Friday, February 19, 2010

Gudang Senjata TNI di Bandung Terendam Banjir


19 Februari 2010, Bandung -- Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung sejak kemarin, membuat gudang senjata milik Kodam III Siliwangi Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) terendam banjir.

Beruntung, para prajurit berhasil menyelamatkan senjata dan amunisi sehingga tidak sampai tergenang banjir.

"Gudang senjata ikut terendam, tapi senjata dan amunisi berhasil diselamatkan," kata Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo saat mengunjungi Markas Yon Zipur Dayeuhkolot yang terendam banjir, Jumat (19/2/2010).

Menurut Pramono, banjir yang merendam Markas Yon Zipur cukup parah. Ketinggian air bahkan ada yang mencapai plafon rumah. Saat ini, kata dia, langkah yang diambil terlebih dahulu adalah menyelamatkan para prajurit dan keluarganya.

"Kita fokus menyelamatkan prajurit dan keluarganya, karena mereka tanggung jawab kita. Saat ini, saya harus pastikan dulu seluruh keluarga prajurit aman," tandas Pramono.

Terkait bantuan peralatan, Pramono mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengerahkan 12 perahu karet, dan sejumlah tenda. Soal personel TNI yang diturunkan, Pramono mengatakan seluruh personel TNI harus siap.

"Kalau TNI harus siap. 100 persen kita siap menjaga masyarakat dan diri sendiri," kata Pramono.

okezone

Koopsau II Berganti Panglima

Kepala staf Angkatan udara, Marsekal TNI. Imam Sufaat (kiri) menyematkan pangkat kepada pejabat baru, saat serah terima jabatan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau II) dari pejabat lama, Marsma TNI. Yushan Sayuti, ke pejabat baru, Marsma TNI R. Agus Munandar, di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Jum,at (19/2). Selanjutnya pejabat lama, Marsma TNI. Yushan Sayuti, mendapat tugas baru sebagai staf ahli di Mabes TNI Angkatan Udara. (Foto: ANTARA/Adnan/ed/hp/10)

18 Februari 2010, Makassar -- Gerbong mutasi pejabat di lingkungan TNI AU, khususnya di Komando Operasi TNI AU (Koopsau II) kembali bergerak. Tongkat Komando Koopsau II yang selama ini dipegang Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti, telah berpindah tangan kepada Marsekal Pertama (Marsma) TNI R. Agus Munandar.

Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pangkoopsau II dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufa’at, S.IP dalam suatu upacara militer di Lanud Sultan Hasanudin, Makassar, Jumat (19/2). Tampak hadir menyaksikan Sertijab, para pejabat Muspida Sulawesi Selatan, pejabat teras Mabesau, serta tamu undangan lainnya.

Pejabat baru, Masma TNI R. Agus Munandar merupakan putra kelahiran Solo, Jawa Tengah, 53 tahun yang lalu. Sebelum dilantik menjadi Pangkoopsau II, penerbang pesawat Fokker F-27 ini adalah Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Adisucipto, Yogyakarta. Karirnya diawali dengan mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta tahun 1980 dan dilanjukan mengikuti pendidikan Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU di Yogyakarta tahun 1980.

Karirnya mulai bersinar, ketika pada tahun 1995 dipercaya untuk memangku jabatan sebagai Komandan Pendidikan (Skadik) 102 Wingdik Terbang, Lanud Adisucipto, Yogyakarta tahun 1995 dan Skadik 104 Wingdik Terbang Lanud Adsucipto Yogyakarta tahun 1996. Setelah itu, alumnus Lemhanas tahun 2005 ini mendapat promosi menjadi Komandan Lanud Balikpapan, Kalimantan Timur.

Karirnya makin meroket ketika tahun 2008 lalu diercaya untuk menduduki jabatan wakil Gubernur AAU dengan pangkat Marsekal Pertama (Marsma) TNI.Suami dari Anna Noorhasanah ini terus melaju dengan jabatannya sebagai Komandan Lanud Adisucipto. Dan akhirnya terhitung mulai tanggal 5 Februari 2010 sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep/77/II/2010, Marsma TNI R. Agus Munadar resmi menjabat sebagai Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkopsau) II di Makassar.

Sementara, pejabat yang digantikan, Marsda TNI Yushan Sayuti, mendapat alih tugas sebagai Pati Staf Ahli Kasau di Mabes TNI AU, Cilangkap Jakarta. Marsda TNI Yushan Sayuti, yang mengawali karirnya dari AAU tahun 1976 selanjutnya akan memasuki masa purna tugas. Suami dari Elsyah Fatimah Baygas ini telah memangku jabatan Pangkoopsau II selama kurang lebih dua tahun empat bulan.

Pen Koopsau II

Berlatih Perang, Prajurit Marinir Bantu Korban Banjir


19 Februari 2010, Lampung -- Puluhan prajurit Marinir yang sedang mengikuti latihan perang ikut membantu evakuasi korban banjir bandang di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (19/02). Mereka sibuk membantu menyeberangkan warga yang hendak melintas sebuah jalan yang nyaris putus dan membersihkan rumah warga dari rendaman lumpur. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran prajurit marinir untuk membantu korban banjir bandang,” kata Haris Fadilah, Pejabat Bupati Pesawaran di lokasi bencana.

Para prajurit itu merupakan bagian dari sekitar 5000-an prajurit yang sedang mengikuti latihan pemantapan terpadu di Piabung Padang Cermin sejak akhir Januari lalu. Banjir bandang juga sebenarnya menerjang sejumlah tenda dan barak tempat para prajurit itu bermalam. Mereka bekerja sama dengan warga dan anggota Kepolisian Daerah Lampung.

Banjir bandang yang terjadi hari Kamis (18/1) kemarin menyebabkan satu orang tewas dan ratusan rumah rusak. Sebanyak 19 rumah hanyut terbawa arus, belasan rusak berat dan lainnya rusak ringan serta rata-rata terendam lumpur. Banjir juga menghanyutkan tiga unit mobil hingga 3 kilometer lebih.

Saat ini, para prajurit marinir itu masih membantu membangun tenda darurat, dapur umum dan pos kesehatan. Sementara prajurit lainnya masih terus berlatih tidak jauh dari lokasi bencana. “Mereka akan bertugas hingga kami bisa menangani para korban. Kami masih terus mendata jumlah kerugian akibat banjir bandang,” katanya.

TEMPO Interaktif

Anoa Kandidat Kuat Pemenang Tender Panser Malaysia

Panser Anoa digunakan Kontingen Garuda di Lebanon.

19 Februari 2010 -- Perdana Menteri Malaysia akan mengambil keputusan apakah pemerintahnya membeli kendaraan tempur dari PT. Pindad Indonesia, atau negara lainnya, ungkap Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, Rabu (17/2).

“Kami telah mengirimkan satu tim ke Pindad guna memperlajari produksi dan pelayanan purna jual serta sistem pembayaran. Setelah itu tim akan menyerahkan laporan ke Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak guna diambil sebuah keputusan,” ungkap Hamidi.

Panser Anoa bersaing ketat dengan panser buatan Korea Selatan dan Perancis. Dengan semangat yang dicanangkan PM Najib membangun industri pertahanan ASEAN, Indonesia optimis memenangkan tender ini. Malaysia meminta mesin yang digunakan diganti dengan buatan Mercedez, sedangkan Pindad menawarkan buatan Renault.

Malaysia telah membeli helikopter Super Puma dan pesawat CN-235 untuk angkatan bersenjatanya. Sedangkan Indonesia membeli kendaraan buatan Proton Saga untuk dijadikan taxi. Malaysia mengharapkan perawatan pesawat militer Indonesia di Malaysia sedangkan Malaysia akan mengirimkan kapal perangnya ke galangan kapal di Indonesia.

Hamidi mengatakan Malaysia tertarik juga menanamkan investasi galangan kapal di Indonesia karena negaranya memiliki banyak tenaga ahli perkapalan. Ratusan mantan karyawan PT. PAL Indonesia yang terkena program rasionalisasi bekerja di galangan kapal Malaysia.

KOMPAS.com/@beritahankam

AL Bangladesh Pesan 2 Helikopter AW109 Power


19 Februari 2010 -- Angkatan Laut Bangladesh memesan dua helikopter maritim AW109 Power dari perusahaan AgustaWestland, Finmeccanica. Helikopter dapat digunakan untuk berbagai misi maritim termasuk SAR, perlindungan ZEE, pengawasan permukaan dan keamanan maritim.

AL Bangladesh akan menerima helikopter ini pada 2011. Helikopter dapat dioperasikan dari frigate BNS Bangabandhu.

AW109 berbobot 3 ton dengan kapasitas penumpang 8 orang, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney PW206C dengan FADEC.

BNS Bangabandhu dibuat oleh galangan kapal Daewoo, Korea Selatan pada 1999, nilai kontrak senilai 100 juta dolar. Kapal ini sekelas dengan frigate kelas Ulsan milik AL Korea Selatan berfungsi sebagai frigate anti serangan udara, permukaan dan kapal selam.

