Tuesday, May 11, 2010

Dua Kapal Perang Australia Merapat Di Tenau

KRI Untung Suropati-872. (Foto: Koarmatim)

11 Mei 2010, Kupang -- Dua kapal perang Angkatan Laut Australia, HMAS Broome-P82 dan HMAS Pirie P-87, Selasa [11/05], merapat di Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk memulai latihan gabungan dengan TNI Angkatan Laut.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) Amri Husain kepada pers di Kupang, Selasa, mengatakan, pihaknya mengerahkan dua kapal yakni KRI Untung Suropati-872 dan KRI Kerapu-812 untuk latihan dengan Australia hingga 18 Mei mendatang di Perairan Laut Timor.

TNI AL, kata Amri, mengerahkan 150 personel, sementara Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy atau RAN) mengerahkan 52 personel untuk latihan gabungan dimaksud.

Amri mengatakan, dalam latihan tersebut TNI AL dikomandani oleh Letkol Laut (P) Rudhi Aviantara, sementara RAN dikomandani oleh LCDR Barry Learoyd.

Pada hari pertama latihan, tampak didahului dengan rapat koordinasi di Pangkalan Utama TNI AL VII di Bolok, sekitar 20 km arah barat Kupang. Pada saat para perwira tengah menggelar rapat, kapal-kapal perang milik TNI AL dan RAN tampak berlabuh di lepas pantai Pelabuhan Tenau.

Amri mengatakan, latihan yang diberi sandi “Cassowary Exercise” itu, merupakan yang keempat kali, setelah pada 1998 menggelar latihan bersama dengan mengambil rute Makassar-Ambon, latihan kedua di Darwin Australia Utara pada 2006, ketiga di perairan Laut Sawu Kupang pada 2008 dan keempat pada 2010 mengambil lokasi Laut Timor mulai dari Kupang sampai Darwin.

Dia mengatakan, Indonesia dan Australia berbatasan langsung wilayah perairan di Laut Arafura dan Laut Timor. Wilayah dua perairan itu sangat strategis dan banyak digunakan sebagai zona penangkapan ikan, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam, juga pintu keluar masuk pelayaran internasional.

“Situasi tersebut sangat berpotensi untuk digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin menciptakan situasi tidak aman dan tindakan lain yang melanggar hukum yang dapat mengganggu stabilitas keamanan maritim kawasan regional,” kata Laksma Amri Husain.

Komandan RAN dalam latihan “Cassowary Excercise” LCDR Barry Learoyd kepada pers mengatakan, latihan bersama dengan TNI AL diperlukan untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama taktis untuk pengamanan wilayah maritim di perbatasan kedua negara. Jika pembukaan latihan ini berlangsung di Kupang, maka penutupan dijadwalkan berlangsung di Darwin, Australia Utara pada 18 Mei mendatang.

Berita Sore

No comments:

Post a Comment

Post a Comment