Tuesday, February 9, 2010

Menhan-Menpera Bahas Perumahan Prajurit

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro (kiri) dan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa (kanan) memaparkan hasil pertemuan yang membahas kebutuhan perumahan bagi prajurit TNI. Jakarta, Selasa (9/2). Target pembangunan 650 menara kembar rumah susun sederhana sewa (rusunawa) pada 2010-2014 di sejumlah daerah di Indonesia, 37 rusunawa di antaranya akan segera diserahkan bagi prajurit TNI. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/mes/10)

9 Pebruari 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa di Jakarta, Selasa, mengadakan pertemuan tertutup membahas kebutuhan perumahan bagi prajurit TNI.

Sebelumnya, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, persoalan perumahan dinas akan dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres).

Menpera Suharso mengatakan, kebutuhan perumahan bagi prajurit menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi prajurit sangat berkaitan dengan profesionalisme TNI dalam menjalankan tugas pokoknya.

Karena itu, tambah dia, dalam target pembangunan 650 menara kembar rusuh susun sederhana sewa (rusunawa) pada 2010-2014, 37 di antaranya akan diserahkan bagi TNI.

Tak hanya itu, rusunawa yang telah dibangun namun belum digunakan akan dialihkan pada TNI, untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah prajurit seperti rusunawa di Merunda, kata Suharso.

Menpera Suharso Manoarfa (kanan) berbincang dengan prajurit Kopassus yang baru menempati rumah susun ketika meresmikan Rusunawa Kopassus di Cijantung, Jakarta, Senin (8/2) Rusun yang ditempati 64 kepala keluarga itu untuk memperlancar tugas prajurit Kopassus. (Foto: ANTARA/Saptono/Spt/10)

Pada Tahun Anggaran 2009 Kementerian Perumahan Rakyat melalui Program Stimulus Fiskal telah membangun tiga twin block rusunawa TNI Angkatan Darat, salah satunya rusunawa bagi Kopassus.

Kepala Pusat Pengembangan Kemenpera Andi Zaenal Dulung mengatakan, pembangunan rusunawa merupakan salah program RPJMN yang menjadi amanat rakyat, meski belum dapat dipenuhi secara maksimal karena keterbatasan anggaran.

"Dalam kurun waktu 2004-2009 baru bisa kita penuhi 60 persen dari target 60.000 `twin block`, sedangkan pada lima tahun ke depan kami targetkan 650 `twinblock`," katanya.

Namun, lanjut Andi, dalam keterbatasan yang ada pihaknya akan tetap memprioritaskan kebutuhan rumah bagi rakyat kurang mampu, dan TNI/Polri.

ANTARA News

No comments:

Post a Comment

Post a Comment