AgustaWestland/@beritahankam

Dua Typhoon Tiba di India Untuk Menangi MMRCA

Eurofighter Typhoon. (Foto: Eurofighter)

19 Februari 2010 -- Dua jet tempur Typhoon milik AU Jerman (Luftwaffe) lepas landas dari Pangkalan Udara Laage, Jerman, Senin (15/2), mendarat di Bangalore, Kamis (18/2).

Kedua jet tempur disiapkan untuk uji terbang oleh para pilot AU India, dalam program tender 126 jet tempur yang dikenal dengan Medium Multi-role Combat Aircraft (MMRCA).

AU India telah menguji empat pesawat dari enam kontestan, Boeing F/A-18 Super Hornet, Lockheed F-16IN Super Viper, Dassault Rafale dan MiG-35, terakhir yang akan diuji coba SAAB Gripen NG.

Dalam usahanya memenangkan tender Eurofighter Typhoon memboyong simulator ke arena pameran Defexpo 2010 di New Delhi yang berlangsung 15 - 18 Februari. Selama tiga hari, simulator dikunjungi oleh Menteri Pertahanan India A.K Antony, KASAU India Marsekal P.V Naik, Komodor Udara Rakesh Dhir serta para undangan VIP, termasuk Anand Mahindra.


Jet tempur Typhoon pertama kali tampil di India saat digelar pameran dirgantara Aero India 2009 di Bangalore.

Setelah uji terbang tuntas, jet tempur peserta tender akan diciutkan hingga tersisa dua pesawat. Kemudian penawaran komersial dibuka, menurut prosedur Kementrian Pertahanan India penawar terendah sebagai pemenang kontrak.

Sudah dipastikan jet tempur buatan Perancis Dassault Rafale tersingkir.

Business Standard
/@beritahankam

Thursday, February 18, 2010

India Tawari Indonesia Rudal Jelajah

BrahMos tampil di Naval Defence 2009 di Surabaya secara penuh. Menampilkan rancangan rudal BrahMos dipasang di kapal perang Indonesia. Tidak terlihat pejabat TNI AL berkunjung ke booth BrahMos saat admin berada di pameran. (Foto: @beritahankam)

17 Februari 2010, New Delhi -- Rudal jelajah supersonik produksi bersama India-Rusia telah ditawarkan ke sedikitnya empat negara, termasuk Indonesia. Demikian, ungkap seorang pejabat senior India, Selasa.

BrahMos Aerospace, perusahaan patungan India-Rusia, membutuhkan persetujuan kedua pemerintah untuk mengekspor senjata yang diklaim produsennya sebagai rudal jelajah tercepat di dunia itu.Rudal tersebut dijual dengan harga tiga juta dolar AS.

"Kami sedang dalam proses untuk mendapatkan izin (bagi penjualan) itu," kata pejabat eksekutif BrahMos Aerospace, A. Sivathanu Pillai, di sela pameran senjata di New Delhi.

Seorang eksekutif senior BrahMos mengatakan kepada AFP bahwa pembicaraan serius tentang penjualan versi rudal maritim telah berlangsung dengan Afrika Selatan, Brazil dan Chile.

Negara lain yang ditawari BrahMos adalah Indonesia. Negara ini ditawari rudal-rudal darat produksi BrahMos.

Direktur Pemasaran BrahMos, Praveen Pathak, mengatakan, pihaknya sepakat untuk tidak menjual rudal-rudal produk mereka ke negara-negara yang tidak bersahabat.

Rudal produksi India-Rusia itu dapat terbang dengan kecepatan satu kilometer per detik. BrahMos yakin bahwa dalam 10-15 tahun ke depan para produsen rudal jelajah Amerika maupun Prancis tidak dapat menyainginya karena perusahaan itu tidak hanya mampu meraih pertumbuhan tercepat tetapi juga biaya produksinya paling efisien, kata Pillai.

Rudal BrahMos membawa hulu ledak konvensional seberat 200 kilogram dengan jangkauan tembak 280 kilometer. Para pakar India dan Rusia memulai kerja sama mereka dalam pembuatan rudal ini pada 2001.

Rudal yang namanya merupakan perpaduan antara Brahmaputra India dan Moscova Rusia itu telah masuk jajaran alat utama sistim senjata militer India pada 2007.

KOMPAS.com

Dua Yonkav Akan Dibentuk di Kalimantan


9 Februari 2009, Bandung -- Korps Kavaleri yang tengah memperingati ulang tahun ke-60, yang upacaranya di lapangan pussenkav Bandung, Selasa, menyatakan sedang berbenah diri baik dari segi sumber daya manusia maupun pengadaan alat utama sistem persenjataan.

Menurut Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri Brigjen TNI Suharsono, hal penting yang akan dilaksanakan kesatuannya dalam waktu dekat adalah membenahi dan mengganti barang-barang yang sudah tua, seperti kendaraan tempur.

"Barang-barang yang sudah tua itu sudah saatnya kita ganti, namun kendala utama adalah masalah anggaran yang masih minim," ujarnya.

Suharsono mengatakan, yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi adalah sumber daya manusia dan diiukuti oleh alat utama sistem persenjataan.

"Saya berharap pembenahan sumber daya manusia dan alutsista dapat berjalan beriringan," ujarnya.

Suharsono mengatakan, Pussenkav memiliki beberapa rancana pengembangan, seperti program pengadaan kendaraan tempur panser 6x6 APS-2 yang diproduksi PT Pindad.

"Panser APS-2 tersebut guna pemenuhan kendaraan tempur angkut personel satuan kavaleri TNI AD," ungkapnya.

Selain itu, tambah Suharsono, pussenkav akan mendatangkan 22 unit kendaraan tempur panser 6x6 kanon 90mm Tarantula dari Korea Selatan, dan akan dikirim akhir 2010.

"Untuk pemenuhan kebutuhan alutsista, satuan kavaleri akan dilengkapi tank jenis Main Battle untuk mengganti AMX-13 yang sudah tua," ujarnya.

Dikatakannya, di bidang pembinaan kesenjataan, pussenkav akan membentuk dua yonkav tank di Kabupaten Bulungan Kaltim dan Kabupaten Bengkayang Kalbar pada tahun 2011 dan 2012.

"Di bidang pendidikan, pembinaan pendidikan diarahkan dengan melanjutkan pembenahan 10 komponen pendidikan, penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan," ujarnya.

Selain itu, Pussenkav tengah melaksanakan program latihan berkuda guna mencetak bibit atlit berkuda yang andal.

"Insya Allah bila tidak ada perubahan, pada tahun ini satuan Denkavkud mendapat kehormatan digunakan sebagai ajang Porda Jabar dan Sea games 2011," ujarnya.

ANTARA JAWA BARAT

DCNS Harapkan Rusia Segera Teken Kontrak Pembelian Mistral

Mistral saat berkunjung ke Rusia tahun lalu. (Photo: Reuters)

18 Februari 2010 -- Galangan kapal Perancis DCNS mengharapkan Rusia memberikan keputusan akhir pembelian kapal angkut helikopter kelas Mistral segera.

“Perusahaan tertarik bekerjasama dengan Rusia. Saat ini kami hanya menunggu keputusan politik. Kami percaya kami akan menerima jawaban dari Moskow segera,” diungkapkan eksekutif DCNS Benoit de la Bigne.

Rusia tertarik membeli satu unit kapal angkut helikopter kelas Mistral dari Perancis, diperkirakan senilai 400 - 500 juta euro (sekitar 540 - 675 juta dolar), dengan potensi menambah hingga tiga sampai empat kapal dibangun di galangan kapal Rusia bekerjasama dengan DCNS.

Rencana pembelian ini menimbulkan sikap kontra dari perusahaan pertahanan Rusia, tetapi militer Rusia mendesak bahwa Rusia membutuhkan kapal ini untuk memodernisasi kapal perang permukaannya.

(Foto: defense.gouv.fr)

Kapal pertama akan ditempatkan di Timur Jauh Rusia memperkuat armada Pasifik.

Kelas Mistral dapat mengangkut dan mengoperasikan 16 helikopter, empat kapal pendarat, kendaraan hingga 70 unit termasuk 13 tank serta 450 prajurit, Kapal dilengkapi rumah sakit dengan 69 tempat tidur serta dapat digunakan sebagai kapal komando amphibi.

Bigne menambahkan India tertarik membeli kapal kelas Mistral, Sebelumnya, India membeli 6 kapal selam kelas Scorpene dari DCNS.

RIA Novosti/@beritahankam

Pasukan Elit TNI AU Latihan Combat SAR


18 Februari 2010, Pontianak -- Lebih Baik Mandi Keringat dalam Latihan daripada Mandi Darah dalam Pertempuran”, semboyan ini sudah tidak asing lagi bagi semua prajurit TNI, termasuk bagi pasukan elit TNI Angkatan Udara yaitu Pasukan Khas TNI AU (Paskhasau).

Semboyan tersebut mempunyai makna, bahwa prajurit-prajurit di dalam suatu satuan lebih baik mandi keringat pada waktu latihan dari pada mandi darah pada pertempuran.

Berangkat dari semboyan tersebut tentunya diperlukan latihan yang terus menerus dan berkesinambungan demi terciptanya postur prajurit yang profesional sehingga tugas yang diemban dapat terlaksana dengan baik dan benar. Untuk mencapai prajurit profesional maka Lanud Supadio dan Batalyon 465 Paskhas mengadakan Latihan Combat SAR di APRON Lanud Supadio, dan Sungai Kapuas, Rabu, (17/2).

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio yang juga Komandan Latihan (Danlat) Combat SAR, Letkol Pnb Ir. Bob Henry Panggabean mengatakan, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur yang handal dan terukur sesuai doktrin dan strategi serta prosedur taktis dan teknis dari Combat SAR, yang pada tahun ini dilaksanakan di dua media darat dan air.

Disisi lain, lanjut Danlat, latihan ini juga untuk meningkatkan kesiapan prajurit paskhas dalam meningkatkan kemampuan operasional dalam melaksanakan pertahanan Alutsista yang ada di Lanud Supadio.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) 465 Paskhas Letkol Psk Anis Nurwahyudi menambahkan latihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh prajurit Paskhas dalam hal Combat SAR sehingga akan mencapai kesiapan operasional yang handal.

“Dengan adanya latihan ini diharapkan agar kesiapan operasional setiap individu anggota Paskhas dapat meningkat,” ujar Danyon.

Dispen Lanud Supardio

162 Batalyon 565 Paskhas Latihan Jungar Tempur


18 Februari 2010, Pontianak -- Sebanyak 162 prajurit Batalyon 465 Paskhas melakukan latihan terjun payung penyegaran (jungar) tempur di sekitar Lanud Supadio, Rabu (17/2).

Prajurit Paskhas yang mengikuti terjun payung penyegaran ini tentunya harus selalu memperhatikan keselamatan diri maupun perlengkapan perorangan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Disisi lain, latihan terjun ini juga untuk meningkatkan kesiapan prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas operasional dalam bidang matra udara, serta harus mengedepankan safety dalam pelaksanaannya “ ungkap Danlanud Supadio Kolonel Pnb Yadi Indrayadi disela-sela latihan jungar.

Pada kesempatan yang sama Komandan Batalyon (Danyon) 465 Paskhas Letkol PSK Anis Nurwahyudi mengatakan, pada pelaksanaan latihan jungar ini menggunakan pesawat C-130 Hercules A-1305 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh.

Adapun parachute yang digunakan jenis MC 11 C buatan Jerman dan Amerika dari Markas Komando Korpaskhasau. Sedangkan para peterjun dibagi menjadi 3 sortie tiap-tiap sortie terdiri dari 1 run, setiap run terdiri dari 54 peterjun yang dibagi menjadi dua pintu, yaitu pintu kiri dan pintu kanan pesawat Hercules A-1305 dengan ketinggian penerjunan mencapai 1.200 feet.

Latihan ini, lanjut Danyon, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan seluruh prajurit Paskhas dalam hal terjun tempur sehingga akan mencapai kesiapan operasional yang handal. Dengan adanya latihan ini diharapkan agar kesiapan operasional setiap individu anggota Paskhas dapat meningkat.

“Seluruh prajurit Yon 465 Paskhas mampu mencapai titik pendaratan yang telah ditentukan dengan aman dan selamat. Hal ini membuktikan bahwa mereka telah melaksanakan prosedur penerjunan dengan benar dan mampu meningkatkan rasa percaya diri untuk melaksanakan penerjunan,” tambah Danyon.

Dispen Lanud Supadio

Rudal Yakhont Dipasang di KRI Oswald Siahaan-354

KRI Karel Satsuitubun-356 sekelas dengan KRI Oswald Siahaan-354.

18 Februari 2010 -- Pembelian rudal Yakhont dan suku cadang Sukhoi senilai Rp 540 miliar pada tahun 2005. Sempat dipermasalahkan oleh DPR masa bakti 2004 - 2009, dianggap menyalahi aturan Kepmen No. 01 tahun 2005. DPR juga mempermasalahkan pembelian langsung dilakukan oleh TNI AU dan TNI AL tanpa melalui Dephan. Beruntunglah proses pembelian tetap berjalan tidak terhambat oleh birokrasi.

Saat ini, Divisi Kapal Perang PT. PAL Indonesia sedang memasang instalasi rudal Yakhont di fregat kelas Van Speijk KRI Oswald Siahaan-354. Menurut Kepala Proyek Pemasangan Rudal Yakhont Sutrisno, rudal Yakhont yang dibeli berjumlah empat buah, baru tiba di galangan kapal PT. PAL Indonesia bulan April. Pemasangan instalasi rudal sudah berlangsung tiga minggu dan diharapkan rampung Juni.

Sistim Sewaco fregat kelas Van Speijk/Ahmad Yani telah dimodernisasi oleh Thales.

Simulasi modernisasi Sewaco fregat kelas Van Speijk/Ahmad Yani ditampilkan Thales di Pameran Naval Defence di Surabaya tahun lalu. (Foto: @beritahankam)


Rudal SS-N-26 Yakhont buatan Rusia mampu melesat dengan kecepatan 2,5 Mach hingga maksimal jarak 300 km dan minimal 50 km. Yakhont mempunyai dimensi panjang 8,9 meter dan diameter 0,7 meter.

TNI AL membeli enam fregat kelas Van Speijk/Ahmad Yani dari Belanda, fregat dibuat pada era tahun 1960-an. KRI Ahmad Yani-351 (eks HrMs Tjerk Hiddens F804) dan KRI Slamet Riyadi-352 (eks HrMs Van Speijk F802) dioperasikan TNI AL sejak 1986, kemudian KRI Yos Sudarso-353 (eks HrMs Van Galen F803) 1987, KRI Oswald Siahaan-354 (eks HrMsVan Nes F805) 1988, KRI Abdul Halim Perdanakusumah-355 (eks HrMs Evertsen F815) 1989 dan terakhir KRI Karel Satsuitubun-356 (eks HrMs Isaac Sweers F814) 1990.

TEMPO Interaktif/@beritahankam

Sukhoi Melepaskan Bom di AWR Takalar


18 Februari 2010, Makassar -- Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin melaksanakan latihan penembakan dengan menggunakan bom P-100 buatan PT.Sari Bahari, Malang Jawa Timur di AWR ( Air Weapon Range) di Kabupaten Takalar Sulawesi selatan yang disaksikan langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI I.B. Putu Dunia dan Pejabat Staf di AWR Takalar Rabu, (17/2).

Latihan penembakan Air to ground (penembakan dari udara ke darat) yang dilaksanakan selama empat hari berturut –turut mulai tanggal 15 s/d 18 Februari 2010 selain menggunakan bom P-100 juga melaksanakan penembakan menggunakan peluru jenis GUN GSHK 301 kaliber 30 mm buatan Rusia.

Kegiatan latihan penembakan oleh pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang buatan KNAAPO ( Kmsomolsk Amure Aircraft Production Association ) Rusia, secara resmi memperkuat Skadron Udara 11 pada bulan Februari 2009 tersebut dilaksanakan secara terjadwal untuk meningkatkan kesiapan dan melatih ketrampilan para penerbang tempur Sukhoi .

Adapun para penerbang pesawat tempur Skadron Udara 11 Wing 5 diantaranya Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Tonny Haryono, Mayor Pnb Untung S, Mayor Pnb David T, Kapten Pnb Rianto Dwi P, Kapten Pnb Widi Nugroho, Lettu Pnb Ngurah Sorga dan Lettu Pnb Bambang Baskoro.

PENTAK LANUD HASANUDDIN

TNI Selesaikan Helipad PBB di Kongo


18 Pebruari 2010, Jakarta -- Kontingen TNI dalam misi perdamaian PBB di Kongo (Monuc) berhasil menyelesaikan pembangunan tempat pendaratan helikopter (helipad) Tipe MI-26 di Dungu, Kongo, demikian Komandan Kontingen Garuda XX-G/Monuc Letkol Czi Arnold AP Ritiauw dalam surat elektroniknya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Arnold mengatakan, pembangunan helipad milik PBB itu berhasil dituntaskan dari jadwal yang telah ditetapkan.

"Helipad berdiameter 50x50 meter persegi dengan ketebalan 30 cm dibuat berdekatan dengan Bandara Udara Dungu Kongo, sesuai perintah Markas Besar Monuc/PBB di Kinsasa Kongo," katanya.

Helipad milik PBB itu digunakan untuk mengangkut peralatan berat dan logistik guna mendukung kelancaran misi perdamaian di Dungu, Kongo, ungkap Arnold.

Atas keberhasilan kontingen Indonesia menyelesaikan pembangunan helipad tersebut, pimpinan tertinggi misi perdamaian PBB di Kongo, Letnan Jenderal Babacar Gaye menyampaikan terimakasih.

Tak hanya itu, Babacar berharap Kontingen Garuda XX-G/Monuc di Demokratik Republik Kongo yang berbatasan dengan Uganda, dapat terus membantu misi perdamaian dengan membangun infrastruktur di Dungu, Kongo.

Selain pembangunan helipad dan jalan Dungu-Faradje, pemeliharaan "run way": Bandara Udara Dungu, serta proyek-proyek PBB lainnya, Kontingen Garuda XX-G juga menyiapkan lahan untuk membangun "log base" program pangan dunia WFP.

Perluasan pembangunan fasilitas dan akomodasi WFP itu untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan terhadap rakyat Kongo yang sekarang sedang mengalami kekurangan pangan, katanya.

ANTARA News

RI-Malaysia Latihan Gabungan di Malaka

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro berjabatan tangan dengan menteri pertahanan Malaysia A Zahid Hamidi dalam kunjungan perkenalannya di kementerian pertahanan, Kuala Lumpur, Rabu (17/2), disaksikan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Panglima ATM Jenderal Azizan Arifin. (Foto: ANTARA/Adi Lazuardi/ss/nz/10)

18 Februari 2010, Kuala Lumpur -- Indonesia dan Malaysia sepakat mengadakan latihan gabungan bersama "Darsasa 7 AB" pada 25 Maret - 10 April 2010 di Malaka untuk menguji kesiapan menghadapi aksi teroris sebagai salah satu hasil konkret perundingan perbatasan (general border committee, GBC) ke-38 di Kuala Lumpur, 15-18 Februari 2010.

"Kami juga sepakat menambah pos gabungan tambahan yang menempatkan tentara kedua negara di Kalimantan Barat. Saat ini, sudah ada lima pos gabungan di mana tentara kedua negara bersama-sama menempati pos itu dan melakukan operasi penjagaan bersama," kata Menhan RI Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers bersama dengan Menhan Malaysia Zahid A Hamidi, di Kuala Lumpur, Kamis.

Lima pos gabungan itu ada di Entikong, Kalimantan Barat, Simanggaris di Kalimantan Timur, Biawak dan Lubuk Antu di Sarawak, dan Seliku di Sabah. Namun letak pos gabungan tambahan masih akan dirundingkan lagi pada tingkat pertemuan tingkat pejabat senior kedua negara nanti.

"Dalam pertemuan GBC ini bukan saja membahas masalah keamanan di perbatasan tapi juga membahas peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi di perbatasan sebagai bagian upaya keterlibatan masyarakat perbatasan dalam mencegah kejabatan di daerah perbatasan," kata Purnomo usai perundingan GBC ke-38.

Dalam kerangka itu ikut pula Sekjen Depdagri Diah Anggraeni dan Dirlantas Ditjen Imigrasi Haryo Sasongko, serta dibahas revisi perjanjian perdagangan lintas batas (BTA) tahun 1970 guna menyesuaikan perkembangan perdagangan lintas batas yang semakin maju.

Revisi BTA (border trade agreement) kini masih dalam tahap penyelesaian di antara kedua menteri perdagangan Indonesia-Malaysia.

Kedua negara bertetangga ini juga setuju meningkatkan peran polisi dalam menangani kegiatan ilegal di perbatasan. POLRI dan PDRM (polisi diraja Malaysia akan melakukan latihan dan operasi bersama maupun terkoordinasi.

"Perundingan ini berjalan sukses dan sangat bagus," kata Purnomo, yang usai perundingan dilanjutkan dengan main golf bersama antara delegasi Indonesia-Malaysia di Kajang, Selangor.

Delegasi Indonesia yang ikut pertemuan GBC ke-38 diantanya Panglima TNI Jend Djoko Santoso, Wapolri Yusuf Manggabarani, Sekjen Mendagri Diah Aggraeni, Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Abdul Bari Azed.

ANTARA News

Keberadaan Divisi 3 Kostrad Terbentur Dana

Mantan KSAD Ryamizard Ryacudu (tengah) berbincang dengan KSAD Jenderal TNI George Toisuta (kanan) dan Pangkostrad Letjen TNI Burhanudin Amin (kiri) pada serah terima jabatan Pangkostrad di Cilodong, Bogor, Jabar, Rabu ( 17/2). Burhanudin menjadi Pangkostrad menggantikan Toisuta yang saat ini menjabat KSAD. (Foto: ANTARA/Saptono/Koz/Spt/10)

18 Februari 2010, Jakarta -- Pimpinan Kostrad mempertimbangkan untuk mendirikan Divisi 3 Infanteri Kostrad menjawab tantangan kewilayahan yang harus dijaga. Usulan belum bisa terwujud karena masalah dana.

Hal tersebut disampaikan oleh KSAD Jenderal George Toisutta di Cilodong, Jawa Barat, Rabu (17/2). "Uangnya tidak ada," jawab dia.

Keberadaan divisi tersebut, ujar dia, masih dikaji. Jika kebutuhan meningkat, TNI akan berusaha menambah, sementara jika kelebihan, akan dikurangi. Semua kebijakan tersebut akan disampaikan kepada DPR, setelah dilaporkan terlebih dahulu kepada Menhan dan Panglima TNI.

"Ada satu ungkapan dari Panglima Kodam Pattimura saat sertijab Pangdam Pattimura, di Maluku dan Maluku Utara, jika pulau dibandingkan prajurit, satu pulau diamankan enam prajurit, jadi kira-kira begitulah," ungkapnya memberi gambaran kebutuhan penambahan divisi.

Ia menekankan kinerja TNI AD dengan angkatan lainnya bersandar pada hal berbeda. Jika TNI AL dan TNI AU membutuhkan alutsista yang canggih agar dapat bekerja optimal, TNI AD membutuhkan formasi prajurit yang mampu mengkover wilayah di darat.

"AD beda dengan AL dan AU. Kalau AL dan AU kan alutsista, sedangkan kami SDM dengan penyebaran yang harus merata. Kembali lagi karena fasilitas terbatas," pungkasnya.

MEDIA INDONESIA

Yon 465 Paskhas Lakukan Junpur Static di Kubu Raya

17 Februari 2010, Kubu Raya -- Sejumlah prajurit TNI AU dari Yon 465 Paskhas berbaris di antara parasut sesaat sebelum melakukan terjun tempur (junpur) menggunakan payung static dari pesawat Hercules di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (17/2). Sebanyak 165 prajurit TNI AU itu berlatih junpur static yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keparaan dalam mengamankan NKRI. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)

Sejumlah prajurit TNI AU Yon 465 Paskhas berbaris sebelum masuk pesawat Hercules. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)


Sejumlah prajurit TNI AU Yon 465 Paskhas berbaris di dalam pesawat Hercules, siap melakukan exit terjun tempur (junpur) static pada ketinggian 1500 feet di atas wilayah Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (17/2). (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)

Seorang prajurit TNI AU Yon 465 Paskhas dipandu beberapa Jumping Master melakukan exit terjun tempur (junpur) static dari pesawat Hercules. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)

Sejumlah prajurit TNI AU Yon 465 Paskhas melakukan terjun tempur (junpur) static. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)

TNI AU Gelar Latihan Operasional Helikopter NJS

Helikopter latih EC120 Colibri.

17 Pebruari 2010, Tasikmalaya -- TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan operasional helikopter Navigasi Jarak Sedang (NJS)/Excersise Navigation di wilayah Kabupaten Ciamis, dan Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu.

Komandan Skadron udara VII, letkol Penerbang, Sri Duto, mengatakan, latihan NJS tersebut salah satu program kerja khusus TNI AU dalam mengoperasionalkan helikopter oleh lulusan anggota TNI AU sekolah penerbangan, Subang, Jawa Barat.

"Ini dilaksanakan untuk tahap akhir pelaksanaan pembelajaran terbang navigasi jarak jauh dan sedang," katanya usai pendaratan di lapangan udara Wiriadinata, Tasikmalaya.

Ia menjelaskan, latihan penerbangan yang diikuti tujuh siswa penerbangan TNI AU dan 21 pilot akan memutari angkasa di sebagian besar Kabupaten Ciamis.

Kata dia pesawat yang digunakan sebanyak tujuh unit diantaranya jenis Kolibri 3 unit dan empat unit helikopter jenis bel47G soloynq melakukan pemantauan wilayah kabupaten Ciamis.

Selain melakukan latihan penerbangan NJS bagi siswa penerbangan, sekaligus menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah Tasikmalaya dan Ciamis dengan TNI AU.

"Dalam latihan navigasi ini membina silaturahmi dengan pemda setempat," katanya.

Bahkan, penerbangan navigasi yang dilakukan pendaratan di lapangan udara Tasikmalaya mengundang pelajar tingkat TK dan SMA sebagai upaya pengenalan tentang TNI AU.

Kata dia, program penerbangan navigasi tersebut berharap pelajar tingkat SMA khususnya di Tasikmalaya memiliki minat menjadi anggota TNI AU sebagai generasi selanjutnya.

"Karena TNI AU juga butuh minat keinginan masyarakat untuk menjadi anggota TNI AU, makanya program ini sekaligus sosialisasi kepada masyarakat khususnya pelajar SMA," katanya.

Sementara itu, tujuh unit helikopter yang mendarat di lapangan udara Wiriadinata Tasikmalaya menjadi tontonan rekreasi bagi pelajar tingkat TK dan SMA.

Mereka antusias mengabadikannya dengan memotret serta melihat langsung helikopter satu per satu melakukan penerbangan dan pendaratan dengan jarak yang cukup dekat.

ANTARA News

KASAU Philipina Tinjau Simulator Hercules

Kasau Philipina Letjen Oscar H Rabena saat berdialog dengan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat sebelum memasuki Kokpit Simulator C-130 Hercules. (Foto: Pentak Halim Perdanakusuma)

17 Februari 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Udara Philipina Letnan Jenderal Oscar H Rabena beserta rombongan yang melakukan kunjungan di Indonesia menjadi tamu TNI Angkatan Udara dan diterima oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Mabesau, Cilangkap, Senin lalu, di hari kedua melakukan kunjungan di Lanud Halim Perdanakusuma, meninjau Fasilitas Simulator pesawat C-130 Hercules, Selasa {16/2}.

Kasau Philipina Letjen Oscar H Rabena bersama Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat tiba di Fasilitas Simulator pesawat C-130 Hercules disambut oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Maersekal Pertama TNI Bagus Puruhito beserta para pejabat langsung melakukan peninjauan di Simulator C-130 Hercules yang dimlikiki TNI Angkatan Udara, pada kesempatan itu Kasau Phlipina dan Kasau mencoba terbang dengan Simulator yang dipiloti Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb Poerwoko Aji, kurang lebih selama 30 menit.

Simulator C-130 Hercules yang didesain sedemikian rupa sehingga mampu mensimulasikan fungsi dan kemampuan pesawat C-130 Hercules, sehingga para penerbang yang melaksanakan training dengan Simulator C-130 Hercules akan merasakan seperti terbang dengan pesawat C-130 Hercules yang sebenarnya, terbang dengan simulator diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para penerbang Hercules TNI AU untuk menuju profesionalisme para penerbang.

Disela-sela kunjungannya Kasau Philipina mengatakan simulator yang di miliki TNI AU ini merupakan suatu asset dan perangkat yang bisa menghasilkan keprofesionalan para penerbang di sisilain para penerbang akan banyak mengetahui tentang tekhnik penerbangan juga secara materi akan banyak menghemat dengan tidak mengurangi keprofesionalan para penerbang, namun akan tetap terpelihara.

PENTAK LANUD HALIM PERDANAKUSUMAH

TNI AD Kaji Divisi Infanteri 3 Kostrad


18 Februari 2010, Jakarta -- Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad masih mengkaji kebutuhan akan adanya Divisi Infanteri 3 Kostrad di kawasan timur Indonesia, dari dua divisi yang telah dimiliki. Walaupun belum ada alokasi anggaran untuk 2010, hal ini dianggap perlu, mengingat kondisi lapangan yang luas.

Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta seusai serah terima jabatan Panglima Kostrad dari Jenderal George Toisutta kepada Letjen Burhanudin Amin, Rabu (17/2) di Lapangan Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad di Cilodong, Jawa Barat. Divisi Infanteri 2 Kostrad berlokasi di Singosari, Malang, Jawa Timur.

Menurut George, bagi TNI Angkatan Darat, yang terpenting adalah penyebaran personel yang merata. Ia menceritakan ucapan mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Pattimura Mayjen M Noer Muis yang mengatakan, jumlah pulau dan tentara di Maluku dan Maluku Utara masih jauh dari ideal.

”Satu pulau hanya bisa dijaga enam prajurit,” kata George.

Berdasarkan keadaan itu, keberadaan Divisi 3 Kostrad masih dikaji. Ia menekankan, tidak ada penambahan atau perubahan kekuatan di TNI AD yang tidak lewat kajian. Kebijakan itu akan dikoordinasikan TNI dengan Kementerian Pertahanan dan Dewan Perwakilan Rakyat. Saat ditanya apakah hal itu akan direalisasikan pada 2010, George menyatakan, belum ada alokasi anggaran.

Pengamat militer dari FISIP Universitas Indonesia, Andi Widjajanto, mengatakan, rencana pembentukan satu divisi Kostrad di bagian timur Indonesia konsisten dengan strategi pertahanan berlapis. Ancaman dilihat datang dari utara di poros barat, yaitu Natuna dan Malaka, tengah yaitu Laut Sulawesi, dan utara yaitu Laut Arafura.

”Pasukan memang harus dibagi,” kata Andi. Menurut dia, selama ini Divisi Infanteri 2 Kostrad di Malang yang mengatasi masalah di timur Indonesia. Andi mengatakan, rencana penambahan divisi ini merupakan karakter pertahanan yang berbeda dengan rencana penambahan kodam di Papua.

”Kostrad itu adalah satuan pemukul tempur, sementara kodam untuk pembinaan teritorial dan logistik,” kata Andi.

KOMPAS

Tekan Ongkos Produksi, PAL Diminta Gandeng Industri Lokal


17 Februari 2010, Surabaya -- Kementerian BUMN menyarankan agar upaya penyehatan PT PAL memanfaatkan industri pendukung dalam negeri yang sudah ada. Sebab, penggunaan produksi dalam negeri bisa mengurangi komponen impor sekaligus menekan ongkos produksi.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menjelaskan, rencana penerapan asas cabotage (kewajiban bagi kapal yang berlayar di perairan Indonesia untuk menggunakan bendera Indonesia, red) tahun depan diprediksi meningkatkan permintaan kapal dalam negeri. Momen itu tentu saja merupakan keuntungan besar bagi industri galangan kapal, khususnya PT PAL yang kini sedang dalam proses penyehatan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Untuk memanfaatkan peluang itu semaksimal mungkin, lanjut Mustafa, PT PAL perlu mendapat dukungan dari industri penunjang dalam negeri, seperti penyediaan bahan baku dan komponen pendukung. "Saat ini sudah ada PT Krakatau Steel yang bisa menyuplai baja. Mereka bisa memenuhi permintaan baik dari sisi ketebalan maupun ukuran. Itu perlu dimanfaatkan selain ongoing join venture dengan Korea untuk penyediaan produk baru yang spesifikasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan PT PAL," kata Mustafa saat berkunjung ke PT PAL kemarin (16/2).

Industri penunjang lain adalah komponen dari PT Barata Indonesia. Mustafa berharap, sebagai sesama BUMN, PAL dan Barata bisa bersinergi untuk mengurangi komponen impor secara bertahap. ''Bagi industri strategis, sinergi sangat penting untuk meningkatkan daya saing," ucapnya.

Terkait dana penyehatan PT PAL, Mustafa mengatakan saat ini sudah dilakukan penandatanganan kerja sama dengan PT PPA. Sejumlah bank milik pemerintah juga siap membantu dalam hal pembiayaan. Di antaranya Bank Mandiri, BRI, BNI serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). "Persoalan bunga bank kita upayakan turun. Untuk itu dicarikan formula win-win sehingga cost of fund lebih rasional," ucapnya.

Secara terpisah, Dirut PT PAL Harsusanto menjelaskan, untuk menekan overhead pihaknya menempuh perampingan karyawan sebanyak 900 karyawan dari total sekitar 2.300 karyawan per 1 Maret 2010. Perampingan itu bisa menekan overhead dari sisi SDM sebesar 40 persen atau dari Rp 8 miliar menjadi Rp 5,9 miliar per bulan. Sementara overhead total selama setahun yang dialami PT PAL mencapai Rp 120 miliar.

"Karyawan yang terkena perampingan punya kesempatan untuk menjadi tenaga outsourcing di bawah kontraktor. Sebab mereka masih punya kemampuan untuk itu," ujarnya.

JAWA POS

KRI Multatuli Pantau Perbatasan

17 Februari 2010, Talaud -- KRI Multatuli -561 saat berlabuh di pelabuhan Lirung, Kab Talaud, Sulawesi Utara, Selasa (16/2). KRI tersebut melakukan pemantauan dan operasi di kabupaten kepulauan yang berbatasan dengan Filipina. (Foto: ANTARA/Basrul Haq/Koz/hp/10)

Anggota TNI AL melakukan pemantauaan perbatasan dari atas KRI Multatuli -561. (Foto: ANTARA/Basrul Haq/Koz/hp/10)

Letjen Burhanuddin Resmi Pangkostrad

KSAD Jenderal TNI George Toisuta (kiri) menyerahkan pataka Kostrad kepada Pangkostrad Letjen TNI Burhanudin Amin (kiri) pada serah terima jabatan Pangkostrad di Cilodong, Bogor, Jabar, Rabu ( 17/2). Burhanudin menjadi Pangkostrad menggantikan Toisuta yang saat ini menjabat KSAD. (Foto: ANTARA/Saptono/Koz/Spt/10)

17 Februari 2010, Jakarta -- Jabatan Panglima Kostrad yang selama ini disandang rangkap oleh Jenderal George Toisutta akhirnya diserahterimakan. Letjen Burhanuddin Amin menyandang jabatan pimpinan tersebut selanjutnya.

Upacara serah terima dilaksanakan di Lapangan Madivif I Kostrad, Cilodong, Kabupaten Bogor, Rabu (17/2). Penekanan pada pembinaan satuan Kostrad menjadi perintah dari KSAD Jenderal George Toisutta yang saat itu menjadi inspektur upacara.

"Saya perintahkan kepada Pangkostrad pembinaan satuan dan latihan dilakukan secara teratur, sistematis dan terarah, juga memberikan perhatian penuh pada pembinaan kadar keimanan dan ketakwaan," kata KSAD.

Hal itu, sambung dia, menjadi dasar pelaksanaan tugas yang mengedepankan kualitas moral dan etika. KSAD memperkirakan tugas untuk Kostrad ke depan akan semakin komplek sehingga juga tuntutan mobilitas yang tinggi dan pergerakan yang cepat kesemua wilayah juga meningkat.

"Saya perkirakan tugas Kostrad akan semakin kompleks sehingga dituntut untuk memiliki mobilitas tinggi dan mampu bergerak cepat tanggap atas ancaman yang muncul diseluruh wilayah yang dapat mengancam integritas dan eksistensi NKRI," sambung dia.

Prajurit Kostrad, ujar dia, dituntut peningkatan kadar kedisiplinan agar mampu melaksanakan tugas dengan kepatuhan secara sukarela. Rantai komando harus ditegakkan sehingga mendukung soliditas pasukan. Terakhir, KSAD memerintahkan agar prajurit menjalin komunikasi yang intens dengan masyarakat sebagai bagian dari tupoksi prajurit.

"Pangkostrad saya perintahkan untuk menjabarkan perintah tersebut dalam pelaksanaan operasional," tegas KSAD.

MEDIA INDONESIA

Wednesday, February 17, 2010

Sayang Tak Ada CN-235 di Singapura


17 Februari 2010 -- Kontras itu memang amat jauh: antara Pameran Kedirgantaraan Paris 1997 dan Pameran Kedirgantaraan Singapura 2010. Di Salon Le Boruget 1997, ada prototipe N-250, pesawat penumpang bermesin baling-baling hasil rekayasa putra-putri Indonesia yang dilengkapi kontrol fly-by-wire. N-250 datang ke Paris dua tahun setelah terbang perdana menjelang HUT ke-50 RI dan masih menandai era kejayaan industri kedirgantaraan RI.

Namun, persis dari Paris itulah pecah krisis yang lalu memorakporandakan semuanya. Bukan hanya N-250 lalu menjadi seonggok artefak yang gagal memunculkan pendapatan bagi negara, industri kedirgantaraan Indonesia pun runtuh. Dua tahun silam, di Pameran Kedirgantaraan Singapura, masih ada karya PT Dirgantara Indonesia (DI) yang hadir di pameran, yakni CN-235 versi maritim. Kini, industri Indonesia betul-betul absen.

Sementara itu, meski ada krisis global, negara-negara yang punya tradisi kedirgantaraan masih memunculkan karya baru. Di bidang militer, misalnya, Rusia—melalui Komsomolsk-na-Amure Aviation Production Association (KNAAPO) dan Sukhoi Aircraft—pada 29 Januari lalu berhasil menerbangkan prototipe pesawat T-50, jet tempur tak kasat radar (stealth).

Sebelum ini, dari pesawat militer ada penerbangan perdana pesawat angkut Airbus A-400M (11/12/09) dan juga pesawat angkut Jepang Kawasaki C-X. Sementara dari jajaran pesawat sipil ada penerbangan perdana Boeing 787 Dreamliner (15/12/09), pesawat penumpang generasi baru yang dipromosikan akan merevolusi perjalanan udara.

Diakui, masih ada pengaruh krisis ekonomi yang menyesakkan bagi siapa pun. Bahkan, raksasa seperti Boeing pun mengakui betapa beratnya krisis.

Namun, Boeing tetap hadir, bahkan dengan profil tinggi. Alasannya adalah kawasan Asia Pasifik merupakan sentra pertumbuhan kedirgantaraan pada masa depan. Boeing tentu tidak mau kehilangan peluang. Ini pula yang menjelaskan mengapa Boeing juga memikirkan untuk memunculkan varian baru produk sukses seri 737 setelah pesaingnya, Airbus, mempertimbangkan hal sama untuk seri 320.

Semestinya hadir

Dalam derap perkembangan kedirgantaraan yang sangat dinamis ini, PT DI semestinya memang hadir di Singapura. Dengan CN-235 yang terakhir dibuat pun tak apa-apa, sekadar untuk memelihara citra dan eksistensi. Dengan C-212-400 pun, bila setelah EADS/ CASA memfasilitasi produksinya, juga tidak apa-apa, yang penting Indonesia tak terhapus dari peta industri kedirgantaraan regional.

Ada dua pesan penting yang sebetulnya terlewatkan dengan ketidakhadiran Indonesia di Singapura. Pertama, kita memiliki kemampuan di bidang teknologi dirgantara yang dapat kita tawarkan kepada kawasan atau bahkan dunia. Kedua, kita adalah bangsa yang memiliki komitmen pada penguasaan teknologi yang besar manfaatnya bagi kemajuan, baik untuk perekonomian maupun untuk menjaga kedaulatan.

C-212 ataupun CN-235 adalah produk sudah jadi (meskipun tetap bisa dilakukan penyempurnaan). Dinamisnya otonomi daerah dan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah yang sebelum ini masih kurang berkembang sarana transportasinya, membuat kehadiran pesawat-pesawat perintis besar peranannya. Kini maskapai penerbangan nasional, seperti Merpati atau Trigana, mestinya sudah bisa merasakan denyut penerbangan sipil perintis yang semakin dinamis. Semboyan ”Jembatan Nusantara” kiranya tetap relevan.

Kalau C-212 dan CN-235 tak layak ditampilkan, adakah yang baru? Melangkah ke karya baru, seperti misalnya menghidupkan N-2130? Mimpi pun mungkin tak sanggup. Selain masalah dana, tenaga ahli untuk mendukung pewujudannya pun sudah jadi diaspora.

Menghidupkan kembali N-250 hingga menjadi pesawat turboprop yang kembali state-of-the-art? Sempat terpikir. Menurut Prof BJ Habibie yang dulu memimpin proyek ini, N-250 bisa didesain ulang, yaitu dengan mengganti mesinnya dengan jenis lebih mutakhir yang lebih irit bahan bakar dan lebih bertenaga, dengan kokpit dan roda pendarat utama yang dipindah ke bawah sayap. Namun, proyek yang bisa dikerjakan dalam tempo 3-5 tahun ini membutuhkan dana tak kurang dari 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun.

Soal dana mungkin pelik, tetapi bila ada kemauan dan visi jelas, besar kemungkinan ini masih bisa diatasi. Tentu saja proyek semacam ini juga harus dikawal dengan manajemen yang lebih ketat dan kemudian pemasaran yang lebih piawai. Tanpa unsur terakhir ini, meski peluang pesawat regional berkapasitas 50-70 penumpang besar, sulit kita untuk merebutnya. Lebih-lebih ketika pesaing seperti ATR-72 sudah lalu-lalang menerbangi langit Nusantara.

Pemasok ekstra-regional

Untuk pesawat tempur yang menuntut teknologi canggih, negara-negara Asia Tenggara sepenuhnya masih bertumpu pada teknologi asing ekstraregional. F-16, F-15, dan F/A-18 dari Amerika, Su-30 dari Rusia, dan JAS-39 Gripen dari Swedia. Ketika membutuhkan pesawat latih, negara semaju Singapura pun masih harus menoleh ke Korea dan ke Italia. Demikian pula untuk pesawat sipil berbadan lebar, Boeing dan Airbus-lah pemasok utamanya.

Lalu, ketika kebutuhan makin beragam, pemasok asing yang sudah lebih siap dengan produknya berada dalam posisi berpeluang besar. Misalnya saja, ketika era penerbangan nirawak makin penting, Israel termasuk yang tampak siap merebut peluang. Di Singapura, Israel Aircraft Industries memamerkan Pesawat Udara Nir-Awak (PUNA) Heron. Produsen lain juga melihat peluang ini. AS memamerkan juga PUNA Global Hawk, sementara produsen Eropa (EADS) juga punya PUNA Talarion dan Barracuda yang kini giat dipasarkan.

AS kini memasok Pakistan dengan armada PUNA Shadow 200 untuk membantu militernya memerangi Taliban di Afganistan.

