Friday, July 10, 2009

Latihan Rajawali Perkasa 2009 Ditutup

Setelah melakukan pendaratan darurat pesawat CN-235 yang mengalami ban pecah masih berada di Run Way dalam waktu yang singkat dilakukan evakuasi awak pesawat yang terluka (Foto: Pentak Lanud Halim).

10 Juli 2009, Jakarta -- Suara dentuman menggelegar desertai rentetan senjata dan pelepasan tanda peserta latihan oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma tanda berakhirnya latihan Raja Wali Perkasa (Rajasa) 2009 kepada perwakilan masing-masing komando latihan dan pelaku latihan. Latihan ini dilaksanakan selama tiga hari dan berakhir dengan sukses tanpa ada insedent. Latihan ini secara resmi ditutup oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qamar, SE di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (10/7).

Komandan Lanud Halim Perdanaksuma Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qamar, S.E dalam sambutan menjelaskan Latihan Rajawali Perkasa yang telah dilaksanakan untuk melatih dan menambah pengetahuan tentang penerapan protap yang ada di satuan Lanud Halim Perdanakusuma serta untuk mengembangkan taktik dan teknik operasi udara oleh setiap unsur yang terlibat didalam latihan. Oleh karenanya latihan ini suatu proses latihan yang bertahap dan berlanjut serta lebih meningkatkan kualitas serta diusahakan yang sebenarnya.

Lebih lanjut dikatakan dengan selesainya pelaksanaan latihan ini maka kita sudah mempunyai pengalaman yang sangat berharga untuk dijadikan pelajaran di masa yang akan datang dan evaluasi mekanisme tersebut untuk dikembangkan dalam tahap-tahap selanjutnya. Evaluasi yang dimaksud yaitu sudah sejauh mana pelaksanaan latihan, apakah telah sesuai dengan petunjuk maupun skenario latihan, sejauhmana telah memenuhi dan sasaran yang harus dicapai, demikian pula harus dicari faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga pada latihan yang akan datang tidak terulang lagi, harap Komandan Lanud.

Begitu juga kelebihan dan kekurangan yang mewarnai selama latihan merupakan hal yang wajar akibat dari keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi sehingga dapat dijadikan acuan dan bahan evaluasi, dan yang paling penting selama latihan adalah kesungguhan setiap individu untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.sesuai prosedur yang telah digariskan secara baik dan benar, ini merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan latihan sesuai tujuan dan sasaran yang diinginkan.

Selanjutnya, prestasi yang dicapai selama latihan hendaknya jangan membuat kita merasa puas, tetapi tetap berusaha untuk lebih meningkatkan terhadap apa yang telah di capai selama ini. Hal tersebut tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan dalam melaksanakan latihan-latihan saja, tetapi juga dituntut untuk menentukan keberhasilan tugas-tugas lain pada porsi yang lebih besar, jelas Komandan Lanud Halim.

PENTAK LANUD HALIM P.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment