Thursday, June 5, 2014

Operasi Mobilisasi Udara di Asembagus

Sejumlah heli serbu milik Penerbad TNI AD melakukan Operasi Mobilisasi Udara (Mobud) saat Operasi Darat Gabungan dalam Latihan Gabungan TNI 2014 di Puslatpur Marinir, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (4/6). Operasi Mobbilisasi Udara (Mobud) bertujuan untuk mendukung pergeseran pasukan Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) dengan memberikan bantuan tembakan dan melakukan pengangkutan 160 Prajurit dari Yonif 411/Raider yang kemudian meluncur dengan tali dari pesawat (Fast Roop). (Foto: ANTARA FOTO/Suryanto/ed/MES/14)

5 Mei 2014, Situbondo: Direktur Latihan Gabungan (Dirlatgab) TNI Letjen TNI Lodewijk F. Paulus melihat secara langsung pelaksanaan gelar Operasi Mobilisasi Udara (Mobud) di Kawasan Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Marinir-5 Baluran Asembagus, Situbondo Jawa Timur, Sabtu (31/5/2014).

Operasi Mobud ini dalam rangka mengejar musuh di daerah Asembagus Komplek yang termasuk dalam skenario Latihan Gabungan (Latgab) TNI tahun 2014.

Penerbad dalam tugasnya mendukung Satuan Tugas (Satgas) Pasukan Khusus untuk melaksanakan Exfiltrasi dengan menggunakan 2 Heli Bell dan terbang pada malam hari.

Sedangkan Satgas Passus sendiri berjumlah 45 orang terdiri dari 20 Sat-81, 15 Denjaka dan 10 Denbravo, dengan menggunakan Alutsista Night Vision Google (NVT). Satgas Passus ini melaksanakan penghancuran sasaran di wilayah Nusa Kambangan Cilacap, Jawa Tengah.

Sebuah heli milik Penerbad melakukan sling load atau mengangkut Meriam 105 MM KH-178 dalam operasi Mobilisasi Udara (Mobud) saat Latgab TNI 2014 di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Marinir, Baluran Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (4/6). Pengangkutan meriam tersebut dilakukan untuk mendekatkan titik sasaran karena tembakan tidak terjangkau. (Foto: ANTARA FOTO/Seno/ed/mes/14)

Selain itu Penerbad juga melakasanakan Sling Load yaitu mengangkut Meriam 105 MM untuk pindah kedudukan Stelling Armed untuk mendekatkan kesasaran karena tembakan tidak terjangkau, menggunakan 3 Heli Mi-17V5.

Penerbad juga mendukung pergeseran pasukan Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) yaitu memberikan bantuan tembakan menggunakan 4 heli Mi-35P dengan Munisi Roket S 8 Kom 80 MM, Canon 30 MM dan 3 Bölkow NBO-105 dengan Folding Roket Fin Areal Rocket (FFAR).

Dalam Operasi Mobud tersebut, Penerbad juga menggunakan 6 heli serang terdiri dari 4 Mi-35P, 2 NBO-105 sebagai Kawal Mobud. Selanjutnya 20 Heli Serbu terdiri dari 18 Bell 412 buatan PT.DI dan 2 Bell 205 A-1. Keduapuluh heli serbu tersebut mengangkut 160 Prajurit dari Yonif 411/Raider, kemudian meluncur dengan tali dari pesawat (Fast Roop).

Selain menyaksikan Operasi Mobud, sore harinya Dirlatgab TNI juga berkesempatan untuk mencoba penembakan koreksi Meriam Howitzer, dilanjutkan penembakan Rocket Misile (RM) Grad 70 oleh personel Yon Arhanud Marinir di Pantai Banongan Asembagus Situbondo.

Kemudian Dirlatgab TNI menyaksikan penembakan Meriam Giant Bow Kaliber 23 MM Arhanudri I/Kostrad. Sementara itu, Armed 10/Kostrad Braja Musti juga melakukan uji coba penembakan Meriam KH-178 2 Baterai 12 pucuk, Meriam 105/Tarik 1 Baterai 6 Pck, Meriam 105/Tarik.

Sumber: Pelita

No comments:

Post a Comment