Laporan di atas sekadar menggarisbawahi betapa jagat penerbangan terus berkembang meski ada krisis. Mengingat kawasan Asia Pasifik merupakan area pertumbuhan utama, semua industri kedirgantaraan dunia pun tak ragu berbondong hadir di sini. Indonesia yang pernah punya industri kedirgantaraan yang cukup disegani sekarang ini tampak puas sebagai penonton. Semoga hal ini tidak lama; kalau tidak ingin peluang itu lepas sama sekali dan wilayah Nusantara yang terbentang luas ini kelak sepenuhnya diterbangi oleh pesawat yang dibuat di benua nun jauh di sana. (Ninok Leksono)

KOMPAS

Komite Kebijakan Industri Pertahanan Macet

Deretan 33 panser APS-2 Anoa tahap III saat diserahkan oleh Menhan. (Foto: primaironline)

16 Februari 2010, Jakarta -- Nota kesepahaman atas penggunaan produk alutsista dalam negeri sudah merumuskan untuk membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Draf peraturan presiden yang sudah disusun pemerintah ternyata masih mandek di Sekretariat Negara.

Itu disampaikan oleh Dirjen Sarana Pertahanan Laksda Gunadi kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (16/2). "KKIP yang nanti mengelola agar pihak terkait dengan revitalisasi industri pertahanan terkoordinir, misalnya Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Polri, TNI, dan Kemenhan. Perpresnya masih menunggu dari Sekretariat Negara," jelasnya.

Revitalisasi industri pertahanan merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam 100 hari kerja. Gaung untuk revitalisasi industri ini tak terlalu terdengar belakangan ini. Gunadi menolak jika disebutkan tak ada langkah berarti lewat 100 hari pemerintahan untuk industri pertahanan. Ia mengaku terus bekerja dalam pembangunan industri pertahanan.

"Siapa bilang? Aturan memang menunggu di atas, di bawah masih jalan terus. Buktinya, saya kemarin malam bertemu dengan kalangan perbankan untuk membicarakan pembiayaan industri. Kita juga sudah bertemu dengan Bappenas untuk mendiskusikan masterplan industri pertahanan," cetusnya.

Masterplan tersebut mempertemukan kebutuhan alutsista dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Hal itu, sambung dia, untuk menjembatani hal yang selama ini tak bertemu. Lima tahun ke depan, pemerintah merencanakan akan memantapkan kemampuan industri untuk memproduksi sarana angkut militer yang bisa digunakan dua fungsi.

MEDIA INDONESIA

Mahasiswa Surabaya Rancang Prototipe Senjata Pertahanan

Mahasiswa Sistem Komputer STIKOM Surabaya, Riza Rahadian Saputra, menunjukkan cara kerja Prototipe Senjata Pertahanan, di Surabaya, Selasa (16/2). Protipe persenjataan yang merupakan tugas akhir tersebut, menggunakan teknologi Coilgun dengan menerapkan sistem kontrol jarak jauh. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/10)

16 Pebruari 2010, Surabaya -- Mahasiswa S1 Jurusan Sistem Komputer STIKOM Surabaya, Riza Rahadian Saputra S.Kom, merancang prototipe senjata pertahanan yang menggunakan teknologi Coilgun dengan sistem kontrol jarak jauh untuk penembakan peluru ke arah lawan.

Prototipe persenjataan yang merupakan tugas akhir (TA) itu dipamerkan di atrium Royal Plasa Surabaya, Selasa, sehingga banyak pengunjung pasar swalayan itu mengagumi karya mahasiswa yang juga Ketua Tim Robot STIKOM Surabaya pada Kontes Robot Indonesia 2009 itu.

Dalam prototipe itu, Riza memberikan inovasi berupa suatu sistem yang mampu melindungi operator senjata itu saat terjadi serangan musuh yakni dengan menerapkan sistem kontrol jarak jauh pada prototipe rancangannya.

Dengan menggunakan kombinasi antara teknologi Coilgun dengan sistem kontrol jarak jauh yang dikembangkan secara manual dan otomatis diharapkan kombinasi itu dapat dimanfaatkan untuk pengembangan senjata yang efektif ketika jarak dan arah dari target diketahui.

Hasil dari pengembangan TA milik Riza adalah prototipe senjata yang mampu melontarkan peluru dengan kecepatan rata-rata 12,565 m/s dan rata-rata muzzle energy (daya dorong senjata) sebesar 0,55 Joule.

Ada pun spesifikasi peluru yang digunakan lelaki asal Madiun adalah panjang 3,5 cm, diameter 0,7 cm, dan beratnya 9,72 gram.

Selain itu, prototipe yang dihasilkannya itu juga telah mampu menentukan sudut elevasi secara otomatis dan berjalan baik pada sistem kontrol jarak jauhnya.

Ia mengaku pembacaan sensor pada prototipe rancangannya itu kurang sempurna, sehingga ada sedikit selisih hasil penentuan sudut elevasi bila dijalankan secara otomatis.

Secara terpisah, dosen pembimbing TA, Ihyauddin, S.Kom., mengatakan kecepatan peluru yang dihasilkan prototipe itu lebih cepat daripada senjata airsoftgun, namun prototipe itu hanya dapat melukai.

"Kalau ingin meningkatkan kecepatannya sehingga dapat digunakan membunuh, maka diperlukan penambahan jumlah kumparan sebagai elektromagnetiknya," katanya.

ANTARA News

Tuesday, February 16, 2010

Dinilai Berjasa, Eks Panglima Tentara Malaysia Diberi Bintang

Menhan Purnomo Yusgiantoro (kiri) bersiap mengalungkan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Jenderal (Purn) Tan Sri Abdul Aziz bin Hj Zainal di Jakarta, Selasa (16/2). Tanda kehormatan diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa mantan Panglima Tentera Malaysia itu meningkatkan kerjasama dan hubungan baik antara TNI dan Angkatan Tentera Malaysia. (Foto: ANTARA/pandu dewantara/ss/hp/10)

16 Februari 2010, Jakarta -- Mantan Panglima Tentara Malaysia Jenderal (Purn) Tan Sri Abdul Aziz bin Hj Zainal dianugerahi Bintang Yudha Dharma Utama. Abdul Aziz dinilai berjasa dalam meningkatkan hubungan kerjasama antara TNI dan Tentara Malaysia.

Penganugerahan Bintang Yudha Dharma Utama ini berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 010/TK/Tahun 2009 tanggal 30 Juli 2009. Diberikan sebagai wujud penghargaan bangsa Indonesia atas jasa-jasa Abdul Aziz dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.

Penyematan tanda kehormatan ini dilakukan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2010).

"Saya akan sanjung bintang ini demi kepentingan hubungan erat antara Malaysia dan Indonesia," ujar mantan Panglima Tentara Malaysia tahun 2007-2009 ini.

Kementrian pertahanan kedua negara pun telah menyepakati untuk meningkatkan hubungan kerjasama di bidang industri pertahanan. Diharapkan masing-masing pihak bisa saling membeli maupun menjual alutsista produksi kedua negara.

"Jadi ada mutual benefit," jelas Purnomo.

detikNews

KASAD Resmikan Yonif Mekanis Pertama, Dua Lagi Segera Dibentuk


16 Februari 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta meresmikan Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif Mekanis) 201/Jaya Yudha di Jakarta, Selasa, (16/2). Peresmian Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha ini, merupakan cikal bakal Batalyon Infanteri Mekanis yang akan dikembangkan oleh Angkatan Darat kedepan, khususnya pada kekuatan kewilayahan seperti Kodam.

Kasad mengatakan, Organisasi baru Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha, sebagai salah satu jajaran Brigif 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti dilengkapi personel yang profesional dan berklasifikasi sesuai bidangnya, dan materiil atau alat peralatan yang lebih, seperti kendaraan tempur panser Komando, panser Angkut Personel Sedang (APS) dan ambulans. Dengan demikian, Yonif Mekanis ini diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik daripada Yonif sebelumnya, tambah Kasad.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI George Toisutta ( kanan), meninjau pasukan saat meresmikan Yonif Mekanis 201/ Jaya Yudha di Depok, Jawa Barat, Selasa ( 16/12). Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha menggantikan nama sebelumnya Yonif 201/ Jaya Yudha, dengan penambahan peralatan mekanis yang diperlukan untuk meningkatkan profesionlisme prajurit. (Foto: ANTARA/Ujang Zaelani/ss/hp/10)

Menurut Kasad, peresmian itu sebagai bagian dari penataan organisasi Angkatan Darat guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi, agar lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya, serta mampu menjalankan fungsi pembinaan satuan bagi upaya pencapaian tugas Angkatan Darat secara optimal.

Kasad menegaskan, perubahan organisasi Yonif itu, telah melalui kajian secara seksama dan cermat selama dua tahun ini, yang diikuti dengan kegiatan uji teori berjenjang terhadap hasil penyusunan orgas Yonif Mekanis Kodam. Digelarnya Yonif dengan format organisasi Yonif Mekanis merupakan jawaban atas perkembangan global bidang militer yang berpengaruh terhadap strategi perang dan strategi militer di masa yang akan datang. “Dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas-tugas Angkatan Darat ke depan, setiap Kodam akan dilengkapi dengan satu Brigif dan perkuatannya”, kata Kasad.

