Friday, December 25, 2009

Kodam Jaya HUT ke 60

Panglima Kodam Jaya /Jayakarta Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro memeriksa pasukan peserta upacara, saat berlangsungnya Upacara HUT ke 60 Kodam Jaya, dilapangan Upacara Makodam Jaya, Jakarta, Kamis (24/12). Peringatan HUT kodam Jaya dilaksanakan secara sederhana. (Foto: ANTARA/Rafli/nz/09)

24 Desember 2009, Jakarta -- "Patut kita sadari bersama bahwa setiap permasalahan atau gangguan keamanan yang timbul pada hakekatnya muncul tidak secara sporadis dan berdiri sendiri, tetapi merupakan rangkaian sebab akibat dari kondisi sosial masyarakat, yang tidak dapat dipisahkan dari masalah aktual sosial politik, sosial ekonomi dan sosial budaya, yang berkembang dewasa ini " Demikian Amanat Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta yang dibacakan Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro S,Ip MM pada Hari Ulang Tahun Kodam Jaya ke 60, bertempat di lapangan Makodam Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jakarta Timur. Kamis (24/12).

Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menyampaikan selama 60 tahun pengabdiannya Kodam Jaya telah menunjukkan prestasi yang membanggakan dalam mengemban tugas sebagai Kotama Pembinaan Angkatan Darat dan Kotama Operasional TNI. Keberhasilan yang telah dicapai itu, hendaknya dijadikan pendorong untuk lebih mematangkan sikap, meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas. Bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para sesepuh, pendahulu dan pendiri, yang telah meletakkan dasar dan sendi-sendi yang kokoh bagi terwujudnya keberhasilan dan kejayaan Kodam Jaya. Jakarta sebagai Ibukota Negara dan Pusat Pemerintahan, Jakarta merupakan sentral kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan, dengan berbagai kegiatan yang berdimensi nasional, regional dan internasional. Juga merupakan pintu gerbang masuknya nilai-nilai budaya asing yang terbawa oleh arus globalisasi dengan segala dimensi, dampak dan implikasinya.


(Foto: detikFoto/Didi Syafirdi)

Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat juga menyampaikan Jakarta merupakan barometer kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memiliki pengaruh yang dominan terhadap gerak dan dinamika pembangunan bangsa di segala aspek kehidupan, ditunjang oleh semakin meningkat dan tingginya aktivitas pembangunan infrastruktur disekitarnya seperti wilayah Tangerang dan Bekasi. Di era demokrasi dan reformasi saat ini sering cenderung kebablasan ketika menerapkan demokrasi dan kebebasan, akibatnya perjalan kehidupan demokrasi di negara kita pada beberapa tahun terakhir, terdapat hal-hal yang mengalami pembiasan makna dalam implementasinya. Kesejatian demokrasi itu sendiri tidak lagi berkembang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tetapi lebih sebagai retorika, wacana dan euforia dalam berbagai kesempatan dan kepentingan.



(Foto: detikFoto/Didi Syafirdi)

Kepala Staf TNI AD dalam akhir amanatnya menekankan dan mengharapkan untuk selalu mewaspadai berbagai potensi ancaman di wilayah, dengan membina kerjasama di segala aspek kehidupan yang lebih erat dengan seluruh instansi terkait, tokoh masyarakat dan segenap komponen bangsa lainya, bangun dan tingkatkan kerjasama yang lebih intens dengan Polri, untuk dapat menjamin kondisi dan situasi Jakarta sebagai barometer Indonesia tetap aman dan kondusif, mantapkan terus Kemanunggalan TNI-Rakyat melalui kerjasama yang telah terbina selama ini dengan segenap komponen bangsa yang ada.

KODAM JAYA

No comments:

Post a Comment

Post a Comment