan Ambalat) saya kaget HP (handphone) saya bertuliskan welcome to Malaysia," kata Kasal di acara dialog interaktif "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio" di Auditorium Radio Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Kasal, hal merupakan sebuah penjajahan elektronik yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. "Ini harus kita cegah. Jadi ada suatu penjajahan elektronik," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh berjanji untuk mengambil tindakan. Saat ini Departemen Komunikasi dan Informasi sedang memperbesar dan memperluas bandwidth atau jaringan elektronik di berbagai wilayah Indonesia. "Insya Allah di 2010 sudah tidak ada lagi welcome to itu (Malaysia)," katanya.

KOMPAS

Deplu: Ada Indikasi Tindak Kriminal Dalam Kasus Pindad


11 September 2009, Jakarta -- Juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah menyatakan, ada indikasi tindak kriminal dalam kasus penahanan senjata milik perusahaan BUMN PT Pindad oleh pihak berwajib di Filipina.

"Dari hasil pertemuan kedua antara KBRI Manila dengan otoritas Filipina yang berlangsung tanggal 8 September 2009 lalu, ada indikasi adanya tindakan melawan hukum pada saat kapal tersebut bersandar di pelabuhan Filipina," ujar Faizasyah di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan polisi Filipina telah melakukan investigasi dan sebanyak 37 orang telah dinyatakan sebagai tersangka termasuk beberapa warga negara asing.

Namun, Faizasyah menyatakan belum bisa memberi keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini karena masih dalam penyelidikan.

"Sejauh ini kami menghormati penyelidikan yang dilakukan otoritas Filipina dan berharap kasus ini segera bisa diselesaikan," ujarnya.

Menurut Faizasyah, parlemen Filipina juga tengah membentuk suatu tim khusus untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

Aparat bea cukai Filipina pada Kamis (20/8) menahan sebuah kapal kargo "Capt Ufuk" yang mengangkut sekitar 50 senapan di daerah Bataan.

Setelah dicek, ditemukan senapan buatan Pindad berjenis SS1-V1, beberapa perlengkapan militer lainnya, dan senjata laras panjang bermerek Israel "Galil". Senjata itu adalah sejenis senjata tipe serbu yang sangat akurat (300-800 meter).

Selain senjata-senjata itu, aparat Filipina juga menahan 14 kru dari Georgia dan Afrika. Kapal tersebut disebutkan berangkat dari Pelabuhan Georgia dan singgah di Indonesia untuk mengambil barang, sebelum kemudian berlayar ke Pelabuhan Mariveles.

Menurut catatan, pada 2008 PT Pindad mengekspor berbagai jenis senjata sebanyak tujuh kali ke luar negeri, sedangkan pada 2009 mengeskpor 13 kali antara lain Thailand dan Mali. Sedangkan Filipina relatif baru sebagai negara tujuan.

Pengiriman Senjata Pindad Kembali Dipertanyakan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan, Yusron Ihza Mahendra, kembali mempertanyakan cara pengiriman senjata produksi PT Pindad Indonesia yang oleh berbagai kalangan internasional dianggap bisa disebut telah masuk "black market" (pasar gelap) dunia.

Ia mengatakan itu di Jakarta, Kamis, masih terkait dengan terbongkarnya kasus impor senjata di Filipina yang ternyata berasal dari Indonesia dan merupakan produksi BUMN tersebut.

"Karena itu, liku-liku penjualan senjata yang diduga berasal dari PT Pindad, menurut saya perlu dicermati secara lebih serius lagi oleh aparat berwajib, terutama tentang kemungkinan senjata itu masuk ke pasar gelap atau `black market` (BM)," katanya.

"Jika senjata itu ternyata memang masuk ke BM, urusannya bisa jadi `blunder`," katanya.

Sebagai misal, katanya, jika senjata itu ternyata jatuh ke pihak separatis di Filipina, lalu bagaimana jadinya citra hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga tersebut?

"Sebaliknya, jika senjata itu jatuh ke tangan yang tidak berhak di dalam negeri kita sendiri, maka bagaimana pula urusannya. Umpamanya, jika senjata itu jatuh ke kelompok teroris atau ke kelompok-kelompok separatis dalam negeri kita sendiri," tanyanya lagi.

