Friday, October 2, 2009

Crew TNI AL Lolos dari Penyanderaan


2 Oktober 2009, Situbondo -- Setelah berjuang sekuat sisa tenaga yang ada pada aircrew yang terapung-apung di tengah laut dengan menggunakan lifecraft, akhirnya tim aircrew tersebut terdampar di tepi pantai. Namun naas bagi mereka karena daratan di mana mereka menepi adalah daerah musuh. Dengan mudah musuh menawan seluruh aircrew tanpa perlawanan berarti. Kini tantangan yang dihadapi oleh para aircrew tidak hanya bertahan hidup, namun mereka harus berhadapan dengan musuh yang menawan mereka. Introgasi pihak musuh mencoba mengorek keterangan kekuatan dari Indonesian Naval aircrew, namun mereka teguh pada pendiriannya. Tidak satu pun informasi maupun rahasia Negara yang mampu didapat oleh musuh, apalagi informasi tentang kekuatan, posisi, jumlah kekuatan yang dimiliki oleh pihak aircrew. Akhirnya tekanan mental dan fisik secara bertubi-tubi diterima para aircrew terus berlangsung hingga mereka akhirnya lemas dan kehabisan tenaga. Musuhpun akhirnya menawan mereka secara tidak manusiawi.

Satu kesempatan tidak disia-siakan oleh para aircrew ketika musuh lengah untuk melarikan diri. Akhirnya mereka dapat meloloskan diri masuk ke dalam hutan. Dalam suasana pengejaran dan hujan tembakan, para aircrew terus menerobos lebatnya hutan dan kondisi ini diperparah karena mereka tidak memiliki bekal sama sekali. Di antara mereka tidak sedikit yang mengalami luka dan sakit , namun mereka tetap saling membantu dan tidak ada rekan yang ditinggalkan dalam operasi melarikan diri tersebut. Di situlah para aircrew kembali dituntut untuk survive di medan hutan belantara selain menahan rasa sakit, lapar dan haus, mereka dituntut untuk mampu bersatu saling tolong-menolong sesame aircrew.. Apapun yang dapat mereka manfaatkan untuk bertahan dan mencukupi kebutuhan makan dan minum, oleh karena itu segala cara dilakukan dengan mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan hingga berbagai macam binatang termasuk yang berbisa sekalipun mereka tangkap untuk dimakan.



Inilah skenario hari keempat latihan matra bagi para aircrew setelah mampu bertahan di medan laut, kini berlatih di medan hutan dan gunung. Latihan ini diawali dengan melaksanakan materi lintas medan dan kompas untuk menembus medan pegunungan dan hutan. Materi kedua adalah air supply yang dilakukan oleh helikopter NV-409 dari Skuadron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal yang dikomandani oleh Captain Mursidi. Droping tersebut merupakan salah satu bentuk latihan untuk melaksanakan fungsi dukungan logistik cepat. Droping logistic dilaksanakan dua kali yang sebelumnya dilakukan searching terlebih dahulu. Pelaksanaan berhasil tepat pada titik koordinat sasaran. Materi ketiga adalah kesehatan lapangan dengan berbagai macam problem yakni pemberian bantuan pernafasan, pertolongan pada korban yang mengalami patah tulang dan evakuasi pasien. Materi berikutnya adalah melaksanakan bagaimana menjinakan binatang buas dan berbisa yang dapat bermanfaat untuk dikonsumsi yakni menangkap ular. Ular berbisa yang mampu mereka tangkap kemudian dioleh untuk dikonsumsi sebagai makanan. Kegiatan hari ini diakhiri dengan memberi materi bivak bagi aircrew di tengah hutan.

Kegiatan yang tidak kalah penting dari rangkaian kegiatan hari ini adalah kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Denmalat untuk melakukan pengobatan masyarakat di sekitar lokasi latihan. Kegiatan pengobatan masal ini dipimpin oleh Mayor Laut (P) Kicky Salvacdie dan secara langsung dilaksanakan oleh tim kesehatan yang dipimpin oleh Kapten Laut (K) Sucipto. Dan kegiatan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian latihan hari ini.

Puspenerbal

No comments:

Post a Comment

Post a Comment