Saturday, November 27, 2010

Didit Herdiawan Menjabat Pangkolinlamil


26 November 2010, Jakarta -- Kolinlamil selaku salah satu kotama pembinaan dan operasional TNI Angkatan Laut, mengemban tugas-tugas membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara di laut serta melaksanakan angkutan administrative, taktis, strategis.

Selain itu, sebagai bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), Kolinlamil dituntut pula untuk mampu melaksanakan tugas-tugas TNI Angkatan Laut dalam operasi militer untuk perang dan operasi selain perang.

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Soeparno selaku Irup dalam upacara militer serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer dari Laksamana Muda TNI Slamet Yulistiyono kepada Laksamana Pertama TNI Didit Herdiawan, MPA, MBA, di Lapangan Apel Mako Kolinlamil, Jakarta.

Lebih lanjut dalam amanatnya Kasal mengatakan, seiring dengan perkembangan lingkungan strategis dan tuntutan tugas yang semakin kompleks, serta untuk menjamin kepentingan nasional di dan atau lewat laut, pemimpin TNI Angkatan Laut menetapkan kebijakan dan strategi pembinaan yang diarahkan kepada terwujudnya TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani.

Pada Hal tersebut diimplementasikan kedalam suatu kebijakan strategis pembangunan kekuatan pertahanan menuju kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force / MEF. Kekuatan yang dirancang untuk dapat melakukan tugas pokok dengan menggunakan pendekatan ancaman dan kemampuan.

Selain itu juga Kasal menambahkan, saat ini unsur-unsur yang dimiliki Kolinlamil jumlahnya sangat terbatas dan sebagian besar buatan di atas tahun 1980-an. Seiring dengan kebijakan pembangunan menuju kekuatan pokok minimum kedepan, Kolinlamil akan menjadi prioritas khususnya dalam pengadaan jenis kapal angkut pasukan maupun kapal angkut logistik seperti LST dan LPD.

Dalam menyikapi keterbatasan kemampuan unsur Kolinlamil saat ini, perlu diambil langkah-langkah inovatif dan kreatif agar pembinaan prajurit yang bertugas di KRI tetap terjaga melalui peningkatan latihan di darat dengan menggunakan metode simulasi dan melakukan penugasan ABK yang kapalnya siap berlayar secara bergiliran.

Dispenkolinlamil/Pos Kota

No comments:

Post a Comment

Post a Comment