Karena itu, Yusron Ihza Mahendra mendesak aparat nasional `kita` untuk bekerja lebih keras lagi dalam mengungkap kasus senjata tersebut. "Termasuk menyelidiki dan menyidik kemungkinan bahwa senjata-senjata penembak gelap di Papua baru-baru ini adalah senjata buatan PT Pindad juga," ujarnya.

Dalam sidang Komisi I DPR RI dengan kementerian jajaran Polhukam beberapa akhir pekan lalu, ujarnya, masalah senjata ini telah diangkat sebagai permasalahan, di samping isu-isu teroris.

"Tetapi, karena sidang yang mulai jam 10 pagi itu hampir `numbur` jam berbuka puasa, maka tidak cukup waktu untuk pendalaman terhadap masalah itu lebih lanjut," katanya.

Lalu, katanya, jawaban Pemerintah terhadap masalah tersebut masih bersifat normatif.

"Masalah senjata tadi tentu tidak cukup hanya dengan jawaban dari Pemerintah bahwa pengiriman senjata itu sesuai prosedur atau mempunyai izin," katanya.

Tetapi, menurut dia, mungkin saja Pemerintah tidak dapat membuka masalah senjata tersebut secara lebih leluasa di dalam sidang terbuka yang diliput puluhan media cetak maupun elektronik itu.

"Tetapi, minimal pada tingkat internal Pemerintah sendiri, hendaknya masalah itu terus ditindaklanjuti. Semua ini tentu bukan demi DPR RI, tapi demi kemaslahatan bangsa dan negara ini," ujar Yusron Ihza Mahendra lagi.

ANTARA News

Thursday, September 10, 2009

Kasal, `HUT TNI AL Punya 3 Makna`


10 September 2009, Jakarta -- Upacara peringatan hari lahir TNI Angkatan Laut ke-64 yang jatuh pada 10 September 2009 dilaksakan di Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (10/9).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar), Laksamana Pertama TNI Bambang Suwarto, mewakili Pangarmabar dengan membacakan Amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, SH.

Kasal menyampaikan sekilas sejarah cikal bakal berdirinya Angkatan Laut, bahwa sejak dibubarkannya PETA dan HEIHO di seluruh Indonesia, pada 22 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Kemudian pada 10 September 1945 didirikan BKR Laut yang diprakarsai oleh bekas anggota Koninklijke Marine, guru dan murid Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) dan Sekolah Pelayaran Rendah (SPR), pegawai dari Jawa Unko Kaisha, Kaigun Haiho dan pemuda pencinta laut lainnya, yang disahkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan ditetapkan Laksamana III M. Pardi sebagai pemimpin BKR Laut Pusat.

Pembentukan BKR Laut Pusat inilah yang akhirnya menggetarkan organisasi dan perkumpulan kemaritiman untuk membentuk BKR Laut di daerah-daerah, kata Kasal. Oleh karena itu untuk menghormati jasa dan pendiri BKR Bagian Laut, maka pada 10 September 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya Angkatan Laut Republik Indonesia.

Kasal juga mengatakan, bahwa tradisi peringatan HUT TNI Angkatan Laut pada dasarnya memiliki tiga makna penting. Yaitu makna keimanan dan ketaqwaan, merupakan suatu ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala petunjuk, tuntunan dan perlindungannya sehingga sampai hari ini TNI Angkatan Laut telah berusia 64 tahun.

Makna historis yaitu sebagai upaya pelestarian sejarah karena sejak awal kelahirannya sampai saat ini TNI Angkatan Laut telah mempu mengemban tugas-tugas negara sesuai amanat undang-undang, khususnya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan makna evaluatif, diartikan sebagai momentum instropeksi dan evaluasi diri tentang kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan tugas pada masa lalu untuk disempurnakan sehingga tugas-tugas mendatang dapat dilaksanakan secara optimal.

POS KOTA

Menhan: Dua Negara Tawarkan Pesawat Pengganti Nomad

M-28 Bryza-1RM Bis milik AL Polandia versi patroli maritim buatan PZL Mielec Polandia. Sebelumnya telah ditawarkan ke TNI AL melalui pembiayaan KE senilai 75 juta dolar. (Foto: Polish Navy)

10 September 2009, Jakarta -- Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengatakan, saat ini ada dua negara yang menawarkan untuk menjual pesawat pengganti Nomad. Hal ini ditegaskan Juwono terkait adanya wacana penggantian pesawat Nomad pascamusibah jatuhnya pesawat jenis Nomad milik TNI AL di Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Ada dua negara yang menawarkan, yaitu Polandia dan Korea Selatan. Dephan dan TNI masih mempertimbangkan mana yang akan dibeli untuk menggantikan pesawat Nomad dua sampai tiga tahun mendatang,” kata Menhan Juwono Sudarsono, Kamis (10/9).

Ia juga menjelaskan, ada opsi untuk mendahulukan pembelian pesawat jenis patroli laut yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (DI). Namun, untuk mewujudkan hal itu diperlukan suntikan dana khusus dari pemerintah kepada PT DI.

“Kita mengharapkan hal itu karena komitmen Presiden dan Wakil Presiden adalah kita mendahulukan industri penerbangan dalam negeri,” kata Juwono.

SURYA

Kesepakatan Pembelian Jet Tempur F-35 JSF Israel - AS Tertunda

Lockheed F-35 JSF. (Foto: jsf.mil)

10 September 2009 -- Pentagon menolak integrasi sistem buatan Israel kedalam pesawat tempur siluman Joint Strike Fighter (JSF) nampaknya akan menunda kedatangan pesawat tempur tersebut di Israel, menurut sumber di Angkatan Udara Israel kepada harian Jerusalem Post, Selasa (8/9).

Pada Juli, Departemen Pertahanan Israel menyerahkan surat permohonan pembelian 25 pesawat siluman F-35 ke Pentagon, pesawat ini akan menjadi skuadron pertama di AU Israel. Tetapi target untuk menandatangani kontrak diawal 2010 sepertinya akan tertunda.

“Proses negosiasi masih berjalan dan kami tidak mengetahui berapa harga pesawat yang disetujui,” ujar pejabat tinggi yang terlibat dalam negosiasi. Diperkirakan harga satu unit pesawat sekitar 100 juta dolar. Bila harga melebihi 100 juta dolar memungkinkan berdampak pengurangan jumlah pesawat.

F-35 JSF pesawat siluman buatan Lockheed Martin yang akan menggantikan pesawat tempur F-15 dan F-16 model lama di jajaran AU Israel.

Tahap pertama kesepakatan pembelian 25 pesawat tempur kemudian dilanjutkan pembelian tambahan 50 pesawat, diantaranya akan dilengkapi kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Israel menginginkan sistem persenjataan elektronik buatan Israel diintegrasikan kedalam pesawat, mengintegrasikan sistem komunikasi buatan Israel serta mampu secara mandiri merawat pesawat dalam masalah teknis dan struktural. Hal ini yang menjadi ganjalan dalam proses negosiasi.

Inggris mempunyai permintaan yang hampir sama dengan Israel seperti yang diberitakan harian Daily Telegraph.

Israel berhasrat memiliki pesawat tempur siluman ini segera karena khawatir dengan pembelian sistem pertahanan udara S-300 Iran dari Rusia. Disamping melalui jalur diplomatik menekan Moskow membatalkan kontrak pembelian dengan Iran.

Pesawat tempur yang dimiliki AU Israel saat ini kemampuannya tidak dapat menandingi sistem S-300.

Sepertinya keinginan Israel sulit terwujud karena F-35 JSF belum operasional dan belum masuk jalur produksi serta Washington akan mengirimkan pesawat pertamanya ke AU AS kemudian AU Inggris dan selanjutnya AU Israel, diperkirakan pesawat pertama diterima paling awal 2014.

The Jerusalem Post/@beritahankam

Nomad Langgar Prosedur

Kondisi pesawat Nomad milik TNI AL yang jatuh di tambak, rencananya hari ini dipotong-potong untuk memudahkan proses evakuasi. (Foto: Radar Tarakan/Anthon Joy)

10 September 2009, Tarakan -- Komandan Gugus Tempur Angkatan Laut (Danguspurla) Armatim Laksamana Pertama RM Harahap mengakui jika keberadaan warga sipil di pesawat TNI AL adalah di luar prosedur penerbangan TNI AL.

“Penumpang sipil (di pesawat militer) tentu tidak sesuai prosedur. Hanya saja, apabila ada masyarakat yang minta tolong, kadang rasa kemanusiaan kita muncul,” kata Harahap menjawab pertanyaan harian ini adanya enam penumpang sipil di Pesawat Nomad P 837 TNI AL yang jatuh di tambak daerah Mentadau, Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan, Senin (7/9) lalu.

Pesawat yang terbang dari Bandara Long Apung, Bulungan menuju Bandara Juwata Tarakan mengangkut 9 orang –termasuk kru- itu jatuh sekitar pukul 14.30 Wita, di titik koordinat 03’ 09 618 N (Lintang Utara) dan 117 11 575 E (Bujur Timur). Empat penumpang -yang semuanya warga sipil- dinyatakan tewas di tempat kejadian, sedang lima lainnya luka-luka.

Kemarin, satu korban lagi bernama Uhip meninggal dunia setelah 2 hari dirawat di RS Ilyas Tarakan. “Memang sudah meninggal. Kami tak bisa beri keterangan banyak, tunggu saja pimpinan,” kata salah satu petugas di RS Ilyas Tarakan.

Beberapa petugas rumah sakit milik TNI AL itu bungkam saat ditanya kapan tepatnya korban meninggal. “Coba tanya ke rumah sakit umum, tadi bawa ke sana,” katanya.

Dengan meninggalnya Uhip, maka korban tewas menjadi lima orang. Masing-masing Muslimin, Yakub K, Srihardi, Fikri dan terakhir Uhip. Uhip sendiri adalah kawan dari Srihardi dan Fikri. Jenazah Srihardi dan Fikri kemarin siang dipulangkan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Harahap yang kemarin ke tempat kejadian jatuhnya Nomad P 837 yang dipiloti Lettu Erwin itu mengatakan, jika menurut aturan memang pesawat Nomad tidak diperbolehkan mengangkut warga sipil. “Tapi yang tidak bisa kita tolak adalah permintaan masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, bagaimanapun juga, dalam menjalankan tugas di daerah, TNI banyak dibantu masyarakat, terutama warga pedalaman. Sehingga tidak heran jika pesawat TNI AL mengangkut warga sipil hanya terjadi di pedalaman saja. “Karena memang di sana tidak ada angkutan,” lanjutnya.

Ditegaskan Harahap, misi yang dilakukan pesawat Nomad adalah tetap patroli maritim. “Untuk mengawasi perbatasan dan mencari data-data karena itu adalah tugas mereka. Apalagi pesawat Nomad sebagai patroli maritim, bisa terbang rendah sehingga dia bisa meyakinkan objek yang ada di bawahnya,” terangnya.

Meski warga sipil itu hanya menumpang, namun biaya perawatan ditanggung oleh pihak TNI AL. “Atas dasar kemanusiaan saja. Atas kejadian ini tetap akan kita bantu sedapat mungkin sampai mereka sembuh sesuai kemampuan Angkatan Laut yang ada di sini (Lanal Tarakan, Red). Bagaimanapun juga, peristiwa ini tidak ada yang menginginkan terjadi,” katanya.

Untuk perawatan, lanjut Harahap, tetap dilaksanakan di Rumah Sakit TNI AL Ilyas Tarakan, sampai korban dinyatakan sembuh. “Kalau sudah sembuh baru kita pulangkan,” janjinya.

Dievakuasi

Rencananya hari ini tim TNI AL yang khusus didatangkan dari Surabaya mengevakuasi bangkai Nomad (N22) P 837 yang hingga kemarin masih berada di tambak milih H Aras.

