Thursday, July 16, 2009

Menhan: Roket LAPAN Harus Berbahan Baku Lokal


16 Juli 2009 -- Beberapa waktu lalu Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN) sukses meluncurkan roket di Garut, Jawa Barat. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono pun senang dan menyambut baik kesuksesan tersebut. Namun dia juga memberi kritikan membangun.

"Mungkin publikasi kesuksesan roket LAPAN ini kurang besar, sehingga masyarakat banyak yang tidak mengetahuinya. Tapi saya sih maklum, mungkin karena mendekati pilpres juga," tutur Juwono, usai membuka Semiloka Revitalisasi IPTeK Hankam untuk Membangun Kemandirian Industri Hankam 2025, di gedung BPPT 2, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Selain itu juga, Juwono memberikan saran agar ke depannya, LAPAN juga dapat membuat roket dengan bahan baku dari lokal. Ini untuk mencegah ketergantungan dari import.

Lebih lanjut, roket ini diharapkan mampu terus dikembangkan, terutama jaringan alat kontrol serta pengembangan hulu ledak agar dapat dimanfaatkan sebagai alat pertahanan dan keamanan (Hankam).

Juwono menyayangkan jika roket buatan LAPAN hanya dimanfaatkan untuk sipil saja.

IPTEK Hankam Harus Bebas dari Bahan Baku Asing



Ketergantungan bahan baku asing dalam membuat teknologi di bidang pertahanan dan keamanan (Hankam) harus segera ditinggalkan. Paling tidak dalam waktu 10 tahun ke depan.

"Perlu adanya keterpaduan teknis antarlintas sektoral agar penerapan teknologi di Hankam bisa mandiri, bebas dari asing," tukas Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, saat membuka Semiloka Revitalisasi IPTEK Hankam untuk Membangun Kemandirian Industri Hankam 2025, di gedung BPPT 2, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Lebih lanjut, dikatakan Juwono, hasil-hasil riset teknologi perlu mendapat security clean atau perlindungan yang tinggi. Ini untuk melindungi hasil riset tersebut, dari pembajakan atau pencurian.

"Di negara maju, penerapan ini sudah dilakukan sejak dulu. Terutama industri seperti, bioteknologi, elektronikal, capital energi, dan nuklir," tegas Menhan.

Keterbatasan anggaran, diakui Juwono, memang tergolong sangat kecil yaitu, sebesar 20 persen. Tapi, itu jangan menjadi halangan, namun sebagai tantangan untuk lebih maju.

okezone

No comments:

Post a Comment

Post a Comment