Monday, January 4, 2010

Kasau : TNI AU Harus Jadi The First Class Air Force

Pangkoopsau II Marsda TNI Yushan Sayuti membacakan amanat Kasau pada apel khusus memperingati tahun baru 2010 (sebelum hujan) di Markas Koopsau II Makassar.

4 Desember 2009, Jakarta -- Apel khusus memperingati tahun baru 2010 di Markas Komando Operasi TNI AU (Makoopsau) II, Makassar, Senin (4/1) diwarnai dengan hujan lebat. Apel khusus yang dipimpin langsung oleh Pangkoopsau II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti itu, diikui seluruh warga Makoopsau II, baik militer maupun PNS. Tampak hadir juga Kepala Staf (Kas) Koopsau II Marsekal Pertama (Masma) TNI Boy Syahril Qomar, SE.

Meskipun dalam guyuran hujan lebat, apel tetap berjalan dengan tertib dan khidmad. Hujan tidak dapat dihindari, mengingat ditengah-tengah berlangsungnya apel, tiba-tiba hujan lebat mengguyur Makasar. Pangkoopsau II yang bertindak sebagai Irup tampak basah kuyub, demikian juga seluruh peserta apel tidak luput dari basah air hujan. Namun demikian, para peserta apel, tidak terpengauh, mereka tetap mengikui apel khusus sampai selesai dengan tertib dan khidmat.

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal Madya (Marsdya) Imam Sufaat, SIP dalam amanat tertulisnya, yang dibacakan Pangkoopsau II mengatakan, menyongsong tahun 2010, TNI AU telah menetapkan sasaran jangka pendek mapun jangka panjang. Untuk jangka pendek, Kasau bertekad tidak akan terjadi accident pesawat TNI AU dalam satu tahun kedepan. Sementara jangka panjang, orang nomor satu di TNI AU ini berkeinginan menjadikan TNI AU sebagai the first class Air Force (TNI AU yang nomor satu).

”Sasaran ini tentu menanggung resiko dan konsekwensi yang tidak ringan, tetapi kita harus berani mempertaruhkan seluruh dedikasi, loyalitas, komitmen dan kerja keras yang kita miliki” ujar Kasau.

Kasau menambahkan, pergantian tahun merupakan moment yang sangat tepat untuk melakukan evaluasi dan merencanakan langkah-langkah ke depan guna memperbaiki diri. Pengalaman tahun 2009 hendaknya dijadikan sebagai guru yang baik, sehingga dapat dipetik seiap pelajaran guna mendapatkan hikmah dan tidak mengulang kesalahan yang sama.

”Saya berharap, TNI AU disetiap lini dapat semakin dewasa dan matang dalam mengambil keuputusan dan bertindak secara arif sesuai tuntutan tugas yang diemban” imbuh Kasau. Demikia Kapen Koopsau II Mayor Sonaji Wibowo, S.IP menginformasikan.

Keselamatan Terbang Harga Mati

Seorang komandan harus hands on, artinya terjun langsung ke lapangan, kenal kemampuan dan kapasitas anak buah, berani menanggung resiko, memutuskan dengan bijaksana, serta dapat secara tepat memberi reward and punishment.

Demikian amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, pada apel khusus menyambut Tahun Baru 2010 yang dibacakan oleh Komandan Lanud Abd Saleh, Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Anom, M., SE. bertempat di Taxy Way Lanud Abd Saleh, yang diikuti oleh seluruh anggota pejabat dan anggota Lanud Abd Saleh, Senin (4/1).

Beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi disebabkan karena human error, yang semestinya dapat dieleminir bila kepemimpinan setiap komandan berfungsi dengan maksimal, itulah sebabnya seorang komandan harus hands on dengan memperkuat kepemimpinan dan manajemen.

Sementara keselamatan terbang dan kerja merupakan harga mati yang harus senantiasa dipelihara dalam setiap pelaksanaan tugas, kata kasau.

Oleh sebab itu, TNI Angkatan Udara harus mampu mewujudkan budaya safety sebagai nafas pengabdiannya. Kita harus mampu mengasah rasa kepedulian dan kepekaan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan incident maupun accident potential yang ada di sekeliling lingkungan kerja.

Pen Koopsau II
/POS KOTA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment