Saturday, September 25, 2010

Teknisi Ranpur Indobatt Siap 24 Jam


24 September 2010 -- Tanpa mengenal waktu dan cuaca, para teknisi kendaraan tempur (Ranpur) Indobatt senantiasa siap dalam waktu 24 jam sehari memperbaiki kendaraan tempur. Hal ini tampak pada kegiatan perbaikan yang dilaksanakan mulai dari pukul 16.00 sore sampai dengan pukul 01.00 tengah malam waktu Lebanon Selatan. Pada salah satu kendaraan tempur yang mengalami kerusakan setelah melaksanakan tugas Observation Post (OP) beberapa waktu lalu di wilayah Blue-Line sekitar Area Operation Kompi Mekanis A Indobatt di desa Al-Adeisse. Perwira Khusus Kavaleri Indobatt Lettu Kav Taufik Dwinova turun langsung ke lapangan untuk mengkoordinasi serta memimpin kegiatan perbaikan kendaraan tempur jenis VAB APC yang mengalami kerusakan tersebut.

Bersama-sama Bintara Pemelihara Kendaraan Tempur (Bahar ranpur) Kompi Bantuan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Peltu Sumpeno; Serka Jafray Kara; Sertu Suwadi serta Sertu Eko Budi Cahyono; menangani kerusakan yang terjadi pada sistem Hub-Reducer yang menyebabkan kendaraan tempur tersebut tidak dapat bergeser dari lokasi sehingga harus mendapatkan penanganan khusus.

Menurut Pasuskav yang dalam tugas kesehariannya bertanggung jawab terhadap pembinaan material kendaraan tempur Indobatt, keputusan dilakukannya perbaikan ini diambil setelah berdiskusi dan berkoordinasi dengan para teknisi. Setelah memastikan bahwa kerusakan cukup serius terjadi dan perbaikan harus langsung dilakukan di lapangan. Hal ini disiasati sebagai upaya pendahuluan sebelum dilakukannya perbaikan lebih lanjut. Perbaikan lanjutan setelah itu pun juga harus segera dilaksanakan sebagai upaya menjaga kondisi kesiapan operasional seluruh kendaraan tempur satgas.

Sedangkan menurut Serka Jafray Kara, sudah merupakan panggilan tugas baginya dan bagi teknisi lainnya untuk senantiasa siap dalam melakukan upaya perbaikan terhadap setiap kendala yang dialami oleh kendaraan tempur. Kapanpun waktunya apakah siang ataupun malam dan dimanapun, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Hal ini disadarinya, mengingat operasional kendaraan tempur tiada henti non-stop selama 24 jam sehari. Dan hal ini bisa saja terjadi setiap saat tanpa pernah diduga sebelumnya.

Penanganan terhadap kendaraan tempur haruslah khusus dan spesifik. Setiap teknisi bukan hanya dibutuhkan sejumlah pengetahuan akan kendaraan tempur namun diperlukan pula segudang pengalaman yang mumpuni. Serta harus memiliki keahlian khusus serta kredibilitas untuk memperbaiki kendaraan tempur. Demikian dikatakan Pasuskav dalam wawancaranya dengan Pen Satgas.

“Kegiatan perawatan material Ranpur tidak selamanya dilaksanakan di workshop, namun juga dapat dilakukan di lapangan sesuai jenis kondisi kerusakan yang terjadi”, ujar perwira yang saat ini berdinas sebagai salah satu organik di Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus Kodam Jaya

Lettu Kav Taufik Dwinovalahir tahun 1981 dan besar di kota ‘Getuk’ Semarang. Memulai karirnya di TNI setelah lulus Akmil tahun 2003. Telah mengikuti sekolah kecabangan kavaleri dengan pengembangan spesialisasi Diksarpara Akmil tahun 2004 dan Suspaharsat Kavaleri tahun 2008. Selama berdinas di TNI pernah menjabat sebagai Danramil perbatasan di Koramil 1205-10/ Sintang, selanjutnya jabatan yang diemban tidak jauh-jauh dari kavaleri, yakni sebagai Komandan Peleton 3, Peleton 2, Peleton 1 Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya Jayakarta dan terakhir menjabat sebagai Pasipers di satuan tersebut.

Puspen TNI/Dispenal

No comments:

Post a Comment