Saturday, March 7, 2009

11 Maret Presiden Luncurkan Universitas Pertahanan


7 Maret 2009, Jakarta -- Universitas Pertahanan Indonesia atau Indonesia Defense Univeristy yang diprakarsai oleh Departemen Pertahanan akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta 11 Maret 2009. Pembukaan Universitas akan dilanjutkan dengan seminar internasonal bertema “Indonesia 2025: Tantangan Geopolitik dan Keamanan”.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dalam siaran pers yang diterima Analisa, Jumat menjelaskan, setelah melalui pembahasan yang panjang dan mendalam, ide pembentukan lembaga pendidikan pasca sarjana untuk memenuhi kebutuhan mendesak meningkatkan kemampuan dan kapabilitas strategi pertahanan secara menyeluruh dilakukan pada bulan Januari 2008.”Lembaga ini akan mentransformasikan pendidikan militer dan pertahanan Indonesia dengan sasaran jangka panjang pembentukan budaya militer TNI yang modern,” jelas Menhan.

Dikatakan Menhan, perubahan dalam lingkup nasional, regional maupun global melahirkan suatu tantangan baru dalam pertahanandan strategi suatu Negara. Karena itu, Pemerintah Indonesia menyadarai adanya kebutuhan mendirikan suatu institusi pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin dari kalangan militer dan sipil dengan kemampuan dan kompetensi dalam hal strategis dan pertahanan yang mencakup wawasan lebih luas dan adaptif secara global.

Dirjen Strategi Perthanan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe menambahkan, Dephan dengan dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan sebagai area vital dalam kebijakan reformasi sektor keamanan.

“Universitas Pertahanan Indonesia akan menjadi sumber pencetakan calon-calon pemimpin masa depan, calon- calon penentu kebijakan strategis Indonesia dari kalangan militer maupun sipil yang berwawasan global, fasih dan memahami isu isu pertahanan strategis dan keamanan sehingga kita menuju kepada menciptakan dunia yang lebih stabil,” jelas Syaruddin.

Universitas Pertahanan Indonesia merupakan bagian dari komunitas akademisi militer dan strategsi internasional akan bekerja sama dengan beberapa institusi seperti United States National Defence University, California University, Inggris dan Strategic and Defense Studies Centre (Australia).

Univeritas Pertahanan Indonesia menyediakan tiga program yaitu National War College (NWC) atau Sekolah Perang Nasional, Joint Forces Staff College (JFSC) atau Sekolah Staf Angkatan Gabungan dan Institute for Defense and Strategic Studie (IDSS) atau Institut Studi Strategis dan Pertahanan. Motto Universitas Pertahanan Indonesia adalah Identitas, Nasionalisme, Integritas. (analisa)


Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia berkonsep trimatra

Unhan Indonesia akan diresmikan pada Maret 2009. guna mencetak para calon pemimpin bangsa, yang berwawasan luas, berdaya saing tinggi, kreatif, inovatif dan berkarakter.

Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai menjadi pembicara kunci lokakarya Unhan di Jakarta, Rabu (18/2), mengatakan, saat ini banyak negara seperti Singapura, Meksiko dan Brasil, yang telah memiliki Universitas Pertahanan untuk melakukan kajian tentang posisi negara masing-masing baik secara geopolitik maupun geoekonomi

"Meski banyak negara seperti Amerika Serikat (AS), Jerman dan Australia yang akan membantu pendirian universitas tersebut, namun kendali konsep kurikulum Unhan tetap dipegang oleh Indonesia," jelasnya.

Juwono mengemukakan, sebagai negara yang memegang kunci utama baik di kawasan Asia Tenggara maupun Asia Pasifik, sudah selayaknya Indonesia memiliki Universitas Pertahanan untuk mengkaji lebih jauh apa dan bagaimana posisi Indonesia dalam sepuluh hingga 15 tahun kedepan, baik secara geopolitik maupun geoekonomi.

Juwono menambahkan, meski inti materi pengajaran dan pembelajarannya adalah militer berkonsep trimatra terpadu, namun Unhan juga memberikan aspek-aspek non militer. "Jadi, setiap kalangan bisa belajar di Unhan dengan tingkatan strata dua (S-2)," katanya.

Terkait anggaran bagi Unhan, Juwono mengatakan, saat ini diambil dari anggaran Departemen Pertahanan (Dephan). Namun, pihaknya akan mengajukan anggaran tambahan, dalam alokasi anggaran pertahanan TA 2010. (inilah)

No comments:

Post a Comment