Wednesday, November 24, 2010

Muhibah KRI Dewa Ruci

Seorang prajurit kadet AAL tingkat III Angkatan 57 yang merupakan awak dari KRI Dewaruci disambut oleh keluarganya saat tiba di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Selasa (23/11). KRI Dewaruci kembali ke Surabaya setelah melakukan perjalanan laut selama 8 bulan 11 hari dan menyinggahi 25 negara Eropa. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/ama/10)

24 November 2010, Surabaya -- Setelah 8 bulan 11 hari berlayar ke Benua Asia, Afrika, dan Eropa dalam rangka tugas diplomasi, kapal perang latih TNI Angkatan Laut, KRI Dewa Ruci, Selasa (23/11) akhirnya bersandar di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur Surabaya.

Dalam perjalanan diplomasinya ke 29 kota di 21 negara, kapal berjenis kapal layar tiang tinggi (tall ship) ini berhasil menyabet sebanyak 23 penghargaan internasional.

Sejak 12 Maret lalu, KRI Dewa Ruci berlayar menempuh sekitar 27.537 mil laut (50.998,524 kilometer) menyusuri lautan dan tiga benua. Dalam pelayarannya, selain menjalankan latihan dan praktik berlayar, para kadet dan anak buah kapal (ABK) juga bertugas menjadi duta budaya dan wisata serta duta diplomasi internasional.

KRI Dewa Ruci dioperasikan sebanyak 88 ABK dan membawa 83 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan 57. Dalam perjalanannya, mereka berhasil memenangi 23 kejuaraan, antara lain peserta pelayaran terjauh pada The Historical Sea Tall Ships Regatta 2010, penampilan terbaik kirab kota di Volos dan Lavrion, kapal paling spektakuler memasuki pelabuhan di Antwerp, hingga kapal layar tinggi terpopuler di Sail Amsterdam 2010.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto mengatakan, semua ABK dan kadet KRI Dewa Ruci berhasil menjalankan salah satu tugas TNI, yaitu diplomasi. ”Di tengah segala permasalahan yang sedang melanda negeri ini, diplomasi mereka telah membawa nama harum Indonesia di luar negeri,” ucapnya, Selasa (23/11) saat menyambut kedatangan para ABK dan kadet KRI Dewa Ruci di Dermaga Armatim, Surabaya.

Pakaian tradisional

Saat tiba di Surabaya, beberapa kadet AAL tampak mengenakan pakaian-pakaian tradisional dari berbagai negara yang mereka kunjungi. Sebagian kadet lain mengenakan pakaian tradisional Indonesia. Tampak pula piala dan sejumlah penghargaan ditata rapi di geladak KRI Dewa Ruci.

Sebelum berangkat berlayar, para prajurit TNI AL itu telah berlatih berbagai tarian tradisional Indonesia, seperti tari rampak gendang dari Jawa Barat, tarian saman dari Nanggroe Aceh Darussalam, tarian kecak dari Bali, dan tarian badinding dari Sumatera; reog ponorogo dari Jatim, musik band, serta pencak silat. Berbagai kesenian itu mereka tampilkan saat berkunjung ke beberapa negara.

Bambang menambahkan, KRI Dewa Ruci setiap tahun menjalani pelayaran muhibah ke berbagai benua dan negara.

KOMPAS

No comments:

Post a Comment

Post a Comment