Thursday, June 24, 2010

Anggaran TNI masih Defisit hingga 2015

Menhan Purnomo Yusgiantoro (kanan) berbincang serius dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) dan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso (kiri) sebelum rapat tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang pengadaan alat utama sistem senjata (alusista) di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (23/6). Pengadaan alusista TNI itu selanjutnya secara bertahap akan direalisasikan untuk terciptanya kemampuan pertahanan yang handal. (Foto: ANTARA/Saptono/ama/10)

24 Juni 2010, Jakarta -- Menteri Keuangan Agus Martowardoyo mengatakan, anggaran sektor pertahanan hingga 2015 masih mengalami defisit hingga Rp50 triliun terutama untuk mendukung pengadaan alat utama sistem senjata.

"Mungkin sekitar Rp50 triliunan dalam lima tahun, dan itu bukan sesuatu yang besar. Kita harus punya rencana APBN yang baik. Kita tidak bisa mengeluarkan suatu investasi kementerian tetapi tidak diimbangi penerimaan yang berkesinambungan dan sehat," katanya di Jakarta, Rabu (23/6).

Usai menghadiri rapat tentang alat utama sistem senjata TNI yang dipimpin Wakil Presiden Boediono, Agus mengatakan, pihaknya optimis dapat memenuhi anggaran belanja alutsista tersebut.

Ia menambahkan, untuk 2011 pemerintah menganggarkan alokasi dana untuk alutsista sebesar Rp 7 triliun.

"Kalau kita bisa meningkatkan penerimaan negara dengan baik, baik itu pajak atau non pajak, penerimaan sumber daya alam itu (anggaran) sesuatu yang optimistis ke depan," ujar Agus.

Pada kesempatan yang sama Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, dalam rapat tersebut dibahas kebijakan tentang kekuatan pokok minimun TNI terkait keterbatasan anggaran pemerintah di sektor pertahanan.

Rapat dihadiri pula Menko Polkam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Menko Ekonomi Hatta Rajasa.

MI.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment