Thursday, March 12, 2009

Indonesia Kaya Doktrin Perang

JAKARTA, 11/3 - UNIVERSITAS PERTAHANAN INDONESIA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Menhan Juwono Sudarsono (2 kanan), Ketua Komisi Pertahanan DPR, Theo L. Sambuaga (4 kanan) dan sejumlah mahasiswa seusai meresmikan Universitas Pertahanan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3). Lembaga pendidikan setingkat pasca sarjana yang diprakarsai oleh Departemen Pertahanan tersebut didirikan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan sebagai area vital dalam kebijakan reformasi sektor pertahanan dan keamanan. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/hp/09)

11 Maret 2009, Jakarta -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan seiring dengan perjalanan sejarah, Indonesia kaya akan doktrin dan strategi perang.

"Dalam perjalanan sejarah, Indonesia kaya akan doktrin perang dan taktik, mulai dari perang konvensional, gerilya, sampai perang melawan terorime," kata Presiden dalam kuliah perdana peresmian Universitas Pertahanan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3).

Sejalan dengan perubahan tatanan dunia, lanjut Presiden, perlu ada institusi khusus berupa Universitas Pertahanan yang menjadi tempat berkembangnya wawasan dan pengetahuan yang dimiliki oleh Indonesia tersebut.

Di Universitas Pertahanan yang baru diresmikan itu, Presiden berharap para perwira TNI dan Polri beserta mitra sipilnya dapat terus menambah pengetahuan mereka.

"Semoga lembaga ini terus berkembang dan menjadi institusi kredibel dan world class university. Semoga di lembaga ini pemahaman perwira TNI dan siapa saja yang berminat masalah pertahanan dan keamanan serta masalah strategis lainnya dapat terus ditingkatkan," tutur Presiden.

Ide membentuk Universitas Pertahanan pertama kali dilontarkan pemerintah pada Januari 2008. Ide tersebut kemudian digodok oleh Departemen Pertahanan bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Pertahanan Indonesia membuka tiga program pascasarjana, yaitu sekolah strategi perang semesta, sekolah staf dan Komando TNI, dan sekolah kajian pertahanan dan strategis.

Presiden mengingatkan posisi geografi yang strategis akan membuat Indonesia selalu penting di pergaulan dunia dari sisi politik dan ekonomi.

Untuk itu, kata Presiden, diperlukan institusi khusus untuk mengajarkan dan mengembangkan berbagai pikiran dasar tentang isu-isu utama seperti masalah pertahanan dan keamanan nasional.

Menandai peresmian Universitas Pertahanan Indonesia, Departemen Pertahanan mengadakan seminar internasional bertema tantangan geopolitis dan geoekonomi Indonesia pada 2025. Seminar itu juga dibuka oleh Presiden Yudhoyono bersamaan dengan peresmian Universitas Pertahanan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan Universitas Pertahanan dibentuk dengan ciri khas Indonesia namun berpandangan global.

Selain bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi Indonesia, Departemen Pertahanan juga telah meninjau berbagai universitas pertahanan di mancanegara untuk membentuk universitas dengan motto identitas, nasionalisme, dan integritas itu. (mediaindonesia)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment