Friday, February 27, 2009

UEA Borong Pesawat Militer dan Rudal

Uni Emirat Arab memborong pesawat angkut militer, pesawat latih tempur, rudal udara ke udara pada pameran pertahanan IDEX 2009 ke-9 di Pusat Ekshibisi Nasional Abu Dhabi, 22 – 26 Februari 2009.

Rangkaian borong alutsista Angkatan Udara UEA ini dimulai saat diumumkan pembelian sekitar 220 rudal udara ke udara Raytheon AIM-120 C7 merupakan versi terakhir, 22/2. Pembelian ini terjadi setelah pemerintah UEA mendapat persetujuan pemerintah Amerika Serikat menjadi negara pertama pengguna rudal ini kawasan Timur Tengah.

F-16 Block 60 atau F-16F

Rudal akan dipasang di pesawat tempur F-16 Block 60 AU UEA, saat ini menggunakan AIM-120 C5. Selain AU AS, Yunani,Taiwan, dan UEA. Filandia dan Korea Selatan masuk daftar tunggu pengguna versi C7.

Pembelian rudal pembelian terbesar pertama di IDEX 2009.

Pembelian Pesawat Angkut Militer
Konfirmasi pembelian pesawat angkut militer Boeing C-17 dan Lockheed Martin C-130J, ditandai pembukaan selubung model kedua pesawat tersebut oleh putra Mahkota Sheik Mohammed, 23 /2. Meskipun belum diumumkan secara resmi, hampir dipastikan UEA membeli 12 C-130J dan sejumlah C-17.

Keberhasilan kedua, duet Boeing dan Lockheed Martin memasarkan C-130J dan C-17 secara bersamaan di kawasan Tim-Teng. Setelah Qatar menandatangani persetujuan pembelian 4 C130 J dan sebuah C-17 tahun lalu.

Pembelian Pesawat Latih dan Serang Ringan

Alenia Aermacchi M-346 Master (Foto: Alenia Aermacchi)

Puncak borong alutsista ketika Menteri Pertahanan UEA Mayjen Obaid Al Ketbi mengumumkan pemenang kompetisi jet latih lanjut , 25/2. Alenia Aermacchi M-346 Master menyisihkan Korean Aerospace Industries T-50 Golden Eye dan BAE Systems Hawk 128.

Alenia akan mengirimkan 48 pesawat yang digunakan sebagai pesawat latih dan serang ringan. Pembagian jumlah pesawat jenis latih dan serang belum diumumkan segera, karena proses negosiasi masih berlanjut. Menurut seorang eksekutif Alenia ke Defence News, proposal terakhir yang diajukan tahun lalu komposisinya 20 latih dan 20 serang ringan.

Dimana pada awalnya proposal pembelian 33 pesawat dan 7 pesawat opsi. Kemudian naik menjadi 48 pesawat.

Alenia Aermacchi M-346 resmi dinobatkan dengan nama M-346 Master, setelah dilakukan sayembara pemberian nama. Mauro Petrolati dinyatakan sebagai pemenang yang mengajukan nama MASTER, menyisihkan 4000 masukan. (defensenews/beritahankam.blogspot.com)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment