Friday, September 17, 2010

Koarmatim Peringati Hari TNI AL ke-65


17 September 2010, Surabaya -- Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) memperingati Hari TNI Angkatan Laut ke 65 dalam suatu upacara militer yang dipimpin oleh Inspektur Upacara (Irup) Kolonel Laut (E) FX. Joko Triyono. SE, yang sehari hari menjabat sebagai Inspektur Koarmatim.

Upacara yang berlangsung dengan sederhana dan khimad itu, dilaksanakan di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya. Jumat (17/9). Upacara tersebut diikuti dari Batalyon Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Koarmatim. Dalam amanat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Agus Suhartono. SE. yang dibacakan Irup mengatakan, pentingya pelaksanaan upacara hari TNI AL bagi TNI Angkatan Laut karena berdasarkan fakta sejarah pada tanggal 10 September 1945 merupakan tonggak berdirinya TNI AL dan selanjutnya ditetapkan dalam peraturan Kasal No. Perkasal / 77/X/2009 tentang hari lahir TNI AL, hari Akademi TNI AL, dan Hari Armada RI.

Dikatakan Kasal, bahwa cikal bakal TNI AL berawal dari diubarkanya Peta, dan Heiho diseluruh Indonesia, pada Tnaggal 22 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) telah dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang bertugas memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi sekutu.

Pada tanggal 10 September 1945 pemerintah Indonesia yang saat itu belum genap berusia 1 bulan, mendirikan Badan Keamanan Rakyat Bagian Laut (BKR) Laut yang diprakarsai oleh bekas anggota “Koninklijke Marine” , guru dan murid Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT), Sekolah Pelayaran Rendah (SPR), pegawai dari Jawa Unko Kaisha, Kaigun Heiho dan Pemuda Pecinta Laut lainnya, yang disahkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sekaligus menetapkan Laksamana III M. Pardi sebagai pemimpin BKR Laut Pusat.

“Pembentukan BKR Laut Pusat inilah yang akhirnya menggetarkan organisai dan perkumpulan kemaritimn di tanah air untuk membentuk BKR Laut di daerah- daerah. Oleh karena itu, untuk menghormati para pendiri BKR Bagian laut, maka tanggal 10 September 19 45 ditetapkan sebagai hari lahirnya Angkatan Laut RI, yang selanjutnya kita peringati sebagai hari lahir TNI AL,” kata Kasal.

Menurut Kasal, tradisi peringatan hari lahir TNI AL pada dasarnya memiliki makna yang sangat penting antara lain, pertama makna keimanan dan ketaqwaan yang merupakan suatu ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala petunjuk, tuntunan dan perlindunganNya. Kedua, makna Historis merupakan upaya pelestarian sejarah sejak awal kelahiran sampai dengan saat ini TNI AL telah mampu mengemban tugas-tugas Negara sesuai anmanat Undang-undang Negara khusunya dalam menjaga keutuhan Negara KesatuanRepublik Indonesia. Ketiga, makna Evaluatif dapat diartikan sebagai momentum instrospeksi dan evaluasi diri, tentang kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan tugas pada masa lalu, guna dievaluasi dan dikoreksi untuk disempurnakan sehingga tugas-tugas mendatang dapat dilaksankan secara lebih optimal.

“Peringatan hari TNI AL tahun ini, jatuh bertepatan dengan hari raya Idul Fitri yang merupakan hari libur nasioanal, sehingga rangkaian peringatannya baru dapat kita laksanakan hari ini. Saya berharap hal tersebut tidak memgurangi makna historikal lahirnya Angkatan Laut Republik Indonesia, dan kita semua sebagai generasi penerus tetap mengingat jasa para pendahulu serta terus mempertahankan nilai heroik berdirinya Angkatan laut Republik Indonesia,” tegas Kasal.

Dispenarmatim

No comments:

Post a Comment

Post a Comment