Tuesday, June 3, 2014

TNI Menargetkan Bentuk Batalion Mekanis di Setiap Kodam

Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha merupakan Batalyon mekanis pertama dibentuk di jajaran TNI AD yang berkedudukan di Jln. Raya Bogor Km 26 Gandaria Jakarta Timur, Rabu, 17 Februari 2010. Perbedaan antara Batalyon Infanteri dengan Batalyon Infanteri Mekanis terletak pada adanya kendaraan tempur pengangkut personel atau panser dengan jumlah sesuai TOP 82 kendaraan tempur dan jumlah personel Batalyon lebih banyak. (Foto: TNI)

03 Juni 2014, Perairan Situbondo: Markas Besar TNI menargetkan seluruh Komando Daerah Militer minimal akan memiliki satu batalion mekanis untuk memperkuat sistem pertahanan matra darat.

"Keberadaan batalion mekanis ini ke depan sangat prospektif," kata Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, kepada wartawan, di geladak KRI Makassar-590 yang berlayar di Laut Jawa, Selasa.

Kapal perang TNI AL kelas Landing Platform Dock itu menjadi kapal komando Latihan Gabungan TNI 2014, latihan terpadu antar matra TNI yang paling besar dilaksanakan setelah latihan serupa pada 1983, di Cilegon, Banten.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Mayor Jenderal TNI M Fuad Basya, menambahkan, batalion mekanis adalah batalion infantri yang dilengkapi dengan perangkat mobilitas, di antaranya panser pengangkut pasukan.

"Untuk saat ini batalion mekanis baru ada di Jakarta, yaitu Batalion Mekanis 201 dan sudah memiliki sejumlah panser meskipun belum ideal," katanya. Batalion mekanis itu dilengkapi panser Anoa 6x6.

Sementara Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD yang juga Direktur Latihan Gabungan TNI 2014, Letnan Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, menjelaskan, secara ideal setiap batalion mekanis memiliki 52 panser.

"Sebetulnya ada dua yang dikembangkan TNI, yakni batalion mekanis dan batalion motoris. Batalion mekanis itu dilengkapi panser beroda rantai, sedangkan motoris yang beroda ban, yaitu Anoa," katanya.

Sumber: ANTARA News

No comments:

Post a Comment