“Tim dari Surabaya yang akan datang untuk mengangkut sisa pesawat supaya tidak ada lagi yang tinggal. Sisa pesawat tersebut kemudian dipelajari, kemungkinan-kemungkinan apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut,” kata Harahap, saat meninjau lokasi jatuhnya pesawat bersama Danlanal Tarakan Letkol Laut (P) Bambang Irwanto.

Langkah pertama, kata Harahap, badan pesawat dipotong-potong untuk memudahkan proses evakuasi, karena tidak mungkin diangkut secara utuh menuju Tarakan.

Perwira bintang satu ini memastikan, jika dilihat dari lokasinya, kemungkinan proses evakuasi dapat dilakukan dalam waktu satu hari. “Dari lokasi tambak ke Tarakan, kita akan menggunakan kapal tongkang,” jelasnya.

Di Tarakan, lanjut Harahap, bangkai pesawat akan disimpan di Makolanal Tarakan untuk proses penyidikan selanjutnya. “Untuk proses penyidikan, diserahkan kepada tim yang ditunjuk,” ujarnya. Karena itu Harahap belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat buatan Australia itu.

KALTIM POST

Danrem 101/Antasari Buka Gladi Posko I Kodim 1007/Banjarmasin


10 September 2009, Banjarmasin -- Komandan Korem 101/Antansari Kolonel Inf Heros Paduppai membuka gladi posko I Kodim 1007/Banjarmasin di Makodim 1007/Bjm bertempat di Jl. WR Supratman Banjarmasin. Senin (7/9) sekitar pukul 09.00 wita

Pembukaan geladi posko I Kodim 1007/Bjm dihadiri oleh Kasrem, para Komandan Kodim, serta para Kasi jajaran Korem 101/Ant. Geladi Posko ini diselenggarakan dengan dilatarbelakangi karena adanya perubahan iklim global yang mengakibatkan terjadinya beberapa rangkaian peristiwa bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran serta gempa bumi yang akhir – akhir ini melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya Komandan Korem 101/Ant menyampaikan penekanan kepada para pendukung dan peserta geladi posko agar benar – benar memanfaatkan waktu latihan seoptimall mungkin, sehingga kegiatan geladi posko I Kodim 1007/Bjm ini dapat berhasil mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf Kodim 1007/Bjm dalam operasi bantuan yang meliputi aspek Kodal dan prosedur bantuan administrasi dalam rangka pembinaan wilayah.

Gladi posko yang diselenggarakan selama tiga hari sesuai rencana akan ditutup pada tanggal 9 september nanti. Kegiatan geladi posko ini merupakan kalender kegiatan tahunan Korem 101/Ant sehingga Danrem berharap melalui kegiatan geladi posko para peserta mendapat pengalaman yang bernilai tinggi sebagai bekal dalam menghadapi persoalan dilapangan.

Penrem 101/Ant

AL India Menerima 4 MiG-29K/KUB di Bulan Oktober

MiG-29K/KUB. (Foto: migavia)

10 September 2009 -- Pesawat tempur MiG-29K/KUB pertama dari empat yang dipesan oleh Angkatan Laut India untuk digunakan di kapal induk Admiral Gorshkov, akan dikirimkan ke AL India pada bulan Oktober.

Rusia dan India menandatangani kontrak pembelian 12 pesawat berkursi tunggal MiG-29K dan empat berkursi tandem MiG-29K/KUB pada 20 Januari 2004, sebagai bagian dari kesepakatan pembelian kapal induk Admiral Gorshkov, saat ini kapal induk tersebut sedang diremajakan di Rusia.

Pesawat tempur tersebut sementara akan berpangkalan di darat, menunggu kapal induk selesai diperbaiki dan diserahkan ke AL India.

Dua MiG-29K dan 2 MiG-29K/KUB secara resmi telah diserahkan kepada India awal tahun ini. Pesawat tersebut diinspeksi oleh tenaga ahli India dan digunakan selama 5 bulan untuk pelatihan terbang para pilot India.

Sementara itu, Rusia dan India masih merundingkan biaya perbaikan Admiral Gorshkov yang membengkak hingga 1,2 milyar dolar.

