Saturday, May 21, 2011

Menhan: RI-China Tingkatan Kerja Sama

KRI Layang tembakan rudal C-802 buatan Cina. (Foto: Dispenal)

21 Mei 2011, Jakarta (Suara Karya): Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan China Jenderal Liang Guanglie di Jakarta, Kamis (19) malam, mengadakan dialog bilateral membahas rencana peningkatan kerjasama bidang pertahanan antardua negara.

"Dialog bilateral kali ini adalah untuk menindaklanjuti yang telah diputuskan pada forum dialog yang telah dilaksanakan pada bulan Maret 2011 yang lalu. Dialog ini, sekaligus mengeratkan hubungan pertahanan kedua negara," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta, Jumat (20/5).

Dalam dialog bilateral tersebut, Purnomo mengapresiasi dan berterimakasih kepada Menhan dan seluruh delegasi China karena memenuhi undangan pemerintah Indonesia dalam dialog bilateral Indonesia-China.

Kunjungan kehormatan Menhan China ke Indonesia mengonstruksikan semangat kerja sama kedua negara yang telahh terjalin dengan baik, khususnya dalam meningkatkan hubungan bilateral di bidang pertahanan.

Dialog bilateral itu juga dimakasimalkan Menhan kedua negara untuk bertukar pikiran serta membahas beberapa isu dan potensi kerjasama yang dapat dikembangkan oleh kedua negara.

"Kerja sama pertahanan kedua negara sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, hingga pada tahun 2006 telah dirintis forum konsultasi bersama yang pertama di Jakarta dan dilanjutkan dengan forum konsultasi bilateral kedua pada tahun 2007 di Beijing," ujar Purnomo.

Menurut Purnomo, forum dialog itu sangat baik sehingga dapat membantu meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan kedua negara, yang telah dibuktikan dengan dilakukannya penandatangan defence cooperation agreement (DCA) antara Indonesia-Tiongkok pada tahun 2007.

Kemajuan Kerja Sama

Sampai saat ini, Purnomo mengatakan, kerja sama bidang pertahanan Indonesia dengan China telah mengalami kemajuan, seperti pertukaran pendidikan, pelatihan maupun dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Bidang pendidikan pertahanan sudah banyak kemajuan, walaupun belum semua tawaran jenis pendidikan militer dapat dipenuhi oleh Indonesia," ujarnya.

Siswa militer China yang belajar di Indonesia tidak hanya menempuh pendidikan setingkat sekolah staf dan komando (sesko), namun tahun ini sudah ada yang mengikuti Lemhannas.

Ke depan, Menhan mengharapkan, kedua negara perlu memperbanyak kesempatan bagi siswa militer menimba ilmu di pendidikan militer masing-masing negara.

Sumber: Suara Karya

No comments:

Post a Comment

Post a Comment