Selanjutnya Kasad menjelaskan, Satuan Brigif Kodam itu dikembangkan sesuai kondisi geografi daerah yang menjadi daerah operasi satuan-satuan tersebut, sehingga Yonif Kodam yang ada secara bertahap dilengkapi dengan Yonif Mekanis, khususnya satuan-satuan yang berdislokasi di daerah perkotaan, guna menyesuaikan perkembangan strategi perang secara global.

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha dilengkapi panser Anoa buatan PT. PINDAD. Atas usaha keras Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu, sehingga panser Anoa dapat diproduksi dan digunakan oleh TNI AD. (Foto: Antara)

Kasad menambahkan, dalam analisis kebutuhan sarana pertahanan Minimum Essential Force Angkatan Darat Tahun 2010-2019 disampaikan bahwa pembangunan kekuatan Angkatan Darat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemungkinan ancaman yang dihadapi serta kecenderungan perkembangan lingkungan strategis. Oleh karena itu, menurutnya kondisi Angkatan Darat ke depan yang diharapkan sesuai Minimum Essential Force Tahun 2010-2019 adalah pengembangan 3 (tiga) Yonif Mekanis pada kekuatan kewilayahan, sehingga untuk selanjutnya Yonif Mekanis Kodam yang akan dikembangkan diprioritaskan pada wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam VI/ Tanjungpura.

Dispenad

RI-Malaysia Dalami Kerja Sama Industri Pertahanan

Menhan Purnomo Yusgiantoro (kanan) berbincang dengan Jenderal (Purn) Tan Sri Abdul Aziz bin Hj Zainal disela menunggu dimulainya acara penyematan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Utama di Jakarta, Selasa (16/2). Tanda kehormatan diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa mantan Panglima Tentera Malaysia itu meningkatkan kerjasama dan hubungan baik antara TNI dan Angkatan Tentera Malaysia. (Foto: ANTARA/pandu dewantara/ss/hp/10)

16 Februari 2010, Jakarta -- Pemerintah Indonesia dan Malaysia mendalami kemungkinan untuk menjalin kerja sama industri pertahanan, termasuk dalam bentuk produksi bersama.

"Ya kita tadi bicarakan tentang industri pertahanan, terutama ketertarikan Malaysia terhadap panser PT Pindad," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ditemui usai menyematkan Bintang Yudha Dharma Utama kepada mantan Panglima Angkatan Tentara Malaysia, ia mengatakan, kedua negara juga mendalami kembali kemungkinan produksi bersama alat dan perlengkapan pertahanan.

"Apa yang bisa diproduksi atau dilakukan Indonesia, apa yang bisa dilakukan atau diproduksi Malaysia kita kombinasikan bersama, sehingga konsep kerja sama kita adalah `mutual advantage`, " ujarnya.

Hal senada diungkapkan, mantan Panglima Angkatan Tentara Malaysia Jenderal Jenderal Tan Abdul Aziz Bin Haji Zaenal yang mengatakan, pihaknya sangat tertarik untuk menjajaki kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia.

"Kita mencoba melihat apa saja yang bisa dikerjakan kedua pihak dalam kerja sama tersebut, ya kemungkinan dalam bentuk produksi bersama. Kita akan lihat keuntungan yang didapat kedua pihak dari kerja sama yang akan kita dalami ini," katanya.

RI dan Malaysia sepakat untuk memantapkan kerja sama industri pertahanan yang telah dirintis kedua negara sejak Maret 2009.

Malaysia berminat mengakuisisi panser Anoa produksi PT. PINDAD untuk melengkapi batalyon mekanis yang akan dibentuk.

Kerja sama industri pertahanan itu memerlukan penjajakan yang lebih sismatik dan masing-masing pihak membentuk kelompok kerja. Pihak Indonedia membentuk kelompok kerja terdiri atas lima unsur yakni dari Departemen Pertahanan, Departemen Keuangan, Kementerian BUMN, Departemen Perindustrian dan Kementerian Ristek.

Kelompok kerja itu akan akan mengkaji apa-apa saja yang ditawarkan Malaysia untuk dikerjasamakan.

Pada kesempatan terdahulu, Malaysia juga menawarkan diri agar industri pertahanannya dapat diikutsertakan dalam tender perawatan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata TNI.

Namun, Pemerintah RI akan mengedepankan bengkel-bengkel pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem senjata yang telah dimiliki. Indonesia ingin mengedepankan kepentingan industri pertahanan, sarana dan prasarana alat utama sistem senjata kita terlebih dulu.

ANTARA News

TNI AL Tempa Prajurit lewat Sistem Pendidikan Terintegrasi


16 Februari 2010, Jakarta -- TNI Angkatan Laut (AL) mengupayakan sistem pendidikan secara terintegrasi. Hal tersebut menopang upaya peningkatan kualitas minimum essential forces di lingkungan TNI AL.

"Seiring dengan pemenuhan program pembangunan kekuatan dengan konsep Minimum Esential Force (MEF), TNI AL sangat memerlukan kualitas prajurit profesional yang mampu mengawaki alutsista modern. Peningkatan kualitas personel dilakukan melalui pengelolaan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan tingkat teknologi yang dibutuhkan," amanat KSAL Laksamana Agus Suhartono yang disampaikan oleh Asper KSAL Laksamana Muda Sudjiwo dalam Rakernis TNI AL di Jakarta, Senin (15/2).

KSAL menyatakan bahwa konsep MEF memertimbangkan penyesuaian sistem pendidikan di lembaga lembaga pendidikan terkait dengan program pengembangan kekuatan MEF. Integrasi sistem pendidikan bertujuan untuk mendapatkan personel yang berkompetensi sesuai standar yang disyaratkan. Konsep standar kompetensi diterapkan secara berjenjang dan berkelanjutan sehingga tersaring personel yang memiliki kemampuan sesuai tuntutan jabatan.

"Pembangunan kekuatan MEF tidak disertai dengan penambahan personel tetapi melakukan pengadaan sebesar jumlah penyusutan yang terjadi setiap tahunnya atau zero growth," imbuhnya.

Untuk mendukung peningkatan tersebut, rakernis personel menjadi forum evaluasi terkait program kegiatan yang telah dilaksanakan dan membahas permasalahan yang muncul serta menampung ide berkaitan upaya peningkatan kinerja dalam penyelenggaraan kegiatan pembinaan personel. TNI AL memandang forum tersebut strategis untuk menghasilkan materi yang menjadi patokan keberhasilan pembinaan personel.

"Momen kegiatan ini memiliki nilai yang sangat strategis sebab materi yang dibahas merupakan tolok ukur keberhasilan pembinaan personel ke depan," tandasnya.

MEDIA INDONESIA

Refresh Creasteam, Lakukan Latihan Buka Tutup Canopy

Salah satu anggota Creasteam Disops Lanud Iswahjudi sedang melaksanakan latihan membuka canopy pesawat tempur F-16/Fighting Falcon di shelter Skadron Udara 3, Jumat (12/2). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

14 Februari 2010, Madiun -- Guna mewujudkan personel Creasteam yang solid dan professiona tak henti-hentinya team Creasteam yang berada dibawah kendali Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, mengadakan latihan penanganan emergency. Dalam latihan tersebut melaksanakan bagaimana cara membuka dan menutup canopy pesawat tempur F-16/Fighting Falcon, bila terjadi emergency di shelter Skadron Udara 3, Jumat (12/2).

Dalam latihan tersebut dimaksudkan untuk me-refresh kembali kemampuan personel creasteam serta memberikal bekal bagi personel creasteam yang baru jika terjadi emergency dimana penerbang tidak dapat membuka canopy, karena untuk penanganan emergency bagi pesawat F-16/Fighting Falcon berbeda dengan pesawat tempur lain yang berada di Lanud Iswahjudi.

Lettu Tek Pujo Laksito perwira teknik Skadron Udara 3 mengatakan, penanganan emergency bagi pesawat F-16/Fighting Falcon harus dilaksanakan oleh tim emergency khusus dari Skadron Udara 3 terlebih dahulu karena pada pesawat F-16 bisa mengeluarkan gas beracun berupa Hydrazine 70 yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Kemudian setelah dinyatakan aman, team creasteam Disops Lanud Iswahjudi baru bisa mendekat ke pesawat untuk memberikan pertolongan.

Sementara itu Kasubsi PK (Pemadam Kebakaran) Disops Lanud Iswahjudi Kapten Tek Sumarso pada latihan tersebut mengatakan, meskipun Lanud Iswahjudi senantiasa berupaya mewujudkan “zero accident” dalam setiap misi, akan tetapi creasteam terus melaksakan latihan secara berkelanjutan, jika sewaktu-waktu terjadi accident team creasteam mampu menangani dengan aman.

PENTAK LANUD ISWAHJUDI