Admiral Gorskov akan menggantikan INV Viraat yang telah berusia 50 tahun, Admiral Gorskov akan diberinama INS Vikramaditya diharapkan mampu beroperasi hingga 30 tahun. Saat ini, India sedang mengembangkan kapal induk buatan dalam negeri India.

RIA Novosti/@beritahankam

Kondisi Pilot dan Co Pilot Nomad Membaik

Seorang anggota TNI Angkatan Laut Lanal Tarakan menunjukkan bangkai pesawat Nomad yang jatuh pada Senin (7/9) di areal pertambakan di Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan, Kaltim, Rabu (9/9). Lima orang meninggal dunia dan empat orang lainnya terluka dalam insiden ini. (Foto: ANTARA/M Imron Rosyadi/Koz/mes/09)

10 September 2009, Balikpapan -- Kondisi pilot Letnan Satu Erwin dan co pilot Letnan Satu Saiful pesawat Nomad P-837 berangsur membaik.

“Keduanya sudah sadar dan bisa diajak komunikasi,” kata Komandan Pangkalan Laut Tarakan Kalimantan Timur, Letnan Kolonel Bambang Irwanto, Kamis (10/9).

Hasil cek kesehatan tim medis menyimpulkan tidak ada masalah kesehatan pada fisik para perwira pertama AL ini. Rumah sakit AL Tarakan hanya mengobati luka-luka luar akibat peristiwa kecelakaan pesawat ini.

Namun demikian, Bambang mengaku masih memantau perkembangan fisik kedua awak pesawat ini sebelum dikembalikan lagi pada tugas kedinasannya. Dia masih mengkhawatirkan kemungkinan adanya dampak psikologis mengganggu mental mereka.

Bangkai pesawat Nomad TNI Angkatan Laut yang jatuh pada Senin (7/9) di Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan, Kaltim, Rabu (9/9). Bangkai pesawat naas tersebut masih berada di lokasi menunggu dipindahkan ke lokasi Lanal Tarakan. (Foto: ANTARA/M Imron Rosyadi/Koz/mes/09)

“Tim kami masih memantau keduanya. Bila dianggap perlu perawatan lebih lanjut, mereka akan kami kirimkan ke rumah sakit AL di Surabaya,” paparnya.

Pesawat Nomad membawa tujuh penumpang, lima di antaranya tewas yakni Uhip, Yakub Kayang, Muslimin, Sri Hadi dan Fikri. Penumpang yang mengalami luka ringan yaitu teknisi pesawat Sersan Mayor Sadikin dan Muhamir.

Pesawat ini biasanya dipergunakan untuk pengintaian kawasan perbatasan blok Ambalat Tarakan Kalimantan Timur. Pangkalan TNI AL Tarakan sering memanfaatkannya untuk menjaga kedaulatan negara di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pesawat TNI AL jenis Nomad P-837, Senin (7/9) dilaporkan jatuh di kawasan Sekatak Bengara Sungai Sukun Mentadau Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur. Saat ditemukan, bangkai pesawat Nomad dalam kondisi rusak parah dengan posisi terbalik. Pesawat intai perbatasan Malaysia ini sedang melaksanakan patroli rutin di rute Tarakan - Long Apu - Tarakan.

TEMPO Interaktif

Jenderal Spanyol Kunjungi Kompi C Indobatt


9 September 2009, Lebanon -- Komandan Sektor Timur Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) dari Angkatan Darat Spanyol, Brigjen Ricardo Alvarez Espejo Garcia, Rabu siang (8/9) waktu Lebanon, berkunjung ke Kompi C Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-C/Unifil di UN POSN 9-2.

Kunjungan ini tidak seperti biasanya yang dilakukan oleh para petinggi Unifil dan ini merupakan kunjungan kerja pertama sejak dia menjabat sebagai Komandan Sektor.

Para Komandan Sektor Timur Unifil sebelumnya tidak pernah berkunjung ke satuan setingkat kompi. Mereka biasanya berkunjung ke batalyon terlebih dulu baru mengunjungi kompi sesuai agenda yang dibuat oleh batalyon itu sendiri.

Konga XXIII-C selama sembilan bulan masa penugasan, sudah mengalami empat kali masa pergantian Komandan Sektor Timur Unifil: mulai Brigjen Medina, Brigjen Asarta, Brigjen Prieto dan sekarang Brigjen Alvarez.

Kedatangan Alvarez ke Kompi C, merupakan sesuatu hal yang wajar mengingat sebagai Komandan Sektor, orang nomor satu di Sektor Timur Unifil ini dapat mengunjungi satuan mana saja yang berada di bawah komandonya.

Kompi Mekanis Charlie merupakan salah satu Kompi Indobatt yang berada di luar markas batalyon atau terpisah dari induk pasukan yang mempunyai daerah tanggung jawab (area of responsibility) yang jauh dari batas Lebanon – Israel, namun berpengaruh terhadap situasi dan kondisi keamanan di Lebanon Selatan, karena kompi Charlie merupakan kompi yang bertanggung jawab terhadap daerah yang berada dekat sungai Litani (Litani River) yang merupakan batas operasi Unifil di sebelah utara, atau berbatasan dengan wilayah Lebanon Utara.

Pada kunjungan tersebut, Bigjen Alvarez mendapatkan paparan dari Komandan Kompi Charlie Mayor (Mar) Muhammad Rizal tentang situasi dan kondisi daerah tanggung jawabnya, kegitan yang dilakukan mulai dari check point-check point (CP), Observation Post (OP), temporary/permanent check point serta beberapa hot spot yang berada di sekitar Sungai Litani yang merupakan perbatasan daerah operasi UNIFIL.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Komandan Sektor Timur didamping Komandan Kompi Charlie meninjau pangkalan UN POS 9-2. Dia berpesan kepada seluruh prajurit agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan personil dalam menyikapi perkembangan situasi di daerah operasi serta segera melaporkan setiap perkembangan yang terjadi sesuai prosedur, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat segera diantisipasi.

Brigjen Alvarez juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada segenap prajurit TNI yang hadir pada acara tersebut.

POS KOTA

Venezuela Borong 100 MBT T-72 dan T-90 Dari Rusia

MBT T-90. (Foto: RIA Novosti)

9 September 2009 -- Rusia dan Venezuela diharapkan menandatangani kontrak pengiriman sedikitnya 100 MBT (Main Battle Tank) senilai 500 juta dolar ke negara di Amerika Latin tersebut, ungkap sebuah sumber di industri militer Rusia, Rabu (9/8).

Presiden Venezuela Hugo Chavez akan berkunjung ke Moskow, Rabu (9/8) untuk kunjungan dua hari sebagai bagian kunjungan selama 11 hari ke sejumlah negara. Presiden Chavez akan mengadakan pertemuan dengan pemimpin Rusia.

“ Selama kunjungan, diharapkan ditandatangani kontrak pengiriman MBT T-72 dan T-90 ke Venezuela,” ucap sumber tersebut.

Moskow dan Caracas dapat juga mendiskusikan pengiriman IFV (Infantry Fighting Vehicles) buatan Rusia di masa mendatang, tambah sumber.

Harga satu unit MBT T-90 yang diproduksi pabrik Uralvagonzavod 5 - 7 juta dolar, sementara harga satu unit MBT T-72 1 -2 juta dolar.

MBT T-90. (Foto: army-technology.com)

MBT T-72. (Foto: army-technology.com)

Uralvagonzavod memproduksi total 165 T-90 tahun lalu. Setengah tank diekspor, serta sisanya menggantikan T-72 Angkatan Bersenjata Rusia. Sehingga, Rusia mempunyai T-72 tersedia untuk dijual ke Venezuela.

Angkatan Darat Venezuela mempunyai lebih dari 80 MBT tua buatan Perancis AMX-30 serta beberapa lusin tank ringan AMX-13C.

Presiden Chavez mengatakan negaranya merencanakan membeli senjata dari Rusia untuk mengatasi peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di negara tetangga Kolombia.

Venezuela telah menandatangani 12 kontrak pembelian senjata senilai 4,4 milyar dolar dengan Rusia, terdiri dari pesawat tempur Sukhoi, helikopter angkut militer dan senjata serbu Kalashnikov.

RIA Novosti/@beritahankam