Tuesday, February 17, 2009

Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Akan Miliki 10 Sukhoi Awal 2010

SU30 MK2

17 Februari 2009, Makassar -- Kepala Staf TNI AU (KASAU) Marsekal TNI Subandrio menegaskan, setelah tahap pertama diserahterimakan tiga unit pesawat Sukhoi-30 MK2 beserta suku cadang dan peralatan pendukungnya pada bulan lalu di Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, kembali Sukhoi-27 SKM direncanakan akan dikirim ke Indonesia pada akhir tahun 2009 sebanyak 2 pesawat serta pada awal tahun 2010 satu pesawat.

”Sejalan dengan situasi keuangan negara yang makin membaik serta upaya maksimal dari seluruh institusi terkait, saya merasa optimis bahwa tiga pesawat Sukhoi-27 SKM yang direncanakan tiba di Indonesia pada awal tahun 2010, akan tepat waktu pengirimannya ke Indonesia” kata Marsekal TNI Subandrio.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) dalam amanat tertulis upacara bendera 17-an di Markas Koopsau II, Makassar yang dibacakan Panglima Koopsau (Pangkoopsau) II, Marsekal Muda (Marsda) TNI Yusdhan Sayuti di Makoopsau II, Selasa (17/2). Upacara yang ditandai pengibaran bendera merah putih, pembacaan pembukaan UUD ”45, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri itu, dihadiri seluruh warga Makoopsau II baik militer maupun PNS.


Kasau menambahkan, upaya peningkatan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara difokuskan pada tercapainya kemampuan yang optimal dari satuan-satuan TNI Angkatan Udara serta mantapnya lembaga pendidikan sebagai ujung tombak, karena kesiapan operasional dan tuntutan kualitas SDM TNI Angkatan Udara merupakan faktor menentukan dalam pelaksanaan tugas.

Menyinggung Pemilu 2009, Kasau mengharapkan TNI Angkatan Udara mampu menyiapkan transportasi angkutan udara untuk mendukung logistik Pemilu baik berupa pesawat angkut maupun helikopter. Berkaitan dengan hal tersebut, personel TNI Angkatan Udara senantiasa menghormati dan memegang teguh komitmen netralitas TNI, yang merupakan cermin konsekuennya TNI dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, serta mempertahankan soliditas satuan dan membangun profesionalisme prajurit Angkatan Udara.


Sementara menyikapi keterbatasan dukungan anggaran, Angkatan Udara memilih strategi untuk mempertahankan satuan-satuan operasional dan meningkatkan sumber daya manusia pengawak organisasi, diharapkan akan timbul inovasi untuk meningkatkan kesiapan Alutsista yang ada, serta kesiapsiagaan satuan jajaran TNI Angkatan Udara. (tni.mil.id)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment