Tuesday, November 17, 2009

HUT Ke-50 Penerbad

16 November 2009, Semarang -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Letjen TNI George Toisutta (kanan), berbincang dengan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad), Brigjen TNI Nabris Haska (kiri), pada upacara HUT ke-50 Korps Penerbad, di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani, di Semarang, Senin (16/11). HUT ke-50 Penerbad mengambil tema "Kita Tingkatkan Kesiapan Operasional, Profesional, Kesejahteraan dan Tertib Administrasi dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD". (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/hp/09)

17 November 2009, Semarang -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI George Toisutta menyatakan reformasi di tubuh TNI harus tetap dilaksanakan dan terus dilanjutkan.

"Reformasi TNI dalam segala bentuk harus tetap dilanjutkan jangan sampai terhenti karena hal tersebut merupakan suatu sistem," kata KSAD usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Senin.

Ia mengatakan, selain reformasi yang penting dilakukan oleh pihak TNI saat ini adalah meningkatkan profesionalisme, operasional, dan kesejahteraan dengan melaksanakan tertib administrasi dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

Menurut KSAD, ada tiga tantangan yang harus dihadapi Puspenerbad saat ini dan ke depan, yaitu yang pertama adalah keterbatasan anggaran negara untuk pembangunan dan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) penerbangan.

Sejumlah prajurit Korps Penerbangan TNI AD (Penerbad) berbaris di depan helikopter. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/tom/09)

KSAD Letjen TNI George Toisutta, melakukan pemeriksaan pasukan. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/hp/09)

KSAD Letjen TNI George Toisutta, menyematkan tanda penghargaan Satya Lencana Kesetiaan kepada tiga prajurit Korps Penerbangan TNI AD (Penerbad.)(Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/hp/09)

"Hal ini berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan komponen utama penerbangan karena sebagian besar alat penerbangan mempunyai teknologi tinggi dan merupakan produksi luar negeri," ujarnya.

Yang kedua, kata dia, keterbatasan alat utama pesawat terbang berdampak terhadap pemenuhan jam terbang, baik dalam pembinaan kekuatan maupun penggunaan kekuatan sehingga pelaksanaan tugas dan penyeenggaraan fungsi penerbangan belum dapat berjalan secara optimal.

"Kemudian tantangan yang ketiga adalah rekrutmen personel yang berkualifikasi penerbang butuh waktu lama dan anggaran yang tidak sedikit, sementara kemampuan penyediaan prajurit TNI Angkatan darat secara menyeluruh masih terbatas," katanya.

Pemeliharaan Alutsista

Menanggapi ketiga tantangan tersebut, KSAD meminta kepada Komandan Puspenerbad agar terus berimprovisasi dan berinovasi untuk mencari solusi terbaik serta meningkatkan profesionalisme dalam rangka kesiapan kesatuan.

Selain itu, kata dia, pemeliharaan alutsista yang ada agar terus menerus dilakukan sesuai ketentuan dan standar operasional penerbangan yang berlaku.

KSAD juga meminta kepada Komandan Puspenerbad agar menyiapkan personel, sarana dan prasarana pendukung sesuai prioritas serta melaksanakan koordinasi terpadu dengan beberapa instansi terkait rencana kedatangan alutsista baru di satuan Penerbad TNI AD seperti beberapa helikopter serbu dari Rusia.

SUARA KARYA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment