Tuesday, October 5, 2010

Kelompok Separatis Kuasai Pantai Mapaluse Bitung

Sejumlah anggota pasukan Marinir TNI AL turun dari Tank Amfibi saat pendaratan di Pantai Mapalus, Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (5/10). Pendaratan Amfibi oleh Kadet Marinir dan pasukan Marinir dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (YONMARHANLAN) VIII Bitung untuk memeriahkan HUT Ke-65 TNI . (Foto: Antara/Basrul Haq/ss/ama/10)

05 Oktober 2010, Bitung -- Sekelompok Separatis menguasai Pantai Mapaluse, Kecamatan Wangurer, Kota Bitung. Melihat keadaan yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) TNI AL menurunkan pasukan amphibi untuk melumpuhkan separatis.

Pada gelombang pertama dua Tank PT 76 (Modifikasi) dari Kapal KRI Teluk Lampung sebagai kapal angkut material dan personil pendarat. Lalu disusul oleh dua kendaraan Amphibi BTR 50 P (modifikasi). Dimana di dalamnya terdapat 15 personil pasukan marinir dan kadet AAL Korps Marinir yang dipimpin sersan mayor dua kadet Jeysen Sambiran. Kemudian disusul dua perahu karet. Selain itu KRI Tedong Naga 819 pun siap membantu memberikan bantuan tembakan ke pantai.

Pertempuran terjadi dengan sengit di pantai dan empat ledakan terjadi di pantai.

Kelompok separatis yang terkonsentrasi di beberapa titik pertahanan berhasil dilumpuhkan. Sementara yang terdesak berlari kearah bukit dan dikejar oleh marinir sehingga berhasil dilumpuhkan.


Sejumlah anggota pasukan Marinir TNI AL turun dari Tank Amfibi saat pendaratan di Pantai Mapalus, Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (5/10). (Foto: Antara/Basrul Haq/ss/ama/10)

Ini adalah demonstrasi pendaratan Operasi Amphibi yang dilakukan oleh TNI AL dari para kadet tingkat III Korps Marinir Angkatan 57, Akademi AL Bumi Moro Surabaya bersama dengan prajurit-prajurit dari batalyon pertahanan Pangkalan VIII Bitung dan prajurit resimen Kavaleri 1, Pasmar I Surabaya dalam rangka Hari Ulang Tahun TNI ke 65 yang dipusatkan di Kota Bitung. Senin (05/10/2010)

Dalam perayaan ini juga dihadiri oleh TNI AU, AL dan Polri. Sebelumnya juga diadakan upacara dipinggir pantai yang dilakukan oleh TNI dari tiga angkatan.

Lalu setelah upacara dan rangkaian simulasi. Dilanjutkan dengan acara syukuran di Markas Dodik Sacata B.

Menurut Danrem 131/Santiango, Kolonel (inf) Robert Lumempouw, Kota Bitung sengaja dipilih sebagai puncak HUT TNI ke 65 karena beberapa alasan.

Pertama ingin mencari suasana karena kegiatan HUT TNI sebelumnya dipusatkan di Kota Manado.

Kedua terkait juga pendidikan taruna AL yang sedang memasuki tahap pelatihan. "Sehingga kita memanfaatkan latihan itu (untuk melakukan demonstrasi)," jelas Lumempouw.

Dalam perayaan ini turut di hadiri oleh Wakil Danlantamal VIII, Kolonel Harhar Sucharyana, Wakapolda Sulut Kombes Drs Simsop Sugiharto, Danlanusri Letkol (Pnb) Yudi Mandega, Wakil Gubernur Sulut Djauhari Kansil, Walikota Bitung Hanny Sondakh, Penjabat Bupati Minahasa Selatan M Onibala dan selururh jajaran musyawarah pimpinan daerah (muspida) Kota Bitung. Serta masyarakat Kota Bitung yang dengan antusias ingin melihat acara HUT TNI ke 65.

Warga antusias menaiki kendaraan tempur amphibi

Warga Kota Bitung antusias dan berdecak kagum saat menyaksikan demonstrasi pendaratan Operasi Amphibi yang dilakukan oleh TNI AL. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 65 yang dipusatkan di Pantai Mapaluse, Kota Bitung.

"Bagus sekali," ujar Susi, warga Pinongkalan, kepada Tribun Manado saat ditemui di tempat berlangsungnya acara, Selasa (05/10/2010)

Pada kesempatan ini pun, seluruh masyarakat diberikan kesempatan untuk dapat menaiki kendaraan tempur Amphibi BTR 50 P (Modifikasi) dan Kendaraan tempur jenis tank PT 76 (modifikasi) yang digunakan pada saat demonstrasi.

Meski hanya berputar-putar disekitar pantai namun hal tersebut tidak menyurutkan antusias warga untuk ikut naik.

"Sedap sekali. Seumur hidup baru saya naik ini," jelas Susi.

Tidak hanya orang dewasa saja yang antusias menaiki kendaraan tempur tersebut. Terlihat anak-anak sekolah dasar (SD) yang dibawa orangtuanya antusias menaiki kendaraan tempur tersebut.

"Senang sekali," jelas Stefen, siswa SD Inpres, Kecamatan Wangurer.

Bahkan karena melihat gagahnya para tentara membuat bocah-bocah tersebut bercita-cita menjadi tentara.

"Iya, saya kalau sudah besar mau jadi tentara," ujar Stefen yang ikut naik kendaraan tempur Amphibi bersama orangtuanya.

Tidak hanya warga yang antusias, Wakil Gubernur Sulut Djauhari Kansil dan Anggota DPRD Provinsi Sulut John Dumais terlihat antusias menaiki kendaraan tempur Amphibi. Lalu berkeliling Pantai Mapaluse.

Tribun Manado

No comments:

Post a Comment

Post a Comment